Jurnal Citra Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Tahun 2022 ISSN 2775-1589 Hal 626-636 (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcp/index PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS XI DKV 2 SMK NEGERI 1 SUKASADA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Ni Nengah Sekarini SMKN 1 Sukasada nengahsekarini72@gmail. Abstract This study aims to find out the application of demonstration methods to improve student-learning outcomes in Pancasila education and citizenship subjects of class XI DKV 2 odd semesters of the 2021/2022 school year. The research design used in this study is class action research (CAR). Based on the results of research that has been conducted, it can be concluded that the application of demonstration methods can improve the learning outcomes of students of Class XI DKV 2 SMKN 1 Sukasada in the subjects of PPKn odd semester of the 2021/2022 school year. The learning outcomes of class XI DKV 2 students in PPKN subjects, the main subject matter of democratic dynamics in the life of the nation and state in front of the class have increased in each cycle. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas XI DKV 2 semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI DKV 2 SMKN 1 Sukasada pada mata pelajaran PPKn semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Adapun hasil belajar siswa kelas XI DKV 2 pada mata pelajaran PPKN materi pokok dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara di depan kelas memiliki peningkatan dalam setiap siklusnya. Article History Received:15-05-2022 Reviewed:10-06-2022 Published:30-07-2022 Key Words Demonstration Methods. Learning Outcomes Sejarah Artikel Diterima:15-05-2022 Direview:10-06-2022 Disetujui:30-07-2022 7 Kata Kunci Metode Demonstrasi. Hasil Belajar Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 626 PENDAHULUAN Di era modern sekarang, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat serta menyentuh pada semua aspek kehidupan manusia tak terkecuali di bidang pendidikan dan pengajaran. Pemerintah dewasa ini khususnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah telah mengusahakan peningkatan mutu pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi. Di antaranya adalah penyempurnaan kurikulum 1975 menjadi kurikulum 1984, kemudian disempurnakan lagi menjadi kurikulum 1994, kemudian Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, akhirnya Kurikulum Tiga Belas (K. Selain itu, dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yang ditetapkan dengan Ketetapan MPR No IV/MPR/1978, pada bagian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dinyatakan antara lain:AuDengan semakin meningkatnya dan meluasnya pembangunan maka kehidupan keagamaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus semakin diamalkan baik di dalam kehidupan pribadi maupun hidup sosial kemasyarakatan. Ay Dalam peningkatan mutu pendidikan pemerintah selalu berusaha semaksimal mungkin untuk terbentuknya pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang mampu berperan dalam persaingan global di era masa kini. Salah satu bentuk konkrit usaha pemerintah tersebut dengan mengadakan penataran guru-guru bidang studi, pengadaan buku-buku paket, dan menambah sarana dan prasarana untuk kegiatan proses belajar mengajar. Belajar pada hakikatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Ahli pendidikan modern merumuskan perbuatan belajar sebagai berikut: AuBelajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihanAy Aqib . Ay Perubahan tingkah laku tersebut misalnya, dari tidak tahu menjadi tahu timbulnya pengertian baru, serta timbul dan berkembangnya sifat-sifat sosial dan emosional. Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup menerapkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Belajar bermakna . eaningfull learnin. merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif peserta didik. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, konsep-konsep Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 627 pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki peserta didik dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, proses memberikan, bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar (Sudjana,1. Sedangkan pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar pada setiap individu atau kelompok untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu. Proses belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang di dalamnya terjadi proses siswa belajar dan guru mengajar dalam konteks interaktif, dan terjadi interaksi edukatif antara guru dan siswa, sehingga terdapat perubahan dalam diri siswa baik perubahan pada tingkat pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan atau sikap (Hamalik Oemar, 2. Dalam aspek perkembangan kognitif . erdasarkan teori/tahap perkembangan kognitif Piage. , anak usia ini berada pada tahap transisi dari tahap pra operasi ke tahap operasi konkrit. Piaget, dalam hal ini, menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata, yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap berbagai obyek yang ada dalam Pemahaman tentang obyek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi . enghubungkan obyek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiranny. dan akomodasi . roses memanfaatkan konsep dalam pikiran untuk menafsirkan obye. Proses belajar anak tidak sekedar menghafal konsep-konsep dan fakta-fakta, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh. Pada peningkatan hasil belajar siswa bukan hanya peran guru yang dibutuhkan tetapi siswa sendirilah yang dituntut peran aktif dalam proses belajar mengajar. Salah satu hal yang penting dimiliki oleh siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya adalah penguasaan bahan pelajaran. Siswa yang kurang menguasai bahan pelajaran akan mempunyai nilai yang lebih rendah bila dibandingkan dengan siswa yang lebih menguasai bahan pelajaran. Untuk menguasai bahan pelajaran maka dituntut adanya aktifitas dari siswa yang bukan hanya sekedar mengingat, tetapi lebih dari itu yakni memahami, mengaplikasikan, dan mengevaluasi bahan pelajaran. Mata pelajaran PPKn merupakan unsur mata pelajaran yang penting dipelajari peserta didik sejak dini. Pembelajaran PPKn pengetahuan peserta didik terhadap diarahkan untuk menumbuh kembangkan pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 628 terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Kurikulum Berbasis Kompetensi, 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengalami perkembangan sejarah yang sangat panjang, yang dimulai dari Civic Education. Pendidikan Moral Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan . , sampai yang terakhir pada Kurikulum 2013 berubah Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan. Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Sukasada menekankan proses kegiatan belajar yang berorientasi pada kemampuan dasar yang harus di miliki oleh seorang siswa. Mata pelajaran PPKn merupakan ilmu pengetahuan yang bertujuan membentuk diri berdasarkan ciri-ciri masyarakat Indonesia. Melalui mata pelajaran ini diharapkan mampu membawa masyarakat Indonesia menjadi warga Negara memiliki kepribadian yang konsisten serta mampu mewujudkan nilai-nilai pancasila dalam menjalankan proses kehidupan. Melalui mata pelajaran Kewarganegaraan juga diharapkan warga Negara Indonesia dapat menjadi warga Negara yang professional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis, memiliki adab yang tinggi, berdisiplin, berpartisipasi, aktif dalam membangun kehidupan yang dihadapi berdasarkan nilai-nilai luhur pancasila. Untuk mewujudkan itu semua bukan suatu pekerjaan yang mudah, apalagi pada anak yang masih memiliki sikap dan perilaku yang suka bermain-main dan belum mampu untuk menanamkan rasa cinta tehadap tanah air. SMK Negeri 1 Sukasada sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sangat menjunjung keberhasilan pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan siswa diharapkan mampu menjadi seorang yang multidimensi. Usaha untuk seperti itu banyak dilakukan oleh lembaga terkait, seperti pemenuhan sarana prasarana, media pembelajaran dan guru yang profesional dengan harapan akan mampu menciptakan pengelolaan pembelajaran dengan baik, yang pada akhirnya akan menjadikan lembaga yang berkualitas. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut muncul dari keseharian siswa di Di kelas XI DKV 2 SMK Negeri 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 tempat penelitian ini banyak sekali ditemukan permasalahan. Seperti dalam pembelajaran PPKn. Pada pelajaran ini, siswa kurang antusias dan kurang peduli terhadap apa yang disampaikan guru, mereka lebih mementingkan hal lain dari pada belajar, seperti menggambar, bicara sendiri dengan teman di dekatnya. Hal itu tentu sangat mengganggu dan tidak memungkinkan untuk memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal. Dalam kondisi yang demikian, tentu akan sangat berpengaruh terhadap prestasi atau hasil belajar Jika kondisi seperti ini tidak secepatnya ditanggulangi, maka sangat mungkin kualitas lembaga akan menjadi menurun, karena salah satu indikator keberhasilan lembaga adalah mampu mencetak lulusan yang baik, sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 629 Metode dalam proses belajar mengajar merupakan alat untuk mencapai tujuan Perumusan tujuan dengan sejelas-jelasnya merupakan syarat terpenting sebelum guru menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat. Apabila guru dalam memilih metode mengajar kurang tepat akan menyebabkan kekaburan tujuan yang akan digunakan dalam mengajar. Menurut Arifin Zainal . , metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan, karena ia menjadi sarana dalam penyampaian materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum. Tanpa metode, status materi pelajaran tidak akan dapat berproses secara efisien dan efektif dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan pendidikan Selain itu guru dituntut untuk mengetahui serta menguasai beberapa metode dengan harapan guru tidak hanya menguasai secara teori tetapi guru dituntut memilih metode yang tepat untuk mengoperasionalkan dalam proses belajar mengajar dengan baik. Jadi guru dituntut untuk benar-benar mengetahui dan mengerti metode yang cocok dalam proses belajar mengajar, yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa. Dan akhirnya pendidikan bisa mencapai tujuan yang diinginkan serta mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam proses belajar mengajar metode demonstrasi mutlak digunakan, karena seorang guru tidak hanya mengandalkan informasi ilmu, tanpa hasil yang sesuai dengan kurikulum yang sudah ada. Guru yang profesional akan menuntut suatu hubungan integral antara keselarasan materi dan praktek yang sudah dijelaskan oleh guru terhadap siswa. Guru akan mengetahui sejauh mana siswa bisa mempraktekkan atau mendemonstrasikan materi yang telah diberikan sehingga siswa dapat mengaplikasikan sikapnya dalam kehidupan. Berkaitan dengan hal tersebut, sampai saat ini pembelajaran PPKn belum mencapai standar yang diinginkan oleh tujuan PPKn sebagai ilmu yang mendorong siswa untuk menjadi warga negara yang mengenal negara dan bangsa baik secara sosial, ekonomi, dan kultural sehingga menjadi sosok manusia yang mempunyai nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang ideal. Pada kenyataannya pembelajaran PPKn di SMKN 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 masih sebatas menyampaikan tentang materi kepada siswa. Dalam tes evaluasi yang diadakan tanggal 2 Agustus 2021 sebelum tindakan yaitu pada tahap prasiklus dinyatakan masih banyak siswa yang belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Dari 33 siswa hanya terdapat 5 siswa atau 15. 15% yang berhasil tuntas atau mencapai nilai KKM sedangkan sisanya sebanyak 28 siswa atau 84. 85% belum mencapai nilai KKM. Dari paparan latar belakang tersebut, peneliti menemukan suatu masalah yang perlu dibahas, yaitu : Bagaimana penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI DKV 2 di SMKN 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Berdasarkan pada permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 630 Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI DKV 2 di SMKN 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Hasil dan penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI DKV 2 di SMKN 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pelaksanaan tindakan kepada subjek penelitian, yang diutamakan adalah mengungkapkan makna, yakni makna dan proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan hasil belajar melalui tindakan yang dilakukan. (Maleong Lexy, 1. Rancangan Penelitian Setting dalam penelitian ini meliputi : tempat penelitian, waktu penelitian dan siklus PTK. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMKN 1 Sukasada kelas XI DKV 2 semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun pelajaran 2021/2022. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Sukasada tepatnya di kelas XI DKV 2 semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa sebanyak 33 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan model Kemmis dan Mc Taggart ini dilaksanakan melalui dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan . , tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Melalui dua siklus tersebut dapat diamati peningkatan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Berikut adalah gambar alur siklusnya: Alur Siklus Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 631 Untuk data, ada dua Sumber Data yakni: Data Kuantitatif: data hasil pengamatan/observasi terhadap kegiatan siswa. Mencatat hasil tersebut dalam lembar observasi berupa catatan check list. Data Kualitatif : data hasil belajar siswa yakni dari hasil tes atau evaluasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebagai patokan untuk mengukur kemampuan dan ketuntasan belajar siswa dalam membuat laporan terkait dengan materi dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Sementara itu, metode pengumpulan data menggunakan beberapa cara yakni: Observasi Sistematis dan Observasi Non Sistematis. Teknik Analisis Data Untuk mengetahui kefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu dilakukan analisis data. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu memaparkan data hasil pengamatan, hasil evaluasi siswa pada setiap akhir siklus dengan membandingkan hasil belajar yang dicapai pada setiap siklus. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu : Untuk Menilai Tes Formatif Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan : X=Oc Keterangan : X = Nilai rata-rata Ocx = Jumlah semua nilai Ocn = Jumlah siswa Untuk menilai tes membuat dan menjelaskan laporan tentang Dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun untuk menghitung nilai praktek membuat dan menjelaskan laporan tentang kewenangan lembaga-lembaga Negara digunakan rumus sebagai berikut: Nilai Akhir = X 10 Prosedur Penelitian Siklus Pertama Perencanaan Pada tahap ini peneliti merumuskan dan mempersiapkan: rencana jadwal materi/bahan pelajaran sesuai dengan pokok bahasan, lembar tugas siswa, lembar penilaian Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 632 hasil belajar, instrumen lembar observasi, dan mempersiapkan kelengkapan lain yang diperlukan dalam rangka analisis data. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan setting tindakan yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan tindakan yang direncanakan sebagai berikut: Menyampaikan tujuan pembelajaran . Menyampaikan materi secara garis besar. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi . Evaluasi terhadap terhadap pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Observasi Observasi adalah mengetahui data secara langsung pada lokasi penelitian. Observasi ini dilakukan sejak pertemuan pertama masuk kelas yang selanjutnya menyesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Sedangkan untuk mengetahui perkembangan dalam efektivitas penerepan metode demonstrasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa, peneliti mengamati antusias, keaktifan siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung, sehingga hal ini memudahkan peneliti untuk mengatahui efektifitas penerapan metode demonstrasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Refleksi Refleksi merupakan kegiatan menganalisis semua data atau informasi yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan, sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya tindakan yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang Siklus Kedua Berdasarkan refleksi pada siklus I, diadakan kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki rencana dan tindakan yang telah dilakukan. Langkah-langkah kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama seperti langkah - langkah pada siklus I, tetapi ada beberapa perbedaan kegiatan pembelajaran pada siklus I. Perencanaan Sebagai tindak lanjut siklus I, dalam siklus II dilakukan perbaikan. Peneliti mencari kekurangan dan kelebihan pada pembelajaran membuat ringkasan wacana pada siklus I. Kelebihan yang ada pada siklus I dipertahankan pada siklus II, sedangkan kekurangannya Peneliti memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan siklus I. peneliti juga menyiapkan lembar observasi untuk mengetahui kemampuan siswa memahami materi dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pelaksanaan Tindakan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 633 Proses tindakan pada siklus II dengan melaksanakan proses pembelajaran berdasarkan pada pengalaman hasil dari siklus I. Dalam tahap ini peneliti melaksanakan proses pembelajaran berdasarkan Tindakan pada siklus I, perbedaannya adalah pada siklus II dilaksanakan dengan cara menyederhanakan materi pembelajaran terkait dengan dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pengamatan Adapun yang diobservasi pada siklus II sama seperti siklus I, meliputi: hasil tes dan Pedoman pengamatan pada siklus II memperhatikan instrumen serta kriteria seperti yang terdapat pada siklus I. Refleksi Refleksi merupakan kegiatan menganalisis semua data atau informasi yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan, sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus II dengan tujuan yang HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Adapun hasil belajar Di kelas XI DKV 2 pada mata pelajaran PPKn materi pokok dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara di depan kelas memiliki peningkatan dalam setiap siklusnya. Pada tahap pra siklus dari 33 siswa Di kelas XI DKV 2 yang memiliki hasil belajar mencapai nilai KKM 80 sebanyak 5 siswa atau 85% sedangkan sisanya sebanyak 28 atau 15. 15% orang siswa tidak mencapai KKM 80 atau tidak tuntas dengan nilai rata-rata kelas sebesar 65. Selanjutnya pada siklus I hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yaitu, dari 33 siswa kelas XI DKV 2 sebanyak 17 siswa atau 51. 51% lulus atau mencapai KKM 80, sedangkan sebanyak 16 siswa atau 89% belum mencapai KKM 80 atau tidak tuntas dengan nilai rata-rata kelas sebesar Pada siklus II sebagai siklus terakhir menunjukan peningkatan yang lebih baik dengan hasil dari 33 siswa kelas kelas XI DKV 2 terdapat 31 atau 94% orang siswa lulus atau mencapai KKM 80 sedangkan hanya ada 2 siswa atau 6% orang siswa yang belum lulus atau tidak mencapai KKM dengan nilai rata-rata kelas sebesar 83. hal ini dapat dilihat dari table rekapitulasi hasil penelitian tindakan kelas yang diadakan sebagai berikut: Perbandingan Penilaian Prasiklus. Siklus 1 dan Siklus 2 Kategori Rata-Rata Prosentase Ketuntasan Jumlah Siswa Tuntas PraSiklus Siklus 1 Siklus 2 65,71429 74,85714 85,14286 Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 634 Diagram peningkatan digambarkan sebagai berikut: Perbandingan Penilaian Prasiklus. Siklus 1 dan Siklus 2 PraSiklus Siklus 1 Rata-Rata Prosentase Ketuntasan Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Siklus 2 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Di kelas XI DKV 2 SMK Negeri 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Demonstrasi dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa Di kelas XI DKV 2 SMK Negeri 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Berdasarkan hasil penelitian penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran PPKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa Di kelas XI DKV 2 SMK Negeri 1 Sukasada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 maka dapat diajukan saran-saran sebagai Kepala Lembaga Pendidikan/Kepala Sekolah Alangkah baiknya jika hasil penelitian ini dijadikan pedoman oleh lembaga pendidikan untuk selalu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, sebab untuk mencapai prestasi belajar siswa secara maksimal perlu adanya motivasi yang tinggi dari siswa itu sendiri Bagi Guru Lain. Penerapan metode demonstrasi pada setiap mata pelajaran dalam menigkatkan hasil belajar siswa haruslah disiapkan sebaik mungkin untuk lebih tercapainya suatu tujuan yang maksimal sehingga siswa dapat lebih mudah ketika siswa belajar dan dapat mudah dipahami Bagi Siswa Agar siswa selalu antusias dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), lebih berani mengungkapkan gagasannya, berkomunikasi dan bekerjasama dengan teman kelompoknya, membiasakan aktif dalam segala permasalahan yang ditemui dalam Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 635 kehidupan sehari-hari, mengaktualisasikan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA