Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 KONSEP INTEGRASI ILMU KE-MI-AN DENGAN ILMU ISLAM Zainul Anwar1*. Yuni Masrifatin2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. STAI Miftahul Ula Nganjuk anwarzein205@gmail. com, yunimasrifatin@gmail. Abstrak Dalam upaya mengatasi dikotomi keilmuan antara ilmu umum dan ilmu agama dalam pendidikan Islam di Indonesia, artikel ini mengeksplorasi konsep integrasi ilmu keislaman dengan ilmu umum. Artikel ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan Islam serta menggambarkan implementasinya dalam konteks madrasah ibtidaiyah. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, memaparkannya secara diskriptif, dan menerapkan pendekatan analisis kualitatif untuk menyajikan keterkaitan informasi guna mengambil kesimpulan. Integrasi ilmu keislaman dengan ilmu umum di madrasah ibtidaiyah bertujuan untuk membentuk karakter religius, berbudi pekerti, berilmu, dan memiliki keterampilan sesuai tuntutan zaman. Upaya ini melibatkan berbagai pendekatan dalam pendidikan karakter dan menegaskan perlunya harmoni antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi ilmu keislaman dengan ilmu umum dalam pendidikan Islam di madrasah ibtidaiyah membawa implikasi penting untuk menciptakan generasi yang memiliki keselarasan pengetahuan, karakter, dan relevansi dengan tuntutan zaman. Kata Kunci: Integrasi Ilmu. Madrasah Ibtidaiyah. Ilmu Islam PENDAHULUAN Gagasan integrasi keilmuan dalam Islam kini terus diupayakan oleh para pemikir Pendidikan Islam. Awalnya muncul sebuah ide integrasi keilmuan dilatar belakangi adanya dualism atau dikotomi keilmuan antara ilmu umum disatu sisi dan ilmu agama di sisi lain, yang pada akhirnya melahirkan dikotomik sistem pendidikan. Wujud dikotomi pendidikan di Indonesia adalah beragamnya lembaga pendidikan, yakni pesantren, madrasah, dan sekolah yang memiliki corak dan sistem yang berbeda. Pesantren fokus pada kajian agama, sementara sekola hanya mengkaji pendidikan umum saja (Bagir. Sistem pertama melahirkan golongan muslim tradisional, sedangkan sistem kedua akan melahirkan golongan muslim modern yang kebarat-baratan (Istiqomah & Putro. Sementara madrasah dalam posisi memadukan antara keduanya. Realitanya Islam tidak mengenal dan mengakui adanya dikotomi antara pendidikan umum dan pendidikan agama, sebab dikotomi bertentangan dengan Islam yang misinya tauhid yang tidak mengenal pemisahan anatra pendidikan agama dan pendidikan umum. Sumber ilmu primer dalam epistemologi Islam dalam wahyu yang diterima oleh nabi yang berasal dari Allah SWT. Al-qurAoan sebagai mukjizat yang kekal selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan untuk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju yang terang serta Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 membimbing manusia ke jalan yang benar (Khalil Al-Qathan, 2. Islam diyakini sebagai agama yang memiliki ajaran yang sempurna, komrehensif, universal serta member penghormatan besar terhadap orang yang menuntut ilmu. Terjadinya dikotomi ilmu dalam Islam disebabkan oleh beberapa faktor Pertama, faktor perkembangan dan pembidangan ilmu pengetahuan yang bergerak sedemikian pesat sehingga membentuk berbagai cabang ilmu pengetahuan, kedua, faktor historis kemunduran umat Islam di abad pertengahan yakni tahun 12501800 M. Pada masa ini dominasi fuqoha dalam pendidikan Islam sangat kuat, sehingga terjadi kristalisasi dan anggapan bahwa ilmu agama tergolong farduAoain, sedangkan ilmu umum termasuk fardu kifayah, ketiga, faktor internal kelembagaan pendidikan Islam yang belum mampu menghadapi kompletisitas dan perkembangan bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial budaya, ditambahan lemahnya manajemen di lembaga pendidikan Islam (S. , 2. Pandangan dikotomik ini berdampak pada sistem pendidikan yang sampai saat ini masih terjadi perbedaan antara lembaga pendidikan pesantren, madrasah, dan sekolah. Dalam konteks Indonesia persepsi ini terus bergulir dengan penilaian bahwa pesantren dan madrasah termasuk lembaga pendidikan nomor dua, inferior, dan tidak marketable. Sementara sekolah umum terutama yang negeri masuk dalam jenis lembaga pendidikan yang unggul dan dibanggakan serta memiliki prospek yang lebih baik dalam menatap dunia kerja. (Darda, 2. Oleh karena itu, konsep integrasi ilmu umum dengan ilmu Islam dalam memahami bagaimana pendidikan saat ini harus kita pahami. Tidak ada perbedaan dalam memperoleh ilmu baik sekolah umum maupun pesantren dan madrasah, semua unggul dari sistem pendidikan masing-masing. METODE PENELITIAN Pada penelitian kali ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Studi pustaka yakni dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku, literatur ataupun referensi ilmiah lainnya yang tentunya berhubungan dengan keilmuan madrasah ibtidaiyah denagan keilmuan agama islam(Sugiono, 2. Metode dalam memaparkan penelitian ini dengan cara diskriptif, dimana penulis menggambarkan sebuah informasi secara factual, runut, serta sistematis trntang keilmuan madrasah ibtidaiyah denagan keilmuan agama islam (J. Moleong, 2. Dalam penelitian ini menggunaka tenkik amalisis kualitatif, dimana diawali dengan penghumpunan bberbagai informasi atau data, pengemlompokan informasi/data , penyajian analisis keterkaitan informasi/data guna mengambil kesimpulan (Creswell, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Secara etimologis, integrasi adalah kata serapan dari bahasa Inggris-integrate. Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 integration yang kemudian diadaptasi kedalam bahasa Indoensia menjadi integrasi yang berarti menyatu-padukan. penggabungan atau penyatuan menajdi satu kesatuan yang utuh (Adair, 2. Jadi integrasi berarti kesempurnaan atau keseluruhan, yaitu proses unsur-unsur Integrasi Poerwadarminto merupakan penyatuan agar menjadi suatu kebulatan atau hal yang utuh (Siregar, 2. Sedangkan Kuntowijoyo beranggapan bahwa inti dari integrasi adalah menyatukan wakyu Tuhan dan temuan pemikiran manusia dengan tidak menghilangkan eksitensi Tuhan . maupun manusia . ther worldly asceticism. (Chaeruddin, 2. Ide pengintegrasian ilmu dikembangkan pertama kali oleh Muhammad Natsir, beliau melihat bahwa mereka yang hanya memperlajari ilmu agama dan yang hanya mempelajari ilmu dunia sama-sama jauh dari agamanya. Integrasi adalah pengembangan keterpaduan secara nyata anatra nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan pada umumnya, maka yang perlu dipikirkan selajutnya adalah bagaimna suasana pendidikan, kultur akademik, kurikulum, sarana dan prasarana, dan lainnya (Slamet, 2. Integrasi ilmu adalah keterpaduan secara nyata antara nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan umum. Jika dipelajari secara seksama, sesungguhnya ilmu pengetahuan di dunia ini dapat diklarifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu ilmu alam . atural scienc. , ilmu sosial . ocial scienc. , dan ilmu humaniora . Ketiga jenis ilmu ini berlaku secara universal, dimana saja. Hanya saja, dikalngan umat islam merumuskan ilmu tersendiri yang bersumber pada Al-QurAoan dan Hadits (Ikhwan. Fonomena yang banyak kita ketahui tentang interasi ilmu yang terjadi dimasyarakat, dimana pemisahan atau sering disebut dengan dikotomi ilmu sudah memperngaruhi sebagain besar masyarakat, terkadang mereka beranggpan bahwa ilmu tersbeut tidak akan pernah satukan (Istiqomah & Putro, 2. Demikian pula pada lembaga pendidikannya, selama ini kita ketahui ada lembaga pendidikan agama dan lembaga pendidikan umum. Lembaga pendidikan seperti madrasah, pondok pesantren. STAIN. IAIN. UIN, dan PTAI lainnya disebut dengan lembaga pendidikan agama. Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Sedangkan SD. SMP,SMA. SMK, dan Univeritas disebut sebagai lembaga pendidikan Integrasi Ilmu MI dengan Ilmu Islam Cendekiawan muslim mengupayakan dengan sangat keras dalam mengintegrasikan ilmu agama. Hal ini pertama kali diusulkan adalah islamisasi ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pendidikan Islam harus dikembangkan sesuai dengan budaya yang integratif dan tidak adanya dikotomi. Sebab, ilmu agama dan sains dalam Islam merupakan kesatuan (Abdullah, 2. Sedangkan secara epistemologis pendidikan Islam dibangun dengan menjadikan sains dan ilmu pengethauan sebagai bagian dari pilar-pilar pentangganya (Siregar, 2. Sejarah mencatat bahwa ilmuan dan senekiawan muslim era klasik Islam berpandangan bahwa agama dan ilmu pengetahuan merupakan suatu integrative sehingga tidak ada di kotomi dalam sistem keilmuan Islam. Pada hakikatnya pendidikan Islam harus mengintegrasikan ilmu secara menyeluruh . ntegral holisti. Sebab hakikatnya Islam tidak mendikotomikan ilmu-ilmu, namu dalam hal ini menyadarkan bahwa semua ilmu dalam Islam dianggap penting jika digunakan bagi mashalatan umat manusia (Basit. Serta ditempatkan pada posisi dan porsi yang berimbang sebagai firman Allah Swt dalam Qs. Al-Qashash: 77 e acA aAcEE EaOeEaa aO aeEA a eAa IaA eO aEaa IIaa E ac eI aO aOae eIa aE aIa aA a AcEE EA AIaa aNA AaO eaa A eO aIa OEaa aNA a AeE aa a aO aeEa a eIA acEE aeEa ONaca eE NI eAOeIA aa aA aa AO ea ea acIA a aea eEAA Artinya: AuDan carilah . negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah . epada orang lai. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh. Allah tidak menyukai orang yang berbuat Ay (Terjemah Kemenag, n. Pada ayat diatas menjelaskan bahwa umat Islam dapat meraih sebuah kebahagiaan dunia dan akhirat apabila dengan berbuat baik dan bermanfaat kepada orang lain, dalam hal ini dilakukan dengan kepemilikan ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan (Hanum, 2. Hal ini menunjukkan bahwa dilembaga pendidikan madrasah ibtidaiyah Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 berusaha untuk membentuk kepribadian peserta didik sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional dengan memiliki keterampilan dari ilmu pengetahuan dan ilmu Islam. Penyelengaaraan Pendidikan Madrasah termuat dalam pasal 24 pada Peraturan Menteri Agama RI Nomor 90 Tahun 2013 mengenai struktur kurikulum madrasah ibtidaiyah yang terdiri dari muatan: Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani dan Olahraga Keterampilan/Kejuruan Muatan local Sedangkan secara kurikulum Pendidikan Islam dijabarkan dalam tiga komponen materi Pendidikan utama seklaigus menjadi karakteristiknya menurut Albaghdadi (Duryat, 2. , yaitu: Pembentukan Kepribadian Islam Penguatan Tsaqofah Isam Penguasaan Ilmu Kehidupan (IPTEK, keahlian, dan keterampila. Sehingga madrasah ibtidaiyah dari segi komposisi dan jumlah mata pelajaran umum sama dengan sekolah umum, perbedaanya terletak hanya pada pendidikan agama dan berbudi pekerti yang dijabarkan dalam empat mata pelajaran, yaitu Al-QurAoan Hadist. Fiqih. Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam Integrasi Ilmu Umum dan Keilmuan agama di Perguruan Tinggi Salah satu integrasi ilmu umum dengan ilmu islam di integrasikan dan dikembangkan di UIN. Kampus yang menerapkan integrasi ilmu salah satunya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Integrasi keilmuan di kampus ini dikenal dengan jaring labalaba, atau integrasi-interkoneksi. Pengaruhnya integrasi ilmu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terlihat pada banyaknya prodi maupun fakultas baru, yang merupakan hasil Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 integrasi ilmu antara ilmu umum dengan ilmu agama. Kemudian, berpengaruh juga pada pengembangan kurikulum yang integratif-interkonektif. Lalu, berimplementasi pada Kemudian juga berpengaruh pada penerapan integrasi ilmu yang interdisipliner dan multidisipliner terhadap tugas akhir mahasiswa. (Sari & Amin, 2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sampai saat ini juga belum banyak terjadi perubahan yang signifikan, gagasan integrasi ilmu agama dan sains di UIN Jakarta belum terimplmentasi pada regulasi, metode, petunjuk pelaksanaan . serta petunjuk teknis . dengan konsepsi atau narasi yang disampaikan UIN Jakarta. Sebanyak 45 skripsi di bidang sains yang dijadikan sample penelitian ini tidak ditemukan pemikiran atau model integrasi ilmu agama dan sains. Integrasi di UIN Jakarta hanya tampak pada kebijakannya, yaitu para Surat Keputusan Rektor (Saifudin, 2. Bahkan, konsep integrasi di UIN Makassar masih mencari bentuk meskipun pernah dilakukan ujicoba Islamisasi Pengetahuan Umum dengan cara membuat buku daras ilmu-ilmu umum yang di justifikasi ayat terhadap kebenaran sains . lmu umu. (Rifai & Sayuti, 2. Secara umum dapat digambarkan bahwa bentuk integrasi yang ditawarkan oleh beberapa perguruan tinggi islam (UIN) diantaranya: UIN Syarif Hidayatullah: Interaksi Ilmu Terbuka dan Dialogis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Integrasi ilmu yang interdisplinary dan multidisplinary dengan skema pendekatan Jaring Laba-laba. UIN Maulana Malik Ibrahim: Integrasi ilmu dengan simbolisasi Pohon Ilmu. UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Integrasi Ilmu dengan simbol Roda Ilmu dengan prinsip Wahyu Memandu Ilmu. UIN Alaudin Makassar: Integrasi Ilmu dengan simbol Rumah Peradaban. UIN Sunan Ampel Surabaya: Integrasi Ilmu dengan simbol Menara Kembar Tersambung dengan Jembatan. UIN Walisongo Semarang: Integrasi Ilmu dilambangkan sebagai Intan Berlian Ilmu. (Jamal, 2. Implementasi Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Implementasi konsep integrasi ilmu ke-mi-an dengan ilmu Islam dapat kita integrasikan yaitu dengan integrasi ilmu keislaman MI dalam pembentukan karakter generasi emas. Moderniasasi kini bermula ketika madrasah berubah status menjadi Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 sekolah yang khas agama Islam dengan merubah kurikulum pendidikaan umumnya sama dengan sekolah, akan tepati pada muatan materi agama tetap dipertahankan dengan konsep manejemen professional. Senada menurut Lubus dkk dalam (Lubis & Nasution, 2. bahwa madrasah ibtidaiyah merupakan suatu lembaga pendidikan dasar Islam yang modern dengan mengintegrasikan pendidikan pesantren dan sekolah, dimana pada materinya memuat ilmu agama dan pengetahuan umum. Sehingga dapat dipahami bahwa madrasah ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan yang mampu membtuk dan mengembangkan kehidupan beragama sebagai peran dalam mencerdaskan kehidupan Madrasah ibtidaiyah mengupayakan pembelajaran dengan sistem holistic yang artinya dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dalam memberikan pemahman kepada peserta didik mengenai Sang Maha Pencipta yaitu Allah AWT. Sehingga dapat memperkuat aqliyah Islamiyah . kal atas kebenaran Ilsa. sekaligus mempertebal nafsiyah Islamiyah . afsu yang distandarkan kebenaran Isla. serta membentuk syakshyah Islamiyah . epribadian Isla. yang tangguh. (Retnanto, 2. Lembaga pendidikan merupakan wadah yang memberikan seperangkat persadaban dan kebudayaan kepada peserta didik, dengan cara memadukan ilmu-ilmu seperti ilmu alam,sosial, dengan berlandaskan ilmu agama sehingga dapat menciptakan generasi yang mampu mengikuti perkembangan IPTEK. Namun Freund beranggapan bahwa penanaman nilai-nilai yang baik sehingga menjadi kepribadian yang baik pada usia dini akan memberikan pengaruh tergantung bagaimana pondasi yang diberikan kepada peserta didik. Dengan demikian, pendidikan mengintegrasikan anatara ilmu agama dan umum sebagai persanan penting yang ebrtujuan untuk menciptakan generasi emas yang memiliki karakter positif, baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat. (Omeri, 2. Pembentukan karakter yang disadari pemerintah mulai di realisasikan pada usia dini sehingga dapat membentuk karakter dan watak serta kepribadian generasi bangsa. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa terdapat trilogy pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat yang menjadi penggerak dalam pembentukan karakter serta mentalitas generasi emas. Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Orientasi pendidikan Islam pada madrasah ibtidaiyah adalah pembentukan karakter, dalam hak ini proses penerapan pendidikan karakter pada peserta didik madrasah ibtidaiyah harus melibatkan aspek perkembangan peserta didik dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga menjadi satu keutuhan yang saling berkaitan. Menurut Suhardi (Nurfadhilah, 2. , pendidikan karakter sebagai program inovatif terkini pemerintah dengan berorientasi pada proses perkembangan peserta didik, upaya memebrikan keteladanan dan pembiasaan sepanjang waktu baik di sekolah, di rumah, maupun masyarakat. Sedangkan menurut Kolgberg dan ahli pendidikan dasar Marlene Lockheed terdapat empat tahapan dalam penerapan pendidikan karakter, sebagai Tahapan pembiasaan yang bertujuan sebagai upaya membentuk nilai-nilai yang Tahapan pemahaman dan penalaran terhadap nilai, norma, perilaku dan karakter Tahapan penerapan merupakan implementasi nilai0nilai yang diwijudkan dengan tindakan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari Tahapan pemaknaan sebagai suatu tahapan refleksi dari peserta didik melalui penilaian terhadap sikap dan perilaku yang dipahaminya sengingga dapat memberikan kebermanfaatkan dalam hidupnya maupun orang lain. Upaya madrasah ibtidaiyah dalam penerapan karakter diimplementasikan dalam pembelajaran, pengemabnagan budaya sekolah, dan kegiatan-kegiatam sekolah seperti ko-kurikuler, dan ekstrakulikuler. Menurut (Manullang, 2. pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pendekatan praktis dan esensial. Dalam hal ini, pendekatan praktis dilakukan dengan melatif sifat-sifat yang diharapkan menjadi perilaku peserta didik. Sedangkan pendekatan esensial bertujuan untuk mempersiapkan keprbadian peserta didik sebagai manusia yang Selain itu, menurut (Sari & Amin, 2. menyatakan bahwa pengintegrasian keilmuan di madrasah ibtidaiyah dalam membentuk karakter dapat dilakukan, sebagai Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Pendekatan pengalaman yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa kepada peserta didik berdasarkan pengalamannya agar mudah dipahami dan dimengerti oleh peserta didik Pendekatan pembiasaan yaitu dilakukan dengan membiasakan peserta didik dalam berbuat kebaikan di masa-masa perkembangan dan pertumbuhannya. Pendekatan pembiasaan ini akan me njadikan peserta didik memiliki kepribadian sesuai dengan nilai-nilai karakter hingga tumbuh dewasa. Pendekatan emosional yang dilakukan untuk mengunggah perasaan serta emosi peserta didik dalam menyakini nilai-nilai karakter. Pendekatan rasional yaitu dilakukan dengan mempergunakan akan dan rasional yang bertujuan agar peserta didik dapat memahami dan menrima serta membedakan nilai positif dengan negatif. Pendekatam keteladanan yaitu dengan memeprlihatkan keteladanan yang akan dijadikan model oleh peserta didik melalui lingkungan yang kondusif Pendekatan fungsional dilakukan dengan menekankan segi kemanfaatan pendidikan karakter bagi peserta didik untuk bekalnya dalam kehidupan seharu-hari yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan perkembangan Integrasi ilmu keislaman pada madrasah ibtidaiyah yang dilakukan dengan memadukan ilmu-ilmu seperti ilmu agama dan ilmu umum bertujuan untuk mencipatkan peserta didik agar mampum bertahan dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. Upaya ini dilaskan berdasarkan Al QurAoan dan Sunnah, sehingga akan menajdi generasi emas yang memiliki karakter religious, berbudi pekerti, berilmu, memiliki keterampilan dalam penguasaan IPTEK sesuai dengan tuntutan zaman. KESIMPULAN Integrasi berarti kesempurnaan atau keseluruhan, yaitu proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda. Integrasi ilmu adalah keterpaduan secara nyata antara nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan umum. Jika dipelajari secara seksama, sesungguhnya ilmu pengetahuan di dunia ini dapat diklarifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu ilmu alam . atural scienc. , ilmu sosial . ocial scienc. , dan ilmu humaniora . Ketiga jenis ilmu ini berlaku secara universal, dimana saja. Zainul Anwar. Yuni Masrifatin/ Konsep Integrasi Ilmu Ke-MI-an dengan Ilmu Islam Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Hanya saja, dikalangan umat islam merumuskan ilmu tersendiri yang bersumber pada AlQurAoan dan Hadits. Integrasi ilmu keislaman pada madrasah ibtidaiyah yang dilakukan dengan memadukan ilmu-ilmu seperti ilmu agama dan ilmu umum bertujuan untuk mencipatkan peserta didik agar mampum bertahan dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. Upaya ini dilaskan berdasarkan Al-QurAoan dan Sunnah,sehingga akan menajdi generasi emas yang memiliki karakter religious, berbudi pekerti, berilmu, memiliki keterampilan dalam penguasaan IPTEK sesuai dengan tuntutan zaman. Salah satu integrasi ilmu umum dengan ilmu islam di integrasikan dan dikembangkan di UIN. Kampus yang menerapkan integrasi ilmu salah satunya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Integrasi keilmuan di kampus ini dikenal dengan jaring labalaba, atau integrasi-interkoneksi. Pengaruhnya integrasi ilmu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terlihat pada banyaknya prodi maupun fakultas baru, yang merupakan hasil integrasi ilmu antara ilmu umum dengan ilmu agama. DAFTAR PUSTAKA