Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Peran Mahasiswa KKN UINSU dalam Edukasi Menabung Sejak Dini dan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pembuatan Sabun Jelantah di Desa Tanjung Putus Langkat Ranti Juni Utami1. Riza Deliyani Harahap2. Bayu Bagaskara3. Cahaya Permata4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Corresponding Author : rantijuni016@gmail. ABSTRACT Rendahnya literasi keuangan anak usia dini serta kurangnya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi dua isu krusial dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi finansial sejak usia dini serta mendorong kreativitas ibu rumah tangga dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis. Program dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Dusun Bangunan. Desa Tanjung Putus. Kecamatan Padang Tualang. Kabupaten Langkat, dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat. Dua kegiatan utama yang dijalankan adalah edukasi menabung bagi anak-anak TK melalui media interaktif dan permainan edukatif, serta pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah bagi ibu rumah Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, diskusi kelompok, praktik langsung, dan refleksi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menabung, yang ditandai dengan perubahan perilaku awal seperti membawa uang koin untuk ditabung. Sementara itu, pelatihan sabun jelantah berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan memunculkan minat untuk menjadikannya sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan lokal, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas masyarakat melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar keuangan, kreatif, dan berdaya guna lingkungan. Keywords KKN. Literasi Keuangan. Anak Usia Dini. Minyak Jelantah. Pemberdayaan Masyarakat PENDAHULUAN Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kegiatan KKN ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan . gent of chang. dalam memecahkan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 Dusun Bangunan merupakan salah satu dari 12 dusun yang berada di wilayah administratif Desa Tanjung Putus. Kecamatan Padang Tualang. Kabupaten Langkat. Dusun ini terletak tidak jauh dari pusat desa dan memiliki akses jalan yang cukup baik untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda Meskipun begitu, beberapa titik infrastruktur jalan masih memerlukan Jumlah penduduk Dusun Bangunan diperkirakan sekitar 800 jiwa, dengan komposisi penduduk yang didominasi oleh petani, buruh, serta ibu rumah Aktivitas ekonomi masyarakat sebagian besar bersifat konsumtif, dan belum banyak melibatkan kegiatan produktif seperti usaha mikro atau pemanfaatan limbah rumah tangga. Dari segi pendidikan. Dusun Bangunan memiliki beberapa lembaga pendidikan, salah satunya adalah TK Darul Ilmi Prima, yang menjadi lokasi pelaksanaan program edukasi menabung oleh mahasiswa KKN UINSU. Lembaga ini aktif dalam pembinaan anak usia dini dan menjadi pusat kegiatan edukatif di tingkat dusun. Selain itu, kegiatan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah dilaksanakan di depan posko KKN yang berada di lingkungan dusun, sehingga mudah diakses oleh warga, khususnya ibu rumah tangga. Secara sosial, masyarakat Dusun Bangunan memiliki karakter yang terbuka dan responsif terhadap program pembinaan dan pemberdayaan. Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan edukatif maupun pelatihan yang dilaksanakan mahasiswa menunjukkan potensi besar dalam pengembangan kapasitas masyarakat berbasis komunitas. Masalah pertama berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan di kalangan anak-anak usia dini. Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan secara efektif, termasuk kemampuan menabung, membelanjakan, dan membuat keputusan keuangan yang bijak. Banyak anak-anak di desa ini belum terbiasa menyisihkan uang jajannya untuk ditabung, bahkan sebagian orang tua belum menjadikan menabung sebagai kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses informasi, kurangnya sarana edukasi keuangan anak, serta belum adanya program pendampingan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga. (Kartikasari & Prasetya, 2023. Maulida & Hamzah. Masalah kedua berkaitan dengan kurang optimalnya peran ibu rumah tangga dalam pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Minyak jelantah yang telah digunakan berulang kali dalam proses memasak umumnya langsung dibuang ke saluran air atau lingkungan sekitar tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Padahal, minyak jelantah Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 berpotensi mencemari lingkungan dan dapat menjadi sumber penyakit jika tidak dikelola dengan benar. (Putra et al. , 2. Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar apabila diolah menjadi produk yang berguna, seperti sabun cuci atau sabun mandi. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis membuat para ibu rumah tangga belum mampu memanfaatkan potensi ini secara maksimal. (Lestari et al. , 2. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UINSU merancang program pengabdian yang menyasar dua kelompok utama masyarakat, yaitu anak-anak usia sekolah dan ibu rumah tangga. Program pertama berupa edukasi menabung sejak dini dengan metode pembelajaran yang interaktif, seperti permainan, lomba menabung, dan pembuatan celengan kreatif dari barang Tujuan dari program ini adalah untuk menanamkan kebiasaan menabung, meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan, serta membentuk karakter anak yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap keuangannya sendiri. (Anggarani & Setyowati, 2022. Budiman et al. , 2. Program kedua yaitu pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah yang melibatkan langsung ibu-ibu rumah tangga di Dusun Bangunan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga, serta membuka peluang usaha rumahan berbasis bahan baku yang mudah dijangkau. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diajarkan cara membuat sabun secara teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang peluang bisnis sederhana dan strategi pemasarannya. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi titik awal dari usaha mikro yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Istiasih, 2. Kedua program ini dilakukan secara terpadu dan saling melengkapi, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran, keterampilan, serta peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan desa. Dengan melibatkan secara langsung anak-anak dan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UINSU tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping masyarakat. Hal ini sesuai dengan semangat KKN yang tidak sekadar menjadi kegiatan rutinitas akademik, melainkan sebagai media aktualisasi peran intelektual dalam membangun desa secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang efektif antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri, produktif, dan sadar lingkungan. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 METODE PENELITIAN Metode penelitian dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pola pelaksanaan yang partisipatif. Tahapan pertama difokuskan pada program edukasi gemar menabung bagi anak usia dini di TK Darul Ilmi Prima. Kegiatan ini diawali dengan observasi awal terhadap kebiasaan anak dalam mengelola uang serta diskusi singkat dengan guru mengenai kebutuhan edukasi finansial dasar. Berdasarkan hasil observasi tersebut, dirancang kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar, seperti mendongeng, simulasi menabung, dan pembuatan celengan sederhana. Selama proses berlangsung, data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, catatan lapangan, percakapan informal dengan guru, dan dokumentasi kegiatan. Tahap berikutnya adalah pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan sabun jelantah. Proses dimulai dengan identifikasi permasalahan limbah minyak rumah tangga melalui observasi lingkungan dan percakapan dengan warga. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan sabun. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi proses pelatihan, wawancara singkat dengan peserta, dan dokumentasi hasil pembuatan sabun. Seluruh data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan lapangan untuk melihat perubahan pemahaman, keterampilan, serta respon masyarakat terhadap kedua program yang dilaksanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dusun Bangunan merupakan salah satu dari dua belas dusun yang berada di wilayah administratif Desa Tanjung Putus. Kecamatan Padang Tualang. Kabupaten Langkat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, dusun ini memiliki jumlah penduduk sekitar 800 jiwa dengan sebaran usia yang cukup beragam. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, buruh kebun sawit, pedagang kecil, serta ibu rumah tangga, sedangkan sebagian kecil lainnya bekerja sebagai tenaga honorer atau pekerja di sektor informal di luar desa. Dari keseluruhan penduduk, sekitar 190 orang merupakan ibu rumah tangga yang berperan besar dalam mengatur keuangan keluarga sekaligus mengurus kebutuhan rumah sehari-hari. Kondisi ekonomi warga tergolong menengah ke bawah dan sebagian besar pendapatan mereka masih bergantung pada hasil panen atau upah harian. Karena fokus penggunaan pendapatan lebih banyak tertuju pada kebutuhan pokok, kesadaran untuk menabung atau melakukan pengelolaan keuangan jangka panjang masih cukup rendah. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Dusun Bangunan dikenal ramah dan mudah berbaur. Tradisi saling membantu masih kuat dijalankan, terutama ketika ada kegiatan sosial, keagamaan, ataupun acara desa. Hubungan antarwarga yang dekat menjadi salah satu alasan berbagai kegiatan KKN dapat diterima dengan baik dan mendapat respons positif. Dari sisi pendidikan, mayoritas penduduk sudah menamatkan jenjang sekolah dasar hingga menengah. Namun, keterbatasan fasilitas pendidikan membuat sebagian anak belum memperoleh kesempatan belajar secara optimal. Salah satu lembaga pendidikan yang aktif di dusun ini adalah TK Darul Ilmi Prima, yang kemudian menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi menabung untuk anak usia dini. Pada aspek lingkungan, masalah yang paling sering ditemui adalah pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang tertata. Minyak jelantah umumnya langsung dibuang begitu saja ke saluran air, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai pengolahan limbah masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari Secara umum, kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di Dusun Bangunan mencerminkan desa yang masih berada dalam tahap berkembang tetapi memiliki potensi besar. Keterbukaan warga terhadap kegiatan mahasiswa KKN membantu proses pemberdayaan berjalan lebih efektif dan memberikan ruang bagi perubahan perilaku yang positif. Edukasi Menabung Sejak Dini Salah satu permasalahan utama yang ditemukan di Dusun Bangunan adalah rendahnya tingkat literasi keuangan pada anak usia dini. Sebagian besar anak-anak di dusun ini belum terbiasa menabung ataupun memahami nilai uang secara sederhana. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pembiasaan di lingkungan keluarga serta minimnya integrasi konsep literasi finansial dalam proses pembelajaran di sekolah. Sebagian besar orang tua berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sehingga anak-anak tumbuh tanpa pembiasaan untuk mengelola uang secara bijak. Di Dusun Bangunan sendiri terdapat dua taman kanak-kanak (TK) yang aktif beroperasi, yaitu TK Darul Ilmi Prima dan TK Al-Hidayah. Dari kedua lembaga tersebut. TK Darul Ilmi Prima dipilih sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan edukasi menabung oleh mahasiswa KKN UINSU. Pemilihan ini didasarkan pada letaknya yang strategis, berada di tengah permukiman warga dan berjarak hanya sekitar 300 meter dari posko utama Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 KKN, serta kedekatan lembaga ini dengan masyarakat setempat yang sangat mendukung kegiatan edukatif. Kegiatan edukasi menabung dilaksanakan di ruang kelas TK Darul Ilmi Prima dengan melibatkan sekitar 30 anak usia 4Ae6 tahun serta guru Kegiatan dirancang menggunakan metode bermain sambil belajar agar materi mudah dipahami dan tidak membosankan bagi anak-anak. Pelaksanaan dimulai dengan cerita interaktif bertema pentingnya menabung, diikuti dengan kegiatan simulasi menabung menggunakan celengan sederhana. Mahasiswa memperkenalkan cara membuat celengan dari bahan daur ulang seperti botol plastik, kaleng susu, dan kardus bekas. Anakanak diajak menghias celengan masing-masing sesuai kreativitas mereka, kemudian diarahkan untuk menyisihkan uang jajannya setiap hari. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Anak-anak menunjukkan minat tinggi dan mampu memahami pesan utama tentang kebiasaan Bahkan setelah kegiatan, guru melaporkan adanya perubahan perilaku positif Ai beberapa anak mulai membawa uang koin dari rumah untuk dimasukkan ke dalam celengan buatan sendiri. Temuan ini menjadi indikator keberhasilan awal dalam pembentukan karakter finansial sejak usia dini. Selain aspek edukatif, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian anak. Melalui pembelajaran kontekstual, mereka belajar bahwa menabung bukan hanya kegiatan menyimpan uang, tetapi juga bagian dari proses belajar merencanakan masa depan. Hal ini sejalan dengan pendapat Anggarani & Setyowati . yang menekankan bahwa pendekatan bermain peran dan pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan efektivitas pendidikan literasi finansial pada anak usia dini. Gambar 1. Edukasi Gemar Menabung di TK Darul Ilmi Prima Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan edukasi menabung di TK Darul Ilmi Prima berdampak tidak hanya pada anak-anak, tetapi juga pada orang tua. Beberapa orang tua mulai membuat wadah tabungan sederhana di Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 rumah untuk mendukung kebiasaan baru anak-anak mereka. Dengan demikian, kegiatan ini turut mendorong sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun budaya menabung sejak dini di Dusun Bangunan. Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Sabun Jelantah Selain edukasi menabung bagi anak usia dini, program KKN UINSU juga berfokus pada peningkatan keterampilan dan kesadaran lingkungan bagi masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga di Dusun Bangunan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan perangkat dusun, tercatat sekitar 190 ibu rumah tangga di wilayah ini, namun hanya sebagian kecil yang memiliki kegiatan ekonomi produktif di luar pekerjaan domestik. Sebagian besar dari mereka belum memiliki pengetahuan tentang pengelolaan limbah rumah tangga, terutama minyak jelantah yang selama ini dibuang langsung ke saluran air atau tanah tanpa diolah. (Herlina et al. , 2. Masalah ini menjadi perhatian utama karena minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, dan mengganggu kualitas air tanah. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, mahasiswa KKN UINSU merancang pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di halaman posko KKN Dusun Bangunan, yang berlokasi di tengah permukiman warga, agar mudah diakses oleh peserta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 35 ibu rumah tangga dari berbagai RT di dusun tersebut. Pelatihan dilakukan dengan metode praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga mempraktikkan setiap tahap pembuatan sabun. Tahapan pelatihan meliputi: Pengenalan bahan dan alat, seperti minyak jelantah, soda api, air, serta pewangi alami. Proses pembuatan sabun, yang diawali dengan penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga proses pengadukan dan pencetakan. Proses pengeringan dan pengemasan, di mana peserta diajarkan cara menyimpan sabun agar tahan lama serta membuat label sederhana untuk keperluan penjualan. Edukasi lingkungan dan strategi pemasaran, yang membahas manfaat pengolahan limbah dan peluang menjadikan produk sabun jelantah sebagai usaha rumahan. (Laili et al. , 2. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme Mereka aktif bertanya, mencoba mencampur bahan secara mandiri, dan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 mencatat setiap langkah proses pembuatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta mampu menghasilkan sabun dalam bentuk batangan yang dapat digunakan sendiri di rumah. Beberapa peserta bahkan menyatakan minat untuk memproduksi ulang sabun tersebut bersama kelompok ibu-ibu lainnya sebagai produk rumahan bernilai jual. Gambar 2. Edukasi Terkait Pembuatan Sabun dan Manfaatnya Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan serta potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah. Dampaknya tidak hanya terlihat dari hasil sabun yang dihasilkan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang minyak bekas sembarangan. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di tingkat rumah tangga dapat menjadi kunci dalam mewujudkan ekonomi lokal yang mandiri dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa pemberdayaan ibu rumah tangga berbasis lingkungan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. (Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima et al. , 2. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pelatih, tetapi juga sebagai pendamping dan fasilitator dalam membangun kapasitas masyarakat. Kolaborasi yang terbentuk antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga menjadi cerminan nyata penerapan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan keterampilan dan minat untuk mencoba kembali pembuatan sabun secara mandiri di rumah. Beberapa peserta bahkan menyatakan keinginan untuk menjadikan aktivitas ini sebagai usaha rumahan skala kecil, didukung oleh bahan baku yang mudah didapat dan proses pembuatan yang relatif sederhana. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 Refleksi dan Dampak Program Pelaksanaan program edukasi menabung dan pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pembuatan sabun jelantah memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat Dusun Bangunan. Berdasarkan hasil refleksi bersama peserta, guru, ibu rumah tangga, serta perangkat dusun, kegiatan KKN ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membuka peluang perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas masyarakat secara Dari sisi pendidikan, kegiatan edukasi menabung di TK Darul Ilmi Prima terbukti mampu meningkatkan kesadaran finansial anak usia dini. Anak-anak mulai memahami konsep sederhana mengenai menyisihkan uang, membedakan keinginan dan kebutuhan, serta pentingnya memiliki tujuan saat Guru-guru juga menilai bahwa metode bermain sambil belajar yang digunakan mahasiswa sangat efektif dalam meningkatkan perhatian dan keterlibatan anak. Dampak jangka pendek terlihat dari kebiasaan baru anakanak yang membawa uang koin untuk ditabung, sementara dampak jangka panjang berpotensi membentuk pola pikir finansial yang lebih baik di masa Di sisi lain, program pelatihan sabun jelantah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan dan kesadaran lingkungan bagi ibu rumah tangga. Para peserta merasa mendapatkan keahlian baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang usaha sederhana. Selain itu, pelatihan ini berhasil mengubah persepsi masyarakat tentang limbah minyak jelantah, yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi bahan baku bernilai ekonomi. Kesadaran untuk tidak membuang minyak bekas sembarangan juga meningkat, sehingga berkontribusi pada perbaikan sanitasi lingkungan. Permata et al. , 2. Secara sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan, kolaborasi, dan partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa KKN berperan sebagai penggerak yang mampu menjalin komunikasi efektif dengan warga, menciptakan suasana pembelajaran yang terbuka, serta menumbuhkan kepercayaan antara akademisi dan masyarakat. Fotografi kegiatan menunjukkan tingginya keterlibatan ibu-ibu dan anak-anak selama proses berlangsung, menandakan bahwa program ini diterima dengan baik oleh berbagai kalangan. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 Gambar 3 & 4 Kegiatan Berlangsung Didampingi Anak KKN Dari perspektif pemberdayaan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan berbasis komunitas dapat berjalan efektif ketika masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses belajar dan praktik. Mahasiswa KKN tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang membantu masyarakat menemukan solusi atas permasalahan mereka sendiri. Pendekatan partisipatif inilah yang menjadikan program berjalan dengan baik dan berpotensi berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan KKN di Dusun Bangunan membawa dampak positif dalam bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Meskipun program berlangsung dalam waktu terbatas, perubahan perilaku awal yang muncul pada anak-anak dan ibu rumah tangga menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi pijakan awal menuju pengembangan masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan sadar lingkungan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UINSU di Dusun Bangunan berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam dua aspek utama, yaitu literasi keuangan anak usia dini dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program edukasi menabung sejak dini mampu menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya perencanaan keuangan kepada anakanak dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif. Sementara itu, pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 350-361 (Anggarani & Setyowati, 2. mengatakan keterlibatan aktif peserta, antusiasme yang tinggi, serta munculnya inisiatif lanjutan dari warga menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha mikro dan pembentukan kebiasaan positif yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan komunitas mampu memperkuat kapasitas lokal dalam membangun ekonomi rumah tangga yang mandiri dan ramah lingkungan. (Putra et al. , 2. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya kolaborasi lanjutan antara lembaga pendidikan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal agar praktik baik yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain dengan konteks serupa. (Filyana Sabhina & Riyan Pradesyah, 2. DAFTAR PUSTAKA