Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 JURNAL PSIKOHUMANIKA http://ejurnal. id/ojs/index. php/psikohumanika PENGEMBANGAN ALAT UKUR PSIKOLOGI SOCIAL ANXIETY SCALE FOR ADOLESCENTS Hasna LathifahA. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA 1,2,3,4,5,6 Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia ARTICLE INFO Article History Be accepted: Dec 2024 Approved: Aug 2025 Published: Dec 2025 Keywords: ABSTRACT This study aimed to adapt and evaluate the psychometric properties of the Adolescents Social Anxiety Scale (SAS-A) in the Indonesian cultural context. The study involved a population of Indonesian adolescents aged 12-20 years, with a sample of 203 participants selected using a purposive sampling technique. Data were collected through online and offline questionnaires using a 5-point Likert The adaptation process included translation, item modification to suit local culture, and validity and reliability testing. Data analysis included content validity testing, analysis using Confirmatory Factor Analysis (CFA), and reliability testing. The results showed that 17 of the 18 items met the validity criteria, with one item being eliminated due to its low factor loading value. The model fit indices indicated that the CFI. GFI, and Chi-square were in the good category, although several other indices did not meet ideal standards. The scale reliability was classified as very reliable with a Cronbach's Alpha of 0. Overall, the Indonesian version of the SAS-A is valid and reliable for measuring adolescent social anxiety, although further revision is needed for several items. This research makes an important contribution to the development of local culture-based measurement tools to support early intervention Alamat Korespondensi: Jl. Dr. Setiabudi No. E-mail: hasnalathifah@upi. berlianyasmintahira@upi. maularunii@upi. ristalstrr23@upi. wyandini_psi@upi. ghinaya@upi. p-ISSN: 1979-0341 e-ISSN : 23020660 Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 INFO ARTIKEL Sejarah Artikel Diterima: Desember 2024 Disetujui: Agustus 2025 Dipublikasikan: Desember 2025 Kata Kunci: Kecemasan sosial. Hal 108 - 119 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan mengevaluasi properti psikometrik alat ukur Adolescents Social Anxiety Scale (SAS-A) dalam konteks budaya Indonesia. Penelitian ini melibatkan populasi remaja Indonesia yang berusia 12-20 tahun dengan sampel berjumlah 203 partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan luring menggunakan skala Likert 5 poin. Proses adaptasi mencakup penerjemahan, modifikasi item sesuai budaya lokal, serta uji validitas dan Analisis data meliputi uji validitas konten, analisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 dari 18 item memenuhi kriteria validitas, satu item dieliminasi karena nilai factor loading yang Indeks kecocokan model menunjukkan bahwa CFI. GFI, dan Chi-square berada pada kategori baik, meskipun beberapa indeks lain belum memenuhi standar ideal. Reliabilitas skala tergolong sangat reliabel dengan CronbachAos Alpha sebesar 0,887. Secara keseluruhan. SAS-A versi Indonesia valid dan reliabel untuk mengukur kecemasan sosial remaja, meskipun revisi lanjutan diperlukan pada beberapa item. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan alat ukur berbasis budaya lokal untuk mendukung intervensi dini. PENDAHULUAN Kecemasan sosial adalah salah satu permasalahan psikologis yang umum terjadi pada remaja, terutama pada masa transisi menuju kedewasaan. Kondisi ini ditandai oleh rasa takut atau cemas yang berlebihan terhadap satu atau lebih situasi sosial, baik ketika individu berada di bawah pengawasan langsung maupun tidak langsung oleh orang lain (Rose, 2. Kecemasan sosial yang dialami remaja dapat berdampak pada meningkatnya tingkat depresi, rasa kesepian, kecemasan yang intens, serta perasaan terisolasi secara sosial (Wang et al. , 2. Selain menimbulkan dampak psikologis, kecemasan sosial juga dapat memengaruhi aspek akademik dalam kehidupan remaja. Studi terdahulu melaporkan bahwa prevalensi gangguan kecemasan pada remaja di Asia berada pada rentang sebesar 0,5% sampai 1,2%. Sementara itu, remaja di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang jauh lebih tinggi, yaitu hingga 15,8% (Bafadal, 2. Penelitian Annisa & Mariyati . menunjukkan bahwa 89% remaja putri di Indonesia mengalami kecemasan sosial pada tingkat tinggi. Situasi ini menunjukkan bahwa kecemasan sosial bukan hanya masalah individu, tetapi juga memiliki implikasi yang luas pada kesehatan mental generasi muda di Indonesia. Remaja rentan mengalami kecemasan sosial karena berbagai faktor. Salah satunya adalah perubahan perkembangan yang signifikan selama masa remaja, seperti meningkatnya kebutuhan untuk diterima oleh teman sebaya semakin penting dan munculnya kesadaran terhadap penilaian sosial (Leigh & Clark, 2. Tekanan sosial, termasuk tuntutan akademik, ekspektasi keluarga, serta pengaruh media sosial, juga memperburuk risiko munculnya kecemasan sosial. Media sosial, misalnya, sering kali memperkuat perbandingan diri dengan orang lain, yang dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu ketakutan akan penolakan atau kritik (Verduyn et al. Selain itu, budaya kolektivistik di Indonesia yang menekankan pentingnya hubungan sosial dan menjaga kehormatan keluarga dapat memperbesar beban emosional remaja dalam situasi sosial. Sayangnya, banyak kasus kecemasan sosial yang tidak teridentifikasi karena belum tersedianya alat ukur yang valid, reliabel, dan sesuai dengan konteks budaya lokal. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengembangkan alat ukur kecemasan sosial, salah satunya adalah Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A), yang dikembangkan oleh La Greca dan Lopez berdasarkan kajian Pechorro tahun 2016. Social Anxiety adalah perasaan takut dan gugup yang intens saat berinteraksi dengan orang lain, baik yang sudah dikenal maupun Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 yang baru ditemui. Hal ini dapat menyebabkan seseorang menghindari situasi sosial dan merasa tidak nyaman dalam berinteraksi La Greca dan Lopez dalam Pechorro . Remaja seringkali merasakan social anxiety jika mereka mengalami penolakan dari lingkungannya yang mana hal tersebut dapat membuat mereka merasa minder dan rendah diri (Anggawira et al. , 2. Menurut Fahlevi et al. , 2020, social anxiety merupakan perasaan tidak nyaman dengan kehadiran orang lain yang selalu disertai oleh perasaan malu dan ditandai dengan kejanggalan dan ketakutan, hambatan dan kecenderungan untuk menghindari interaksi sosial. Hal tersebut merujuk pada faktor internal kecemasan sosial individu tentang bagaimana perspektif terhadap lingkungan sosial. Social anxiety disebut juga sebagai fobia sosial, ditandai oleh rasa takut yang datang secara terus menerus serta lebih banyak menghindari interaksi sosial karena ketakutan akan penilaian orang lain terhadap dirinya (Hayati & Tohari, 2. Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) mengukur kecemasan sosial berdasarkan tiga dimensi utama: dimensi Fear of Negative Evaluation (FNE) menggambarkan tingkat ketakutan dan kekhawatiran remaja terhadap kemungkinan menerima penilaian negatif dari orang lain. Dimensi Social Avoidance and DistressAeNew Situations (SAD-Ne. kondisi yang muncul ketika seseorang merasa cemas atau gugup dalam situasi yang belum pernah dialami sebelumnya, terutama saat berinteraksi dengan orang baru. Individu mungkin merasa tegang atau khawatir tanpa memahami alasan jelas mengapa mereka merasakan hal tersebut. Sementara itu, dimensi Social Avoidance and DistressAeGeneral Situations (SAD-Genera. penghindaran sosial dan rasa tertekan yang dialami secara umum mencerminkan bagaimana seseorang menilai kemampuannya dalam membangun hubungan dengan orang lain. Ketiga dimensi tersebut merupakan struktur inti instrumen SAS-A yang dikembangkan oleh La Greca dan Lopez . Alat ukur ini telah digunakan secara luas dan terbukti valid serta reliabel di beberapa negara. Namun, di Indonesia, penggunaan SAS-A masih ditemukan pada konteks penelitian tertentu, seperti pada siswa Madrasah Aliyah dalam studi reliabilitas oleh Kurniawan et al. , yang menunjukkan nilai CronbachAos Alpha sebesar . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut validitas konstruk dan item SAS-A dengan cakupan yang lebih luas, sehingga dapat disesuaikan dengan populasi remaja secara umum di Indonesia. Kebaruan dari penelitian ini adalah mengembangkan SAS-A berdasarkan kajian Pechorro tahun 2016 ke dalam bahasa Indonesia dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut validitas konstruk dan item SAS-A dengan cakupan yang lebih luas, melampaui penelitian sebelumnya yang hanya dilakukan pada siswa Madrasah Aliyah. Proses pengembangan ini meliputi penerjemahan, modifikasi item, serta evaluasi properti psikometris untuk memastikan alat ukur ini relevan dan dapat diterapkan secara efektif pada remaja Indonesia. Upaya tersebut diperlukan untuk memperoleh instrumen yang secara konseptual sejalan dengan konstruk aslinya sekaligus sesuai dengan konteks budaya Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) yang telah diadaptasi. Dengan adanya pengujian ini, penelitian diharapkan dapat menyediakan alat ukur kecemasan sosial yang layak digunakan dalam penelitian maupun praktik dan dapat mendukung upaya deteksi juga intervensi dini terkait kecemasan sosial pada remaja di Indonesia. Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada remaja di Indonesia dengan cakupan usia 12 hingga 20 tahun, mencakup siswa sekolah menengah hingga Subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling untuk memastikan kesesuaian karakteristik dengan tujuan penelitian, dengan kriteria berupa kesediaan menjadi partisipan dan menyelesaikan kuesioner secara lengkap. Proses pengumpulan data melibatkan 203 remaja dari Provinsi Jawa Barat melalui metode daring maupun luring. Jumlah partisipan ini dinilai cukup untuk mendukung analisis faktor konfirmatori (CFA) sederhana. Berdasarkan Kyriazos . CFA membutuhkan rasio partisipan terhadap jumlah parameter yang diestimasi (N:. sebesar 5:1 hingga 10:1, serta rasio partisipan terhadap jumlah item (N:. minimal 5 hingga 10 partisipan per item. Dengan jumlah partisipan yang ada, penelitian ini memenuhi kriteria tersebut, sehingga mendukung validitas dan reliabilitas model, serta penerapan alat ukur pada populasi yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) yang dikembangkan oleh La Greca dan Lopez . dan telah diadaptasi untuk penyesuaian masyarakat Indonesia. Instrumen ini terdiri dari 18 item yang diadaptasi dari tiga dimensi utama, yaitu fear of negative evaluation, social avoidance and distress-new, dan social avoidance and distress-general. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin, mulai dari Ausangat tidak sesuaiAy hingga Ausangat sesuai. Ay Tabel 1. Blueprint Adaptasi Social Anxiety Scale for Adolescents Dimensi Fear of Negative Evaluation (FNE) Social Avoidance and Distress-New (SADNe. Social Avoidance and Distress General (SADGenera. No. Item Jumlah Item 2, 5, 6, 7, 9, 11, 13, 14 1, 3, 4, 8, 10, 16 12, 15, 17, 18 Pengembangan alat ukur SAS-A dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan panduan International Test Commission . mengenai penerjemahan dan adaptasi tes. Tahap prakondisi dimulai dengan pengajuan izin kepada peneliti asli, yaitu Pechorro, melalui korespondensi surat elektronik terkait karyanya berjudul The Social Anxiety Scale for Adolescents: Measurement Invariance and Psychometric Properties Among a School Sample of Portuguese Youths . Instrumen kemudian diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia dan diadaptasi agar sesuai dengan konteks budaya Indonesia. Untuk menjamin kesesuaian isi dan keterwakilan konstruk, butir instrumen ditinjau oleh dua ahli psikometrika. Proses penelitian dilanjutkan dengan penyusunan panduan standar administrasi kuesioner dan pengumpulan data secara daring maupun luring menggunakan metode purposive sampling. Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 203 remaja Indonesia dengan rentang usia mulai dari jenjang sekolah menengah hingga mahasiswa. Prosedur ini dilakukan untuk memastikan data yang diperoleh relevan dengan konteks budaya dan perkembangan remaja di Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini mencakup uji validitas dan reliabilitas untuk mengevaluasi alat ukur Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) yang telah diadaptasi untuk remaja Indonesia. Validitas yang digunakan mencakup validitas berdasarkan konten dan validitas berdasarkan struktur internal. Validitas konten dievaluasi melalui tinjauan ahli untuk memastikan bahwa item-item dalam kuesioner relevan dan sesuai dengan konstruk yang diukur. Sementara itu, validitas struktur internal diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), yang digunakan untuk menguji kesesuaian model faktor dan memastikan alat ukur ini dapat mengukur konstruk yang dimaksud. Dalam proses ini, kriteria analisis faktor diperiksa, salah satunya dengan menguji nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) untuk memastikan kecocokan data dengan model yang diharapkan. Hasil CFA menunjukkan bahwa sebagian besar item dalam alat ukur ini memiliki factor loading yang cukup tinggi, sehingga dapat diterima dalam model analisis faktor, meskipun satu item harus dieliminasi karena factor loading yang rendah. Untuk menguji reliabilitas alat ukur, digunakan model Rasch untuk mengevaluasi kecocokan item dan Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak JeffreyAos Amazing Statistics Program (JASP). Setelah itu, skor yang diperoleh dari responden dikategorikan berdasarkan skor Z, yang kemudian dikelompokkan dalam beberapa kategori, mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi, guna memberikan interpretasi yang lebih bermakna terhadap hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis item pada penelitian ini dilakukan dengan memeriksa corrected item total correlation dan item fit pada Model Rasch. Hasil analisis item menunjukkan bahwa seluruh item pada alat ukur Adolescents Social Anxiety memenuhi kriteria corrected itemAetotal correlation >0. 30, sebagaimana dikemukakan oleh Hair et al. Nilai korelasi pada instrumen ini berada pada rentang 0. 310 hingga 0. 674, yang menunjukkan bahwa tiap item bergerak searah dengan skor total dan berkontribusi secara memadai terhadap pengukuran konstruk kecemasan sosial. Pola tersebut mengindikasikan bahwa respons peserta konsisten dengan struktur teoritis yang melandasi penyusunan item, sehingga setiap butir dapat dipertahankan dalam analisis lanjutan. Selain itu, hasil analisis item fit menggunakan Rasch Model turut menunjukkan bahwa seluruh item berada dalam rentang kelayakan, sehingga instrumen dapat dinyatakan memiliki validitas internal yang baik. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa alat ukur memiliki kualitas psikometrik yang kuat dan dapat digunakan untuk mengukur kecemasan sosial pada remaja. Tabel 2. Corrected Item-rest Correlation Item Item-rest Correlation Item1 Item 2 Item 3 Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Hal 108 - 119 Metode analisis faktor dapat digunakan untuk menguji validitas konstruk dari sebuah tes atau alat ukur Psikologi (Umar & Faela Nisa, 2. Confirmatory Factor Analysis (CFA) dapat menguji atau mengonfirmasi sejauh mana seluruh item dari tes dapat mengukur atau memberikan informasi tentang apa yang akan diukur. Analisis faktor yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) melalui aplikasi Jeffrey's Amazing Statistics Program (JASP) versi 0. Tabel 3. Kaiser-Meyer-Olkin Indicator Item 2 Item 5 Item 6 Item 7 Item 9 Item 11 Item 13 Item 14 Item 1 Item 3 Item 4 Item 8 Item 10 Item 16 Item 12 Item 18 MSA Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Item 17 Overall Hal 108 - 119 Tabel 4. BartlettAos Test of Sphericity NA < 0. Hasil analisis di atas, menunjukkan bahwa nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) > 0. 5 dan BartlettAos Test of Sphericity menghasilkan NA = 1455. 283, df = 136, p < 0. 001 yang mengindikasikan bahwa data memenuhi syarat untuk dilakukan analisis faktor. Hal ini sesuai dengan Hair et al. yang menyatakan bahwa dengan memperoleh nilai tinggi KMO > 0. dan BartlettAos Test of Sphericity <0. 5 telah cukup untuk memenuhi syarat analisis faktor. Factor Factor 1 Factor 2 Tabel 5. Factor Loading Indicator Std. Est. Item 2 Item 5 Item 6 Item 7 Item 9 Item 11 Item 13 Item 14 Item 1 Item 3 Item 4 Item 8 Item 10 Item 16 Item 12 Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Factor 3 Item 18 Item 17 Hal 108 - 119 Berdasarkan analisis factor loading, faktor 1 dan faktor 2 memiliki kontribusi signifikan dengan nilai Ou 0. 40, sementara faktor 3 menunjukkan kontribusi rendah, terutama pada item 17 dengan nilai loading sebesar 0. Secara keseluruhan, faktor 1 dan faktor 2 merupakan dimensi yang paling valid dan reliabel untuk mengukur kecemasan sosial remaja, sementara item pada faktor 3 perlu ditinjau atau direvisi untuk meningkatkan kualitas alat ukur. faktor 1 dan faktor 2 merepresentasikan dimensi utama kecemasan sosial yang sesuai dengan kerangka teori, sedangkan kelemahan pada faktor 3 diduga disebabkan oleh item yang kurang representatif atau ambigu, seperti terlihat pada item 17. Temuan ini menunjukkan perlunya revisi pada item tersebut untuk meningkatkan keakuratan pengukuran. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hair Jr. et al. , yang menyatakan bahwa nilai factor loading Ou 0. 40 merupakan indikator validitas yang baik. Dengan demikian, alat ukur ini memiliki validitas konstruk yang memadai pada dua faktor utama, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut pada faktor 3 guna meningkatkan kualitas instrumen secara keseluruhan. Tabel 6. Kriteria Goodness of Fit Index Nilai Kriteria Chi-square P > 0. P < 0. CFI P > 0. GFI P > 0. TLI P > 0. NNFI P > 0. NFI P > 0. PNFI P > 0. RFI P > 0. IFI P > 0. RMSEA P < 0. SRMR P > 0. Berdasarkan hasil tabel di atas, beberapa indeks kecocokan model sebagian besar menunjukkan hasil yang tidak fit. Indeks Tucker-Lewis Index (TLI) sebesar 0. Non Normed Fit Index (NNFI) sebesar 0. Normed Fit Index (NFI) sebesar 0. Parsimony Normed Fit Index (PNFI) sebesar 0. Relative Fit Index (RFI) sebesar 0. Incremental Fit Index (IFI) Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 855. Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) sebesar 0. 093, dan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) sebesar 0. 079, semuanya tidak memenuhi kriteria kecocokan model (P > 0. 90 untuk indeks fit lainnya. P < 0. 08 untuk RMSEA, dan P > 08 untuk SRMR). Meskipun demikian, model ini diperkuat oleh tiga indeks utama yang menunjukkan kecocokan, yaitu Comparative Fit Index (CFI) sebesar 0. Goodness of Fit Index (GFI) sebesar 0. 961, dan Chi-square yang signifikan dengan p < 0. Menurut Hair et . , penggunaan tiga hingga empat indeks kecocokan memberikan bukti yang memadai untuk menilai kecocokan model, dengan minimal satu indeks inkremental dan satu indeks absolut yang harus dilaporkan. Dalam penelitian ini, jenis reliabilitas yang digunakan adalah internal consistency, yang diestimasi menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan sejauh mana alat tersebut bebas dari bias, sehingga dapat memastikan hasil pengukuran yang konsisten baik dari waktu ke waktu maupun di berbagai item dalam instrumen pengukuran (Bajpai & Bajpai, 2. Perhitungan statistik reliabilitas pada penelitian ini dilakukan melalui melalui perangkat lunak Jeffrey's Amazing Statistics Program (JASP) versi Reliabilitas alat ukur Adolescents Social Anxiety memiliki nilai alpha cronbach Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Konstruk Coefficient Keterangan Skala Social Anxiety Adolescents Fear of Negative Evaluation Reliabel (FNE) Social Avoidance and Reliabel Distress-New (SAD-Ne. Social Avoidance and Reliabel Distress-General (SADGenera. Total Reliabilitas Reliabel Hasil reliabilitas yang dilaporkan sudah mencakup item final, di mana dalam proses seleksi hanya item 15 yang dihapus karena tidak memenuhi kriteria analisis. Dengan demikian, hasil reliabilitas ini merepresentasikan kualitas alat ukur setelah penyempurnaan dan siap digunakan dalam penelitian. Mengacu pada kriteria reliabilitas menurut Azwar . , dapat disimpulkan bahwa reliabilitas alat ukur Adolescents Social Anxiety termasuk dalam kategori sangat reliabel. Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting bagi pengembangan ilmu psikometri dan praktik asesmen psikologis di Indonesia. Secara teoritis, dua dimensi SAS-S yaitu Fear of Negative Evaluation dan Social Avoidance and Distress-New mengindikasikan bahwa struktur kecemasan sosial pada remaja Indonesia sejalan dengan kerangka konsep SASS, namun tetap memiliki karakteristik khusus budaya berdasarkan konteks lokal. Temuan ini memperkuat urgensi adaptasi budaya dalam pengembangan alat ukur psikologis dan Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 menunjukkan bahwa SAS-A versi Indonesia memiliki validitas konstruk yang memadai meskipun perlu membutuhkan revisi pada beberapa item. Secara praktis, tingginya reliabilitas alat ukur ini menunjukkan bahwa SAS-A versi Indonesia dapat digunakan sebagai instrumen skrining yang konsisten dan akurat dalam mengidentifikasi remaja dengan kecemasan sosial, sehingga dapat mendukung proses deteksi dini serta penyusunan program intervensi yang lebih tepat sasaran di sekolah maupun layanan Selain itu, hasil penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan instrumen lanjutan yang lebih komprehensif agar dapat digunakan secara optimal dalam konteks pendidikan dan kesehatan mental remaja di Indonesia. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap adaptasi alat ukur Adolescents Social Anxiety, dari 18 item yang diuji terdapat satu item yang dieliminasi karena tidak memenuhi kriteria validitas dengan nilai factor loading di bawah 0. Analisis validitas konstruk yang menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan bahwa model alat ukur ini memiliki tiga indeks goodness of fit yang memenuhi standar ideal, yaitu chi-square. CFI, dan GFI. Namun, alat ukur Adolescents Social Anxiety ini juga memiliki indeks goodness of fit yang tidak memenuhi standar ideal, yaitu TLI. NNFI. RMSEA, dan SRMR. Kemudian reliabilitas alat ukur ini berada pada kategori sangat reliabel, dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,887 untuk keseluruhan skala. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa alat ukur Social Anxiety Adolescents ini valid dan reliabel untuk digunakan pada remaja di Indonesia, namun perlu penyempurnaan model untuk meningkatkan validitas konstruk. Hasna LathifahA*. Berlian Yasmin TahiraA. Maula AruniA. Rista LestariA. Diah Zaleha WyandiniAA. Ghinaya Ummul Mukminin HidayatA Jurnal Psikohumanika. Volume 17. No 2 Desember 2025 Hal 108 - 119 DAFTAR PUSTAKA