Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEO EIOA Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto Sudar Kajin a* aProgram Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto *Koresponden penulis: buyaalwi@yahoo. Abstract Growth and development of the child have the nature of a thorough and intertwined relationships between components . ealth, nutrition, and environmen. In general, child development can be grouped into three areas, namely cognitive, affective, and psychomotor, whereas biological growth which includes a change in the body Body structure regarding the changes in bone structure, especially the long bones that have an impact on changes in body size, whereas changes in bodily functions is a result of hormonal changes that affect the physiological function . The purpose of this development are: . Describe the product feasibility study A EO EIOAfor grade XI IPA at MAN I Mojokerto . Describe the development of learning tools using process skills can improve learning outcomes subjects A EO EIOAclass XI IPA at MAN I Mojokerto From the results of this development can be concluded: . results of expert validation and testing, the model approach process skills is fit for use for subjects of Physical Education. Sport and Health, because the products developed are not revised by experts but from the results of questionnaire of students stated that require revision are: . Improve the look model or change the learning strategy, and . improve the use of resources in implementing the model. Product development learning tools using process skills can improve learning outcomes subjects AEO EIOA class XI IPA at MAN I Mojokerto. From the class of the test increased learning completeness of Pre and Post Tests Tests are respectively 77. 78% increase to 91. Keywords: process skills, learning outcomes. AEO EIOA Latar Belakang Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) menuntut adanya keterlibatan fisik dan mental intelektual siswa. Hal ini dapat digunakan keterampilan intelektual atau keterampilan mecakup dalam keterampilan proses AEO EIOA. Tugas utama guru adalah menciptakan suasana di dalam proses belajar mengajar (PBM) agar terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Untuk itu, guru seyogyanya memiliki kemampuan untuk melakukan intraksi belajar mengajar yang baik. Salah satu kemampuan yang sangat penting adalah kemampuan mengatur Proses Belajar Mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil tidaknya, yaitu Pengaturan Proses Belajar Mengajar dan pengajaran itu sendiri, kedua hal itu saling bergantung keberhasilan pengajar, tujuan-tujuan Proses Belajar Mengajar. Proses Belajar Mengajar yang baik merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 (Counny Semiawan, 1985:. lain dan lingkungan. Salah satu kemampuan kegiatan belajar mengajar yang harus dikuasai oleh pendidik atau guru adalah kemampuan menggunakan mengakomodasikan bahan pelajaran guna terciptanya proses belajar mengajar yang Dengan teknologi, maka semakin kompleks pula bahan pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa, dalam hal ini guru pun dituntut untuk dapat memilih secara selektif metode mana yang dapat digunakan dan sesuai dengan tujuan, bahan atau materi, alat bantu, dan evaluasi yang telah ditetapkan. A EO EIOAsebagai bagian integral dari pendidikan memiliki tugas yang unik yaitu menggunakan AugerakAy sebagai media untuk membelajarkan siswa. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikna. No. 22 Tahun 2006 bagian latar belakang SKKD, secara khusus dinyatakan bahwa AEO EIOA bertujuan agar peserta didik memiliki 7 kemampuan sebagai berikut: Mengembangkan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. Meningkatkan keterampilan gerak dasar. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam AEO EIOA, olahraga dan kesehatan. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. AEIOA AEOA Keterampilan Proses . odily kinestheti. merupakan salah satu pilihan dalam proses pembelajaran, karena dalam proses geraknya memerlukan koordinasi sistim saraf dan otot serta mengkomunikasikan pesan melalui keindahan Kecerdasan kinestetik meliputi unsurunsur keterampilan fisik seperti: koordinasi, keseimbangan, daya tahan dan power. Dalam fisiologi manusia, kinestetik . berarti indera gerak yang merupakan bagian dari gerak tulang melalui persendian. Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik tinggi akan mampu mengintegrasikan koordinasi antara saraf dan otot secara bersamaan untuk mencapai satu tujuan. Perkembangan saraf sebagai pusat pengatur dan dasar dari kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk merupakan kemampuan seseorang dalam berbagai hal atau sering disebut dengan Kemampuankemampuan tersebut ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah belajar, latihan dan Faktor memungkinkan sistem saraf pusat, terutama neurokortek, akan menyimpan memori lebih kuat sehingga dapat dimunculkan atau dapat dipakai saat memberikan jawaban atas rangsang yang diterima di kemudian hari, tanpa harus melalui proses berfikir yang Adanya rangsangan . terpusat pada hubungan fungsional yang ada di antara rangsangan dan tanggapan, artinya untuk setiap rangsangan tertentu memerlukan jawaban tertentu dan menjalankan fungsi Untuk itu, jawaban atas rangsang Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEO EIOA yang dilakukan sudah bersifat otomatis dan akan sesuai dengan macam rangsang yang Mojokerto Menindaklanjuti kondisi yang ada, yakni menjadikan mata pelajaran A EO EIOAdengan Pendekatan Keterampilan Proses menjadi model pelajaran yang menarik dan membantu tugas guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang inovatif Pendekatan Keterampilan Proses. Salah satu model pembelajaran yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang terencana yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk membantu siswa menguasai tujuan pembelajaran yang spesifik adalah mata pelajaran A EO EIOAdengan Pendekatan Keterampilan Proses. Sesuai judul penelitian, maka perlu adanya Pengembangan perangkat pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEOA A EIOAbagi siswa kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di kemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana kelayakan produk perangkat pembelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA di MAN I Kota Mojokerto? Apakah keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAsiswa kelas XI IPA di MAN I Kota Mojokerto? Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan perangkat pembelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA di MAN I Kota Mendeskripsikan menggunakan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAsiswa kelas XI IPA di MAN I Kota Mojokerto Kajian pustaka Keterampilan Proses Pengertian Keterampilan Proses Keterampilan keterampilan yang diperoleh dari kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar Kemampuan-kemampuan mendasar yang telah dikembangkan dan telah terlatih lama-kelamaan akan menjadi suatu keterampilan. Pengertian Pendekatan Keterampilan Proses Sedangkan adalah cara memandang anak didik sebagai manusia seutuhnya. Cara memandang ini dijabarkan dalam Ketiga menyatu dalam satu individu dan terampil dalam bentuk kreativitas. Pendekatan belajarmengajar yang mengarah kepada pengembangan kemampuan mental, fisik dan social yang mendasar sebagai pengerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri individu siswa. Pendekatan sebagai pendekatan yang menekankan pada penumbuhan dan pengembangan sejumlah keterampilan tertentu pada diri peserta didik agar mereka mampu PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 ditemukan hal-hal yang baru yang bermanfat baik berupa fakta, konsep, maupun pengembangan sikap dan Pengertian Keterampilan Proses Sains Sejarah ilmu pengetahuan adalah bagian dari sejarah bagaimana para ilmuwan datang untuk melihat dunia yang mereka pelajari. Eksperimentasi dan observasi ilmiah datang untuk didefinisikan oleh latihan dari sebuah proses yang disebut metode ilmiah. Keterampilan yang mendasari premis yang mengatur metode ilmiah disebut sebagai keterampilan proses sains. Tujuan Pengajaran Sains dalam Keterampilan Proses Sains Tujuan pengajaran sains dalam keterampilan proses sains adalah sebagai proses untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa, sehingga siswa bukan hanya mampu dan terampil dalam bidang psikomotorik dan sekedar ahli Guru tidak mengharapkan setiap siswa akan menjadi ilmuan, melainkan dapat mengemukakan ide bahwa memahami sains sebagian memandang dan bergaul dengan alam menurut cara-cara seperti yang diperbuat oleh ilmuan. Selain itu melalui proses belajar keterampilan proses dilakukan dengan keyakinan bahwa sains adalah alat yang potensial untuk membantu mengembangkan kepribadian siswa, dimana kepribadian siswa yang berkembang ini merupakan prasyarat untuk melanjutkan kejalur profesi apapun yang diminatinya. Keterampilan proses dalam pengajaran sains merupakan suatu model atau alternatif pembelajaran sains yang dapat melibatkan siswa dalam tingkah laku dan Alasan yang Melandasi Perlunya Diterapkan Pendekatan Keterampilan Proses Kegiatan BelajarMengajar. Ada beberapa alasan yang melandasi keterampilan proses dalam kegiatan belajar-mengajar. Alasan berlangsung semakin cepat sehinga tak mungkin lagi para guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa. Jika guru bersikeras mau mengajarkan semua fakta dan konsep dari berbagai cabang ilmu maka guru akan bertindak sebagai satu-satunya sumber informasi. Karena pencapaian kurikulum, maka guru akan memilih jalan yang termudah, yakni menginformasikan fakta dan konsep melalui metode ceramah. Akibatnya, para siswa memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak dilatih untuk menemukan konsep dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Alasan kedua, para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh yang kongkret, wajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan mempraktekan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan penanganan benda-benda yang benarbenar nyata. Alasan ketiga. Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak seratus persen, penemuannya bersifat relative. Suatu teori mungkin terbantah dan ditolak setelah orang mendapatkan data baru yang mampu membuktikan kekeliruan teori yang dianut. Anak perlu dilatih berfikir kritis, selalu bertanya, dan memungkinkan jawaban terhadap satu masalah. Alasan keempat, dalam proses belajar-mengajar seyogyanya pengembangan konsep tidak Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEO EIOA dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik. Yang kita tuju adalah menghasilkan insan pemikir sekaligus insan yang manusiawi yang menyatu dalam satu pribadi yang selaras, serasi, dan seimbang. Hasil Belajar Setelah mengetahui pengertian belajar dan faktor yang mempengaruhinya, maka akan dikemukakan apa itu hasil belajar. Sudjana . 5: . menyatakan bahwa hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku dan sebagai umpan balik dalam upaya memperbaiki proses belajar Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Suratinah Tirtonegoro mengemukakan hasil belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan hasil belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam Eko Putro Widoyoko mengemukakan bahwa hasil belajar terkait dengan pengukuran, kemudian akan terjadi suatu penilaian dan menuju evaluasi baik menggunakan tes maupun non-tes. Pengukuran, penilaian dan Evaluasi didahului dengan penilaian . , sedangkan penilaian didahului dengan Tohirin kognitifnya sebenarnya dalam kadar tertentu telah berubah pula sikap dan Suharsimi Arikunto . mengungkapkan ranah kognitif pada siswa SD yang cocok diterapkan adalah sedangkan untuk analisis, sintesis, baru dapat dilatih di SLTP dan SMU dan Perguruan Tinggi secara bertahap sesuai urutan yang ada. Pengetahuan atau ingatan merupakan proses berfikir yang paling rendah, misalnya mengingat rumus, istilah, nama-nama tokoh atau nama-nama Kemudian pemahaman adalah tipe hasil belajar yang lebih tinggi daripada pengetahuan, misalnya memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain. Sedangkan aplikasi adalah kongkret atau situasi khusus. Menerapkan abstraksi yaitu ide, teori atau petunjuk teknis ke dalam situasi baru disebut Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, model atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah Dengan demikian aspek kognitif mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah penilaian hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang diperoleh sebagai akibat usaha kegiatan belajar dan dinilai dalam periode tertentu. Di antara ketiga ranah tersebut, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran (Sudjana, 2005: . Pembelajaran AEO EIOA PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Untuk meningkatkan peran AEO EIOA Hakikat AEO EIOA AEIOA AEOA memanfaatkan aktivitas fisik untuk dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya (Mahendra, 2. Pada kenyataannya. A EO EIOAadalah suatu bidang kajian yang sungguh Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi. A EO EIOAberkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan hubungan dari perkembangan tubuhfisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya perkembangan fisik terhadap wilayah aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti A EO EIOAyang berkepentingan dengan perkembangan total manusia. AEIOA AEOA dalam Aopikiran dan tubuhAo yang Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor, kognitif, dan afektif. Seperti ungkapan Robert Gensemer. A EO EIOAdiistilahkan sebagai proses menciptakan Autubuh yang baik bagi tempat pikiran atau Ay Artinya, dalam tubuh yang baik AodiharapkanAo pula terdapat jiwa yang sehat, sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: AuMen sana in corporesanoAy. sebagai pondasi bagi tumbuh kembang anak perlu dilakukan berbagai upaya. Diantaranya, menyenangkan dan menantang. Selain itu, meningkatkan pendidikan guru AEOA AEIOA, memenuhi sarana dan prasarana di sekolah agar memadahi untuk AEIOA AEOA, pembaharuan kurikulum agar sesuai maupun tenaga pendidikan. Kondisi A EO EIOASaat Ini A EO EIOAmerupakan media untuk perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai . ikap-mentalemosional sportivitas-spiritual-sosia. , serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang kualitas fisik dan psikis yang Namun lapangan menyatakan bahwa AEO EIOA di lembaga-lembaga pendidikan belum dapat memposisikan dirinya pada tempat yang terhormat, bahkan masih sering dilecehkan. misalnya pada masa-masa menjelang ujian akhir suatu jenjang pendidikan, maka AEOA A EIOAdihapuskan dengan alasan agar para siswa dalam belajarnya untuk Autidak tergangguAy (Giriwijoyo, 2. Aip Syarifuddin mengungkapkan bahwa, kualitas guru A EO EIOAdi sekolah-sekolah pada umumnya kurang memadai. Mereka Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEO EIOA tugasnya secara profesional. Salah satu masalah utama dalam pengajaran AEOA tingkat kemenarikan produk yang telah dihasilkan dari penelitian pengembangan ini. AEIOA Proses uji coba penggunaan produk dilakukan menggunakan desain penelitian dik and carey. Desain penelitian ini digunakan untuk meneliti satu kelompok dengan diberi satu kali perlakuan. Efek atau pengaruh perlakuan yang ingin diketahui melalui uji coba produk adalah tingkat kemenarikan produk hasil pengembangan sabagai media Tingkat kemenarikan tersebut dapat dilihat dari hasil penilaian yang diberikan setelah uji coba penggunaan produk. Indonesia efektifnya pelaksanaan pengajaran AEOA A EIOAdi sekolah-sekolah. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor kemampuan guru dan terbatasnya sumber-sumber yang digunakan untuk mendukung proses pengajaran AEOA AEIOA. Guru untuk mendidik siswanya secara sistematik melalui kegiatan AEO EIOA, untuk mengembangkan kemampuan menyeluruh, baik dalam segi fisik, mental, intelektual maupun sosial dan Melihat kondisi pelaksanaan AEO EIOA yang begitu menyedihkan di sekolah rasanya menjadi terlalu berlebihan kalau kita berharap menjadi bangsa yang besar di bidang olahraga. AEO EIOA tak ubahnya benih dan kita tidak akan pernah menuai apa pun kalau kita tidak pernah menanamnya. Rancangan Penelitian Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dilakukan melalui 5 tahap yakni . menentukan model yang akan . mengidentifikasi silabus mata pelajaran. persiapan pengembangan dengan mengikuti langkah-langkah Dick & Carey. pengembangan prototipe yang terdiri: . petunjuk, . tujuan umum, . tujuan khusus, . kerangka isi, . uraian isi, . tugas/latihan jawaban/penilaian tugas/latihan. tahap merancang dan melakukan evaluasi formatif terdiri: 1. tinjauan ahli matapelatihan . , ahli rancangan, ahli media, 2. uji coba perorangan, uji coba kelompok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah . esearch and developmen. atau penelitian pengembangan. Penelitian ini diarahkan pada pengembangan suatu produk keterampilan dasar praktek mata pelajaran AEOA AEIOA AEIOA AEOA pembelajaran dan persepsi kinestik. Produk yang keterampilan dasar praktek mata pelajaran AEO EIOA. Saat proses pengembangan, diberlakukan uji ahli dan uji coba produk. Uji ahli dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan berdasarkan kesesuaian produk dilihat dari segi isi/ materi dan desain media pembelajaran. Sedangkan uji coba produk juga dilakukan untuk mengetahui Gambar Model rancangan pembelajaran Dick. Carey, dan Carey . Uji Coba Produk PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Uji coba model atau produk merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan, yang dilakukan setelah rancangan produk selesai. Uji coba model atau produk bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak digunakan atau Uji coba model atau produk juga melihat sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran dan tujuan. Analisis membandingkan setiap komponen yang merupakan indikator dengan standar skor Skor batas minimum tersebut Indikator dengan skor 20 ke bawah harus direvisi. Dilihat hasil analisis kualitas model pendekatan keterampilan proses di atas dapat disimpulkan bahwa RPP/ Skenario Pembelajaran sudah layak digunakan untuk uji coba sebab skor masing-masing komponen yang merupakan indikator untuk model pendekatan keterampilan proses tidak ada yang kurang dari 3,0. Pada peilaian ini tidak ada saran untuk Model atau produk yang baik memenuhi 2 . nstructional criteri. dan kriteria penampilan . resentation criteri. Ujicoba dilakukan 3 kali: Uji-ahli . Uji terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk. Uji-lapangan . ield Testin. Dengan uji coba betul-betul Dilihat hasil analisis kualitas model pendekatan keterampilan proses di atas dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) sudah layak digunakan untuk uji coba sebab skor masing-masing komponen yang merupakan indikator untuk model pendekatan keterampilan proses tidak ada yang kurang dari 3,0. Meskipun begitu. Saran dan komentar untuk Lembar Kerja Siswa (LKS) model ditanggapi dengan tidak menyertakan Subjek Uji Coba Subyek uji coba atau sampel untuk uji coba, dilihat dari jumlah dan cara memilih sampel perlu dipaparkan secara jelas. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih . Penentuan sampel yang digunakan disesuaikan dengan tujuan dan ruang . Sampel hendaknya representatif, terkait dikembangkan, terdiri atas tenaga ahli dalam bidang studi, ahli perancangan produk, dan sasaran pemakai produk. Jumlah sampel uji coba tergantung tahapan uji coba tahap awal . reliminary field tes. Analisis Data Analisis Data Validasi Model pendekatan keterampilan proses Oleh Ahli Analisis data dari ahli dilakukan dengan mengubah data dalam bentuk huruf menjadi dalam bentuk angka. Analisis Data Validasi Model pendekatan keterampilan proses oleh Siswa Hasil pembelajaran dengan menggunkan model pendekatan keterampilan proses diketahui bahwa rata-rata pilihan siswa adalah 3. hal ini dikategorikan Cukup dengan simpang baku 0. Setelah diujicobakan kepada siswa selaku pengguna langsung telah dilakukan beberapa penggantian seperti berikut. Memperbaiki tampilan model atau mengganti strategi pembelajarannya memperbaiki penggunaan dalam menerapkan model Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEO EIOA ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 100 %. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan Pengembangan perangkat pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA MAN I Analisis Data hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAsiswa Kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto Analisa Hasil Pre Tes Dengan Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto diperoleh nilai rata-rata Pemahaman belajar siswa adalah 75. 00 % dan ketuntasan belajar mencapai 77. 78 % atau ada 28 siswa dari 31 anak sudah tuntas Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 00 hanya sebesar 77. 78 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 100 %. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan Pengembangan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto. Analisa Hasil Pos Tes Dengan Pengembangan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAbagi siswa kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto diperoleh nilai rata-rata Pemahaman belajar siswa adalah 87. dan ketuntasan belajar mencapai 91. atau ada 33 siswa dari 31 anak sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 70. 00 hanya 67 % lebih kecil dari persentase Kota Mojokerto Analisa Peningkatan Hasil Belajar Melalui menunjukkan bahwa Pengembangan proses memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAsiswa Kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan Verifikasi/Revisi Produk . Memperbaiki tampilan model atau mengganti strategi pembelajarannya . memperbaiki penggunaan dalam menerapkan model Produk produk yang sudah direvisi selanjutnya disebut valid, karena telah melalui tahapan uji coba baik secara teoretis maupun Beberapa hal perlu digarisbawahi tentang produk yang telah direvisi ini adalah sebagai berikut. produk yang dikembangkan bisa digunakan untuk pembelajaran mandiri maupun secara klasikal Pembelajaran yang efektif terjadi bila hubungan guru dan siswa baik dengan didukung media yang tepat. Sebaliknya apabila hubungan guru dan siswa tidak baik, teknik mengajar apapun dengan berbagai macam strategi bagaimanapun baiknya tidak akan berguna. (Djamarah, 2006:. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Hubungan yang baik antara guru dan siswa serta media yang menarik kehidupan bergairah siswa, mengetahui dan meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti Hubungan yang baik ini memudahkan pengelolaan kelas dan meningkatkan kegembiraan. Kualitas produk yang dikembangkan dapat digolongkan tinggi atau baik. Kualitas ini diperoleh dari komentar yang disampaikan oleh peserta uji coba secara langsung maupun lewat angket. Adapun alasan yang disampaikan pembelajaran menjadi menyenangkan, tidak membosankan, memberi motivasi, dapat mengulang-ulang apabila belum paham, dan yang jelas menciptakan suasana yang baru dengan yang biasa. Manfaat lain dari penggunaan produk ini adalah dapat meringankan beban guru saat mengajar, seperti mengulang materi yang belum bisa dipahami, menulis di papan tulis, maupun menjawab pertanyaan siswa tentang tulisan yang belum jelas. Guru yang memiliki kemampuan penguasaan kelas yang lemah juga akan terbantu dengan pemanfaatan media ini. Efek psikologis dari pembelajaran keterampilan proses ini dapat menjadi tantangan bagi guru bidang studi mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan maupun bidang studi lain untuk mengembangkan sendiri materi-materi yang lain dengan model pendekatan keterampilan proses. Hal profesionalitas guru. Kesimpulan Hasil penelitian Pengembangan model pendekatan keterampilan proses dalam meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan Kelas V Kelas XI IPA MAN I Kota Mojokerto ini telah melaksanakan langkah-langkah yang telah direncanakan. Langkah-langkah yang telah dilakukan adalah . melakukan analisis kebutuhan. merumuskan judul. SK, dan KD. menyusun program produk. memvalidasi, uji coba produk dan merevisi. Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Hasil dari validasi ahli dan uji coba, model pendekatan keterampilan proses ini layak Pendidikan Jasmani. Olahraga Kesehatan, dikembangkan tidak direvisi oleh ahli akan tetapi dari hasil penyebaran angket siswa dinyatakan yang harus direvisi adalah: . Memperbaiki mengganti strategi pembelajarannya, dan . memperbaiki penggunaan sumber dalam menerapkan model. Produk keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran A EO EIOAsiswa kelas XI IPA di MAN I Kota Mojokerto. Dari kelas uji coba mengalami peningkatan ketuntasan belajar dari Pre Tes dan Pos Tes yaitu masing-masing 77. 78 % naik menjadi 67 %. Saran-Saran Berdasar simpulan dari penelitian ini, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut. Model pendekatan keterampilan proses yang dikembangkan bisa juga digunakan sebagai tugas yang dapat diberikan pada saat guru berhalangan hadir. Produk model pendekatan keterampilan proses ini dapat dikembangkan oleh para pendidik khususnya guru Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan sehingga Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran AEO EIOA menyenangkan, memotivasi siswa dan meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Pengembangan penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan model pendekatan keterampilan proses yang lebih menarik. Daftar Pustaka Amstrong. Michael. Performance Management. Yogyakarta: Tugu. Publisher. Anita Lie. Kooperatif Learning (Mempraktikkan Cooperative Learning di. Ruang-ruang Kela. Jakarta: Grasindo. Arif Rohman. Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Mediatama. Asdep Ordik Kemenegpora RI, . Laporan Tentang PDPJOI Tahun 2006. Jakarta: Kemenegpora. Canale. M dan M. Swain. AuTheoretical of Communicative Approaches to Second Language Teching and LearningAy. Applied Linguistics. London: Longman. Degeng. Paradigma Baru Pendidikan Memasuki Era Desentralisasi Demokratisasi. Makalah Seminar Regional, di Universitas PGRI Surabaya: 19 April 2000. Dick. dan Carey. The Systematic Design of Instruction. United States of America: Scott Foresman and Company. Gay. LR. Research in Education. New York: McGraw-Hill Book Heinich. Molenda, dan Russel. Instructional media and the new technologiest of (Third editio. USA: Macmillan. Isjoni, . Pembelajaran Kooperatif. Pustaka Belajar. Yogyakarta. Mahendra. Agus . Hakikat Pendidikan Jasmani. Diambil dari: w. http://pojokpenjas. 2007/11/12/hakikat-pendidikan-jasmani/. Diakses Januari 2012Suherman . 7 Majid. Abdul, . Perencanaan Pembelajaran . engembangkan kompetensi gur. Bandung. Remaja Rosdakarya. Miftahul Huda. Cooperative Learning Metode. Teknik. Struktur dan Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Montenegro. Saracho. Martynez. Muyoz. Ocharan. , & Valladares. Long-term clinical experience with Peritoneal dialysis international, 26. , 89-94. Morrison. Ross. , & Kemp. Design effective instruction. New York: John Wiley & Sons Nasution. Mengajar Dengan Sukses. Bumi Aksara,. Jakarta. Oemar Hamalik, . Kurikulum Pembelajaran. Bumi Aksara: Jakarta. Plomp. Tj. Educational Design: Introduction. From Tjeerd Plomp . Educational &Training System Design: Introduction. Design of Education and Training . n Dutc. Utrecht . he Netherland. : Lemma. Netherland. Faculty of Educational Science andTechnology. University of Twente Prasetya Irawan,. Teori Belajar. Motivasi dan Ketrampilan Mengajar (Pekert. Dirjen Dikti Depdikbud. Jakarta. Rita C. Richey. Wayne A. Nelson. Developmental Research: Studies of Instructional Design and Development. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Robert E. Slavin, . Cooperative Learning: theory, research and practice. London: Allymand Bacon. Suherman. Erman dkk. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: FMIPA UPI. Ross. , & Morrison. Experimental research methods. Handbook of research for educational communications and technology: A project of the association for educational communications and technology, 1148-1170. Suparman. Desain instruksional. Pusat antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidkan Tinggi. Departemen Pendidikan Tinggi. Sadtono. Antologi Pengajaran Bahasa Asing Khususnya Bahasa Inggris. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikaan dan Kebudayaan. Santoso Giriwijoyo. Ilmu Faal Olahraga. Bandung: FPOK UPI Bandung. Suprijono. Agus. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tarigan. Henry Guntur. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa. Tessmer. Martin. Conducting Formative Philadelphia: Kogan Page. Planning and Evaluations. Seels. , & Richey. Instructional technology: The definition and domains of the Washington. DC: Association for Educational Communications Technology. van den Akker J. Principles and Methods of Development Research. Pada J. van den Akker. Branch. Gustafson. Nieven, dan Plomp . Design Approaches and Tools in Education and Training . Dortrech: Kluwer Academic Publishers. Seels. Barbara B. & Richey. Rita C. Teknologi Pembelajaran: Definisi Kawasannya. Penerjemah Dewi Prawiradilaga dkk. Jakarta: Kerjasama IPTPI LPTK UNJ. van den Akker J. , dkk. Educational Design Research. London and New York: Routledge. Sugiyanto. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma. Pustaka.