Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 ISLAM BERKEMAJUAN DALAM JEJAK NABI DAN KIAI: ANALISIS PERBANDINGAN DAKWAH RASULULLAH SAW DAN KH. AHMAD DAHLAN Safiq Rosad1, *. Aris Rahmadi2. Muhammad Syukri3 Program Studi Informatika. Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali. Cilacap Program Studi Informatika. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta Program Studi Informatika. STMIK Mardika Indonesia. Bandung *Alamat email koresponden: rhosyad@unugha. Doi: https://doi. org/10. 56406/jurnalkajianislammodern. ABSTRACT This research explores the relevance of K. Ahmad DahlanAos struggle and the founding of Muhammadiyah with the prophetic mission of Prophet Muhammad SAW, particularly in the context of Islamic reform, the liberation of the ummah, and the modernization of Islamic Muhammadiyah emerged as a progressive Islamic movement through an organized system, marking a shift from traditional religious authority centered on individual clerics to a more systematic and rational approach. Inspired by global Islamic reform movements and the ProphetAos method of building a daAowah community. Ahmad Dahlan rejected taqlid . lind followin. , superstitions, and secularism. Using a library research methodology, this study analyzes historical and conceptual connections that reflect the alignment between the ProphetAos strategy and MuhammadiyahAos ideological and practical framework. The findings reveal that Muhammadiyah consistently embodies the values of tawhid, ijtihad, muAoamalah dunyawiyah, and modern education as a form of holistic . Islamic implementationAi following the prophetic legacy in establishing a just and progressive Islamic civilization. Keywords Muhammadiyah. KH. Ahmad Dahlan. Rasulullah SAW. Islamic Preaching ABSTRAK Penelitian ini mengkaji relevansi perjuangan K. Ahmad Dahlan dan pendirian Muhammadiyah dengan dakwah Rasulullah Muhammad SAW, terutama dalam konteks pembaruan Islam, pembebasan umat, dan modernisasi sistem pendidikan. Muhammadiyah hadir sebagai gerakan Islam berkemajuan yang lahir melalui sistem organisasi, menandai pergeseran dari tradisi keagamaan berbasis otoritas individu menuju pendekatan yang sistematis dan rasional. KH. Ahmad Dahlan terinspirasi oleh pembaruan Islam global dan metode Rasulullah SAW dalam membangun komunitas dakwah, serta menolak taqlid, khurafat, dan sekularisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. untuk menganalisis jejak historis dan pemikiran yang menunjukkan keterkaitan erat antara model perjuangan Nabi Muhammad SAW dengan strategi gerakan Muhammadiyah. Temuan menunjukkan bahwa Muhammadiyah secara konsisten mempraktikkan nilai-nilai tauhid, ijtihad, muamalah dunyawiyah, dan pendidikan modern sebagai wujud penerapan Islam secara kafah, sejalan dengan teladan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam yang adil dan berkemajuan. Kata kunci Muhammadiyah. KH. Ahmad Dahlan. Rasulullah SAW, dakwah Islam Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 PENDAHULUAN Organisasi Islam pribumi pertama yang mereformasi dan memperkenalkan sistem pendidikan Islam modern adalah Muhammadiyah, tata kelola dan manajemen urusan keagamaan yang berlandaskan pada prinsip akuntabilitas dan berorientasi pada dampak, serta memelopori gerakan emansipasi perempuan Muslim. Tujuan berdirinya Muhammadiyah adalah mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya . id, 2024. Paham dan ideologi keagamaan yang dipegang oleh Muhammadiyah adalah dakwah, tajdid, dan Islam berkemajuan yang berpandangan wasathiyah. Dakwah adalah untuk mensyiarkan wajah Islam yang menebar manfaat dan berkeunggulan, tajdid sebagai watak adaptif pemikiran keislaman yang senantiasa selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Islam berkemajuan merupakan karakter wawasan serta praktik beragama ala Muhammadiyah. Keempat paham dan ideologi keagamaan tersebut menjadi ciri perjuangan Muhammadiyah . id, 2. Kelahiran dan keberadaan Muhammadiyah pada awal berdirinya tidak lepas dari gagasan pemikiran dan amal perjuangan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Muhammad Darwi. yang menjadi Setelah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan bermukim yang kedua kalinya pada tahun 1903. KH. Ahmad Dahlan mulai menyemaikan benih pembaruan di Tanah Air. Gagasan pembaruan itu diperoleh Kyai Dahlan setelah berguru kepada ulama-ulama Indonesia yang bermukim di Mekkah seperti Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau. Kyai Nawawi dari Banten. Kyai Mas Abdullah dari Surabaya, dan Kyai Fakih dari Maskumambang. itu juga dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran para pembaru Islam seperti Ibn Taimiyah. Muhammad bin Abdil Wahhab. Jamaluddin Al-Afghani. Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Dengan modal kecerdasan dirinya serta interaksi selama bermukim di Saudi Arabia dan bacaan atas karya-karya para pembaru pemikiran Islam, telah menanamkan benih ide-ide pembaruan dalam diri Kyai Dahlan. Sekembalinya dari Arab Saudi. Kyai Dahlan justru membawa ide dan gerakan pembaruan, bukan malah menjadi konservatif . id, 2. Gagasan dan usulan untuk mendirikan Muhammadiyah yang lahir di Kampung Kauman, banyak didorong oleh beberapa santri dan muridnya. Pada saat yang bersamaan. Muhammadiyah dibantu juga oleh Budi Utomo secara resmi mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mengakui Muhammadiyah sebagai suatu badan hukum . id, 2. Atas dasar aturan yang berlaku di saat masa pemerintah Hindia-Belanda. Anggaran Dasar Muhammadiyah diajukan. Disebutkan bahwa tanggal berdiri organisasi Muhammadiyah adalah 18 November 1912 atau bertepatan pada 8 Dzulhijjah 1330 H. Namun pengangkatan resmi sebagai Badan Hukum yang diakui Pemerintah Hindia-Belanda adalah pada tanggal 22 Agustus 1914 . id, 2024. Pendirian Muhammadiyah diawali oleh keberadaan Sekolah Rakyat bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah yang didirikan KH. Ahmad Dahlan pada awal tahun 1912. Madrasah ini mengadakan proses belajar-mengajar pertama kali dengan memanfaatkan ruangan berupa kamar tamu di rumah KH. Ahmad Dahlan yang memiliki panjang 6 Meter dan 5 meter, berisi tiga meja dan tiga kursi panjang serta satu papan tulis. Pada saat itu ada sembilan santri yang menjadi murid di Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah . id, 2024. Muhammadiyah mempunyai organisasi perempuan otonom yang didirikan pada tahun 1917 di Yogyakarta (Crisna Dewi et al. , 2. Organisasi di bawah Muhammadiyah ini dinamakan dengan AoAisyiah. Aisyiyah adalah wadah bagi perempuan Muslim untuk mengembangkan kiprah dalam ranah pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sebagaimana tujuan dan maksud Muhammadiyah. AoAisyiah menjadi organisasi Muslim perempuan modernis pertama di Indonesia, yang diprakarsai oleh Siti Walidah, beliau adalah istri KH. Ahmad Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 Dahlan yang menikah ditahun 1889. Didirikannya organisasi ini dikarenakan pada waktu itu Indonesia masih diliputi oleh kebodohan serta kemusyrikan yang mendatangkan kesesatan. Khususnya di lingkungan kaum perempuan yang dijejalkan dengan semboyan AuSwarga Nunut Neraka KatutAy . e surga ikut dan ke neraka pun terbaw. (Crisna Dewi et al. , 2. Ketidaksesuaian antara ajaran agama dengan praktik yang dilakukan masyarakat dalam soal perempuan, semakin mendorong Nyai Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi ini guna meningkatkan kedudukan perempuan dan memperluas peranan dalam masyarakat. Sebagaimana para pembaru Islam lainnya, memiliki cita-cita membebaskan umat Islam dari keterbelakangan dan membangun kehidupan yang berkemajuan. Melalui tajdid . yang meliputi aspek-aspek tauhid . , ibadah, muAoamalah, dan pemahaman terhadap ajaran Islam dan kehidupan umat Islam. Mengembalikan kepada sumbernya yang asli yakni Al-Quran dan Sunnah Nabi yang Shakhih, dengan membuka ijtihad. Sejarawan dan ketua majelis Pustaka PP Muhammadiyah Adaby Darban . , hasil temuan penelitiannya tentang Muhammadiyah disimpulkan sebagai berikut: Membersihkan Aqidah Islam Dari Segala Macam Kesyirikan Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik, bidAoah, dan khurafat, yang mengakibatkan agama Islam tidak memancarkan sinar kemurniannya lagi. Sebanyak amal kebaikan yang telah dikerjakan tidak bernilai jika masih melakukan kesirikan, sehingga menjadi orang yang merugi. Kita bisa mengambil pelajaran dari Abu Thalib, paman Nabi AA. Abu Thalib adalah orang yang punya amalan kebaikan yang sangat banyak. Ia Memelihara dan sangat sayang pada Nabi AA. Bahkan ikut membantu nabi A Adalam berjuang. Namun karena sampai akhir hayat masih mengikuti agama nenek moyangnya, yaitu agama penyembah berhala maka amalan kebaikannya tidak bisa membuat Abu thalib masuk surga. Hal ini disebabkan hati Abu Thalib yang tidak kuat dengan bujukan dan bisikan Abu Jahal di akhir hayatnya. Sehingga gengsi dan merasa malu jika meninggalkan agama nenek moyangnya. Allah SWT. Berfirman: AcEEa AaCa a eA a eO ae UI aa eO UIA AcEEa aaE Oa eA aa a eI Oac aeEa a nN aOOa e aA a aI eaOIa aEEa aE aI eI Oac a oa a aO aI eI Oac ae a NA AaIac NA Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni . karena mempersekutukan-Nya . , tetapi Dia mengampuni apa . yang selain . itu bagi siapa yang Dia Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar. (An-Nisa . : . a a aNIac a aI a eI a eI EaNa O a eaOIA a AcEEa a AaIac aE eI aO aI a ea eaOIa Ia eI eaO aI NA Sesungguhnya kamu . rang kafi. dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar . Jahanam. Kamu . masuk ke dalamnya. (Al-Anbiya . Muhammadiyah dengan tegas menyatakan bahwa mitos-mitos yang hanya berlandaskan pada cerita, keyakinan, atau kepercayaan yang tidak memiliki dasar ilmu atau Nash, tergolong dalam kategori Tathayyur. Takhayul, dan Khurafat. Muhammadiyah menjelaskan bahwa tindakan semacam ini dapat berujung pada perilaku syirik yang bertentangan dengan prinsipprinsip tauhid dan keyakinan kepada Allah dalam aqidah Islam. Oleh karena itu. Muhammadiyah menggarisbawahi urgensi untuk menjauhi dan meninggalkan praktik-praktik yang terkait dengan takhayul dan khurafat. AuMuhammadiyah menegaskan bahwa mitos-mitos yang hanya didasarkan pada cerita, keyakinan, kepercayaan, baik terhadap hari, bulan, tahun baik atau buruk yang tidak ada dasarnya dengan ilmu dan Nash, maka dia termasuk Tathayyur. Takhayyul dan Khurafat yang harus dijauhi,Ay (Ilham, 2. Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 Merombak taklid dan memberikan kebebasan dalam ber-ijtihad. Orang Islam harus mencari kebenaran yang sejati, berpikir mana yang benar dan yang salah, tidak taklid dan fanatik buta dalam kebenaran sendiri, menimbang-nimbang dan menggunakan akal pikirannya tentang hakikat kehidupan, dan mau berpikir teoritik dan sekaligus berfikir praktik (Chasanah, 2. KH. Ahmad Dahlan tidak ingin umat Islam taklid dalam beragama, juga tertinggal dalam kemajuan hidup. Karena itu memahami Islam haruslah sampai ke akarnya, ke hal-hal yang sejati atau hakiki dengan mengerahkan seluruh kekuatan akal pikiran dan ijtihad. Kehadiran Muhammadiyah merupakan gerakan Islam berkemajuan, dihadirkan bukan lewat jalur perorangan, tetapi melalui sebuah sistem organisasi. Menghadirkan gerakan Islam melalui organisasi merupakan terobosan, ketika umat Islam di Indonesia masih dibingkai oleh Kultur tradisional yang lebih mengandalkan kelompok-kelompok lokal seperti lembaga pesantren dengan peran kyai yang sangat dominan selaku pemimpin informal. Organisasi jelas merupakan fenomena modern abad ke-20, yang secara cerdas dan adaptif telah diambil oleh KH. Ahmad Dahlan sebagai AuwashilahAy . lat, instrume. untuk mewujudkan cita-cita Islam. Langkah pengorganisasian ini seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Berbeda dengan Nabi dan Rosul sebelumnya yang menyampaikan risalah, atau memimpin dengan risalah tersebut. Sehingga pembebanannya dominan hanya kepada Nabi dan Rosul pada Berbeda dengan baginda Nabi Muhammad saw. Beliau membentuk dan mengorganisasikan sebuah komunitas . alias kelompok dakwah yang masih belum dibilang besar yang berasaskan akidah Islam, bersama sejumlah kecil para sahabat. Para nabi dan rasul adakalanya diutus oleh Allah sebagai nabi dan rasul saja yang tugasnya hanya menyampaikan risalah. Allah SWT. Berfirman: aA eO aE acaaE eEa E a eE aIa eOIA a A a aI UI a caI eI Ca e aE aE a eI aO aIA a AEA a caO eaI a aE acaa eO AaCa e aEA ca AEaOA Dan jika kamu . rang kafi. mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan . gama Alla. dengan seterang-terangnya. (QS Al-Ankabut . : . Namun, ada juga yang diutus oleh Allah, selain menyampaikan risalah, juga untuk menerapkan risalah dan memerintah kaumnya dengan risalah tersebut. Allah SWT. Berfirman: aAcEEa aIac Eac a eOIa Oa aEac eOIA a A a eO aE NA a AC aOaE a ac a a eEN aOO AaOa aEacEa eaIA a caA Aae aE eI a eOIa EIA a AO aO a aIac aa eE IEa a aE eOAaU AaO eaEa eA a ac A n a eE aA a AA a AcEE Ea aN eIA a aA eO aO eO aI eEA a A a eO aE NA a A eaIA a aA a eO U a aI IA U a a AA Wahai Daud, sesungguhnya Kami menjadikanmu khalifah . di bumi. Maka, berilah keputusan . di antara manusia dengan hak dan janganlah mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari Perhitungan. (QS Shad . : . Nabi Muhammad SAW, sebagai nabi dan rasul terakhir tidak hanya ditugaskan oleh Allah menjadi nabi dan rasul. Beliau juga menjadi kepala negara yang diperintahkan untuk menerapkan syariat Islam secara kafah untuk seluruh umat manusia. Allah SWT. AcEEa aOaE aaca e a eN aO a aN eIA AaO a aI e aE eI a eOIa aN eI a aI e a eI a aE NA Hendaknya engkau memerintah mereka dengan apa . yang telah Allah turunkan, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Ay (QS Al-Maidah . : . Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 Oleh karena itu, baik Al-QurAoan maupun Sunah Nabi SAW, tidak hanya berisi akidah, tetapi juga syariat. Syariatnya pun tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Khalik, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya dan sesamanya. Islam mengatur masalah ibadah, seperti salat, puasa, zakat, haji, dan jihad, dalam konteks vertikal. Islam pun mengatur masalah pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, politik dalam dan luar negeri, dalam konteks horizontal. Islam juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya, seperti dalam berpakaian, makan, minum, dan akhlak. Di Mekkah Rasulullah SAW hanya sebagai pemimpin Agama karena loyalitas formal sebagai pemimpin dari struktur kekuasaan beliau tidak peroleh karena adanya penentangan terhadap dakwah yang dibawa beliau, sedangkan di Madinah selain sebagai pemimpin Agama beliau juga sebagai Kepala Negara dengan mempertautkan antara agama dan negara dan membangun Islam sebagai agama dan negara sebagai satu kesatuan yang harmonis (Sutriani. Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah bukan untuk melarikan diri dari penentangan para kafir Quraisy, tetapi justru untuk menerapkan Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan dalam institusi negara. Bukti Rasulullah SAW bukan pengungsi ke Madinah adalah disambutnya Rasulullah SAW oleh penduduk Madinah, kaum Muslim, bahkan orang-orang Musyrik, dan kaum Yahudi. Sambutan yang sangat antusias dan ingin menyambut kedatangan belia di Madinah Pendirian Negara Islam sebagai metode Baku dalam menerapkan Islam secara kafah merupakan cita-cita Nabi sejak awal. MuAoamalah Dunyawiyah Islam adalah agama yang universal dan komprehensif. Sebagai ajaran yang komprehensif. Islam meliputi tiga pokok ajaran, yaitu aqidah, syariAoah dan akhlak. Hubungan antara aqidah, syariAoah dan akhlaq dalam sistem Islam terjalin sedemikian rupa sehingga merupakan sebuah sistem yang Syariah Islam terbagi kepada dua yaitu ibadah dan muAoamalah. Ibadah diperlukan untuk menjaga ketaatan dan keharmonisan hubungan manusia dengan khaliq-Nya. Sementara muAoamalah dalam pengertian umum dipahami sebagai aturan mengenai hubungan antar manusia (Rusdan, 2. Istilah fiqih muAoamalah tersusun atas dua suku kata, yakni: fiqih dan muAoamalah. Kata fiqh, secara etimologi berarti Aufaham yang mendalamAy. Di antara prinsip atau asas fiqih muamalah yang diintrodusir oleh para ulamaAo adalah prinsip mubah, prinsip suka sama suka, prinsip keadilan, prinsip saling menguntungkan, prinsip tolong menolong, dan prinsip tertulis (Rusdan, 2. Dalam website tulisan dari Noor Chozin Agham (Noor Chozin Agham, 2. Menuturkan: banyak referensi fikih klasik . ikih mazha. , belum pernah menemukan definisi muAoamalah dunyawiyah, selain istilah muAoamalah tanpa kata dunyawiyah. Hal tersebut menyebabkan Noor Chozin Agham menyimpulkan bahwa fikih mazhab berbeda dengan fikih yang dirumus-kembangkan oleh Muhammadiyah. Karena istilah muAoamalah dunyawiyah hanya ditemukan dari dan dalam organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan, 18 November 1912. Jadi, bagi Muhammadiyah, penetapan istilah muAoamalah dunyawiyah, sesungguhnya untuk menegaskan bahwa masalah ibadah, baik ibadah khusus maupun ibadah umum, sangat berbeda dengan persoalan muAoamalah dunyawiyah. Antara ibadah dan muAoamalah dunyawiyah, keduanya memunyai kedisiplinan epistemologi masing-masing. Tegasnya, bahwa dalam paham agama menurut Muhammadiyah, atau bisa juga disebut AuFikih MuhammadiyahAy, menempatkan muAoamalah dunyawiyah pada posisi keempat dalam sistematika . uang lingku. kajiannya, yaitu setelah . akidah, . akhlak, . ibadah, dan . muAoamalah dunyawiyah. Keempat aspek inilah yang oleh Muhammadiyah dijadikan sebagai sistem ajaran Islam berkemajuan di bumi nusantara dan jagad raya (Noor Chozin Agham, 2. Islam Berkemajuan Langkah pembaruan yang bersifat AoreformasiAo ialah dalam merintis pendidikan AomodernAo yang memadukan pelajaran agama dan umum. Gagasan pendidikan yang dipelopori KH. Ahmad Dahlan, merupakan pembaruan karena mampu mengintegrasikan aspek AoimanAo dan AokemajuanAo, sehingga dihasilkan sosok generasi muslim terpelajar yang mampu hidup di zaman modern tanpa terpecah kepribadiannya. Lembaga pendidikan Islam AomodernAo bahkan menjadi ciri utama kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah, yang membedakannya dari lembaga Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 pondok pesantren kala itu. Pendidikan Islam AumodernAy itulah yang di belakang hari diadopsi dan menjadi lembaga pendidikan umat Islam secara umum . tb-ad. id, 2. Ajaran tauhid adalah esensi dan tumpuan ajaran Islam yang tetap, tidak berubah-rubah, sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw. Kepercayaan tauhid ini meliputi tiga aspek. yaitu keyakinan bahwa Allah mencipta dan memlihara alam semseta. keyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Haq. Keyakinan bahwa Allah SWT yang berhak dan wajib disembah. Seseorang yang memiliki tauhid tumbuh dalam dirinya dua kesadaran. yaitu kepercayaan hari akhir di mana manusia mempertanggungjawabkan perbuatannya. dan kesadaran bahwa hidup manusia semata-mata untuk beramal sholeh. Tauhid juga mengantarkan kehidupan manusia pada posisi dan kedudukannya sebagaimana tujuan penciptaannya oleh Allah SWT serta mengantarkannya pada kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Menurut Muhammadiyah, jika seseorang yang memiliki tauhid yang murni maka memiliki semangat ibadah dalam hidupnya. Hidup manusia seyogyanya harus diorientasikan untuk beribadah dan tunduk dan patuh hanya kepada-Nya. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya: A acaaE aEOa ea eaO aIA a e AaO aI aEa eCa eE aIac aOA a AaE eIA Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (Q. Adz- Dzariyat . : . Pembaruan Islam dalam Muhammadiyah yang disimpulkan oleh Sejarawan Adaby Darban . , terdapat benang merah pergerakan Muhammadiyah yang telah diusung selama ini, buah dari semangat dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan. Namun, apakah langkah yang dilakukan oleh Muhammadiyah sejalan dan relevan dengan perjalanan hidup Rosululloh SAW dalam mengemban dakwah penyebaran agama Islam. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research (Aulia et al. , 2. Memahami dan mengungkapkan konsep, teori, serta temuan-temuan yang terkait dengan Sejarah perjuangan K. H Ahmad Dahlan yang relevan dengan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dalam penyebaran agama Islam, dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang berasal dari berbagai sumber. Melakukan eksplorasi terhadap berbagai jurnal, laporan penelitian, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan tema (Arif, 2024. Yusuf et al. , 2. Proses analisis melibatkan penyaringan informasi dan penilaian kualitas HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengungkap berbagai sumber mengenai relevansi perjuangan K. H Ahmad Dahlan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Beberapa temuan yang dikaitkan dengan perjalanan perkembangan gerakan Islam diuraikan sebagai berikut: Pengorganisasian Gerakan Islam Kehadiran Muhammadiyah merupakan gerakan Islam berkemajuan, dihadirkan bukan lewat jalur perorangan, tetapi melalui sebuah sistem organisasi. Menghadirkan gerakan Islam melalui organisasi, merupakan terobosan di saat awal Muhammadiyah didirikan (Hazmi et al. , ketika umat Islam di Indonesia masih dibingkai oleh Kultur tradisional yang lebih mengandalkan kelompok lokal seperti lembaga pesantren dengan peran kiai yang sangat dominan selaku pemimpin informal (Rahmat & Romelah, 2. Kepemimpinan Kiai dapat membentuk perintah dan kehendak yang diikuti oleh masyarakat, dan ini dipersepsikan oleh Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 masyarakat sesuai dengan syariat Islam (Malik, 2. Sikap ber-taqlid . demikian, berdampak pada kemalasan dalam belajar dan menggali ilmu yang lebih dalam meskipun mampu untuk melakukannya. Tradisi seperti ini berpotensi terhadap kebiasaan masyarakat menggantungkan urusan duniawiyah terhadap kiai, perlindungan dari berbagai permasalahan kehidupan, diminta do'a-do'a, pengobatan, dan pengharapan berkah terhadap tokoh kiai. Inilah doktrin pembenar taqlid yang tentu bertentangan dengan Muhammadiyah (Agham, 2. Orang Islam itu harus mencari kebenaran yang sejati, berpikir mana yang benar dan yang salah, tidak taklid dan fanatik buta dalam kebenaran sendiri, menimbang-nimbang dan menggunakan akal pikirannya tentang hakikat kehidupan, mau berpikir teoritik, dan berpikir praktik (Chasanah, 2. Organisasi merupakan fenomena modern abad ke-20, yang secara cerdas dan adaptif telah diambil oleh KH. Ahmad Dahlan sebagai AuwashilahAy untuk mewujudkan citacita Islam. Langkah pengorganisasian ini seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Berbeda dengan Nabi dan Rosul sebelumnya yang hanya menyampaikan risalah, atau memimpin dengan risalah tersebut. Sehingga pembebanannya dominan hanya kepada Nabi dan Rosul pada masanya. Berbeda dengan baginda Nabi Muhammad saw. Beliau membentuk dan mengorganisasikan sebuah komunitas . alias kelompok dakwah yang masih belum dibilang besar yang berasaskan akidah Islam, bersama sejumlah kecil para sahabat. Menerapkan Islam Secara Kafah Di Mekkah Rasulullah Muhammad SAW hanya sebagai pemimpin Agama karena loyalitas formal sebagai pemimpin dari struktur kekuasaan beliau tidak peroleh karena adanya penentangan terhadap dakwah yang dibawa beliau, sedangkan di Madinah selain sebagai pemimpin Agama beliau juga sebagai Kepala Negara dengan mempertautkan antara agama dan negara dan membangun Islam sebagai agama dan negara sebagai satu kesatuan yang harmonis (Sutriani, 2. Hijrah Nabi SAW, ke Madinah bukan untuk melarikan diri, tetapi justru untuk menerapkan Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan dalam institusi negara. Pendirian Negara Islam sebagai metode Baku dalam menerapkan Islam secara kafah merupakan cita-cita Nabi sejak awal. KH. Ahmad Dahlan memiliki spirit di dalam membangun ajaran Islam yang sesungguhnya ortodoks atau bentuk yang murni (Ahdar, 2. Menekan pada pemahaman yang teguh terhadap teks-teks agama, seperti Al-Quran dan Hadis, serta praktik-praktik yang diwariskan secara turun-temurun, atau dengan kata lain memurnikan ajaran ritual Islam dari praktik dan gagasan yang sebenarnya. Membebaskan Umat Islam dari Berbagai Belenggu KH. Ahmad Dahlan pada masa berangkat ke mekkah yang kedua kalinya . , ilmu yang paling digemari dan menarik hati beliau adalah Tafsir Al-Manar karangan Muhammad Abduh. Tafsir ini memberikan cahaya terang dalam hatinya serta membuka akalnya yang berpikir jauh ke depan tentang keadaan Islam dan Indonesia (Hazmi et al. , 2. Dalam tafsir tersebut dikenal dengan dua landasan pokok yaitu peranan akal dan peranan kondisi sosial (Abdullah, 2. Sehingga semangat perubahan yang dibawa Muhammadiyah adalah membebaskan umat Islam dari keterbelakangan dan membangun kehidupan yang berkemajuan melalui tajdid . yang meliputi aspek-aspek tauhid . , ibadah, muAoamalah, dan pemahaman terhadap ajaran Islam dan kehidupan umat Islam, dengan membuka ijtihad (Azman & Helandri, 2. Adaby Darban (Sejarawan dan ketua majelis Pustaka PP Muhammadiya. menyimpulkan hasil temuan penelitiannya sebagai berikut: pembersihan aqidah Islam dari segala macam syirik, dalam bidang ibadah, membersihkan cara-cara ibadah dari bidAoah, dalam bidang muamalah, membersihkan kepercayaan dari khurafat, serta dalam Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 bidang pemahaman terhadap ajaran Islam, merombak taklid untuk kemudian memberikan kebebasan dalam ber-ijtihad (Ahmad Adaby Darban, 2. KH. Ahmad Dahlan berjuang untuk menghapus kesirikan dan tradisi yang bertentangan dengan ajaran agama yang justru mendekatkan pada perbuatan dosa. Pencampuradukan tradisi dan budaya yang berbau kesirikan ke dalam agama Islam menjadi salah satu tujuan di awal berdirinya Muhammadiyah. Masa lalu dengan mencampuradukkan tradisi dengan agama Islam, namun dimasa sekarang memisahkan urusan dunia dengan agama Islam . Melihat dari sejarah perkembangan sekulerisme, tidak terhindari lagi sekulerisme dianggap sebagai penghambat perkembangan manusia dalam kemajuan. Pemikiran seperti ini merupakan pelemahan masyarakat saat ini, dan sangat berbahaya sehingga mudah untuk dipecah belah, dan umat tidak lagi bisa dipersatukan dengan Islam. Hal ini juga menyimpang dari perkataan KH. Ahmad Dahlan. Aodekati dengan cara yang sebaik-baiknya, saling mengenal sehingga akan terjadi hubungan timbal balik yang sama-sama menguntungkanAo. Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya diutus sebagai pembawa wahyu, tetapi juga sebagai pembebas umat manusia dari berbagai bentuk penindasan, kebodohan, dan Dalam konteks pembebasan umat Islam, peran beliau sangat luas, mencakup aspek spiritual, sosial, ekonomi, dan politik. Beberapa bentuk belenggu yang berhasil dibebaskan oleh Nabi Muhammad SAW: Belenggu Kesirikan dan Kebodohan. Belenggu Sosial: Diskriminasi dan Kasta. Belenggu Ekonomi: Riba dan Eksploitasi. Belenggu Perbudakan. Belenggu Politik dan Kekuasaan Otoriter. Dengan berdirinya Negara Islam di Madinah. Rasulullah SAW memperkenalkan sistem pemerintahan berdasarkan syura . , keadilan, dan akuntabilitas, sebagai alternatif dari sistem kekuasaan tiranik yang berlaku sebelumnya. Modernisasi Sistem Pendidikan Islam Sejak zaman kolonial Belanda, sistem pendidikan di Indonesia telah ter polarisasi menjadi dua kategori yaitu sekolah-sekolah sekuler Barat yang tidak mengajarkan ajaran agama, dan pondok pesantren yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama. Namun, di awal abad ke-20 mulai muncul upaya-upaya modernisasi pada sistem pendidikan Islam di Indonesia, sebagai respons terhadap diskriminasi dalam pendidikan kolonial Belanda serta kritik terhadap sistem pendidikan Islam tradisional yang dianggap kurang relevan dengan tuntutan zaman (Rahmatullah, 2. Pendidikan di Nusantara pada waktu itu sangatlah biasa saja, diberikan oleh pesantren dan masjid, yang hanya memberi tahu aspek agama tanpa meninjau aspek pengetahuan umum (Azman & Helandri, 2. Modernisasi pendidikan Islam di Indonesia terus berlanjut hingga era kontemporer saat ini, dengan berbagai varian pembaharuan. Menggabungkan ilmu agama dengan pengetahuan modern. Dengan pendekatan ini. KH. Ahmad Dahlan berhasil meletakkan fondasi gerakan Islam yang tidak hanya berfokus pada dogma, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman (Rauf, 2. Meskipun istilah "modernisasi" baru dikenal belakangan, namun pendekatan pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW sudah menunjukkan prinsip-prinsip dasar modernisasi: sistematis, berorientasi pada nilai, berbasis kebutuhan masyarakat, dan inklusif. Bentuk-bentuk modernisasi dalam sistem pendidikan Islam pada masa Rasulullah Muhammad SAW: Pendidikan Berbasis Tauhid dan Akhlak. Pendekatan Sistematis dan Terstruktur. Kaderisasi Guru dan Tenaga Pendidik. Inklusivitas dan Akses untuk Semua Kalangan. Penggunaan Media serta Inovasi dalam Pendidikan, dan Pendidikan Kontekstual dan Kritis. Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 Tantangan dan Harapan untuk Muhammadiyah Tantangan beragama saat ini adalah kebebasan dan Individualis yang pada hakikatnya menimbulkan pelemahan nilai-nilai Islam. Mencampur adukkan, pemisahan urusan agama, dan kebebasan berekspresi lambat laut menjadi normalisasi kebebasan dalam menjalankan syariat. Sehingga kondisi seperti ini menjadikan umat tidak lagi bisa dipersatukan dengan Islam. Hal ini berdampak pada ketidakpedulian dengan lingkungan masyarakat, di mana umat Islam dibebankan pada fardhu khifayah yang mencakup setiap hal di dalam kehidupan manusia. Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman yang tidak hanya dibaca dan dihafalkan saja, melainkan umat Islam harus menerapkan kepedulian, dan kepekaan terhadap kondisi yang Perubahan yang diusungkan K. H Ahmad Dahlan identik dengan kondisi saat ini meskipun dalam bentuk yang berbeda. Mengutip dari buku Novel Kiai penggerak: novel biografi K. Ahmad Dahlan (Musyafa, 2. Ummat dilingkungan masyarakat merasa memiliki agama. Akan tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga kesulitan menjalankan agama Islam dengan syariat yang Agama yang tidak diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang cukup, tidak dapat menggunakan dan mengambil manfaat darinya. Orang-orang terpelajar, cerdik pandai yang memiliki banyak ilmu, tapi tidak mengerti dengan ajaran agama, dekati dengan cara yang sebaik-baiknya, sehingga kaum pendakwah Islam dan kaum terpelajar lebih saling mengenal sehingga akan terjadi hubungan timbal balik yang sama-sama menguntungkan, yaitu samasama memberi dan sama-sama menerima. Kalimat dari syekh Muhammad Abduh . alam novel kiai penggera. yang menyatakan AoAgama Islam sebenarnya tertutup oleh umat Islam sendiri. Hal ini menggambarkan dari keberadaan masyarakat yang hanya tahu Islam sebatas shalat Lima waktu dan puasa Ramadhan. Padahal masih banyak sekali ajaran Islam yang masih belum diketahui, tertutup oleh adat dan tradisi nenek moyang yang lebih banyak keburukannya dari pada kebaikannya, sehingga terdapat kalimat Aotidak ada agama Islam kecuali hanya tinggal namanya, dan tidak ada kitab Al-QurAoan kecuali tinggal tulisannya sajaAo. Islam merupakan agama amal, yaitu agama yang memberikan dorongan kepada pemeluknya untuk melakukan banyak amal perbuatan, bukan hanya sekedar pandai membaca kitab dan menghafal banyak Tantangan berikutnya adalah sekularisme yang semakin mengakar, khususnya di kalangan generasi muda perkotaan. Banyak dari mereka yang semakin jauh dari nilai-nilai agama, yang dianggap tidak lagi relevan dengan kehidupan modern. Dalam menghadapi fenomena ini. Muhammadiyah perlu melakukan pendekatan yang lebih inklusif dan terbuka, tanpa mengorbankan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi gerakannya (Rauf, 2. SIMPULAN Hasil kesimpulan terkait perjuangan K. H Ahmad Dahlan yang relevan dengan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dalam penyebaran agama Islam adalah: Pemikiran KH. Ahmad Dahlan yang mengadopsi model organisasi modern mencerminkan semangat Nabi Muhammad SAW dalam membentuk komunitas dakwah yang terorganisir dan berasaskan akidah Islam, bukan hanya sebagai pewaris risalah, tetapi juga sebagai pembentuk peradaban. Maka. Muhammadiyah tidak hanya membawa pemurnian ajaran Islam, tetapi juga menawarkan model keislaman yang sistematis, progresif, dan rasional dalam menghadapi tantangan zaman. Baik Rasulullah SAW maupun KH. Ahmad Dahlan menunjukkan bahwa Islam tidak hanya sebagai ajaran ritual, tetapi juga sistem kehidupan yang utuh, mencakup bidang spiritual, sosial, dan pemerintahan. Rasulullah SAW adalah pemimpin spiritual dan revolusioner sosial yang membebaskan umat dari berbagai bentuk perbudakan dan penindasan. Islam hadir bukan hanya sebagai Volume 13 Nomor 01 September 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 agama, tetapi sebagai sistem kehidupan yang membebaskan manusia dari segala bentuk kezaliman menuju cahaya keadilan dan kemuliaan hidup. Sistem pendidikan Islam pada masa Rasulullah SAW telah mencerminkan prinsip-prinsip modern seperti keterbukaan akses, integrasi antara teori dan praktik, kaderisasi, literasi, dan pendidikan berbasis nilai. Beliau telah meletakkan fondasi peradaban ilmiah yang berpengaruh hingga kini, sehingga jejak Rasulullah SAW telah diikuti dan dijalankan melalui Muhammadiyah. REFERENSI