ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH INOVASI SIMPANAN. DAYA TARIK PROMOSI. KINERJA PELAYANAN TERHADAP MINAT MENABUNG ANGGOTA CREDIT UNION KHATULISTIWA BAKTI DI PONTIANAK Yohana Batore Was Email: yohanawas3@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi simpanan, daya tarik promosi dan kinerja pelayanan terhadap minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 120 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan menggunakan pengukuran skala Untuk mengelola data pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 22. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa inovasi simpanan, daya tarik promosi dan kinerja pelayanan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak yang diuji menggunakan uji korelasi, uji regresi linear berganda, uji f, dan uji t memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel minat menabung. KATA KUNCI: Inovasi simpanan, daya tarik promosi, kinerja pelayanan dan minat menabung. PENDAHULUAN Seiring berkembangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat keuangan serta perannya dalam membantu pengelolaan dana masyarakat, sehingga industri jasa keuangan ikut berkembang pula dan hal ini ditandai dengan banyaknya lembaga keuangan perbankan baik lokal, nasional maupun lembaga keuangan non perbankan seperti asuransi, lembaga pembiayaan, dan lembaga simpan pinjam. Credit Union (CU) merupakan koperasi simpan pinjam yang berperan dalam peningkatan kesejahteraan anggotanya melalui pelayanan jasa simpan pinjam. Credit Union di Kalimantan Barat sangat banyak tersebar sehingga banyak juga persaingan yang terjadi. Kesamaan inovasi simpan pinjam yang ditawarkan oleh Credit Union kepada masyarakat menyebabkan tidak ada perbedaan presepsi nilai produk yang membuat mereka harus melakukan pilihan diantara Credit Union tersebut. Hal ini perlu disadari Credit Union sehingga perlu dibuat strategi inovasi simpanan agar inovasi simpanan mereka berbeda dengan Credit Union yang lainnya. Tujuannya adalah antara ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 inovasi simpanan memiliki nilai unggul sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk menjadi anggota Credit Union. Daya tarik promosi biasa dilakukan untuk menciptakan suatu peluang bisnis baru dengan kesempatan yang kreatif dan inovatif dalam sebuah bisnis sehingga dapat mencari peluang baru dalam usaha dan dapat bersaing denganCcredit Union sejenis yang memberikan ciri khas suatu keunggulan sendiri. Salah satu bentuk kinerja pelayanan yang dilakukan Credit Union adalah untuk dapat menghadapi persaingan perusahaan untuk memberikan suatu pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat yang memerlukan jasa-jasa perusahaan. Kinerja pelayanan yang baik membuat masyarakat merasa puas terhadap suatu pelayanan yang baik dan akan menumbulkan kesetiaan masyarakat untuk menabung dimasa yang akan datang. Hal ini dapat dilihat dengan cara meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dengan memberikan pelayanan yang baik, yang diharapkan dapat membuat pelanggan untuk kembali melakukan transaksi. KAJIAN PUSTAKA Inovasi Simpanan Inovasi bergerak selangkah lebih maju dengan mengkonversikan penerapan untuk menghasilkan produk yang dapat dipasarkan. Inovasi simpanan sering dikaitkan dengan teknologi, karena dengan adanya teknologi memudahkan perusahaan mengembangkan ide yang akan membantu tercapainnya tujuan perusahaan (Kevin, 2. Menurut Lamb al . Inovasi simpanan adalah strategi pemasaran yang memerlukan penciptaan produk baru yang dapat dipasarkan dan proses merubah aplikasi untuk teknologi baru kedalam produk yang dapat dipasarkan. Menurut Kotler dan Amstrong . Inovasi simpanan adalah suatu perusahaan habis mengembangkan produk baru. Produk baru membentuk masa depan perusahaan. Produk pengganti harus diciptakan untuk mempertahankan atau membangun penjualan, perusahaan dapat menambah produk baru melalui akuisisi atau inovasi produk baru. Inovasi simpanan dapat didefinisikan dengan indikator-indikator sebagai berikut (Kotler dan Armstrong, 2002: . Kualitas produk . roduct qualit. merupakan salah satu sarana positioning utama pemasaran. Kualitas mempunyai dampak langsung pada kinerja produk ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 atau jasa, oleh karena itu kualitas berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan Dalam arti yang lebih sempit, kualitas bisa didefinisikan sebagai bebas dari kerusakan. Fitur produk merupakan sebuah produk yang dapat ditawarkan dalam beragam Model dasar, model tanpa tambahan apa pun, merupakan titik awal. Perusahaan dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan menambahkan lebih banyak fitur. Fitue merupakan sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang bernilai adalah salah saru cara paling efektif untuk bersaing. Gaya dan desain produk,cara ini menambah nilai pelanggan adalah memulai gaya dan desain produk yang berbeda. Desain merupakan suatu konsep yang lebih besar dari pada gaya. Gaya hanya menggambarkan penampilan produk. Daya Tarik Promosi Menurut Lapian dan Kawet . Daya tarik promosi merupakan suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai ke penjualan akhir. Produsen menyatakan keberadaan merek dan membujuk konsumen untuk membeli dengan mengatakan bahwa produk tersebut memiliki atribut-atribut yang bervariasi. Tujuan dilakukan promosi untuk sebagai sarana menyebarkan informasi dan membujuk masyarakat mengenal produk dan perusahaan agar masyarakat bersedia membeli dan menerima produk yang ditawarkan perusahaan yang Sebuah kegiatan promosi dianggap menarik oleh konsumen saat pesan dari promosi tersebut dapat tersampaikan ke konsumen dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Menurut Lapian dan Kawet . Daya tarik promosi merupakan suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai ke penjualan akhir. Produsen menyatakan keberadaan merek dan membujuk konsumen untuk membeli dengan mengatakan bahwa produk tersebut memiliki atribut-atribut yang bervariasi. Tujuan dilakukan promosi untuk sebagai sarana menyebarkan informasi dan membujuk masyarakat mengenal produk dan perusahaan agar masyarakat bersedia membeli dan menerima produk yang ditawarkan perusahaan yang Sebuah kegiatan promosi dianggap menarik oleh konsumen saat pesan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dari promosi tersebut dapat tersampaikan ke konsumen dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Menurut Fandy Tjiptono . 8: . : kegiatan promosi tujuan utamanya adalah mencari laba, dan promosi harus mendasarkan kepada tujuan sebagai berikut: Menginformasikan, kegiatan promosi yang bertujuan untuk berusaha menginformasikan konsumen akan merek atau produk tertentu yang sudah lama tetapi belum luas terdengar oleh konsumen. Membujuk, kegiatan promosi yang bersifat membujuk dan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian atas produk yang ditawarkan. Mengingatkan, kegiatan promosi yang bersifat mengingatkan ini dilakukan untuk mempertahankan merek produk dihati masyarakat dan mempertahankan pembeli yang akan melakukan transaksi pembelian secara terus-menerus. Daya tarik promosi dapat didefinisikan indikator-indikator produk yaitu sebagai berikut (Kotler dan Armstrong 2008 dan Mandagie, 2. Meaningful . emiliki makn. , yaitu daya tarik promosi yang menunjukkan manfaat yang membuat produk lebih diinginkan atau lebih menarik lagi. Distinctive . erbeda dari pesain. , daya tarik promosi yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada konsumen harus lebih baik di banding iklan merek Believable . apat dipercay. , daya tarik promosi yang dapat membuat konsumen percaya bahwa produk tersebut akan memberikan manfaat seperti yang dijanjikan dan menyampaikan informasi sesuai. Kinerja Pelayanan Bastian . Kinerja pelayanan merupakan bentuk tanggung jawab atas proses perencanaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Setiap aparatur mempunyai target pencapaian terhadap kinerja yang mereka lakukan. Target pencapaian terhadap kinerja merupakan bentuk komitmen pegawai dalam meningkatkan kinerja pelayanan. Menurut Wibawa . mengungkapkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja dari suatu individu atau organisasi dibandingkan dengan apa yang seharusnya dicapapi oleh yang Kinerja bukan hal yang objektif, tetapi subjektif dalam prinsipnya yaitu tergantung dari ukuran, standar yang dipakai dan tergantung dari orang yang menilai waktu dan tempat penilaian. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Kinerja layanan . ervice performanc. merupakan kinerja dari pelayanan yang diterima oleh konsumen itu sendiri dan menilai kualitas dari pelayanan yang benarbenar mereka rasakan (Cronin dan Taylor 2006. Performance atau kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab masingmasing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral ataupun etika. restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Maka dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Kinerja pelayanan dapat didefinisikan dengan indikator-indikator sebagai berikut (Richard & Gallagher 2000:. Kemampuan (Abilit. Yaitu pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kerja yang ditekuni, komunikasi yang efektif . ehingga penyampaian informasi dapat dilaksanakan dengan sempurn. Hal ini dapat diperoleh dengan pelatihan Personal Relation . ari mulai cara bicara, menjawab panggilan telepon kemudian menjelaskan sesuatu, pengendalian emosi, dan lain lai. Sikap (Attitud. Perilaku atau perangai yang harus ditonjolkan ketika menghadapi pelanggan. Sikap atau perilaku ini berkaitan erat dengan kodisi yang ada di dalam diri seseorang maka dapat diartikan sikap sebagai alur pengekpresian perasaan . dari seseorang kepada pihak lain. Penampilan (Appearanc. Penampilan fisik dan non fisik yang menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dan kredibilitas dari pihak lain. Penampilan fisik disini adalah cara berpakaian atau berhias, dan ekspresi wajah. Sedangkan yang non fisik lebih kepada kepribadian dari yang memberikan pelayanan serta ketulusan hati dalam memberikan pelayanan yang nantinya akan terpancar pada ekspresi wajah. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Minat Menabung Minat menabung dapat juga dilakukan sebagai minat anggota credit union produk jasa simpanan padacredit union tersebut. Menurut (Kotler, 2. : Minat beli merupakan suatu perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian. Bob Sabran . 4: . minat beli adalah perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukan keinginan seseorang untuk melakukan pembelian. Minat . digambarkan sebagai situasi seseorang sebelum melakukan tindakan, yang dapat dijadikan dasar untuk memprediksi perilaku atau tindakan tersebut. Menurut Ferdinand . , minat menabung indikator-indikator sebagai berikut: Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat. Inovasi simpanan, daya tarik promosi dan kinerja pelayanan memiliki pengaruh terhadap minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. Berikut kerangka berpikir dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan rumusan masalah yang sudah uji, maka diperoleh hipotesis sebagai H1: Inovasi simpanan berpengaruh positif terhadap minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. H2: Daya tarik promosi berpengaruh positif terhadap minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. H3: Kinerja pelayanan berpengaruh positif terhadap minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 GAMBAR 1 KERANGKA BERPIKIR Inovasi Simpanan (X. Daya Tarik Promosi (X. Minat Menabung (Y) Kinerja Pelayanan (X. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode kuantitatif, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan rating scale. Populasi yang digunakan adalah jumlah nasabah pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak pada tahun 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden menggunakan teknik purposive sampel adalah pemilihan Ausampel bertujuanAy ini dilakukan karena mungkin saja peneliti telah memahami bahwa informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari satu kelompok sasaran tertentu yang mampu memberikan informasi yang dikehendaki karena mereka memang memiliki informasi seperti itu dan mereka memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Alat analisis data mengunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi (R. , uji koefisien korelasi, uji autokorelasi, uji analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t yang diuji dengan program SPSS versi 22. PEMBAHASAN Uji Validitas Berdasarkan nilai dari Rtabel ditentukan berdasarkan rumus df . egree of freedo. = n-2, dengan sampel yang diolah sebesar 120 responden sehingga menghasilkan nilai Rtabel sebesar 0,1793. dapat diketahui bahwa rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dikatakan bahwa indikator dari pernyataan variabel inovasi produk simpanan (X. , variabel daya tarik promosi (X. , variabel kinerja pelayanan (X. dan variabel minat menabung (Y) valid. Artinya variabel penelitian dapat dilanjutkan ke pengujian Uji Reliabilitas Instrument yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat diandalkan dan diketahui konsistensinya. Dasar asumsi yang digunakan adalah nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,70 dan hasil dari pengujian variabel inovasi produk simpanan, daya tarik promosi, kinerja pelayanan dan minat menabung berada di atas 0,70, maka instrumen yang digunakan adalah reliabel dan dapat diandalkan. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah variabel apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Nilai Asymp. Sig. -taile. lebih besar dari 0,05 atau 0,200 > 0,05, maka dapat diketahui bahwa data terdistribusi dengan Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas dengan nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi gejala Dan apabila nilai signifikansi < 0,05 maka dinyatakan model regresi memiliki gejala heteroskedastisitas. nilai signifikansi pada variabel inovasi produk simpanan sebesar 0,204 > 0,05, pada variabel daya tarik promosi sebesar 0,310 > 0,05 dan variabel kinerja pelayanan sebesar 0,691 >0,05 sehingga dapat disimpulkan model regresi tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas. Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil uji multikolineritas, menunjukan nilai VIF dari variabel inovasi produk simpanan adalah 1,258 < 10 dan nilai tolerance 0,795 > 0,10. Nilai VIF dari variabel daya tarik promosi adalah 1,166 < 10 dan nilai tolerance 0,858 > 10. Nilai VIF dari variabel kinerja pelayanan adalah 1,220 < 10 dan nilai tolerance 0,819 > 10. Berdasarkan hasil dari pengujian tersebut maka tidak ada terjadi gejala multikolinearitas antara variabel inovasi produk simpanan, daya tarik promosi dan kinerja pelayanan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji Korelasi Pada variabel inovasi produk simpanan nilai perhitungan Pearson Correlation sebesar 0,473 nilai tersebut positif dan berada pada rentang 0,25 Ae 0,50 yang berarti menunjukkan hubungan korelasi cukup dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Pada variabel daya tarik promosi nilai perhitungan Pearson Correlation sebesar 0,460 nilai tersebut positif dan berada pada rentang 0,25 Ae 0,50 yang berarti menunjukkan hubungan korelasi cukup dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan hubungan yang Pada variabel kinerja pelayanan nilai perhitungan Pearson Correlation sebesar 0,571 nilai tersebut positif dan berada pada rentang 0,50 Ae 0,75 yang berarti menunjukan hubungan korelasi kuat dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki korelasi terhadap minat menabung. Uji Autokorelasi Hasil uji Durbin Waston sebesar 1,813 dan alpha yang digunakan adalah 0,05 atau 5 persen. Jumlah sampel yang digunakan 120 responden . dan jumlah variabel bebas 3 . , maka hasil yang diperoleh dengan nilai dl = 1,651 dan du = 1,753. Nilai DW 1,713 lebih kecil dari 2,247 . -d. dan nilai DW 1,813 lebih besar dari du = 1,753. Maka nilai autokorelasi di antara 1,753 < 1,813 < 2,247 sehingga penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi. Uji F TABEL 1 UJI F ANOVAa Model Regression Sum of Squares Mean Square 503,889 167,963 Residual 589,103 5,078 Total 1092,992 Sig. 33,074 ,000b Dependent Variable: Minat Menabung Predictors: (Constan. Kinerja Pelayanan. Daya Tarik Promosi. Inovasi Simpanan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel X secara silmultan bersamasama terhadap variabel Y. Jika nilai sig < 0,05 berarti model regresi sudah fit, sehingga layak untuk menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan nilai signifikan (Sig. ) dari output anova. Nilai Sig. dari variabel adalah 0,000< 0,05, yang berarti inovasi simpanan (X. ,daya tarik promosi (X. dan kinerja pelayanan (X. secara silmultan berpengaruh terhadap minat menabung. Uji Determinasi (R. TABEL 2 UJI R Model Summary Model R Square ,679a Std. Error of the Estimate Adjusted R Square ,461 ,447 2,254 Predictors: (Constan. Kinerja Pelayanan. Daya Tarik Promosi. Inovasi Simpanan Nilai Adjusted R Square adalah 0,447 atau sebesar 44,70 persen, yang artinya bahwa inovasi simpanan, daya tarik promosi dan kinerja pelayanan mempengaruhi minat menabung sebesar 44,70 persen sedangkan sisanya 55,30, persen dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji Regresi Linier Berganda TABEL 3 UJI REGRESI LINIER BERGANDA Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. 1,870 ,064 5,327 2,848 Inovasi Simpanan ,225 ,076 ,226 2,950 ,004 Daya Tarik Promosi ,315 ,087 ,266 3,617 ,000 Kinerja Pelayanan ,598 ,111 ,406 5,393 ,000 Dependent Variable: Minat Menabung Pada uji regresi liner berganda hasil koefisien regresi variabel inovasi simpanan, daya tarik promosi dan kinerja pelayanan berpengaruh secara positif terhadap minat ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji t TABEL 4 UJI t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Inovasi Simpanan 5,327 ,225 Daya Tarikp Promosi ,315 Kinerja Pelayanan ,598 Dependent Variable: Minat Menabung Standardized Coefficients Std. Error 2,848 ,076 Beta ,087 ,111 ,226 Sig. 1,870 ,064 2,950 ,004 ,266 ,406 3,617 5,393 ,000 ,000 Diketahui nilai signifikan untuk variabel inovasi simpanan sebesar 0,002 < 0,05, sehingga pelatihan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, untuk variabel motivasi kerja sebesar 0,000 < 0,05 sehingga daya tarik promosi berpengaruh signifikan terhadap minat menabung. Variabel kinerja pelayanan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap minat menabung. Jadi kesimpulan hipotesisnya adalah H1. H2 dan H3 diterima. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Variabel inovasi simpanan, daya tarik promosi dan kualitas pelayanan, memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. Inovasi simpanan yang semakin berkembang dan memiliki berbagai macam variasi sangat membantu anggota dalam memilih tabungan, daya tarik promosi yang dinikmati oleh anggota dapat membuat anggota tetap bertahan dan meningkatkan minat menabung hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kinerja pelayanan yang diberikan kepada anggota, maka secara kuat akan meningkatkan minat menabung pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. Keterbatasan penelitian, hasil uji R2 juga terbilang kecil yaitu 0,047 atau sebesar 44,70 persen sehingga perlu dilakukan penelitian ulang terhadap variabel lainnya. Salah satu faktor penyebab keterbatasan penelitian lainnya yaitu dengan menggunakan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 kuesioner terkadang jawaban yang diberikan responden tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Kemudian adanya kendala teknis saat menyebarkan kuesioner secara langsung mengingat adanya pandemi covid-19. Kurangnya dokumentasi berupa gambar atau wawancara agar lebih memperkuat penelitian yang dilaksanakan. Adapun saran-saran dari penulis berdasarkan hasil penelitian pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak adalah sebagai berikut: Hendaknya Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak lebih memperhatikan kembali inovasi simpanan agar lebih mudah dipahami oleh anggota atau calon anggota yang akan menabung, serta sediakan buku tabungan bagi anggota penyandang disabilitas tunanetra sediakan buku tabungan yang memiliki huruf timbul agar dapat dibaca oleh anggota tunanetra. Hendaknya Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak agar memberikan promosi yang lebih menarik dan berbeda dari pesaing lain kepada anggota salah satu contoh saat mengadakan promosi adakan doorprize agar lebih menarik perhatian anggota maupun calon anggota. Dekati calon anggota dan mencari informasi mengenai kebutuhan yang diinginkan agar tepat sasaran saat menawarkan produk ketika sedang promosi. Serta mempromosikan produk melalui media sosial karena saat ini kalangan masyarakat lebih suka mencari informasi melalui media sosial dari pada membaca brosur yang dibagikan. Bagi Penulis selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel bebas dalam pengujian dan diuji kembali karena nilai R2 yang diapatkan adalah 0,447 atau sebsar 44,70 persen, hal ini menandakan bahwa masih terdapat keterbatasan variabel bebas dalam memengaruhi variabel terikat. DAFTAR PUSTAKA