Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 KORELASI KEBIASAAN LATIHAN HATHA YOGA DAN LEVEL AKTIVITAS FISIK PADA PRALANSIA Ni Luh Sri Ayuni*1. Putu Ayu Sani Utami1. Ni Komang Ari Sawitri1 Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana *korespondensi penulis, email: niluhsriayuni06@gmail. ABSTRAK Masyarakat pralansia memiliki gaya hidup tidak sehat, salah satunya 33,5% kurang melakukan aktivitas fisik. Dalam aktivitas fisik diperlukan penunjang, seperti keseimbangan dan kelenturan yang bisa didapat dari latihan Hatha Yoga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik pada masyarakat pralansia. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif cross-sectional. Sampel ditentukan dengan purposive sampling yang berjumlah 55 orang yang berusia 45-59 tahun dan seluruhnya sudah tergabung satu bulan dalam komunitas Yoga sebelum pengumpulan data serta minimal mengikuti 4 kali latihan dalam satu bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur kebiasaan latihan hatha yoga dan aktivitas fisik dengan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ-SF). Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan latihan hatha yoga dengan level aktivitas fisik . -value = 0,000. a=0,05 . r = 0,. Semakin tinggi kebiasaan latihan Hatha Yoga maka semakin tinggi juga level aktivitas fisik. Hatha Yoga berperan penting untuk level aktivitas fisik sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memiliki kebiasaan latihan yang rutin agar masyarakat pralansia tetap aktif melakukan aktivitas fisik sampai usia lanjut. Kata kunci: aktivitas fisik, hatha yoga, latihan, pralansia ABSTRACT The pre-elderly community has an unhealthy lifestyle, one of which is that 33. 5% lack physical activity. Physical activity requires support, such as balance and flexibility, which can be obtained from Hatha Yoga exercises. This study aims to analyze the relationship between Hatha Yoga exercise habits and physical activity levels in the preelderly community. This study used a quantitative design with a descriptive correlative cross-sectional method. The sample was determined using purposive sampling, consisting of 55 people aged 45-59 years, all of whom had been members of a yoga community for one month prior to data collection and had attended at least four training sessions in one month. Data collection was conducted using a questionnaire to measure Hatha Yoga practice habits and physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ-SF). The results of the Spearman rank correlation test showed that there was a relationship between Hatha Yoga practice habits and physical activity levels . -value = 0,000. a = 0,05 . r = 0,. The higher the Hatha Yoga practice habits, the higher the level of physical activity. Hatha yoga plays an important role in physical activity levels and can be used as an evaluation tool to encourage regular exercise habits so that pre-elderly people remain physically active into old age. Keywords: exercise, hatha yoga, physical activity, pre-elderly Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 PENDAHULUAN Masa pralansia merupakan faktor penentu kondisi kesehatan selanjutnya saat tahap masa lansia (Lee et al. , 2. Kelompok usia pralansia sudah mulai mengalami proses penuaan yang sangat signifikan dibandingkan usia yang lebih muda (Handayani et al. , 2. Pada masa ini, segala upaya dilakukan untuk menjaga gaya hidup. Proporsi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang akan masuk ke dalam kelompok penduduk lanjut usia beberapa tahun ke depan (Statistik Indonesia, 2. Jumlah pralansia di dunia pada 2018, yaitu 266 miliar jiwa, 2023 meningkat 1. miliar jiwa dan meningkat terus hingga 2028 menjadi 1. 620 miliar jiwa (Bureau. Pralansia di Indonesia pada 2021 sebanyak 17,82% (Statistik Indonesia. Jumlah pralansia di Indonesia bertambah dari 76. 400 juta jiwa pada 2020 menjadi 85. 500 juta jiwa pada 2024 (Kemenkes RI, 2. Proyeksi jumlah masyarakat pralansia 2021-2023 di Bali, yaitu pada 2021-2022 sebanyak 500 juta jiwa dan pada 2023 meningkat menjadi 2. 100 juta jiwa (Statistik Provinsi Bali, 2. Bertambahnya usia pralansia dapat menimbulkan dampak positif dan negatif (Setiawan, et al. , 2. Berdampak positif apabila pralansia sehat, aktif, dan Berdampak negatif apabila pralansia mengalami penurunan dan Masalah kesehatan yang banyak dialami adalah Penyakit Tidak Menular (PTM) yang berkontribusi menyebabkan kematian 29% (Kurnia et al, 2. Banyaknya masalah PTM yang dialami masyarakat pralansia disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, salah satunya berkurangnya aktivitas fisik (Kemenkes RI, 2. Aktivitas fisik merupakan semua senggang, perpindahan menuju dan dari suatu tempat, atau sebagai bagian dari pekerjaan seseorang (WHO, 2. Kategori dalam level aktivitas yang Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 digunakan terdiri atas aktivitas fisik rendah, aktivitas fisik sedang, dan aktivitas fisik tinggi (Kementerian Kesehatan RI. Level aktivitas fisik yang dilakukan oleh pralansia dengan intensitas sedang dan berat dapat mencegah PTM. Namun, tingkat kurang aktivitas fisik meningkat mencapai 70% disebabkan oleh perubahan pola transportasi, peningkatan penggunaan teknologi untuk bekerja dan rekreasi serta meningkatnya perilaku menetap (WHO. Kurang aktivitas fisik menimbulkan dampak negatif jika tidak dicegah secara dini, yang meliputi ketergantungan saat usia lansia, terjadinya peningkatan biaya disabilitas, tidak adanya dukungan sosial, dan berisiko jatuh (Marhumi, 2. Kesadaran setiap pralansia untuk menjaga kesehatan merupakan tujuan jangka panjang sehat-bugar sampai memasuki tahap akhir kehidupan (Rokom. Latihan fisik dapat menjadi upaya yang bisa dilakukan oleh pralansia untuk meningkatkan aktivitas fisik. Salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan pralansia adalah latihan Hatha Yoga. Hatha Yoga merupakan latihan yang berfokus pada pikiran, gerakan fisik, dan pernapasan (Arik et al. , 2. Yoga lebih fleksibel dibandingkan dengan senam aerobik yang relatif cepat dan sulit (Laksmi Dewi et al. , 2. Oleh karena itu, yoga bisa menjadi kebiasaan latihan yang akan memberikan kemudahan dalam mengikutinya secara konsisten dan Berdasarkan Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada pralansia dalam Komunitas Pesemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar yang ditemui secara acak sebanyak 11 orang mengatakan alasan mengikuti yoga karena melakukan kegiatan aktivitas ringan, seperti terlalu banyak duduk, berbaring, membersihkan rumah dan memasak serta ada yang memiliki berbagai masalah kesehatan, yaitu kesemutan, sulit tidur, hipertensi, vertigo, pegal-pegal, dan stres sehingga membuat aktivitas sehari-hari terhambat Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 dan merasa tidak produktif. Perubahan yang dirasakan setelah rutin melaksanakan yoga, yaitu tujuh orang mengatakan merasa ada perubahan menjadi lebih bugar dan produktif serta empat orang mengatakan tidak ada perubahan. Keberhasilan penuaan pada pralansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas fisik yang merupakan faktor untuk menunda timbulnya penyakit kronis. PTM, dan meningkatkan fungsi fisik (Yi-Hsuan Lin et al. , 2. Upaya mempertahankan level aktivitas fisik oleh METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif korelatif dengan kuantitatif pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat pralansia yang mengikuti latihan yoga dan bergabung di Komunitas Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 55 Kriteria inklusi yaitu pralansia yang berusia 45-59 tahun, tergabung dalam Komunitas Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar minimal sudah satu bulan bergabung sebelum pengumpulan data dan minimal menjalani 4 kali latihan dalam 1 bulan, serta yang bersedia menjadi Sedangkan pralansia yang menggunakan alat bantu dalam beraktivitas . isalnya tongka. dan masalah mental terutama demensia dieksklusikan dari penelitian ini. Latihan Yoga yang dilakukan oleh komunitas Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar yaitu Hatha Yoga. Dengan gerakan bervariasi namun masih dalam lingkup jenis nama gerakan yang menjadi panduan dasar, yakni diawali Shatkarma yang terdiri dari gerakan (Dhauti. Vastis/Basti. Neti. Naudi/Lauliki. Trataka. Kapalabat. , dilanjutkan dengan Pranayama, lalu gerakan Asana duduk, berdiri, dan tidur. Setelah itu Mudra gerakan keseimbangan, dan ditutup dengan gerakan Pratyahara gerakan seperti Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 masyarakat pralansia dengan latihan Hatha Yoga karena berfungsi sebagai bentuk terapi alternatif untuk meningkatkan keseimbangan, dan mobilitas serta membantu dalam mencegah penurunan fungsi yang berkaitan dengan penuaan (Gothe & McAuley, 2. Berdasarkan mengetahui tentang hubungan kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik pada masyarakat pralansia di Komunitas Pesemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar. menekan atau menegangkan otot yang diibaratkan seperti memijat organ tubuh didalam dan Dhyana yang dilakukan untuk Yoga dilakukan dengan durasi 60 menit setiap satu kali sesi. Kuesioner kebiasaan latihan Hatha Yoga digunakan untuk menilai kebiasaan latihan Hatha Yoga pada responden. Terdiri dari beberapa pertanyaan seperti durasi latihan yoga selama seminggu, durasi waktu latihan yoga dalam 1 hari, dan lama bergabung. Hasil skor kuesioner terbagi dua kategori yaitu aktif (>2x seminggu dan durasi 30-60 meni. dan pasif (<2x seminggu dan durasi <30 Nilai Cronbach Alpa pada kuisioner adalah 0,811. Evaluasi level aktivitas fisik dalam penelitian ini menggunakan kuisioner Internasional Physical Activity Questionnaire (IPAQ) tipe short form internasional untuk mengukur aktivitas fisik pada 7 hari sebelumnya (Craig et al. Terdapat 7 item pertanyaan dalam 4 indikator yaitu aktivitas berat . tem pertanyaan 1a-1. , aktivitas sedang . tem pertanyaan 2a-2. , aktivitas berjalan kaki . tem pertanyaan 3a-3. , aktivitas duduk . tem pertanyaan . (Hagstromer et al. Skor total kuisioner adalah dengan menjumlahkan seluruh skor pada setiap item pertanyaan kategori aktivitas berat. Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 aktivitas sedang, dan aktivitas berjalan Setelah didapat hasil skor, maka akan ditentukan menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi . kor: 3000 METmenit/mingg. , kategori sedang . 600-2999 MET-menit/mingg. , kategori rendah . kor : < 600 MET-menit/mingg. Nilai Cronbach Alpa pada kuesioner berkisar 0,70-0,87 (Adnyani et al. , 2. Analisa Statistical Package for Social Science (SPSS for windows, versi . Menguji korelasi antara dua variabel penelitian menggunakan Spearman Rank. Nilai p<0,05 signifikansi pada uji statistik penelitian ini. Penelitian ini telah disetujui oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan di salah satu perguruan tinggi di Denpasar dengan nomor: 1135/UN14. VII. 14/LT/2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik pada asyarakat pralansia di Komunitas Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Level Aktivitas Fisik pada Masyarakat Pralansia Variabel Level Frekuensi . Aktivitas Fisik Tinggi Sedang Rendah Total Tabel 1 menunjukkan hasil bahwa gambaran level aktivitas fisik pada masyarakat pralansia di Komunitas Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar mayoritas . ,1 %) dalam kategori tinggi yaitu 38 responden. Tabel 2. Gambaran Kebiasaan Latihan Hatha Yoga Variabel Kebiasaan Frekuensi . Latihan Hatha Yoga Aktif Pasif Total Tabel 2 menunjukkan hasil bahwa gambaran kebiasaan latihan Hatha Yoga pada masyarakat pralansia di Komunitas Persentase (%) Persentase (%) Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar mayoritas . ,3%) dalam kategori aktif yaitu 48 responden. Tabel 3. Analisis Hubungan Kebiasaan Latihan Hatha Yoga dengan Level Aktivitas Fisik Pada Masyarakat Pralansia . Variabel Penelitian p-value Kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik 0,000 0,610 Tabel 3 diketahui bahwa p-value = 0,000 < 0,05 dengan nilai r = 0,610 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik. Hubungan PEMBAHASAN Hasil analisis yang telah dilakukan pada 55 responden, didapatkan rata-rata kategori kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan kategori aktif sebanyak 48 Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 mengindikasikan bahwa semakin aktif kebiasaan latihan Hatha Yoga, maka akan semakin tinggi level aktivitas fisik pada masyarakat pralansia. responden dan kategori pasif 7 responden. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adnyani et al . pada 50 responden yang merujuk Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 dalam kelompok pralansia dan lansia sebagian besar menunjukkan bahwa 42 . %) aktif dan 8 . %) pasif. Kebiasaan latihan Hatha Yoga akan terbentuk selama 1 bulan maka dari itu, kebiasaan latihan yoga dapat terbentuk jika dilakukan dengan rutin selama enam minggu dan membuat latihan yang dijalani menjadi konsisten (Kaushal & Rhodes, 2. Masyarakat pralansia dengan kategori aktif yaitu mengikuti latihan minimal dua kali seminggu dengan durasi 30-60 menit agar dapat memberikan manfaat peningkatan menggerakkan otot hamstring dan semua kinerja tubuh (Graba & Szopa, 2. Faktor yang mempengaruhi keaktifan latihan yaitu jadwal waktu yang fleksibel, dan kondisi lokasi. Selain itu, latihan Hatha Yoga ini tidak berbayar jadi membuat responden tidak terbebani dan semangat dalam latihan. Responden penelitian melakukan latihan Hatha Yoga lebih banyak di sore hari sebanyak 33 responden dan sebanyak 22 responden melakukan latihan Hatha Yoga di pagi Rata-rata responden dengan usia pralansia lebih banyak mengikuti di sore hari karena masih aktif bekerja di pagi hari sehingga banyak mengikuti di sore hari. Selain itu, responden lebih suka mengikuti di sore hari karena merasa lebih nyaman dan rileks setelah melakukan aktivitas seharian sehingga bisa kembali istirahat di malam hari dengan baik agar mempunyai energi untuk kembali melakukan aktivitas keesokan harinya. Responden di pagi hari melakukan yoga untuk memulai aktivitas dengan lebih bugar dan juga bisa sambil mendapatkan matahari pagi karena tempat latihan berada di area outdoor yaitu di tepi Hasil yang optimal menurut para pakar yoga tradisional yaitu lebih baik melakukan latihan hatha yoga pada waktu yang sama setiap harinya dan saat tubuh dalam kondisi yang mampu fokus melakukan latihan (Glazer et al. , 2. Lokasi latihan yang digunakan oleh komunitas tempat penelitian yaitu pada alam terbuka yaitu pada lapangan dengan rumput hijau dan pepohonan serta pada Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 lokasi di tepi pantai yang memiliki pasir putih dan ombak yang tenang. Udara yang sejuk dan bersih dari alam bisa dihirup saat latihan yoga sehingga dapat berkontribusi memberikan udara yang baik saat melakukan olah nafas . di sepanjang latihan. Lapangan hijau dan pantai dapat memberikan manfaat yang positif sebagai faktor protektif dari berbagai gangguan kesehatan mental (Romadhon et al. , 2. Kebiasaan latihan Hatha Yoga yang aktif dipengaruhi oleh kondisi tempat latihan dan dukungan sosial yang membuat terbentuknya semangat dorongan untuk melakukan latihan secara konsisten. Kebiasaan yang dibentuk secara aktif memiliki dampak positif yang baik untuk kesehatan Hasil analisis penelitian didapatkan rata-rata skor level aktivitas fisik dengan kategori tinggi sebesar 38 responden, kategori sedang 15 responden, dan rendah 2 responden. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rymer dan Morris . pada 305 responden kelompok usia pralansia, yang menunjukkan bahwa sebanyak . ,66%) mempunyai level aktivitas tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Alley et al . menunjukkan bahwa pralansia lebih aktif melakukan aktivitas fisik . ,5%) dibandingkan lansia . ,5%). Level aktivitas fisik yang tinggi pada individu dipengaruhi oleh adanya faktor Responden pada penelitian pralansia yang berada pada rentang usia 45-59 Usia pralansia cenderung tetap stabil dan akan mengalami penurunan saat usia tua. Misalnya, lansia cenderung menderita penyakit kronis, gangguan kognitif, interaksi sosial yang buruk, dan obesitas yang mengakibatkan aktivitas fisik yang buruk (Suryadinata et al. , 2. Faktor usia ini didukung oleh penelitian Alley et al . yang menunjukkan bahwa pralansia lebih banyak melakukan aktivitas fisik dibandingkan dengan usia Minoritas disebabkan kurangnya aktivitas fisik karena perubahan pola transportasi. Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 peningkatan penggunaan teknologi untuk bekerja dan rekreasi serta meningkatnya perilaku menetap (WHO, 2. Kategori dalam level aktivitas yang digunakan terdiri atas aktivitas fisik ringan, aktivitas fisik sedang, dan aktivitas fisik Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas dengan kategori tinggi yang artinya bisa mengeluarkan energi > 7 Kkal/menit (Kementerian Kesehatan RI. Energi yang keluar tersebut dilakukan dengan rata-rata melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi atau kombinasi setidaknya sekitar 75-150 menit dalam seminggu atau melakukan aktivitas sedang minimal 150-300 menit dalam (WHO. Untuk mengurangi dampak merugikan dari perilaku kurang aktivitas dan perilaku menetap, pralansia harus melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga direkomendasikan (WHO, 2. Pralansia yang mempunyai tingkat aktivitas tinggi dan sedang dipengaruhi oleh kebiasaan hidup yang baik dan konsisten sehingga menciptakan kebugaran fisik yang sehat sehingga dapat produktif secara terus Hasil penelitian yang telah dilakukan di Komunitas Pasemetoanan Yoga Asana Seger Oger Denpasar menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik pada masyarakat Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Santi et al . menyebutkan bahwa Yoga dapat menjadi sarana untuk pralansia dan lansia merasa bugar meskipun memiliki penyakit kronis dan nyeri. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fowler et al . menyebutkan bahwa peserta pralansia yang mendapatkan intervensi yoga mengalami penurunan gangguan nyeri yang signifikan peningkatan secara fungsional (Fowler et , 2. Teori para ahli yang sejalan dengan penelitian yakni, teori keausan dalam proses penuaan fisik dan teori aktivitas Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 dalam proses penuaan psikososial. Teori keausan menjelaskan bahwa tubuh seperti mesin yang akan kehilangan fungsi ketika seiring bertambahnya usia, sel, jaringan, dan organ akan menurun (Jin, 2. Oleh karena itu, teori ini mengusulkan bahwa pemeliharaan kesehatan secara dini akan mengurangi tingkat keausan sehingga dapat menjaga fungsi tubuh lebih lama dengan baik (Mujiadi & Rahman, 2. Teori aktivitas menjelaskan bahwa pralansia yang aktif dalam keterlibatan sosial yang lebih besar akan memiliki semangat dan kepuasan hidup yang tinggi, penyesuaian serta kesehatan mental yang lebih positif (Nasrullah, 2. Pralansia yang menjadi responden penelitian ini merupakan yang tergabung di dalam Komunitas Pasemetonan Yoga Asana Seger Oger Denpasar, dimana responden tidak hanya sekedar menjadi peserta yang mengikuti latihan Hatha Yoga, tetapi responden juga berbaur seperti saudara yang disebut sebagai Pasemetonan . alam bahasa Bal. dan aktif melakukan kegiatan positif bersama seperti melakukan liburan bersama, mendaki ke gunung, melakukan persembahyangan tirtayatra . agi yang bergama Hind. dan merayakan momen ulang tahun bersama. Kegiatan positif yang dilakukan membuat para responden mayoritas aktif melakukan latihan Hatha Yoga. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan tahap pralansia yaitu perlunya kegiatan untuk menjadi upaya dalam mempersiapkan masa pensiun yang akan dialami. Periode ini jika menemukan tempat kegiatan di luar pekerjaan yang menyenangkan dan positif, seperti bergabung ke sebuah komunitas, maka di masa depan akan mengurangi rasa kecemasan dan kesepian (Putri et al. Pralansia yang bergabung di komunitas positif juga bisa menjadi faktor dukungan sosial yang baik dikarenakan dapat memberikan motivasi dan dorongan dalam melakukan aktivitas fisik atau Dukungan berpengaruh terhadap kepatuhan dalam Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 mendapatkan nasihat dari orang lain (Park et al, 2. Pralansia yang ingin bergabung untuk mengikuti latihan Hatha Yoga ini hanya perlu menyiapkan keinginan untuk aktif dan konsisten serta matras. Komunitas ini terbuka untuk umum serta tidak akan membebani peserta karena tidak dipungut biaya dan tidak banyak aturan yang membebani sebagai syarat bergabung masuk dalam Komunitas Pasemetoanan Yoga Asana Seger Oger Denpasar sehingga ini juga menjadi salah satu faktor masyarakat pralansia aktif melakukan Selain memengaruhi pralansia mayoritas aktif melakukan latihan dikarenakan lama bergabung di komunitas dimana rata-rata sudah bergabung minimal 1 bulan dan lebih dari 3 bulan. Lama bergabung dalam sebuah komunitas membuat latihan yang kebiasaan akan terbentuk minimal 1 bulan (Kaushal & Rhodes, 2. Masyarakat pralansia yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan adanya kebiasaan latihan yang rutin dan aktif untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani yang dapat dibuktikan dengan perilaku aktivitas fisik sehari-hari yang dilakukan mayoritas dengan kategori aktif. Rata-rata responden yang aktif latihan Hatha Yoga memiliki level aktivitas kategori tinggi dan sedang. Sedangkan responden yang pasif latihan Hatha Yoga memiliki level aktivitas fisik yang sedang dan rendah. Pralansia yang aktif menurut hasil penelitian yang dilakukan Marhumi . dapat mencegah ketergantungan saat usia lansia yang memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari, terjadinya peningkatan biaya penghasilan, peningkatan disabilitas, tidak adanya dukungan sosial, dan berisiko Hatha Yoga melalui pranayama dapat meningkatkan fungsi kerja kelenjar endokrin dalam tubuh yang terjadi saat melakukan pengaturan napas dan gerakan asana membuat tubuh lentur dan membuat sistem jaringan saling membantu saat diselaraskan antara otot, tulang, saraf, kelenjar, jalan pernafasan, dan sistem peredaran darah sehingga bisa melatih otot, meningkatkan fungsi sistem tubuh dan (Dwidyaniti, 2. Aktivitas fisik merupakan gerakan fisik yang dilakukan oleh otot yang membuat terjadinya pengeluaran energi. Maka dari itu. Hatha Yoga sangat penting dan cocok dilakukan karena pada bagian asana dan pranayama lebih banyak energi yang dikumpulkan sehingga tubuh akan mempunyai energi Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa individu dengan kebiasaan latihan Hatha Yoga aktif mampu meningkatkan level aktifitas fisik hingga kategori tinggi. Dampak positif yang ditimbulkan dari penuaan yang aktif yaitu dapat mencegah proses penuaan yang mengalami penurunan dan permasalahan sehingga berimplikasi pada penurunan dalam perawatan di hari tua. Pralansia sangat direkomendasikan untuk mulai melakukan latihan fisik di sebuah komunitas yang bisa berdampak positif untuk membentuk motivasi dan konsisten sehingga dapat membuat tetap produktif sampai usia lanjut. Penelitian ini memiliki keterbatasan. Kuisioner level aktivitas fisik yang digunakan merupakan recall dan peserta mengukur detail waktu yang dihabiskan dalam melakukan aktivitas fisik. Jadi hasil waktu yang dilakukan bisa saja tidak terlalu tepat. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan latiha Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik pada kelompok pralansia Komunitas Pasemetoanan Yoga Asana Seger Oger Denpasar. Dimana pralansia di komunitas Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 masih banyak yang aktif melakukan latihan Hatha Yoga. Pralansia mayoritas aktif melakukan kegiatan sehari-hari dengan pencapaian skor tinggi yang artinya bisa mengeluarkan energi > 7 Kkal/menit yang sudah sesuai dengan rekomendasi untuk usia pralansia. Hatha Yoga merupakan latihan yang dapat dilakukan pralansia karena mencakup afirmasi positif, asanas . ostur fisi. , pranayama . , dan meditasi . yang baik untuk peregangan, bekerja pada otot secara maksimal yang membuat tubuh rileks dan menjadi produktif, sehingga mampu berkontribusi dalam aktivitas fisik. DAFTAR PUSTAKA