PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . PERAN MODERASI KONTROL DIRI DALAM HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN SOSIAL DAN PENGGUNAAN INTERNET BERMASALAH PADA REMAJA THE MODERATING ROLE OF SELF-CONTROL IN THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL SKILLS AND PROBLEMATIC INTERNET USE AMONG ADOLESCENTS Jelang Hardika & Martaria Rizky Rinaldi Fakultas Psikologi. Universitas Mercu Buana Yogyakarta hardika@mercubuana-yogya. id*, martariarizky@mercubuana-yogya. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan pada kehidupan remaja, terutama dalam konteks penggunaan internet. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran moderasi kontrol diri dalam hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 137 partisipan remaja usia 12-20 tahun. Instrumen penelitian mencakup skala keterampilan sosial, skala kontrol diri, dan skala penggunaan internet bermasalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan kontrol diri memiliki dampak signifikan terhadap penggunaan internet bermasalah (Z = -2. 68, p = 0. Z = -6. 09, p < 0. Remaja dengan keterampilan sosial yang lebih tinggi dan kontrol diri yang baik cenderung mengalami tingkat penggunaan internet yang lebih sehat. Tidak ditemukan efek moderasi kontrol diri dalam hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah (Z = 79, p = 0. Meskipun tidak terdapat efek moderasi yang signifikan, temuan ini memberikan kontribusi bahwa keterampilan sosial memiliki pengaruh langsung terhadap penggunaan internet bermasalah tanpa perlu melalui mekanisme kontrol Pada penelitian ini ditemukan kecenderungan kontrol diri yang rendah pada partisipan sehingga dapat mempengaruhi efek moderasi. Eksplorasi variabel lain dalam hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah masih diperlukan. Implikasi praktis penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program-program pendidikan yang mendukung perkembangan positif remaja dalam era digital. Kata Kunci: keterampilan sosial, kontrol diri, penggunaan internet bermasalah. ABSTRACT The development of digital technology has had a significant impact on the lives of adolescents, especially in the context of internet usage. This research aims to investigate the moderating role of self-control in the relationship between social skills and problematic internet use among adolescents. The research method used is a quantitative correlational approach involving 137 adolescent participants aged 12-20 The research instruments include a social skills scale, a self-control scale, and a problematic internet use scale. The results of the analysis show that social skills and http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 self-control have a significant impact on problematic internet use (Z = -2. 68, p = 0. Z = -6. 09, p < 0. Adolescents with higher social skills and good self-control tend to experience healthier levels of internet usage. No moderating effect of self-control was found in the relationship between social skills and problematic internet use (Z = 1. p = 0. Although there was no significant moderating effect, these findings contribute to the understanding that social skills directly influence problematic internet use without the need for the self-control mechanism. Low self-control tendencies were found in the participants, which could influence the moderating effect. Further exploration of other variables in the relationship between social skills and problematic internet use is still needed. The practical implications of this research can be used as a basis for designing educational programs that support the positive development of adolescents in the digital era. Keywords: adolescents, problematic internet use, self control, social skills PENDAHULUAN Perkembangan remaja merupakan periode penting dalam pembentukan identitas, hubungan sosial, dan kemandirian (Branje et al. , 2021. Pfeifer & Berkman. Ragelien, 2. Remaja di masa digital terlibat dalam tugas perkembangan dengan berinteraksi dengan orang lain melalui dunia maya maupun dunia nyata (Iwasa et al. , 2. Situs jejaring sosial telah menjadi platform populer bagi remaja untuk mengembangkan identitas diri dan kemandirian, untuk menemukan hubungan nyaman dan mendapatkan dukungan sosial (Shapiro & Margolin, 2. Perkembangan teknologi digital, termasuk internet, media sosial dan online games memberi manfaat bagi perkembangan remaja. Pada fase remaja, individu mengalami perkembangan dalam aspek kognitif dan sosial-emosional (Jaworska & MacQueen, 2. Penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital bermanfaat dalam perkembangan kognitif, perkembangan sosial-emosional, pengumpulan informasi, sosialisasi, dan kreativitas (Haddock et al. , 2. Penggunaan teknologi digital merujuk pada penggunaan berbagai perangkat, layanan, dan jenis aktivitas yang terkait dengan teknologi digital. Ini termasuk penggunaan komputer, ponsel cerdas, tablet, internet, aplikasi, dan berbagai layanan digital lainnya. Di Indonesia, ditemukan 93,52% remaja menggunakan internet untuk akses media sosial (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia [KOMINFO], 2. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Seiring dengan manfaat yang didapatkan, ditemukan potensi risiko dari penggunaan internet (Bozzola et al. , 2. Risiko tersebut antara lain remaja dapat mengembangkan perilaku penggunaan internet bermasalah. Penggunaan internet bermasalah adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan internet yang berlebihan atau tidak sehat yang mengganggu kehidupan dan kesejahteraan psikologis (Aboujaoude, 2010. Caplan, 2. Penggunaan internet bermasalah pada remaja dapat mempengaruhi penyesuaian diri dalam bidang akademik, sosial, dan emosional (Dienlin & Johannes. Ortega-Ruipyrez et al. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan internet yang berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, perilaku penyalahgunaan zat dan rendahnya kualitas tidur (Cai et al. , 2023. Islamie Farsani et al. , 2016. Islam et al. , 2023. Rycker et al. , 2. Selain itu, penggunaan internet bermasalah juga memperburuk kebiasaan dalam belajar sehingga mempengaruhi penurunan performa akademik (Kwak et al. , 2. Penggunaan internet bermasalah dapat disebabkan oleh beragam faktor. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lamanya terpapar internet, ketersediaan teknologi, status tempat tinggal yang tidak dengan orang tua, dan permasalahan keluarga dapat mempengaruhi perilaku penggunaan internet bermasalah (Ramyn-Arbuys et al. , 2. Selain itu, kepribadian dan perilaku seperti tingginya kecenderungan pencarian sensasi, rendahnya harga diri, dan isolasi juga telah diidentifikasi sebagai faktor yang berkaitan dengan penggunaan internet bermasalah (Dib et al. , 2. Faktor internal lainnya yang perlu menjadi sorotan dalam penggunaan internet yaitu keterampilan sosial (Engelberg & Sjorberg, et al. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial seperti keterampilan dalam menjalin percakapan, empati, keterampilan penanganan risiko dapat memprediksi penggunaan internet bermasalah (Romero-Lypez et al. , 2. Keterampilan bekerjasama, dan membangun hubungan interpersonal yang sehat (Little et al. Keterampilan sosial memegang peran penting dalam mengelola interaksi interpersonal secara sehat, baik di dunia offline maupun online (Beenen et al. , 2023. Towner et al. , 2. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Namun, tidak semua remaja menunjukkan pola penggunaan internet yang sehat meskipun memiliki keterampilan sosial yang baik (Pramusita, 2. Oleh karena itu, perlu juga untuk mempertimbangkan peran kontrol diri dalam memoderasi hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet Hal ini dikarenakan kontrol diri memiliki hubungan yang kuat dengan perilaku impulsif dan kecenderungan mengabaikan konsekuensi jangka panjang demi kepuasan segera pada remaja (Casey & Caudle, 2013. Romer, 2. Kontrol diri sebagai kemampuan mengelola impuls membuat keputusan yang bijaksana, dan menahan diri dari perilaku berlebihan, dapat menjadi faktor kritis yang membentuk cara remaja menggunakan internet (Li et al. , 2021. Song & Park, 2. Meskipun keterampilan sosial dan kontrol diri telah banyak diteliti secara terpisah, masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi peran kontrol diri dalam memoderasi hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah pada remaja. Peran moderasi perlu dilakukan karena untuk memahami bagaimana kekuatan arah hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah dapat berubah bergantung pada kontrol diri sebagai Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana kontrol diri dapat mempengaruhi hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah pada remaja. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk melihat keterkaitan antar variabel, khususnya dalam konteks kontrol diri sebagai moderator dalam hubungan keterampilan sosial dan penggunaan internet bermasalah pada remaja. Data dikumpulkan melalui skala yang dirancang dalam bentuk formulir online. Formulir tersebut disebarkan melalui platform media sosial dengan tujuan menjangkau populasi remaja. Kriteria partisipasi dalam penelitian mencakup remaja dengan rentang usia 12 hingga 20 tahun yang aktif menggunakan internet. Teknik sampling yang diterapkan adalah convenience sampling, yaitu suatu metode pengambilan sampel non-probabilitas di mana peneliti memilih elemen sampel berdasarkan ketersediaan dan kemudahan akses (Elfil & Negida, 2. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Instrumen penelitian yaitu skala keterampilan sosial, skala kontrol diri, dan skala penggunaan internet bermasalah. Skala keterampilan sosial menggunakan social skill scale (Uslu & Geny, 2. yang memiliki reliabilitas yang baik dengan = 0,87. Skala kontrol diri menggunakan 10-item Skala Kontrol Diri versi Indonesia (Arifin & Milla, 2. Skala ini merupakan adaptasi budaya dari Brief Self-Control Scale (BSCS) yang memiliki konsistensi internal yang baik ( = 0,. dengan reliabilitas di Indonesia yaitu = 0,81 (Arifin & Milla, 2020. Manapat et al. , 2. BSCS digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang untuk mengendalikan atau mengubah respons batin atau pikiran dalam diri (Tangney et al. , 2. Skala keterampilan sosial dan kontrol diri yang digunakan juga telah digunakan dalam penelitian sebelumnya dalam konteks penggunaan internet (Hasanah & Halimah. Li et al. , 2021. Pramusita, 2. Skala penggunaan internet bermasalah menggunakan Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS-. GPIUS-2 dikembangkan oleh Caplan . yang mengukur pemikiran dan perilaku yang tidak adaptif terkait dengan penggunaan internet yang secara negatif memengaruhi bidang sosial, pendidikan, dan pekerjaan. GPIUS-2 telah diuji reliabilitasnya di beragam negara dan menunjukkan hasil reliabilitas yang baik, seperti di Italia. Polandia, dan Jepang (Balcerowska & Bereznowski, 2023. Fioravanti et al. , 2013. Yoshimura et al. , 2. Pengujian reliabilitas di Indonesia oleh Adlina et al. , . juga menunjukkan hasil yang baik dengan = 0,83. Analisis data melibatkan analisis deskriptif, uji asumsi, dan uji moderasi. Keseluruhan analisis menggunakan menggunakan perangkat lunak statistik Jamovi. Analisis moderasi membantu dalam menilai apakah kekuatan atau arah hubungan antara variabel-variabel yang diuji dipengaruhi oleh variabel ketiga, dalam hal ini yaitu kontrol diri. HASIL PENELITIAN Berdasarkan data yang didapatkan yaitu terdiri atas 137 responden. Tabel 1 menyajikan rangkuman informasi demografis untuk 137 partisipan, menunjukkan dominasi yang signifikan dari partisipan perempuan . ,8%) dibandingkan dengan partisipan laki-laki . ,2%). Mayoritas partisipan berada pada usia 18 hingga 20 tahun, dengan pada usia 20 tahun . ,06%) http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 1. Data demografi (N = . Variabel demografi Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Usia 0,73 2,19 2,92 5,11 10,22 21,89 13,86 43,06 Berdasarkan analisis deskriptif, didapatkan tingkat dan variasi keterampilan sosial, kontrol diri, dan penggunaan internet bermasalah. Tabel 2 menyajikan hasil analisis deskriptif untuk tiga variabel dalam penelitian ini. Pertama, dalam hal keterampilan Sosial, hasil menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan sosial partisipan adalah sekitar 74,35, dengan distribusi yang relatif simetris dan variasi yang sedang (SD = 8,. Kedua. Kontrol Diri memiliki rata-rata sekitar 42,64, dengan median yang sedikit lebih rendah . , menunjukkan mungkin adanya kecenderungan nilai yang lebih rendah pada sebagian partisipan. Deviasi standar yang cukup tinggi (SD = 9,. menunjukkan variasi yang lebih besar dalam tingkat kontrol diri. Terakhir, dalam hal Penggunaan Internet Bermasalah, rata-rata sekitar 33,64 dengan distribusi yang lebih terkonsentrasi (SD = 5,. Median yang dekat dengan rata-rata menandakan distribusi yang relatif simetris. Tabel 2. Hasil Analisis Deskriptif Missing Mean Median Min Maks Keterampilan sosial 74,35 8,53 Kontrol diri 42,64 9,27 Penggunaan internet bermasalah 33,64 5,35 http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, yang ditunjukkan hasil normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan p = 0,955 dan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel prediktor dengan nilai VIF = 1,34 (VIF < . serta Tolerance = 0,749 . >0,. Tabel 3. Hasil Analisis Moderasi 95% Confidence Interval Estimate Keterampilan sosial Kontrol diri Keterampilan sosial u Kontrol diri Lower Upper < . 80eOe4 Hasil analisis moderasi dalam penelitian ini dijelaskan dalam Tabel 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Keterampilan Sosial memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap Penggunaan Internet Bermasalah (Estimate = -0. SE = 043, 95% CI [-0. 204, -0. Z = -2. 68, p = 0. Artinya, responden yang memiliki keterampilan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat Penggunaan Internet Bermasalah yang lebih rendah. Selanjutnya, variabel Kontrol Diri juga memiliki dampak signifikan terhadap Penggunaan Internet Bermasalah (Estimate = -0. SE = 0. 039, 95% CI [-0. 320, -0. Z = -6. 09, p < 0. Hal ini mengindikasikan bahwa responden yang memiliki kontrol diri yang lebih baik cenderung memiliki tingkat Penggunaan Internet Bermasalah yang lebih rendah. Interaksi antara keterampilan Sosial dan Kontrol Diri tidak menunjukkan dampak yang secara signifikan berbeda dari nol (Estimate = 0. SE = 0. 003, 95% CI [-6. 80eOe4, 0. Z = 1. 79, p = 0. Meskipun nilai p tidak mencapai tingkat signifikansi . < 0. , temuan ini memberikan indikasi bahwa ada kemungkinan adanya efek bersama antara keterampilan sosial dan kontrol diri terhadap penggunaan internet bermasalah. DISKUSI