Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 Vol. 6, No. 1, Februari 2024: 66-73 PROSES KERJA DAN STRATEGI NEWS RESEARCH AND DEVELOPMENT INEWS DALAM MENGEVALUASI PROGRAM NEWS UNTUK MENAIKKAN RATING DAN SHARE 1 Rangga Saptya Mohamad Permana1 , Dina Raniah Naifah2 Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia, 2 Vision Pictures, Jakarta, Indonesia Email: 1rangga.saptya@unpad.ac.id, 2raniah.dinaa@gmail.com ABSTRAK. Sejak kemunculannya, stasiun-stasiun televisi swasta berlomba untuk bisa menayangkan program acara yang bisa menarik banyak penonton, yang tujuan akhirnya adalah untuk menaikkan angka rating dan share. Semakin besar angka rating dan share, berarti program tersebut banyak diminati oleh pemirsa televisi. iNews adalah salah satu televisi berita di Indonesia, di mana hampir seluruh programnya berjenis news. Sebagai salah satu televisi swasta, iNews juga berpegang pada parameter rating dan share untuk mengukur sejauh mana program yang telah diproduksi disukai oleh penonton atau tidak. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tim Research and Development untuk mengolah data rating dan share sebagai bahan evalusi bagi program yang telah diproduksi. Tujuan penelitian dari artikel ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses kerja News Research and Development iNews; dan (2) Untuk mengetahui strategi iNews untuk mempertahankan atau menaikkan rating dan share. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tiga metode pengumpulan data, yakni observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa proses kerja research and development iNews dilakukan dengan melalui tiga tahapan, mulai dari menarik data rating dan share dan lain-lain yang dibuat oleh Nielsen di aplikasi Ariana yang diakhiri dengan rapat redaksi agenda setting. Dalam hal strategi, iNews memiliki beberapa strategi untuk mempertahankan dan/atau menaikkan rating dan share, yaitu memantau dan memetakan isi media iNews dan kompetitor yang disesuaikan dengan perolehan rating dan share programprogramnya sendiri. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membuat agenda setting satu minggu ke depan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai isu yang dianggap penting dan menarik. Kata-kata Kunci: Rating dan share; televisi; iNews; news research and development; Agenda Setting INEWS NEWS RESEARCH AND DEVELOPMENT WORK PROCESS AND STRATEGY IN EVALUATING NEWS PROGRAMS TO INCREASE RATING AND SHARE ABSTRACT. Private television stations have battled to air popular programs to boost ratings and share figures since their founding. Programs with high ratings and shares are popular with viewers. Indonesian news TV station iNews airs mostly news programs. As a private television company, iNews uses rating and share measures to determine audience approval of its shows. Therefore, a Research and Development team is needed to process rating and communicate data for program evaluation. This article seeks to (1) understand iNews News Research and Development and (2) Determine its strategy for sustaining or gaining ratings and shares. This article employs qualitative descriptive research method including observation, interviews, and documentation studies. The results demonstrate that the iNews research and development process used three stages, from gathering Nielsen rating and share data from the Ariana app to an agenda-setting editorial meeting. To maintain and/or enhance ratings and shares, iNews monitors and maps its and competitors' media according to its own ratings and shares. This helps define the agenda for the next week based on evaluations and conversations on essential and intriguing themes. Keywords: Rating and share; television; iNews; news research and development; Agenda Setting Korespondensi: Rangga Saptya Mohamad Permana, S.I.Kom., M.I.Kom. Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Jalan Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor 45363. Email: rangga.saptya@unpad.ac.id. PENDAHULUAN Televisi adalah alat komunikasi audiovisual untuk menyampaikan pesan-pesan yang berisi informasi, edukasi dan/atau hiburan. Di dunia yang semakin modern ini, perkembangan teknologi merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari oleh umat manusia dalam menjalani kehidupannya. Tidak hanya untuk umat manusia, perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap media. Media konvensional mulai mengadaptasi kemajuan teknologi tersebut dan perlahan merambah ke arah digital. Perkembangan televisi sangat dirasakan setelah tahun 1950, dimana teknologi pembuatan radar dan penggunaan pemancar berkekuatan tinggi seperti Very High Frequency (VHF) dan Ultra High Frequency (UHF), yang Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 tadinya dimonopoli pihak militer, diizinkan untuk dikembangkan bagi kepentingan sipil. Teknologi itulah yang digunakan sistem televisi dan pesawat penerimanya, sehingga harganya murah dan terjangkau oleh masyarakat luas (Darwanto, 2007, p. 71). Hingga kini televisi masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan yang mereka butuhkan. Walaupun bersaing dengan internet yang berkembang pesat, berbagai sajian informasi dan hiburan dari program televisi sudah menjadi kebutuhan berbagai kalangan. Selain itu, saat ini, televisi bukan lagi barang yang sulit didapatkan, bahkan tak jarang di dalam satu rumah terdapat lebih dari satu televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi telah menjadi kebutuhan bagi setiap individu. Kemajuan teknologi ini juga mengubah perilaku menonton televisi masyarakat, yang tadinya terpaku pada satu tempat dan bersifat komunal, menjadi bisa dinikmati di manapun dan bersifat privat, asalkan tersedia jaringan internet (Permana et al., 2019). Kemunculan internet turut memengaruhi sistem komunikasi, yang berarti juga memengaruhi cara media massa menyajikan konten-kontennya kepada khalayak. Internet berkembang dengan cepat dan menjadi bagian terpenting dalam bidang ekonomi. Di pihak lain, perkembangan teknologi baru, termasuk misalnya televisi digital, menawarkan perubahan besar di bidang lain. Istilah media konvergen digunakan dalam arti bergabungnya layanan yang dahulu terpisah, termasuk internet, televisi, kabel, dan telepon. Salah satu faktor penyebab terjadinya media konvergen adalah masalah teknis—lebih banyak isi media dimasukkan dalam format digital dalam bentuk bit (Permana & Suzan, 2018). Banyaknya stasiun televisi yang tersedia membuat masyarakat memiliki banyak alternatif pilihan program acara yang mereka konsumsi. Semua stasiun televisi berlomba untuk bisa menayangkan atau menyajikan program acara yang bagus yang bisa menarik banyak penonton, yang tujuan akhirnya adalah untuk menaikkan angka rating dan share. Angka rating dan share ini menjadi ‘senjata’ yang bisa digunakan untuk menggaet iklan. Rating dan share merupakan satu satunya acuan bagi para eksekutif produser, produser, dan asisten produser untuk mencermati sejauh mana program berita mereka diminati penonton. Rating dan share selalu diperlakukan istimewa di setiap stasiun televisi, karena rating dan share menentukan nilai jual program kepada para pengiklan. Semakin tinggi rating dan share 67 program televisi, maka bisa dikatakan semakin besar pula minat para pengiklan untuk mensponsori program tersebut meskipun dengan harga tinggi. TV rating adalah persentase jumlah penonton dibagi total pemilik TV (universe) di daerah penarikan sampel. Sedangkan TV share adalah persentase jumlah penonton dibagi total penonton di semua TV yang tengah menonton (Harahap, 2018, p. 28). Rating dan share adalah parameter ukuran terhadap sebuah program acara. Semakin besar angka rating dan share, berarti program tersebut banyak diminati oleh penonton televisi. Untuk televisi swasta, salah satu pemasukan yang mereka dapatkan itu salah satunya adalah iklan. Sebelum advertiser akan memasang iklan pada suatu program mereka akan melihat angka rating dan share, semakin tinggi angkanya semakin banyak iklan yang dipasang, dan semakin banyak pula pendapatan yang didapatkan oleh stasiun televisi tersebut. iNews adalah salah satu televisi berita yang ada di Indonesia, di mana program yang terdapat di dalamnya hampir semua tentang news. Karena kebutuhan akan informasi yang aktual dan update menjadi sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat. Sesuai dengan slogan “Inspring & Informatif”, iNews hadir sebagai salah satu alternatif yang bisa dipilih masyarakat untuk memperoleh informasi. Secara historis, iNews adalah jaringan televisi lokal terbesar di Indonesia. Pertama kali diluncurkan dengan nama SUN TV pada tanggal 5 Maret 2008. Siaran perdana SUN TV semula hanya dapat dilihat secara terestrial di beberapa jaringan televisi lokal di Indonesia juga melalui Indovision, Oke Vision dan Top TV. Seiring berjalannya waktu perubahan demi perubahan dilakukan. Sejak tanggal 26 September 2011, SUN TV berubah namanya menjadi SINDOTV. Pada tanggal 23 September 2014 secara resmi Menteri Komunikasi dan Informatika RI memberikan izin stasiun jaringan bagi SINDOTV. Kemudian pada tanggal 6 April 2015, SINDOTV berubah menjadi iNewsTV yang merupakan singkatan dari Indonesia News Televisi. Pada tanggal 31 Oktober 2017, iNewsTV berubah nama menjadi iNews. iNews merupakan televisi nasional yang memiliki jaringan televisi lokal terbanyak di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu televisi swasta, iNews juga berpegang pada parameter rating dan share untuk mengukur sejauh mana program yang telah diproduksi disukai oleh penonton atau tidak. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tim Research and Development untuk mengolah data Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) 68 Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 rating dan share yang dihasilkan oleh AC Nielsen untuk dijadikan bahan evalusi bagi program yang telah diproduksi. Tujuan penelitian dari artikel ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses kerja News Research and Development iNews; dan (2) Untuk mengetahui strategi iNews untuk mempertahankan atau menaikkan rating dan share. METODE PENELITIAN Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tiga metode pengumpulan data, yakni observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Menurut Bajari (2015, p. 97) secara harfiah pengertian observasi adalah pengamatan, tetapi tentu berbeda antara pengamatan dalam arti sehari – hari dan penelitian ilmiah. Teknik observasi dilakukan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala – gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Penulis melakukan observasi dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja Research and Development iNews sebagai bagian evaluator program. Penulis mengumpulkan data tentang objek penelitian dengan terlibat langsung sebagai salah satu staff Research and Development iNews di Jakarta, yang disebut juga dengan teknik observasi berperan serta (participant observation). Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan lewat interaksi dan komunikasi untuk mengungkap sikap, kelakuan, pengalaman, serta harapan responden (Bajari, 2015, p. 101). Penulis melakukan wawancara menggunakan jenis wawancara tak berstruktur, yaitu wawancara yang bebas dimana penulis tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya (Sugiyono, 2016, p. 233). Penulis melakukan wawancara dengan kepala News Research and Development and Library iNews, selama melakukan observasi untuk memenuhi data yang penulis perlukan dalam penulisan artikel ini. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara, dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya – karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2016, p. 240). Penulis mengumpulkan data dan dokumentasi tentang proses kerja Research and Development iNews seperti proses pengerjaan minute by minute (MBM), hasil rating dan share, dan dokumentasi tentang situasi yang dilaksanakan penulis ketika melaksanakan riset lapangan di Research and Development iNews. Penulis juga mengumpulkan dan mempelajari berbagai buku yang relevan dan menunjang serta berhubungan dengan pengamatan yang penulis lakukan, di antaranya buku Komunikasi Massa Suatu Pengantar karya Elvinaro Ardianto, dkk. (2012), Metode Penelitian Komunikasi: Prosedur, Tren, dan Etika karya Atwar Bajari (2015), Televisi Sebagai Media Pendidikan karya Darwanto (2007), Manajemen Pemberitaan & Jurnalistik TV karya Arifin Harahap (2018), Teori Komunikasi Massa karya Morissan, dkk. (2013), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D karya Sugiyono (2016), serta Pengantar Teori Komunikasi Massa: Analisis dan Aplikasi (2009) karya Richard West dan Lynn Turner. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Kerja Research and Development iNews Research and Development atau RnD iNews bertugas untuk melakukan analisis kuantitatif untuk melihat data rating dan share yang didapatkan dari program news yang telah tayang, serta melakukan analisis kualitatif untuk melihat penyebab dari naik – turunnya rating dan share suatu program news yang telah tayang. Berikut ini adalah tahapan proses kerja RnD iNews berdasarkan observasi dan wawancara yang telah penulis lakukan. Menarik Data Nielsen Nielsen adalah suatu perusahaan yang berfokus pada suatu penelitian dan melakukan riset dalam memberikan suatu informasi tentang pemasaran dan konsumen. Setiap stasiun televisi swasta sudah berlangganan data yang dikeluarkan oleh Nielsen yaitu rating dan share. Tidak hanya rating dan share, Nielsen juga menjual data yang lain seperti channel migration, yaitu data mengenai perpindahan penonton dari satu program ke program lainnya. Nielsen membuat aplikasi yang bernama Ariana, di mana dalam aplikasi tersebut pelanggan bisa menarik data yang dibutuhkan untuk diolah kembali sesuai dengan kebutuhannya. Data yang ditarik oleh tim riset iNews adalah: (1) Rating; (2) Share; (3) 000s atau jumlah penonton permenit; (4) Gain atau jumlah penonton yang datang ke channel tersebut; (5) Loss atau jumlah penonton yang pergi dari channel tersebut; (6) Net atau perhitungan jumlah Gain dikurangi jumlah Loss; (7) Main Contributor atau dari program acara apa penonton datang ke channel tersebut; dan (8) Main Beneficiaries, atau ke Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 69 program acara apa penonton pergi dari channel tersebut. Gambar 1 Aplikasi Ariana (Sumber: Capture Dokumentasi Penulis) Membuat Data MBM (Minute by Minute) Data MBM adalah sebuah data transkrip dari tayangan program berita yang sudah tayang dibuat tabel menit per menit. Data ini disajikan dalam bentuk tabel yang mencatat apa saja isi yang ada di dalam berita tersebut, yaitu: (1) Judul dari MBM yang mencantumkan hari dan jam tayang, nama anchor, headline atau highlight berita; (2) Lead in, yaitu hanya mencantumkan nama program apa yang tayang pada 10 menit sebelum program utama; (3) Mencatat CG (Character Generic) dan subCG yang ada di tiap menit berita. Biasanya CG dan sub-CG itu berisi penjelasan singkat berita yang sedang ditayangkan. Jika tidak terdapat CG dalam berita, maka kita harus mendengarkan VO (Voice Over) dari anchor untuk mengetahui berita apa yang sedang ditayangkan; (4) Selain isi berita, format berita juga berpengaruh terhadap data yang akan dianalisis apakah format berita itu live report atau atau live on tape, dll.; (5) Mencatat lokasi pengambilan berita; dan (6) Mencatat siapa orang yang ada dalam berita tersebut, misalnya siapa yang sedang diwawancarai, siapa yang sedang melakukan pidato, dll. Setelah selesai mentranskrip berita, langkah selanjutnya adalah memasukkan data yang didapat dari aplikasi Ariana sesuai dengan programnya. Pembuatan MBM ini berguna untuk mengetahui alasan atau penyebab jika angka rating dan share naik atau turun di menit tertentu. Semakin lengkap pembuatan MBM maka semakin jelas pula penyebab rating dan share naik atau turun. Tim RnD iNews tidak hanya membuat data MBM pada program tayangan sendiri, tapi juga dilakukan hal yang sama untuk televisi kompetitor, yang bertujuan untuk perbandingan. Gambar 2 Data MBM (Sumber: Capture Dokumentasi Penulis) Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) 70 Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 Menghimpun Data MBM di Database Setelah membuat data MBM tahapan selanjutnya adalah menghimpun semua data MBM sesuai dengan nama programnya di dalam database. Tahapan mengisi database yaitu: (1) Setelah menghimpun data MBM, selanjutnya mencatat berita di menit mana yang masuk Top 5 Share, itu dilihat dari angka terbesar dari share; (2) Selanjutnya pendataan Top Bottom 5 Loss, itu dilihat dari lima angka terbesar loss dan 5 angka terendah loss; (3) Mencatat garis besar isu yang ditayangkan dalam program tersebut; dan (4) Mengkoding isu yang sudah ditulis dalam jangka waktu satu minggu. Gambar 3 Database (Sumber: Capture Dokumentasi Penulis) Rapat Redaksi Agenda Setting Rapat redaksi agenda setting di iNews dilaksanakan satu minggu sekali setiap hari kamis. Berdasarkan wawancara dengan Chyntia, s a l a h s a t u staff research iNews (2018), rapat ini dihadiri oleh perwakilan tim research, pimpinan redaksi, wakil pimpinan redaksi, dan manajer gathering. Rapat redaksi ini membahas tentang rating dan share yang didapatkan selama satu minggu siaran, evaluasi program yang mendapat rating dan share rendah, dan membuat agenda setting pembertitaan iNews untuk satu minggu kedepan. Strategi iNews Menaikkan Angka Rating dan Share Sebagai salah satu stasiun televisi swasta yang berpatok pada angka rating dan share, iNews mempunyai strategi atau cara untuk membuat angka rating dan share tetap stabil dan bagus. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Yunita selaku Head of News Research and Library iNews (2018), strategi yang dilakukan iNews antara lain: Memantau dan Memetakan Isi Media iNews dan Kompetitor Memantau dan memetakan isi media disini dilakukan dengan cara membuat data MBM dan koding isu yang dilakukan oleh tim research and development iNews setiap hari. Tidak hanya memetakan isi media sendiri, namun juga isi media kompetitor untuk dijadikan pembanding. Membandingkan Angka Rating dan Share yang Didapatkan dan Isu Tiap Media Setelah memetakan isi tiap media tim research mempelajari dan menganalisis rating dan share yang didapat dan juga isu yang dimainkan tiap – tiap media. Membaca Keinginan Penonton dari Angka Rating dan Share yang Tinggi Dalam rapat redaksi agenda setting, para peserta rapat dapat melihat hasil yang telah dirangkum atau dianalisis oleh tim research and development. Di sana dapat dilihat kecenderungan penonton terbanyak pada berita apa, bagaimana pengemasannya, angle berita seperti apa yang bisa dilihat dari data MBM, dan itulah yang disimpulkan sebagai apa yang diinginkan penonton. Mengubah Treatment Berita yang Mendapat Rating dan Share Rendah Setelah membaca keingin penonton, peserta rapat redaksi bisa membuat cara untuk menaikkan angka rating dan share berdasarkan dari angka rating dan share yang tinggi. Contohnya jika ternyata pada tayangan berita Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 yang banyak menayangkan live report itu mendapat angka rating dan share yang bagus, maka berita yang lain akan diperbanyak porsi untuk live report karena dianggap itu yang yang diinginkan penonoton. Membuat Agenda Setting Untuk Satu Minggu Ke Depan Setelah dapat mengevaluasi bagian-bagian yang dianggap kurang, peserta rapat redaksi membuat agenda setting untuk satu minggu ke depan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai isu yang dianggap penting dan menarik. Analisis Karakteristik Komunikasi Massa Menurut pengamatan yang penulis lakukan saat observasi, iNews sudah mempunyai karakteristik komunikasi massa dalam menyampaikan pesannya. Berikut ini adalah analisis yang yang penulis lakukan berdasarkan delapan karakteristik komunikasi massa yang disampaikan oleh Ardianto (2012, p. 7): Komunikator Terlembagakan Sebagai komunikator dari komunikasi massa, iNews bergerak dalam organisasi yang kompleks dan sah, terdapat berbagai macam divisi di dalamnya yang menyangkut proses penyusunan pesan sampai pesan itu diterima oleh komunikan, dalam hal ini para pemirsa. Pesan Bersifat Umum Dalam menyampaikan pesan, iNews menyampaikan pesan yang bersifat umum dan memiliki kepentingan untuk publik tidak untuk kepentingan pribadi. Contohnya dalam program berita, iNews menyampaikan pesan berupa informasi yang berkepentingan untuk khalayak banyak dan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Komunikan Anonim dan Heterogen Sebagai komunikator iNews tidak mengenal siapa komunikannya yang di beri pesan, dan siapapun bisa menjadi komunikan dari iNews karena sifatnya yang terbuka jadi siapapun bisa mengakses atau menonton siaran program iNews.\ Media Menimbulkan Keserempakan Ketika iNews memberikan pesan, komunikan menerimanya secara bersamaan atau serempak pada satu waktu karena disampaikan melalui media massa. 71 Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan Dalam menyampaikan pesan, iNews tidak mengutamakan hubungannya dengan pemirsa, karena pada dasarnya komunikan dalam komunikasi massa bersifat anonim. iNews lebih mengutamakan isi pesan apa yang akan disampaikan pada pemirsa. Komunikasi Bersifat Satu Arah Komunikasi yang dilakukan iNews bersifat satu arah, para reporter atau presenter di studio tidak dapat melakukan kontak langsung dengan pemirsanya. Stimulasi Alat Indra Terbatas Stimulasi alat indra yang digunakan iNews dalam komunikasi massa yaitu audiovisual, karena melalui media massa televisi. Umpan Balik Tertunda (Delayed) dan Tidak Langsung (Indirect) Umpan balik atau feedback yang diberikan penonton kepada iNews bersifat delayed dan indirect, karena komunikasi tidak dilakukan secara langsung tatap muka tapi melalui perantara media massa. Analisis Fungsi Media Massa iNews adalah sebuah media massa elektronik yang berbentuk televisi. Di antara semua media massa, media televisi adalah media yang banyak digunakan oleh khalayak, karena televisi mempunyai kelebihan dalam penyampaian pesan yaitu menggunakan medium audiovisual (didengar dan dilihat) sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi media yang satu ini dapat menggambarkan kenyataan dan menyajikan peristiwa yang sedang terjadi kepada khalayak (Ardianto et al., 2012, p. 103). iNews sudah menjalankan fungsi berdasarkan Undang – Undang Penyiaran Indonesia Nomor 32 tahun 2002 pasal 4 BAB II, yakni (1) Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai tugas sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol, dan perekat sosial; dan (2) Dalam menjalankan fungsi sebagaiman dalam ayat (1), peyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan budaya (Pemerintah Republik Indonesia, 2022). iNews sudah menjalankan fungsi media massa sebagai media informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat melalui berbagai program acara yang dihadirkan. Pada dasarnya, iNews adalah televisi berita yang tentunya lebih banyak menjalankan fungsi untuk media informasi masyarakat. Namun di luar itu, iNews juga Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) 72 Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 menghadirkan program program yang sifatnya menghibur contohnya program iTainment. Analisis Teori Agenda Setting Teori Agenda Setting atau Pengaturan Agenda adalah teori yang menjelaskan bahwa media massa adalah pihak yang relatif berkuasa karena agenda mereka adalah awal dimulainya rantai pengaruh secara umum, namun teori ini juga mengasumsikan bahwa publik dan pengambil kebijakan memiliki pengaruh resiprokal dalam prosesnya, dan agenda mereka dapat memengaruhi agenda media juga. Dengan kata lain, hubungan yang terjadi bersifat nonlinear atau saling memengaruhi (mutual) (Morissan, 2013, p. 95). Teori Agenda Setting berasusmsi bahwa media menetapkan agenda dan dalam melakukannya tidak hanya merefleksikan realitas, namun juga membentuk dan menyaring realita untuk publik. Konsentrasi media pada masalah yang mengisi agenda akan memengaruhi agenda publik dan secara bersamaan memengaruhi agenda pengambil kebijakan. Publik dan pengambil kebijakan memiliki kemungkinan untuk memengaruhi agenda media juga (West & Turner, 2009, p. 100). Sesuai dengan asumsi Teori Agenda Setting, iNews pun melakukan pembuatan agenda tersebut. Terdapat rapat redaksi agenda setting yang dilaksanakan setiap hari Kamis yang dihadiri oleh pimpinan redaksi, wakil pimpinan redaksi, manager gathering, dan perwakilan tim research. Rapat tersebut membahas mengenai agenda apa yang akan diangkat dalam tayangan program iNews satu minggu ke depan. Banyak aspek yang dipertimbangkan dalam pembentukan agenda setting ini, selain melihat dari angka rating dan share yang tinggi ada pada berita apa, tentunya juga melihat realitas yang ada di masyarakat. Namun ketika merefleksikan suatu realitas, media juga membentuk dan menyaring realitas yang dianggap penting oleh media untuk publik. Contohnya adalah ketika harga telur ayam yang sedang mengalami kenaikan di beberapa tempat yang bersaamaan dengan aktivitas yang dilakukan kedua pasangan calon presiden pada masa kampanye pemilihan presiden Indonesia tahun 2019. Saat media lebih memilih menayangkan aktivitas kedua pasangan calon presiden, media telah menyaring realitas yang ada untuk publik, seakan-akan informasi aktivitas kedua pasangan calon presiden dianggap media lebih dibutuhkan publik ketimbang informasi kenaikan harga telur ayam. Selain itu, agenda media iNews juga dapat memengaruhi agenda publik dan agenda pengambil kebijakan. Contohnya saat media menayangkan secara terus-menerus mengenai polemik susu kental manis yang ternyata 50% mengandung gula, itu mengakibatkan BPOM akhirnya mengeluarkan surat edaran yang menjelaskan tentang susu kental manis tersebut dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan isu tersebut. Selanjutnya agenda publik dan agenda pengambil kebijakan juga memengaruhi agenda setting media, contohnya ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang penetapan kebijakan ganjil-genap di beberapa tempat di Jakarta, di mana kebijakan tersebut menjadi konten bagi media yang secara otomatis menjadi agenda media. SIMPULAN Proses kerja research and development iNews dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, yang pertama menarik data rating dan share dan lain-lain yang dibuat oleh Nielsen di aplikasi Ariana. Selanjutnya pembuatan MBM (Minute by Minute) atau data transkrip dari tayangan program yang sudah tayang. Tahapan selanjutnya yaitu menghimpun data MBM di database, pada tahapan ini ada pencatatan top 5 share, top 5 loss, bottom 5 loss, serta garis besar isu yang diangkat pada tiap menit. Tahapan yang terakhir yaitu rapat redaksi agenda setting, yang membahas tentang rating dan share yang didapat selama satu minggu siaran, evaluasi program yang mendapat angka rating dan share rendah, dan juga pembuatan agenda setting untuk pemberitaan iNews untuk satu minggu siaran. Dalam hal strategi, iNews memiliki beberapa strategi untuk mempertahankan dan/atau menaikkan rating dan share, di antaranya yang pertama memantau dan memetakan isi media iNews dan kompetitor. Setelah itu membandingkan angka rating dan share yang didapat, TV mana yang mendapatkan rating dan share yang paling tinggi, lalu setelah itu melihat keinginan penonton berdasarkan angka rating dan share yang tertinggi tersebut. Tim iNews dapat melihat kecenderungan penonton terbanyak ada pada berita apa, bagaimana pengemasannya dan angle berita seperti apa melalui rangkuman yang telah dibuat oleh tim research. Setelah mengetahui kecenderungan penonton terbanyak pada berita yang seperti apa, langkah yang selanjutnya yaitu mengubah treatment berita yang mendapatkan rating dan share rendah. Langkah yang terakhir Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah) Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora – ISSN 2656-7156 yaitu membuat agenda setting untuk satu minggu ke depan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai isu yang dianggap penting dan menarik. DAFTAR PUSTAKA Ardianto, E., Komala, L., & Karlinah, S. (2012). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar (3rd ed.). Simbiosa Rekatama Media. Bajari, A. (2015). Metode penelitian komunikasi: Prosedur, tren, dan etika. Simbiosa Rekatama Media. Cynthia. (2018). Wawancara Staff Research iNews. Darwanto. (2007). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Pustaka Pelajar. Harahap, A. (2018). Manajemen Pemberitaan & Jurnalistik TV. Indeks. Morissan. (2013). Teori Komunikasi Massa. Ghalia Indonesia. 73 Pemerintah Republik Indonesia. (2022). UU No. 32 Tahun 2002. https://peraturan.bpk.go.id/Details/44500/u u-no-32-tahun-2002 Permana, R. S. M., Abdullah, A., & Mahameruaji, J. N. (2019). Budaya menonton televisi di Indonesia: Dari terrestrial hingga digital. ProTVF: Jurnal Kajian Televisi Dan Film, 3(1), 53–67. https://doi.org/10.24198/ptvf.v3i1.21220 Permana, R. S. M., & Suzan, N. (2018). Menelisik Industri dan Struktur Pasar Media Massa di Indonesia. Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi, 8(2). https://doi.org/10.34010/jipsi.v8i2.1268 Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. West, R., & Turner, L. H. (2009). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (3rd ed.). Salemba Humanika. Yunita. (2018). Wawancara Head of News Research and Library iNews. Proses Kerja dan Strategi News Research dnd Development Inews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share (Rangga Saptya Mohamad Permana , Dina Raniah Naifah)