Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi P-ISSN 2809-4174 | E-ISSN 2808-084X Vol. 5 No. 2 Ae Desember 2025 DOI: 10. 52352/makardhi. Publisher: P3M Politeknik Pariwisata Bali Available online: https://ejournal. id/index. php/makardhi Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu I Gede Darmawijaya1. I Gusti Ayu Putu Wita Indrayani2*. Ni Luh Dita Priliani3. Ida Ayu Sri Puspa Adi4. I Wayan Seniartha5. I Wayan Sunarsa6. Made Uttari Pitanatri7 1234567Jurusan Hospitaliti. Program Studi Divisi Kamar. Politeknik Pariwisata Bali Jalan Dharmawangsa. Kampial. Nusa Dua. Badung. Bali. Indonesia 2*e-mail: wita. indrayani@ppb. * Penulis Korespondensi Received: Juli, 2025 Accepted: Oktober, 2025 Published: Desember, 2025 Abstract Tajen Village has significant potential as a tourism village but faces several challenges in managing homestays, tourist attractions, environmental cleanliness, as well as marketing and tourism management coordination. This community service program aims to enhance homestay service standards through inventory and facility evaluation, optimize digital marketing to improve visibility, and develop comprehensive documentation of tourist attractions to make them more informative and appealing. Additionally, the program focuses on improving waste management systems through community education and the implementation of circular economy concepts. The village-owned enterprise (BUMDe. is encouraged to become the central hub for tourism coordination, managing reservations and marketing more effectively. The methods used include training, mentoring, and data-driven strategy implementation. This program is expected to enhance the competitiveness of Tajen Village as a sustainable tourism destination, strengthen the local economy, and improve community well-being. Keywords: homestay, tourism village, tourist attraction, governance, sustainability Abstrak Desa Tajen memiliki potensi besar sebagai desa wisata, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam tata kelola homestay, atraksi wisata, kebersihan lingkungan, serta pemasaran dan koordinasi pengelolaan pariwisata. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan standar layanan homestay melalui inventarisasi dan evaluasi fasilitas, mengoptimalkan pemasaran digital untuk meningkatkan visibilitas, serta menyusun dokumentasi atraksi wisata agar lebih informatif dan menarik bagi wisatawan. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan sistem pengelolaan kebersihan melalui edukasi masyarakat dan penerapan konsep ekonomi sirkular. BUMDes didorong untuk menjadi pusat koordinasi desa wisata, mengelola sistem reservasi dan pemasaran secara lebih efektif. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, pendampingan, dan implementasi strategi berbasis data. Diharapkan program ini dapat meningkatkan daya saing Desa Tajen sebagai Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari destinasi wisata berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan Kata kunci: pondok wisata, desa wisata, atraksi wisata, tata kelola, keberlanjutan PENDAHULUAN Desa wisata telah menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan (Priyamanaya & Rijanta, 2. Desa Tajen, yang terletak di Kabupaten Tabanan, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dengan kekayaan budaya, alam yang asri, serta kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi Bali. Namun, pengelolaan homestay dan atraksi wisata di desa ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek standar layanan, standar kebersihan, dan promosi. Banyak homestay yang dikelola secara sederhana tanpa standar fasilitas dan kebersihan yang jelas, sehingga pengalaman wisatawan belum optimal (Janjua et al. , 2. Selain itu, visibilitas homestay masih tergolong rendah akibat kurangnya pemasaran, baik melalui media sosial, platform digital, maupun jaringan wisata. Tidak hanya homestay, atraksi wisata di Desa Tajen seperti trekking, kelas memasak, yoga, dan ritual melukat juga masih belum terdokumentasi dengan baik. Kurangnya informasi mengenai harga, durasi, kapasitas, serta ketersediaan pemandu menyebabkan daya tarik atraksi ini terbatas di kalangan wisatawan. Beberapa atraksi yang memiliki nilai budaya tinggi juga belum dipromosikan secara luas, sehingga belum mampu menarik kunjungan yang signifikan. Di era digital, di mana wisatawan cenderung mencari informasi melalui internet dan media sosial, keterbatasan promosi ini menjadi hambatan besar bagi perkembangan desa wisata (Anharudin et al. , 2021. Mukhopadhyay & Babu, 2. Tanpa upaya digitalisasi dan pemasaran yang optimal, banyak potensi wisata di Desa Tajen yang belum dikenal oleh wisatawan potensial (Kapri & Sharma, 2. Selain aspek layanan dan promosi, pengelolaan kebersihan dan sampah juga menjadi isu krusial dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan (Fia et al. Sampah organik dan anorganik masih sering tercampur, serta belum ada sistem pemilahan dan pengolahan yang efektif. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada lingkungan serta citra desa sebagai destinasi ekowisata (Priyamanaya & Rijanta, 2019. Ummaya Santi & Tristanti, 2. Padahal, desa wisata yang bersih dan ramah lingkungan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, khususnya mereka yang tertarik dengan konsep wisata alam dan budaya. Oleh karena itu, perbaikan dalam sistem pengelolaan sampah, termasuk edukasi dan partisipasi aktif masyarakat, menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan Desa Tajen sebagai destinasi wisata (Birrul et al. , 2020. Holladay et al. , 2. Program pengabdian bertujuan untuk meningkatkan standar layanan homestay di Desa Tajen melalui inventarisasi dan evaluasi fasilitas, serta penguatan sistem operasional dan pemasaran. Banyak homestay di desa ini yang belum memiliki standar kebersihan dan fasilitas yang optimal, sehingga diperlukan pendampingan dalam penataan kamar, peningkatan layanan, dan pengelolaan fasilitas sesuai dengan standar industri pariwisata. Selain itu, upaya pemasaran digital menjadi fokus utama dalam meningkatkan visibilitas homestay dan atraksi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari wisata yang saat ini masih kurang dikenal oleh wisatawan potensial. Melalui pendampingan pembuatan konten promosi dan pelatihan penggunaan media sosial serta platform pemesanan online diharapkan pemilik homestay dan pelaku wisata dapat lebih aktif mempromosikan layanan mereka (Harjadi et al. , 2. Selain homestay, pengelolaan atraksi wisata juga perlu ditingkatkan dengan menyusun dokumentasi yang lebih sistematis serta standarisasi pengalaman wisata agar lebih menarik dan memiliki daya saing di pasar pariwisata (Febriyan Eprilianto et al. , 2. Pengelolaan ini mencakup penyusunan deskripsi atraksi, pembuatan peta wisata, serta peningkatan kualitas layanan pemandu wisata agar informasi yang diberikan kepada wisatawan lebih jelas dan menarik. Kebersihan dan pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan utama yang perlu segera diatasi. Oleh karena itu, program ini juga akan memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat mengenai sistem pengelolaan sampah di mana sampah dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna, seperti kompos dari limbah organik atau kerajinan dari sampah plastik. Untuk memastikan sinergi dalam pengelolaan pariwisata, peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. sebagai penghubung antara pengelola homestay, atraksi wisata, dan komunitas lokal perlu diperkuat (Birrul et al. , 2. Saat ini, koordinasi antar pemangku kepentingan di Desa Tajen masih belum optimal, sehingga potensi pariwisata belum terkelola secara terpadu. BUMDes dapat berperan dalam mengelola sistem pemesanan homestay, memfasilitasi pemasaran digital dan promosi, serta mengoordinasikan program kebersihan dan atraksi wisata agar lebih Dengan logika ini. BUMDes dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan daya saing Desa Tajen di industri pariwisata dengan pendekatan yang lebih profesional. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Desa Tajen dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih kompetitif, bersih, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi wisata yang dimiliki. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selama empat bulan mulai bulan Februari hingga Mei 2025, berlokasi di Desa Tajen. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan aplikatif yang melibatkan peran aktif masyarakat desa, pemerintah desa. BUMDes. Pokdarwis, serta tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Divisi Kamar. Politeknik Pariwisata Bali. Jumlah peserta yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan adalah 15 orang yang sebagian besar merupakan pemilik atau pengelola homestay yang telah beroperasi rata-rata tiga tahun. Selain itu, tiga orang perangkat desa dan satu orang tokoh masyarakat juga terlibat aktif dalam diskusi iteratif mulai dari pemetaan potensi dan tantangan hingga formulasi rekomendasi tata kelola. Pendekatan ini dimaksudkan untuk membangun model tata kelola desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan lokal. Untuk dapat mencapai hasil yang optimal, model pelaksanaan kegiatan didasarkan pada prinsip community-based development dan participatory action Pada prinsip community-based development, seluruh kegiatan dirancang untuk memperkuat kapasitas lokal, bukan menggantikan peran masyarakat (Indrayani et al. , 2024. Suprastayasa et al. , 2. Sedangkan, prinsip participatory Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari action research menekankan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi subjek kegiatan, tetapi juga co-creator dalam menyusun kebijakan dan standar layanan . (Indrayani et al. , 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif terhadap kondisi homestay, atraksi wisata, dan kebersihan desa. mendalam dengan pemangku kepentingan. FGD untuk penyusunan standar layanan dan tata kelola. serta dokumentasi foto dan studi dokumen desa. Seluruh data dianalisis menggunakan analisis kualitatif naratif melalui proses reduksi, kategorisasi, dan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil analisis kemudian dirumuskan menjadi beberapa output utama berupa dokumen SOP homestay, blueprint digital marketing, standarisasi atraksi wisata, rancangan tata kelola berbasis BUMDes, serta laporan pengelolaan kebersihan desa. Secara lebih spesifik, tahapan program dapat dilihat pada Gambar 1. Koordinasi awal dengan Pemerintah Desa Tajen dan stakeholder terkait Workshop dan FGD (Focus Group Discussio. untuk menyusun SOP, standar layanan, dan pembagian peran Sosialisasi hasil kegiatan kepada masyarakat desa dan pemerintah desa. Penyusunan instrumen asesmen kebutuhan dan desain kegiatan. Wawancara mendalam dengan pemilik homestay, pengelola atraksi, dan tokoh desa. Proses penyempurnaan dokumen berdasarkan masukan dari pihak desa Pembentukan tim pelaksana yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan mitra lokal. Observasi langsung terhadap kondisi homestay, atraksi wisata, dan lingkungan fisik Serah terima dokumen secara resmi kepada Kepala Desa Tajen. Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Tajen 2025 [Sumber: dokumentasi, 2. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dikordinasikan secara bersama, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada empat lokus utama, yaitu: Pengelolaan homestay, mencakup aktivitas identifikasi, analisis dan evaluasi produk dan standar layanan/operasional. Pengelolaan homestay ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengevaluasi kondisi homestay di Desa Tajen homestay, meningkatkan kualitas layanan homestay melalui penerapan standar operasional, dan meningkatkan daya tarik homestay sebagai akomodasi wisata berbasis budaya lokal . embuatan deskripsi/story telling homesta. Pengelolaan atraksi wisata, yang mencakup aktivitas mengidentifikasi dan mendokumentasikan seluruh atraksi wisata di Desa Tajen, menyusun standar pengelolaan atraksi wisata untuk meningkatkan kualitas layanan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari dan membantu promosi dan pemasaran atraksi wisata melalui pemasaran Pengelolaan kebersihan dan sampah, yang mencakup aktivitas meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku wisata tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah dan membantu desa dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tata kelola BUMDes, yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran BUMDes sebagai penghubung . dan pengelola utama desa wisata dan berbagai HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Divisi Kamar Politeknik Pariwisata Bali. Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun sistem tata kelola pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan di Desa Wisata Tajen. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Bali, dengan menggandeng dua pilar utama, yaitu Pokdarwis dan BUMDes. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa kegiatan: Observasi dan Analisis Situasi Pada kegiatan ini, tim melakukan survei dan pemetaan kondisi homestay, atraksi wisata, kebersihan, pengelolaan sampah, dan aktivitas BUMDes. Tim juga melakukan eksplorasi dan pendalaman melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam aspek produk, layanan, pemasaran, dan pengelolaan pariwisata. Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program ini, setiap tahapan melibatkan berbagai pemangku kepentingan desa yang dilaksanakan secara reguler baik informal maupun informal. Beberapa dokumentasi kegiatan survei dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Observasi Tentang Atraksi Wisata. Kebersihan. Dan Produk Desa [Sumber: dokumentasi, 2. Workshop dan Focus Group Discussion Tahapan kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan penyusunan inventaris produk dan layanan desa serta rekomendasi untuk pengembangan BUMDes. Untuk mendorong partisipasi dan komitmen masyarakat untuk meningkatkan tata Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari kelola, seluruh elemen desa dilibatkan dalam kegiatan workshop dan focus group discussion . ommunity based-developmen. termasuk perangkat desa, kelompok pemuda, kelompok sadar wisata, pemilik homestay dan atraksi, serta pengelola BUMDes. Hal ini dilakukan untuk mendukung inklusifitas dalam pengembangan desa sehingga sense of belonging distimulus secara intrinsik (Guntar et al. , 2023. Kalpikawati et al. , 2. Pada tahapan ini, tim melakukan beberapa aktivitas, meliputi: . membantu pemilik homestay dalam meningkatkan fasilitas dan menyusun strategi pemasaran berbasis digital, . menyusun dokumentasi atraksi wisata yang mencakup informasi lengkap tentang aktivitas, harga, durasi, dan pemandu, . mengembangkan sistem pengelolaan kebersihan yang melibatkan komunitas lokal dan wisatawan, serta . merekomendasikan sistem koordinasi di bawah BUMDes agar seluruh elemen pariwisata berjalan secara sinergis. Beberapa dokumentasi kegiatan FGD dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Workshop dan FGD Penyusunan Dokumen Tata Kelola [Sumber: dokumentasi, 2. Sosialisasi. Pendampingan dan Serah Terima Setelah penyusunan dokumen tata kelola yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, tim melakukan sosialisasi hasil kegiatan untuk memaparkan gap yang ditemukan serta rekomendasi yang ditawarkan kepada masyarakat desa. Untuk memastikan masyarakat desa memahami rekomendasi yang dihasilkan, tim pengabdian juga memberikan pelatihan sederhana kepada Pelatihan dilakukan bagi pemilik homestay tentang standar layanan, kebersihan, dan pengelolaan operasional. Pelatihan dan pendampingan pemasaran digital diberikan bagi pengelola homestay dan atraksi wisata untuk meningkatkan visibilitas di media online. Pelatihan pengelolaan kebersihan dan edukasi pengolahan sampah juga disampaikan pada tahapan ini. Secara khusus. BUMDes juga mendapatkan informasi singkat tentang pengelolaan pemesanan, atraksi wisata, pemasaran, dan koordinasi pariwisata desa. Beberapa dokumentasi kegiatan paparan dan sosialisasi hasil kegiatan dapat dilihat pada Gambar 4. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari Gambar 4. Sosialisasi dan Paparan Hasil Kegiatan kepada Masyarakat Desa [Sumber: dokumentasi, 2. Pada bagian akhir kegiatan, dilakukan serah terima dokumen tata kelola kepada perwakilan perangkat desa. Pokdarwis, dan kelompok pemuda Desa Tajen sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan tata kelola desa wisata (Gambar . Hal ini nantinya diharapkan dapat memberi kontribusi nyata untuk mewujudkan transformasi desa wisata berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Adapun dokumen yang diserahkan adalah: . Digital Marketing Blue Print Desa Wisata Tajen, . Dokumentasi Platform Digital Desa Wisata Tajen . Web. TikTok. Instagram. Facebook. YouTub. , . Laporan Tata Kelola Terintegrasi Desa Wisata Tajen melalui unit Usaha BUMDes, . Laporan Tata Kelola Homestay Desa Wisata Tajen, . Laporan Tata Kelola Aktivitas. Atraksi, dan Fasilitas Desa Wisata Tajen, serta . Laporan Tata Kelola Kebersihan dan Pengolahan Sampah Desa Wisata Tajen. Gambar 5. Serah Terima Dokumen dari Prodi Divisi Kamar kepada Desa Tajen [Sumber: dokumentasi, 2. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tajen memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis budaya, spiritual, kuliner, dan agro. Desa ini telah memiliki homestay, atraksi budaya, serta sistem sosial yang mendukung pariwisata. Beberapa luaran strategis yang dihasilkan meliputi empat pilar yang berporos pada tata kelola desa wisata terintegrasi (Gambar . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari Penyusunan Tata Kelola Terpadu Desa Wisata Pengembangan Sistem Digital dan Branding Peningkatan Kapasitas dan Standarisasi Layanan Penguatan Partisipasi Masyarakat Dibentuk struktur organisasi berbasis BUMDes dengan sistem satu pintu. Terdapat pembagian tugas jelas antara pengarah, manajer operasional, koordinator keuangan dan SDM, pemasaran, serta produk dan layanan. Disusun standar layanan homestay. SOP pelayanan wisatawan, standar kebersihan lingkungan, dan manajemen keselamatan. Disusun Digital Marketing Blueprint dan aktivasi akun resmi media sosial desa wisata . Instagram. TikTok. Facebook. YouTub. Diterapkan sistem reservasi dan pengelolaan ulasan tamu melalui platform digital. Konten promosi dibuat berdasarkan value proposition canvas. Terdapat standar homestay (AC dan non-AC), standar kebersihan, penampilan pemilik/pemandu, serta standar pelayanan tamu. SOP disusun untuk mengatur harga atraksi, pembagian pendapatan antara BUMDes dan pemilik homestay, serta prosedur kebersihan desa. Disusun indikator kinerja utama (IKU/KPI) desa wisata, yang meliputi: jumlah kunjungan wisatawan, jumlah kegiatan kerja sama PkM, pendapatan desa, partisipasi warga, dan skor kepuasan tamu. Target KPI mencakup peningkatan 15% per tahun untuk jumlah kunjungan wisatawan dan pelancong, serta target pendapatan tahunan sebesar Rp 100 juta. Gambar 6. Luaran Strategis Kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Tajen [Sumber: dokumentasi, 2. Secara lebih spesifik, kegiatan pengabdian juga menghasilkan luaran detail pada masing-masing lokus yang meliputi: Peningkatan standar homestay: laporan inventarisasi dan evaluasi homestay, pedoman standar operasional prosedur (SOP), edukasi tentang pengelolaan Standarisasi dan dokumentasi atraksi wisata: laporan inventarisasi atraksi panduan aktivitas wisata yang berisi tata cara, manfaat, durasi. wisata desa. Penguatan pemasaran digital dan visibilitas wisata desa: pembuatan akun media sosial, konten promosi, serta deskripsi atraksi wisata yang menarik. pembuatan website atau direktori online yang berisi informasi tentang homestay dan atraksi wisata di Desa Tajen. Penguatan peran BUMDes dalam tata kelola desa wisata: rencana bisnis BUMDes dalam pengelolaan reservasi homestay, pemasaran, dan pengelolaan atraksi wisata. program aksi bersih desa yang melibatkan masyarakat dan wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dari hasil pengabdian, ditemukan beberapa tantangan dan temuan di Ditemukan bahwa SDM lokal masih perlu pendampingan intensif dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Hal ini dikarenakan terbatasnya SDM yang memiliki pengetahuan dan literasi menyeluruh terhadap pengelolaan desa wisata yang ideal. Ditambah lagi, hanya ada sedikit SDM desa yang mumpuni untuk memonitor visibilitas digital atas produk dan layanan yang dimiliki. Selain itu, sistem pelaporan dan dokumentasi belum sepenuhnya digital dan rutin dilakukan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan secara manual dan sederhana sehingga sangat berpotensi terjadinya kesalahan atau penyimpangan. Pada tingkatan yang lebih holistik, juga dapat diidentifikasi bahwa sinergi antara Pokdarwis dan BUMDes sudah terbangun namun masih perlu dimatangkan dari sisi operasional. Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan terjadi penguatan kapasitas kelembagaan dan individual masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata secara terstruktur dan Temuan program ini memperkuat hasil penelitian Birrul et al. yang menegaskan bahwa penguatan tata kelola berbasis komunitas merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan homestay desa wisata. Pendampingan dalam peningkatan fasilitas, standarisasi layanan, serta dukungan digital marketing di Desa Tajen menunjukkan bahwa model pengelolaan yang terstruktur dan partisipatif mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat identitas desa wisata. Selain itu, hasil kegiatan ini juga sejalan dengan temuan Priyamanaya & Rijanta . yang menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan desa untuk mewujudkan ketahanan destinasi. Dalam konteks Desa Tajen, penguatan peran BUMDes sebagai pusat koordinasi pariwisata mengonfirmasi bahwa tata kelola yang kuat menciptakan kesinambungan antara potensi budaya, atraksi wisata, dan kesiapan SDM lokal. Lebih jauh, hasil kegiatan ini juga memperluas temuan Janjua et al. yang menyatakan bahwa keberlanjutan homestay sangat ditentukan oleh sistem dokumentasi dan standar operasional yang konsisten. Penyusunan SOP homestay, peta atraksi, serta digital marketing blueprint di Desa Tajen menunjukkan bahwa intervensi berbasis dokumentasi mampu meningkatkan profesionalisme dan daya saing desa wisata. Hal ini juga beririsan dengan temuan Ummaya Santi & Tristanti . bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan langsung memiliki dampak signifikan pada peningkatan kapasitas pengelola Selain itu, penguatan sistem kebersihan dan pemilahan sampah di Desa Tajen mencerminkan praktik tata kelola ekowisata berkelanjutan sebagaimana ditekankan dalam studi Holladay & Myndez-Lyzaro . mengenai peran komunitas dalam membangun resiliensi destinasi melalui sistem lingkungan yang sehat dan terkelola. KESIMPULAN Pengabdian masyarakat program studi divisi kamar berhasil membangun fondasi tata kelola desa wisata terpadu yang melibatkan sinergi antara BUMDes. Pokdarwis, pengelola homestay dan atraksi, serta masyarakat desa. Penerapan standar layanan, sistem digital, serta model manajemen satu pintu mendorong efisiensi dan profesionalisme dalam pengelolaan homestay, atraksi, dan layanan wisata lainnya. Potensi budaya, spiritual, dan alam yang dimiliki Desa Tajen telah mulai dikemas dalam sistem yang lebih sistematis dan berorientasi pada Tentunya, komitmen program studi Divisi Kamar untuk melakukan pendampingan dan pembinaan Desa Wisata Tajen tidak berhenti sampai disini. Selanjutnya, kegiatan akan terus dimonitor dan dievaluasi efektivitasnya sehingga Tindakan koreksi dapat dilakukan apabila ditemukan penyimpangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi desa wisata lain dalam mengembangkan tata kelola berbasis potensi lokal dan kolaborasi multi stakeholder. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan: Penguatan Ekosistem Pariwisata Desa Tajen Melalui Tata Kelola Terpadu Darmawijaya. Wita Indrayani. Dita Priliani. Puspa Adi. Seniartha. Sunarsa. Made Uttari Untuk keberlanjutan pengelolaan Desa Wisata Tajen, direkomendasikan beberapa hal. Diantaranya penunjukan penanggung jawab operasional dan kebijakan yang jelas untuk memastikan keberlangsungan program dan SOP. Diperlukan juga pelatihan berkelanjutan bagi pemilik homestay, pemandu wisata, dan pengelola atraksi. Monitoring dan evaluasi berkala juga penting untuk konsisten dilakukan terhadap kinerja pariwisata berbasis indikator kinerja utama (KPI) yang telah ditetapkan. Hal ini akan mendorong peningkatan infrastruktur digital dan integrasi sistem informasi reservasi dan pelaporan. Pada akhirnya, pembangunan budaya pelayanan unggul dan sadar wisata secara kolektif akan muncul dalam komunitas desa apabila komitmen dan konsistensi tetap dijaga dalam jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA