Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Dikirim: 16 Juli 2022. Diterima: 21 Juli 2022 ISSN: 2527-2772 ANALISIS PENGARUH KEMISKINAN. EKSPOR DAN IMPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA 19912020 Ike Trisnawati1. Panji Kusuma Prasetyanto2* Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar Jl. Captain Suparman 39 Potrobangsan. Magelang Utara. Jawa Tengah. Indonesia *Korespondensi Penulis: panjiksuma@untidar. Abstract: This study analyzes the factors that influence economic growth for the period 1991-2020. The dependent variable in this research is economic growth (GDP) and the independent variable consists of poverty, exports and imports. This study uses time series data from 1991-2020. The method used is the Error Correction Model (ECM) which aims to determine the existence of long-term and short-term relationships that occur in each variable. From the research results, it is known that exports and imports in the short and long term have no significant effect on economic growth. While poverty in the long term and short term has a significant influence on economic growth. Keywords: Economic Growth. Exports. Imports. Poverty ________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang beragam dengan potensi yang dapat memungkinkan pembangunan yang saling menguntungkan dan memakmuran rakyatnya. Indonesia sangat membutuhkan pertumbuhan yang tinggi dan berkelanjutan. Seiring dengan perbaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus meningkat dan dapat tercapainya kemakmuran dalam negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pada tingkat per kapita. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi dapat menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara. Pertumbuhan ekonomi adalah proses peningkatan output per kapita dalam jangka panjang. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi negara semakin harus memenuhi kebutuhan rakyat dan dapat mensejahterakan rakyat dalam negeri sebanyak-banyaknya dan semaksimal mungkin. Dengan begitu kapasitas pembangunan bagi masyarakat dalam suatu negara juga akan lebih tinggi dan dapat berkembang dengan cepat. Pertumbuhan ekonomi adalah proses peningkatan kapasitas produksi secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga perekonomian dapat menghasilkan pendapatan nasional yang lebih Dikatakan bahwa perekonomian negara sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan dalam tingkat kegiatan ekonomi pada saat ini jauh lebih tinggi dari apa yang telah dicapai pada masa lalu. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diketahui dari perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) di tingkat nasional setiap tahunnya. Capaian keberhasilan dalam pembangunan suatu daerah atau negara dapat terlihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi. Setiap daerah akan menetapkan target dan sasaran pertumbuhan ekonominya yang jauh lebih baik dari tahun lalu dalam perencanaan pembangunan daerah demi tercapainya tujuan pembangunan daerah Pembangunan ekonomi memiliki banyak dimensi dan mencakup banyak aspek kehidupan masyarakat bukan hanya satu sisi . Pembangunan ekonomi sangat penting bagi suatu negara untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyatnya. Menciptakan pembangunan berkelanjutan adalah sesuatu yang penting dan harus dilakukan dalam setiap Pembangunan ekonomi tidak pernah lepas dari pertumbuhan ekonomi, karena dalam pembangunan ekonomi tidak hanya mencakup pertumbuhan ekonomi akan tetapi juga pada isuisu yang lebih luas seperti perubahan tabungan, investasi dan perubahan struktur ekonomi. Dalam Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 pertumbuhan PDB harga konstan tahunan merupakan salah satu tolak ukur dari pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara. PDB dianggap sebagai indikator ekonomi terbaik untuk menilai perkembangan ekonomi suatu Tentu saja masih terdapat sektor lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang diinginkan. Produk domestik bruto (PDB) terdiri dari banyak elemen yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi atau peningkatan PDB. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah suatu negara harus berusaha menciptakan situasi dan kondisi yang dapat menciptakan elemen-elemen tertentu yang dapat diyakini sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Hal ini merupakan pendorong pertumbuhan PDB untuk mencapai kondisi terbaik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diperlukan. Memang. Indonesia tidak dapat secara otomatis mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun Indonesia terus berkembang secara aktif dan sesuai rencana, tanpa mengabaikan upaya keadilan dan stabilitas negara. Naik turunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa macam faktor Meskipun pertumbuhan ekonomi telah sangat digembar-gemborkan, namun Indonesia sebagai negara berkembang masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi dan mendorong perkembangannya. Perkembangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah sumber daya manusia negara tersebut. Sumber daya manusia adalah fondasi kemakmuran setiap negara. Masalah yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara adalah tingkat kemiskinan. Kemiskinan sudah ada sejak lama, meskipun beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasinya. Apalagi untuk Indonesia yang merupakan negara berkembang, kemiskinan merupakan masalah penting dan mendasar dalam upaya pembangunan. Kemiskinan yang tinggi merupakan salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi. Tingginya angka kemiskinan di Indonesia disebabkan masyarakat yang tidak terdidik dengan baik. Sehingga masyarakat tidak menyerap informasi dan teknologi yang berkembang. Kemajuan dalam pembangunan ekonomi negara adalah salah satu topik yang paling penting dari diskusi ekonomi. Suatu negara dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan dan mendorong ekspor barang dan jasa. Volume impor memiliki hubungan negatif dengan harga relatif dan hubungan positif dengan permintaan agregat. (Pertumbuhan PDB Rii. harga relatif yang lebih tinggi dapat menyebabkan substitusi impor. Ini secara otomatis mengurangi nilai dolar import seiring dengan penurunan volume. Remitansi dilakukan untuk membiayai impor barang modal dan bahan baku untuk pengembangan industri. Perdagangan internasional kegiatan ekspor dan impor merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ekspor dan impor menguntungkan negara-negara Ekspor merupakan salah satu sumber devisa yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara dengan perekonomian terbuka. Ini karena eksportir dapat bekerja di lebih banyak negara dan memungkinkan lebih banyak produksi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi, stabilitas ekonomi negara. Pada saat yang sama, biaya barang produk dan layanan lebih murah. Hal ini dikarenakan negara dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui impor yang tidak dapat diproduksi secara lokal. Ekspor dan impor memainkan peran penting dalam kegiatan ekonomi negara. Eksportir menghasilkan mata uang asing yang akan digunakan untuk mengimpor bahan baku dan barang modal yang digunakan dalam proses produksi dan untuk memberikan nilai tambah. Jumlah nilai lebih yang diciptakan oleh semua unit produksi dalam suatu perekonomian adalah nilai produk domestik bruto. Para ahli mengatakan bahwa ekspor dan investasi adalah Ayengine of growthAy oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan seringkali didukung oleh peningkatan ekspor dan investasi (Mustika. Haryadi, & Hodijah, 2015 ) . Dari uraian di atas penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor ekonomi seperti kemiskinan, ekspor dan impor terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang digunakan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam analisis ini ECM (Error Correction Mode. adalah metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 TINJAUAN PUSTAKA Kemiskinan Kemiskinan di negara berkembang seperti Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor ekonomi, sosial dan politik, sehingga menyulitkan negara berkembang untuk maju. Jika birokrasi membaik di negara berkembang kemiskinan akan turun lebih cepat bahkan. Peningkatan distribusi upah tenaga kerja akan mendukung pendapatan masyarakat (Fadillah, 2. Ada tiga komponen utama yang menyebabkan keterbelakangan dan kemiskinan dalam Faktor-faktor ini termasuk standar hidup rendah tingkat percaya diri yang rendah dan tiga kebebasan yang mencakup timbal balik. Standar hidup yang rendah adalah akibat dari pendapatan yang rendah, pendapatan yang rendah dipengaruhi oleh produktivitas tenaga kerja yang rendah, produktivitas tenaga kerja rendah dipengaruhi oleh pertumbuhan tenaga kerja yang tinggi pengangguran tinggi dan investasi tahunan rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penyebab kemiskinan ditentukan tidak hanya dari perspektif ekonomi seperti pendapatan, tetapi juga dari perspektif sosial dan kelembagaan. Kemiskinan yang mempengaruhi kelompok terkait dengan status sosial ekonomi dan potensi daerah. Faktor sosial ekonomi adalah faktor yang bersifat sosial dan lebih saling berhubungan, misalnya faktor eksternal yang berkaitan dengan alam, teknologi, dan rendahnya ketersediaan kelembagaan yang ada (Retno, 2011 ). Dari penelitian sebelumnya kemiskinan memiliki efek positif pada pertumbuhan ekonomi, dengan meningkatnya angka kemiskinan maka pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Oleh karena itu, kemiskinan tidak mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan yang tinggi tidak memperlambat pertumbuhan ekonomi. Dan pertumbuhan ekonomi bukan merupakan indikator kunci untuk mengurangi kemiskinan (Retno, 2011 ). Ekspor Kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean disebut ekspor, dengan kata lain daerah pabean adalah wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Terdiri dari wilayah perairan, darat, dan udara dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Sistem perdagangan juga dapat didefinisikan sebagai kegiatan ekspor dengan mengeluarkan barang dari dalam negeri ke luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kegiatan ekspor, salah satu kegiatan ekonomi yang memegang peranan penting dalam memperluas pasar di berbagai negara. Dapat disimpulkan bahwa ekspor adalah kegiatan yang memenuhi standar hukum dan persyaratan yang berlaku untuk ekspor produk dan barang ke luar negeri. Kegiatan ekspor biasanya dilakukan oleh negara-negara yang mampu memproduksi barang dalam jumlah besar serta telah terpenuhi di dalam negeri tersebut (Prayoga. Ryansyah dan Jannah, 2022 ). Ekspor mencerminkan aktivitas perdagangan internasional yang merevitalisasi dinamika pertumbuhan perdagangan internasional. Agar negara berkembang bisa lebih maju secara ekonomi dibandingkan dengan negara maju (Binti Khoirul Maheasy, 2. Berdasarkan hasil penelitian dari (Rini & Yulistiyono, 2. menunjukkan bahwa ekspor berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi jangka pendek Indonesia. Studi ini menemukan bahwa ekspor tinggi jangka pendek menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Jelaskan bahwa ekspor memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien jangka pendek lebih besar daripada jangka panjang. Nilai impor yang tinggi juga menjadi alasan mengapa nilai ekspor tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka Sebaliknya, penelitian ini (Ginting, 2. menyimpulkan bahwa ekspor mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Hasil analisis ECM juga menunjukkan bahwa ekspor dan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan jangka Hasil di atas menunjukkan bahwa ekspor Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Peningkatan efisiensi ekspor Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti perbaikan sistem manajemen ekspor. Sejalan dengan penelitian dari (Hodijah & Angelina, 2. mengatakan bahwa dalam jangka panjang, jumlah ekspor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Dalam jangka Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 pendek, ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan hasil penelitian dari (Purwaning Astuti & Juniwati Ayuningtyas, 2. juga mengatakan bahwa dalam jangka panjang, jumlah ekspor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek variabel ekspor yang signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen. Impor Kegiatan yang bertujuan untuk menjual barang dari kepabeanan atau membeli barang dari negara lain untuk memenuhi persyaratan kandungan dasar dikenal sebagai importir. Perdagangan yang dilakukan dengan memasukkan barang asing ke dalam daerah pabean Indonesia dan menurut peraturan perundang-undangan dikenal dengan istilah importasi. Kegiatan pemasukan barang dari suatu negara ke dalam daerah pabean negara lain dapat diartikan sebagai kegiatan Kegiatan impor dengan kedua negara diwakili oleh keuntungan antara kedua negara (Prayoga et al. , 2022 ) . Impor dapat didefinisikan sebagai pembelian barang dan jasa dari luar negeri melalui perjanjian kerjasama antara dua negara atau lebih. Importir dapat juga dikatakan sebagai perdagangan dengan memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku. Impor adalah proses pemindahan barang atau barang legal dari suatu negara ke negara lain. Ini sering merupakan proses komersial. Prosedur impor pada umumnya adalah pemasukan barang atau barang ke suatu negara dari negara lain. Impor massal seringkali memerlukan intervensi dari pejabat bea cukai di negara asal dan penerimaan. Importir merupakan bagian penting dari perdagangan internasional. Melakukan kegiatan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Barang impor adalah barang yang tidak dapat diproduksi atau negara yang memproduksinya tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat (Maheasy. Berdasarkan penelitian dari (Hodijah & Angelina, 2. mengatakan bahwa jumlah impor bersama -sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi impor berpengaruh negatif dan signifikan pada jangka pendek. Dalam penelitian dari (Purwaning Astuti & Juniwati Ayuningtyas, 2. mengatakan bahwa dalam jangka panjang jumlah impor tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek impor juga signifikan pada tingkat signifikansi 10 persen. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah kemampuan suatu negara untuk meningkatkan kegiatan Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan produksi barang dan jasa. serta peningkatan produk domestik bruto selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh banyak faktor, yang utama adalah sumber daya alam. sumber daya manusia, akumulasi modal, dan Jika ada negara yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Setidaknya fokus harus pada empat faktor utama tersebut (Retno, 2011 ) . Pertumbuhan ekonomi adalah indikator ekonomi umum yang menggambarkan kemajuan suatu negara selama periode waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan surplus yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi dihitung sebagai persentase kenaikan produk domestik bruto (PDB) dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga tetap dalam satu tahun. Ada berbagai pendekatan untuk menghitung PDB seperti metode produksi, pendapatan, dan pengeluaran (Arfiani, 2. METODE PENELITIAN Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kemiskinan, ekspor dan impor di Indonesia. Semua data yang digunakan sebagai data sekunder dalam format tahunan yang disediakan oleh Bank Dunia dari tahun 1991 hingga 2020. Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini adalah Data time series dianalisis menggunakan program Eviews 10 menggunakan analisis ECM (Error Correction Mode. Pemodelan ECM merupakan suatu metode untuk menggambarkan hubungan antar variabel yang stasioner. Jika agregat terjadi dalam satu set variabel non-stasioner Pemodelan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 ECM akan dinyatakan valid. Persamaan model jangka panjang ditunjukkan sebagai berikut: PEt = 0 1KMSt 2EKSt 3IMPt et Keterangan PE = Pertumbuhan Ekonomi KMS = Kemiskinan EKS = Ekspor IMP = Impor 0 . ,3 = koefisien yang diestimasi et = Error Sedangkan persamaan model jangka pendek ditunjukkan oleh: DPEt = 0 1D1KMSt 2D1EKSt 3D1IMPt 4ECTt-1 et Keterangan : PE = Pertumbuhan Ekonomi KMS = Kemiskinan EKS = Ekspor IMP = Impor 0 . ,4 = koefisien yang diestimasi ut-1 = koefisien yang diestimasi et = Error Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif terhadap teori dan data yang terkait dengan penelitian ini. Analisis data penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu Uji Unit Root atau Uji Stasioneritas dengan hipotesis sebagai berikut: Hasil estimasi yang diperoleh dengan metode Augmented Thick-Fuller (ADF) kemudian dibandingkan dengan titik kritis McKinnon sebesar 1%, 5% dan 10% dari nilai kritis jika t-statistiknya rendah, statistik lebih besar dari nilai kritis McKinnon atau data statis diasumsikan H0. Sedangkan H0 ditolak jika statistik lebih besar dari nilai kritis McKinnon atau data stasioner. Kedua, kointegrasi adalah hubungan jangka panjang antara variabel yang tidak stasioner tetapi kombinasi linier antara variabel-variabel ini dapat tetap stasioner. Salah satu syarat untuk mencapai keseimbangan jangka panjang adalah bahwa kesalahan keseimbangan harus berfluktuasi sekitar nol atau kondisi error harus berupa data stasioner dari time trial. Ketiga, teknik yang digunakan untuk mengkoreksi ketidakseimbangan jangka pendek ke keseimbangan jangka panjang disebut model koreksi Error Correction Model (ECM). Model ECM dikenalkan oleh Sargan dan dipopulerkan oleh Engle -Granger yang pada umumnya merupakan suatu konsep model ekonometris runtut waktu yang bertujuan untuk menyeimbangkan kondisi jangka pendek dengan kondisi jangka panjang melalui suatu proses penyesuaian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Stasioneritas Variabel Ekspor GDP Impor Kemiskinan Tabel 1. Hasil Uji Stasioner Unit Root Test Level ADF Prob First Difference ADF Prob Sumber: olah data Eviews 10 Dilihat dari Tabel 1 di atas, dapat diketahui bahwa hasil unit root test keempat variabel Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 tersebut pada tahap level terdapat tiga variabel yang tidak stasioner karena nilai statistik ADF lebih besar dari pada nilai kritis yaitu . , hanya variabel GDP yang stasioner pada tahap level dengan nilai statistik ADF sebesar 0. Oleh karena itu perlu dilakukan unit root test pada tingkat first difference agar semua variabel dapat stasioner pada derajat yang sama. Selanjutnya, pada tingkat first difference keempat variabel menunjukkan semua data telah stasioner pada derajat yang sama sehingga dinyatakan lolos unit root test dimana seluruh variabel nilai statistik ADF nya mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan nilai kritis . Uji Kointegrasi Tabel 2. Hasil Uji Kointegrasi Sample . : 1996 2020 Included observations: 25 after adjustments Trend assumption: Linear deterministic trend Series: GDP EKSPOR IMPOR KEMISKINAN Lags interval . n first difference. : 1 to 4 Unrestricted Cointegration Rank Test (Trac. Hypothesized No. of CE. Eigenvalue Trace Statistic Critical Value Prob. None * At most 1 * At most 2 * At most 3 * Trace test indicates 4 cointegrating eqn. at the 0. 05 level * denotes rejection of the hypothesis at the 0. 05 level **MacKinnon-Haug-Michelis . p-values Sumber: olah data Eviews 10 Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai dari hasil uji Johansen Cointegration berada dibawah 0,05 dimana pada variabel tersebut terdapat kointegrasi pada taraf signifikan 5% yang berarti data tersebut stasioner . Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan jangka panjang antar variabel GDP, ekspor, impor dan kemiskinan. Error Correction Model (ECM) Uji Error Correction Model (ECM) Jangka Panjang Tabel 3. Hasi Uji Error Correction Model (ECM) Jangka Panjang Dependent Variable: GDP Method: Least Squares Sample: 1991 2020 Included observations: 30 Coefficien Variable EKSPOR IMPOR KEMISKINAN R-squared Std. Error t-Statistic Prob. Mean dependent var Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Prob(F-statisti. Durbin-Watson stat Sumber: olah data Eviews 10 Tabel di atas merupakan hasil estimasi menggunakan model ECM dalam jangka panjang. Hasil regresi ini menunjukkan hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen yang digunakan adalah tingkat pertumbuhan ekonomi (GDP), sedangkan variabel independen yang digunakan adalah kemiskinan, ekspor dan impor. Dapat dilihat bahwa nilai Rsquared sebesar 0. 379239 artinya bahwa variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 36,5 persen. Dengan tingkat signifikansi 5 persen maka dapat diketahui bahwa variabel yang signifikan adalah kemiskinan. Dapat disimpulkan dari ketiga variabel tersebut yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuha ekonomi adalah variabel kemiskinan. Uji Error Correction Model (ECM) Jangka Pendek Tabel 4. Hasil Uji Error Correction Model (ECM) Jangka Pendek Dependent Variable: D1_GDP Method: Least Squares Sample . : 1992 2020 Included observations: 29 after adjustments Coefficien Variable Std. Error t-Statistic Prob. D1_EKSPOR D1_IMPOR D1_KEMISKINAN RESID01_ECT R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Prob(F-statisti. Durbin-Watson stat Sumber: olah data Eviews 10 Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Dilihat dari tabel di atas diketahui baha nilai dari RESID01_ECT sebesar 0. 892285 dengan nilai probabilitas sebesar 0. 0009 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan dalam jangka pendek antar varibel tersebut. Berdasarkan hasil estimasi tersebut dengan taraf signifikansi 5 persen dapat diketahui bahwa hanya variabel kemiskinan dengan nilai probabilitasnya sebesar 0. 0080 yang memiliki hubungan jangka pendenk. Dengan nilai adjusted R2 sebesar 0. 624015 yang berarti bahwa sebesar 62,5 persen dari variabel pertumbuhan ekonomi bahwa secara bersama-sama dapat dijelaskan oleh varibel kemiskinan, ekspor dan impor. Maka mendandakan masih terdapat sisa sebesar 37,5 persen yang memiliki pengaruh varibel lain yang tidak terdapat pada penelitian kemudian engan nilai F-statistik sebesar 12. 61778 menandakan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui hasil dari pengujian model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji asumsi dengan metode J-B test sebesar 77. 84050 dengan nilai probabilitas sebesar 00000 maka dapat diartikan bahwa asumsi normalitas tidak terpenuhi pada taraf signifikansi 5 persen dan data tidak berdistribusi secara normal. Uji Multikolienaritas Uji multikolineritas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar variabel bebas atau independen. Pengujian ini dilihat dari hasil nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk mengetahui adanya multikolinearitas. Apabila suatu model regresi memiliki nilai VIF lebih kecil dari 10 maka dapat dikatakan bahwa model tersebut terbebas dari Dilihat hasil uji tersebut nilai VIF yang didapatkan semua variabel berada kurang dari 10, maka dapat diartikan baha persamaan regresi tersebut bebas dari Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan metode uji Breusch Pagan Godfrey menghasilkan nilai probabilitas Chi-square sebesae 0. 1033 yang lebih besar dari Dapat menghasilkan kesimpulan bahwa asumsi heteroskedastisitas tidak terjadi heteroskedastisitas atau dapat terpenuhi pada tingkat signifikansi 5 persen. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi atau hubungan yang terjadi antara anggotaanggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu . ata time serie. maupun tersusun dalam rangkaian ruang atau disebut data cross sectional. Berdasarkan hasil uji Autokorelasi di atas dapat diketahui bahwa nilai probabilitas Chisquare sebesar 0. 4101 lebih besar dari = 0. Sehingga dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa asumsi non autokorelasi terpenuhi atau dalam bahasa lainnya autokorelasi tidak terjadi pada tingkat signifikansi 5 persen. Pembahasan Ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Pada variabel ekspor dalam penelitian ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan oleh variabel ekspor yang memiliki nilai t-statistik sebesar 0. 300959 dengan nilai probabilitasnya Dengan nilai koefisien ekspor pada jangka panjang sebesar 0. Sedangkan untuk variabel ekspor dalam jangka pendek juga tidak memilki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini disebabkan dari nilai t-statistik variabel ekspor 243985 dengan nilai probabilitasnya sebesar 0. Pada jangka pendek variabel ekspor memiliki nilai koefisien sebesar -1. Dalam penelitian ini terdapat pembeharuan dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Purwaning Astuti & Juniwati Ayuningtyas, 2. mengatakan bahwa variabel ekspor pada jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini berbeda Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 dengan penelitian terdahulu dapat disebabkan karena perbedaan jumlah data serta tahun yang digunakan. Impor terhadap pertumbuhan ekonomi Pada variabel impor dalam penelitian ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan oleh variabel impor yang memiliki nilai t-statistik sebesar -0. 567812 dengan nilai probabilitasnya Dengan nilai koefisien impor pada jangka panjang sebesar -1. Sedangkan untuk variabel impor dalam jangka pendek juga tidak memilki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini disebabkan dari nilai t-statistik variabel impor 703468 dengan nilai probabilitasnya sebesar 0. Pada jangka pendek variabel impor memiliki nilai koefisien sebesar -1. Dalam penelitian ini terdapat pembeharuan dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Hodijah & Angelina, 2. mengatakan bahwa variabel impor pada jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu dapat disebabkan karena perbedaan jumlah data serta tahun yang digunakan. Kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Berdasarkan dari hasil pengujian di atas variabel kemiskinan signifikan dalam model ini. Hal ini dapat dilihat dari t-statistiknya sebesar -3. Nilai probabilitas variabel kemiskinan 0028 yang artinya kurang dari 0. Sehingga dalam jangka panjang, variabel kemiskinan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2020. Begitupun pada jangka pendek, dengan t-statistiknya sebesar -2. Nilai probabilitas variabel kemiskinan sebesar 0. 0080 yang artinya kurang dari 0. Sehingga dalam jangka pendek, variabel kemiskinan juga signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 19912020. Dalam penelitian ini terdapat pembeharuan dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Retno, 2. mengatakan bahwa variabel kemiskinan memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu dapat disebabkan karena perbedaan jumlah data serta tahun yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam jangka panjang dan jangka pendek hanya variabel kemiskinan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dapat diartikan bahwa kemiskinan akan mempengarungi tingkat pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk variabel ekspor dan impor tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan jangka pendek, dapat diartikan bahwa dalam penelitian ini ekspor dan impor tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. DAFTAR PUSTAKA