Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. PENERAPAN TEKNIK IMPUTASI K-MEANS TERHADAP PERFORMA HASIL KLASIFIKASI ALGORITMA NAyaVE BAYES Ahmad Khusaeri Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS Ronggowaluyo Karawang. Indonesia *e-mail: ahmad. khusaeri@fasilkom. Abstrak Data merupakan salah satu komponen terpenting dalam melakukan sebuah penelitian. Ketersediaan data dapat memudahkan penelitian yang akan dilakukan. Dalam penelitian di berbagai bidang membutuhkan data yang lengkap. Namun kenyataannya adalah selalu ada beberapa komponen data yang tidak lengkap atau dikenal dengan istilah Missing Value. Penyebab terjadinya Missing Value karena informasi tentang objek tidak diberikan, sulit dicari, atau memang informasi tersebut tidak ada. Salah satu proses yang digunakan dalam menentukan serta menetapkan nilai dalam mengganti Missing Value disebut dengan teknik imputasi. Pada Option Test dengan menggunakan k-fold cross validation dengan fold sebesar 10 menghasilkan nilai akurasi tertinggi adalah dengan melakukan penanganan Missing Value dengan menghapus data sebesar 0,985 dengan Missing Value sebesar 10%. Dari total data 136, 2 data salah diprediksi dan 134 data berhasil diprediksi dengan benar. Dari ketiga metode, nilai akurasi paling tinggi sebesar 0,985 dengan penanganan Missing Value dilakukan dengan menghapus data dengan tingkat Missing Value sebesar 10%. Adapun presisi dan Recall sebesar 0,984 dan 0,985. Sedangkan dengan Option Test percetage split menghasilkan pengolahan data dengan penanganan Missing Value dengan menghapus data menghasilkan nilai akurasi tertinggi sebesar 1 dengan nilai Recall dan presisi pun Dari 44 data, semua data berhasil diprediksi dengan benar. Dari beberapa hasil pengolahan data dari data hasil imputasi menunjukkan bahwa nilai akurasi tertinggi berada pada data hasil penganan Missing Value dengan cara menghapus data. Kata kunci: Imputasi. K-Means. Mean. Missing Value. Nayve Bayes. Abstract Data is one of the most important components in conducting a study. The availability of data can facilitate the research that will be conducted. In research in various fields, it requires complete data. But the reality is that there are always some incomplete data components or known as Missing Values. The cause of Missing Value is because information about objects is not given, is difficult to find, or indeed the information does not exist. One of the processes used in determining and determining the value of replacing Missing Value is called the imputation technique. In the Option Test using k-fold cross validation with a fold of 10, the highest accuracy value is done by handling the Missing Value by deleting data of 0. 985 with a Missing Value of 10%. From 136 total data, 2 data were incorrectly predicted and 134 data were correctly predicted. Of the three methods, the highest accuracy value of 985 with the handling of the Missing Value is done by deleting data with a level of Missing Value of The precision and Recall are 0. 984 and 0. Whereas the percetage split Option Test produces data processing by handling Missing Value by deleting data resulting in the highest accuracy value of 1 with even Recall value and precision of 1. From 44 data, all data were successfully predicted From the results of processing data from imputation data, it shows that the highest accuracy value is in the data value of Missing Value by deleting data. Keywords: Imputation. K-Means. Mean. Missing Value. Nayve Bayes. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Pendahuluan . r Introductio. Data merupakan salah satu komponen terpenting dalam melakukan sebuah penelitian (Giriputra. Ketersediaan data dapat memudahkan penelitian yang akan dilakukan. Dalam penelitian di berbagai bidang membutuhkan data yang lengkap. Data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian akan memudahkan dalam proses analisis data, serta memiliki ketepatan di dalam hasil pengolahan data. Namun kenyataannya adalah selalu ada beberapa komponen data yang tidak lengkap atau dikenal dengan istilah Missing Value. Penyebab terjadinya Missing Value karena informasi tentang objek tidak diberikan, sulit dicari, atau memang informasi tersebut tidak ada . Selain itu. Missing Value juga dapat disebabkan oleh berapa hal lain yaitu responden yang tidak memberikan jawaban karena informasi bersifat rahasia, kesalahan pada pengumpulan data seperti pertanyaan yang terlewat dan kesalahan memasukkan data. Dampak dari hilangnya beberapa bagian data adalah akan mempengaruhi tingkat akurasi dari pemrosesan data . Selain itu. Missing Value dapat menyebabkan pendugaan parameter menjadi tidak efisien karena berkurangnya ukuran data . Metode untuk menangani Missing Value telah banyak yang dikembangkan. Salah satu proses yang digunakan dalam menentukan serta menetapkan nilai dalam mengganti Missing Value disebut dengan teknik imputasi. K-Means (KM) adalah salah satu algoritma pengelompokan data yang dapat digunakan untuk melakukan imputasi pada Missing Value. Algoritma KM mengelompokkan data . berdasarkan titik pusat klaster (Centroi. Algoritma K-Means merupakan metode pengelompokkan data non hirarki, jumlah kelompok yang akan dibentuk sudah ditentukan dan diketahui terlebih dahulu Tujuan dari algoritma K-Means adalah mengelompokkan data sesuai dengan kemiripan data dalam satu klaster dan meminimalisasi kemiripan data antar klaster . Data mining merupakan sebuah proses ekstraksi data untuk mendapatkan sebuah informasi yang belum diketahui sebelumnya pada suatu data . Data mining juga merupakan bagian dari Knowledge Discovery in Database (KDD) yang merupakan proses ekstraksi informasi yang bermanfaat, tidak diketahui informasi sebelumnya dan Nayve Bayes adalah algoritma klasifikasi probabilitas sederhana yang berdasarkan pada teorema Bayes, asumsi bebas yang kuat. Nayve Bayes juga merupakan algoritma klasifikasi yang utama pada data mining dan banyak diterapkan dalam masalah klasifikasi dikehidupan sehari-hari karena memiliki performa klasifikasi yang tinggi. Algoritma Nayve Bayes juga memiliki beberapa keunggulan seperti mudah serta biaya perhitungan kecil, dapat menangani data missing, memiliki akurasi dan kecepatan yang tinggi saat diaplikasikan ke dalam database dengan data yang besar. Dari beberapa penelitian sebelumnya, maka penelitian ini akan membahas terkait penerapan teknik imputasi terhadap algoritma. Adapun teknik imputasi yang akan diterapkan adalah dengan menggunakan algoritma K-Means. Algoritma K-Means akan menangani Missing Value dengan level 10%, 20% dan 30%. Sedangkan algoritma yang digunakan dalam proses data mining adalah dengan menggunakan algoritma Nayve Bayes. Jadi penelitian ini akan membahas mengenai Penerapan Teknik Imputasi K-Means Terhadap Performa Hasil Klasifikasi Algoritma Nayve Bayes. Tinjauan Literatur . r Literature Revie. Missing Value adalah suatu kondisi dimana data tidak ada atau data hilang. Terdapat tiga tipe Missing Value berdasarkan mekanisme yaitu Missing Completely at Random (MCAR). Missing at Random (MAR). Not Missing at Random (NMAR) . Imputasi adalah proses yang digunakan untuk menentukan dan menetapkan nilai pengganti untuk Missing Value. Metode imputasi menjadi penting dalam situasi dimana dataset lengkap dibutuhkan untuk analisis. Berikut ini adalah Ada beberapa metode imputasi yaitu imputasi secara manual, imputasi dengan konstanta global, imputasi dengan metode konvensional dan imputasi dengan suatu model prediksi. Metode K-Means adalah salah satu metode dalam fungsi Clustering atau pengelompokan. Algoritma K-Means merupakan algoritma klasterisasi yang mengelompokkan data berdasarkan titik pusat klaster (Centroi. terdekat dengan data. Tujuan dari K-Means adalah pengelompokkan data dengan memaksimalkan kemiripan data dalam satu klaster dan meminimalkan kemiripan data antar klister . Elbow method adalah metode yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. digunakan untuk menentukan jumlah cluster yang tepat pada sebuah dataset. Metode elbow digunakan untuk menghasilkan informasi dalam menentukan jumlah cluster terbaik dengan cara melihat persentase hasil perbandingan antara jumlah cluster yang akan membentuk siku pada suatu titik. Tahapan algoritma metode Elbow dalam menentukan nilai k pada K-Means adalah menginisialisasi awal nilai k, menaikan nilai k, menghitung hasil sum of square error dari tiap nilai k, analisis hasil sum of square error dari nilai k yang mengalami penurunan secara drastic, cari dan tetapkan nilai k yang berbentuk siku. Teorema bayes adalah perhitungan statistik dengan menghitung probabilitas kemiripan kasus lama yang ada dibasis kasus dengan kasus baru. Teorema bayes memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan kecepatan yang baik ketika diterapkan pada database yang besar. Keuntungan penggunaan Naive Bayes adalah bahwa metode ini hanya membutuhkan jumlah data pelatihan (Training Dat. yang kecil untuk menentukan estimasi paremeter yang diperlukan dalam proses pengklasifikasian. Confusion matrix adalah suatu metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan akurasi pada konsep data mining. Evaluasi dengan confusion matrix menghasilkan nilai akurasi, presisi dan Recall. Akurasi dalam klasifikasi adalah persentase ketepatan record data yang diklasifikasikan secara benar setelah dilakukan pengujian pada hasil klasifikasi. Presisi atau confidence adalah proporsi kasus yang diprediksi positif yang juga positif benar pada data yang sebenarnya. Recall atau sensitivitas adalah proporsi kasus positif yang sebenarnya yang diprediksi positif secara benar. Metode Penelitian . r Research Metho. Penelitian yang dilakukan menggunakan metodologi penelitian Knowledge Discovery in Database (KDD). Tahapan dari metodologi penelitian menggunakan KDD adalah data selection, preprocessing data, transformation data, data mining dan knowledge interpretation/evaluation. Gambar 1 Tahapan Penelitian Berikut ini adalah tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: Data Selection Penelitian ini menggunaan dataset iris data yang berasal dari UCI Machine Learning. Adapun atribut yang digunakan adalah Sepal Length. Sepal Width. Petal Length dan Petal Width. Iris dataset memiliki jumlah data sebesar 150 data. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Pre-Processing Data Pada proses Pre-Processing Data dilakukan beberapa hal untuk persiapan data. Sebelum melakukan penanganan Missing Value, yang pertama dilakukan adalah melakukan pembangkitan Missing Value sebesar 10%, 20% dan 30%. Adapun kegiatan selanjutnya yang dilakukan saat pre-processing data adalah melakukan penanganan Missing Value sebesar 10%, 20% dan 30% menggunakan teknik imputasi K-Means dan Mean dengan tools RStudio. Setelah itu melakukan pengecekan dan penanganan terhadap data Outlier. Melakukan pengecekan dan penanganan terhadap duplikasi data, standarisasi data dan reduksi data. Data Transformation Pada tahap ini dilakukan perubahan tipe data untuk memudahkan saat proses pengolahan Perubahan tipe data yang dilakukan adalah dengan merubah data numerik menjadi data kategorikal sesuai kebutuhan saat pengolahan data dengan menggunakan algoritma Nayve Bayes. Data Mining Pada tahap ini, dilakukan proses pengolahan data menggunakan algoritma klasifikasi yaitu algoritma Nayve Bayes. Data yang diolah merupakan data hasil teknik imputasi dengan KMeans. Means dan Missing Value dihapus. Pengolahan data dilakukan menggunakan tools Rstudio. Knowledge Interpretation/ Evaluation Pada tahap ini adalah hasil dari proses mining data diinterpretasikan dalam bentuk grafik. Adapun evaluasi dilakukan dengan menggunakan pengukuran tingkat akurasi, precision dan Recall. Hasil dan Pembahasan . r Results and Analysi. 1 Data Selection Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data iris yang bersumber pada UCI Machine Learning. Data iris memiliki 150 data yang terdiri dari 4 atribut. Atribut yang digunakan dalam data iris adalah Sepal Length (SL). Sepal Width (SW). Petal Length (PL) dan Petal Width (PW). Data awal yang digunakan merupakan dataset yang lengkap atau tidak memiliki Missing Value. Oleh karena itu, pada tahapan ini dilakukan proses pembangkitan Missing Value sebesar 10%, 20% dan 30%. Pembangkitan Missing Value dilakukan secara acak menggunakan tools kutools yang terdapat pada excel. 2 Preprocessing Data Pada tahap ini dilakukan penanganan terhadap mising value di data iris. Penanganan Missing Value dilakukan dengan 3 penanganan. Penanganan Missing Value pertama dilakukan dengan menggunakan teknik imputasi K-Means. Penanganan Missing Value yang kedua dilakukan dengan menggunakan metode Mean. Penanganan yang ketiga adalah dengan menghapus data yang memiliki missings value. Penanganan Missing Value diterapkan pada data yang memiliki Missing Value masing Ae masing sebesar 10%, 20% dan 30% dengan menggunakan 3 metode yaitu teknik imputasi K-Means. Mean dan penghapusan Missing Value. Tahapan pertama yang dilakukan dalam menangani Missing Value dengan K-Means adalah dengan melakukan penentuan banyaknya cluster . Penentuan banyaknya cluster dilakukan menggunakan metode elbow dengan menggunakan tools RStudio. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode elbow menunjukkan bahwa K optimum yang digunakan adalah k=2. Adapun hasil dari penentuan k-optimum dengan menggunakan metode elbow sesuai dengan Gambar 2. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 2 Penentuan K-Optimum Setelah menentukan jumlah cluster . , yaitu menentukan Centroid awal (C. Selanjutnya menghitung jarak masing Ae masing Centroid yang digunakan sebagai acuan dalam mengelompokkan setiap objek berdasarkan jarak yang terdekat. Selanjutnya adalah melakukan iterasi dengan menentukan Centroid selanjutnya hingga kelompok cluster tidak berubah. Gambar 3 Nilai Tengan Klaster Setelah didapat cluster dari setiap data, selanjutnya masukkan nilai Centroid yang terakhir dari setiap variabel ke dalam data yang memiliki Missing Value. Nilai Centroid yang dimasukkan ke dalam data yang memiliki Missing Value , disesuaikan dengan nilai cluster data yang memiliki Missing Value. Setelah mengisi Missing Value dengan menggunakan K-Means, selanjutnya mengisi Missing Value dengan menggunakan rata Ae rata (Mea. Penanganan Missing Value dengan Mean adalah memasukkan rata-rata tiap atribut kedalam Missing Value. Setelah melakukan penanganan Missing Value dengan K-Means dan Mean, penanganan selanjutnya adalah dengan menghapus baris data yang memiliki Missing Value. Setelah semua Missing Value ditangani dengan 3 metode yaitu K-Means. Mean dan penghapusan Missing Value, selanjutnya adalah melakukan pengecekan data Outlier dari setiap data yang telah mendapatkan penanganan Missing Value dengan 3 metode tersebut. Pengecekan data Outlier pertama dilakukan pada data hasil imputasi dengan K-Means. Pada data hasil imputasi K-Means sebesar 10%, 20% dan 30% ditemukan secara berturut - turut 4 buah data, 2 buah data dan 3 buah data yang mengalami Outlier. Adapun visualisasi data Outlier dengan menggunakan box plot sesuai pada Gambar 4. 8 sampai 4. Gambar 4 Data Outlier Imputasi Missing Value dengan K-Means 10% Gambar 5 Data Outlier Imputasi Missing Value dengan K-Means 20% This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 6 Data Outlier Imputasi Missing Value dengan K-Means 30% Selanjutnya adalah melakukan pengecekan data Outlier terhadap data hasil imputasi menggunakan Mean dan melakukan penghapusan Missing Value. Adapun jumlah data Outlier per dataset sesuai dengan tabel 4. Tabel 1 Jumlah Data Outlier Penanganan Missing Value K Ae Means Mean Data dihapus Missing Value 10% 4 data 4 data 4 data Besaran Missing Value Missing Value 20% 2 data 4 data 12 data Missing Value 30% 3 data 3 data 2 data Setelah diketahui jumlah Outlier dari setiap data, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan penanganan data Outlier dengan cara menghapus data yang memiliki Outlier. 3 Transformasi Data Pada tahap transformasi data dilakukan perubahan tipe data dari data numerik menjadi data Perubahan tipe data ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses klasifikasi data. Perubahan tipe data dilakukan dengan menggunakan metode kuartil data. Adapun contoh perhitungan dengan metode kuartil dengan menggunakan data imputasi K-Means dengan Missing Value sebesar 10% dengan atribut Sepal Length dan data . sebanyak 150 data sebagai berikut. Tabel 2 Perhitungan Kuartil Data Atribut SW Hasil Imputasi K-Means 10% Kuartil 1 K1 = A . K1 = 0,25 . K1 = 0,25 . K1 = 37,75 Kuartil 2 K2 = A . K2 = 0,5 . K2 = 0,5 . K2 = 75,5 Kuartil 3 K3 = A . K3 = 0,75 . K3 = 0,75 . K3 = 113,25 Setiap atribut diklasifikasikan menjadi 3 kategori. Hasil dari pengkategorian menggunakan kuartil data dapat dilihat pada tabel 4. Salah satu hasil dari transformasi data dengan menggunakan kuartil data dapat dilihat sesuai dengan tabel 4. 17 dan 4. Tabel 3 Kategori Iris Data Imputasi K-Means Kategori Pendek Sedang Tinggi Pendek Sedang Tinggi Pendek Sepal Length < 5,1 5,1 Ae 6,4 > 6,4 < 5,1 5,1 Ae 6,4 > 6,4 < 5,1 Petal Length < 1,5 1,5 Ae 5,1 > 5,1 < 1,5 1,5 Ae 5,1 > 5,1 < 1,5 Kategori Sepal Width Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah < 2,8 2,8 Ae 3,3 > 3,3 < 2,7 2,7 Ae 3,3 > 3,3 < 2,8 Petal Width < 0,3 0,3 Ae 1,8 > 1,8 < 0,3 0,3 Ae 1,8 > 1,8 < 0,3 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Mean Hapus Missing Value Sedang Tinggi Pendek Sedang Tinggi Pendek Sedang Tinggi 5,1 Ae 6,4 > 6,4 < 5,1 5,1 Ae 6,4 > 6,4 < 5,1 5,1 Ae 6,4 > 6,4 1,5 Ae 5,0 > 5,0 < 1,6 1,6 Ae 5,1 > 5,1 < 1,5 1,5 Ae 5,1 > 5,1 2,8 Ae 3,2 > 3,2 < 2,8 2,8 Ae 3,3 > 3,3 < 2,8 2,8 Ae 3,3 > 3,3 0,3 Ae 1,8 > 1,8 < 0,3 0,3 Ae 1,8 > 1,8 < 0,3 0,3 Ae 1,8 > 1,8 Petal Width Class Iris-setosa Iris-setosa Iris-setosa Iris-setosa Iris-setosa Petal Width Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Class Iris-setosa Iris-setosa Iris-setosa Iris-setosa Iris-setosa Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Tabel 4 Data Numerik Sepal Length Sepal Width Petal Length Tabel 5 Data Kategorikal Sepal Length Sedang Pendek Pendek Pendek Sedang Sepal Width Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Petal Length Pendek Pendek Pendek Pendek Pendek 4 Data Mining Pada tahapan ini dilakukan penambangan data. Data mining dilakukan pada dataset yang telah melalui tahapan preprocessing data dan transformasi data. Dataset yang akan diolah berjumlah 9 dataset dengan rincian sesuai dengan tabel 4. Tabel 6 Banyaknya Dataset Penanganan Missing Value K Ae Means Mean Data dihapus Missing Value 10% 1 dataset 1 dataset 1 dataset Besaran Missing Value Missing Value 20% 1 dataset 1 dataset 1 dataset Missing Value 30% 1 dataset 1 dataset 1 dataset Pada tahapan data mining, sebelum melakukan pengolahan data terlebih dilakukan pembagian dataset dengan menggunakan beberapa metode. Metode yang dilakukan dalam splitting data adalah dengan menggunakan k-fold cross validation dan Percentage Split. Metode k-fold cross validation akan menggunakan fold sebesar 10 folds. Sedangakan metode percantage split akan melakukan pembagian dataset sebesar 60%, 70% dan 80% . Setelah dilakukan splitting data, maka tahapan selanjutnya adalah proses data mining dengan menggunakan algoritma nayve bayes. Tahapan yang pertama adalah dengan melakukan data mining pada dataset iris data hasil teknik imputasi menggunakan algoritma K-Means dengan besaran Missing Value sebesar 10% 20% dan 30% menggunakan Option Test k-fold cross validation. Pengolahan data menggunakan algoritma nayve bayes dengan Option Test k-fold cross validation menghasilkan hasil yang beraneka ragam. Option Test dengan k-fold cross validation menggunakan fold sebesar 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat akurasi dari penanganan Missing Value dengan menggunakan metode K-Means, memiliki nilai akurasi tertinggi sebesar 0,973 dengan nilai presisi sebesar 0,975 dan nilai Recall sebesar 0,972. Data yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi di data This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. hasil pengananganan Missing Value dengan menggunakan K-Means memiliki Missing Value sebesar Total data yang berhasil diprediksi sebanyak 148 data. Adapun data yang berhasil diprediksi dengan benar yaitu sebanyak 144 data sedangkan 4 data lainnya salah diprediksi Hasil dari penanganan Missing Value dengan menggunakan metode Mean, memiliki nilai akurasi yang paling tinggi sebesar 0,973 dengan presisi sebesar 0,975 dan Recall sebesar 0,973. Total data yang berhasil diprediksi sebanyak 150 data, 146 data berhasil diprediksi dengan benar sedangkan 4 data salah Sedangkan penanganan Missing Value dengan menghapus data memiliki nilai akurasi paling tinggi sebesar 0,985 dengan Missing Value sebesar 10%. Total data keseluruhan yang berhasil diprediksi sebanyak 136 data, data yang salah diprediksi sebanyak 2 data dan 134 data berhasil diprediksi dengan benar. Dari ketiga metode yang dilakukan dalam proses penanganan Missing Value, nilai akurasi yang paling tinggi saat pengolahan data dengan spliting data menggunakan k-fold cross validation terdapat pada data hasil penanganan Missing Value dengan cara menghapus data. Nilai akurasi tertinggi pada kfold cross validation sebesar 0,985 dengan tingkat Missing Value sebesar 10%. Adapun presisi dan Recall sebesar 0,984 dan 0,985. Setelah melakukan pengolahan data dengan menggunakan Option Test k-fold cross validation, selanjutnya melakukan pengolahan data dengan menggunakan Option Test Percentage Split. Besaran Percentage Split yang dilakukan sebesar 60%, 70% dan 80%. Hasil dari probabilitas atribut Petal Width menunjukkan bahwa kemungkinan terbesar class atribut PW yang keluar sebesar 1 dengan class target iris-versicolor dengan kategori sedang. Hasil dari pengolahan data menggunakan Option Test Percentage Split menunjukkan data yang tidak jauh Pengolahan data hasil teknik imputasi K-Means menunjukkan bahwa nilai akurasi yang tertinggi pada data imputasi K-Means terdapat pada data yang memiliki Missing Value sebesar 30% dan Percentage Split sebesar 70% dengan nilai akurasi sebesar 0,977, presisi sebesar 0,972 dan Recall sebesar 0,981. Pada hasil tersebut menunjukkan bahwa dari 44 data, 43 berhasil diprediksi dengan benar dan 1 data diprediksi salah. Hasil pengolahan data imputasi dengan Mean menunjukkan bahwa nilai akurasi tertinggi sebesar 0,983. Adapun nilai presisi dan Recall sebesar 0,987 dan 0,981. Nilai akurasi tebesar terdapat pada Percentage Split sebesar 60% dengan data yang memiliki Missing Value sebesar 10% , 20% dan 30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dari total 60 data, 59 data berhasil diprediksi dengan benar sedangkan 1 data diprediksi dengan salah. Hasil pengolahan data dengan penanganan Missing Value dengan menghapus data menghasilkan nilai akurasi tertinggi sebesar 1 dengan nilai Recall dan presisi pun sebesar 1. Dari 44 data, semua data berhasil diprediksi dengan benar. Dari beberapa hasil pengolahan data dari data hasil imputasi menunjukkan bahwa nilai akurasi tertinggi berada pada data hasil penganan Missing Value dengan cara menghapus data. 5 Knowledge Interpretation/Evaluation Hasil dari pengolahan data dengan teknik imputasi K-Means . Mean dan penghapusan Missing Value dengan pengolahan data menggunakan algortima nayve bayes dengan Option Test k-fold cross validation dengan 10 fold dan Option Test Percentage Split dengan nilai percentage sebesar 60%, 70% dan 80% divisualisasikan dengan menggunakan grafik. Hasil pengolahan data menggunakan Option Test k-fold cross validation dengan fold sebesar 10 sesuai pada tabel 4. Tabel 7 Hasil Naive Bayes dengan K-Fold Cross Validation Penanganan Missing Value K-Means Mean Besaran Missing Value Akurasi 0,897 0,973 0,965 0,973 0,973 Confussion Matrix Rata - Rata Presisi 0,974 0,975 0,969 0,975 0,975 Rata Ae Rata Recall 0,972 0,972 0,965 0,973 0,973 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Data dihapus 0,973 0,985 0,950 0,954 0,975 0,984 0,954 0,954 0,973 0,985 0,951 0,956 Hasil dari pengolahan data menggunakan Naive Bayes dengan menggunakan Option Test k-fold cross validation menghasilkan nilai akurasi, presisi dan Recall tertinggi pada penanganan Missing Value menggunakan penghapusan data dengan besaran Missing Value sebesar 10% dengan akurasi 0,985, presisi 0,984 dan Recall 0,985, sedangkan dengan penanganan Missing Value dengan cara KMeans dan Mean cenderung stabil dengan nilai berkisar 0,9. Hasil grafik tersebut menunjukkan bahwa nilai Recall tertinggi berada pada metode penghapusan Missing Value dengan besaran Missing Value sebesar 10% dengan nilai Recall sebesar 98,4 %. Selanjutnya adalah grafik pengolahan data dengan Option Test Percentage Split. Tabel 8 Hasil Pengolahan Naive Bayes dengan Option Test Percentage Split Akurasi Avg. Presisi Avg. Recall Percen Split K-Means Mean Data Dihapus 0,966 0,95 0,96 0,969 0,95 0,97 0,965 0,95 0,96 0,966 0,955 0,966 0,972 0,966 0,972 0,964 0,950 0,969 0,965 0,977 0,965 0,962 0,972 0,969 0,968 0,981 0,969 0,983 0,977 0,966 0,987 0,981 0,966 0,981 0,979 0,974 0,983 0,977 0,966 0,987 0,981 0,966 0,981 0,979 0,974 0,983 0,977 0,966 0,987 0,981 0,966 0,981 0,979 0,974 Hasil dari pengolahan data mengsgunakan algoritma Naive Bayes dengan menggunakan Option Test Percentage Split menghasilkan nilai akurasi terbaik sebesar 1 dengan penanganan Missing Value menggunakan cara menghapus data. Adapun data yang digunakan adalah dengan menggunakan data dengan tingkat Missing Value sebesar 10%, 20% dan 30%. Sedangkan hasil yang lainnya cenderung stabil dengan besaran nilai kisaran 0,9. Kesimpulan . r Conclusio. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai Penanganan Missing Value dapat dilakukan dengan melakukan metode penanganan dengan cara teknik imputasi. Dalam hal ini dilakukan 3 metode yang dilakukan dalam proses penanganan Missing Value. Metode pertama adalah dengan menggunakan algoritma K-Means. Algoritma KMeans menangani Missing Value dengan cara membuat kluster berdasarkan banyak nya klaster optimum yang telah dicek terlebih dahulu. Setelah itu, nilai yang memiliki Missing Value diisi dengan Centroid terakhir hasil klaster. Metode kedua adalah dengan mengisi berdasarkan rata-rata setiap atribut. Metode yang ketiga adalah dengan melakukan proses penghapusan data yang memiliki Missing Value. Ketiga metode ini dapat diterapkan pada 3 jenis data yang memiliki masing Ae masing nilai Missing Value sebesar 10%, 20% dan 30%. Penanganan Missing Value dengan 3 metode memiliki dampak terhadap pengolahan data dengan menggunakan algoritma nayve bayes. Hal ini dapat terlihat dari hasil akurasi setiap data dari pengolahan data yang menggunakan algoritma nayve bayes dengan metode yang berbeda. Akurasi dari setiap data melebihi nilai 90% hasil dari pengolahan data menggunakan data hasil teknik imputasi dan menggunakan beberapa Option Test. Teknik imputasi K-Means memiliki nilai akurasi tertinggi dengan menggunakan Option Test k-fold cross validation sebesar 0,973 pada data yang memiliki Missing Value sebesar 20% dan 0,977 dengan menggunakan Option Test Percentage This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 41-51 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Split dengan Missing Value sebesar 30% dengan besaran Percentage Split 70%. Sedangkan pada Option Test dengan menggunakan K-Fold Cross Validation dengan fold sebesar 10 menghasilkan nilai akurasi tertinggi adalah dengan melakukan penanganan Missing Value dengan menghapus data sebesar 0,985 dengan Missing Value sebesar 10%. Dari total data 136, 2 data salah diprediksi dan 134 data berhasil diprediksi dengan benar. Dari ketiga metode, nilai akurasi paling tinggi sebesar 0,985 dengan penanganan Missing Value dilakukan dengan menghapus data dengan tingkat Missing Value sebesar 10%. Adapun presisi dan Recall sebesar 0,984 dan 0,985. Sedangkan dengan Option Test percetage split menghasilkan pengolahan data dengan penanganan Missing Value dengan menghapus data menghasilkan nilai akurasi tertinggi sebesar 1 dengan nilai Recall dan presisi pun Dari 44 data, semua data berhasil diprediksi dengan benar. Dari beberapa hasil pengolahan data dari data hasil imputasi menunjukkan bahwa nilai akurasi tertinggi berada pada data hasil penganan Missing Value dengan cara menghapus data. Referensi (Referenc.