Page . Caring : Jurnal Keperawatan Vol. No. 2, 2024, pp. 28 Ae 32 ISSN 1978-5755 (Onlin. DOI: 10. 29238/caring. Journal homepage: http://e-journal. id/index. php/caring/ Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMP N 6 Natar Rini Antika1a. Sumiarsih1. Riska Hediya Putri1. Rini Palupi1 Universitas Aisyah Pringsewu. Lampung riniantika1203@gmail. HIGHLIGHTS Pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terhadap pengetahuan remaja ARTICLE INFO Article history Received date June 11th 2023 Revised date August 29th 2024 Accepted date September 28th 2024 Keywords: Pendidikan Kesehatan Pengetahuan Seks Pranikah ABSTRACT/ABSTRAK Adolescent reproductive health remains a critical issue due to rising early marriage and teenage pregnancy rates. This study aims to determine the effect of reproductive health education on adolescents' knowledge of premarital sex at State Junior High School 6 of Natar. Using a quantitative pre-experimental design with a pretestAeposttest approach, the study involved 140 female students from grades 7 and 8 selected through cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed with the McNemar test. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention, with a p-value < 0. These findings suggest that reproductive health education is effective in improving adolescent knowledge regarding premarital sex and may contribute to reducing risky sexual behavior among teenagers. Copyright A 2024 Caring : Jurnal Keperawatan. All rights reserved *Corresponding Author: Rini Antika Jurusan Keperawatan Universitas Aisyah Pringsewu. Jl. A Yani No. 1A Tambahrejo Kec. gadingrejo Kab Pringsewu-Lampung. Email: riniantika1203@gmail. PENDAHULUAN Seks pranikah merupakan perilaku seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan sah secara hukum maupun agama, yang meliputi sentuhan fisik hingga aktivitas seksual lain seperti ciuman, masturbasi, dan oral seks (Haryani, 2. Perilaku ini pada remaja dapat berdampak serius, antara lain kehamilan tidak diinginkan, pernikahan dini, aborsi, penularan infeksi menular seksual (IMS), hingga HIV/AIDS. Secara global, menurut WHO . , sekitar 12,8 juta remaja perempuan usia 15Ae 19 tahun melahirkan setiap tahun. Di Indonesia. BPS . melaporkan bahwa 45,47% ibu yang pernah melahirkan berusia di bawah 20 tahun, dengan risiko lebih tinggi di daerah perdesaan . ,50%) dibandingkan perkotaan . ,39%). Di Provinsi Lampung, angka kelahiran pada perempuan usia di bawah 20 tahun mencapai 54,2 per 1000 (Dinkes, 2. , sementara di Kabupaten Lampung Selatan, persentase pernikahan usia <18 tahun meningkat dari 7,74% . menjadi 13,47% . Page . Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kehamilan remaja adalah kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan risiko seks pranikah (Indah Dwi et al. , 2. Pendidikan kesehatan terbukti mampu meningkatkan pemahaman remaja dan mengurangi perilaku berisiko. Penelitian oleh Rahimah et al. menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja tentang seks pranikah. Namun, studi serupa masih terbatas di tingkat SMP, terutama di wilayah Lampung Selatan yang telah menunjukkan kasus nyata kehamilan remaja. Studi pendahuluan di SMP Negeri 6 Natar menunjukkan dua siswi dikeluarkan akibat hamil di luar nikah, dan belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang seks pranikah di sekolah Selain itu, hasil wawancara dan observasi menunjukkan masih rendahnya pemahaman remaja terkait isu ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan tentang seks pranikah pada remaja di SMP Negeri 6 Natar sebagai upaya promotif-preventif dalam mengurangi risiko kehamilan METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan seks pranikah pada Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 6 Natar. Kabupaten Lampung Selatan, pada tanggal 3Ae4 April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII dan Vi yang berjumlah 215 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan jumlah sampel ditentukan melalui rumus Slovin sehingga diperoleh 140 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pilihan ganda yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji reliabilitasnya dengan hasil uji CronbachAos alpha sebesar 0,81, menunjukkan tingkat reliabilitas tinggi. Prosedur pelaksanaan intervensi terdiri dari pemberian pretest, kemudian edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media PowerPoint dan leaflet edukatif selama A60 menit dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi, serta pemberian posttest setelah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji McNemar untuk melihat perbedaan proporsi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Karakteristik Responden Usia Kelas Frekunsi . Persentase (%) Tabel 1 menunjukkan distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat usia yang paling tinggi berusia 11-12 tahun sebanyak 81 responden . ,9%), dan yang terendah berusia 15-16 tahun sebanyak 7 responden . ,0%). sedangkan distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat kelas yang tertinggi yaitu kelas 7 sebanyak 80 responden . ,1%) dan terendah yaitu kelas 8 sebanyak 60 responden . ,9%). Page . Tabel 2. Distribusi Pengetahuan Remaja Sebelum Diberikan Intervensi Pengetahuan Frekuensi . Baik Buruk Total Persentase (%) Berdasarkan table 2 menunjukkan dari 140 responden mayoritas tingkat pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terdapat sebanyak 87 responden . ,1%) memiliki tingkat pengetahuan buruk. Tabel 3. Distribusi Pengetahuan Remaja Setelah Diberikan Intervensi Pengetahuan Baik Buruk Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 3 menunjukkan dari 140 responden mayoritas tingkat pengetahuan remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terdapat sebanyak 117 responden . ,6%) memiliki pengetahuan baik. Tabel 4. Hasil Uji Mc Nemar Test Pengetahuan Remaja Sebelum Pendidikan Kesehatan Buruk Baik Total Sesudah Pendidikan Kesehatan Buruk Baik Jumlah P-value <0. Berdasarkan tabel 4 Hasil Uji Mc Nemar Test pada pengetahuan remaja SMP N 6 Natar sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan, didapatkan nilai pvalue<0. 001 yang menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terhadap pengetahuan remaja SMP N 6 Natar PEMBAHASAN Pengetahuan Remaja Sebelum Pendidikan Kesehatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja . ,1%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang seks pranikah sebelum diberikan pendidikan Hal ini sejalan dengan studi Bilhuda . yang menemukan bahwa sebagian besar responden tidak mengetahui informasi terkait seks pranikah sebelum penyuluhan diberikan. Minimnya informasi yang diterima remaja bisa disebabkan oleh tabu-nya pembicaraan mengenai seksualitas dalam keluarga dan sekolah, serta belum meratanya pendidikan reproduksi di tingkat SMP. Menurut teori perkembangan remaja Erikson, pada masa ini individu berada pada tahap pencarian identitas, termasuk dalam aspek seksual, namun tanpa informasi yang memadai, mereka rentan membuat keputusan yang tidak sehat (Sabilah, et al. Pengetahuan Remaja Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan, di mana 83,6% responden masuk dalam kategori pengetahuan baik. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mampu memperbaiki pemahaman remaja terhadap seks pranikah. Penelitian Setiawati, et al. mendukung temuan ini, di mana penyuluhan kesehatan juga meningkatkan pengetahuan seksual remaja secara signifikan. Menurut teori belajar kognitif oleh Page . Piaget, remaja telah masuk ke tahap operasional formal, yang memungkinkan mereka berpikir logis dan memahami konsekuensi dari tindakan, termasuk risiko perilaku seksual pranikah jika diberikan informasi secara tepat (Anggraeni, 2. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMP N 6 Natar Hasil uji Mc Nemar menunjukkan p-value < 0,001 yang menandakan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan seks pranikah remaja di SMP N 6 Natar. Penelitian serupa oleh Azhari, et al. juga menunjukkan peningkatan signifikan setelah edukasi diberikan menggunakan media leaflet. Menurut Notoatmodjo . , pendidikan kesehatan yang efektif memerlukan metode yang sesuai dengan karakteristik dalam hal ini, remaja yang sedang mengalami fase eksploratif akan lebih mudah menyerap informasi yang disajikan secara menarik dan interaktif. Dengan meningkatnya pengetahuan, remaja dapat lebih memahami risiko seks pranikah, termasuk kehamilan remaja. IMS, serta dampak psikososial yang ditimbulkan (Syafitriani, et al. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko. Menurut peneliti metode yang digunakan dalam penelitian ini efektif karena memanfaatkan media cetak dan media elektronik seperti leaflet dan power point untuk menyampaikan informasi sehingga responden lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan pengetahuan responden sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan responden dapat mencegah remaja melakukan seks pranikah dan mengurangi angka kehamilan usia remaja KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja tentang seks pranikah di SMP N 6 Natar . < 0,. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang, namun setelah diberikan pendidikan melalui media visual dan cetak, terjadi peningkatan signifikan dalam kategori pengetahuan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa metode edukatif yang interaktif dan sesuai perkembangan remaja efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka mengenai isu seksualitas. Oleh karena itu, integrasi pendidikan kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah, peran aktif orang tua dalam komunikasi seksual, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko pada remaja. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan dengan mempertimbangkan variabel tambahan atau pendekatan metode yang DAFTAR PUSTAKA