Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 TRANSFORMASI PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PESANTREN ERA DIGITAL Dedi Arianto IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Email: dediarianto7@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi digital di era Society 5. 0 mendorong pesantren melakukan transformasi pembelajaran kitab kuning agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital, strategi integrasi teknologi, serta implikasinya terhadap keberlangsungan tradisi keilmuan Islam. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur akademik terkait transformasi digital, pembelajaran kitab kuning, dan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan analisis literatur, sedangkan analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran kitab kuning mampu meningkatkan fleksibilitas dan akses pendidikan pesantren tanpa menghilangkan nilai sanad, adab, dan tradisi turats sebagai karakteristik utama pendidikan Islam tradisional. Kata Kunci: Transformasi Digital. Pembelajaran Kitab Kuning. Pesantren Abstract The development of digital technology in the Society 5. 0 era encourages Islamic boarding schools . to transform the learning of kitab kuning in order to remain relevant without losing the identity of traditional Islamic education. This study aims to analyze the forms of transformation in kitab kuning learning in pesantren during the digital era, the strategies for technology integration, and their implications for the sustainability of Islamic scholarly traditions. The research employed a library research method using data sources from books, scientific journals, and various academic literatures related to digital transformation, kitab kuning learning, and pesantren. Data collection techniques were conducted through documentation studies and literature analysis, while data analysis used content analysis. The results show that the digitalization of kitab kuning learning is able to increase the flexibility and accessibility of pesantren education without eliminating the values of sanad, adab, and the turats tradition as the main characteristics of traditional Islamic education. Keywords: Digital Transformation. Kitab Kuning Learning. Pesantren Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital pada era Society 5. 0 telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem pendidikan global, termasuk pendidikan Islam di lingkungan pesantren. Pesantren yang selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional dengan ciri khas pembelajaran kitab kuning melalui metode sorogan, bandongan, dan wetonan mulai mengalami transformasi dalam proses pembelajarannya seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Kehadiran media digital seperti aplikasi kitab kuning elektronik, platform pembelajaran daring, video pembelajaran, dan media sosial keagamaan telah memengaruhi pola transmisi keilmuan Islam di pesantren. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya memengaruhi aspek administratif pendidikan, tetapi juga menyentuh sistem pembelajaran inti pesantren yang selama ini berbasis interaksi langsung antara kiai dan santri. Andy. Nisa, dan Juliadarma menjelaskan bahwa modernisasi pendidikan pesantren mendorong perubahan strategi pembelajaran kitab kuning agar lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi digital. 1 Senada dengan hal tersebut. Syaiful. Hermina, dan Huda menyatakan bahwa tradisi pembelajaran kitab kuning di pesantren mengalami perubahan metode melalui penggunaan media digital tanpa sepenuhnya meninggalkan karakteristik pembelajaran tradisional. 2 Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pesantren sedang berada dalam fase adaptasi antara mempertahankan tradisi keilmuan Islam klasik dengan tuntutan modernisasi pendidikan berbasis teknologi digital. Meskipun transformasi digital memberikan peluang baru dalam pengembangan pembelajaran kitab kuning, berbagai penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan pesantren masih menghadapi banyak problematika yang belum sepenuhnya terselesaikan. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak membahas digitalisasi pesantren dari aspek kelembagaan, manajemen pendidikan, dan penggunaan teknologi pembelajaran secara umum, sementara kajian yang secara spesifik membahas transformasi pembelajaran kitab kuning masih relatif terbatas. Fauziyah. Alvianti, dan Kamilah menjelaskan bahwa digitalisasi metode bandongan dalam pembelajaran kitab kuning menjadi langkah inovatif pesantren dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era A Andy. A Nisa, and M Juliadarma. AoAdaptasi Pembelajaran Kitab Kuning Dalam Konteks Modernisasi Pada Pondok Pesantren Darul Falah TernateAo. PUSAKA, 2024 . M Syaiful. D Hermina, and N Huda. AoTradisi Pembelajaran Kitab Kuning Pada Pondok Pesantren Era DigitalAo. Al-Ulum Jurnal Pemikiran Dan A, . Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 3 Akan tetapi, penelitian tersebut belum secara mendalam mengkaji implikasi digitalisasi terhadap otoritas keilmuan pesantren dan keberlanjutan nilai sanad dalam pembelajaran kitab kuning. Sholahuddin dan Anwar juga menegaskan bahwa transformasi model pendidikan pesantren berbasis kitab kuning menuju digital platform merupakan respons terhadap perkembangan teknologi pendidikan modern. 4 Namun demikian, penelitian tersebut masih berfokus pada aspek transformasi media pembelajaran dan belum banyak menjelaskan strategi integrasi antara tradisi turats dengan teknologi digital secara Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang menuntut kajian lebih mendalam mengenai transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital, terutama dalam perspektif keberlanjutan tradisi intelektual Islam dan adaptasi teknologi pendidikan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital, mendeskripsikan bentuk adaptasi teknologi digital dalam proses pembelajaran kitab kuning, serta menjelaskan strategi integrasi antara metode pembelajaran tradisional pesantren dengan media digital modern. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi tantangan dan peluang digitalisasi pendidikan pesantren dalam mempertahankan keberlangsungan tradisi keilmuan Islam di tengah perkembangan teknologi Priyatna. ZA, dan Barni menjelaskan bahwa integrasi metode sorogan dan bandongan dengan media digital dapat menjadi bentuk sinergi antara tradisi dan inovasi teknologi dalam pendidikan pesantren. 5 Sementara itu. Utomo. Azila, dan Hafid menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran kitab kuning memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai turats agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. 6 Berdasarkan pandangan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk memahami bagaimana pesantren membangun model pembelajaran kitab kuning yang tetap mempertahankan nilai adab, sanad keilmuan, dan karakteristik R Fauziyah. D Alvianti, and S Kamilah. AoDIGITALISASI DALAM PEMBELAJARAN KITAB KUNING METODE BANDONGAN DI PONDOK PUTERI PESANTREN ZAINUL HASAN. Ao. Najah: Journal Research . A M Sholahuddin and S Anwar. AoTransformasi Model Pendidikan Pesantren Berbasis Kitab Kuning Ke Digital Platfrom (Studi Di Pondok Pesantren Al-MaAoruf Kendal. Dander. Bojonegor. Ao. A Pendidikan Dan Pembelajaran, . S E Priyatna. A M ZA, and M Barni. AoMenyinergikan Tradisi Dan Teknologi: Optimalisasi Metode Sorogan Dan Bandongan Di Pesantren Salafiyah Melalui Media Pembelajaran DigitalAo. Bayan Lin-Naas: Jurnal Dakwah . E B Utomo. N Azila, and M A Hafid. AoDigitalisasi Pembelajaran Kitab Kuning Untuk Keberlanjutan Nilai TuratsAo. Halaqa: Journal Islamic Education, . Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pendidikan Islam tradisional, namun sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran modern berbasis teknologi digital. Penelitian mengenai transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital menjadi penting dilakukan karena pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam menjaga transmisi keilmuan Islam klasik di Indonesia. Perubahan pola pembelajaran akibat digitalisasi dikhawatirkan dapat memengaruhi nilai-nilai tradisional pesantren apabila tidak diimbangi dengan strategi integrasi yang tepat antara tradisi dan Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga membuka peluang besar bagi pesantren untuk memperluas akses pembelajaran kitab kuning, meningkatkan efektivitas pembelajaran, dan memperkuat literasi digital santri. Sulusin dan Husni menjelaskan bahwa inovasi metode sorogan dan bandongan berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi pendidikan pesantren dalam mempertahankan tradisi sekaligus merespons perkembangan teknologi modern. Selain itu. Kurniawan dan Puspitasari menyatakan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning melalui media digital interaktif dapat meningkatkan minat belajar santri dan memperkuat efektivitas pembelajaran pesantren modern. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya akademik untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital serta kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai turats. LITERATUR REVIEW Transformasi digital merupakan proses perubahan sistem, pola kerja, budaya, dan mekanisme pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan Islam di Dalam konteks pendidikan pesantren, transformasi digital tidak hanya dipahami sebagai penggunaan perangkat teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga mencakup perubahan paradigma pendidikan dari sistem konvensional menuju sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Zuraida dan Setiawan menjelaskan bahwa transformasi digital pesantren A Sulusin and M Husni. AoMELESTARIKAN TRADISI. MERESPONS TEKNOLOGI: TINJAUAN LITERATUR INOVASI BANDONGAN DAN SOROGAN DI ERA DIGITALAo. An Najah (Jurnal Pendidikan Islam Dan A, . M A Kurniawan and E Puspitasari. AoMetamorfosisi Santri Digital: Transformasi Pembelajaran Kitab Kuning Melalui Podcast Interaktif Pesantren ModernAo. Indonesian Society and Religion A, 2025 . Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 merupakan upaya penguatan inovasi pendidikan melalui integrasi teknologi, manajemen pendidikan modern, dan pengembangan sistem pembelajaran berbasis 9 Senada dengan hal tersebut. Khusniyah menyatakan bahwa transformasi digital pesantren merupakan bentuk adaptasi kelembagaan pendidikan Islam terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi pada era VUCA. Berdasarkan pandangan tersebut, transformasi digital dapat dipahami sebagai proses integrasi teknologi dalam pendidikan pesantren yang bertujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa menghilangkan identitas pendidikan Islam tradisional. Transformasi digital dalam pendidikan pesantren memiliki berbagai bentuk manifestasi yang menunjukkan adanya perubahan pola pembelajaran dan pengelolaan pendidikan Islam. Salah satu bentuk transformasi digital terlihat dari penggunaan aplikasi kitab kuning digital, media pembelajaran daring, podcast keislaman, serta platform pembelajaran virtual yang digunakan dalam proses pembelajaran santri. Khasanah. Puspitasari, dan Jauhariyah menjelaskan bahwa transformasi digital pesantren ditandai dengan mulai dimanfaatkannya teknologi Artificial Intelligence dan media digital sebagai sarana pengembangan pendidikan inklusif di pesantren. 11 Selain itu. Sri Lestari menjelaskan bahwa manifestasi transformasi digital pesantren terlihat melalui penerapan pembelajaran daring, digitalisasi manajemen pendidikan, serta penguatan pendidikan karakter berbasis teknologi pada era Society 5. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital pesantren tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup perubahan budaya belajar, penguatan literasi digital, dan pengembangan inovasi pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap perkembangan masyarakat modern. Pembelajaran kitab kuning merupakan proses transmisi keilmuan Islam klasik yang dilakukan melalui kajian kitab turats menggunakan metode tradisional pesantren seperti sorogan, bandongan, wetonan, dan halaqah. Kitab kuning menjadi elemen utama dalam pendidikan pesantren karena berfungsi sebagai sumber utama pembelajaran ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, hadis, akhlak, nahwu, dan tasawuf. Sukur dan Budiyanto menjelaskan bahwa pembelajaran kitab kuning merupakan bagian integral dari tradisi intelektual Z Zuraida and M Setiawan. AoDigital Transformation in Pesantren: Strengthening Educational Management. Science Learning Innovation, and Sustainable Islamic EducationAo. PEMA, 2025 . K Khusniyah. AoDigital Transformation of Pesantren in the VUCA Era: Learning Technological Adaptation from PesantrenAo. Journal of Pesantren and Diniyah Studies, 2025 . M Khasanah. I Puspitasari, and A Jauhariyah. AoDigital Transformation of Pesantren Blokagung Banyuwangi: The First Step in Utilizing AI to Achieve Inclusive Education in the FutureAo. ICO EDUSHA, 2024 . Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pesantren yang diwariskan secara turun-temurun melalui sistem sanad keilmuan. Senada dengan hal tersebut. Ibrahim menyatakan bahwa pembelajaran kitab kuning merupakan proses pendidikan Islam yang menekankan pemahaman teks klasik melalui interaksi langsung antara kiai dan santri. 13 Berdasarkan pandangan tersebut, pembelajaran kitab kuning dapat dipahami sebagai sistem pendidikan Islam tradisional yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan etika keislaman santri. Pembelajaran kitab kuning di pesantren memiliki berbagai bentuk kategorisasi dan manifestasi yang berkembang sesuai dengan karakteristik pesantren dan perkembangan teknologi pendidikan. Manifestasi pembelajaran kitab kuning secara tradisional terlihat melalui penggunaan metode sorogan, yaitu santri membaca kitab di hadapan kiai secara individual, serta metode bandongan yang dilakukan dengan mendengarkan penjelasan kiai secara kolektif. Priyatna. ZA, dan Barni menjelaskan bahwa metode sorogan dan bandongan merupakan bentuk pembelajaran tradisional pesantren yang menekankan kedekatan hubungan edukatif antara santri dan kiai. 14 Namun demikian, perkembangan teknologi digital telah memunculkan bentuk baru pembelajaran kitab kuning seperti penggunaan kitab digital, pembelajaran daring, video pengajian virtual, dan podcast pembelajaran kitab turats. Fauziyah. Alvianti, dan Kamilah menjelaskan bahwa digitalisasi metode bandongan menjadi bentuk inovasi pembelajaran kitab kuning yang memungkinkan santri mengakses kajian kitab secara lebih fleksibel melalui media digital. 15 Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning terus mengalami perkembangan melalui integrasi antara tradisi pendidikan pesantren dengan inovasi teknologi pembelajaran modern. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman, pembentukan karakter santri, dan pengembangan kehidupan sosial keagamaan masyarakat Muslim di Indonesia. Pesantren memiliki karakteristik khas berupa keberadaan kiai sebagai figur sentral pendidikan, santri sebagai peserta didik, masjid sebagai pusat aktivitas pembelajaran, serta kitab kuning sebagai sumber utama pembelajaran Islam Saini menjelaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan sosial tanpa H A Sukur and B Budiyanto. AoAnalisis Etnografis Terhadap Kitab Kuning Dalam Tradisi PesantrenAo. A Aoid: Jurnal Studi Bahasa Arab Dan Kitab A, 2025 . M M Ibrahim. AoIntegrasi Metode Tradisional Dan Modern Dalam Pembelajaran Kitab Kuning Di Pesantren Fatihul Ulum Al Mahfudz Manggisan TanggulAo. IQRO: Journal of Islamic Education, 2025 . Priyatna. ZA, and Barni. Fauziyah. Alvianti, and Kamilah. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 meninggalkan identitas tradisionalnya 16. Selain itu. Ayubbi menjelaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan budaya Islam, pembentukan moral, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat. 17 Berdasarkan pandangan tersebut, pesantren dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus membangun adaptasi terhadap perkembangan sosial dan teknologi modern. Pesantren di Indonesia memiliki berbagai bentuk kategorisasi dan manifestasi berdasarkan sistem pendidikan, pola pengelolaan, serta tingkat adaptasinya terhadap perkembangan teknologi digital. Secara umum pesantren dibedakan menjadi pesantren salaf yang mempertahankan sistem pembelajaran tradisional berbasis kitab kuning dan pesantren modern yang mengintegrasikan pendidikan formal serta teknologi pembelajaran modern. Pesantren salaf mulai melakukan adaptasi terhadap perkembangan Society 5. 0 melalui penguatan literasi digital dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Sementara itu, pesantren modern mulai mengembangkan sistem pendidikan berbasis digital guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kualitas manajemen pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pesantren terus mengalami perkembangan dalam bentuk sistem pendidikan, metode pembelajaran, dan pengelolaan kelembagaan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Islam tradisional yang menjadi identitas utama pesantren di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengkaji fenomena transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital yang ditandai dengan perubahan metode pembelajaran dari sistem tradisional menuju pembelajaran berbasis teknologi digital. Perubahan tersebut terlihat melalui penggunaan kitab digital, media pembelajaran daring, video kajian kitab kuning, serta platform pembelajaran virtual dalam lingkungan Fenomena ini menunjukkan adanya upaya pesantren dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi modern tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam klasik. Priyatna. ZA, dan Barni menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning merupakan bentuk integrasi antara tradisi pendidikan pesantren dengan inovasi teknologi pembelajaran modern. Kondisi tersebut menjadi dasar penting penelitian ini dalam memahami perubahan M Saini. AoPesantren Dalam Era Digital: Antara Tradisi Dan TransformasiAo. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 2024 . S A Al Ayubbi. AoKepemimpinan Kiai Dalam Transformasi Pendidikan Pesantren Di Era DisrupsiAo. Journal Social Movements, . Priyatna. ZA, and Barni. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pola pembelajaran kitab kuning di era digital. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. yang dilakukan melalui pengumpulan data dari berbagai sumber literatur relevan. Data primer dalam penelitian ini berasal dari jurnal dan penelitian ilmiah yang membahas transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari buku, artikel ilmiah, prosiding, dan berbagai literatur lain yang berkaitan dengan transformasi digital, pembelajaran kitab kuning, dan pesantren. Zed menjelaskan bahwa penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang memanfaatkan sumber pustaka sebagai data utama dalam proses penelitian. Dengan demikian, penelitian ini berupaya membangun analisis berdasarkan berbagai sumber akademik yang relevan dan kredibel. Teori dasar dalam penelitian ini menggunakan teori transformasi pendidikan yang berakar pada teori Diffusion of Innovation yang dikembangkan oleh Everett M. Rogers tahun 1962. Teori tersebut menjelaskan bahwa inovasi akan diterima melalui proses adaptasi sosial dan perubahan budaya dalam suatu lingkungan masyarakat. 20 Dalam konteks penelitian ini, teori transformasi pendidikan digunakan untuk menjelaskan bagaimana pesantren melakukan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran kitab kuning tanpa menghilangkan identitas pendidikan Islam tradisional. Syaiful. Hermina, dan Huda menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital menunjukkan adanya integrasi antara metode pembelajaran klasik dengan media pembelajaran digital. 21 Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, klasifikasi sumber data, analisis data, dan penarikan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan laporan akademik yang berkaitan dengan penelitian. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang relevan mengenai transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital. Seluruh data yang diperoleh Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2. , hlm. 3Ae5. Everett M. Rogers. Diffusion of Innovations, 5th ed. (New York: Free Press, 2. , 11Ae16. Syaiful. Hermina, and Huda. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 kemudian diklasifikasikan berdasarkan fokus penelitian untuk mempermudah proses analisis data secara sistematis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan content analysis atau analisis isi. Teknik ini dilakukan melalui proses identifikasi, interpretasi, dan penarikan makna terhadap berbagai data yang diperoleh dari sumber literatur penelitian. Krippendorff menjelaskan bahwa content analysis merupakan teknik analisis data yang digunakan untuk memahami pola dan makna informasi dalam suatu dokumen secara sistematis. 22 Melalui teknik analisis ini, penelitian berupaya mengidentifikasi bentuk transformasi pembelajaran kitab kuning, integrasi teknologi digital dalam pendidikan pesantren, serta implikasinya terhadap keberlangsungan tradisi intelektual Islam di era digital. HASIL PENELITIAN Transformasi digital dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren menunjukkan adanya perubahan pola pembelajaran dari sistem konvensional menuju penggunaan media berbasis teknologi digital. Berdasarkan berbagai kajian literatur, transformasi tersebut terlihat melalui penggunaan aplikasi kitab kuning digital, platform pembelajaran daring, media sosial pendidikan Islam, serta video pembelajaran berbasis virtual dalam proses pengajaran di pesantren. Penggunaan teknologi digital dilakukan untuk mempermudah akses santri terhadap sumber pembelajaran kitab turats tanpa terbatas ruang dan waktu. Yazmi. Putri, dan Azwendra menjelaskan bahwa transformasi digital di pesantren ditandai dengan meningkatnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi untuk mendukung efektivitas pembelajaran santri. 23 Selain itu. Zuraida dan Setiawan menjelaskan bahwa transformasi digital pesantren dilakukan melalui penguatan inovasi pembelajaran dan pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi Klaus Krippendorff. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, 4th ed. (California: Sage Publications, 2. , hlm. 24Ae27. A Yazmi. N E Putri, and W Azwendra. AoTransformasi Digital Dalam Efektivitas Pembelajaran Pondok PesantrenAo. Proceeding A, . Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 24 Data tersebut menunjukkan bahwa pesantren mulai melakukan adaptasi pembelajaran melalui integrasi teknologi digital dalam proses pendidikan Islam tradisional. Eksplanasi data transformasi digital dalam pembelajaran kitab kuning tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga berkaitan dengan perubahan budaya belajar santri di lingkungan pesantren. Penggunaan kitab digital, video memperoleh akses pembelajaran yang luas dibandingkan sistem pembelajaran konvensional. Khasanah. Puspitasari, dan Jauhariyah menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan pesantren memberikan peluang pengembangan pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan generasi digital. Selain itu. Sri Lestari menjelaskan bahwa transformasi digital pesantren juga terlihat melalui perubahan pola komunikasi pendidikan yang lebih fleksibel melalui media digital. 25 Data tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital telah menghadirkan perubahan pola interaksi pembelajaran di pesantren melalui penggunaan teknologi pendidikan modern. Relasi data antara deskripsi dan eksplanasi transformasi digital menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pendidikan memiliki hubungan langsung dengan realitas perubahan sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan media digital sebagai sarana pembelajaran kitab kuning di berbagai pesantren modern maupun pesantren salaf. Kondisi pembelajarannya dengan perkembangan teknologi informasi tanpa menghilangkan identitas pendidikan Islam tradisional. Relasi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan pesantren menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberlangsungan pembelajaran kitab kuning di tengah Zuraida and Setiawan. Sri Lestari. AuDigital Transformation of Pesantren: An Analysis of Online Learning Management and the Strengthening of Character Values in the Society 5. 0 Era,Ay Journal of Education Management and Islamic Leadership. Vol. No. , hlm. 71Ae73. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 perkembangan era digital. Penggunaan media digital dalam pembelajaran kitab kuning juga memperlihatkan adanya perubahan pola pembelajaran yang lebih fleksibel dan mudah diakses oleh santri. Dengan demikian, transformasi digital menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan pesantren modern. Pembelajaran kitab kuning di pesantren tetap menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan Islam tradisional meskipun mengalami perkembangan metode pembelajaran di era digital. Berdasarkan kajian literatur, pembelajaran kitab kuning dilakukan melalui metode sorogan, bandongan, wetonan, dan halaqah yang berorientasi pada penguatan pemahaman ilmu-ilmu keislaman klasik. Kitab kuning digunakan sebagai sumber utama pembelajaran ilmu fikih, tafsir, hadis, tasawuf, akhlak, dan ilmu alat di pesantren. Syaiful. Hermina, dan Huda menjelaskan bahwa pembelajaran kitab kuning memiliki karakteristik khas berupa hubungan edukatif langsung antara kiai dan santri dalam proses transmisi ilmu 26 Selain itu. Sukur dan Budiyanto menjelaskan bahwa tradisi pembelajaran kitab kuning menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi intelektual pesantren di Indonesia. 27 Data tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning tetap menjadi fondasi utama pendidikan pesantren meskipun berada dalam perkembangan era digital. Eksplanasi data menunjukkan bahwa perkembangan pembelajaran kitab kuning di era digital telah memunculkan berbagai bentuk inovasi pembelajaran tanpa menghilangkan metode tradisional Digitalisasi pembelajaran kitab kuning terlihat melalui penggunaan kitab elektronik, video pengajian virtual, podcast pembelajaran pesantren, dan pembelajaran daring digunakan untuk pembelajaran santri. Fauziyah. Alvianti, dan Kamilah menjelaskan bahwa digitalisasi metode bandongan memungkinkan santri memperoleh akses pembelajaran kitab kuning secara lebih fleksibel melalui media digital. 28 Selain itu. Ibrahim menjelaskan bahwa integrasi metode tradisional dan modern dalam Syaiful. Hermina, and Huda. Sukur and Budiyanto. Fauziyah. Alvianti, and Kamilah. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pembelajaran pesantren di era digital. 29 Data tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning mengalami perkembangan metode pembelajaran melalui penggunaan teknologi digital sebagai media pendukung pembelajaran. Relasi data antara deskripsi dan eksplanasi pembelajaran kitab kuning menunjukkan bahwa perubahan metode pembelajaran di pesantren memiliki keterkaitan dengan realitas perkembangan teknologi pendidikan modern. Penggunaan media digital dalam pembelajaran kitab kuning menunjukkan adanya proses adaptasi pesantren terhadap kebutuhan pembelajaran generasi digital. Kondisi pembelajaran daring dan media digital sebagai sarana pengajaran kitab kuning di berbagai pesantren. Relasi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital mengalami perkembangan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan mudah diakses oleh santri tanpa meninggalkan tradisi pembelajaran pesantren. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa integrasi teknologi digital menjadi bagian dari perkembangan sistem pendidikan Islam di Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional mengalami perkembangan sistem pendidikan seiring meningkatnya pengaruh teknologi digital dalam dunia pendidikan. Berdasarkan kajian literatur, pesantren memiliki karakteristik utama berupa keberadaan kiai, santri, masjid, asrama, dan pembelajaran kitab kuning sebagai pusat pendidikan Islam tradisional. Pesantren juga memiliki fungsi sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman, pembentukan karakter santri, dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat Muslim. Saini menjelaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya. 30 Selain itu. Ayubbi menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam keberlanjutan nilai-nilai Islam di tengah perkembangan era disrupsi digital. 31 Data Ibrahim. Saini. Ayubbi. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 tersebut menunjukkan bahwa pesantren tetap mempertahankan fungsi pendidikan Islam tradisional meskipun berada dalam perkembangan teknologi modern. Eksplanasi data menunjukkan bahwa perkembangan pesantren di era digital memunculkan berbagai bentuk transformasi kelembagaan pendidikan Islam. Transformasi tersebut terlihat melalui pengembangan pesantren digital, penguatan literasi teknologi bagi santri, penggunaan media sosial pendidikan, serta Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pesantren mulai melakukan penyesuaian sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi modern. Penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan pendidikan juga memperlihatkan adanya perubahan pola komunikasi pendidikan yang lebih terbuka dan fleksibel di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pesantren mengalami perkembangan sistem pendidikan melalui integrasi teknologi digital dalam pengelolaan pendidikan dan proses pembelajaran. Relasi data antara deskripsi dan eksplanasi pesantren menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital memiliki hubungan langsung dengan perubahan sistem pendidikan pesantren di era modern. Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan pesantren menunjukkan adanya upaya adaptasi kelembagaan pendidikan Islam terhadap perkembangan masyarakat digital. Kondisi tersebut terlihat melalui penggunaan media pembelajaran daring, pengembangan literasi digital santri, dan digitalisasi pembelajaran kitab kuning di lingkungan pesantren. Relasi tersebut menunjukkan bahwa pesantren terus mengalami perkembangan sistem pendidikan dan pembelajaran sebagai bentuk respons terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi di era digital. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pesantren tetap mempertahankan identitas pendidikan Islam tradisional meskipun mengalami transformasi sistem pendidikan berbasis teknologi digital. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital berlangsung melalui proses integrasi antara metode Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pembelajaran tradisional dengan penggunaan teknologi digital dalam sistem pendidikan pesantren. Transformasi tersebut terlihat melalui pemanfaatan kitab digital, media pembelajaran daring, video kajian virtual, serta penggunaan platform digital sebagai sarana pembelajaran kitab kuning. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pesantren tidak lagi sepenuhnya mempertahankan pola pembelajaran konvensional, tetapi mulai melakukan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi pendidikan modern. Meskipun demikian, hasil penelitian memperlihatkan bahwa pesantren tetap mempertahankan karakteristik utama pendidikan Islam tradisional seperti sistem sanad, hubungan edukatif antara kiai dan santri, serta penguatan nilai adab dalam pembelajaran kitab kuning. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa transformasi digital di pesantren bukan merupakan bentuk penghapusan tradisi pendidikan Islam klasik, melainkan proses pembelajaran kitab kuning di tengah perkembangan era digital. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk adaptasi teknologi digital dalam pembelajaran kitab kuning serta strategi integrasi antara tradisi pesantren dan teknologi modern menunjukkan adanya relevansi antara perkembangan teknologi pendidikan dengan keberlangsungan tradisi intelektual pesantren. Penelitian ini memiliki keterkaitan dengan berbagai penelitian terdahulu yang membahas transformasi pendidikan pesantren di era digital, namun penelitian ini menunjukkan fokus yang lebih spesifik pada pembelajaran kitab kuning sebagai inti pendidikan pesantren. Penelitian Syaiful. Hermina, dan Huda menitikberatkan pada perubahan metode pembelajaran kitab kuning di era digital, sedangkan penelitian ini memperlihatkan bahwa transformasi pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan perubahan media pembelajaran, tetapi juga menyangkut perubahan pola interaksi pendidikan, sistem transmisi ilmu, dan penguatan literasi digital santri. 32 Penelitian Fauziyah. Alvianti, dan Kamilah juga menjelaskan digitalisasi metode bandongan sebagai inovasi pembelajaran pesantren, namun penelitian ini memperlihatkan bahwa digitalisasi pembelajaran kitab kuning Syaiful. Hermina, and Huda. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 memiliki implikasi yang lebih luas terhadap keberlanjutan tradisi pendidikan Islam Keunggulan menghubungkan transformasi digital dengan keberlangsungan nilai turats, sistem sanad keilmuan, dan identitas pendidikan pesantren di tengah perkembangan teknologi modern. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital. Refleksi hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital menjadi indikator bahwa pendidikan Islam tradisional memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi modern. Pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama yang mempertahankan tradisi keilmuan Islam klasik, tetapi juga mulai membangun sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan generasi digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran kitab kuning dapat menjadi sarana penguatan akses pendidikan Islam tanpa menghilangkan identitas utama Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran kitab kuning memberikan peluang bagi pesantren untuk memperluas jangkauan pendidikan Islam kepada masyarakat yang lebih Selain itu, refleksi penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital pesantren sangat dipengaruhi oleh kemampuan pesantren dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan penguatan nilai adab serta tradisi keilmuan Islam klasik. Oleh karena itu, penelitian ini memperlihatkan bahwa transformasi digital dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan pendidikan Islam yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Implikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan sistem pendidikan Islam di era digital. Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran pesantren memberikan peluang untuk meningkatkan efektivitas Fauziyah. Alvianti, and Kamilah. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pembelajaran, memperluas akses pendidikan, dan memperkuat literasi digital Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran kitab kuning memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih fleksibel tanpa terbatas ruang dan waktu. Implikasi lain dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki peluang untuk mengembangkan model pembelajaran hybrid yang mengombinasikan metode tradisional seperti sorogan dan bandongan dengan penggunaan teknologi digital sebagai media pembelajaran modern. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan pengembangan kebijakan pendidikan pesantren yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan inovasi pembelajaran kitab kuning berbasis digital yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional pesantren sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren terjadi karena adanya tuntutan perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi sistem pendidikan Islam. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola belajar generasi santri yang lebih dekat dengan penggunaan media digital dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Kondisi tersebut mendorong pesantren untuk melakukan penyesuaian sistem pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Selain itu, transformasi pembelajaran kitab kuning juga terjadi karena meningkatnya kebutuhan akses pembelajaran yang lebih fleksibel dan efisien di era digital. Penggunaan kitab digital, platform pembelajaran daring, dan media pembelajaran virtual menjadi bagian dari respons pesantren terhadap perubahan pola komunikasi dan perkembangan teknologi pendidikan. Di sisi lain, mempertahankan keberlangsungan tradisi intelektual Islam agar tetap dapat diakses oleh generasi digital. Oleh karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning merupakan bentuk adaptasi Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pendidikan pesantren terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas utama pendidikan Islam tradisional. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan dalam pengembangan transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital. Pertama, pesantren perlu memperkuat infrastruktur teknologi pendidikan guna mendukung efektivitas pembelajaran berbasis digital. Kedua, peningkatan literasi digital bagi kiai, ustaz, dan santri menjadi langkah penting agar penggunaan teknologi dalam pembelajaran kitab kuning dapat dilakukan secara optimal. Ketiga, pesantren perlu mengembangkan model pembelajaran integratif yang mampu mengombinasikan metode tradisional pesantren dengan teknologi pembelajaran modern tanpa menghilangkan nilai sanad, adab, dan karakteristik pendidikan Islam klasik. Keempat, diperlukan penguatan regulasi dan kebijakan pendidikan pesantren yang mendukung pengembangan digitalisasi pembelajaran kitab kuning secara sistematis dan Selain itu, pengembangan media pembelajaran kitab kuning berbasis digital juga perlu dilakukan melalui inovasi aplikasi, platform pembelajaran virtual, dan digitalisasi kitab turats yang mudah diakses oleh santri. Dengan demikian, transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren dapat berlangsung secara adaptif, inovatif, dan tetap mempertahankan identitas pendidikan Islam tradisional di era digital. KESIMPULAN Temuan paling penting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital ternyata tidak menghilangkan identitas tradisional pesantren sebagaimana banyak dikhawatirkan sebelumnya, melainkan justru memperkuat keberlangsungan transmisi ilmu keislaman melalui integrasi teknologi digital dalam sistem pendidikan pesantren. Pembelajaran kitab kuning yang selama ini identik dengan metode sorogan, bandongan, dan wetonan mengalami perkembangan melalui penggunaan kitab digital, platform pembelajaran daring, video kajian virtual, serta media pembelajaran berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai sanad, adab, dan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 otoritas keilmuan kiai sebagai pusat transmisi ilmu Islam klasik. Temuan ini memperlihatkan bahwa pesantren memiliki kemampuan adaptasi yang sangat kuat karakteristik utama pendidikan Islam tradisional. Bahkan, transformasi digital dalam pembelajaran kitab kuning menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana strategis dalam memperluas akses pendidikan Islam, memperkuat efektivitas pembelajaran, dan menjaga keberlanjutan tradisi turats di tengah perkembangan masyarakat digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital di pesantren bukanlah bentuk pergeseran identitas pendidikan Islam, tetapi merupakan bentuk inovasi pendidikan yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan keilmuan pendidikan Islam baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat kajian mengenai transformasi pendidikan pesantren melalui pendekatan integratif antara tradisi pembelajaran kitab kuning dan teknologi digital dalam pendidikan Islam. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa teori transformasi pendidikan dapat diterapkan dalam konteks pesantren tanpa menghilangkan sistem sanad, adab, dan karakteristik utama pendidikan Islam klasik. Selain itu, penelitian ini memberikan penguatan konseptual bahwa digitalisasi pendidikan pesantren bukan sekadar perubahan media pembelajaran, tetapi juga bagian dari strategi mempertahankan keberlangsungan tradisi intelektual Islam di era digital. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pesantren, pendidik, dan pengambil kebijakan pendidikan Islam dalam mengembangkan model pembelajaran kitab kuning berbasis digital yang adaptif, inovatif, dan tetap mempertahankan nilai-nilai turats. Penelitian ini juga memberikan arah pengembangan pembelajaran pesantren yang mampu menjawab kebutuhan generasi digital tanpa menghilangkan identitas pendidikan Islam tradisional sebagai pusat pembentukan ilmu, akhlak, dan karakter santri. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup kajian yang berfokus pada pendekatan kepustakaan sehingga data penelitian sepenuhnya Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 diperoleh melalui berbagai sumber literatur akademik tanpa melakukan observasi lapangan secara langsung pada praktik digitalisasi pembelajaran kitab kuning di Selain itu, penelitian ini lebih menitikberatkan pada transformasi pembelajaran kitab kuning dalam konteks umum pesantren di Indonesia sehingga belum menggambarkan secara spesifik perbedaan pola transformasi digital antara pesantren salaf, pesantren modern, maupun pesantren berbasis teknologi digital. Keterbatasan tersebut membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian lapangan secara lebih mendalam mengenai implementasi digitalisasi pembelajaran kitab kuning di berbagai tipe pesantren. Penelitian berikutnya juga dapat mengembangkan kajian mengenai efektivitas penggunaan media digital terhadap kualitas pemahaman kitab kuning santri, pengaruh transformasi digital terhadap hubungan edukatif antara kiai dan santri, serta model pengembangan pembelajaran kitab kuning berbasis artificial intelligence dalam pendidikan pesantren era Society 5. Dengan demikian, penelitian mengenai transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital masih memiliki ruang pengembangan yang luas dalam mendukung inovasi pendidikan Islam di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA