p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 URGENSI DAAoWAH KULTURAL MUHAMMADIYAH DITENGAH MASYARAKAT BERBUDAYA Hijaz Tahir, . Syahrir L . Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang . tahirhijaz@gmail. lau00@gmail. Abstrak Perjalanannya yang sudah berjalan dalam kurun waktu lebih dari satu abad dan bukan merupakan waktu yang singkat. Muhammadiyah sudah melewati berbagai macam dinamika dalam mengukir sejarah pengalaman dalam berdakwah. Sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah yang sudah akrab dikenal dengan Gerakan dakwah Islam, pembaharuan agama dan social pemberdayan masyarakat sebagai sebagai salah satu jalan menjadikan gerakan dalam membangkitkan potensi dan kekuatan untuk mencerahakan umat islam di Indonesia. Ketika melihat perkembangan masyarakat didunia ini sudah terbagi karna berbagai macam budaya yang ada disetiap wilayah tertentu. Muhammadiyah dengan perbedaan budaya itu hadir dan menjadi keharusan untuk menghadapi tuntutan zaman dan tantangan keummatan. Di tengah perkembangan zaman dan tantangan modernisasi. Muhammadiyah bukan hanya sebagai gerakan dakwah tetapi juga sebagai gerakan sosial dan pendidikan telah menjadi organisasi dengan ikon modernisasi Melihat dari berbagai macam tantangan namun demikian dalam lingkup budaya Muhammadiyah sedapat mungkin melangkah dengan gerakan yang selaras dengan ruang budaya. Di era modern ini, persyarikatan Muhammadiyah telah bergerak dengan dengan kepekaan budaya dimana bergerak mencerahkan budaya lokal. Hari ini Muhammadiyah terus bergerak untuk mengembangkan dakwah kulktural yang sudah berkembang dinegara yang memiliki macam warna Kata Kunci: muhammadiyah,gerakan dakwah, dakwah kultural Abstract In its journey which has been going on for more than a century and is not a short time. Muhammadiyah has gone through various kinds of dynamics in carving out the history of experience in preaching. Since it was founded by KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah who is already familiar with the Islamic Da'wah Movement, religious renewal and social community empowerment as a way to make the movement awaken potential and strength to enlighten Muslims in Indonesia. When looking at the development of society in this world, it has been divided because of the various kinds of culture that exist in each particular region. Muhammadiyah, with its cultural differences, exists and becomes a necessity to face the demands of the times and challenges of the ummah. In the midst of the times and challenges of modernization. Muhammadiyah is not only a da'wah movement but also a social and educational movement that has become an organization with an icon of Islamic Looking at the various challenges, however, within the scope of Muhammadiyah culture, wherever possible, move with movements that are in line with the cultural space. In this modern era, the Muhammadiyah organization has moved with cultural sensitivity which has moved to enlighten local culture. Today Muhammadiyah continues to move to develop cultural da'wah that has developed in countries that have various cultural Kata Kunci: muhammadiyah, daAowah movement, cultural da'wah JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 PENDAHULUAN Kemuliaan adalah dambaan setiap Ia bagaikan kuncup bunga yang diminati kumbang yang sedang beterbangan. Ia bagaikan oase bagi para musafir yang mengarungi padang pasir untuk melepaskan haus dan dahaga. Kemuliaan merupakan tanda kebesaran mengalahkan bintang lencana dipundak para jenderal. Kalimat-kalimat melukiskan betapa berharganya kemuliaan Namun kemuliaan yang hakiki tidak hanya terpancar dari mata dan pandangan manusia, bahkan ia lahir dari pujian dan kasih sayang Tuhan sebagai anugerah terbesar bagi peraih kemuliaan itu. Kemuliaan yang hakiki tidak dapat diraih dengan hanya memperbaiki dan memikirkan diri sendiri, tapi lebih dari itu cahaya kemuliaan harus terpatri lewat usaha merealisasikan nilai-nilai kemuliaan tersebut. Di antara bentuk realisasinya adalah keterbukaan untuk membantu sesama, kiranya mereka pun merasakan betapa nikmat kemuliaan itu. Inilah AumungkinAy salah satu makna dari kalimat dakwah atau paling tidak mendekati maksud kalimat dalam penulisan sederhana ini. Misalnya saja di Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya dan bahasa daerah. Hingga saat ini. Indonesia memiliki 718 regional bahasa tersebar dari Sabang sampai Merauke (Rasyid. Sadapotto, et al. , 2. Hanya perkembangan dan kemajuan zaman, seakan inti dakwah terkikis oleh derasnya tantangan baik yang abstrak maupun yang konkrit. Tantangan yang dimaksud bisa muncul dari dalam berupa pengaruh-pengaruh kejiwaan termasuk kurangnya kesiapan melaksanakan tugas dakwah, atau ia muncul dari luar berupa pengaruh-pengaruh materil yang terkadang menjadi bintik-bintik hitam ditengah putihnya hamparan keikhlasan hati menyampaikan Bisa juga tantangan tersebut berupa ketidak-tahuan mengenai apa dan bagaimana hal-hal yang menjadi fungsi dan tujuan dakwah yang sesungguhnya. AuKeluhan-keluhanAy di atas menjadi sesuatu yang melatarbelakangi penulis menyusun sebuah tulisan yang bertemakan: Urgensi dakwah kultural Muhammadiyah ditengah ummat berbudaya. Apatah lagi tulisan ini menjadi salah satu tugas. Semoga kehadirannya menjadi obat atau paling tidak ramuan yang dapat mengurangi tanggapan negative terhadap dakwah amar maAoruf nahi mungkar sebagai misi penyelamatan aqidah. Dan juga dapat menjadi wasilah untuk merealisasikan kemuliaan pribadi terhadap sesama yang pada akhirnya mengantar kita menuju gerbang kemuliaan dan kebahagiaan hakiki di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. METODE PENELITIAN Dalam tulisan ini metode yang dipakai dan dikembangkan adalah jenis kualitatif dalam hal ini bersifat secara umum. Karna hasil data yang diberikan secara deskriptif berisi kalimat-kalimat berdasarkan hasil data yang dituangkan sesuai dengan prosedur. Metode penelitian dalam tulisan ini mencakup metode pendekatan secara Teknik, data yang terkumpul, data yang dikelola secara teknik dan sudah dianalsis berdasarkan data yang sudah ada, begitu juga dengan metode atau cara penarikan dalam bentuk kesimpulan. Fokus dalam tulisan ini tentu dengan pendekatan pemahaman agama tentang istilah-istilah dakwah serta fungsi dakwah Kultural ditengah masyarakat berbudaya, sementara itu teknik dalam pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan. Persyarikatan Muhammadiyah juga terutama pelajaran penting dalam mengembangkan aktifitas gerakan dakwah di Muhammadiyah (Syahrir et al. , 2. Yang paling penting adalah sumber utama yang digunakan adalah Al Quran selanjutnya Hadits nabi Muhammad SAW serta buku-buku yang memiliki keterkaitan dengan tulisan ini HASIL DAN PEMBAHASAN Istilah-istilah yang semakna dengan Sebelum lebih jauh berbicara mengenai istilah-istilah yang semakna dengan dakwah, ada baiknya disebutkan terlebih dahulu mengenai makna kata dakwah itu sendiri. Dakwah adalah sebuah kata yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat khususnya umat Islam sebab agama Islam sendiri dikenal dengan istilah din al daAowah agama dakwah yang berarti bahwa Islam disebarkan dengan cara damai bukan dengan kekerasan. Ditengah perubahan dan perkembangan global yang cepat mengubah prinsip berfikir, cara hidup, berkomunikasi untuk mencapai berbudaya(Rasyid. Firman, et al. , 2. JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 Dari sini pula maka dipastikan bahwa kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari huruf dhal. Aoain, dan wawu. Jika ditinjau dari segi bahasa maka kata dakwah berarti doa, seruan. Sedangkan dalam kamus Maqayis al Lugah bahwa kata dakwah berarti mengajak kepada sesuatu baik kata-kata, perbuatan, dimana sesuatu tersebut telah ada pada kita. Sebagai contoh dari penggunaan kata tersebut misalnya. memanggil si fulan untuk datang ke rumah, maka dari ungkapan tersebut tersirat pernyataan bahwa saya ada atau paling tidak akan datang juga ke rumah tersebut. Contoh seperti ini dapat terlihat dalam firman Allah SWT QS. Yusuf ayat 25: AE A. AO U uE IA AuDan Allah memanggil/menyeru manusia ke Darussalam (Syurg. Ay Dari ayat tersebut sebenarnya tersirat sebuah pesan bahwa Allah Swt, adalah Pemilik keselamatan. Adapun dakwah dari segi istilah maka sulit menentukan secara pasti, sebab kata dakwah khususnya di dalam Al-QurAoan memiliki term dan makna yang berbeda. Namun meskipun term dakwah banyak dijumpai dalam Al-QurAoan. Selain itu, kata tersebut memiliki keistimewaan sebab umat Muhammad saw. selaku ahli waris bebas menunjukkan perilaku tertentu sebagai umpan positif kegiatan dakwah, dalam kaitan itu maka lahirlah sejumlah definisi dakwah. Misalnya saja. Syekh Ali Makhfudh mengatakan bahwa dakwah berarti Aumendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk . , menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Ay Ataukah definisi yang diperkenalkan oleh HSM. Nasarudin Latif : AuSetiap usaha aktivitas dengan tulisan maupun liasan memanggil manusia lainnya untuk beriman dan menaati Allah SWT. sesuai dengan garis-garis akidah dan syariat serta akhlak islamiyahAy. Lain lagi dengan MaAoruf Amin, beliau mengatakan bahwa dakwah secara makro berarti upaya pembebasan umat manusia secara fundamental, yaitu . man dimanifestasikan dalam sistem kegiatan dalam bidang sosial kemasyarakata. Dari sekian banyak definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dakwah sebenarnya adalah adanya proses untuk merubah orang lain dari sesuatu yang buruk atau kurang baik menuju sesuatu yang lebih baik. Atau dapat dikatakan dengan seruan dan ajakan. Jika kata dakwah diberi arti seruan maka yang dimaksudkan adalah seruan kepada Islam atau seruan Islam. Demikian pula bila ia diartikan sebagai ajakan, ajakan kepada Islam. Dari segi makna, maka ditemukan beberapa kata yang memiliki arti yang tidak jauh beda dengan dakwah, diantaranya : Tabligh Tabligh berasal dari akar kata ballaga Kata tersebut dapat ditemukan salah satunya dalam QS. AlMaidah : 67. AuHai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari TuhanmuAAy. Ataukah di salah satu sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari Acas U AiA AuSampaikanlah dariku walau satu ayatAy. Jadi dipahami dari kedua dalil di atas Aumenyampaikan pesan-pesan agamaAy merupakan kewajiban bukan hanya bagi Nabi namun juga seluruh manusia khususnya umat Islam. Dan juga tidak disebutkannya cara menyampaikan tersebut menandakan akan luasnya jalan dakwah/tabligh baik demngan lisan maupun dengan tulisan atau bisa juga bentuk aplikasi di lapangan. Khutbah Khutbah juga sebenarnya dapat berarti ceramah atau pidato, namun DR. Abd. Rahim Arsyad. MA mendefinisikan khutbah sebagai Ausebuah penyampaian yang disampaikan oleh seseorang kepada jamaAoah kesan/pengaruh serta menundukkannyaAy. Jadi dari definisi tersebut tersirat tujuan khutbah adalah memberi kesan sehingga pendengar dapat tunduk terhadap apa yang disampaikan. Nashihah JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 Nasihat pada dasarnya juga berarti menyampaikan kebaikan kepada orang Hanya saja lebih bersifat korektif dan kuratif terhadap kondisi keagamaan seseorang, sehingga ia berarti seruan untuk melakukan perubahan diri dengan cara yang menyentuh dan melunakkan Hal inilah AumungkinAy yang menjadi makna sebuah ungkapan Aujika mulut yang bicara nyangkutnya Cuma di telinga namun bila hati yang bicara maka tembusnya di hati juaAy. Akan tetapi perlu pula dipertegas bahwa nasihat bukan hanya dengan semata namun terkadang dibarengi dengan pembuktian atau pengamalan. Tandzir dan Tabsyir Kedua istilah ini merupakan istilah yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya sebagai amanah sekaligus kewajiban yang harus Tandzir berarti seruan yang dibarengi dengan ancaman baik berupa siksaan maupun akibat buruk yang ditimbulkan bila seruan tersebut tidak diijabah dengan baik. Sedangkan tabsyir adalah antonom dari tandzir sebab ini menekankan kabar dan berita gembira bila seruan tersebut diterima. Namun kelapangan terkadang masyarakat mampu dan mau menerima kebenaran/seruan jika ia dibarengi dengan hal-hal yang menggembirakan bukan dengan hal-hal yang mengerikan atau menakutkan, walaupun terkadang tandzir itu lebih diutamakan dari pada tabsyir. Masih banyak kata yang sepadan dengan kata dakwah tersebut, misalnya mauAoidhah, tadzkirah, washiyah,dan lainlain. Namun keragaman kata tersebut tidak perlu terlalu dicari perbedaan dan persamaannya, sebab semua itu tidak lepas atau jauh beda dengan dakwah bahkan dapat dikatakan bahwa semuanya termasuk dari bagian dari bentuk dan sifat Hanya saja keragaman kata tersebut dapat dipahami bahwa dakwah dinantikan oleh audiens dengan adanya komunikasi batin antara yang berdakwah dan yang didakwahi, atau dakwah dapat menjadi seruan yang menggembirakan sekalipun tidak menutup kemungkinan ada hal yang mesti menakutkan sehingga dakwah tersebut meninggalkan kesan dan pengaruh yang pada akhirnya akan dipatuhi dan dibuktikan lewat realisasi Fungsi Dakwah Kultural Dengan melihat definisi, makna dan istilah-istilah yang semakna dengan dakwah di atas maka dapat disimpulkan bahwa dakwah memiliki fungsi sebagai Dakwah berfungsi untuk menyebarkan Islam kepada manusia sebagai individu dan masyarakat sehingga merasakan Islam sebagai rahmatan lil Aoalamin bagi seluruh alam. Dari fungsi ini diharapkan dakwah dapat membawa kesejukan tanpa memunculkan pertikaian dan Dakwah diharapkan menjadi sarana pemersatu bagi kemajemukan masyarakat. Dakwah berfungsi melestarikan nilainilai Islam sehingga kelangsungan ajaran tidak terputus. Dari fungsi ini sebenarnya tergambar betapa dakwah menjadi sesuatu yang sangat urgen apatah lagi Islam yang diidentikkan dengan agama dakwah yang berarti bahwa Islam adalah agama yang disebarkan dengan damai, penuh kasih sayang, dan adanya keterbukaan. Sehingga berdakwah menjadi jalan kepada dan eksis dan tidaknya suatu ajaran. Semoga dakwah dapat melestarikan ajaran serta nilai-nilai agama. Dakwah berfungsi korektif artinya meluruskan akhlak yang bengkok, mengeluarkan manusia dari kegelapan Hal ini sangat diharapkan sebab manusia adalah mulia namun terkadang kemuliaan itu berkurang bila nilai-nilai kemuliaan tersebut tidak dipelihara dengan baik. Sehingga salah asatu jalan memperbaiki dan memelihara nilai kemuliaan itu adalah melalui dakwah. Inilah yang dimaksud dakwah kultural di Muhammadiyah menjadi fungsi dakwah sehingga indra keagamaan yang seakan tumpul dapat difungsikan kembali agar JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 dapat menghayati tujuan hidup yang sebenarnya untuk berbakti kepada Allah. Seperti yang pernah dicontohkan oleh rasulullah SAW dalam menyampaikan dakwahnya pada saat penaklukan kota Mekah didepan ratusan ribu umat islam terkait persoalan muamalah dan syariat islam (Tang et al. , 2. Dari fungsi tersebut tergambar bahwa dakwah ibarat pelita di tengah kegelapan yang memancarkan cahaya-cahaya petunjuk menuntun manusia menuju kebahagiaan merupakan kegiatan untuk menyadarkan Sehingga dipahami bahwa orang yang berhasil dalam dakwah bukanlah dengan banyak pengikut atau pengagum dakwah kita namun lebih dari itu dakwah yang berhasil adalah di saat manusia telah sadar akan fungsi dan kewajibannya serta mau mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam agama tersebut. Dakwah bukan mencari pengikut namun mempertemukan fitrah manusia dengan Islam. KESIMPULAN Setelah mengenai istilah dan fungsi dakwah kultural di Muhammadiyah kesimpulan sebagai berikut: Dakwah adalah kewajiban bagi setiap manusia khususnya umat Islam untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama atau menuntun menuju keadaan yang lebih baik Dakwah bukan sekedar ajakan dan serua semata namun lebih dari ia adalah ibadah yang bernilai mulia di sisi Allah SWT. Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, sesuai kemampuan adan keterampilan yang dimiliki oleh orang yang muballigh, baik melalui lisan, tulisan maupun perbuatan nyata. Kemuliaan dakwah tidak diukur dari retorika atau indah dan bagusnya cara menyampaikan dakwah, namun kemuliaan disampaikan telah menjadi bagian hidup dari sang daAoi. Dakwah bukan sekedar meleksanakan tugas dan kewajiban namun ia merupakan sarana untuk mendapatkan kemuliaan di mata Allah SWT. Fungsi dakwah adalah mengajak menuju kehidupan yang lebih baik di bawah naungan mardhatillah Inilah hasil usaha dan kerja keras penulis dalam mencari, mempelajari, dan menulis tentang arti dan fungsi dakwah. Semoga dengan tulisan ini menjadi ladang ilmu bagi penulis dan pembaca sehingga dapat menuai pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT. AyYa Allah, akhirilah kami dengan kebaikan dan keadaan Islam, dan gabungkanlah kami dalam golongan orang-orang yang saleh, hamba-hamba-Mu yang telah Engkau janjikan rahmat dan kasih sayang-Mu di dunia dan Ay. wallahu aAolam REFERENSI