Volume 6 Nomor 2 (September 2. 134 Ae 146 P-ISSN: 2502-4094 E-ISSN: 2598-781X DOI: https://10. 36636/dialektika. http://ejournal. id/index. php/dialektika PENGARUH VARIABEL-VARIABEL MAKRO TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH Duwik Tri Utamia. Fitrah Sari Islamib,* Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar Jalan Kapten Suparman No 39 Kota Magelang Indonesia fitrahsari@untidar. ABSTRACT Indonesia's economy refers to an open economy. In conducting international trade, countries must compare their currency with the currencies of other countries. The United States currency, namely the dollar, is still the standard of world exchange rates and is used in international transactions. The effect of fluctuations in the exchange rate of the rupiah with the dollar is the occurrence of depreciation or appreciation which will affect Indonesia's economic activities. The purpose of this study is to determine the effect of inflation, money supply (M. SBI interest rates, and foreign exchange reserves on the rupiah exchange rate in the short and long term. This research was conducted during January 2017 to December 2020, using the Error Correction Model (ECM). The result is a short-term as well as longterm relationship. In the short term, foreign exchange reserves and the money supply (M. significantly affect the exchange rate. Meanwhile, in the long term, the SBI interest rate, money supply (M. , and foreign exchange reserves significantly affect the exchange rate. Keywords: Exchange Rate. Inflation. M2. SBI. Foreign Exchange Reserves ABSTRAK Perekonomian Indonesia mengacu pada perekonomian terbuka. Dalam melakukan perdagangan internasional negara harus melakukan perbandingan mata uangnya dengan mata uang negara lain. Mata uang Amerika Serikat yaitu dollar masih menjadi standar nilai tukar dunia dan digunakan dalam transaksi internasional. Pengaruh adanya fluktuasi pertukaran nilai rupiah dengan dollar adalah terjadinya depresiasi atau apresiasi yang akan mempengaruhi kegiatan perekonomian Indonesia. Tujuan dengan adanya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh inflasi, jumlah uang beredar (M. , tingkat suku bunga SBI, dan cadangan devisa terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek maupun jangka Penelitian ini dilakukan selama Bulan Januari 2017 sampai Bulan Desember 2020, dengan menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasilnya terdapat hubungan jangka pendek juga jangka Pada jangka pendek, cadangan devisa serta jumlah uang beredar (M. signifikan mempengaruhi nilai tukar. Sedangkan, pada jangka panjang tingkat suku bunga SBI, jumlah uang beredar (M. , dan cadangan devisa signifikan mempengaruhi nilai tukar. Kata Kunci: Nilai Tukar. Inflasi. M2. SBI. Cadangan Devisa Duwik Tri Utami. Fitrah Sari Islami Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Nilai Tukar Rupiah di dua negara berbeda akan dinilai sama dalam PENDAHULUAN Perekonomian Indonesia mengacu pada perekonomian terbuka (Sukirno, 2. Dimana suatu Negara terlibat dalam aktivitas ekspor dan impor benda maupun jasa serta modal dengan negara lain. Hal ini berarti. Negara Indonesia melakukan perdagangan internasional, yang mana perdagangan internasional sendiri adalah perdagangan antar ataupun lintas Negara, yang (Tambunan. Tiap-tiap negara mempunyai alat tukar ataupun mata uang sendiri yang digunakan untuk melakukan Guna memperlancar aktivitas perdagangan internasional, maka diwajibkan adanya suatu perbandingan nilai mata uang pada suatu negara atas mata uang lainnya. Perbandingan ini kemudian dinamakan kurs . xchange rat. (Nopirin, 2. Kurs ialah nilai terhadap mata uang tertentu atas nilai mata uang lainnya. Kurs adalah komponen terpenting dalam perekonomian terbuka (Sukirno, 2. Dalam melakukan perdagangan internasional diperlukan untuk memiliki satu kesamaan diperlukan mata uang yang bisa diterima oleh seluruh pelaku ekonomi. Mata uang Dollar Amerika Serikat masih menjadi standar nilai tukar dunia dan Indonesia Menurut Purchasing Power Parity Theory atau Teori Paritas Daya Beli . Theor. menyebutkan bahwa tiap nilai mata uang tertentu memiliki daya beli sama dengan mata uang itu apabila digunakan (Mankiw. Artinya bahwa harga barang yang serupa mata uangnya. Bila, terdapat perbedaan harga menyebabkan harga barang berubah seiring dengan perubahan permintaan. Maka dari itu, mata uang dollar termasuk faktor yang bisa mempengaruhi kondisi nilai rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dollar mengalami fluktuasi dari waktu kewaktu. Hal ini akan berdampak munculnya perubahan terhadap nilai tukar yang terjadi akibat adanya ketidakpastian dari nilai tukar (Muzakky. Adanya perubahan pada nilai tukar akan mempengaruh perkembangan harga barang maupun jasa yang berada dalam negeri secara terjadinya apresiasi dan depresiasi mata uang (R Wilya. Indonesia sebuah sistem nilai tukar semenjak Agustus tahun 1997 yaitu sistem nilai tukar yang mengambang bebas atau Free Floating System (Perry, 2. Maka, mekanisme pasar akan menentukan posisi nilai tukar rupiah atas mata uang lainnya (Yuliyanti, 2. Gambar 1 memperlihatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika bulan Januari 2017 sampai bulan Desember 2020 mengalami Jika dilihat pada bulan Maret 2020rupiah melemah hingga 16. 367 dan tertinggi selama periode 2017-2020. Sedangkan, bulan Juni 2017-rupiah menguat pada angka 13. menjadi yang terkuat selama peridoe 20172020. Konsekuensi dari adanya fluktuasi ini akan menimbulkan depresiasi maupun apresiasi nilai mata uang, yang akan berdampak bagi Pengertian depresiasi adalah menurunanya Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 suatu nilai mata uang bila dibandingkan dengan (Nopirin, 2. mata uang asing dari negara lain. Sedangkan. Nilai tukar secara umum dipengaruhi apresiasi ialah meningkatnya nilai mata uang oleh faktor fundamental, faktor psikologis, suatu negara terhadap nilai mata uang dari faktor spekulasi, dan faktor teknis. Permintaan negara lainnya (Berlianta, 2. dan penawaran . suatu mata uang juga disebabkan oleh adanya faktor Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar lainnya, yaitu dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Inflasi merupakan sebuah kejadian Nov-20 Jul-20 Mar-20 Nov-19 Jul-19 Mar-19 Nov-18 Jul-18 Mar-18 Nov-17 Jul-17 yang mana terjadi kenaikan pada harga-harga Negara yang memiliki ekonomi relatif perekonomiannya yang ditunjukkan oleh mata Menjaga (Dornblush, negara, maka pemerintah akan berupaya melakukan berbagai kebijakan dalam mengatur melaksanakan kebijakan moneter. Dimana kebijakan fiskal ialah suatu kebijakan ekonomi yang didalamnya terdapat pengaturan mengenai pengeluaran dan juga mengenai perpajakan. Sedangkan pada kebijakan moneter, sasarannya adalah mengatur tentang beredarnya uang berlangsung secara terus-menerus (Natsir. Inflasi berperan besar dalam terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah. Bila tingkat inflasi Gambar 1. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat 2017-2020 peraturan dan kebijakan dari pemerintah (Noor. Sumber: Kementrian Perdagangan, diolah . alance of paymen. , tingkat pendapatan, serta Mar-17 mengatur tingkat dari suku bunga yang berlaku meningkat secara besar maka, harga produk dalam negeri meningkat menjadi lebih mahal. Permintaan terhadap mata uang dipengaruhi oleh adanya kenaikan pada harga tersebut, yang disebabkan karena konsumen lebih memilih mengonsumsi atau membeli produk asing yang harganya relatif lebih murah (Madesha et al. Nilai tukar akan semakin terdepresiasi Jumlah Uang Beredar (JUB) merupakan jumlah uang beredar dalam suatu perekonomian pada waktu tertentu. Disini, jumlah uang beredar ialah seluruh uang yang dipegang oleh masyarakat, dengan tidak menghitung jumlah uang di bank (Raharja. Peningkatan jumlah uang beredar dalam masyarakat dapat meningkatkan konsumsi masyarakat baik konsumsi barang dari dalam barang luar Duwik Tri Utami. Fitrah Sari Islami Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Nilai Tukar Rupiah (Muchlas, 2. Permasalahan mengenai nilai (Carbaugh, 2. Cadangan devisa adalah tukar kerap kali dihubungkan dengan kebijakan dana valuta asing yang di persiapkan oleh bank moneter yang dinamai kebijakan moneter yang sentral untuk membiayai keperluan pembiayaan pembangunan serta transaksi luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah saat perekonomian pembayaran utang luar negeri, serta investasi (Tambunan, 2. Adanya cadangan devisa pemerintah dengan kebijakan ini akan berusaha untuk meningkatkan jumlah uang beredar pemerintah dalam kegiatannya melakukan dalam masyarakat. Berbeda halnya dengan intervensi pasar sehingga nilai tukar akan stabil. kebijakan moneter kontraktif, yang akan Semakin tingginya cadangan devisa, maka nilai mata uang cenderung stabil. Permasalah ini pernah diteliti oleh Ulfa mengurangi jumlah uang beredar di dalam . dengan hasil yang menunjukkan bahwa masyarakat agar dapat mengurangi kenaikan SBI dan juga jumlah uang beredar positif dan harga (Landa, 2. Imbas dari peningkatan signifikan mempengaruhi nilai tukar. Ekspor jumlah uang yang beredar di suatu negara dapat negatif signifikan pengaruhnya terhadap kurs. Sedangkan pengaruh impor terhadap kurs sehingga mata uang akan mengalami depresiasi adalah positif tak signifikan. atau pelemahan (Noor, 2. Yuliyanti . meneliti mengenai Sertifikat Bank Indonesia atau SBI pengaruh jumlah uang beredar, tingkat suku adalah sebuah mekanisme dari Bank Indonesia bunga SBI, impor, serta cadangan devisa (BI) dengan tujuan untuk mengendalikan terhadap kurs pada jangka pendeknya dan juga kestabilan nilai rupiah (Yuliyanti, 2. jangka panjangnya. Yang menunjukkan bahwa Adanya perubahan pada tingkat suku bunga ini JUB pada jangka pendek pengaruhnya tak akan memberikan pengaruh terhadap besar signifikan, tetapi berpengaruh signifikan dalam kecilnya permintaan penawaran pada pasar jangka panjang. SBI pada jangka pendek serta uang dalam negeri. Suatu negara yang apabila menggunakan rezim berupa devisa bebas, akan Impor saat jangka pendek tak menyebabkan munculnya suatu kondisi dimana berpengaruh signifikan sedangkan pada jangka terjadinya peningkatan arus modal dari negara luar masuk ke dalam negeri . apital inflo. Terakhir. Cadangan berpengaruh Kondisi seperti ini akan mengakibatkan nilai signifikan baik pada jangka panjang maupun tukar mengalami perubahan terhadap mata uang jangka pendeknya. asing dalam pasar valuta asing (Muchlas, 2. Penelitian SBI Bau Pergerakan nilai tukar suatu negara mengatakan jika tingkat suku bunga SBI dan JUB punya pengaruh secara positif signifikan Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 kepada fluktuasi nilai tukar. Dimana bila suku kurs dollar. bunga SBI dan JUB mengalami peningkatan. Penelitian Yansyah akan berimbas melemahnya nilai tukar atau menghasilkan bahwa tingkat suku bunga, nilai tukar akan mengalami depresiasi. inflasi, serta BOP Indonesia mempengaruhi Hasyim . mengemukakan bahwa kurs secara signifikan, akan tetapi suku bunga pendapatan riil serta suku bunga negatif Negara Amerika dan inflasi tidak memiliki signifikan mempengaruhi kurs. Akan tetapi, pengaruh secara signifikan. Wijaya . mengatakan jika inflasi, mempengaruhi kurs. Serta, pengaruh cadangan ekspor, dan impor tak signifikan sedangkan SBI devisa atas kurs adalah negatif tak signifikan. dan harga minyak signifikan mempengaruhi Hasil Demak nilai tukar dalam jangka pendeknya. Pada menyiratkan jika suku bunga deposito. JUB, jangka panjangnya, nilai tukar dipengaruhi SBI dan inflasi signifikan positif mempengaruhi dan ekspor secara tak signifikan sedangkan kurs pada jangka pendeknya. Namun, di jangka dipengaruhi secara signifikan oleh inflasi, harga pendeknya inflasi dan JUB punya pengaruh minyak, dan impor. positif tidak signifikan, sedangkan suku bunga Penelitian yang dilakukan ini bertujuan deposito mempengaruhi kurs secara signifikan mengetahui bagaimana pengaruh variabel- variabel makro terhadap nilai tukar rupiah atas Nuroctavia . menyatakan bahwa Amerika Serikat. Pada variabel inflasi punya pengaruh signifikan sebelumnya banyak berfokus pada ekspor dan positif baik dalam jangka pendeknya maupun impor sebagai variabel independen serta Variabel JUB berfokus pada pengaruhnya dalam jangka Sementara dalam penelitian ini signifikan positif di jangka panjangnya, namun menggunakan variabel independen berupa memiliki pengaruh signifikan negatif dalam inflasi, jumlah uang beredar (M. , tingkat suku jangka pendeknya. Variabel lainnya yaitu bunga SBI, dan variabel cadangan devisa. Dimana independen dalam mempengaruhi variabel panjangnya signifikan negatif mempengaruhi dependennya pada jangka pendek dan juga nilai tukar. Pengaruh variabel impor signifikan metode Error Correction Model (ECM). kurs baik pada jangka panjangnya maupun jangka pendeknya. Silitonga penelitiannya menyatakan bahwa varaibel METODE PENELITIAN Objek Penelitian ekspor dan impor . et ekspo. berpengaruh Penelitian ini menggunakan variabel- negatif signifikan, sedangkan inflasi punya variabel makro berupa inflasi, jumlah uang pengaruh yang negatif tak signifikan terhadap beredar (M. , suku bunga SBI, serta cadangan Duwik Tri Utami. Fitrah Sari Islami Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Nilai Tukar Rupiah devisa sebagai variabel independen. Sedangkan meliputi pengaruh variabel pada jangka panjang nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat maupun pada jangka pendek. Dimana model ini (Kur. merupakan variabel dependen. Jenis dan Sumber Data panjangnya serta model jangka pendeknya. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data time series yang dimulai pada Bulan Januari 2017 sampai Bulan Desember 2020. Data yang dipakai bersumber dari Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia. Kementrian Perdagangan, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Serta data penelitian ini didapatkan dari berbagai bahan tulisan lainnya antara lain kajian literature, jurnal ilmiah, serta penelitianpenelitian pendahulu yang berkaitannya dengan masalah pada penelitian ini, serta sumber yang berasal dari studi internet yang menunjang penelitian ini Metode Analisis Data Penelitian kuantitatif dipakai dalam Maka model pada jangka panjang bisa diformulasikan sebagai berikut: yaOyaiyacyaeya = yuEya yuEya yaOyayayauyaoyayaya yuEya yaOyaiyaAya yuEyc yaeyaAyaO yuEye yaCyaoyayyaoyayayaoya yaEyayayayayaoya yuIya dimana KURS adalah nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat yang dilihat secara Inflasi yaitu tingkat inflasi bulanan dalam persen, jumlah uang beredar adalah data jumlah uang beredar pada arti luas (M. dalam milyar rupiah. SBI yaitu tingkat suku bunga SBI dalam persen, cadangan devisa adalah jumlah cadangan devisa dalam juta US $, yu yaitu konstanta dan A adalah residual. Model jangka pendek pada penelitian ini dapat diformulasikan dalam bentuk sebagai metode penelitian ini. Dimana data data time series digunakan sebagai alat pengolahan data OIyaOyaiyacyaeya = yuEya yuEya OIyaOyayayauyaoyayaya yuEya OIyaOyaiyaAya serta dalam analisisnya menggunakan program yuEyc OIyaeyaAyaO yuEye OIyaCyaoyayyaoyayayaoya yaEyayayayayaoya Eviews 10. Model penelitian berupa model yuEye yaEyaCyaeya yuIya ekonometrik dengan menggunakan pendekatan kointegrasi dan model yang dinamis. Model analisis pada penelitian ini terdiri atas 4 tahapan uji yaitu uji stasioneritas, uji kointegrasi. ECM (Error Corection Mode. , dan uji asumsi klasik. Fungsi ekonometrika yang digunakan untuk menganalisis pengaruh inflasi, jumlah uang beredar, tingkat suku bunga SBI, serta cadangan devisa terhadap nilai tukar adalah sebagai berikut: yaOyaiyacyae: ya. aOyayayauyaoyaya, yaOyaiyaA, yaeyaAyaO, yaCyaoyayyaoyayayaoya yaEyayayayaya. Analisis yang ada dalam penelitian ini dimana OI adalah difference pada orde pertama. ECT (Error Correction Ter. adalah residual persamaan jangka panjang, dan A adalah Error Correction Model (ECM) yang mana dipakai guna memperbaiki persamaan regresi dari variabel yang tidak stasioner supaya kembali pada nilai ekuilibrium dalam model (Ajija. ECM penelitian dalam hubungan jangka panjang serta hubungan jangka pendek yang ditimbulkan Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 adanya ketidakseimbangan hubungan dalam model ini serta ketidaknormalan dan juga ketidakstasioneran data. Hasil dari melakukan uji kointegrasi bisa dibentuk dari nilai residualnya. Dengan variabel-variabel HASIL DAN PEMBAHASAN independennya terhadap variabel dependennya UJI STASIONARITAS DATA yang diregresi secara OLS. Residul ini wajib Stasioner adalah kondisi dimana data lolos uji stasioner pada tingkat level agar bisa time series berupa varian, covarian, dan rata- dikatakan mempunyai kointegrasi. Dari residual rata dari variabel peubah tak dipengaruhi oleh yang dibentuk dilakukan uji stasioneritasnya. waktu (Juanda, 2. Metode Augmented Tabel 2. Uji Stasioneritas Residual Dickey Fuller (ADF) dipakai untuk melakukan uji stasioner dan akar unit dalam penelitian ini. Tabel 1. Uji Stasioneritas Data Variabel Kurs Inflasi JUB SBI Cad Dev Uji Akar Unit Level 1st Difference ADF Prob ADF Prob Sumber: Output Eviews 10, diolah Var. ADF tstatistic Nilai Kritis 5% Prob. Ket. Residu 0,0076 Stasio Sumber: Output Eviews 10, diolah Bisa disimpulkan bahwa residualnya lolos pada uji stasioner tingkat level yang didapati dari nilai t-statistiknya yang signifikan terhadap alpha 5% dengan nilai probabilitasnya Maka, terkointegrasi yang menunjukkan memiliki Dari hasil tabel di atas, keseluruhan hubungan dalam jangka panjangnya variabel tak lolos pada uji stasioner tingkat Maka Hasilnya seluruh variabel yang ERROR CORRECTION MODEL Guna mengetahui persamaan jangka digunakan lolos dalam uji stasioner tingkat first Uji Error Correction Model. Dibentukannya empiris dalam jangka pendek dan panjang. UJI KOINTEGRASI ditujukan untuk mengetahui adanya perubahan Jika data sudah stasioner, maka langkah variabel inflasi, jumlah uang beredar, tingkat selanjutnya adalah melakukan identifikasi suku bunga SBI, serta cadangan devisa atas apakah data itu terkointegrasi atau tidak pengaruhnya terhadap nilai tukar. Maka. Estimasi Jangka Panjang Setelah Uji ini adalah uji yang bertujuan memberikan indikasi awal bahwasannya pada selanjutnya dilakukan estimasi pada persamaan model yang dipakai pada penelitian ini, model jangka panjang untuk menunjukkan mempunyai hubungan dengan model jangka bagaimana variabel bebas dapat mempengaruhi Duwik Tri Utami. Fitrah Sari Islami Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Nilai Tukar Rupiah variabel terikat. Dan bila cadangan devisa meningkat Tabel 4. Hasil Regresi Jangka Panjang 1 juta dollar, nilai tukar menurun sebesar 0. pada jangka panjangnya. Variabel dependent: KURS Independent Coefisien t-statistic Prob. Nilai koefisien determinasi pada jangka Inflasi pendek sebesar 0. Menunjukkan variabel JUB 0000*** independen yang dipakai pada penelitian ini SBI Cad Dev 0000*** Constan 0000*** R-squared menjelaskan variabel dependen pada model ini Prob. F-statistik 0000*** Sumber : Output Eviews 10, diolah Ket : *signifikan pada = 10% **signifikan pada = 5% ***signifikan pada = 1% bisa menjelaskan variabel dependennya sebesar Model yang dibentuk dengan cara mengubah seluruh variabel baik itu variabel independennya maupun variabel dependennya menjadi bentuk KURSt = 20034. 6286 Inflasi 0012 JUB Oe 188. 248 SBI menggunakan ECM Tabel 3. Hasil Regresi Jangka Pendek 0989 Cadangan Devisa A persamaan penelitian dalam jangka pendek model jangka panjang dapat ditulis sebagai Estimasi Jangka Pendek Berdasarkan tabel di atas, hasil estimasi Dalam Variabel Variabel dependent: KURS Independent Coef t-static Prob. JUB. SBI, dan cadangan devisa secara D1_Inflasi simultan mempengaruhi nilai tukar. Ditemukan D1_JUB 0002*** D1_SBI D1_Cadev 0000*** ECT (-. 0022*** inflasi naik 1% akan menaikkan nilai tukar Constan 6286 pada jangka panjang. JUB punya R-squared Prob. F-statistik 0000*** bila variabel inflasi mempengaruhi nilai tukar secara positif tak signifikan. Bermakna, bila pengaruh positif signifikan, yang berarti bila JUB meningkat satu milyar rupiah pada jangka panjangnya akan menyebabkan nilai tukar Temuan lainnya, variabel Sumber : Output Eviews 10, diolah Ket : *signifikan pada = 10% **signifikan pada = 5% ***signifikan pada = 1% SBI memiliki pengaruh yang negatif signifikan Berdasar tabel di atas, bisa dituliskan atas nilai tukar. Maka, nilai tukar akan menurun hasil estimasinya berupa hasil dari model 248 pada jangka panjang apabila SBI naik jangka pendek sebagai berikut: sebesar 1%. Terakhir, cadangan devisa dapat mempengaruhi nilai tukar secara negatif DKurst = Oe26. 417 Oe 48. 880 DInflasi 0029 DJUB Oe 250. 662 DSBI Oe Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 1000 DCadangan Devisa Oe independen yang dipakai pada penelitian ini 4599 ECT(Oe. A bisa menjelaskan variabel dependennya sebesar Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ECT (-. atau ECT punya probability 0. lebih kecil dari 0. Artinya variabel ECT ini Variabel menjelaskan variabel dependen pada model ini menunjukkan hasil signifikan pada alfa 5% dan memiliki tanda negatif yang dapat dikatakan HASIL UJI ASUMSI KLASIK Berikut adalah hasi asumsi klasik yang bahwasannya model ECM dalam penelitian ini sudah valid serta mampu menyesuaikan dengan model jangka pendeknya guna mencapai suatu diujikan pada model jangka pendeknya. Uji Miltikolinieritas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas keseimbangan pada jangka panjangnya. Hasil dari estimasi jangka pendek ini, memperlihatkan bahwa seluruh variabel secara simultan mempengaruhi nilai tukar. Variabel inflasi negatif tak signifikan mempengaruhi nilai tukar. Jika terdapat perubahan inflasi dalam jangka pendek sebesar 1% menyebabkan Variabel selanjurnya jumlah uang beredar positif signifikan mempengaruhi nilai tukar. Maka, nilai tukar akan meningkat sebesar 0029 bila jumlah uang beredar naik sebesar satu milyar rupiah dalam jangka pendek. Temuan lainnya, variabel SBI mempengaruhi nilai tukar secara negatif tak signifikan. Berarti, apabila SBI pada jangka pendeknya naik Centered VIF Variable D1_Inflasi D1_JUB D1_SBI D1_Cadangan Devisa ECT(-. Sumber: Output Eviews 10, diolah Berdasarkan multikolinieritas menggunakan metode korelasi parsial antar variabel independen diperoleh Hal itu dikarenakan semua variabel independen mempunyai nilai centered VIF dibawah dari nilai 10. Uji Heteroskedastisitas sebesar 1% akan menimbulkan penurunan nilai Tabel 6. Hasil Uji Heterokedastisitas tukar sebesar 250. Juga didapatkan bahwa Heterokedasticity Test: Breusch Pagan Godfrey pada jangka pendek cadangan devisa dapat Obs* R- mempengaruhi nilai tukar secara negatif Bermakna, bila cadangan devisa Sumber: Output Eviews 10, diolah Prob Chisquared Dari uji heteroskedastisitas, diperoleh mengakibatkan nilai tukar menurun sebesar nilai Obs* R-square 7. 4729, yang mana lebih besar dari 5%. Sedangkan nilai probabilitas Nilai koefisien determinasi pada jangka Chi-Square 0. 1878 yang lebih besar dari 5%. pendek sebesar 0. Menunjukkan variabel Dengan ini dinyatakan model ECM yang Duwik Tri Utami. Fitrah Sari Islami Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Nilai Tukar Rupiah jangka pendeknya inflasi negatif tak signifikan Bertentangan Uji Autokorelasi dengan peneliti Nuroctavia . dan Demak . bahwa pada jangka pendek inflasi punya Tabel 7. Hasil Uji Autokorelasi pengaruh positif tak signifikan. Namun, sejalan Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test Obs* R- Prob Chi- dengan hasil penelitian BR Silitonga et al. yang menunjukkan bahwa nilai tukar dipengaruhi oleh inflasi secara negatif tak Sumber: Output Eviews 10, diolah Hal ini disebabkan, bahwa inflasi Dari uji autokorelasi dengan Breusch- pada penelitian ini selalu mengalami fluktuasi Godfrey Serial Correlation LM Test diperoleh dari bulan Januari 2017 sampai bulan Desember nilai Prob. Chi-Square 0. 5941, yang lebih besar 2020, dimana inflasi tertinggi sebesar 4. dari 5%. Maka, dengan ini dinyatakan model terjadi pada bulan Juni 2017. Teori Purchasing ECM ini terbebas dari masalah autokorelasi. Power Parity menyatakan semakin tinggi Uji Normalitas tingkat inflasi akan berimbas nilai tukar yang semakin melemah. Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Hasil penelitian pada variabel JUB Normality Test Jarque-Bera Probability pada jangka panjangnya maupun pada jangka Sumber: Output Eviews 10, diolah Dari uji normalitas menggunakan metode Jargue Bera Test diperoleh nilai JB sebesar 6795 lebih besar dari 5% dan nilai p-value lebih besar dari 5% yakni sebesar sebesar Maka, dengan ini dinyatakan bahwa residual pada model ini terdistribusi normal. Peneliti Yuliyanti . Demak . dan Nuroctavia . menyatakan JUB positif signifikan mempengaruhi nilai tukar di jangka pendek. Hasil ini sejalan dari riset yang dilakukan peneliti Ulfa . dan Bau et al. , . yang menyatakan JUB mempengaruhi nilai tukar rupiah secara positif Hasil ini didasarkan atas teori yang PEMBAHASAN Secara positif signifikan mempengaruhi nilai tukar mengemukakan bahwa koefisien dari JUB positif mempengaruhi pergerakan nilai tukar di signifikan dalam mempengaruhi nilai tukar Indonesia. Maka bila jumlah uang beredar di Pada penelitian ini didapatkan inflasi masyarakat mengalami peningkatan, ma nilai mempengaruhi nilai tukar secara positif tak tukar rupiah juga akan mengalami peningkatan. signifikan pada jangka panjangnya, sesuai Temuan dengan teori yang berlaku. Sejalan dengan mengindikasikan bahwa tingkat suku bunga penelitian Nuroctavia . bahwa pada SBI mempengaruhi nilai tukar secara negatif tak jangka panjang inflasi positif tak signifikan signifikan dalam jangka pendeknya. Tidak mempengaruhi nilai tukar. Namun, dalam sejalan dengan peneliti Yuliyanti . yang Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 SBI uang domestic yang berspekulasi yang mana akan membuat nilai tukar menguat atau Hasil Hal ini juga dikemukakan oleh SBI peneliti Yuliyanti . bahwa pada jangka mempengaruhi nilai tukar. Hasil ini sejalan panjang dan pendek cadangan devisa negatif Yuliyanti . signifikan mempengaruhi nilai tukar. Hasil berbeda ditemukan dalam penelitian Hasyim SBI yang menyatakan bahwa nilai tukar Hasil berbeda ditemukan pada dipengaruhi oleh cadangan devisa secara peneliti Ulfa . dan Bau et al. , . yang negatif tak signifikan. menyatakan jika SBI positif signifikan dalam Hasil KESIMPULAN menunjukkan tingkat suku bunga negatif dalam mempengaruhi nilai tukar ini telah sesuai dengan teori yang berlaku. Bahwasannya Teori International Fisher Effect (IFE) mengatakan bahwa nilai tukar suatu mata uang dengan mata uang lain akan berubah tergantung dari perbedaan tingkat bunga yang ada pada dua Dalam teori Keynesian, mata uang suatu negara akan mengalami apresiasi bila tingkat suku bunga negaranya lebih tinggi dari negara Dan depresiasi bila tingkat suku bunga negaranya lebih rendah dibandingkan negara lain. Temuan terakhir penelitian ini adalah cadangan devisa mempengaruhi nilai tukar secara negatif signifikan pada jangka panjang maupun jangka pendeknya. Sesuai dengan teori hubungan negatif antara cadangan devisa Maka terhadap potensi yang dimiliki suatu negara dalam mengatasi kondisi esternal shocks. Sehingga, negara mampu mengendalikan mata Hasil analisis dengan metode Error Correction Model mengenai analisis pengaruh tingkat inflasi, jumlah uang beredar (JUB), sertifikat bank Indonesia (SBI), dan cadangan devisa terhadap nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat, menunjukkan hasil yang Tingkat inflasi menunjukkan hasil yang tak signifikan dalam mempengaruhi nilai Dimungkinkan karena tingkat inflasi selalu mengalami fluktuasi yang akhirnya mempengaruhi nilai tukar dari rupiah sehingga Inflasi mengakibatkan tingkat harga dalam negeri menjadi meningkat dan akibatnya harga dalam negeri menjadi lebih mahal dari harga di luar negeri, maka negara cenderung memilih mengimpor barang. Sehingga nilai rupiah mengalami depresiasi. Sedangkan jumlah uang beredar menghasil hasil yang signifikan dalam mempengaruhi nilai tukar. Jumlah uang beredar menyebabkan nilai tukar rupiah meningkat. Meningkatnya jumlah uang beredar dalam masyarakat bisa menyebabkan tingkat suku Duwik Tri Utami. Fitrah Sari Islami Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Nilai Tukar Rupiah investasi keluar negeri dan pada akhirnya rupiah akan terdepresiasi oleh dollar. Tingkat suku bunga SBI tidak signifikan pada jangka pendeknya dalam mempengaruhi nilai tukar. Naik turunnya nilai tukar rupiah atas dollar bersifat sementara, sehingga masyarakat sudah terbiasa dengan adanya perubahan tersebut. Temuan Bertambahnya cadangan devisa sutau negara akan meningkatkan kepercayaan luar negeri terhadap negara tersebut. Maka, nilai tukar rupiah terapresiasi. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan untuk bisa disempurnakan dan ditelaah lebih jauh lagi. Untuk itu perlu mengembangkan variabel yang mempengaruhi Sehingga memberikan interpetasi hasil yang lebih beragam sebagai referensi bagi peneliti DAFTAR PUSTAKA