JPFT - volume 11, nomor 3, pp. Desember 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft Pembelajaran Modul Fisika Berbasis Inkuiri di Masa Pandemi di Kelas XI SMA Negeri 1 Tinombo Inquiry-Based Physics Module Learning in the Pandemic Period in Class XI SMA Negeri 1 Tinombo Saraswati. Amiruddin Hatibe Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia Ayusaraswati1922@gmail. Kata Kunci Pembelajaran Modul berbasis Inkuiri Minat Hasil Belajar Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: minat peserta didik terhadap pembelajaran dengan modul berbasis inkuiri di masa pandemi, pengaruh modul fisika berbasis inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diperoleh dengan menggunakan pendekatan kombinasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Tinombo sebanyak 34 orang. Tes hasil belajar yang diperoleh menunjukan bahwa skor rata-rata posttest 16,95 lebih tinggi dari skor rata-rata pretest yaitu 6,71. Uji hipotesis . diperoleh nilai thitung > ttabel pada taraf nyata = 0,05 Hal ini berarti nilai thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Adapun data yang diperoleh dari uji N-Gain yaitu nilai rata-rata persentase N-Gain sebesar 0,5 termasuk dalam kriteria sedang karena memenuhi persentase NGain > 0,3. Hasil analisis data kuesioner minat menunjukkan bahwa Presentase minat seluruh peserta didik sebesar 86,42% yang berada pada kategori sangat berminat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat peserta didik terhadap pembelajaran sangat baik serta terdapat pengaruh penggunaan modul berbasis inkuiri terhadap hasil belajar. Keywords Learning Inquiry Based Modules learning outcome Abstract This study aims to determine: students' interest in learning with inquiry-based modules during the pandemic and the impact of inquiry-based physics modules on students' learning outcomes. This research is a descriptive study using a mixed-methods approach. The population of this study consists of 34 students from class XI MIPA 3 at SMA Negeri 1 Tinombo. The learning outcome test results show that the average posttest score of 16. 95 is higher than the average pretest score of 6. The hypothesis test . -tes. showed that t-calculated > t-table at a significance level of = 0. 05, meaning that t-calculated is outside the acceptance region of H0. The data obtained from the N-Gain test show that the average N-Gain percentage is 0. 5, which falls within the moderate criteria, as it meets the N-Gain percentage > 0. The questionnaire analysis on student interest indicates that 86. 42% of students are highly interested, falling into the "very interested" category. Therefore, it can be concluded that students have a very high interest in learning, and there is an effect of using inquiry-based modules on learning outcomes. A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 13/08/2023. Revised 28/08/2023. Accepted 10/09/2023. Available Online 31/12/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Vol. No. 3, pp. Desember hanya menggunakan modul yang hanya berisi materi dan latihan soal saja. Metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran masih di dominasi oleh metode ceramah. Hal ini menyebabkan proses kegiatan pembelajaran berjalan satu arah, yaitu berpusat pada guru . Agar dalam proses proses pembelajarn peserta didik dapat terlibat aktif dan memiliki pengalaman langsung, maka modul harus kontruktivisme yang memberi peluang kepada menumbuhkembangkan sikap ilmiah, yaitu dengan modul pembelajaran berbasis inkuiri. Menurut Brunner . alam Dahar, 2. peserta didik hendaknya belajar melalui partisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar melakukan eksperimen-eksperimen sehingga menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip itu sendiri . Dengan cara tersebut diharapkan peserta didik mampu memahami konsep-konsep dalam bahasa mereka sendiri. Modul merupakan modul yang disusun dengan berbagai pertanyaan yang mengajak siswa berfikir tentang apa, mengapa, dan bagaimana sebuah peristiwa terjadi di alam. Salah stau berpikir kritis, dan dapat memecahkan masalah . Dengan modul pembelajaran berbasis inkuiri peserta didik akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Peserta didik akan terpacu untuk bisa menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan yang ada . Dari sinilah proses inkuiri dimulai. Selain itu, modul berbasis inkuiri di masa pandemi juga dilengkapi dengan petunjuk praktikum yang berfungsi seperti verifikasi tentang dugaan yang dimiliki peserta didik mengenai sebuah peristiwa, motivasi untuk menyelesaikannya, serta menjadi kelanjutan dari sebuah proses inkuiri. Hal ini didasarkan pada salah satu faktor yang menyebabkan pembelajaran akan berhasil, yaitu keterlibatan peserta didik secara aktif pada tema yang Melalui cara ini, peserta didik diharapkan lebih aktif dalam pembelajaran, meningkatkan hasil belajar . Pandemi Covid-19 pada masa ini berdampak pada banyak sektor termasuk sektor pendidikan. Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak langkah-langkah dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan pandemik ini. Salah satu langkah mensosialisasikan gerakan Social Distancing untuk masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid19 ini karena langkah tersebut mengharuskan masyarakat menjaga jarak aman dengan manusia lainnya minimal 2 meter, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain serta menghindari pertemuan massal . Kemendikbud memberikan kebebasan bagi tiap sekolah untuk memilih platform belajar daring mereka . Namun dalam penerapan proses pembelajaraan secara daring . mempunyai beberapa kendala. Salah satu kendala tersulit dalam pembelajaran daring yaitu mengajar mata pelajaran fisika. Pada saat ini banyak peserta didik yang menganggap fisika merupakan pelajaran yang sulit untuk di pelajari. Bukan hanya peserta didik, masyarakat pun pada umumnya memiliki pemikiran yang sama terhadap mata pelajaran fisika karena dalam pembelajaran fisika membutuhkan matematika yang rumit . Dalam pembelajaran fisika masih banyak peserta didik yang kurang memahami konsep materi yang diberikan, sehingga mereka merasa bahwa fisika sangat sulit, hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan peserta didik dan guru mata pelajaran, hasil observasi proses pembelajaran dan tes pemahaman konsep . Berdasarkan survey dan wawancara yang telah dilakukan, guru-guru di SMA Negeri 1 Tinombo menerapkan pembelajaran modul secara luring. Modul ialah bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk seminimal mungkin dari orang lain . Menurut Sunendar, dkk ,. dalam KBBI bahwa istilah luring ialah akronim dari luar jaringan, terputus dari jaringan komputer . Misalnya peserta didik dapat belajar melalui buku pegangan yang di berikan guru atau pertemuan secara Penerapan pembelajaran modul secara luring tidak efektif dilakukan karena tidak adanya tatap muka sama sekali. Akan tetapi mulai semester ganjil 2021/2022 sudah bisa dilaksanakan tatap muka sesuai arahan dari Proses pembelajaran masih menggunakan modul untuk pegangan peserta Media yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran kurang variatif karena METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diperoleh dengan menggunakan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online kualitatif untuk melakukan pengumpulan data, analisis data dan menarik kesimpulan . Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sequential explanatory. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tinombo pada tahun ajaran 2021/2022 yakni pada kelas XI MIPA 3 yang Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari guru dan sekolah berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data merupakan salah satu unsur yang penting dalam sebuah Serta rumusan masalah yang dijawab melalui penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan elastisitas, digunakan instrumen berupa pretes dan postes. Kuesioner digunakan sebagai sarana mencari data terkait minat peserta didik terhadap pembelajaran dengan menggunakan modul. Kuesioner berisi beberapa pernyataan yang nantinya akan dinilai dan disesuaikan oleh peserta didik dengan apa yang mereka alami dan rasakan. Wawancara digunakan untuk memperkuat data terkait minat peserta didik yeng telah diambil dari kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes hasil belajar, kuesioner minat yang Teknik analisis data diolah dengab menggunakan bantuan Microsoft Excel 2010. 2,59 4,48 Maksimum Minimum Uji normalitas ini digunakan untuk melihat apakah data pretest dan Posttest peserta didik memiliki distribusi yang normal. Data yang diujikan adalah data hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Pengujian normalitas data pretest dan posttest pada penelitian ini menggunakan uji liliefors dengan taraf signifikan 5% dengan kriteria pengujian Lhitung < Ltabel maka data berdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Kelas Eksperimen Uraian Pretest Posttest Sampel . Lhitung Ltabel Keterangan Hasil tes belajar peserta didik diperoleh dari tes awal . yang digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik sebelum di beri perlakuan dan tes akhir . yang digunakan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diberi perlakuan. Perlakuan yang dimaksud adalah dengan penerapan modul fisika berbasis inkuiri di masa pandemi pada materi Posttest Jumlah Nilai Rata-rata 5,94 22,21 Varians 6,72 20,11 Terdistribusi Normal Uji Hipotesis Pretest dan Posstest Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan Posttest peserta didik. Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Kelas Eksperimen Pretest Terdistribusi Normal Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 2 di atas maka dapat diketahui bahwa nilai Lhitung < Ltabel pada pretest maupun posttest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keduanya terdistribusi Tabel 1. Deskripsi skor tes hasil belajar fisika peserta Standar Deviasi Uji Normalitas Pretest dan Posstest Hasil Penelitian Statistik Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat sampel kelas eksperimen berjumlah 34 peserta didik. Untuk pemberian tes awal . diperoleh skor rata-rata sebesar 5,94 dengan varians 6,72 dan standar deviasi 2,59 serta skor maksimum sebesar 11 dan skor minimum 2. Sedangkan untuk pemberian tes akhir (Posttes. diperoleh skor rata-rata sebesar 22,21 dengan varians 20,11 dan standar deviasi 4,48 serta skor maksimum sebesar 31 dan skor minimum 10 HASIL DAN PEMBAHASAN Vol. No. 3, pp. Desember Kelas t hitung Eksperimen 21,36 t tabel 2,034 H1 diterima Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa hasil uji hipotesis menghasilkan nilai yang signifikan dengan Thitung > Tabel atau 21,36 > 2,034 . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online disimpulkan bahwa terdapat perbedan yang signifikan antara rata-rata nilai pretes dan nilai Posttest pada kelas eksperimen yaitu kelas XI SMA Negeri 1 Tinombo. Pembahasan Penelitian yang dilaksanakan pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tinombo ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan pembelajaran dengan menggunakan modul fisika berbasis inkuiri di masa pandemi. Penelitian ini dimulai dengan memberikan pretest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. Setelah peserta didik selesai mengerjakan pretest, peneliti kemudian membagikan modul kepada para peserta didik. Sebelum melakukan kegiatankegiatan dalam modul, peneliti terlebih dahulu memberikan penjelasan secara singkat. Setelah itu peneliti memberikan penjelasan tentang apa saja yang akan dilakukan siswa selama belajar dengan menggunakan modul, seperti membaca modul, mengerjakan lembar kerja peserta didik, dan melakukan percobaan yang ada di modul. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang membantu peserta didik untuk belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 dilaksanakan secara terbatas dengan izin dari pemerintah daerah. SMA Negeri 1 tinombo juga melaksanakan pembelajaran tatap muka akan tetap waktu belajar di sekolah dibatasi hanya sampai jam 12. 00 WITA. Penerapan modul menjadi salah satu alternatif yang membantu siswa dalam belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan masingmasing. Langkah terakhir yang dilakukan peneliti setelah semua kegiatan pembelajaran selesai adalah memberikan Posttest. Posttest diberikan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai sampel setelah diberi perlakuan dengan modul berbasis inkuiri di masa pandemi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh nilai rata-rata pretest peserta didik 5,94 dengan nilai tertinggi 11 dan nilai terendah 2 serta standar deviasinya 2,59 , sedangkan nilai rata-rata Posttest dengan nilai tertinggi 31 dan nilai terendah 10 serta standar deviasinya 4,48. Adapun hasil perhitungan menggunakan uji Liliefors, uji normalitas nilai pretest diperoleh Lhitung < Ltabel (Lhitung 0,138 dan Ltabel = 0,. sedangkan pada posstest diperoleh Lhitung < Ltabel (Lhitung = 0,109 d Ltabel = 0,151 ) diperoleh pada taraf nyata yu = 0,05 dan n = 34 . Hal ini menunjukkan bahwa berarti sampel berasal dari populasi yang berdistribusi Berdasarkan data yang diperoleh setelah penelitian dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dengan menggunakan uji t di peroleh nilai Thitung sebesar 21,36 dan Ttabel sebesar 2,034 pada taraf Uji Normal-gain Peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkan pembelajaran modul fisika berbasis inkuiri dapat diperoleh dari perhitungan N-gain. Tabel 4. Uji N-Gain Uraian Pretest Posttest N-gain Sedang Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest hasil belajar peserta didik peneliti adalah 14,9, selanjutnya meningkat pada Posttest dengan rata-rata 59,3. Nilai Ngain peningkatan dengan nilai 0,5 yang masuk dalam kategori sedang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa modul fisika berbasis inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Analisis Minat Pembelajaran Peserta Terhadap Hasil kuesioner minat digunakan untuk melihat apakah peserta didik berminat dengan pembelajaran fisika pada pokok bahasan elastisitas dengan menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi. Tabel 5. Data Jumlah Peserta didik dalam Masingmasing Kriteria Minat Presentase Jumlah Interval Jumlah Kriteria Minat Peserta (%) Peserta Sangat 81 - 100 Berminat 61 - 80 31 - 60 0 - 30 Berminat Kurang Berminat Tidak Berminat Vol. No. 3, pp. Desember Untuk presentase minat seluruh peserta didik adalah sebagai berikut: ycu 100% = 86. Dari hasil perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa minat peserta didik terhadap pembelajaran fisika pada pokok bahasan elastisitas dengan menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi dikategorikan sangat Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online nyata yu = 0,05. Jika Thitung dibandingkan Ttabel maka Thitung> Ttabel . ,04 > 2,. Hal ini berarti H1 diterima dan H0 ditolak, dengan kata lain terdapat perbedan yang signifikan antara rata-rata nilai pretes dengan nilai Posttest. Setelah melakukan uji normalitas dan uji hipotesis, selanjutnya dilakukan uji N-gain untuk mengetahui apakah ada peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran. Berdasarkan perhitungan diperoleh N-gain kelas eksperimen sebesar 0,5 yang berarti terdapat peningkatan setelah pembelajaran dengan modul berbasis inkuiri. Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa berbasis inkuiri di masa pandemi memberi pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Kesimpulan ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yaitu: penelitian yang dilakukan oleh sarah dan Ngaisah . yang melakukan penelitian mengenai Penggunaan Modul berbasis inkuiri di masa pandemi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Karakter Mandiri Peserta didik dan penelitian lainnya Nurhayati dan Sari . dalam penelitiannya yang berjudul Efektivitas Penggunaan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terhadap Hasil Belajar dan Kemandirian Belajar. Penelitian mereka menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami kenaikan pembelajaran dengan modul berbasis inkuiri di masa pandemi . Faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik adalah minat belajar. Dari hasil analisis data kuesioner diperoleh pada tabel 4. yang menunjukkan bahwa 71% peserta didik sangat berminat dan 29% peserta didik berminat dengan pembelajaran menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi. Presentase minat seluruh peserta didik sebesar 86,42% yang berada pada kategori sangat berminat. Selain dari hasil kuesioner, minat peserta didik yang sangat berminat dengan pembelajaran menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi juga didukung dengan hasil wawancara peserta didik. Selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi peserta didik merasakan belajar membosankan karena belajar materi yang langsung bisa di praktekan. Belajar dengan menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi menuntut siswa untuk belajar secara mandiri sesuai kemampuan masing-masing dan guru hanya sebagai fasilitator. Pengajaran kesempatan bagi peserta didik untuk belajar menurut kecepatan dan cara masing-masin. Oleh sebab itu mereka menggunakan Vol. No. 3, pp. Desember teknik yang berbeda-beda dalam memecahkan masalah dengan latar belakang pengetahuan dan kebiasaan masing-masing . Dengan adanya modul peserta didik diharapkan untuk berlatih mandiri, berani mengungkap pendapat dan belajar mengembangkan logika berfikir dan Suatu proses pengajaran bisa dikatakan membangkitkan proses belajar efektif. Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar . Hasil belajar digunakan guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan Dari pandangan peserta didik, hasil belajar adalah berakhirnya penggal dan puncak proses belajar . Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dengan adanya modul pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan minat peserta didik dan memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sedangkan dengan modul guru berfungsi sebagai fasilitator dan mengarahkan peserta didik serta memberi motivasi dan pembimbing belajar peserta didik. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Minat peserta didik terhadap pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis inkuiri sangat baik ditunjukkan dari hasil kuesioner dan wawancara. Hasil analisis data kuesioner yang menunjukkan bahwa 71% peserta didik sangat berminat dan pembelajaran menggunakan modul berbasis inkuiri di masa pandemi. Presentase minat seluruh peserta didik sebesar 86,42% yang berada pada kategori sangat berminat. Ada pengaruh penggunaan modul berbasis inkuiri terhadap hasil belajar yang diketahui dengan melihat hasil uji N-gain pada kelas eksperimen, dimana diperoleh N-gain sebesar 0,5 yang masuk kategori sedang karena memenuhi > 0,3. Kemudian analisis data menggunakan uji-t diperoleh Thitung> Tabel . ,35 >2,. Dengan demikian demikian dapat dikatakan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data serta pembahasan maka peneliti ingin memberikan saran-saran sebagai berikut: Penelitian ini membuktikan bahwa modul fisika Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online berbasis inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar dan minat belajar peserta didik. Oleh karena itu modul tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran. Dengan modul fisika berbasis inkuiri guru dapat lebih memotiva si peserta didik untuk aktif sehingga dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi yang baik antara peserta didik dengan peserta didik maupun peserta didik dengan guru. Pihak sekolah hendaknya meningkatkan sarana dan prasarana yang dapat mendukung guru untuk penggunaan modul fisika berbasis inkuiri. DAFTAR PUSTAKA