1435 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DENGAN MEDIA SOSIAL PADA SEKOLAH ( STUDI KASUS KONTEN KREATOR ) Oleh Siti MartiAoah1. Berta Dian Theodora2 1,2Universitas Indraprasta PGRI Email : 1sitimartiah1@gmail. com, 2berta. dtos@gmail. Article History: Received: 22-08-2025 Revised: 16-09-2025 Accepted: 25-09-2025 Keywords: Pemasaran Digital. Media Sosial. Sekolah. Konten Kreator Abstract: Strategi penyebaran informasi pada era revolusi 5. dilakukan dengan penggunaan internet. Perkembangan dunia internet berakibat pada perubahan media promosi dimana cara promosi melalui media elektronik seperti televisi dan radio atau media cetak seperti koran dan majalah menjadi kurang menarik Kegiatan mendistribusikan informasi dengan pemanfaatan media sosial sebagai alat dalam pemasaran dunia pendidikan menjadi pilihan yang tepat karena kemudahan akses oleh berbagai kalangan. Setiap media sosial memiliki demografi yang berbeda, bahwa penggunaan Facebook. TikTok dan Youtube lebih bertujuan melakukan pemasaran dan promosi daripada media Instagram. X dan LinkedIn. Kemajuan teknologi yang terus berkembang dalam dunia internet dan media sosial menciptakan sebuah pekerjaan yang relevan dan memiliki peluang besar yaitu content creator. Prospek menjadi seorang content creator bukanlah hal yang instan dan cepat, individu perlu berpartisipasi aktif dalam media, membutuhkan konsistensi, keunikan, kreativitas dan harus ajeg. Pemasaran melalui pembuatan konten dapat mengikuti Content Marketing Cycle yaitu Listen and Research. Determine Themes and Topics. Create Content. Promote. Measure and Evaluate and RePurpose. PENDAHULUAN Lembaga pendidikan yang merupakan wujud nyata dari usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi diri, kekuatan spiritual keagamaan, kecerdasan serta keterampilan peserta didik perlu mengikuti perkembangan dan ekspektasi di masyarakat. Pengenalan kegiatan dan program lembaga pendidikan perlu dilakukan menggunakan strategi yang tepat, karena dengan memiliki strategi pemasaran yang handal untuk mempromosikan lembaga pendidikan maka masyarakat akan berminat dan menciptakan respon positif sehingga meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mendaftarkan putra putri di lembaga pendidikan tersebut. Strategi penyebaran informasi pada era revolusi 5. 0 dilakukan dengan penggunaan Angka fenomenal dari pengguna internet di Indonesia sebanyak 229 Juta Jiwa sampai dengan semester pertama tahun 2025 menjadikan dunia internet tempat yang luas untuk mengembangkan usaha bidang pendidikan. Perkembangan dunia internet berakibat pada perubahan media promosi dimana cara promosi melalui media elektronik seperti http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 televisi dan radio atau media cetak seperti koran dan majalah menjadi kurang menarik dalam meningkatkan jumlah konsumen. Kegiatan mendistribusikan informasi dengan pemanfaatan media sosial sebagai alat dalam pemasaran dunia pendidikan menjadi pilihan yang tepat karena kemudahan akses oleh berbagai kalangan. Media sosial merupakan sebuah teknologi pada era sekarang ini yang efektif dan efisien dalam membangun hubungan dengan masyarakat. Media sosial sekarang ini mempunyai peran penting dalam manajemen strategi pemasaran, hal ini juga bisa dirasakan oleh lembaga pendidikan dalam pelaksanaan strategi pemasaran pendidikan yang mulai berinovasi dalam memperkenalkan program dan kegiatan di sekolah melalui pembuatan video atau infografis. Pemasaran jasa pendidikan perlu memperhatikan perubahan pada minat peserta didik, orang tua peserta didik, karyawan lembaga pendidikan, masyarakat dan Iptek (Ilmu dan teknolog. guna membangun persepsi bahwa sekolah tersebut berdedikasi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Kemajuan teknologi yang terus berkembang dalam dunia internet dan media sosial menciptakan sebuah pekerjaan yang relevan dan memiliki peluang besar yaitu content creator. Pemilik usaha lebih memilih melakukan promosi produk melalui sosial media, seperti melakukan Social media endorsement yaitu dengan bantuan seorang content creator yang memiliki jumlah pertemanan . Content Creator adalah seseorang yang membuat dan membagikan konten di berbagai platform digital seperti Youtube. Instagram. TikTok dan lainnya, dengan tujuan untuk menghibur, mendidik atau memberikan informasi kepada Konten yang mereka buat bisa beragam diantaranya tulisan, gambar, video, podcast dan lainnya. METODE Metode pelaksanaan berupa pemberian edukasi dan pendampingan tentang: Penggunaan konten kreator sebagai bagian dari pemasaran Memahami karakter media sosial dan menentukannya sehingga dapat merancang konten dengan efektif. Menentukan tema dan topik konten agar konten yang dihasilkan lebih fokus sesuai dengan target pasar HASIL Prospek menjadi seorang content creator bukanlah hal yang instan dan cepat, individu perlu berpartisipasi aktif dalam media, membutuhkan konsistensi, keunikan, kreativitas dan harus ajeg. Kemampuan yang perlu dimiliki konten kreator diantaranya : A Kreativitas: Kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan orisinal. A Keterampilan menulis: Kemampuan menulis dengan baik dan jelas untuk konten A Keterampilan fotografi dan videografi: Kemampuan mengambil gambar dan merekam video berkualitas baik. A Keterampilan editing: Kemampuan untuk mengedit foto dan video agar terlihat A Kemampuan komunikasi: Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Pengetahuan tentang platform digital: Memahami cara kerja platform digital tempat konten dipublikasikan. A Kemampuan analisis: Kemampuan untuk menganalisis performa konten dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Potensi pekerjaan menjadi content creator merupakan prospek kerja yang menjanjikan dan berpeluang besar, jika digeluti dengan sungguh-sungguh dan serius. Hal Ae hal yang dilakukan seorang konten kreator diantaranya : Bertanggung jawab untuk menciptakan berbagai jenis konten sesuai dengan target audiens dan platform yang digunakan. Memilih platform yang tepat untuk mendistribusikan konten mereka, seperti YouTube untuk video. Instagram untuk gambar dan video pendek. TikTok untuk video pendek, dan lain-lain. Berinteraksi dengan pengikut mereka melalui komentar, pesan, dan fitur lainnya yang tersedia di platform. Mengikuti tren terbaru dan memahami apa yang diinginkan oleh audiens agar konten yang dibuat relevan dan menarik. Mengembangkan strategi konten dengan merencanakan konten yang akan dibuat, mulai dari ide, riset, pembuatan naskah, pengambilan gambar, editing, hingga Content Marketing Cycle (Siklus Konten Pemasara. Listen and Research Kreator perlu mencari tahu apa yang diinginkan konsumen adalah kunci dalam pemasaran konten. Isi konten akan berguna jika konten tersebut banyak dicari atau diminati audiens, sehingga langkah pertama dalam proses pemasaran dengan konten adalah riset dan Cari informasi mendalam tentang apa yang ingin diketahui dan dilihat audiens, lalu terapkan ke dalam konten. Kreator memperhatikan ciri-ciri dari media sosial yang akan digunakan dalam promosi konten yang akan dibuat. Tabel 1. Demografi Pemasaran dengan Media Sosial Media Usia Isi Konten Penggunaan Sosial Facebook 25 Ae 34 Tahun Foto dan Video berupa Promosi Usaha Instagram 18 Ae 35 Tahun Inspirasi. Survei dan Networking Petualangan 25 Ae 49 Tahun Berita. Humor dan Diskusi Konten Rutin LinkedIn 45 Ae 55 Tahun Nilai-nilai penting Networking TikTok 10 Ae 24 Tahun Hiburan. Humor dan Pemasaran dengan Video Singkat Youtube 15 Ae 25 Tahun Video dan Podcast Video Pemasaran A Setiap media sosial memiliki demografi usia dan tujuan penggunaan yang berbeda, terlihat pada tabel 1 bahwa penggunaan Facebook. TikTok dan Youtube lebih bertujuan melakukan pemasaran dan promosi daripada media Instagram. X dan LinkedIn. Determine Themes and Topics Setelah Kreator melakukan riset mendalam dan telah memiliki gambaran tentang apa http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 yang ingin dilihat atau diketahui audiens, langkah kedua yang dilakukan yaitu menentukan tema dan topik konten. Bentuk konten berupa video, tulisan, audio, maupun gambar perlu dipastikan sejalan dengan produk dan target pasar. Kreator memperhatikan tren di media sosial, apa yang dicari pengguna dan menggunakan strategi konten yang adalah bagian dari strategi SEO maka temukan kata kunci yang relevan untuk konten tersebut. Berikut beberapa pilihan tema yang bisa dipilih oleh konten creator antara lain konten inspirasi, konten konten hiburan dan konten trend. Create Content Ada 4 bentuk konten yang dapat diciptakan, yaitu : A Tertulis: Ini bisa mencakup artikel, blog, dan konten situs web. Intinya adalah membuatnya mudah dibaca oleh audiens, memberikan nilai tambah, dan A Video: Pembuatan video harus sesuai dengan produk, direncanakan dan direkam dengan baik. Kualitas video tinggi agar dapat menampilkan produk dengan baik. A Gambar: Penggunaan gambar untuk media sosial, situs web, atau infografis haruslah gambar dengan kualitas resolusi tinggi serta dirancang dengan baik. A Audio: Perekaman dan pengeditan audio haruslah dengan baik, ringkas, dan berkualitas tinggi. Promote Content Konten perlu disebarkan ke seluruh media sosial yang sesuai dengan target pasar, seperti halaman beranda situs web, postingan blog, media sosial dengan tautan ke blog/video/podcast/gambar dan bahkan menggunakan pemasaran email. Semakin sering mempromosikannya, semakin banyak lalu lintas ke situs web dan semakin besar kemungkinan konten tersebut akan dibagikan. Measure and Evaluate Sangat penting untuk memastikan dan memantau kesuksesan konten seperti berapa banyak orang yang melihatnya, berapa banyak orang yang menonton, dan berapa banyak orang yang berinteraksi dengan konten. Semua ini adalah elemen penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menghasilkan konten berikutnya. Ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan keefektifan dan keberhasilan dari suatu konten, seperti mengukur apakah video atau podcast lebih populer di kalangan audiens, berapa banyak tautan yang dibagikan jika dibandingkan dengan share infografis. Re-Purpose Ketika hasil evaluasi konten sangat sukses maka tema dan topik dari konten tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Kreator memperbarui dan menyempurnakan konten dalam bentuk video atau gambar atau mentranskripsi ke dalam bentuk tulisan sehingga konten tersebut berpotensi untuk digunakan kembali dengan kualitas lebih baik. Tips mempersiapkan konten sesuai dengan media yang dipakai Facebook A Postingan cerita, foto, video pendek, dan artikel blog yang menginspirasi atau A Facebook juga ideal untuk membangun komunitas melalui grup dan fitur live A Gunakan format storytelling untuk meningkatkan keterlibatan A Durasi video antara 15 Ae 120 detik ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Instagram A Foto berkualitas tinggi, reels, stories, dan IGTV untuk video yang lebih panjang. A Instagram berfokus pada estetika visual, sehingga gambar dan video yang menarik sangat penting. A Manfaatkan fitur hashtag untuk meningkatkan jangkauan dan gunakan reels untuk memanfaatkan tren terkini. A Durasi video antara 7 Ae 60 detik LinkedIn A Artikel profesional, wawasan industri, studi kasus, dan pencapaian bisnis. A LinkedIn adalah tempat untuk membangun reputasi profesional. A Gunakan nada formal dan sertakan data atau statistik untuk mendukung A Durasi video antara 30 detik Ae 5 menit Tiktok A Video pendek yang kreatif, hiburan, atau edukasi. A Gunakan audio yang sedang tren dan efek visual untuk menarik perhatian. A Kreator autentik dan interaktif dengan audiens melalui tantangan atau A Durasi video antara 10 Ae 15 detik Tips Menjadi Konten Kreator Fokus pada satu bidang Up-to-date dengan tren Pahami target audiens Gunakan alat yang tepat Tetapkan tujuan Lakukan riset Belajar dari konten lain Ukuran dan warna tulisan mudah terbaca Tampilkan informasi yang penting dan relevan Gambar menarik dengan pilihan warna yang tepat Gunakan musik latar sesuai produk dan tema konten serta sedang trend KESIMPULAN Pemasaran merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli. Media pemasaran berkembang mengikuti perkembangan budaya masyarakat, dimulai dengan pemasaran mulut ke mulut . ord of mout. hingga sekarang dilakukan pemasaran ke seluruh penjuru melalui media Internet membuka peluang bagi lembaga pendidikan yang menawarkan jasa kepada peserta didik dan orang tua melalui iklan. Strategi pemasaran jasa pendidikan melalui internet secara khusus media sosial akan memberikan kemudahan untuk mengakses oleh siapapun, konten bisa diakses dan tersebar ke ranah yang lebih luas. Keberhasilan pemasaran dapat terlihat dengan tercapainya target audiens yang memperoleh informasi dari konten di media sosial dan salah satu cara yang bisa dilakukan melalui perantara influencer atau konten kreator untuk membantu mempromosikan. Hal ini dikarenakan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 seorang konten kreator memiliki banyak penggemar ataupun pengikut sehingga ketika melakukan promosi produk maka jangkauan penyebaran informasi ke masyarakat semakin SARAN Saran dalam kegiatan PKM ini diharapkan mampu memotivasi pemilik lembaga pendidikan untuk memiliki tim yang secara khusus mengelola media sosial dan memilih konten kreator dalam melakukan pemasaran dan promosi jasa pendidikan. Diharapkan pihak lembaga pendidikan secara berkala memperbaharui konten yang ada mengikuti perkembangan dan perubahan minat peserta didik dan masyarakat, agar lebih banyak individu menerima pelayanan pendidikan dan informasi mudah dijangkau masyarakat. DAFTAR PUSTAKA