Analisis Pemasaran Jagung Pipil (Zea mays var. Identitat. NK 6172 Perkasa Di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang (Marketing Analysis Of Pilled Corn (Zea mays var. Identitat. NK6172 Perkasa in Gemuh Village Pecalungan District Batang Regenc. Dowo1. Harum Sitepu2, dan Sulistyowati2 BPP Kecamatan Pecalungan-Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Staf Pengajar. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang Korespondensi: dowocahyo75@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang bulan Mei-Juni tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, mengetahui kondisi biaya margin pemasaran dan farmer's share, mengetahui tingkat efisiensi pada analisis pemasaran jagung pipil. Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dan Ex Post Facto penentuan responden dengan teknik snowball sampling, jenis dan sumber data yang digunakan data primer, data sekunder. Responden dalam penelitian ini yaitu 50 orang petani, 5 orang pedagang pengepul, dan 2 orang pedagang besar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara struktural, observasi dan pencatatan Metode analisis data:Untuk mengetaui margin pemasaran, efisiensi pemasaran dan farmer's share. Hasil penelitian: 1. Terdapat tiga saluran pemasaran: saluran pemasaran I (Petani Ae Konsume. , saluran pemasaran II (Petani Ae Pedagang Pengepul Ae Konsume. , dan saluran pemasaran i (Petani Ae Pedagang Pengepul Ae Pedagang Besar Ae Konsume. Biaya saluran I: Rp. 129,00. saluran II: 125,00. saluran i: Rp. 243,33. Margin saluran I: Rp 0,00. saluran II: Rp. 350,00. saluran i: Rp. 450,00. Farme's Share saluran I: 100 %. saluran II: 94,74 %. saluran i: 93,33 %. Efisiensi Pemasaran saluran I: 2,05 %. saluran II: 1,88 %, saluran i: 3,60 %. Kesimpulan: Terdapat 3 saluran pemasaran, biaya, margin, farmer's share dan efisiensi pemasaran pada proses pemasaran jagung pipil NK 6172 Perkasa di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang. Kata kunci: Analisis Pemasaran. Jagung Pipil. NK 6172 ABSTRACT This research was conducted in Gemuh Village. Pecalungan District. Batang Regency in May-June 2024. This research aims to determine marketing channel patterns, determine the conditions of marketing margin costs and farmer's share, and determine the level of efficiency in marketing analysis of shelled corn. Researchers used descriptive analysis and Ex Post Facto methods to determine respondents using snowball sampling techniques, the types and sources of data used were primary data and secondary data. The respondents in this research were 50 farmers, 5 collectors, and 2 wholesalers. Data collection methods in this research include structural interviews, observation and recording. Data analysis methods: To find out marketing margins, marketing efficiency and farmer's share. Research results: 1. There are three marketing channels: marketing channel I (Farmers Ae Consumer. , marketing channel II (Farmers Ae Collectors Ae Consumer. , and marketing channel i (Farmers Ae Collectors Ae Wholesalers Ae Consumer. Channel I cost: Rp. channel II: 125. channel i: Rp. Channel I margin: IDR 0. channel II: Rp. channel i: Rp. Farme's Share channel I: 100%. channel II: 94. channel i: 93. 33 %. Channel I Marketing Efficiency: 2. channel II: 1. 88 %, channel i: 60 %. Conclusion: There are 3 marketing channels, cost, margin, farmer's share and marketing efficiency in the marketing process of NK 6172 Perkasa shelled corn in Gemuh Village. Pecalungan District. Batang Regency. Keywords: Corn Shells. Marketing Analysis. NK 6172 Vol. No. 2 September 2025 PENDAHULUAN Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah. Khususnya bidang pertanian komuditas jagung. Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan dari keluarga rumput-rumputan yang digolongkan dalam tanaman biji-bijian yang bisa dijadikan bahan makanan pokok pengganti nasi dan berbagai macam makanan olahan, serta bagian dari tanaman jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti daun, batang, klobot dan Jagung NK 6172 Perkasa adalah varietas benih jagung baru yang memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai dengan tingkat produktivitas tinggi dan baik bagi petani setelah musim padi. Benih jagung NK 6172 Perkasa diproduksi oleh Syngenta Seed Station. Papar. Kediri. Jawa Timur. Menurut Stantion . pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barangbarang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Swastha, . berpendapat bahwa saluran pemasaran merupakan serangkaian organisasi yang saling bergantung satu sama lain. Sebuah saluran pemasaran melaksanakan tugas memindahkan barang dari produsen ke konsumen. Biaya pemasaran merupakan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan dalam pemasaran produk. Marjin pemasaran adalah selisih harga dari dua tingkat atau lebih pemasaran atau selisih harga yang dibayarkan oleh setiap tingkat konsumen dengan harga yang di terima produsen. Farmer's share merupakan bagian yang sangat penting diketahui untuk melihat saluran pemasaran yang digunakan efisien atau FarmerAs share adalah persentase perbandingan antara bagian harga yang diterima oleh petani dengan bagian harga di konsumen ahir (Soekartawi Efisiensi pemasaran adalah maksimisasi dari ratio input dan output. Input merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran yang terlibat dalam memasarkan hasil Sedangkan output adalah kepuasan dari konsumen. Perubahan yang mengurangi biaya input tampa mengurangi kepuasan konsumen akan meningkatkan efisiensi sedangkan perubahan yang mengurangi biaya input tetapi mengurangi kepuasan konsumen akan menurunkan efisiensi pemasaran (Soekartawi, 2. Desa Gemuh merupakan salah satu yang memiliki luasan panen tanaman jagung 183 hektar dan produksi jagung sebesar 1006,5 ton (BPS, 2. Kecamatan Pecalungan Desa Gemuh termasuk salah satu daerah sentra jagung di Kabupaten Batang. Produksi jagung pipil NK 6172 Perkasa telah meningkat secara signifikan, memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani di berbagai daerah. Namun, seiring dengan peningkatan produksi, tantangan dalam sistem pemasaran jagung pipil juga semakin Masalah-masalah seperti fluktuasi harga, kesulitan akses ke pasar, dan distribusi yang tidak merata seringkali menjadi hambatan bagi petani untuk mendapatkan keuntungan yang Faktor - faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran jagung pipil meliputi harga pasar, jaringan distribusi, kualitas produk, serta kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, kondisi biaya, margin pemasaran, farmer's share, dan efisiensi saluran pemasaran jagung pipil NK6172 Perkasa di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang. Dowo1. Harum Sitepu2, dan Sulistyowati2 : Analisis Pemasaran Jagung Pipil (Zea mays var. Identitat. NK 6172 Perkasa MATERI DAN METODE Materi Lokasi penelitian di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2024. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa lokasi penelitian merupakan salah satu penghasil jagung terbesar di Kabupaten Batang. Metode Metode Dasar Penelitian Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analisis dan Ex Post Facto. Metode deskriptif analisis adalah metode penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan variabel berdasarkan data-data, meyajikan data, menganalisis dan Metode Ex Post Facto yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian meruntut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut yang bertujuan untuk melacak kembali, jika dimungkinkan, apa yang menjadi penyebab terjadinya Metode Penentuan responden Metode pengambilan responden menggunakan metode sensus, yaitu suatu cara pengambilan responden dimana seluruh dijadikan sebagai sampel dalam penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang petani jagung, 5 orang pengepul, dan 2 orang pedagang besar, maka responden dalam penelitan ini adalah sebanyak 57 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara struktural menggunakan kuisioner, observasi, dan pencatatan data dari sumber relevan dan instansi Metode Analisis Data Terdapat empat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini: Biaya pemasaran adalah analisis terhadap biaya yang dikeluarkan selama transaksi perpindahan barang dari produsen ke konsumen. Dihitung menggunakan rumus: Bp=Bp1 Bp2AA. Bpn Keterangan : : biaya pemasaran ( Rp/K. Bp1,Bp2A. Bpn: biaya pemasaran tiap lembaga pemasaran (Rp/K. Marjin pemasaran merupakan perbedaan harga yang di pasarkan konsumen dengan harga yang diterima produsen, sehingga dapat M = Pr - Pf Keterangan : margin Pr : harga di tingkat konsumen (Rp/K. : harga di tingkat produsen (Rp/K. FarmerAs share adalah persentase perbandingan antara bagian harga yang diterima oleh petani dengan bagian harga di konsumen akhir. Dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut: Vol. No. 2 September 2025 Keterangan: Fs = bagian harga yang diterima petani . armerAs shar. Pf = harga di tingkat petani (Rp/K. Ps = harga di tingkat pengecer (Rp/K. Kaidah keputusan efisien farmer's share menurut Downey dan Erikson . sebagai berikut: FS Ou 40% = Efisien . FS < 40% = Tidak efisien. Efisiensi merupakan perbandingan yang terbaik antara input . dan output . asil antara keuntungan dengan sumber sumber yang di Dihitung menggunakan Keterangan: EP = Efisiensi pemasaran (%) TP = Total biaya pemasaran (Rp/k. TNP = Total nilai produk (Rp/k. Kaidah efisiensi pemasaran menurut Jumiati et al. sebagai berikut: 0-33% = Efisien . 34 Ae 67% = Kurang efisien . 68 Ae 100% = tidak efisien. HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Saluran Pemasaran Saluran pemasaran yang terdapat di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan berjumlah tiga saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran I petani Ae konsumen, saluran pemasaran II petani Ae pedagang pengepul Ae konsumen, dan saluran pemasaran i petani Ae pedagang pengepul Ae pedagang besar Ae Proses pemasaran dari produsen . ke konsumen melibatkan beberapa lembaga Gambar 1. Pola Saluran Pemasaran Sumber: Data Primer. Dowo1. Harum Sitepu2, dan Sulistyowati2 : Analisis Pemasaran Jagung Pipil (Zea mays var. Identitat. NK 6172 Perkasa Saluran I (Petani-Konsume. Saluran pemasaran pertama ini memiliki sasaran konsumen yang berada di sekitar lokasi budidaya produsen, yakni petani atau produsen langsung menjual jagung kepada konsumen Ae konsumen yang ada di wilayah Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Karmila et . bahwa saluran pemasaran I terdiri dari produsen . menjual jagung secara langsung ke Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Wowiling et al. bahwa saluran pemasaran I yaitu . etani Ae konsume. yang tidak menggunakan lembaga pemasaran manapun dan memiliki konsumen yang berada di sekitar lokasi S a l u r a n I I ( P e t a n i - P e d a g a n g Pengepul- Konsume. Pada saluran pemasaran ini terdapat satu lembaga pemasaran yang terlibat yaitu pedangang Alur penjualan pada saluran pemasaran ini, pengepul mendatangi langsung rumah petani untuk membeli jagung, kemudian dari pedagang pengepul dijual lagi ke Hasil penelitian ini sesuai dengan Nurcaya et al. bahwa saluran pemasaran II terdiri dari . etani-pedagang pengumpul peternak ayam /konsume. yang melibatkan satu lembaga pemasaran yaitu pedagang Saluran i (Petani - Pedagang Pengumpul Ae Pedagang Besar Ae Konsume. Saluran pemasaran ini menggunakan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul dan pedagang besar. Hasil penelitian ini sesuai denga penelitian yang dilakukan Tobing dan Ginting . bahwa saluran pemasaran terdiri dari (Petani- Agen/Pengepul P e d a g a n g B e s a r - P T. I n d o Jaya/Konsume. Saluran pemasaran ini melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu agen/pengepul dan pedagang besar. Pada saluran ini petani menjual jagung kepada agen kemudian agen menjual ke pedagang besar, lalu pedagang besar menjual ke Biaya. Margin Pemasaran, dan Farmer's Share Analisis mengenai biaya, margin pemasaran, dan farmer's share untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas sistem pemasaran jagung pipil. Vol. No. 2 September 2025 Biaya Pemasaran Saluran I Pada saluran ini harga jual jagung dari petani ke konsumen sebesar Rp. 300,00/kg. Biaya yang pemasraan jagung pipil NK 6172 Perkasa yang dikeluarkan oleh produsen . sebesar Rp. 129,00 untuk transportasi tenaga kerja, dan karung. Hasil penelitian ini lebih rendah dibandingkan dengan penelitian Karmila et al. bahwa pada saluran I . etani-konsume. memerlikan biaya pemasaran sebesar Rp. 500,00 per kg Saluran II Harga jual jagung dari produsen . ke pedagang pengepul dengan harga Rp. 300,00/kg kemudian dari pedagang pengepul ke konsumen dengan harga Rp. 650,00/kg. Biaya yang dikeluarkan lembaga pemasaran pedagang pengepul Rp. 125,00/kg jagung pipil biaya transportasi, tenaga kerja, dan Penelitian menunjukkan hasil yang lebih kecil dibandingkan dengan penelitian Gurning et al. bahwa pada saluran pemasaran yang melibatkan satu lembaga pemasaran memerlukan biaya pemasaran sebesar Rp. 800,00 per kg jagung. Saluran i Harga jual jagung pipil dari petani ke pendagang pengepul dengan kisaran harga Rp. 300,00/kg dan harga jual dari pedagang pengepul ke pedagang besar dengan kisaran harga Rp. 600,00/kg dan harga jual jagung pipil dari pedagang besar ke konsumen dengan kisaran harga Dowo1. Harum Sitepu2, dan Sulistyowati2 : Analisis Pemasaran Jagung Pipil (Zea mays var. Identitat. NK 6172 Perkasa jual Rp. 750,00/kg. Adapun biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengepul antara lain biaya transportasi, tenaga kerja, dan karung sedangkan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang besar antara lain biaya transportasi dan tenaga kerja sehingga total biaya pemasaran pada saluran ini adalah Rp. 243,30/kg jagung pipil. Penelitian ini mendapatkan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan penelitian Tobing dan Ginting . bahwa biaya pemasaran yang diperlukan pada saluran yang melibatkan dua lembaga pemasaran sebesar Rp. 503,69/kg jagung. Margin Pemasaran Berdasarkan analisis margin pemasaran pada Tabel 1, dapat diketahui bahwa nilai margin pada masing-masing saluran pemasaran jagung pipil NK 6172 Perkasa, pada saluran pemasaran I adalah Rp. 0,00/kg, karena pada pada saluran ini tidak terdapat perbedaan harga jual dari produsen dan harga beli yang dikeluarkan konsumen. Besarnya margin pada saluran pemasaran II yaitu Rp. 350,00/kg dan pada saluran pemasaran i Rp. 450/kg. Besar kecilnya nilai margin pemasaran pada masing-masing Nilai farmer's share pada saluran pemasaran jagung pipil NK 6172 Perkasa di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang saluran I = 100%. saluran II = 94,74%. dan saluran i = 93,33% menunjukkan hasil > 40% yang saluran pemasaran berbeda-beda, hal ini tergantung pada panjang pendeknya rantai pemasaran yang terlibat didalamnya. Sesuai dengan pendapat Abhar et al. bahwa semakin banyak lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran mengakibatkan margin pemasaran besar. Tomek dan Robinson . juga menyatakan bahwa margin pemasaran dapat berbeda karena perbedaan dalam faktor harga, efisiensi dari jasa pemasaran, kualitas dan kuantitas jasa pemasaran yang dipergunakan dalam proses produksi produk akhir. Farmer's Share Farmer's share adalah persentase perbandingan antara bagian harga yang diterima oleh petani dengan bagian harga pada konsumen akhir. Nilai farmer's share yang diperoleh dari hasil analisis yaitu pada saluran pemasaran I sebesar 100%, pada saluran pemasaran II sebesar 94,74% dan pada saluran pemasaran i sebesar 93,33%. Nilai farmer's share tertinggi pada saluran pemasaran I farmer's share sebesar 100% karena pada saluran ini petani menjual langsung kepada konsumen tanpa menggunakan perantara lembaga pemasaran untuk proses pemasaran jagung pipil NK 6172 Perkasa. berarti efisien. Hal tersebut sesuai dengan kaidah keputusan efisien farmer's share menurut Downey dan Erikson . yaitu FS Ou 40% = Efisien dan FS < 40% = Tidak efisien. Vol. No. 2 September 2025 Efisiensi Pemasaran Berdasarkan Tabel 3, saluran pemasaran I memiliki tingkat efisiensi sebesar 2,05%, pada saluran pemasaran II memiliki tingkat efisiensi sebesar 1,88% dan pada saluran pemasaran i memiliki tingkat efisiensi sebesar 3,60%. Saluran pemasaran yang paling efisien yaitu Berdasarkan analisis efisiensi yang telah dilakukan, diperoleh hasil pada saluran pemasaran I efisiensi pemasarannya sebesar 2,05%, saluran pemasaran II efisiensi pemasarannya sebesar 1,88% dan pada saluran pemasaran i efisiensi saluran pemasarannya sebesar 3,60%, ketiga saluran tersebut memiliki kegiatan pemasaran yang efisien. Hal tersebut sesuai dengan kaidah keputusan pada efisiensi pemasaran menurut Jumiati et . adalah 0-33% termasuk efisisen, 34-67% adalah kurang efisien dan 68-100% tidak efisien. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Sistem pemasaran jagung pipil NK 6172 Perkasa di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang memiliki 3. saluran pemasaran yaitu. Saluran Pemasaran I, terdiri dari (Petani Ae Konsume. Saluran pemasaran II, terdiri dari (Petani Ae Pedagang Pengepul AeKonsume. saluran pemasaran II karena memiliki persentase efisiensi pemasaran yang paling rendah. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Zuraida dan Wahyuningsih . bahwa nilai efisiensi yang kecil mengindikasikan bahwa saluran tersebut efisien. Saluran Pemasaran i, terdiri dari (Petani Ae Pedagang Pengepul Ae Pedagang Besar Ae Konsume. Terdapat biaya pemasaran yang dikeluarkan pada saluran pemasaran I = Rp. 129,00. pemasaran II = Rp. 125,00. saluran pemasaran i = Rp. 243,33. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I yaitu Rp. 0,00 saluran pemasaran II yaitu Rp. 350,00 dan untuk saluran pemasaran i yaitu Rp. 450,00. Farmer's Share pada saluran pemasaran I yaitu 100%, untuk saluran pemasaran II yaitu 94,74% dan untuk saluran pemasaran i yaitu 93,33%. Terdapat efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I yaitu sebesar 2,05%, pada saluran pesaran II sebesar 1,88% dan pada saluran pemasaran i sebesar 3,60%. DAFTAR PUSTAKA