Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pengaruh model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berfikir kritis Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi Halimaha,1. Irzal Andersonb,2. Heri Usmantoc,3 a,b,c Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Jambi . Jl. Jambi. Muara Bulian No. KM. Mendalo Darat. Kabupaten Muaro Jambi. Jambi Darat 1 imhhlmh85@gail. 2 irzalanderson@gmail. 3 heriusmantofkip@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 21 November 2023 Direvisi: 18 Desember 2023 Disetujui: 24 Januari 2024 Tersedia Daring: 27 Februari 2024 Kata Kunci: Berpikir Kritis Model Pembelajaran Inquiry Based Learning PPKn Keywords: Critical Thinking Inquiry Based Learning Model PPKn ABSTRAK Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn Kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi semester ganjil tahun ajaran 2023/ 2024. Penulisan ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment design penelitian rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Yang menjadi populasi adalah kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Dengan menggunakan 2 kelas yaitu kelas X E2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X E6 sebagai kelas kontrol, yang jumlah keseluruhan siswanya 224 siswa. Sedangkan data diperoleh dengan cara menyebarkan tes berupa soal kepada siswa. Setelah jawaban dari tes soal didapatkan, data dianalisis secara kuantitatif. Teknik analisis data dalam penulisan ini adalah uji-t kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Berdasakan hasil analisis data uji hipotesis menggunakan t-test independent sample diperoleh nilai thitung>ttabel, nilai ttabel sebesar 1. maka thitung > ttabel yaitu 9. 669 dan diperoleh nilai sig . -taile. 000 > 0. 005 maka dapat disimpulkan bahwa maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan kata lain Auterdapat pengaruh model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn Kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi semester ganjil tahun ajaran 2023/ 2024Ay. ABSTRACT This writing aims to determine the influence of the inquiry based learning model on students' critical thinking ability in Class X Civics Subjects at SMA Negeri 8 Muaro Jambi odd semester of the 2023/2024 academic year. This writing was carried out using a quantitative approach with a quasiexperiment research design using a Pretest-Posttest Control Group Design. The population is class X of SMA Negeri 8 Muaro Jambi. By using 2 classes, namely class X E2 as the experimental class and class X E6 as the control class, the total number of students is 224 students. Meanwhile, data was obtained by distributing tests in the form of questions to students. After the answers to the test questions are obtained, the data is analyzed The data analysis technique in this writing is the experimental class and control class t-test to determine the effect of the Inquiry Based Learning learning model on students' critical thinking Based on the results of hypothesis testing data analysis using the independent sample t-test, the tcount>ttable value was obtained, the ttable value was 1,669. then tcount > ttable, namely 9. 386 > 1. 669 and a sig . value of 0. 000 > 0. 005 is obtained, so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted in other words "there is an influence of the inquiry based learning model on Students' critical thinking ability in subjects PPKn Class X SMA Negeri 8 Muaro Jambi odd semester 2023/2024 academic year. Halimah et. al (Pengaruh model pembelajaran inquiriA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. A2024. Halimah. Irzal Anderson. Heri Usmanto This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Di Indonesia sendiri senantiasa mengalami perubahan, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan juga kebutuhan peserta didik, hingga saat ini kurikulum di Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan. Kurikulum di Indonesia setidaknya telah mengalami perubahan lebih dari 10 kali semenjak awal kemerdekaan hingga yang baru saja diluncurkan yakni kurikulum merdeka (Khairatunnisa 2022: . Kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menambah fakta bahwa kurang dari 10 tahun kurikulum di Indonesia telah mengalami perubahan sebanyak 3 kali (Sugiri and Priatmoko 2020: . Kurikulum merdeka merupakan rancangan baru dibuat oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat menghasilkan siswa dengan lulusan yang unggul dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dirancangnya kurikulum merdeka ini menjadi langkah awal pemulihan pembelajaran di Indonesia yang diakibatkan pandemi Covid-19 (Zahir et al. 2022: . Hal ini sejalan dengan pendapat Ainia . 0: . , kurikulum merdeka ini berfokus pada kebebasan belajar secara mandiri, kritis dan kreatif, yang nantinya akan berdampak pada terciptanya karakter peserta didik yang memiliki karakter yang merdeka Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses pembelajaran yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, terutama pada mata pelajaran PPKn. Menurut Mardikayasa (Nurgiansah. Pratama, and Iman Nurchotimah, 2021: . PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dibelajarkan. Hal ini sesuai dengan isi dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 yang mewajibkan mata pelajaran PPKn diajarkan di semua jenjang pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar bahkan sampai perguruan tinggi di seluruh wilayah nusantara. Menurut Aunnurahman . 7: . mengatakan keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran yang tepat pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat meraih hasil belajar dan prestasi yang optimal. Model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan oleh guru akan membuat kegiatan pembelajaran lebih aktif. Siswa lebih terlibat secara penuh untuk mencari ilmu pengetahuannya sendiri. Sehingga apabila siswa dapat terlibat secara penuh maka ia akan lebih aktif dan kritis dalam belajar. Menurut Amami and Wahyuni, 2022: . berpikir kritis adalah suatu kegiatan melalui cara berpikir tentang ide atau gagasan yang berhubung dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan. Berpikir kritis juga dapat dipahami sebagai kegiatan menganalisis idea atau gagasan ke arah yang lebih spesifik, membedakan secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengkaji, dan mengembangkannya kearah yang lebih Berpikir kritis berkaitan dengan asumsi bahwa berpikir merupakan potensi yang ada pada manusia yang perlu dikembangkan untuk kemampuan yang optimal. Menurut Anderson . alam Setiawan, 2018:. berpendapat bahwa taksonomi blom revisi ada 6 yaitu, mengingat (C. ialah menunjukkan ingatan dan materi yang telah dipelajari sebelumnya denagn mengingat fakta, istilah, konsep dasar dan jawaban. Memahami (C. Halimah et. al (Pengaruh model pembelajaran inquiriA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. menunjukkan pemahaman tentang fakta dan gagasan dengan mengorganisasikan, membandingkan, menerjemahkan, menafsirkan, memberi deskripsi, dan mengemukakan gagasan utama. Menerapkan (C. peserta didik dapat menyelesaikan masalah pada situasi baru dengan nmenerapkan pengetahuan, fakta, teknik dan peraturan yang diperoleh dengan cara Menganalisis (C. memerikasa dan memecah informasi menjadi beberapa bagian dengan mengidentifikasi motif atau penyebabnya. Membuat kesimpulan dan menemukan bukti untuk mendukung generalisasi. Mengevaluasi (C. menghadirkan dan mempertahankan pendapat dengan membuat penilaian dengan infromasi, validitas gagasan, atau kualitas kerja berdasarkan seperangkat kriteria. Menciptakan (C. menghimpun beberapa informasi secara simultan menggunakan metode yang berbeda melalui penggabungan elemen dalam pola baru atau mengusulkan solusi alternatif. Berpikir kritis adalah suatu proses didalamnya terdapat merancang konsep, implementasi, menganalisis, menyaring informasi yang diterima dari analisis, merefleksi pikiran, atau komunikasi sebagai dasar untuk merumuskan serta melaksanakan perbuatan. Ada 5 aspek kemampuan berpikir kritis siswa yang dikemukakan Glaser dalam (Fisher 2017: . Pertama, merumuskan pokok permasalahan meliputi: aspek mengidentifikasi permasalahan yang dipikirkan, mengidentiifikasi dan mengevaluasi asumsi. Kedua, mencari fakta dan data sesuai dengan sumber yang akurat. Ketiga, memberi argumentasi meliputi: aspek menafsirkan pernyataan atau gagasan, akseptabilitas dan kredibilitas alasan. Keempat, melakukan interprestasi pernyataan-pernyataan dan gagasan-gagasan meliputi: aspek menganalisis hasil Kelima, menyimpulkan yaitu menarik kesimpulan berdasarkan data dan fakta. Berdasarkan dengan hasil tes yang dilakukan oleh penulis dengan membagikan soal berupa tes uraian yang terdiri dari 5 soal dibagikan kepada 224 siswa yang dilaksanakan pada saat observasi di SMA Negeri 10 Muaro Jambi khusus nya kelas pada X E1 sampai dengan X E7 atau sebanyak tujuan kelas, dapat diketahui dari kelas X E1 sampai X E7 hanya mencapai 34% tergolong Aukurang kritisAy. Hal ini menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dan kurangnya variasi model pembelajaran yang diterapkan guru dalam pembelajaran PPKn pada SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Hal ini sebanding dengan keadaan dikelas bahwa sewaktu penulis melakukan observasi siswa cenderung tidak mau ikut andil dalam pelajaran, peristiwa ini dapat menjadikan tidak terlatihnya kemampuan berpikir kritis. Maka dari itu, dibutuhkan media pembelajaran baru yang berbasis terknologi guna mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Di dalam kelas, peserta didik dianggap pasif, hanya beberapa siswa yang bertanya, juga dalam proses pembelajaran siswa kurang fokus terhadap materi, peserta didik pun asik sendiri main dan ngobrol dengan teman sebangku. Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran di kelas, guru harus kreatif dalam melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik (Mutmainah, 2020: . Terutama dalam mata pelajaran PPKn untuk menumbuhkan pemikiran kritis, tentu saja perlu dilakukan upaya terencana dan terstruktur yang dirancang sedemikian rupa oleh guru PPKn. Untuk menumbuhkan pemikiran yang kritis guru dituntut dapat menggunakan model sesuai dengan siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran sesuai diterapkan dalam mata pelajaran PPKn salah satunya yaitu model pembelajaran inquiry based learning. Menurut Wardoyo . 3: . , inquiry based learning adalah proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dihadapi dengan berbagai sumber informasi sebagai pendukungnya. Model inquiry based learning menekankan ada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Model pembelajaran tersebut dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui proses diskusi, pemecahan masalah, mencari fakta dari berbagai sumber dan tes esai sehingga peserta didik dapat mengasah, menguji, dan Halimah et. al (Pengaruh model pembelajaran inquiriA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. mengembangkan kemampuan berpikirnya Selain itu, model inquiry based learning juga memiliki kelebihan di mana peserta didik lebih aktif dalam mencari dan mengolah informasi, sampai menemukan jawaban atas pertanyaan secara mandiri. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh dari Sri Ajeng Mellita. Laili Rosita . yang berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Inquiry Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran GeografiAy. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Geografi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dalam bentuk soal uraian. Analisis data menggunakan Statistik Parametris dengan uji-t dan taraf signifikansi . = 0,. Hasil analisis menunjukkan nilai thitung . > ttabel . Diketahui bahwa hipotesis diterima Ha Jika thitung > ttabel dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi. Khususnya di Kelas X di SMA PGRI 2 Palembang Tahun Pelajaran 2018/2019. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan model pembelajaran inquiry based learning bisa meningkatkan berbagai potensi siswa. Pembelajaran model ini dapat mengajarkan siswa untuk mandiri, berkolaborasi, berpikir kritis, serta kreatif. Penelitian ini disarankan supaya mengoptimalkan model inquiry based learning sebagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan berbagai potensi siswa. Hal ini akan mencegah terjadinya pembelajaran yang monoton dikelas dan peserta didik dapat berpartisipasi lebih aktif, kemampuan berpikir kritis meningkat agar dapat prestasi belajar yang dihasilkan menjadi bagus. Metode Penulisan ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment design penelitian rancangan pretest-posttest control group design. Yang menjadi populasi adalah kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Dengan menggunakan 2 kelas yaitu kelas X E2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X E6 sebagai kelas kontrol, yang jumlah keseluruhan siswanya 224 siswa. Sedangkan data diperoleh dengan cara menyebarkan tes berupa soal kepada Setelah jawaban dari tes soal didapatkan, data dianalisis secara kuantitatif. Teknik analisis data dalam penulisan ini adalah uji-t kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan sampel bertujuan adalah pengambilan sampel yang sematamata didasarkan pada kriteria, ide, atau pengetahuan dari sampel (Nursiyono, 2015: . Sampel yang dipilih secara otomatis dipengaruhi oleh pemahaman sampel tentang populasi. Namun dalam praktiknya, metode ini sering digunakan untuk survei dengan unit yang lebih sedikit. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan pada output pengolahan data dengan menggunakan uji t diperoleh hasil sebagai Uji t Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Dilakukannya uji t untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum diberikan perlakuan atau boleh pembelajaran dan setelah diberikan perlakuan atau model uji t dilakukan menggunakan bantuan software SPSS versi 26 for window. Adapun hasil hasil dari uji t pretest dan postest kelas eksperimen sebagai berikut: Halimah et. al (Pengaruh model pembelajaran inquiriA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Gambar 1. Hasil Uji t Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Berdasarkan hasil output Software SPSS versi 26 for window terdapat nilai Sig. -taile. 000, dengan dasar pengambilan keputusan yaitu Sig. -taile. 000 < 0. 05 maka terdapat pengaruh yang signifikan. Uji t Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Uji t dilakukan untuk mengatahui adakah perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. uji t dilakukan menggunakan bantuan software SPSS versi 26 for window Adapun hasil hasil dari uji t pretest dan postest kelas eksperimen sebagai berikut: Gambar 2. Hasil Uji t Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Berdasarkan hasil output Software SPSS versi 26 for window, terdapat nilai Sig. -taile. 614 , dengan dasar pengambilan keputusan yaitu Sig. -taile. 0614 < 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelas eksperimen dan posttest kelas kontrol. Uji t Posttest Eksperimen dan t Posttest Kontrol Uji t ini dilakukan agar penulis mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara skor setelah perlakuan di kelas eksperimen dengan skor dikelas kontrol. Dasar pengambilan keputusan uji independent sampel t-tes yaitu jika nilai Sig. -taile. < 0. 05 maka Ha di terima dan Ho ditolak dan apabila nilai Sig. -taile. > 0. 05 maka Ha ditolak dan H0 di terima. Adapun uji independent sampel t-tes dilakukan menggunakan bantuan software SPSS versi 26 for window sebagai berikut: Gambar 3. Hasil Uji t Posttest Eksperimen dan t Posttest Kontrol Berdasarkan perhitungan pada output diatas menunjukan besarnya thitung yaitu 9. kemudian membandingkan nilai thitung dengan ttabel yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel x dan variabel y. diketahui df= 64 pada taraf 5% maka didapat besarnya nilai t tabel maka thitung > ttabel yaitu 9. 386 > 1. 669 dan diperoleh nilai sig . -taile. sebesar 000 > 0. 005 maka dapat disimpulkan bahwa maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan kata lain Auterdapat pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Based Learning terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi semester ganjil tahun ajaran 2023/ 2024Ay. Halimah et. al (Pengaruh model pembelajaran inquiriA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Uji t Peningkatan Skor Nilai Eksperimen dan Kontrol Uji t peningkatan skor nilai eksperimen dan kontrol disini perlu diketahui dengan melihat bahwa ada tidaknya peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen . dan kemampuan berpikir kritis siswa kelompok kontrol. Berikut hasil uji t tersebut menggunakan software SPSS 26: Gambar 4. Hasil Uji t Peningkatan Skor Nilai Eksperimen dan Kontrol Tabel 1. Rata-Rata Kenaikan Skor Kedua Kelas Kelas Rata-Rata Kenaikan Skor Kedua Kelas Eksperimen 9,68 Kontrol 1,41 Berdasarkan perhitungan diketahui kenaikan skor atau nilai pada kelas eksperimen setelah diterapkan model pembelajaran inquiry based learning yaitu sebesar 9,68 sedangkan pada kelas kontrol memiliki jumlah kenaikan sebesar 1,41 sehingga dapat disimpulakn bahwa kenaikan skor kemampuan siswa dalam berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol. Berdasarkan pembahasan dan penelitian ini membuktikan bahwa kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran inquiry based learning lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi semester ganjil tahun ajaran 2023/ 2024 karena berdasarkan perhitungan uji t-test yang dilakukan dengan software SPSS versi 26 for windows, diperoleh nilai sig . untuk keterampilan berpikir kritis adalah 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima sedangkan berdasarkan uji t diperoleh thitung > ttabel yaitu 9. 386 > 1. Hal ini menyatakan bahwa Aupengaruh penggunaan model pembelajaran inquiry based learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Maka dapat diartikan bahwa penggunaan model pembelajaran inquiry based learning cocok untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang terpenting dalam penggunaan model sesuai dengan materi, sintak dan prinsip yang ada dalam pembelajaran. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian, analisis data, dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan mengenai model pembelajaran inquiry based learning lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn Kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi, bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis sisiwa pada kelas eksprimen lebih tinggi dibanding dengan kemampuan siswa dalam memahami materi pada kelas kontrol, pada kelas eksperimen didapati kenaikan nilai rata rata sebesar 9,68 dan pada kelas kontrol sebesar 1,41. Halimah et. al (Pengaruh model pembelajaran inquiriA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 687-694 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Kemudian dilanjutkan menggunakan uji t independent sampel t-tes diperoleh hasil nilai Sig. -taile. 000 < 0. 05 sedangkan berdasarkan uji t diperoleh thitung > ttabel yaitu 9. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terkait penerapan model pembelajaran inquiry based learning untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan adalah AuHa diterima dan H0 ditolakAy yang artinya ada pengaruh positif yang signifikan dari penerapan model pembelajaran inquiry based learning untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X SMA Negeri 8 Muaro Jambi semester ganjil tahun ajaran 2023/ 2024. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tepatnya di sekolah SMA Negeri 8 Muaro Jambi bagi guru, harus bisa menggunakan berbagai metode mengajar untuk menarik minat siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan diharapkan model pembelajaran inquiry based learning dapat menjadi bagian dari bahan renungan dan sumber informasi yang sehingga dapat digunakan oleh pengajar dalam system belajar mengajar, sehingga mampu menjadi pilihan dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta menjadi perbaikan atau bahan masukkan bagi guru untuk memvariasikan model pembelajaran. Sedangkan bagi siswa, minat belajar agar siswa bisa lebih aktif dan meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis serta agar memperoleh pembelajaran yang lebih menarik, jelas, menyenangkan serta motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis menjadi meningkat. Meskipun penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan, namun diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih kepada para pembaca dan peneliti. Daftar Pustaka