Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 ANALISIS STANDAR MUTU PEKERJAAN STRUKTUR TERHADAP KEBERHASILAN PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH DAN LABORATORIUM Shinta Amyrul Pebria1*. I Nyoman Dita Pahang Putra2 Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Jl. Rungkut Madya No. Surabaya. Telp/fax: 0623-18706369 Email: shinta. amirul@gmail. ABSTRAK Standar mutu merupakan indikator dari kinerja sistem suatu unit meliputi masukan, prosedur, hasil, keluaran serta manfaat yang harus dipenuhi oleh tiap unit kerja. Pekerjaan Konstruksi merupakan keseluruhan atau sebagian kegiatan yang mencakup pembangunan, pembongkaran, pemeliharaan, pengoperasian, dan pembangunan kembali suatu bangunan. Peranan standar mutu dalam dunia konstruksi sangat besar, yaitu untuk memperoleh hasil pekerjaan yang diinginkan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisa standar mutu pada pekerjaan struktur dan pengaruhnya dengan keberhasilan pekerjaan struktur. Dalam penelitian ini dilakukan observasi dan kuesioner yang dibagikan kepada responden yang ahli pada bidangnya. Hasil akhir pada penelitian ini adalah standar mutu pekerjaan struktur yang terdapat pada proyek pembangunan gerung kuliah dan laboratorium berdasarkan data yang didapatkan dari Quality Target PT. PP (Perser. Tbk. RKS. SNI 2847:2019. SNI 6880:2016, dan SNI 8900:2020 terdiri dari 9 variabel dan 29 sub variabel. Hasil standar mutu pekerjaan struktur pada proyek ini yaitu sudah sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan. Semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan struktur, maka akan semakin sesuai juga keberhasilan pada pekerjaan Semakin sesuai standar mutu pada masing-masing pekerjaan struktur, maka akan semakin sesuai juga keberhasilan pada masing-masing pekerjaan struktur. Kata kunci: Standar mutu. Keberhasilan. Pekerjaan Struktur. Gedung kuliah. Laboratorium ABSTRACT Quality standards are a set of system performance benchmarks for a unit or work unit which include input, process, results, output and benefits that must be met by work units. Construction Work is the whole or part of an activity that includes the construction, operation, maintenance, demolition and rebuilding of a building. The role of quality standards in quality control is very large, especially to consistently achieve the desired quality. The research aims was to analyzed the quality standard in structural work and their influence on the success of structural work. In this study, observations and questionnaires were distributed to respondents who were experts in their fields. The final result of this research is the quality standard of structural work contained in the college and laboratory building project based on data obtained from Quality Target PT. PP (Perser. Tbk. RKS. SNI 2847:2019. SNI 6880:2016, and SNI 8900:2020 consists of 9 variables and 29 sub-variables. The results of the quality standards for structural work on this project are in accordance with predetermined quality standards. The more appropriate the quality standards for structural work, the more suitable the success of structural work will be. The more appropriate the quality standards for each structural work, the more appropriate the success of each structural work will be. Keywords: Quality standard. Succes. Structural Work. College building. Laboratory Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 PENDAHULUAN Proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium merupakan salah satu contoh dari perkembangan infrastruktur di Indonesia. Perkembangan di sektor infrastruktur diyakini akan memberikan kontribusi pertumbuhan banyak kegiatan lainnya (Putra et , 2. Dalam pembangunan infrastruktur, diperlukan standar mutu untuk memastikan bahwa kualitas pekerjaan tidak akan melebihi atau kurang dari spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Standar mutu merupakan indikator dari kinerja sistem suatu unit meliputi masukan, prosedur, hasil, keluaran serta manfaat yang harus dipenuhi oleh tiap unit kerja (LPM IAIN Salatiga, 2. Standar mutu merupakan spesifikasi teknis yang disepakati oleh stakeholder terkait dengan mempertimbangkan standar yang telah ditetapkan, kemajuan IPTEK, dan pengalaman (Badan Standarisasi Nasional, 2. Proses konstruksi sering kali mengalami kendala atau hambatan yang menyebabkan keterlambatan dalam pekerjaan, pada akhirnya hal itu dapat mempengaruhi kinerja proyek. Kendala atau hambatan tersebut dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal (Herlintang, 2. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa proyek konstruksi memiliki kualitas yang baik sesuai dengan yang direncanakan, perlu adanya standar mutu. Fungsi standar mutu adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dibuat tidak akan diulang, atau disebut sebagai pekerjaan sekali jadi (Assauri, 2. Jika standar mutu diterapkan dengan benar, maka kualitas pekerjaan tidak akan melebihi spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Salah satu proyek konstruksi yang menerapkan standar mutu pada tahap pelaksanaannya adalah pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran dan FISIP UPN "Veteran" Jawa Timur. Untuk mengetahui penerapan standar mutu pekerjaan Pembangunan Gedung Kuliah Laboratorium Fakultas Kedokteran dan FISIP UPN AuVeteranAy Jawa Timur, maka perlu dilakukan analisis standar mutu pada pekerjaan struktur serta apakah standar mutu pekerjaan struktur tersebut berpengaruh terhadap keberhasilan pekerjaan struktur pada proyek Selama kegiatan observasi langsung ke lapangan ditemukan terdapat kurang maksimalnya kualitas yang dihasilkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan struktur. Oleh karena itulah penelitian ini bertujuan menganalisa standar mutu pada pekerjaan struktur dan pengaruhnya dengan keberhasilan pekerjaan struktur. METODE PENELITIAN Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Objek dalam penelitian ini adalah proyek Gedung Kuliah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran dan FISIP UPN "Veteran" Jawa Timur berada di Jl. Rungkut Madya. No. Gunung Anyar. Surabaya. Kuesioner akan disebarkan kepada 10 orang tenaga ahli yang memahami tentang standar mutu pada proyek. Diantaranya adalah 1 orang Quality Control, 1 orang Engineer, 1 orang Scheduler, 1 orang Metode, 1 orang Drafter, 1 orang BIM, 2 orang pelaksana lapangan, dan 2 orang Surveyor. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir SMA/SMK Diploma Sarjana 1 Gambar 4. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Objek Penelitian Responden merupakan staff PT. PP (Perser. Tbk. proyek pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran dan FISIP UPN AuVeteranAy Jawa Timur. Berdasarkan daftar pertanyaan yang telah diajukan kepada 10 responden yang dapat diketahui usia, pengalaman dalam dunia proyek, dan pendidikan terakhir. Gambaran dari responden pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Standar Mutu Pekerjaan Struktur Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Tabel 1. Standar Mutu Pekerjaan Struktur dan Rata-rata Hasil Jawaban Responden Ahli Berdasarkan kajian referensi melalui Quality Target (PT. PP (Perser. Tbk, 2. RKS (Tim Penyusun RKS Gedung Kuliah dan Lab FK dan FISIP UPNVJT, 2. SNI 2847:2019 (Badan Standarisasi Nasional, 2019. SNI 6880:2016 (Badan Standarisasi Nasional, 2019. , dan SNI 8900:2020 (Badan Standarisasi Nasional, 2. , standar mutu pada pekerjaan struktur dan hasil analisis rataratanya dapat dilihat pada Tabel 1. 23 - 26 tahun Variabel Rata-rata Standar Mutu Pada Pekerjaan Bekisting Dimensi dan pemasangan bekisting sesuai dengan shop drawing Bekisting dipasang dengan rapat tidak ada celah Bekisting bersih dari kotoran Pelumas/minyak bekisting telah dioles Standar Mutu Pada Pekerjaan Pembesian Besi telah ditest dan sesuai dengan spesifikasi teknis Diameter dan ukuran besi sesuai dengan shop drawing Ikatan besi kuat, kokoh, dan merata Pengikatan penulangan menggunakan kawat ikat/kawat beton yang berkualitas, seperti besi lunak dengan ukuran diameter lebih kurang 1 mm. Standar Mutu Pada Pekerjaan Pengecoran Campuran beton telah ditrial mix Slump tidak boleh melebihi 150 mm pada titik pengecoran, kecuali disyaratkan lain atau diizinkan Lokasi pengecoran bersih dari sampah, serbuk, kawat, dll 27 - 30 tahun 31- 34 tahun 35 - 38 tahun Gambar 2. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Responden Deskripsi Responden Pengalaman Proyek Berdasarkan 1 - 4 Proyek 5 - 8 Proyek 9 - 12 Proyek Gambar 3. Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Proyek Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Beton decking terpasang menyesuaikan ketebalan selimut beton dan berjarak minimal 2 buah setiap 50 cm Standar Mutu Pada Pekerjaan Kolom Struktur beton pada kolom lurus dan pada porsinya Struktur beton pada kolom tidak retak Posisi kolom sesuai dengan shopdrawing Standar Mutu Pada Pekerjaan Balok Struktur beton pada balok tidak lendut Struktur beton pada balok tanpa plin pada sambungannya Struktur beton pada balok tidak gripis pada sudut Standar Mutu Pada Pekerjaan Plat Lantai Levelling permukaan plat lantai rata Pada bagian bawah plat tidak bocor Permukaan plat lantai halus dan tidak ada retakan Permukaan plat lantai tidak ada genangan air Standar Mutu Pada Pekerjaan Dinding Geser Struktur beton pada dinding geser tidak Struktur beton pada dinding geser tidak Struktur beton pada dinding geser lurus dan pada porsinya Standar Mutu Pada Pekerjaan Tangga Tinggi maksimum anak tangga adalah 7,5 in. dan minimum 6,5 in . untuk tangga internal pada Lebar tangga minimum dan dimensi minimum bordes adalah 4 ft . ,2 . Tinggi maksimum pada bagian tangga yang lurus antara bordes/lantai adalah 8 ft . ,5 . Struktur beton pada tangga rata pada permukaan anak tangganya Keberhasilan Pekerjaan Struktur Hasil pekerjaan bekisting sesuai dengan standar mutu pekerjaan bekisting Hasil pekerjaan pembesian sesuai dengan standar mutu pekerjaan pembesian Hasil pekerjaan pengecoran sesuai dengan standar mutu pekerjaan Hasil pekerjaan kolom sesuai dengan standar mutu pekerjaan kolom Hasil pekerjaan balok sesuai dengan standar mutu pekerjaan balok Hasil pekerjaan plat lantai sesuai dengan standar mutu pekerjaan plat lantai Hasil pekerjaan dinding geser sesuai dengan standar mutu pekerjaan dinding Hasil pekerjaan tangga sesuai dengan standar mutu pekerjaan tangga Rata-rata total 3,56 Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa jawaban responden secara rata-rata memiliki nilai 3,56. Artinya mayoritas responden menjawab sangat sesuai. Ini berarti bahwa standar mutu pada pekerjaan struktur sudah sangat sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan yaitu berdasarkan Quality Target PT. PP (Perser. Tbk. SNI 2847:2019, SNI 6880:2016. SNI 8900:2020 dan RKS. Analisis Data Uji Validitas Uji validitas adalah prosedur yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa tepat dan cermat suatu variabel yang terkait (Hamid et al. , 2. Hasil pada pengujian validitas didapatkan bahwa semua indikator penelitian ini dianggap valid, karena seluruh variabel yang digunakan memiliki r hitung lebih besar dari r Uji Reliabilitas Uji mengetahui apakah alat ukur konsisten, dapat pengukuran telah dilakukan berulang kali (Hamid et al. , 2. Dari pengujian reliabilitas didapatkan hasil bahwa seluruh variabel memiliki cronbach alpha yang cukup besar yaitu diatas 0,70, dapat disimpulkan bahwa variabel yang diteliti adalah reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Jika distribusi data menyebar mendekati garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal yang mengindikasikan bahwa data tersebut terdistribusi normal (Ghozali, 2. Gambar 5. Uji Normalitas P-P Plot Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Hasil pengujian di atas menunjukan bahwa titik-titik berada mendekati dan mengikuti arah garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi tersebut sudah terdistribusi normal, jadi pengujian lanjutan dapat mutu pada pekerjaan pembesian, standar mutu pada pekerjaan pengecoran, standar mutu pada pekerjaan kolom, standar mutu pada pekerjaan balok, standar mutu pada pekerjaan plat lantai, standar mutu pada pekerjaan dinding geser, dan standar mutu pada pekerjaan tangg. memiliki nilai signifikan lebih dari 0,05. Sehingga heteroskedastisitas tidak ditemukan dalam penelitian ini. Uji Multikolinearitas Dapat multikolinearitas jika nilai tolerance lebih dari 0,1 dan memiliki VIF kurang dari 10 (Ghozali. Berdasarkan pengujian multikolinearitas didapatkan nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF dibawah 10, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel pada data penelitian tersebut dinyatakan lolos uji multikolinieritas. Model Analisis Regresi Linier Berganda dan Koefisien Determinasi Analisis regresi linear berganda berfungsi untuk mengidentifikasi besarnya variabel prediktor terhadap variabel respon (Ghozali. Tabel 7. Hasil Analisis Regresi Berganda Variabel Pekerjaan Struktur Uji Heteroskedastisitas Dilakukan untuk mengetahui apakah ada ketidaksamaan variansi dalam model regresi antara residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, 2. Variabel (Constan. Standar Mutu Pekerjaan Bekisting Standar Mutu Pekerjaan Pembesian Standar Mutu Pekerjaan Pengecoran Standar Mutu Pekerjaan Kolom Standar Mutu Pekerjaan Balok Standar Mutu Pekerjaan Plat Lantai Standar Mutu Pekerjaan Dinding Geser Standar Mutu Pekerjaan Tangga Koef. Standar Error 24,00 1,670 0,707 0,707 0,707 0,726 0,471 0,971 0,133 0,500 0,577 0,688 0,471 0,500 0,866 0,688 0,471 Dependent Variable: keberhasilan pekerjaan Gambar 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan Tabel 7 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 24,00 1,67 X1 0,707 X2 0,726 X3 0,971 X4 0,500 X5 0,688 X6 0,500 X7 0,688 X8. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pada pekerjaan struktur, maka akan disertai keberhasilan struktur juga. Uji koefisien determinasi (R. digunakan untuk menguji seberapa besar pengaruh variabel prediktor terhadap variabel respon (Ghozali, 2. Hasil dari pengolahan data dari variabel standar mutu pekerjaan struktur dapat dilihat pada Tabel 8. Dari Scatterplot menunjukkan bahwa titiktitik tersebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka 0 dan sumbu Y. Ini menunjukkan bahwa tidak ada heteroskedastisitas dalam model regresi ini, sehingga layak untuk digunakan dalam pengujian. Uji Glejser Data dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas jika nilai signifikan > 0,05 (Ghozali. Hasil Glejser menunjukan bahwa jika semua variabel bebas . tandar mutu pada pekerjaan bakisting, standar Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel Standar Mutu Pekerjan Struktur. pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel dari model yang diteliti. Sedangkan sisanya sebesar 37,5% dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Model Summary Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate Predictors: (Constan. Standar Mutu Tabel 11. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Pembesian Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Pembesian Berdasarkan Tabel 8. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh sebesar 0,961 yang berarti 96,1% keberhasilan struktur pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh variabel dari model yang diteliti. Sedangkan sisanya sebesar 3,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti. Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 2,500 X2. 0,333 0,309 X2. 0,500 0,280 X2. 0,333 0,309 X2. 0,200 0,316 Dependent Variable: keberhasilan struktur Tabel 9. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Bekisting Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Bekisting Sub Variabel Koefisien y (Constan. 0,667 X1. 0,833 0,208 X1. 0,500 0,757 X1. 0,833 0,208 Berdasarkan Tabel 11 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 2,500 0,333 X2. 0,500 X2. 2 0,333 X2. 3 0,200 X3. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan pembesian, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan pembesian juga. Standar Error Tabel 12. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Pembesian Sub Variabel X2. X2. X2. X2. X1. 0,500 0,757 Dependent Variable: keberhasilan struktur Berdasarkan Tabel 9 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 0,667 0,833 X1. 0,500 X1. 2 0,833 X1. 3 0,500 X1. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan bekisting, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan bekisting juga Adjusted R Square 0,127 0,286 0,127 0,127 12,7% 28,6% 12,7% 12,7% Berdasarkan Tabel 12. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh oleh X2. X2. 3, dan X2. 4 masing-masing sebesar 0,127 dan sub variabel X1. 2 diperoleh 0,286 yang berarti 12,7% keberhasilan pekerjaan pembesian pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X2. X2. 3, dan X2. 4 dan 28,6% dipengaruhi oleh sub variabel X1. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Tabel 10. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Bekisting Adjusted R Sub Variabel Square X1. 0,625 62,5% X1. 0,625 62,5% X1. 0,625 62,5% X1. 0,625 62,5% Berdasarkan Tabel 10. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh oleh X1. X1. X1. dan X1. 4 masing-masing sebesar 0,625 yang berarti 62,5% keberhasilan pekerjaan bekisting Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 13. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Pengecoran Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Pengecoran Berdasarkan Tabel 15 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 2,000 0,875 X4. 0,500 X4. 2 0,714 X4. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan kolom, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan kolom juga. Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 1,600 X3. 0,600 0,245 X3. 0,524 0,301 X3. 0,524 0,301 X3. 0,875 0,261 Dependent Variable: keberhasilan struktur Tabel 16. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Kolom Sub Variabel X4. X4. X4. Tabel 14. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Pengecoran Adjusted R Square 0,429 0,274 0,274 0,583 58,3% 28,6% 42,9% Berdasarkan Tabel 16. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh X4. 1 adalah 0,583. X4. 2 sebesar 0,286, dan X4. 3 adalah 0,429, yang berarti 58,3% keberhasilan pekerjaan kolom pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X4. 1, 28,6% dipengaruhi oleh sub X4. 2, dan 42,9% dipengaruhi oleh sub variabel X4. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Berdasarkan Tabel 13 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 1,600 0,600 X3. 0,524 X3. 2 0,524 X3. 3 0,875 X3. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan pengecoran, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan pengecoran juga. Sub Variabel X3. X3. X3. X3. Adjusted R Square 0,583 0,286 0,429 42,9% 27,4% 27,4% 58,3% Tabel 17. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Balok Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Balok Berdasarkan Tabel 14. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh X3. 1 adalah 0,429. X3. 2 dan X3. 3 masing-masing sebesar 0,274, serta X3. 4 adalah 0,583 yang berarti 42,9% keberhasilan pekerjaan pengecoran pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X3. 1, 27,4% dipengaruhi oleh sub variabel X3. 2 dan X3. 3, serta 58,3% dipengaruhi oleh sub variabel X3. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 0,857 X5. 0,714 0,292 X5. 0,714 0,292 X5. 0,833 0,208 Dependent Variable: keberhasilan struktur Berdasarkan Tabel 17 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 0,857 0,714 X5. 0,714 X5. 2 0,833 X5. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan balok, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan balok juga. Tabel 15. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Kolom Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Kolom Tabel 18. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Balok Sub Variabel X5. X5. X5. Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 2,000 X4. 0,875 0,261 X4. 0,500 0,280 X4. 0,714 0,292 Dependent Variable: keberhasilan struktur Adjusted R Square 0,429 0,429 0,667 42,9% 42,9% 66,7% Berdasarkan Tabel 18. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh X5. 1 dan X5. 2 masingmasing sebesar 0,429 dan X5. 3 sebesar 0,667. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Yang berarti 42,9% keberhasilan pekerjaan balok pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X5. 1 dan X5. Serta 66,7% dipengaruhi oleh sub variabel X5. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Tabel 21. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Dinding Geser Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Dinding Geser Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 2,190 X7. 0,381 0,353 X7. 0,800 0,200 X7. 0,800 0,200 Dependent Variable: keberhasilan struktur dinding geser Tabel 19. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Plat Lantai Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Plat Lantai Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 1,400 X6. 0,833 0,208 X6. 0,833 0,208 X6. 0,238 0,376 X6. 0,600 0,284 Dependent Variable: keberhasilan struktur plat lantai Berdasarkan Tabel 21 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 2,190 0,381 X7. 0,800 X7. 2 0,800 X7. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan dinding geser, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan dinding geser juga. Tabel 22. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Dinding Geser Berdasarkan Tabel 19 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 1,400 0,0,833 X6. 1 0,833 X6. 2 0,238 X6. 3 0,600 X6. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan plat lantai, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan plat lantai juga. Sub Variabel X7. X7. X7. Tabel 20. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Plat Lantai Sub Variabel X6. X6. X6. X6. Adjusted R Square 0,667 0,667 0,714 0,360 Adjusted R Square 0,127 0,667 0,667 12,7% 66,7% 66,7% Berdasarkan Tabel 22. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh X7. 1 sebesar 0,127. X7. 2 dan X7. 3 masing-masing sebesar 0,667. Yang berarti 12,7% keberhasilan pekerjaan dinding geser pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X7. Serta 66,7% dipengaruhi oleh sub variabel X7. 2 dan X7. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. 66,7% 66,7% 71,4% Berdasarkan Tabel 20. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh X6. 1 dan X6. 2 masingmasing sebesar 0,667. X6. 3 sebesar 0,714, serta X6. 4 sebesar 0,360 yang berarti 66,7% keberhasilan pekerjaan plat lantai pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X6. 1 dan X6. 71,4% dipengaruhi oleh sub variabel X6. 2, dan 36% dipengaruhi oleh sub variabel X6. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Tabel 23. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standar Mutu Pekerjaan Tangga Terhadap Keberhasilan Pekerjaan Tangga Sub Variabel Koefisien y Standar Error (Constan. 1,286 X8. 0,800 0,200 X8. 0,571 0,319 X8. 0,667 0,268 X8. 0,800 0,200 Dependent Variable: keberhasilan struktur Berdasarkan Tabel 23 persamaan regresi yang didapatkan adalah Y = 1,286 0,800 X8. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 0,571 X8. 2 0,667 X8. 3 0,800 X8. Artinya semakin sesuai standar mutu pada pekerjaan tangga, maka akan disertai keberhasilan pekerjaan tangga juga. signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan struktur pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan struktur akan sesuai. Tabel 24. Koefisien Determinasi Sub Variabel dari Standar Mutu Pekerjaan Tangga Sub Variabel X8. X8. X8. X8. Adjusted R Square 0,667 0,286 0,444 0,667 Tabel 25. Hasil Uji T Sub Variabel Bekisting Coefficientsa Standar Unstandardi dized Coeffic Coefficients ients Std. Model Error Beta t Sig. 1 (Constan. Dependent Variable: y1 66,7% 28,6% 44,4% 66,7% Berdasarkan Tabel 23. Nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh X8. 1 dan X8. 4 masingmasing sebesar 0,667. X8. 2 sebesar 0,286, dan X6. 3 sebesar 0,444. Yang berarti 66,7% keberhasilan pekerjaan tangga pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium dipengaruhi oleh sub variabel X8. 1 dan X8. 28,6% dipengaruhi oleh sub variabel X8. serta 44,4% dipengaruhi oleh sub variabel X6. Sedangkan sisa dari nilai (Adjusted R Squar. dipengaruhi oleh sub variabel lain diluar model yang diteliti. Dari Tabel 25. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu pekerjaan Bekisting (X. Pekerjaan Bekisting (Y. Hasil menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 7,603 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan bakisting pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan pekerjaan pembesian akan sesuai. Pengujian Hipotesis Uji t Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel prediktor terhadap variabel respon secara individual . (Ghozali. Tabel 26. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Pembesian Coefficientsa StandarUnstandard- dized ized Coeffi-Coeffcients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Totalx2 . Dependent Variable: y2 Tabel 24. Hasil Uji T Variabel Pekerjaan Struktur Coefficientsa StandarUnstandard- dized ized Coeff-Coefficients Std. Error Beta Sig. Model 1 (Cons Stand Mutu Dependent Variable: Keberhasilan Struktur Berdasarkan Tabel 26. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu pekerjaan Pembesian (X. terhadap keberhasilan Pekerjaan pembesian (Y. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,859 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,021 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan pembesian pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan pekerjaan pembesian akan sesuai. Dari Tabel 24. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu pekerjaan struktur (X) terhadap keberhasilan struktur (Y). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 14,973 bernilai positif dengan hasil Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 27. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Pengecoran Tabel 29. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Balok Coefficientsa Coefficientsa Standar Unstandardi dized Coeffic Coefficients ients t Sig. Std. Model Error Beta 1 (Constan. Dependent Variable: y5 Unstanda- Standardized CoeffiCoeffcients Std. Model B Error Beta t Sig. 1 (Constan. Totalx3 . Dependent Variable: y3 Berdasarkan Tabel 27. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu pekerjaan Pengecoran (X. terhadap keberhasilan pekerjaan pengecoran (Y. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 3,780 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,005 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan pengecoran pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium pengecoran akan sesuai. Berdasarkan Tabel 29. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu pekerjaan balok (X. terhadap keberhasilan pekerjaan balok (Y. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 3,780 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,005 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan balok pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan pekerjaan balok akan sesuai. Tabel 30. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Plat Lantai Tabel 28. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Kolom Coefficientsa Stand Unstandardi d Coeffi Coefficients cients t Sig. Std. Model Error Beta 1 (Constan. Dependent Variable: y6 Coefficients StandaUnstandar- rdized dized Coeff-Coefficients Std. Model Error Beta t Sig. 1 (Constan. Dependent Variable: y4 Berdasarkan Tabel 28. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu pekerjaan kolom (X. terhadap keberhasilan pekerjaan kolom (Y. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,859 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,021 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa standar mutu pekerjaan kolom berpengaruh positif terhadap keberhasilan pekerjaan kolom diterima. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan kolom pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan pekerjaan kolom akan sesuai. Berdasarkan Tabel 30. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu plat lantai (X. terhadap keberhasilan pekerjaan plat lantai (Y. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,717 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,026 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan plat lantai pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan pekerjaan plat lantai akan sesuai. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 31. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Dinding Geser Tabel 33. Hasil Uji F Variabel ANOVAa Sum of Mean Model Squares df Square F Sig. 1 Regression 106. 596 1 106. Residual Total Dependent Variable: Keberhasilan Struktur Predictors: (Constan. Standar Mutu Coefficientsa StandUnstandar- ardized dized Coeff-Coefficients Sig. Std. Model Error Beta 1 (Constan. Dependent Variable: y7 Tabel 33. menunjukan bahwa hasil uji kelayakan model diperoleh nilai F-hitung 202 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil itu mengartikan bahwa model yang digunakan sudah layak atau tepat. Berdasarkan Tabel 31. dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis standar mutu dinding geser (X. terhadap keberhasilan pekerjaan dinding geser (Y. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 3,006 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,017 < 0,05. Artinya, apabila standar mutu pekerjaan dinding geser pada proyek pembangunan gedung kuliah dan laboratorium sesuai maka keberhasilan pekerjaan dinding geser akan KESIMPULAN Standar mutu pekerjaan struktur pada proyek pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium adalah berdasarkan pada Quality Target PT. PP (Perser. Tbk. SNI 2847:2019, SNI 6880:2016. SNI 8900:2020 dan RKS. Hasil pekerjaan struktur pada proyek Gedung Kuliah Laboratorium cenderung sangat sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan. Semakin sesuai standar mutu pada pada variabel pekerjaan struktur, maka akan disertai keberhasilan variabel pekerjaan struktur juga. Semakin sesuai standar mutu pada pada masing-masing sub variabel pekerjaan struktur, maka akan disertai keberhasilan sub variabel pekerjaan struktur juga. Tabel 32. Hasil Uji T Sub Variabel Pekerjaan Tangga Coefficientsa Standar Unstandardi dized Coeffic Coefficients ients t Sig. Std. Model Error Beta 1 (Constan. Dependent Variable: y8 DAFTAR PUSTAKA