Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN KETERLIBATAN SISWA DALAM EKSTRAKURIKULER TERHADAP PRESTASI BELAJAR DENGAN MEMPERHATIKAN DISIPLIN WAKTU Maya Nuraini1. Suroto2. Meyta Pritandhari3 Universitas Lampung1. Universitas Lampung2. Univeritas Lampung3 pos-el: mayaa3730@gmail. com 1 . 1993@fkip. id 2 . pritandhari@gmail. ABSTRAK Rendahnya prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung menunjukkan adanya permasalahan pada faktor lingkungan belajar dan keseimbangan antara kegiatan akademik serta ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan belajar dan keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar dengan memperhatikan disiplin waktu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 160 siswa kelas XI dan XII, menggunakan angket skala semantic differential dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar dan keterlibatan ekstrakurikuler berpengaruh langsung dan signifikan terhadap prestasi belajar, serta keduanya juga memengaruhi disiplin waktu yang menjadi variabel intervening. Secara simultan ketiga variabel berkontribusi sebesar 63,1% terhadap prestasi belajar siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyeimbangkan kegiatan ekstrakurikuler, serta membimbing siswa dalam kedisiplinan waktu agar prestasi akademik dan non-akademik dapat meningkat secara optimal. Kata kunci : Disiplin Waktu. Ekstrakurikuler. Lingkungan Belajar dan Prestasi. ABSTRACT The low academic achievement of students at SMA Gajah Mada Bandar Lampung indicates problems related to the learning environment and the balance between academic and extracurricular activities. This study aims to determine the effect of the learning environment and student involvement in extracurricular activities on learning achievement by considering time discipline. The research employed a quantitative method with a survey approach involving 160 students from grades XI and XII. Data were collected using a semantic differential scale questionnaire and analyzed through path analysis. The results show that the learning environment and extracurricular involvement have a direct and significant effect on learning achievement, and both also influence time discipline as an intervening variable. Simultaneously, the three variables contribute 63,1% to students learning achievement. the findings imply that schools play an important role in creating a conducive learning environment, maintaining balance in extracurricular activities, and guiding students to develop time discipline to improve both academic and non-academic performance. Keywords: Achievement. Extracurricular. Learning Environment and Time Discipline. PENDAHULUAN Prestasi belajar merupakan hasil interaksi antara faktor internal maupun eksternal Menurut Slameto . , prestasi belajar dipengaruhi berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa seperti motivasi, maupun dari luar seperti lingkungan belajar dan dukungan sosial. Lingkungan belajar yang kondusif, ekstrakurikuler, serta disiplin waktu menjadi faktor penting yang saling berkaitan dalam menentukan capaian Hidayah menegaskan bahwa lingkungan belajar yang mendukung dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa, sementara Grafiani . menyatakan bahwa Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan disiplin waktu yang baik mampu membantu siswa menyelesaikan tugas secara efisien dan menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Fenomena prestasi belajar yang belum optimal juga terlihat di SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan dokumentasi sekolah tahun ajaran 2024/2025 dari total 266 siswa kelas XI dan XII, hanya 18% yang memperoleh nilai dengan kategori sangat baik, 32,3% berada pada kategori baik, 35,7% pada kategori sedang, dan 12,4% pada kategori Selain itu, capaian prestasi siswa lebih dominan di bidang non-akademik, yakni mencapai 86% pada tahun 2023. Survei pra-penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun 96,9% siswa menilai mengembangkan kreativitas. Namun hanya 27,7% siswa yang mampu menyelaraskan waktu antara akademik dan non-akademik serta 32,3% merasa kekurangan waktu untuk istirahat akibat tingginya beban aktivitas. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam mengelola keseimbangan aktivitas. Aspek lingkungan belajar pun masih menghadapi tantangan. Dari hasil survey 78,5% siswa menyatakan fasilitas ekstrakurikuler belum memadai, 52,3% menilai sekolah belum memberikan dukungan maksimal terhadap kegiatan ekstrakurikuler, meskipun 76,9% menilai positif keberadaan guru pembina dan 84,6% menganggap suasana sosial sekolah sudah baik. Kondisi ini terdapat dukungan sosial, aspek fisik dan kelembagaan dari lingkungan sekolah masih perlu ditingkatkan agar mampu menunjang prestasi akademik siswa secara lebih optimal. Secara teoritis, permasalahan ini dapat dijelaskan melalui teori belajar koneksionisme Thorndike dalam (Sikolia, 2. mengemukakan Law of Readiness, yaitu seseorang akan lebih mudah belajar apabila memiliki kesiapan fisik dan Law of Exercise menekankan pentingnya latihan berulang untuk memperkuat hubungan antara stimulus dan respons, sedangkan Law of Effect menyatakan bahwa perilaku yang disertai hasil memuaskan cenderung diulang Temuan ini diperkuat oleh Sari & Pratama . yang menemukan bahwa pembelajaran berbasis latihan berulang dan penguatan positif dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Selain teori koneksionisme, teori kognitif piaget menekankan bahwa belajar merupakan proses adaptasi melalui asimilasi dan akomodasi. Menurut Piaget dalam Maya . , perkembangan kognitif berlangsung melalui proses adaptasi yang dipengaruhi pengalaman belajar yang variatif. Hal ini diperkuat oleh Rahmawati . yang menemukan bahwa variasi pengalaman belajar mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis Hal ini sejalan dengan pendapat Pritandhari . yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah salah satu keberhasilan belajar. Selain itu menurut Yuliani & Saputra menemukan dimana kolarobari dengan teman sebaya juga akademik siswa. Sejumlah mendukung keterkaitan faktor-faktor Putri & Kurniawan . menegaskan bahwa keterlibatan dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama. Amalia . menemukan bahwa lingkungan keluarga, sekolah, dan pengalaman pendidikan sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Valentin dkk. menjelaskan bahwa keterliibatan siswa dalam kegiatan non-akademik dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada kemampuan siswa dalam mengelola waktu. Sementara itu Nurhayati & Saputra . menunjukkan bahwa siswa dengan disiplin waktu yang lebih baik mampu Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mencapai target akademik sekaligus tetap aktif dalam kegiatan non-akademik. Penelitian Suroto, dkk. juga pembelajaran dan lingkungan fisik terhadap efektivitas belajar siswa, sedangkan Sianipar & Wijaya . menegaskan bahwa keseimbangan antara akademik dan non-akademik merupakan kunci keberhasilan manajemen sekolah yang efektif. Meskipun banyak penelitian telah mengkaji pengaruh lingkungan belajar dan kegiatan ekstrakurikuler terhadap kesenjangan penelitian . ap analysi. yang signifikan dan kompleks. Pertama, sebagaian besar studi seperti yang dilakukan Putri & Kurniawan . dan Amalia . hanya berfokus pada holistic dan mekanisme mediasi yang Kedua, penelitian yang secara spesifik mengintegrasikan disiplin waktu sebagai variabel intervening masih sangat terbatas. Sebagai contoh. Valentin . hanya menyebutkan secara implisit bahwa manajemen waktu berpotensi memengaruhi tetapi tidak menguji secara empiris. Demikian pula penelitian Pratiwi & Sujarwo . lebih ekstrakurikuler pada aspek psikologis seperti kepercayaan diri, tetapi kurang menyentuh terhadap pencapian akademik Ketiga. Studi oleh Nurhayati & Saputra . menunjukkan bahwa ekstrakurikuler dapat berdampak negatif tanpa manajemen waktu yang baik, disisi lain peneitian Grafiani . menyoroti bahwa lingkungan belajar yang baik dapat mendorong disiplin waktu. Perbedaan dibandingkan penelitian sebelumnya terletak pada analisis yang dilakukan secara simultan terhadap ketiga faktor utama tersebut. Jika penelitian terdahulu cenderung hanya menyoroti satu atau dua variabel secara parsial, penelitian ini menguji pengaruh lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler bersamaan, dan didukung pula dengan menjembatani pengaruh antar variabel baik secara parsial maupun simultan. Hal ini belum terdapat pada penelitian Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensif dalam variabel-variabel sekaligus, serta penerapannya pada konteks siswa kelas XI dan XII SMA Gajah Mada Bandar Lampung dengan memanfaatkan data capaian prestasi sekolah dan kuisioner pendahuluan. Dengan diharapkan dapat memberikan temuan memperkaya kajian mengenai faktorfaktor yang berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya capaian prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung yang ditunjukkan dengan masih rendahnya capaian prestasi baik akademik dan non-akademik siswa. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menguji pengaruh lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler memperhatikan disiplin waktu siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ketiga variabel tersebut, baik parsial maupun simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI dan XII SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif verifikatif dengan menggunakan studi ex post facto (Sugiyono, 2019:. Populasi ialah siswa kelas XI dan XII SMA Gajah Mada Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari Bandar Lampung tahun 2025/2026 sebanyak 266 orang, dengan sampel 160 menggunakan rumus Slovin dan simple random sampling. Variabel meliputi lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler, disiplin waktu, dan prestasi belajar, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, reabilitas, normalitas, homogenitas, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Uji Asumsi Klasik Tabel 2. Rekapitulasi uji asumsi klasik Jenis Uji Hasil Pengujian Kriteria Uji KS = 07,112. Sig > 0,05 Normalitas Sig = 0,132 Uji X1 = 0,798. X2 = Sig > 0,05 Homogenita 0,188. Y = 0,193 Uji Fhitung = 766,467. Fhitung > Linearitas Ftabel = 3. Ftabel Uji TOL: X1 = TOL > 0,10 Multikolinea 0,998. X2 = VIF < 10 0,993. Y = 0,991 VIF: X1 = 1,002. X2 = 1,007. Y = HASIL DAN PEMBAHASAN 1,009 Hasil Pengolahan Data Uji DW = 2. dU < DW < Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Autokorelasi Rentang: 1,7798 . Ae dU) < dW < 2,2202 Tabel 1. Rekapitulasi uji validitas dan Uji X1 = 0,275. X2 = Sig > 0,05 Heteroskeda 0,264. Y = Variabel Jumlah Rentang Alpha 0,139 Item Cronbach Sumber: Pengolahan Data SPSS . Lingkungan 0,4010,960 0,718 Hasil rangkaian uji asumsi klasik Keterlibatan 0,4070,971 menunjukkan bahwa model regresi siswa dalam 0,760 Disiplin waktu 9 0,4450,899 Uji normalitas menggunakan 0,629 Kolmogorov- Smirnov menghasilkan Prestasi 0,4440,973 nilai signifikansi 0,132 > 0,05, sehingga 0,711 Uji Sumber: Pengolahan Data SPSS . homogenitas menggunakan Levene Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan pada ekstrakurikuler, disiplin, dan prestasi belajar memiliki nilai korelasi item total di atas rtabel . , sehingga seluruh butir dinyatakan valid. Selanjutnya uji reliabilitas dengan nilai Alpha Cronbach pada rentan tersebut mengindikasikan bahwa instrument penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi, sehingga layak digunakan untuk pengukuran. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Statistic juga menunjukkan bahwa signifikansi > 0,05, sehingga varians data dinyatakan homogen. Pengujian linearitas dengan metodee Ramsey memberikan Fhitung sebesar 766,467 yang lebih besar daripada Ftabel 3,90 sehingga hubungan antar variabel bersifat linear. Selanjutnya, tidak ditemukan masalah multikolinearitas karena seluruh nilai tolerance berada di atas 0,10 dan VIF di Uji menghasilkan nilai Durbin-Watson sebesar 2,090 yang berada dalam rentang dU hingga . -dU), sehingga model bebas dari autokorelasi. Terakhir. Uji heteroskedastisitas menggunakan Rank Spearman menunjukkan seluruh Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari nilai signifikansi > 0,05 sehingga tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas. Dengan demikian, model regresi memenuhi seluruh asumsi klasik dan layak digunakan untuk analisis lebih Uji Analisis Jalur Gambar 1. Diagram Hasil Analisis Jalur Persamaan structural untuk diagram jalur tersebut adalah: Y = YX1 YX2 C1 Y = 0,744 0,384 0,8671 Z = ZX1 ZX2 C1 Z = 0,670 0,355 0,7133 ZY = ZX1 ZX2 ZY C2 ZY = 0,670 0,353 0,253 0,7133 Hasil analisis pengolahan data menggunakan analisis jalur sebagai . Pengaruh Langsung Lingkungan Belajar Terhadap Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis lingkungan belajar terhadap disiplin waktu sebesar 74,4% sisanya 25,6% dipengaruhi faktor lain. Pengaruh Langsung Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh besarnya pengaruh keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler terhadap disiplin waktu sebesar 38,4% sisanya 61,6% dipengaruhi faktor lain. Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dengan Keterlibatan Siswa Dalam Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Ekstrakurikuler Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh sebesar 0,291. Sedangkan koefisien rtabel dengan dk = 158 dan = 0,05 0,155. Temuan belajar yang mendukung terbukti . Pengaruh Langsung Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis lingkungan belajar terhadap prestasi belajar sebesar 67,0% sisanya 33% dipengaruhi faktor lain. Pengaruh Langsung Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh besarnya pengaruh keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar sebesar 35,5% sisanya 64,5% dipengaruhi faktor lain. Pengaruh Langsung Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh besarnya pengaruh disiplin waktu terhadap prestasi belajar sebesar 25,3% sisanya 74,7% dipengaruhi faktor lain. Pengaruh Tidak Langsung Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Melalui disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh sebesar X1 Ae Y Ae Z = . ,744 x 0,. = 0,1882 = . ,82%), yang berarti lingkungan belajar berpengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui disiplin waktu. Besarnya pengaruh sebesar 18,82%. Pengaruh Tidak Langsung Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Melalui Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh sebesar X2 Ae Y Ae Z = . ,384 x 0,. = 0,0971 = . ,71%), yang berarti ekstrakurikuler berpengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui disiplin waktu. Besarnya pengaruh sebesar 9,71%. Pengaruh Simultan Lingkungan Belajar dan Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan analisis statistic diperoleh nilai koefisien kadar determinasi (R. sebesar 0,499 atau 49,9% hal ini berarti variabel disiplin waktu dipengaruhi oleh variabel lingkungan belajar dan keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler sebesar 49,9% dan sisanya 50,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh Simultan Lingkungan Belajar. Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler dan Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan analisis statistic diperoleh nilai koefisien kadar determinasi (R. sebesar 0,631 atau 63,1% hal ini berarti variabel prestasi belajar dipengaruhi oleh variabel lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler, dan disiplin waktu sebesar 63,1% dan sisanya 36,9% dipengaruhi oleh faktor lain. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PEMBAHASAN . Pengaruh Langsung Lingkungan Belajar Terhadap Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Lingkungan belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan akademik, khususnya dalam disiplin waktu. Lingkungan belajar yang dimaksud mencakup suasana kelas, ketersediaan sarana dan prasarana, interaksi guru dengan siswa, serta hubungan antar teman sebaya (Slameto, 2019:72. Sudjana, 2017:. , lingkungan belajar yang kondusif dapat menciptakan motivasi intrinsic pada siswa sehingga mendorong mereka untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin waktu pada siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astuti . yang menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara kondisi lingkungan belajar dengan disiplin waktu pada siswa SMA di Yogyakarta. Berdasarkan berbagai penelitian terhadap disiplin waktu. Lingkungan belajar yang kondusif memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan disiplin waktu siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif yang nantinya dapat meningkatkan disiplin waktu pada siswa secara . Pengaruh Langsung Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Kegiatan sekolah merupakan salah satu wadah pengembangan potensi siswa di luar Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa tidak hanya mengembangkan minat dan bakat, tetapi juga belajar mengatur waktu antara kewajiban akademik dan non-akademik. Menurut Suryosubroto . , keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan manfaat besar bagi pembentukan disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola waktu. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin waktu pada siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan penelitian sebelumnya, terbukti bahwa ekstrakurikuler berpengaruh terhadap disiplin waktu. Keterlibatan aktif siswa kontribusi nyata terhadap peningkatan disiplin waktu siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan ekstrakutikuler yang nantinya dapat meningkatkan disiplin waktu pada siswa secara . Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dengan Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Lingkungan belajar tidak hanya memengaruhi keterampilan akademik siswa, tetapi juga berperan penting dalam mendorong partisipasi mereka pada kegiatan ekstrakurikuler. Menurut Slameto . , lingkungan belajar yang kondusif, baik dari segi fisik maupun psikososial akan memberikan rasa nyaman, aman, dan termotivasi melalui kegiatan di luar pembelajaran Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan adanya hubungan yang positif antara lingkungan belajar dengan keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler pada siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya, terbukti bahwa terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan keterlibatan siswa dalam Hal ini menunjukkan ekstrakurikuler di SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan lingkungan belajar yang kondusif yang nantinya dapat meningkatkan keterlibatan siswa pada kegiatan ekstrakurikuer. Pengaruh Langsung Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Lingkungan belajar merupakan berpengaruh terhadap keberhasilan akademik siswa. Menurut Djamarah & Zain . lingkungan belajar mencakup segala kondisi di sekitar siswa yang dapat memengaruhi proses dan hasil belajarnya, baik berupa lingkungan fisik . uang kelas, fasilitas belajar, sarana sekola. , maupun lingkungan sosial . ubungan dengan guru, teman sebaya, dan budaya Hasil observasi yang telah dilakukan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian terhadap prestasi belajar. Lingkungan belajar yang nyaman memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena lingkungan belajar yang nantinya dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa secara optimal. Pengaruh Langsung Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Pada Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Kegiatan merupakan salah satu sarana penting dalam pengembangan potensi diri siswa di luar kegiatan intrakurikuler. Selain menyalurkan minat dan bakat, keterlibatan siswa dalam kegiatan kontribusi terhadap pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, kerjasama, serta keterampilan sosial yang pada akhirnya dapat berdampak pada Menurut Suryosubroto ekstrakurikuler yang dirancang dengan baik dapa menunjang keberhasilan belajar karena siswa belajar mengelola waktu, menyelesaikan tanggung jawab. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian ekstrakurikuler berpengaruh terhadap prestasi belajar. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu ekstrakurikuler siswa yang nantinya dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa secara optimal. Pengaruh Langsung Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Menurut Macan . disiplin perencanaan . , penetapan prioritas . , pengendalian diri . elf contro. dalam memanfaatkan Siswa dengan disiplin waktu yang baik akan lebih terarah dalam menunda, serta lebih fokus dalam mencapai tujuan akademik. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan disiplin waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya, terbukti bahwa disiplin waktu berpengaruh terhadap prestasi Siswa yang dapat mengatur waktu dengan baik memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena mengingatkan siswa dalam mengatur waktu sebaik mungkin yang nantinya dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa secara optimal. Pengaruh Tidak Langsung Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Melalui Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada andar Lampung. Pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar tidak selalu bersifat langsung, melainkan sering dipengaruhi oleh faktor lain, salah satunya adalah disiplin waktu. Lingkungan belajar teratur dan disiplin, yang pencapaian prestasi belajar. (Djamarah & Zain, 2022:41. Slameto, 2019:. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa lingkungan belajar berpengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui disiplin waktu pada siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian lingkungan belajar berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui disiplin waktu. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Lingkungan belajar yang baik serta siswa yang dapat mengatur waktu dengan baik memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu meningkatkan kualitas lingkungan belajar serta senantiasa mengingatkan siswa dalam mengatur waktu sebaik mungkin yang nantinya dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa secara optimal. Pengaruh Tidak Langsung Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Melalui Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Kontribusi belajar tidak selalu bersifat langsung. Salah satu faktor yang berperan sebagai perantara adalah disiplin Menurut Suryosubroto . kegiatan ekstrakurikuler yang padat menuntut siswa untuk pandai mengatur waktu agar aktivitas akademik dan non-akademik dapat berjalan seimbang. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler berpengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui disiplin waktu pada siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian ekstrakurikuler berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui disiplin waktu. Keaktifan siswa dalam estrakurikuler yang baik serta siswa yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu ekstrakurikuler siswa serta senantiasa mengingatkan siswa dalam mengatur waktu sebaik mungkin yang nantinya dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa secara optimal. Pengaruh Simultan Lingkungan Belajar dan Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler Terhadap Disiplin Waktu Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Disiplin waktu pada siswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan belajar dan keterlibatan siswa dalam Lingkungan belajar yang kondusif mendorong siswa untuk disiplin, sedangkan keterlibatan dalam ekstrakurikuler menuntut siswa untuk mampu membagi waktu antara akademik dan nonakademik. Apabila kedua faktor ini berjalan secara bersamaan, maka kemampuan siswa dalam mengelola waktu akan meningkat secara optimal (Slameto, 2017:. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan menunjukkan lingkungan belajar siswa ekstrakurikuler berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan manajemen waktu siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian lingkungan belajar dan keterlibatan berpengaruh terhadap disiplin waktu. Lingkungan belajar yang kondusif dan keaktifan siswa dalam estrakurikuler kontribusi nyata terhadap peningkatan kemampuan manajemen waktu siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan lingkungan belajar yang baik dan mendukung setiap kegiatan ekstrakurikuler siswa, yang nantinya akan meningkatkan disiplin waktu pada siswa. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari JURNAL Edueco Universitas Balikpapan . Pengaruh Simultan Lingkungan Belajar. Keterlibatan Siswa Dalam Ekstrakurikuler dan Disiplin Waktu Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Prestasi belajar siswa merupakan hasil akhir dari berbagai faktor yang saling berinteraksi. Prestasi belajar lingkungan belajar yang kondusif, tetapi juga oleh sejauh mana siswa terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta kemampuan mereka dalam mengelola waktu. Ketiga faktor ini, apabila berjalan secara simultan, dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam mendorong pencapaian akademik (Djamarah & Zain, 2022:41. Suryana, 2. Hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan siswa, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler dan disiplin waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Berdasarkan berbagai penelitian lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler dan disiplin waktu berpengaruh terhadap prestasi Lingkungan belajar yang kondusif, keaktifan siswa dalam estrakurikuler yang baik serta siswa yang dapat mengatur waktu dengan baik memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan lingkungan belajar yang baik, mendukung setiap kegiatan ekstrakurikuler siswa, serta senantiasa memberikan panduan cara mengatur waktu yang baik pada siwa, yang nantinya akan meningkatkan prestasi belajar siswa secara optimal. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa SMA Gajah Mada Bandar Lampung dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikurel, serta disiplin waktu. Lingkungan belajar yang kondusif terbukti meningkatkan kemampuan siswa mengelola waktu sekaligus memperkuat prestasi akademik. Keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap disiplin dan tanggung jawab, namun juga dapat mengurangi fokus akademik apabila tidak diimbangi disiplin waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ketiga variabel tersebut berkontribusi sebesar 63,1% terhadap prestasi belajar, sementara sisanya 36,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini penting lainnya adalah peran disiplin waktu sebagai variabel intervening, yang menjembatani pengaruh lingkungan belajar dan keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar siswa. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh langsung maupun tidak langsung ketiga variabel tersebut dapat tercapai. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada satu sekolah sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan pada konteks yang lebih luas. Kedua, penggunaan instrument berupa angket self-report subjektivitas dalam jawaban responden. Ketiga, variabel yang diteliti masih terbatas pada lingkungan belajar, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler, dan disiplin waktu, sementara prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai factor lain seperti motivasi, dukungan keluarga, metode pembelajaran, maupun kondisi psikologis siswa yang belum dikaji dalam penelitian ini. Selain itu model penelitian ex post facto membuat peneliti tidak dapat mengontrol variabel luar secara penuh sehingga hubungan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Maya Nuraini. Suroto. Meyta Pritandhari kausal tidak dapat ditentukan secara Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas jangkauan sampel dengan melibatkan lebih banyak sekolah agar hasilnya lebih representatif. Peneliti berikutnya juga dapat menambahkan variabel lain seperti motivasi belajar, pembelajaran, atau kondisi emosional siswa untuk memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai faktorfaktor memengaruhi prestasi belajar. Penggunaan metode campuran atau wawancara mendalam dapat membantu memperkaya data dan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi nyata siswa. Selain itu, penelitian longitudinal juga dapat dilakukan untuk melihat perkembangan disiplin waktu dan prestasi belajar dalam jangka waktu tertentu sehingga memberikan temuan yang lebih kuat dan berkesinambungan. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan DAFTAR PUSTAKA