Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 MODEL KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN Norjamilah1. Desi Erawati 2. Masdar Hilmy3 Pasca2410310024@iain-palangkaraya. erawati@iain-palangkaraya. id masdar. hilmy@gmail. UIN Palangkaraya. UIN Palangkaraya. UIN Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Abstract: Curriculum concept models are theoretical frameworks that serve as the foundation for planning, developing, and implementing curricula. Each model reflects a particular educational approach and influences the direction and content of learning. This study aims to examine four curriculum concept models formulated by educational experts: the academic subject model, the humanistic model, the social reconstruction model, and the technological This research employs a qualitative analysis method with a literature review approach, using data sourced from textbooks and scholarly journals. The findings reveal that: . the academic subject model emphasizes mastery of knowledge across disciplines and is rooted in traditional education. the humanistic model focuses on personal development and the individual potential of students. the social reconstruction model directs the curriculum toward addressing societal issues. the technological model emphasizes the integration of technology in learning to prepare students for the digital era. These four models represent different educational streams and are essential considerations for developing a contextual and future-oriented curriculum. Keywords: Model. Curriculum. Education,. Abstrak: Model konsep kurikulum merupakan kerangka teoretis yang menjadi dasar dalam perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan kurikulum. Setiap model mencerminkan pendekatan tertentu dalam pendidikan dan mempengaruhi arah serta isi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis empat model konsep kurikulum yang dirumuskan oleh para pakar pendidikan, yaitu model subjek akademik, humanistik, rekonstruksi sosial, dan teknologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang sumber datanya diperoleh dari buku teks dan jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa: . model subjek akademik menekankan penguasaan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu dan bersifat tradisional. model humanistik berfokus pada pengembangan pribadi dan potensi individu siswa. model rekonstruksi sosial mengarahkan kurikulum pada penyelesaian masalah sosial. model teknologis menitikberatkan pada penggunaan teknologi dalam pembelajaran guna mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Keempat model ini memiliki aliran pendidikan yang berbeda dan relevan untuk menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan kurikulum yang kontekstual dan berorientasi masa depan. Kata kunci: Model. Kurikulum. Pendidikan Pendahuluan Perkembangan zaman membawa perubahan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam sistem pendidikan. Perubahan tersebut berdampak signifikan terhadap cara pandang dan pendekatan dalam menyelenggarakan pendidikan . l-Fikri, 2. Pada era modern ini, pendidikan menjadi hal penting dalam kehidupan bermasyarakat karena pendidikan dapat merubah kualitas hidup seseorang, semakin tinggi pendidikan maka wawasan ilmu dan pengalaman Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 yang dimiliki juga bertambah sehingga memudahkan menyelesaikan masalah dalam kehidupan (Khair, 2. seseorang dalam Salah satu pondasi pendidikan adalah kurikulum (Sri Rahayu et al. , 2. Kurikulum berfungsi memudahkan berjalannya proses pendidikan, sehingga perlu pemahaman yang mendalam tentang berbagai model konsep kurikulum, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan (Azizah & Sunarto. Model konsep kurikulum sangatlah dipengaruhi oleh pendekatan yang diambil dalam pengembangan kurikulum. Sebagai kajian teori penting, maka model konsep kurikulum merupakan bagian dasar untuk pengembangan kurikulum itu sendiri, atau bisa juga di katakan sebagai pengembangan kurikulum didasarkan atas konsep-konsep yang ada. Setiap model memiliki keunggulan dan keterbatasan tersendiri, pemilihan model yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran (Bahri, 2. Jadi, pendidik perlu memiliki wawasan yang memadai untuk mendesain kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar pendidikan tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa dan tuntutan masyarakat. Secara historis, model kurikulum subjek akademik adalah yang paling awal dan sering digunakan, yang berfokus pada transfer pengetahuan dari guru kepada siswa (Mukarram & Rahman, 2. Namun, seiring dengan perkembangan masyarakat yang lebih kompleks, model lain mulai bermunculan, seperti kurikulum humanistik yang menekankan pentingnya pengembangan individu, dan kurikulum rekonstruksi sosial yang bertujuan untuk memecahkan isu-isu sosial. Selain itu, dengan kemajuan teknologi yang pesat, model kurikulum teknologis semakin relevan, mengintegrasikan alat dan sumber daya teknologi dalam proses pembelajaran (Putri & Maula, 2. Rasional penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengeksplorasi dan memahami berbagai model konsep kurikulum serta implikasinya terhadap proses pendidikan. Di era digital yang ditandai dengan perkembangan informasi yang sangat pesat, kurikulum dituntut untuk mampu menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menuntut para pendidik untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan standar pendidikan, tetapi juga mampu membekali siswa dengan kompetensi yang relevan dan aplikatif dalam kehidupan nyata (Rohmah et al. , 2. Urgensi penelitian ini terletak pada fakta bahwa pemahaman yang mendalam tentang model-model kurikulum dapat membantu guru dan pengelola pendidikan dalam merancang kurikulum yang lebih komprehensif dan relevan. Dengan rasional yang jelas, penelitian mengenai model konsep kurikulum pendidikan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas, serta menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Metode penelitian Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan, yaitu suatu pendekatan yang dilakukan dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan (Subagiya, 2. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari buku-buku ilmiah, jurnal akademik, dan dokumen lain yang mendukung kajian teoritis terkait model konsep kurikulum. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitik, yaitu dengan mendeskripsikan dan menganalisis isi dari sumber pustaka secara sistematis. Penyampaian data dan analisis dilakukan dengan menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, sehingga memudahkan pembaca dalam menangkap inti dari pembahasan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, dengan mengidentifikasi, membaca, dan mencatat informasi penting dari berbagai referensi yang kredibel. Adapun teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif, yang mencakup tahapan: pengumpulan data, pemilahan data yang relevan, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan interpretasi terhadap isi pustaka yang dikaji. Hasil Penelitian Pengertian Model Konsep Kurikulum Pendidikan Model adalah konstruksi yang bersifat teoritis dari konsep. Model atau konstruksi adalah ulasan teoritis mengenai suatu konsep dasar. Dalam pengembangan kurikulum, model merupakan uraian teoritis atau ulasan terkait bagian dalam kurikulum. satu spasiAdapun istilah kurikulum dimaknai plan for learning . encana pendidika. , sebagai rencana pendidikan kurikulum memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, urutan isi dan proses Kurikulum diartikan seperangkat rencana tentang tujuan, kompetensi dasar, materi baku, dan capaian pembelajaran, serta cara sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan (Arifin, 2. Kurikulum dalam pendidikan memiliki peranan penting guna mencapai tujuan pendidikan. Dalam kurikulum, ada rencana yang berpedoman tentang jenis, isi atau proses ( tindaka. yang akan dilakukan dalam pendidikan. Peranan kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransisikan nilainilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini. Peranan kurikulum pada hakikatnya menempatkan kurikulum yang berorientasi pada masa lampau. Peranan ini disesuaikan dengan kenyataan pendidikan yang merupakan proses sosial, kurikulum juga menekankan bahwa harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan zaman. Kurikulum harus mengandung hal-hal yang dapat membantu siswa dalam belajar (Mundiri & Hasanah, 2. Para pakar pendidikan telah merumuskan model konsep kurikulum yaitu model kurikulum subjek akademik, humanistik, rekonstruksi sosial, dan John D. Neil mengemukakan empat macam konsep, yaitu: kurikulum akademis, humanistis, rekonstruksi sosial dan teknologi (Ahid, 2. Setiap model Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 konsep kurikulum memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, model yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum yang humanistik, teknologis dan rekonstruksi sosial sehingga penting bagi guru untuk memilih model konsep kurikulum pendidikan mana yang sesuai dengan sistem pendidikan dan kebutuhan siswa. Model-model ini juga saling melengkapi dan dapat digabungkan untuk menciptakan kurikulum yang lebih komprehensif dan efektif (Hidayani, 2. Macam-Macam Model Konsep Kurikulum Pendidikan. Model Kurikulum Subjek Akademik Model konsep kurikulum subjek akademis merupakan model tertua, bisa dikatakan dari sejak sekolah pertama didirikan model konsep yang dipakai mirip dengan jenis/tipe ini. Sejak sekolah berdiri kurikulumnya seperti ini, bahkan sampai sekarang walaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Pada umumnya sekolah tidak dapat melepaskan tipe ini karena sangat praktis, mudah disusun dan mudah digabungkan dengan tipe-tipe lain. Kurikulum akademis bersumber dari pendidikan klasik yang berorientasi pada masa lalu. Semua ilmu pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu, sebuah model yang bertujuan mewariskan sebuah nilai-nilai dan ajaran-ajaran terdahulu atau memiliki orientasi pada masa lalu (Sofyan al, 2. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya masa lalu tersebut. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Belajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan guru (Basri, 2. Model Kurikulum Humanistik Kurikulum humanistik adalah kurikulum yang mengikuti aliran pendidikan pribadi. Kurikulum humanistik ini memandang bahwa setiap siswa memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang. Pendekatan dalam kurikulum humanistik ini berpusat pada siswa dan mengedepankan pembimbingan manusia secara utuh, sehingga pengalaman belajar siswa ditujukan pada minat, kebutuhan dan kemampuan. Dalam pandangan humanisme, kurikulum adalah sesuatu yang dapat menunjang perkembangan siswa dalam aspek kepribadiannya. Kurikulum dapat dilihat sebagai suatu proses yang mampu memenuhi kebutuhan individu untuk mencapai integrasi perkembangan dalam menuju aktualisasi . diri (Munandar, 2. Pengikut dalam aliran ini meliputi pendidikan Konfluen. Kritisi Radikal. Mistisi Baru. Pendidikan konfluen adalah pendidikan yang memandang siswa sebagai satu keseluruhan diri. Kritisi Radikal adalah pendidikan yang bersumber dari aliran Naturalisme atau Romantisme, yang menekankan pendidikannya pada upaya untuk membantu siswa menentukan dan mengembangkan sendiri segala potensinya, dan menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang secara optimal. Mistikisme modem adalah aliran yang menekankan pada Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 latihan dan kepekaan, perasaan, dan keluhuran budi pekerti, atau menemukan nilai-nilai dalam latihan sensitivitas, meditasi, atau teknik transpersonal lainnya. Kurikulum humanistik bertolak dari asumsi bahwa siswa adalah subyek yang menjadi sentral aktivitas pendidikan, siswa memiliki sejumlah potensi, kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang sendiri. Para pendidik humanis berpegang juga pada konsep Ge-stalt, artinya siswa merupakan satu kesatuan yang menyeluruh. Pendidikan diarahkan pada pembinaan yang utuh, bukan pada aspek fisik atau intelektual belaka, melainkan juga pada segi afektif . mosi, perasaan, nilai, dan sejenisny. Bertolak dari asumsi di atas, kurikulum humanisme menekankan pada pendidikan yang integratif . antara aspek afektif . mosi, sikap, dan nila. dengan aspek kognitif . engetahuan dan kecakapan intelektua. , atau dengan kata lain, kurikulum ini menambahkan aspek emosional ke dalam kurikulum yang berorientasi pada subject matter . ata pelajara. (Munandar, 2. Model Kurikulum Rekonstruksi Sosial Pada model rekonstruksi sosial, dia mengikuti aliran dari pendidikan interaksional (Chamisijatin & Permana, 2. Dimana dalam sebuah kurikulum ini menganggap bahwa manusia adalah makhluk sosial dan tidak lepas dari hidup berdampingan dengan makhluk lainnya, maka model ini agak berbeda dari model-model kurikulum lainnya. Model kurikulum ini lebih memusatkan dan memperhatikan pada permasalahan dalam masyarakat agar menjadi lebih baik (Nurhadi, 2. Pada model rekonstruksi sosial ini pendidikan bukan diciptakan dengan upaya sendiri melainkan sebuah kegiatan bersama, interaksi dan kerja sama. Interaksi atau kerja sama tidak hanya terjadi antara guru dengan siswa, akan tetapi antar siswa dengan orang yang ada di lingkungannya, dan sumber belajar lainnya. Melalui hal inilah siswa memecahkan masalah yang dihadapinya dalam bermasyarakat menuju sebuah pembentukan masyarakat yang lebih baik (Alhamudin, 2. Pandangan model rekonstruksi sosial ini digagas oleh Harold Rugg sekitar tahun 1920 dan 1930-an. Awal adanya model tersebut karena melihat adanya kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat sekitar, dimana di sini Harold Rugg menginginkan siswa dengan beragam pengetahuan dan konsep baru yang didapat di sekolah dapat diimplementasikan untuk mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Pendidikan, menurut konsepsi kurikulum rekonstruksi sosial ini memiliki pengaruh, mengubah, dan memberi corak baru kepada masyarakat dan kebudayaan (Sukmadinata, 2. Model Kurikulum Teknologis Model kurikulum teknologi berawal dan dikembangkan berdasarkan teknologi pendidikan itu sendiri atau teknologi yang menekankan pada teknologi masa sekarang dan yang akan datang. Singkatnya, kurikulum Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 teknologis berkembang atas dasar teknologi pendidikan, sehingga siswa ditekankan untuk menguasai kompetensi. Kurikulum ini diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut, tetapi pada penguasaan Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur (Chamisijatin & Permana, 2. Model ini bertujuan memberikan penguasaan terhadap kompetensi bagi para siswa melalui sebuah metode pembelajaran individual, media buku ataupun media elektronik sehingga siswa menguasai keterampilan dasar tertentu (Danhas, 2. Dari keseluruhan model konsep diatas, berikut secara ringkas hubungan antaranya dengan aliran pendidikannya. Model Konsep Kurikulum Subjek akademis Humanistik Rekonstruksi sosial Teknologis Aliran Pendidikan Klasik Pribadi Interaksionis Teknologi Pendidikan Tabel Hubungan antara model konsep kurikulum dan aliran pendidikan. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap berbagai model konsep kurikulum sangat penting dalam pengembangan sistem pendidikan yang relevan dan kontekstual. Keempat model kurikulum yang dikaji yakni model subjek akademik, humanistik, rekonstruksi sosial, dan teknologis memiliki pendekatan, fokus, dan tujuan yang berbeda sesuai dengan aliran pendidikan yang melandasinya. Model subjek akademik menitikberatkan pada pewarisan pengetahuan klasik. model humanistik menekankan pengembangan potensi individu secara utuh. model rekonstruksi sosial berorientasi pada pemecahan masalah masyarakat. dan model teknologis mengedepankan penguasaan kompetensi berbasis teknologi. Keberagaman pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi para pendidik dan perancang kurikulum untuk mengadopsi atau mengintegrasikan beberapa model guna menciptakan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, pemilihan dan penerapan model kurikulum harus mempertimbangkan tujuan pendidikan, karakteristik siswa, serta tantangan sosial dan teknologi yang dihadapi di era modern. DAFTAR PUSTAKA Ahid. Konsep Dan Teori Kurikulum Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Islamica, . al-Fikri. Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi Menghadapi Revolusi Digital di Era Society 5. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 3. Alhamudin. Politik Kebijakan Pengembangan Kurikulum di Indonesia. Prenada Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 Media Group. Arifin. Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum. Jurnal Bandung. Azizah. , & Sunarto. Pengembangan Kurikulum dan Program Pendidikan Proses Pengembangan Kurikulum. Desain Program Pendidikan dan Penyesuaian dengan Kebutuhan Siswa. Reflection : Islamic Education Journal, 2. Bahri. Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 11. , 15Ae34. Basri. Filsafat Pendidikan Islam,. Pustaka