JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 6. Juni 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 PEMANFAATAN PANEL SURYA DAN GREENHOUSE SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN MODERN DI GANG HIJAU SWAKARYA Utilizing Solar Panels and a Greenhouse as a Modern Farming Solution at Gang Hijau Swakarya Dian Rusdiyanto1*. Dian Widi Astuti1. Galang Persada Nurani Hakim1. Ahmad Firdausi1. Freddy Artadima Silaban1. Agung Wahyudi Biantoro2 Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Jakarta, 2Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jakarta Jl. Meruya Selatan. Kembangan. Kebon Jeruk. Jakarta Barat 11650 Alamat Korespondensi: rusdiyanto@mercubuana. (Tanggal Submission: 2 Mei 2026. Tanggal Accepted : 29 Juni 2. Kata Kunci : Abstrak : Greenhouse. Hidroponik. Pertanian Urban. Solar Panel Key word : Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kebun Hidroponik Gang Hijau Swakarya. Kelurahan Meruya Selatan. Kecamatan Kembangan. Jakarta Barat, dengan tujuan meningkatkan kemandirian energi dan produktivitas pertanian urban melalui penerapan teknologi energi terbarukan dan sistem perlindungan tanaman berbasis lingkungan. Kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan utama mitra, yaitu sistem tenaga surya yang rusak dan area kebun yang masih terbuka tanpa perlindungan terhadap hama dan debu. Sebagai solusi, dilakukan perbaikan dan peningkatan sistem panel surya, dari 6 modul 100 Wp yang tidak berfungsi menjadi 8 modul 100 Wp, disertai penggantian box panel, serta pemasangan dua baterai LiFePOCE 12,8 V 100 Ah yang disusun paralel untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan energi. Selain itu, dibangun greenhouse berlapis insect net berukuran 2 m x 11 m, yang berfungsi menjaga stabilitas pertumbuhan dan melindungi tanaman dari serangan hama serta paparan debu. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan kepada mitra dan masyarakat, meliputi pengenalan sistem panel surya dan budidaya manajemen hidroponik. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepuasan terhadap pemanfaatan energi surya dan pembangunan greenhouse. Sebagai penutup, dilakukan serah terima aset hibah Kemdiktisaintek 2025 yang disaksikan oleh Lurah Meruya Selatan. Abstract : Greenhouse. Hydroponics. Urban Farming. Solar Panel This Community Service Program was conducted at Gang Hijau Swakarya Hydroponic Garden. Meruya Selatan Urban Village. Kembangan District. West Jakarta, with the aim of improving energy independence and urban agricultural productivity through the application of renewable energy technology and Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1048 environmentally based crop protection systems. The activity began with a field observation to identify the main problems faced by the partner, namely a damaged solar power system and an open garden area without adequate protection from pests and dust. As a solution, the solar panel system was repaired and upgraded from six non-functional 100 Wp modules to eight 100 Wp modules, accompanied by the replacement of the panel box and the installation of two 12. 8 V 100 Ah LiFePOCE batteries connected in parallel to increase energy storage capacity. In addition, a 2 m y 11 m greenhouse covered with insect netting was constructed to maintain stable plant growth and protect crops from pest attacks and dust exposure. The program continued with training and mentoring for the partner and local community, covering an introduction to the solar panel system and hydroponic cultivation management. The questionnaire results showed an increase in participantsAo knowledge and satisfaction regarding the use of solar energy and greenhouse construction. the closing activity, the handover of the 2025 Kemdiktisaintek grant assets was conducted and witnessed by the Head of Meruya Selatan Urban Village. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Rusdiyanto. Astuti. Hakim. Firdausi. Silaban. A & Biantoro. Pemanfaatan Panel Surya dan Greenhouse Sebagai Solusi Pertanian Modern di Gang Hijau Swakarya. Jurnal Abdi Insani, 13. , https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Pertanian perkotaan yang biasa disebut sebagai urban farming kini menjadi salah satu alternatif strategis dalam menjawab keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah padat penduduk (Septya et al. , 2. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan ruang atau lahan tidak terpakai untuk menghasilkan bahan pangan segar secara mandiri serta berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Salah satu bentuk penerapan urban farming yang banyak dikembangkan adalah sistem hidroponik, yaitu metode menanam tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan larutan air bernutrisi sebagai media tumbuh (Rahmah et , 2. Sistem ini cocok diterapkan di kawasan padat karena tidak membutuhkan lahan luas dan hasilnya relatif cepat (Puspitahati et al. , 2. Namun, keberhasilan sistem hidroponik sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik untuk menggerakkan pompa sirkulasi air dan nutrisi, serta pada kondisi lingkungan tanam yang stabil. Jika terjadi pemadaman listrik atau paparan hama dan debu berlebihan, tanaman hasil panen menurun (Hutasoit & Kusuma, 2. Gambar 1. Kondisi Sistem Hidroponik Mitra Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1049 Kelompok Hidroponik Gang Hijau Swakarya, yang berlokasi di Kelurahan Meruya Selatan. Jakarta Barat, merupakan komunitas warga yang berupaya menghadirkan pertanian modern di tengah keterbatasan lahan perkotaan (Andika et al. , 2. Melalui sistem hidroponik, warga memanfaatkan ruang sempit di lingkungan padat penduduk untuk menanam sayuran segar sebagai sumber pangan keluarga sekaligus sarana penghijauan lingkungan (Rahardjo et al. , 2. Namun, sistem yang ada belum sepenuhnya diimbangi dengan dukungan infrastruktur dan teknologi yang memadai, sehingga keberlanjutan kegiatan budidaya masih menghadapi berbagai kendala teknis dan lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra terletak pada ketergantungan terhadap pasokan listrik PLN untuk mengoperasikan pompa sirkulasi air. Ketika terjadi pemadaman listrik, sistem hidroponik berhenti berfungsi dan mengganggu pertumbuhan tanaman (Jayani et al. , 2. Selain itu, area tanam yang masih terbuka di sisi-sisinya menjadikan tanaman rentan terhadap serangan hama dan paparan debu dari jalan raya. Warga belum memiliki sistem pelindung tanaman berupa insect net atau dinding tertutup dimana struktur yang ada hanya menggunakan atap plastik ultraviolet (UV) sederhana, sedangkan bagian fondasi dan penutup UV tersebut kini sudah mulai rusak dan tidak mampu melindungi tanaman secara optimal, seperti yang terlihat pada Gambar 1. Akibatnya, daun sering kotor, warna tanaman tidak seragam, dan kualitas hasil panen tidak maksimal (Sudartana & Pramana, 2. Di sisi lain, sistem solar panel yang sebelumnya pernah terpasang di lokasi kebun kini tidak berfungsi karena komponen utamanya sehingga belum dapat dimanfaatkan kembali. Melihat kondisi tersebut, program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan ketahanan sistem pertanian urban melalui penerapan energi terbarukan dan perlindungan tanaman berbasis lingkungan (Hapsari & Nirawati, 2. Upaya yang dilakukan mencakup perbaikan dan peningkatan sistem energi surya agar dapat kembali menyuplai daya bagi pompa hidroponik serta pembangunan greenhouse berlapis insect net untuk menciptakan lingkungan tanam yang lebih stabil (Wahyuningtyas et al. , 2. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga menanamkan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan energi bersih, efisiensi budidaya, serta perawatan sistem agar hasilnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hidroponik, memperkuat kemandirian masyarakat, dan menjadi model praktik urban farming berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah perkotaan (Hutasoit & Kusuma, 2. Selain memberikan manfaat ekonomi dan sosial, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan teknologi yang bermanfaat secara nyata. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dimana dosen, mahasiswa, dan kelompok warga Gang Hijau Swakarya sebagai mitra utama memiliki Pendekatan ini dipilih karena mampu mengintegrasikan aspek teknologi dan sosial secara seimbang, sehingga setiap solusi yang diterapkan tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola teknologi tersebut secara mandiri seperti yang telah diterapkan pada kegiatan PKM di Desa Bendoasri (Farichan et al. , 2. Kegiatan PKM ini fokus pada dua permasalahan pokok mitra, yaitu keterbatasan sumber energi untuk sistem hidroponik dan perlunya perlindungan tanaman agar lebih tahan terhadap hama dan debu. Solusi yang ditawarkan mencakup penerapan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid untuk menyuplai energi bagi pompa air, serta pembangunan greenhouse berlapis insect net untuk menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman hidroponik (Halim, 2. Walaupun demikian, mitra juga dibekali dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan teknis, sehingga mampu melakukan pengoperasian, perawatan, dan pencatatan kinerja sistem. Dengan metode ini, mitra tidak hanya diberikan fasilitas fisik, tetapi juga menghasilkan pengetahuan dalam praktik pertanian urban yang efisien dan ramah lingkungan. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1050 Gambar 2. Tahapan PKM Teknis kegiatan dibagi dalam lima tahapan utama, seperti yang terlihat pada Gambar 2. Tahapan tersebut diantaranya observasi lapangan, sosialisasi mitra dan masyarakat sekitar, instalasi dan penerapan teknologi, pelatihan dan pendampingan, serta keberlanjutan program. Observasi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi terkini pada mitra dan mengetahui kebutuhan yang diperlukan. Hasil observasi menunjukkan bahwa sistem hidroponik sebelumnya mengalami hambatan akibat fungsi yang tidak berjalan dari sistem solar panel yang ada serta belum adanya perlindungan tanaman dari debu serta hama. Informasi ini menjadi dasar perencanaan desain sistem solar panel dan greenhouse yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Selanjutnya sosialisasi kepada mitra dan masyarakat dilakukan dengan tujuan membangun kesepahaman bersama antara tim pelaksana, mitra utama, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diadakan secara langsung di lokasi kebun yang dihadiri pengurus kelompok dan warga setempat. Dalam kegiatan ini dijelaskan tujuan, manfaat, serta rencana pembangunan sistem energi surya dan Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan masukan dan ide dalam pembangunan. Selain itu juga didiskusikan jadwal kegiatan, pembagian peran, dan partisipasi warga selama proses Tahap ketiga berupa penerapan teknologi panel surya dan pembangunan green house. Pada tahap ini, dilakukan instalasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid untuk menyuplai energi listrik bagi pompa air hidroponik. Bersamaan dengan itu, dibangun greenhouse berlapis insect net untuk melindungi tanaman dari hama dan debu. Struktur dibuat dari rangka baja ringan dengan atap plastik UV serta jaring pelindung serangga berkerapatan tinggi (Hafid et al. , 2. Setelah sistem selesai dipasang, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan. Materi pelatihan mencakup pengenalan prinsip kerja panel surya, dan manajemen budidaya tanaman hidroponik di dalam greenhouse. Pelatihan disertai praktik langsung di lapangan agar peserta dapat melihat langsung perangkat yang terpasang dan memahami cara penggunaannya. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk memantau kinerja sistem dan memberikan bantuan apabila ditemukan kendala. Tahap akhir difokuskan pada pembentukan sistem pengelolaan berkelanjutan di lingkungan mitra (Puspita et al. , 2. Setelah kegiatan instalasi dan pelatihan selesai, dilakukan serah terima aset dan dokumen pendukung seperti panduan perawatan, modul pelatihan, dan standar operasional Tim pelaksana membantu mitra membentuk tim internal pengelola kebun hidroponik, yang bertanggung jawab atas perawatan rutin, pencatatan hasil panen, dan pengembangan kegiatan Selain itu, tim pengabdian masih melakukan pendampingan pasca-program secara berkala Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1051 untuk memastikan sistem tetap berfungsi optimal dan masyarakat terus memperoleh manfaat dari teknologi yang diterapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kebun Hidroponik Gang Hijau Swakarya. Kelurahan Meruya Selatan. Kecamatan Kembangan. Jakarta Barat, dilakukan mulai 19 Juli hingga 31 Desember 2025. Rangkaian kegiatan mengikuti tahapan observasi, sosialisasi, instalasi teknologi, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam Tabel 1. Secara umum, seluruh target kegiatan dapat terlaksana sesuai jadwal dengan partisipasi aktif dari masyarakat Tabel 1. Sistematika Pelaksanaan PKM Tanggal Kegiatan 19 Juli 2025 Survey Kondisi Lapangan 2 Agustus 2025 Diskusi dan Sosialisasi awal 9 Agustus Ae 6 September 2025 Pembelian Material Green House dan Solar Panel 9 -31 Agustus 2025 Instalasi Green House 1 September 2025 Instalasi Solar Panel 6 September 2025 Sosialisasi. Pelatihan dan Dengar Pendapat Dengan Mitra 13 September 2025 Sosialisasi. Pelatihan dan Serah Terima Simbolis Dengan Mitra 15 September 2025 Serah Terima dan Penandatanganan BAST 20 September 2025 Monitoring Penerapan Teknologi Pada Mitra 21 September Ae 31 Desember 2025 Pendampingan Hasil Implementasi Teknologi Awalnya, sistem tenaga surya di kebun tidak bisa dipakai dimana hanya ada 6 panel 100 Wp dan baterai serta box kontrol yang sudah rusak, sehingga pompa hidroponik tetap bergantung pada listrik PLN. Dalam kegiatan PKM ini, sistem diperbaiki dan ditingkatkan dengan menambah 2 panel 100 Wp . otal menjadi 8 pane. , mengganti box panel surya beserta tata kabel dan proteksinya, serta memasang dua baterai LiFePOCE 12,8 V 100 Ah yang disusun paralel untuk penyimpanan energi (Widjanarko et al. , 2. Setelah diuji, pompa dapat berjalan menggunakan sumber energi PLTS . Sistem solar panel dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3: . Susunan Panel Surya . Baterai dan Panel Kontrol Selain itu, dibangun greenhouse berlapis insect net berukuran kurang lebih 2 m y 11 m seperti yang terlihat pada Gambar 4, sehingga tanaman terlindung dari hama dan debu, daun lebih bersih dan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1052 pertumbuhan lebih seragam. Secara umum, kombinasi perbaikan energi dan greenhouse membuat operasional hidroponik lebih andal, dan mudah dirawat oleh warga. Gambar 4. Greenhouse Hasil Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pelatihan difokuskan pada dua topik yaitu energi dan budidaya hidroponik. Di sisi energi, peserta mempelajari alur kerja sistem panel surya dan prosedur perawatan rutin seperti pembersihan modul, dan pengecekan koneksi, serta pencatatan penggunaan energi harian agar beban pompa selaras dengan kapasitas baterai. Gambar 5. Hasil Kuesioner Pengetahuan dan Persepsi Di sisi budidaya, materi mencakup manajemen nutrisi hidroponik dan sanitasi pipa, serta cara memanfaatkan greenhouse dalam menekan serangan hama. Semua materi disertai praktik langsung di lokasi, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu melakukan pengecekan dasar secara mandiri. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1053 Gambar 6. Masalah Utama yang Dihadapi Hasil kuesioner menunjukkan pengetahuan awal yang cukup baik dimana sekitar 88% peserta sudah tahu tentang hidroponik, namun pemahaman panel surya masih dibawah 60% yang menyatakan tahu seperti yang terlihat pada Gambar 5. Peserta yang meyakini panel surya menghemat biaya sebanyak 74%, sisanya belum tahu. Hal ini menegaskan pentingnya modul pencatatan energi pasca Dari sisi tantangan, responden menempatkan hama sebagai masalah utama sebesar 41,2%, diikuti modal 20,6%, cuaca panas/hujan 15%, dan air terbatas 3%. Untuk itu sangat tepat dengan Pembangunan greenhouse ini yang mampu mengendalikan hama. Gambar 7. Masalah Utama yang Dihadapi Rencana pemanfaatan panen juga menarik dimana 76,5% memilih untuk dikonsumsi dan dijual, 20,6% untuk konsumsi, dan 2,9% untuk dijual, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7. Hal ini mengindikasikan bahwa kebun berperan ganda sebagai pemenuhan pangan keluarga dan peluang Selaras itu, dukungan yang paling dibutuhkan adalah pelatihan & pendampingan 53% serta bantuan alat/bahan 23%, kebutuhan modal 5%, akses pasar 3%, dan lainnya 6%. Temuan ini menyimpulkan bahwa masyarakat membutuhkan sesi praktik yang banyak dan program pendampingan pasca-instalasi. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1054 Gambar 8: Dukungan yang Dibutuhkan Sebagai penutup kegiatan pelatihan, dilakukan serah terima aset kepada mitra yang disaksikan oleh Lurah Meruya Selatan. Aset yang diberikan meliputi sistem panel surya, perangkat pendukung, dan greenhouse. Aset tersebut dibiayai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek TA 2025. Setelah serah terima, pendampingan tetap berjalan untuk memastikan transfer pengetahuan benar-benar berdampak. Selain itu, dari proses pendampingan ini warga mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Gambar 9: Foto Bersama Kegiatan Pelatihan KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan ketahanan sistem hidroponik masyarakat melalui penerapan teknologi energi surya dan pembangunan greenhouse berlapis insect net. Peningkatan jumlah panel menjadi delapan unit dan penggunaan dua baterai LiFePOCE 12,8 V 100 Ah paralel terbukti mampu menggantikan ketergantungan terhadap listrik PLN. Greenhouse berukuran 2 y 11 meter efektif melindungi tanaman dari hama dan debu sehingga hasil panen lebih bersih dan Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan warga terhadap energi terbarukan, efisiensi budidaya, dan manajemen sistem hidroponik. Program ini juga memperkuat partisipasi masyarakat melalui serah terima aset yang dibiayai hibah Kemdiktisaintek 2025 dan disaksikan oleh pihak pemerintah kelurahan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan manfaat nyata, memperkuat kemandirian energi, dan menjadi model pertanian urban berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah perkotaan lain. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Rusdiyanto et al. , 1055 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim dosen dan mahasiswa Universitas Mercu Buana atas dedikasinya dalam pelaksanaan program ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Mitra Kelompok Budidaya Hidroponik Gang Hijau Swakarya dan masyarakat Meruya Selatan atas partisipasi aktif, dukungan lapangan, dan kolaborasi yang memungkinkan program berjalan dengan baik. Kami menghargai dukungan Lurah Meruya Selatan beserta jajaran yang telah memfasilitasi koordinasi dan pelaksanaan kegiatan di tingkat kelurahan. Program ini terlaksana berkat pendanaan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 dari Kemdiktisaintek. Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIKTISAINTEK). Dukungan tersebut sangat berarti dalam mewujudkan integrasi teknologi energi terbarukan dan greenhouse untuk penguatan praktik pertanian urban di komunitas mitra. DAFTAR PUSTAKA