Vol. No. Januari 2024, page 6-10 ISSN: 2809-0225 (Onlin. DOI: 10. 35584/carejournal. Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Melalui Perawatan Transisional: Studi Pustaka Zulkifli B. Pomalango1a* 1Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo a zulkifli@ung. *Corresponding author INFORMASI ARTIKEL Sejarah artikel: Tanggal diterima: 30 Desember 2023 Tanggal revisi: 08 Januari 2024 Diterima: 10 Januari 2024 Diterbitkan: 17 Januari 2024 Kata Kunci : Kualitas Hidup Gagal Jantung Perawatan Transisional ABSTRAK Pemberian terapi yang tepat dan meningkatkan kepatuhan pasien atau memperbaiki kelangsungan hidup pasien gagal jantung merupakan cara yang dapat digunakan untuk menurunkan mortalitas dan meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Penelitian ini bertujuan untuk kelayakan dan efek dari program perawatan transisi terhadap kualitas hidup pada pasien dengan gagal jantung . Metode penelitian yakni Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan, yang berkaitan dengan referensi kajian teori dan literatur yang ilmiah. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi, meliputi. memahami pencarian topik dan cakupan penelitian, mengidentifikasi konsep dan istilah pencarian, meninjau hasil pencarian tentang kesesuaian topik dan sumber informasi, memilih sumber yang relevan, andal, dan valid, mengelola dan dan mengutip referensi yang didapatkan secara konsisten dan akurat, menulis dan mempublikasikan hasil studi pustaka yang Hasil penelitian didapatkan program perawatan transisional ini secara khusus dirancang untuk memberikan pendidikan mingguan dan dukungan untuk pasien gagal jantung. Koordinator awal dalam hal ini perawat rawat inap mulai memberikan discharge planing. Setelah pasien dipulangkan, pasien segera dimasukkan ke klinik transisi rawat jalan dalam 3 hari, di mana mereka mulai menerima manajemen gagal jantung yang komprehensif dan individual. Pada kunjungan pertama, personil klinik transisi memulai penilaian risiko, menjelaskan pedoman perawatan dan menghubungi dokter perawatan primer dengan memberikan penejelasan terkait status kesehatan pasien. Setelah mendapatkan program perawatan transisional, kualitas hidup (QOL) pasien dinilai menggunakan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ), didapatkan skor yang lebih rendah, menunjukkan kualitas hidup yang baik. Kesimpulan, perawatan transisional multidisipliner berdasarkan studi literatur, dapat meningkatkan kualitas hidup, peningkatan harapan hidup dan membantu mengurangi readmissions rumah sakit pada pasien gagal Copyright . 2022 Care Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Heart Failure Society of America mendefinisikan gagal jantung sebagai sindrom yang ditandai dengan kematian tinggi, sering rawat inap, mengurangi kualitas hidup (QOL), dan rejimen (Protokol pengobatan spesifi. yang kompleks (America, 2. Insiden dan prevalensi gagal jantung telah meningkat secara dramatis dalam tiga dekade Gagal jantung sekarang mempengaruhi sekitar 5,7 juta orang di Amerika Serikat dan merupakan penyebab lebih dari 55. 000 kematian per tahun, satu dari lima orang meninggal dalam satu tahun setelah diagnosis dari sindrom gagal jantung (Grady. Dracup, & Kennedy, 2. Pemberian terapi yang tepat dan meningkatkan kepatuhan Journal homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/care *Corresponding author: zulkifli@ung. Pomalango, 2024 pasien atau memperbaiki kelangsungan hidup pasien gagal jantung merupakan cara yang dapat digunakan untuk menurunkan mortalitas dan meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung (Coelho et al. , 2. American Geriatrics Society mengidentifikasi perawatan transisional sebagai tindakan yang dirancang untuk memastikan koordinasi dan kesinambungan perawatan kesehatan saat pasien berpindah antar lokasi yang berbeda. Centers for Medicare dan Medicaid Services (CMS) telah menangani bidang pengelolaan perawatan vital ini dengan menambahkan Transition Care Management Codes (TCM. Ini dimaksudkan untuk mengganti, dan membantu, melacak perawatan tindak lanjut yang diberikan untuk pasien setelah keluar dari fasilitas perawatan akut ke pengaturan komunitas mereka (Brown. Woods. Cornelius. Southard, & Gulati, 2. Perawatan transisional merupakan perawatan yang ditujukkan bagi lansia dan juga pada pasien yang memiliki kondisi kronis tertentu atau yang mengalami penundaan pemulangan dari hasil perawatan tahap akut. Dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung, layanan ini berorientasi pada pasien, adanya keterlibatan pasien secara proaktif, adanya pendekatan keperawatan secara kolaboratif serta adanya pendekatan Dalam hal ini, membantu memastikan kesinambungan perawatan, mengurangi risiko hasil yang buruk, dan memfasilitasi keamanan ketika mentransfer antara pengaturan layanan kesehatan (Tamher & Noorkasiani, 2. Program perawatan transisional merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung, dalam hal ini untuk memastikan kesinambungan perawatan, berkontribusi terhadap stabilitas klinis, meningkatkan hasil pasien, dan mengurangi tingkat rawat inap rumah sakit dan biaya perawatan kesehatan (Corbett. Setter, & Daratha, 2. Kebanyakan program transisional termasuk peran perawat dalam mengkoordinasikan rujukan multidisiplin berdasarkan kebutuhan pasien, komunikasi diantara tim rawat inap, komunikasi dengan penyedia homecare dan mengembangkan dan menerapkan rencana perawatan untuk memasukkan pendidikan pasien dan keluarga, manajemen obat/ titrasi dan meningkatkan tingkat aktivitas fisik pasien dan kapasitas fungsional (Naylor. Aiken, & Kurtzman, 2. Berdasarkan uraian tersebut, penulis mengaitkan beberapa penelitian dan tindakan yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup pasien dengan gagal jantung. Sehingga, tujuan dari tulisan ini adalah untuk membahas kelayakan dan efek dari program perawatan transisi terhadap kualitas hidup pada pasien dengan gagal jantung. BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan, yang berkaitan dengan referensi kajian teori dan literatur yang ilmiah. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi, meliputi. memahami pencarian topik dan cakupan penelitian, mengidentifikasi konsep dan istilah pencarian, meninjau hasil pencarian tentang kesesuaian topik dan sumber informasi, memilih sumber yang relevan, andal, dan valid, mengelola dan dan mengutip referensi yang didapatkan secara konsisten dan akurat, menulis dan mempublikasikan hasil studi pustaka yang dilakukan. HASIL DAN DISKUSI Penelitian yang dilakukan oleh (Brown et al. , 2. , untuk menguji kelayakan dan dampak dari program perawatan transisional yang dilakukan selama 4 minggu pada kualitas hidup pasien gagal jantung. Menggunakan metode prespektif dengan desain penelitian one group pre-post test design, dengan jumlah sampel 50 responden. Program perawatan transisional ini secara khusus dirancang untuk memberikan pendidikan mingguan dan dukungan untuk pasien gagal jantung. Koordinator awal dalam hal ini perawat rawat inap mulai memberikan discharge planing kepada pasien dan memberikan informasi yang relevan terkait tindak lanjut perawatan yang perlu dilakukan oleh pasien. Setelah pasien dipulangkan, pasien segera Journal homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/care *Corresponding author: zulkifli@ung. Pomalango, 2024 dimasukkan ke klinik transisi rawat jalan dalam 3 hari, di mana mereka mulai menerima manajemen gagal jantung yang komprehensif dan individual. Program ini termasuk kunjungan klinik mingguan dengan tim multidisiplin yang terdiri dari seorang praktisi perawat, tenaga medis, perawat rawat inap, apoteker, pekerja sosial dan ahli gizi. Pada kunjungan pertama, personil klinik transisi memulai penilaian risiko, menjelaskan pedoman perawatan dan menghubungi dokter perawatan primer dengan memberikan penejelasan terkait status kesehatan pasien (Brown et al. , 2. Pasien menghadiri sesi mingguan selama 4 minggu. Setiap kunjungan terdiri dari penilaian fisik dan evaluasi yang termasuk tanda-tanda vital, berat badan, penilaian volume yang berlebihan dengan memeriksa edema tungkai bawah, distensi abdomen, distensi vena jugularis, serta pemeriksaan jantung dan paru. Selain itu, rekonsiliasi obat dilakukan secara kolaboratif antara praktisi perawat, tenaga medis, apoteker dan perawat Kunjungan pertama pasien selama 1 jam dan kunjungan tindak lanjut selama 30 menit (Brown et al. , 2. Setiap kunjungan pasien diberi manajemen perawatan gagal jantung dan berfokus pada pendidikan pasien, manajemen obat . isalnya titrasi beta blocker dan diureti. dan bantuan koordinasi pemberian perawatan sesuai kebutuhan pasien. Pasien juga memiliki akses melalui telepon, setiap senin hingga jumat selama jam kantor. Akses melalui telehealth terdiri dari tindak lanjut panggilan telepon untuk 3 minggu pasca perawatan Setelah mengikuti program perawatan transisional yang dilakukan selama 4 minggu, selanjutnya perawatan pasien dikoordinasikan dan dijadwalkan untuk ditindaklanjuti dengan penyedia perawatan primer untuk perawatan lebih lanjur. Melalui mekanisme ini terjadi pemberian informasi yang sama terkait perkembangan kesehatan pasiendan memberikan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan pasien (Brown et al. Setelah mendapatkan program perawatan transisional, kualitas hidup (QOL) pasien dinilai menggunakan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ), terdapat 21 item dan 6 penilaian menggunakan skala likert, dengan skor yang lebih rendah menunjukkan kualitas hidup. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhasil menyelesaikan program perawatan transisional dapat meningkatkan kualitas hidup dan membantu mengurangi readmissions rumah sakit pada pasien gagal jantung (Brown et al. , 2. Penelitian lain, terkait program perawatan transisional dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung, yakni, perawatan transisional dapat mengurangi kesalahan pengobatan, mengurangi rawat inap dan lama rawat inap, mengurangi biaya dan menurunkan angka kematian (Brown et al. , 2. Diantaranya, penelitian yang dilakukan oleh (Corbett et al. , 2. , perawat melakukan transisi untuk melihat efektivitas intervensi yang diberikan untuk perawatan yang dilakukan setelah pemulangan dari perawatan akut ke rumah. Dari hasil penelitian didapatkan dari 101 responden, terdapat ketidaksesuaian obat yang digunakan, 94% dari pasien memiliki setidaknya 1 perbedaan. Perbedaan obat diidentifikasi dihampir semua kelas obat, termasuk mereka yang memiliki risiko keamanan tinggi. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh (Harrison. Browne, & Roberts, 2. , didapatkan terdapat peningkatan yang signifikan dalam kualitas hidup terkait kesehatan (HRQL) dengan perawatan transisional. DISKUSI