Jurnal Teologi Pambelum Volume 4. Nomor 2 (Februari 2. : 83-95 ISSN: 2088-8767 (Prin. , 2829-0550 (Onlin. Link Jurnal: https://jurnal. stt-gke. id/index. php/pambelumjtp Published by: Unit Penerbitan dan Informasi STT GKE Doi Artikel: https://doi. org/10. 59002/jtp. Spiritualitas Ekologi Melalui Musik: Suatu Kajian Terhadap Peran Himne STT GKE Bagi Peningkatan Spiritualitas Ripaldi1. Enta Malasinta Lantigimo2. Josephine Indah Sari3 Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis ripaldirival@gmail. Abstract Hymns are an essential part of STT GKEAos vision and mission. One aspect of this is the emphasis on the universe as fellow beings, not just humans. Based on this foundation, a study on ecological spirituality through music was conducted, focusing on the role of STT GKE Hymns in enhancing The research was carried out from October to November 2024 using qualitative research methods. The study found that, first, hymns serve as a representation of ecological Second, hymns reflect the institutionAos vision and mission. Third, hymns embody an attitude of service to nature. Fourth, hymns serve as an expression of hope, prayer, and gratitude. Keywords: STT GKE Hymns, ecological spirituality, universe Abstrak Himne menjadi bagian sangat penting yang tertuang dalam visi dan misi STT GKE. Salah satunya adalah muatan tentang alam semesta sebagai sesama bukan hanya manusia. Dengan dasar tersebut maka dilakukan kajian tentang spiritualitas ekologi melalui musik: suatu kajian terhadap peran Himne STT GKE bagi peningkatan spiritualitas. Penelitian dilakukan pada bulan OktoberNovember 2024 dengan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pertama, himne sebagai penggambaran spiritualitas ekologi. Kedua, himne sebagai penggambaran visi dan misi. Ketiga, himne sebagai penggambaran sikap melayani alam. Keempat, himne sebagai penggambaran harapan, doa dan ucapan syukur. Kata kunci: Himne STT GKE, spiritualitas ekologi, alam semesta. Pendahuluan Spiritualitas ekologi dapat didefinisikan sebagai bagaimana kehidupan manusia didasari dan digerakkan oleh Roh dan ketersadaran akan keterhubungan semua yang ada di alam semesta. Mengapa sikap ekologis diperlukan? Menurut Martin Harun. AuPola hidup ekologis atau tingkah laku yang ramah lingkungan bukan hanya suatu tuntutan etis, melainkan juga praksis iman kita sebagai pengikut KristusAy(Ferry Sutrisna Wijaya, 2024, p. Ada beberapa sikap yang ditunjukkan dari pengalaman jemaat perdana bahwa Yesus dipandang sebagai kaitan antara Yesus dan Hikmat kosmis. Menurut Harun bahwa, alam memiliki peran yang penting dalam pelayanan Yesus. Alam dilihat sebagai tempat Diterima Redaksi: 07-02-2025 | Selesai Revisi: 26-02-2. Diterbitkan Online: 28-02-2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik kehadiran Allah dan Allah berbicara melewati alam. Dalam pelayanannya. Yesus sering kali menggunakan gambaran perumpamaan dari alam. Ia juga mengambil kiasan dari alam dalam pengajaran-pengajaran-Nya. (Ibid. , p. Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) adalah kampus yang berupaya untuk mewujudkan gaya hidup yang ekologis. Dalam salah satu misinya, diatur bahwa STT berupaya untuk melaksanakan pendidikan teologi dengan tata kelola yang baik bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam intelektualitas dan spiritualitas serta terampil dalam pelayanan sosial ekologis dan pelayanan gerejawi. (Senat STT GKE, 2020, p. Hal tersebut berbanding lurus dengan Pengakuan dan Panggilan STT GKE bahwa STT GKE dipanggil untuk mengusahakan dan memelihara bumi (Kej: serta memberitakan Injil kepada semua ciptaan (Mrk. sehingga keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir (Am. dan damai sejahtera Kristus memerintah setiap hati manusia (Kol. (Senat STT GKE, 2020, p. Bahkan lebih lanjut dari hal di atas, dalam Peraturan STT GKE Nomor 53 Tahun 2023 tentang Kampus Ramah Lingkungan (Go Green Campu. di lingkungan STT GKE. Salah satu poin yang diatur adalah terkait penumbuhan spiritualitas melewati kesadaran diri. Di mana spiritualitas dipahami sebagai sikap yang mewujudkan kebaikan Allah bagi sesama dalam rangka mewujudkan persaudaraan semesta. Hal tersebut bertujuan agar lahir sikap sadar diri dari diri sendiri sebagai pribadi yang spiritual. Salah satu sikap yang dilakukan adalah mewujud dalam sikap membudaya dan sadar bahwa lingkungan hidup adalah sesama ciptaan. (Tim Penyusun, 2023, pp. 129, . Salah satu bentuk upaya untuk menumbuhkan spiritualitas sebagai kesadaran bahwa lingkungan hidup adalah sesama ciptaan dapat terlihat dari nilai yang ditemukan dalam Himne STT GKE. Himne STT GKE yang berjudul AuPelayanan SemestaAy, dalam Statuta STT GKE diatur bahwa hal tersebut menggambarkan visi dan misi STT GKE, ungkapan syukur dan perlindungan kepada Tuhan, kebanggaan, dan kecintaan sivitas akademika terhadap almamaternya. (Senat STT GKE, 2020, p. Dalam ibadah kampus pun, tema-tema yang bersifat ekologi juga sering dilaksanakan misalnya pada peringatan Hari Air dan Hari Bumi. Menurut Winnardo Saragih, musik dapat dianalogikan sebagai pisau yang memiliki dua sisi. Sisi baik musik memberikan dampak positif bagi pendengarnya. Sedangkan di sisi lain, akibat aliran musik tertentu, seseorang bisa menerima dampak yang negatif. Salah satunya adalah banyak kasus kriminal diakibatkan lirik lagu yang tidak baik (Saragih, 2009, 2, . Tesa Meidina dalam skripsinya terkait kajian pastoral tentang peran musik sebagai sarana belajar bagi mahasiswa STT GKE menunjukkan bahwa musik bisa menjadi sarana pastoral. Hal tersebut didasarkan pada pandangan bahwa musik memiliki efek untuk menghasilkan relaksasi dalam belajar. Sehingga mengurangi stres dan memberikan semangat dalam mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. (Meidina, 2023, p. Mitha Agustina dalam tesisnya yang berjudul AuHimne Sebagai Sarana Pastoral Bagi Remaja-Pemuda: Studi Pastoral Jemaat GKE Selat Kuala KapuasAy menyorot Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik bagaimana peran pastoral dalam membentuk kecintaan pemuda dan remaja terhadap Himne di Jemaat GKE Kuala Kapuas. Himne yang dimaksud yakni Kidung Jemaat. Pelengkap Kidung Jemaat dan Nyanyian Kidung Baru. Menurut Mitha. Himne menuntun seseorang untuk mewariskan pengajaran secara turun temurun. Lebih lanjut Himne membawa kita pada asal muasal jati diri sebagai gereja. (Mitha Agustina, 2023, pp. 13, 143. Figo Eden Harpael Trianto dalam artikelnya yang berjudul AuPengaruh Menyanyikan Lagu Rohani Terhadap Spiritualitas Mahasiswa Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Injil Abdi Allah (STTIAA) MojokertoAy menemukan bahwa lagu rohani memiliki pengaruh positif dalam menumbuhkan spiritualitas mahasiswa. Hal tersebut didasarkan pada hipotesis bahwa semakin tinggi minat menyanyikan lagu rohani, maka akan berbanding lurus dengan tingginya spiritualitas seseorang. Hasil kajian menunjukkan bahwa lagu rohani menjadi sangat penting bagi mahasiswa teologi. (Eden Harpael Trianto, 2023, p. Janawati dan Kornelius Gulo dalam tulisannya berjudul AuMusik dan Peranannya Dalam IbadahAy menyatakan bahwa musik memiliki peran yang sangat penting dalam ibadah bahwa musik adalah musical event. Dalam ibadah menurut mereka jemaat akan merasa terangkul. Selain hal tersebut, musik dipandang sebagai sarana dalam mengekspresikan penyembahan kepada Tuhan, musik dapat membuat seseorang bertobat, dan musik dapat menyentuh batin setiap orang yang mendengarnya. (Kornelius Gulo Dan, 2022, pp. 268, . Peneliti melakukan kajian yang sama kepada mahasiswa dalam hal mahasiswa STT GKE. Namun dalam ibadah kampus. Ibadah kampus merupakan ibadah yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Jumat dan diikuti oleh seluruh mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen STT GKE. Selain itu, peneliti juga akan meneliti kaitan antara musik dan penumbuhan spiritualitas. Kajian peneliti nanti akan lebih spesifik yakni meneliti bagaimana pengaruh Himne STT GKE dalam menumbuhkan spiritualitas ekologi di lingkungan STT GKE. Peneliti meyakini bahwa nilai-nilai ekologi yang terkandung melewati judul dan lirik Himne STT GKE berperan dalam menumbuhkan spiritualitas ekologi bagi mahasiswa. Penelitian tidak spesifik berbicara tentang Himne dan tidak secara spesifik pula mengkaji tentang pengaruh musik dalam ibadah. Melainkan peneliti akan meneliti bagaimana peran Himne STT GKE dalam ibadah kampus bagi pertumbuhan spiritualitas ekologi mahasiswa. Bagaimana peran musik khususnya Himne STT GKE dalam penumbuhan spiritualitas ekologi di STT GKE? Bagaimana peran STT GKE dalam mengupayakan penumbuhan spiritualitas ekologi bagi mahasiswa/inya?. Metode Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tak terstruktur. Menurut Sugiyono, metode penelitian kualitatif menghasilkan hasil penelitian yang lebih menekankan makna dari generalisasi (Sugiyono, 2016, p. Dalam penelitian ini satuan unit kajian yakni Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik mahasiswa/i STT GKE yang hadir dalam Ibadah Kampus Senin di Aula Karl David Epple. Penelitian dilakukan oleh peneliti pada bulan Oktober-November 2024. Selain penelitian lapangan dengan wawancara dan pengamatan, peneliti juga melakukan penelitian pustaka terkait topik spiritual ekologi dan peran musik bagi penumbuhan spiritualitas. Ada 11 orang mahasiswa yang diwawancara. Pemilihan narasumber didasarkan pada pandangan bahwa yang diwawancara berkompetensi dalam memahami topik yang ditulis dan dapat mewakili semesternya masing-masing. Data-data yang peneliti temukan, nantinya akan melewati reduksi data. Hal tersebut dilakukan untuk memilah dan memilih data yang terkait dengan topik penelitian. Data yang peneliti temukan dalam penelitian kemudian dianalisis oleh peneliti dengan teori yang terkait dengan topik yang diteliti. Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum STT GKE STT GKE pada dasarnya didirikan sebagai institusi yang berkarya dalam bidang Teologi yang dikembangkan memperhatikan konteks yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Kalimantan serta memperhatikan tantangan global di era post Oleh sebab itu. STT GKE mempunyai visi dan misi menjadi sekolah teologi yang menjadi pusat pendidikan teologi yang berkualitas dan kristiani dalam menjawab tantangan (Senat STT GKE, 2020, p. STT GKE berdiri dari cikal bakalnya sebagai Sekolah Pendeta pada 01 Juli 1932. Pada tahun 1948. Sekolah Pendeta berubah nama menjadi Sekolah Theologia. Pada 03 Februari 1962 menjadi Akademi Theologia GKE. Pada 08 Juni 1981 menjadi Akademi Filsafat GKE dan menjadi Sekolah Tinggi Teologi GKE pada 08 Juni 1987. Berdasarkan sejarah awalnya sebagai Sekolah Pendeta, maka disepakati bahwa Dies Natalis STT GKE ditetapkan berdasarkan lahirnya Sekolah Pendeta yakni pada 01 Juli 1932. (Senat STT GKE, 2020, p. Pendidikan awal yang dimulai di STT GKE pada tahun 1932 adalah 3 tahun. Angkatan I yang menjadi pendeta Dayak pertama GKE yakni Pendeta Rudolf Kiting yang ditempatkan di Rungan, dengan kedudukan di Tumbang Bunut. Pendeta Eduard Dohong yang ditempatkan di Tumbang Miri, dengan kedudukan di Tumbang Sian. Pendeta Gerson Akar yang ditempatkan di Hulu Kapuas dengan kedudukannya di Sungai Hanyo. Pendeta Hernald Dingang Patianom, yang ditempatkan di Sungai Tiwei dengan kedudukan di Benangin. Kemudian. Pendeta Mardonius Blantan, yang ditempatkan di Dusun Timur, dengan kedudukan di Tewah Pupuh. (Fridolin Ukur, 2000, 39-40, . Di masa kini, pendidikan di STT GKE tidak lagi ditempuh selama 3 tahun, melainkan selama 4,5 tahun. Dengan demikian, pendidikan di STT GKE ditempuh sebanyak 9 semester dengan rincian 5 Semester Genap, 4 Semester Ganjil dan 2 Semester Antara dengan total Sistem Kredit Semester (SKS) sebanyak 147 SKS. (Senat STT GKE, 2019, . Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik STT GKE memperoleh akreditasi pertama dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada tahun 2012 yakni program Sarjana dengan akreditasi C, dengan demikian. STT GKE berhak mengeluarkan ijazah tanpa harus melewati ujian Sebagai institusi STT GKE terakreditasi pada Mei 2015 dengan akreditasi C. Pada reakreditasi program S1 pada tahun 2017. STT GKE memperoleh akreditasi B. Dengan demikian, kualitas STT GKE dipandang semakin meningkat. (Senat STT GKE, 2019, p. Untuk prodi S2, akreditasi baik diperoleh pada 22 Oktober 2019. Dengan demikian seluruh program studi dan institusi STT GKE dinyatakan terakreditasi. (No Title, n. Ibadah Kampus Sebagai Sarana Pembinaan Spiritualitas Ibadah Kampus merupakan ibadah yang dilaksanakan di kapel Karl David Epple STT GKE setiap hari Senin dan Jumat pada pukul 09. 00 Wita. Ibadah tersebut bersifat wajib bagi pembinaan spiritualitas mahasiswa khususnya. Oleh sebab itu, dalam Pedoman Pendidikan STT GKE diatur bahwa ibadah kampus menjadi sarana pembinaan spiritualitas yang wajib diikuti sejak semester I sampai selesainya studinya di STT GKE. (Senat STT GKE, 2020, 93-. Pembinaan spiritualitas melewati ibadah kampus pada dasarnya bertujuan untuk melatih setiap pribadi, terkhususnya mahasiswa dalam menghadapi medan pelayanan di jemaat nantinya. Sebab harus diakui intensitas pelayanan dan ibadah di jemaat jauh lebih banyak dibandingkan di kampus. (Enta Malasinta Lantigimo. Ripaldi, 2024, 16, 22-. Dalam pelaksanaan ibadah yang dilakukan pada hari Senin biasanya dinyanyikan Himne STT GKE. Himne tersebut berjudul AuPelayanan SemestaAy. Secara singkat Himne STT GKE menggambarkan visi dan misi STT GKE, ungkapan syukur dan perlindungan kepada Tuhan, kebanggaan, dan kecintaan sivitas akademika terhadap (Senat STT GKE, 2020, p. Berdasarkan hal tersebut, maka menurut peneliti, himne STT GKE yang dinyanyikan tidak hanya sekedar pujian semata, melainkan melewati liriknya dijadikan sebagai sarana pembinaan spiritualitas. Berikut adalah lirik lengkap Himne STT GKE: Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik Lirik Himne STT GKE Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, maka berikut kesimpulan hasil penelitian: Lirik Himne STT GKE Menggambarkan Spiritualitas Ekologi Menurut Eries, spiritualitas ekologi dari Himne STT GKE dapat dilihat dari liriknya. Sebab lirik tersebut menggambarkan penghayatan yang mendalam. Sebagai umat manusia terkhususnya sebagai mahasiswa STT harus menjunjung dengan setia cinta kasih sebagai dasar untuk mencintai alam semesta dan juga sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan melewati alam semesta. Lebih lanjut, menurutnya bahwa lirik dalam himne ini mengharuskan kita agar setia dalam merawat alam semesta dan mencintai segala makhluk hidup yang ada di bumi ini yang merupakan bagian dari kasih itu sendiri. (Eries Christhanty, wawancara dilakukan pada 01 November Adinda menambahkan bahwa alam semesta yang dimaksud dalam lirik Himne STT GKE merupakan ciptaan Tuhan. Himne STT GKE memiliki peran yang sangat besar dalam mempengaruhi spiritualitas ekologi karena setiap liriknya dipandang memiliki makna yang mendalam. Salah satunya adalah sikap melayani alam semesta. (Adinda Lexta, wawancara dilakukan pada 01 November 2. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik Menurut Annes, lirik Himne STT GKE menggambarkan keterhubungan manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan. Himne ini sejalan dengan prinsip ekologi yang menekankan bahwa manusia adalah bagian integral dari ekosistem. Selain itu juga mengandung pesan tentang tanggung jawab manusia dalam memelihara dan melestarikan alam. Inilah yang membuat himne ini menjadi suatu hal yang berharga dalam menumbuhkan spiritualitas (Annes Monica Setiani, wawancara dilakukan pada 07 November 2. Menurut Andres, peran himne ini sangat besar bagi penumbuhan spiritualitas ekologi dan dalam liriknya dengan tegas menyatakan bahwa seorang pelayan Tuhan harus memiliki tekad yang kuat dan setia dengan berlandaskan cinta kasih. Dengan begitu kita dapat menyadari bahwa perlu ada dukungan yang sangat kuat bagi ekologi pada masa kini. Kondisi bumi sudah semakin buruk, alam dan lingkungan semakin tercemar dan beberapa jenis makhluk hidup mulai berkurang karena keserakahan manusia. Melalui himne ini hendaknya semua manusia sadar akan pentingnya menjaga semua yang ada di bumi dan menumbuhkan perasaan, moralitas, tujuan, kepedulian, dukungan dan rasa syukur yang kuat terhadap segenap ciptaan Tuhan. (Andres Dilahoya, wawancara dilakukan pada 06 November 2. Menurut Yosia, himne STT GKE menumbuhkan spiritualitas ekologi mahasiswa dan berperan dalam menumbuhkan kesiapan mahasiswa untuk terjun ke dalam dunia pelayanan (Yosia Aldi Saputra. Wawancara dilakukan pada 08 November 2. Walaupun menurut Herman. Hosea Antonio dan Debora lirik Himne STT GKE nilai ekologinya masih kurang terlihat dalam lirik dan penghayatannya. Adapun penghayatan nilai yang disampaikan masih belum sampai pada tindakan, melainkan pada perasaan saja. (Herman Saputa. Hosea Damai Maleh. Antonio Abimanyu, dan Debora Yolanda Enas, wawancara dilakukan pada 30 Oktober, 01 November dan 02 November 2. Lirik Himne STT GKE Menggambarkan Visi dan Misi STT GKE Menurut Debora, bahwa lirik Himne STT GKE menggambarkan visi dan misi STT GKE. Menurutnya lirik Himne STT GKE berbicara tentang bagaimana mahasiswa STT GKE dalam kehidupan pelayanan, bagaimana mencintai kampus dan almamater. Nilai ekologi pada himne ini akan terlihat jika benar-benar dihayati, dan moderator himne ini meminta agar himne ini dinyanyikan dengan cara memohon dan secara mendalam. (Debora Yolanda Enas, wawancara dilakukan pada 01 November 2. Menurut Debora, lebih lanjut bahwa peran dari himne ini adalah menanamkan nilainilai dasar tentang pentingnya menjaga alam semesta, membentuk identitas komunitas akademik yang peduli terhadap lingkungan, menginspirasi individu untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan, menghubungkan iman Kristiani dengan tindakan nyata dalam merawat ciptaan Tuhan, dan mengajak individu untuk bersyukur atas alam ciptaan Tuhan yang menyadarkan individu bahwa kita adalah bagian dari alam Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik Lirik Himne STT GKE Menggambarkan Sikap Melayani Alam Menurut Rilly, himne STT GKE memiliki nilai tanggung jawab untuk seseorang melayani bangsa dan alam semesta. Jadi pelayanan tidak hanya ditujukan kepada Tuhan saja tetapi juga bagi sesama dan alam semesta, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa himne ini mempengaruhi spiritualitas ekologi. Pusat dari himne ini adalah Allah. Sehingga jika himne ini dinyanyikan berulang-ulang dan dengan benar pastinya pesan yang ada di dalamnya dapat tersampaikan dan spiritualitas ekologi seseorang pasti bertumbuh. (Rilly Anggara Paska, wawancara dilakukan pada 01 November 2. Menurut Riswan, dalam himne ini terkandung sebuah pesan bagi mahasiswa STT GKE untuk menjaga alam dan lingkungan sekitar. Contoh mahasiswa/. STT GKE pernah mengikuti kegiatan penghijauan di Pulang Pisau yang membuktikan bahwa STT GKE juga berperan dalam menjaga alam. Sedangkan peran himne ini bagi penumbuhan spiritualitas ekologi individu masih bertahap dan berproses karena hal ini tidaklah mudah. (Riswan, wawancara dilakukan pada 08 November 2. Lirik Himne STT GKE Menggambarkan Harapan. Doa Dan Ucapan Syukur Menurut Hosea, lirik Himne STT GKE menggambarkan ucapan syukur kepada Tuhan dan kebanggaan pada almamater dan sivitas akademika. Dengan demikian jelas bahwa himne tersebut menggambarkan nilai filosofis yang mendalam. (Hosea Damai Maleh, wawancara dilakukan pada 30 Oktober 2. Adinda menambahkan bahwa lirik Himne STT GKE juga menggambarkan doa. Di mana doa yang dimaksud terkait Auberjiwa melayani bertekad menjunjung dengan setia cinta kasih dasarnya untuk sesama bangsa alam semesta bagi kemuliaan-NyaAy memiliki dorongan dan harapan bagi mahasiswa. Menurutnya ketika narasumber masih duduk di bangku SMA, seorang guru pernah mengatakan bahwa lagu yang diciptakan adalah harapan dan doa-doa kita. (Adinda Lexta, wawancara dilakukan pada 01 November 2. Implikasi Spiritualitas Ekologi Melalui Himne STT GKE Himne sebagai Penggambaran Spiritualitas Ekologi Himne menjadi bagian penting dalam tradisi peribadahan Kristen, demikian juga di STT GKE. Himne selain digunakan untuk menyampaikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan, juga digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penting yang menjadi tujuan dalam visi dan misi STT GKE. (Senat STT GKE, 2020, p. Melalui himne beberapa mahasiswa menjadi paham tentang bagaimana STT GKE ikut serta dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan kecintaan pada ciptaan Tuhan lainnya. Himne yang dirancang sedemikian rupa berdasarkan visi dan misi, ketika dinyanyikan berulang kali pada berbagai kesempatan membuat para mahasiswa yang menyanyikannya merasa menjadi bagian yang ikut mendukung kecintaan STT GKE terhadap alam semesta dan merasakan kedekatan mereka dengan alam semesta dan menumbuhkan kesadaran bahwa alam semesta juga adalah bagian penting dari ciptaan Allah yang harus dijaga dan dipelihara. Ini menunjukkan bahwa himne yang penuh makna Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik dapat membantu seseorang merasakan kehadiran Tuhan dan membawa mereka lebih dekat kepada-Nya, ini adalah bagian dari pertumbuhan spiritualitas. Spiritualitas ekologi dalam Himne STT GKE dapat dilihat dari judul dan liriknya. Sebab judul dan lirik tersebut menggambarkan sebuah penghayatan yang mendalam tentang salah satu bagian penting dari tugas pelayanan yaitu pelayanan kepada alam Sebagai umat manusia terkhususnya sebagai mahasiswa STT harus menjunjung dengan setia cinta kasih sebagai dasar untuk mencintai alam semesta dan juga sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan melewati alam semesta. Lirik dalam himne ini mengharuskan para sivitas STT GKE agar setia dalam melestarikan alam semesta dan mencintai segala makhluk hidup yang ada di bumi ini yang merupakan bagian dari kasih itu sendiri. Alam semesta yang tersurat dalam judul dan lirik Himne STT GKE menyiratkan kesadaran dan pengakuan bahwa apa pun yang ada di sekitar kita seluruhnya merupakan hasil karya ciptaan Tuhan yang sama dengan manusia. Pengakuan dalam Himne ini, memiliki peran yang sangat besar dalam memengaruhi pertumbuhan spiritualitas ekologi karena setiap liriknya dipandang memiliki makna yang mendalam. Salah satunya adalah sikap melayani alam semesta. Makna mendalam lainnya adalah penggambaran keterhubungan manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan, bahwa eksistensi manusia tidak bisa terlepas dari relasi baiknya dengan alam semesta. Himne ini sejalan dengan prinsip ekologi yang menekankan bahwa manusia adalah bagian integral dari ekosistem dunia. Selain itu juga mengandung pesan tentang tanggung jawab iman manusia dalam memelihara dan melestarikan alam. Inilah yang membuat himne ini menjadi suatu hal yang berharga dalam menumbuhkan spiritualitas ekologi. (Ferry Sutrisna Wijaya, 2024, p. Peran himne sangat besar bagi penumbuhan spiritualitas ekologi, walaupun hanya sedikit dalam liriknya, namun dengan tegas menyatakan bahwa seorang pelayan Tuhan harus memiliki tekad yang kuat dan sikap yang setia yang dilandaskan pada cinta kasih untuk ikut bertanggungjawab terhadap kelestarian alam. (Ferry Sutrisna Wijaya, 2024, p. Dengan demikian manusia menyadari bahwa perlu ada dukungan yang sangat kuat bagi ekologi pada masa kini. Kondisi bumi sudah semakin buruk, alam dan lingkungan semakin tercemar dan beberapa jenis makhluk hidup mulai berkurang karena keserakahan Melalui himne ini hendaknya semua manusia sadar akan pentingnya menjaga semua ciptaan yang ada di bumi dan menumbuhkan perasaan, moralitas, tujuan, kepedulian, dukungan dan rasa syukur yang kuat terhadap segenap ciptaan Tuhan. (Ferry Sutrisna Wijaya, 2024, p. Himne STT GKE dapat menumbuhkan spiritualitas ekologi mahasiswa dan berperan dalam menumbuhkan kesiapan mahasiswa untuk terjun ke dalam dunia pelayanan nantinya, bahwa pelayanan bukan sekedar hanya untuk manusia tetapi di dalamnya juga terkandung kecintaan terhadap alam semesta. Himne sebagai Penggambaran Visi Dan Misi Himne STT GKE didasarkan pada visi dan misi, sejak awal dimaksudkan agar seluruh sivitas dapat memahami dan memaknainya dengan baik. Melewati himne ini STT Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik GKE ingin mengajak mahasiswanya untuk terus mengingat dan merefleksikan makna kehadiran mereka di STT GKE saat ini merupakan bentuk respons mereka terhadap panggilan untuk melayani. Para mahasiswa tentunya terpanggil untuk melayani kepada siapa saja dan di mana saja. Melalui himne ini juga STT GKE ingin membuka mata, telinga dan hati para mahasiswanya agar peka terhadap kondisi lingkungan sekitar sebagai konteks pelayanan yang real, himne juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepekaan terhadap apa yang menjadi visi dan misi STT GKE yang salah satunya berfokus pada kelestarian ekologi. Para mahasiswa harus menyadari bahwa alam adalah bagian dari ciptaan Allah yang perlu dijaga dan dirawat dengan tindakan nyata, alam harus diperlakukan dengan benar oleh manusia layaknya sesama ciptaan, bukan hanya untuk dimanfaatkan tetapi juga harus dijaga kelestariannya. Melalui himne ada kesadaran bahwa alam tidak ingin diperlakukan semena-mena, melainkan diperlakukan dengan beradab. Himne STT GKE menggambarkan visi dan misi STT GKE yang di antaranya berbicara tentang bagaimana mahasiswa seharusnya bertindak dalam kehidupan pelayanan dengan mencintai kampus dan almamater, termasuk memahami dan menjalankan visi dan misinya dengan setia di mana pun berada. Nilai ekologi pada himne ini akan terlihat jika benar-benar dihayati dan dipahami, karena himne ini bernada meminta dan memohon dengan sungguh secara mendalam kepada Allah. Ini adalah maksud dari Visi dan misi kampus yang adalah pelayanan semesta bagi kemuliaan nama-Nya dalam perspektif mahasiswa. Peran dari himne tidak hanya pemberi identitas bagi STT GKE, tetapi juga telah menanamkan nilai-nilai dasar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam semesta, membentuk identitas komunitas akademik yang peduli terhadap lingkungan, menginspirasi setiap sivitas untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan, menghayati bahwa iman Kristiani berelasi erat dengan tindakan nyata dalam merawat ciptaan Tuhan, dan mengajak setiap orang untuk bersyukur atas alam ciptaan Tuhan yang menumbuhkan kesadaran bahwa kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta. Himne sebagai Penggambaran Sikap Melayani Alam Himne memiliki kemampuan untuk memengaruhi suasana hati seseorang. Lirik yang penuh dengan pesan positif dan religius dapat menciptakan ketenangan, kedamaian, pengharapan, dan inspirasi untuk melakukan hal-hal positif. Himne juga dapat membantu mengatasi perasaan takut, cemas, khawatir dan tertekan, yang sering menjadi penghalang bagi pertumbuhan spiritual mahasiswa. Ketika pikiran dan hati tenang, seseorang lebih mampu merenungkan makna dan tujuan hidupnya. Hal tersebut sejalan dengan teori bahwa musik dapat berperan dalam meredakan kecemasan, menurunkan stres dan menenangkan (Wind Dylanesia, 2023, p. 2-4,. Himne memiliki nilai tanggung jawab untuk seseorang melayani dalam konteks yang lebih luas dan holistik, bukan hanya dalam ruang kekristenan, tetapi juga bagi bangsa dan alam semesta. Sebab alam semesta adalah bagian dari sesama ciptaan. Jadi pelayanan tidak hanya ditujukan kepada Jemaat Tuhan, tetapi juga bagi sesama dan alam semesta. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa himne sangat memengaruhi spiritualitas ekologi. Pusat dari himne ini adalah Allah. Jika himne ini dinyanyikan berulang-ulang dengan benar dan penuh penghayatan, maka akan memengaruhi emosi dan suasana hati seseorang, akan menciptakan konsentrasi spiritual, sehingga pesan yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan dan spiritualitas ekologi seseorang akan bertumbuh. Himne sebagai Penggambaran Harapan. Doa dan Ucapan Syukur Himne berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghubungkan komunitas Himne yang dinyanyikan bersama dalam ibadah, menciptakan rasa persatuan dan kebersamaan antar anggota persekutuan. Ketika setiap individu melantunkan himne bersama, mereka merasakan keterhubungan, tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan Tuhan. Himne STT GKE menggambarkan ucapan syukur kepada Tuhan dan kebanggaan dan kecintaan pada almamater dan sivitas akademika. Himne dengan jelas menggambarkan nilai filosofis dan teologis yang mendalam tentang apa makna persekutuan STT GKE. dalamnya mengandung doa dan harapan, seperti dalam lirik Auberjiwa melayani, bertekad menjunjung dengan setia cinta kasih dasarnya untuk sesama bangsa alam semesta bagi kemuliaan-NyaAy. Himne memiliki dorongan dan harapan bagi mahasiswa untuk terus bertumbuh dalam spiritualitasnya. Himne dapat membawa perubahan dalam hidup Lirik yang mengandung pesan spiritual yang mendalam mampu menginspirasi seseorang untuk merenungkan hidup mereka, berubah dan berbuah, mengambil langkah baru dalam perjalanan spiritual, terutama dalam spiritual ekologi. (Ferry Sutrisna Wijaya, 2024, p. Rekomendasi untuk Penelitian Lanjutan Penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada dasarnya bertujuan untuk menggali nilai spiritualitas ekologis yang ditemukan dan mengakar dalam jati diri STT GKE. Salah satunya yang jelas ada dalam Himne STT GKE. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada dasarnya berfokus pada makna himne bagi peningkatan spiritualitas ekologi. Oleh sebab itu, menurut peneliti kajian tentang Himne STT GKE dari segi historis perlu untuk dilakukan dalam penelitian lanjutan nantinya. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan beberapa hal yakni: pertama. Himne STT GKE menggambarkan spiritualitas ekologis yang nyata. Peran lirik himne STT GKE harus diakui memberikan gambaran spiritualitas ekologis. Hal tersebut sangat tampak dalam lirik yang dituliskan dalam himne tersebut. Hal tersebut berdampak pada penguatan spiritualitas ekologis di STT GKE. Melewatinya mahasiswa dibawa untuk semakin menghayati perannya dalam memelihara alam semesta sebagai sesama ciptaan. Kedua. Himne menggambarkan visi dan misi STT GKE. Peran Himne sebagai penggambaran visi dan misi STT GKE tertuang dalam statuta STT GKE. Dengan Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik demikian, maka jelas bahwa himne diciptakan bukan sekedar sebagai bagian pelengkap saja di STT GKE. Melainkan sebagai gambaran upaya nyata yang dilakukan oleh STT GKE, agar nilai-nilai penting yang dituangkan dalam visi dan misi dapat dihayati melewati nyanyian . khususnya melewati himne STT GKE. Salah satunya adalah peran sivitas akademika untuk menghayati perannya dalam melayani alam semesta . elayanan Ketiga. Himne STT GKE menekankan pentingnya sikap melayani alam. Hal didasarkan pada kenyataan bahwa alam semesta dan manusia juga adalah bagian dari sesama ciptaan. Kesadaran ini harus membuat manusia semakin menghayati perannya dalam melayani alam semesta. Spiritualitas ekologis yang ditemukan dalam lirik himne STT GKE berperan dalam menumbuhkan pelayanan ekologis bagi alam semesta. Dengan demikian jelas, bahwa pusat pelayanan ekologis bukanlah alam dan manusia melainkan Allah. Sehingga mengapa manusia perlu melayani alam semesta? Alasannya adalah bahwa pelayanan tersebut dilakukan semata-mata demi kemuliaan bagi Allah. Keempat. Himne STT GKE Sebagai Penggambaran Harapan. Ucapan Syukur Dan Doa. Dengan demikian jelas, bahwa himne tersebut berperan pula sebagai nilai filosofis dan teologis yang ada di STT GKE. Hal tersebut bertujuan agar sivitas akademik dapat bertumbuh khususnya dalam hal spiritualitas ekologis. Sebuah sikap yang tentunya dapat membawa seseorang pada perubahan hidup. Daftar Rujukan Dilahoya. No Title. Eden Harpael Trianto. Pengaruh Menyanyikan Lagu Rohani Terhadap Spiritualitas Mahasiswa Teologi Di STTIAA Mojokerto. Geneva, 05. https://ejournal. id/index. php/geneva/article/download/117/75 Enas. No Title. Eries Christhanty. Wawancara dilakukan pada 01 November. Ferry Sutrisna Wijaya (Ed. Spiritualitas Ekologi. Pustaka KSP Kreatif. https://books. id/books?id=uVoGEQAAQBAJ&pg=PA106&dq=spiritualitas ekologi kristen&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi7yvy8 pYCJAxXg1TgGHUT4GDYQ6AF6BAgIEAI#v=onepage&q=spiritualitas kristen&f=false Fridolin Ukur. Tuaiannya Sungguh Banyak: Sejarah Gereja Kalimantan Evangelis Sejak 1835 (Revisi Ke. BPK Gunung Mulia. Kornelius Gulo Dan. Musik Dan Peranannya Dalam Ibadah. Inculco, 02. https://e-journal. id/index. php/ijce/article/download/109/55 Lexta. No Title. Maleh. No Title. Meidina. Kajian Pastoral Terhadap Peran Musik (Terapi Musik Dalam Proses Belajar Mahasiswa Perempuan Di STT GKE Banjarmasi. Skripsi Pada STT GKE. Mitha Agustina. Himne Sebagai Sarana Pastoral Bagi Remaja-Pemuda. Tesis Pada STT GKE. No Title. https://stt-gke. id/perbankan-syariah Putra. No Title. Ripaldi. Pedoman Pembinaan Spiritualitas Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (Senat STT GKE (Ed. )). Unit Publikasi Informasi STT GKE. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025 Spiritualitas Ekologi Melalui Musik Riswan. No Title. Saputra. Saragih. Misi Musik: Menyembah Atau Menghujat Allah? Andi. Senat STT GKE. Pedoman Pendidikan Program Sarjana Dan Magister Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (K. Maleh (Ed. )). Unit Publikasi Informasi STT GKE. Senat STT GKE. Statuta Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis. Unit Publikasi Informasi STT GKE. Setiani. No Title. Sugiyono. Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta Tim Penyusun. Himpunan Peraturan Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis. Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis. Wind Dylanesia. Terapi Musik: Peran Musik Dalam Mengatasi Stres Dan Kecemasan. Cahaya Harapan. https://books. id/books?id=CAQNEQAAQBAJ&pg=PA73&dq=peran musi k bagi kesehatan mental&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUK EwixiJ2uirOKAxW_3jgGHSi4NRcQ6AF6BAgIEAI#v=onepage&q=peran bagi kesehatan mental&f=false Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Februari 2025