SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 18 NO 1 JANUARY 2024 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga KONEKTIVITAS RUANG TERBUKA HIJAU AKTIF PADA TAMAN KOTA PEKALONGAN Active Green Open Space Connectivity In Pekalongan Urban Park | Received October 31st 2023 | Accepted December 6th 2023 | Available online January 31st 2024 | | DOI 10. 56444/sarga. 1362 | Page 103 - 112 | Rhisa Aidilla Suprapto1*. Yusril Akhmad Hudhanto2 rhisaaidilla@amikom. Universitas Amikom Yogyakarta. Sleman. Indonesia1* hudhanto@students. Universitas Amikom Yogyakarta. Sleman. Indonesia2 ABSTRAK Upaya pengembangan Ruang Terbuka Hijau tersebut akan berpotensi menjadi jejaring ruang publik yang juga akan meningkatkan kualitas iklim mikro suatu kota. Bahkan jejaring ruang publik yang ditunjukkan dengan adanya konektivitas antara satu ruang dan lainnya juga dapat memperkuat identitas Kota Kreatif. Keberadaan jejaring ruang publik dapat memfasiltasi kebutuhan ruang rekreasi di tengah padatnya Kota Pekalongan. Kajian terkait konektivitas jejaring ruang publik di Kota Pekalongan belum pernah dilakukan, sehingga studi untuk mengetahui bagaimana keterhubungan dari kelima taman kota tersebut belum diketahui. Hal ini yang mendorong peneliti untuk melakukan observasi lebih lanjut guna mengetahui bagimana konektivas jejaring antara ruang publik tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji elemen Ae elemen ruang terbuka publik di kawasan perkotaan Kota Pekalongan yang meliputi aksesibilitas, sirkulasi, penanda, dan fasilitas. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dapat diketahui bahwa konektivitas ruang terbuks hijau aktif pada taman Kota Pekalongan belum semuanya tercapai. Hal ini disebabkan adanya temuan pada Taman Balai Kota Pekalongan yang tidak terhubung langsung dengan moda transportasi umum, sehingga menjadi keterbatasan bagi publik untuk dapat mengakses langsung ruang terbuka tersebut. Kata kunci: konektivitas, ruang terbuka hijau, ruang publik, iklim mikro ABSTRCT The efforts to develop the Green Open Space will potentially become a network of public spaces that will also improve the quality of a city's microclimate. Even the network of public spaces shown by the connectivity between one area and another can also strengthen the identity of the Creative City. The existence of a network of public spaces can facilitate the need for recreational space in the crowded city of Pekalongan. Studies related to the connectivity of the public space network in Pekalongan City have never been carried out, so the survey to find out how the connectivity of the five city parks is not yet This encourages researchers to conduct further observations to find out how the network connectivity between these public spaces is. This article aims to examine the elements of public open space in the urban area of Pekalongan City which include accessibility, circulation, markers, and facilities. Based on the results of the identification, it can be seen that the connectivity of active green spaces in Pekalongan City parks has not been achieved. This is due to the findings in the Pekalongan City Hall Park which is not directly connected to public transportation modes, so that it is a limitation for the public to be able to directly access the open space. Keywords: connectivity, green open space, microclimate, public space Rhisa Aidilla Suprapto. Yusril Akhmad Hudhanto PENDAHULUAN Secara definisi ruang terbuka publik adalah ruang yang berada di bagian luar massa bangunan yang dapat digunakan oleh publik untuk berkegiatan yang beragam. Taman kota adalah salah asatu bentuk ruang terbuka hijau publil. Hal ini juga disebutkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tahun 2008 bahwa Ruang Terbuka Hijau Publik dimaknai sebagai ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah setempat yang dimanfaatkan untuk kepentingan publik (Salshabila & Sukmawati, 2. Lokasi taman kota di Pekalongan tersebar cukup baik di masing-masing sisi kota. Namun, konektivitas berkaitan dengan kemampuan publik untuk menuju ke masing-masing lokasi taman ini belum semuanya terfasilitasi. Konektivitas dalam pembahasan ini meliputi kondisi jaringan jalan yang baik. adanya jalur pejalan kaki. terpenuhinya perabot jalan. adanya jalur hijau hingga adanya atraksi kegiatan yang menarik pengunjung. Hal tersebut menjadi komponen penting untuk membentuk konektivitas ruang terbuka hijau di Kota Pekalongan. Adanya kemudahan transportasi publik untuk menuju taman kota ataupun jalur-jalur pejalan kaki yang menghubungkan taman kota adalah salah satu bentuk mendukung terwujudnya konentivitas antar ruang terbuka hijau Termasuk juga memfasilitasi perabot jalan seperti lampu jalan, rambu kendaraan, bangku taman, tempat sampah hingga papan penanda (Cahyono & Suwandono, 2. Selain itu, keberadaan jalan yang juga perlu diperhatikan terkait peranannya sebagai wadah untuk beraktivitas sosial para penggunanya (Aguspriyanti, 2. Pemerintah Kota Pekalongan memiliki komitmen yang baik dalam Upaya pengembangan ruang Hal ini juga ditegaskan pada rancangan Masterplan Ruang Terbuka Hijau Kota Pekalongan 2013 bahwa adanya pengembangan pada beberapa Kawasan yang semula berstatus Ruang Terbuka hijau untuk menjadi ruang publik kreatif, yang meliputi RTH Taman Monumen Ao. RTH Kawasan Jetayu. RTH Kawasan Balai Kota Pekalongan. RTH Kawasan Alun- alun Nusantara RTH, dan RTH Kawasan Lapangan Sorogenen. Dimana kelima lokasi tersebut merupakan Ruang Terbuka Hijau berbentuk lapangan dan taman kota (Alkadri et al. Melalui artikel ini peneliti akan memaparkan bagaimana perkembangan dari masingmasing ruang publik kreatif yang ada di Kota Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang jejaring ruang terbuka hijau di Kota Pekalongan untuk membentuk konektivitas antara ruang terbuka hijau aktif. Identifikasi awal dari masing-masing lokasi taman kota di Kota Pekalongan berdasarkan data Masterplan Ruang Terbuka Hijau Kota Pekalongan diketahui luasan dan fungsi dari masingmasing ruang tersebut. RTH Taman Monumen Ao45, terletak di pusat Kota Pekalongan, yang memiliki luas area 0,69 ha terdapat ruang terbuka yang dapat digunakan masyarakat untuk bersosialisasi, bermain ataupun bersantai, dan didukung pula dengan aktivitas pedagang informal yang memulai berdagang di siang hari dan berakhir di malam hari. RTH Kawasan Jetayu, terletak di sekitar kawasan cagar budaya Kota Pekalongan ini memiliki luas sekitar 1,16 hektar, memiliki fungsi yang hampir sama dengan RTH sebelumnya hanya saja kegiatan pedagang informal lebih ramai disbanding lokasi taman kota lainnya. Kemudian. RTH Kawasan Balai Kota Pekalongan dengan luas sekitar 3,4 ha memiliki aktivitas yang lebih beragam dibandingkan dengan RTH lainnya karena didukung dengan luasannya yg cukup besar dan lokasinya yang cukup strategis di Kawasan pusat pemerintahan Kota. Selanjutnya, adalah RTH Kawasan Alun-alun Nusantara RTH dengan luas 1,4 ha yang berlokasi pada pusat kawasan perdagangan Kota Pekalongan. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Konektivitas Ruang Terbuka Hijau Aktif Pada Taman Kota Pekalongan REVIEW LITERATUR Mengembangkan jejaring ekologi dalam bentuk Ruang Terbuka Hijau merupakan strategi yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim di Kawasan urban, contohnya sepertinya mengurangi dampak Urban Heat Island (UHI). Selain taman kota ataupun ruang terbuka hijau jejaring ekologi juga dapat berupa atap hijau . reen roo. , dinding hijau . reen wal. , dan jalur Perancanngan taman kota pada Kawasan yang padat dengan polusi yang tinggi akan berpengaruh signifikan secara ekologi untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan melindungi keanekaragaman hayati apabila dirancangan dengan menerapkan vegetasi lokal sesuai dengan karakteristik Kawasan (Wang, 2. Untuk menerapkan hal tersebut konsep pendekatan Kota dalam Taman (City in the Par. atau Kota Taman (Garden Cit. dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kualitas hidup Kawasan urban. Peneliti dari Tiongkok medefinisikan City in the Park merupakan konsep yang memegang prinsip people-centered yaitu hasil perancangan bertujuan untuk mendukung keberlanjutan manusia dan lingkungan hunian. Ketentuan yang harus dipenuhi dalam menerapkan City in the Park adalah membangun struktur ruang perkotaan berdasarkan pola perencanaan sistem taman, tata air, harmonisasi dengan hutan, lahan pertanian dan pemanfaatan ruang hijau dengan tepat. Singapura merupakan negara yang berhasil menerapkan kota taman dengan mengintegrasikan ruang terbuka hijau publik pada tata guna lahan perkotaannya (Yang et al. LPM Putrajaya . dalam Arif . menyebutkan bahwa terdapat beberapa elemen yang diperhatikan dalam perencanaan ruang terbuka hijau publik, dalam hal ini yaitu taman kota. Namun hal tersebut juga dapat digunakan untuk membuat tolak ukur terkait dengan pengembangan perancangan ruang terbuka hijau publik. Adapun elemen-elemen yang dimaksud meliputi: Pemilihan site/lokasi. Menentukan lokasi yang sesuai dengan konsep perancangan merupakan pertimbangan penting yang berkaitan erat dengan suatu keberhasilan ruang terbuka publik. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana ruang terbuka publik berkorelasi dengan jaringan sarana dan prasarana kota. Sehingga idealnya ruang terbuka publik dapat dengan mudah ditemukan pada akses utama kota. Aksesibilitas dan Jarak Visual. Perencanaan dan perancangan ruang terbuka publik akan menunjukkan karakter pada suatu kawasan yang mana hal ini dapat menjadi indikasi keberhasilan rancangan ruang terbuka publik. Adanya aksesibilitas bagi pedestrian diarahkan pada lokasi yang terlihat dan memiliki sirkulasi yang mudah. Suatu ruang terbuka publik yang telah dirancang dengan baik menjadi tidak bermakna apabila tidak dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar dan memiliki aksesibilitas yang kurang memadai dan sulit ditemukan. Oleh karena itu dalam perancangan perlu dipertimbangkan jarak visuak, penanda, dan aksesibilitas kawasan. Fungsi. Adanya fungsi pada masing-masing ruang terbuka publik, berpotensi menjadi pembentuk karakter yang berbeda dan mengindikasikan jenis ruang terbuka publik pada kawasan perkotaan. Pemahaman jenis taman secara komprehensif sanagat diperlukan supaya dapat direkomendasikan berdasarkan konteks distrik dan pertimbangan guna lahan disekitarnya. Form. Form atau dikenal juga dengan bentuk, berkaitan dengan penyusunan elemen ruang terbuka publik dan kemampuan memberikan respon terhadap kebutuhan SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Rhisa Aidilla Suprapto. Yusril Akhmad Hudhanto pengguna, kondisi ekologi, dan pengaruh bagi sekitarnya. Sementara street furniture dapat menjadi komponen perancangan yang perlu disediakan dan dapat diletakkan di sepanjang tepian jalan. Sarana dan Prasarana. Sarana dan Prasarana atau sering juga disebut sebagai fasilitas sebaiknya disediakan untuk memberikan kenyamanan pada pengguna, pendukung kegiatan, dan penguatan karakter ruang terbuka publik. Bahkan hal ini dapat mengundang pengunjung untuk mengidentifikasi tatanan arsitekturan hingga kenyamanan termal pada suatu ruang terbuka publik. Progam kawasan. Program kawasan berkaitan dengan kemampuan sebuah ruang terbuka publik dalam mengakomodasi kegiatan dan acara yang beragam dengan perbedaan ukuran dan jenis seperti festival, pasar, konser, dan acara olahraga. Perawatan. Kualitas ruang terbuka publik pada sebuah kota dapat terjaga dengan baik apabila dilakukan perwatab secara rutin. Selain itu juga perlu diperhatikan jaminan keamanan, kesehatan, dan kenyamanan pengunjung. Hal tersebut juga berdampak pada investasi finansial khususnya pemerintah kota untuk menjaga kualitas lingkungan, material, dan fasilitas. Seharusnya elemen perawatan juga menjadi hal yang dipertimbangkan ketika proses perancangan METODE PENELITIAN Pada penelitian ini proses pencarian data direncanakan dengan melakukan pengamatan dan pendokumentasian dari sebaran Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Pekalongan. Selain itu, pengamatan terhadap konektivitas antara ruang publik Kota Pekalongan juga dilakukan guna memperoleh data-data yang akan dianalisis kemudian. Oleh karea itu, untuk mengoptimalkan perolehan data lapangan, maka pengamatan aktivitas pengguna Ruang terbuka hijau publik pada lokasi amatan juga diperlukan. Perolehan data dilakukan dengan observasi terhadap aktivitas yang dilakukan dan melakukan interview kepada pengguna kawasan secara acak atau disebut juga sebagai metode accidental sampling. Sementara pada tahapan analisis, proses yang dilakukan terbagi menjadi dua bagian, yang meliputi : analisis sebaran ruang terbuka hijau publik di Kota Pekalongan sebagai tahapan Pada tahapan tersebut didukung dengan review terhadap kebijakan tata ruang Kota Pekalongan terutama yang berkaitan dengan perencanaan ruang terbuka publik. Pada tahap kedua analisis berkaitan dengan konektivitas antara ruang publik. Bentuk analisis menggunakan kombinasi deskriptif kuantitatif. Dalam hal ini penelitian deskriptif dimaksudkan untuk membantu merumuskan hal-hal empiris secara akurat dan sistematis. Sementara bentuk kuantitatif digunakan untuk membantukan memecahkan identifikasi terkait konektivitas dengan menggunakan hasil pemetaan eksisting. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penelitian ini melakukan amatan pada 5 lokasi ruang publik berupa taman kota yang tersebar di Kota Pekalongan dan terlihat membentuk loop atau lingkaran jejaring ketika dilihat pada pemetaanya yang terdiri dari Alun Ae Alun Nusantara. Taman Sorogenen. Taman Jetayu. Taman Monumen 45, dan Taman Mataram. Gambar pada halaman selanjurnya adalah pola persebaran dan keterhubungan antara 1 taman kota dan lainnya di kota Pekalongan. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Konektivitas Ruang Terbuka Hijau Aktif Pada Taman Kota Pekalongan Gambar 1. Sebaran lokasi taman kota Sumber: Analisa penulis, 2023 Taman Monumen 45 Taman Monumen Djoeang 45 adalah destinasi yang terhubung dengan jalur pedestrian yang nyaman, memudahkan pengunjung untuk menikmati keindahan taman dan berbagai fasilitas yang tersedia. Di sepanjang jalur pedestrian ini, pengunjung akan menemukan tulisan "Monumen Djoeang 45," yang menandai lokasi taman dengan jelas. Meskipun ikon patung pahlawan yang berada di tengah-tengah site menjadi daya tarik utama, taman ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti mushola, toilet, lampu taman, dan tempat sampah, memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi semua pengunjung. Namun, meskipun taman ini memiliki banyak keunggulan, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ketiadaan ruang parkir yang memadai untuk Akibatnya, banyak pengunjung yang terpaksa menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir. Situasi ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar area taman. Selain itu, meskipun taman ini terhubung dengan moda transportasi antar kota dan provinsi, perbedaan level antara ruang terbuka hijau dan monumen yang lebih tinggi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa Gambar 2. Kondisi eksisting Taman Monumen 45 Sumber: Dokumentasi, 2023 SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Rhisa Aidilla Suprapto. Yusril Akhmad Hudhanto Taman Jetayu Lapangan Jetayu adalah ruang terbuka publik yang strategis dan terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi antar kota. Keunggulan utama dari lapangan ini adalah sirkulasi dalam site yang sangat jelas, berkat penggunaan material keras yang membentuk jalur dan area pejalan kaki dengan baik. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan arah dan tujuan mereka dalam lapangan ini. Salah satu ciri khas lapangan Jetayu adalah tipografi "B A T I K" yang terletak di bagian timur site, memberikan identitas visual yang kuat dan menarik perhatian pengunjung. Selain itu, area ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti lampu taman dan tempat sampah yang tersebar merata untuk menjaga kebersihan dan Gambar 2. Kondisi eksisting Taman Jetayu Sumber: Dokumentasi, 2023 Namun, meskipun lapangan Jetayu memiliki banyak fasilitas dan desain yang baik, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan ruang parkir. Saat ini, tidak tersedia ruang parkir yang memadai bagi pengunjung, sehingga banyak pengunjung terpaksa menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir. Hal ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan tetapi juga potensi gangguan lalu lintas di sekitar area lapangan. Di bagian timur site, area pedagang informal juga perlu penataan yang lebih baik untuk menghindari kesan kumuh dan menjaga estetika lapangan secara keseluruhan. Taman Mataram Taman Mataram adalah ruang terbuka hijau yang memiliki sirkulasi dalam site yang sangat jelas, berkat penggunaan material paving yang berbeda dengan material di sekitarnya. Meskipun tidak terhubung langsung dengan moda transportasi umum, taman ini tetap menjadi destinasi populer bagi warga sekitar. Gambar 3. Kondisi eksisting Taman Mataram Sumber: Dokumentasi, 2023 SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Konektivitas Ruang Terbuka Hijau Aktif Pada Taman Kota Pekalongan Salah satu fitur utama taman ini adalah pendopo yang megah dengan tulisan "Lapangan Mataram" yang menambah daya tarik visual dan memberikan identitas yang kuat pada taman Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti toilet, alat olahraga, lampu taman, dan tempat sampah yang tersebar merata, memastikan kenyamanan dan kebersihan bagi para pengunjung. Tantangan yang harus dihadapi oleh Taman Mataram, terutama terkait dengan fasilitas parkir. Ruang parkir pengunjung hanya tersedia di sebelah utara pendopo, sehingga banyak pengunjung terpaksa menggunakan area tersebut untuk parkir, yang seringkali menyebabkan kepadatan dan ketidaknyamanan. Selain itu, area pedagang informal di sekitar pendopo juga perlu ditata lebih baik untuk menghindari kesan semrawut dan menjaga estetika taman secara keseluruhan. Alun Ae Alun Nusantara Alun-Alun Nusantara adalah ruang publik yang terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi antar kota, menjadikannya lokasi yang mudah diakses oleh pengunjung dari berbagai wilayah. Salah satu ciri khas alun-alun ini adalah tulisan "Pekalongan World City of Batik" yang ikonik, yang terletak pada bangunan gardu pandang di sebelah Timur. Fitur ini tidak hanya memperkuat identitas kota Pekalongan sebagai pusat batik dunia, tetapi juga menambah daya tarik visual bagi pengunjung. Selain itu, alun-alun ini dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet, pos pengamanan, lampu taman, dan tempat sampah yang tersebar merata untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pengunjung. Gambar 4. Kondisi eksisting Alun Ae Alun Nusantara Sumber: Dokumentasi, 2023 Sirkulasi pada bagian Utara alun-alun tidak berfungsi semestinya karena area tersebut dipakai untuk berjualan oleh pedagang informal, yang seringkali menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran pergerakan pengunjung. Selain itu, fasilitas ruang parkir pengunjung tidak tersedia, yang membuat banyak pengunjung kesulitan mencari tempat parkir yang aman dan nyaman. Taman Sorogenen Taman Sorogenen merupakan satu ruang terbuka dengan sebuah lapangan sebagai ruang publik yang terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi antar kota, sehingga memudahkan akses bagi pengunjung dari berbagai daerah. Meskipun demikian, sirkulasi dalam site ini kurang jelas dan rumit karena adanya alih fungsi area tersebut menjadi tempat jual beli. Hal ini membuat pengunjung kesulitan dalam menavigasi lapangan, terutama karena tulisan "Taman Sorogenen" tidak terlihat dengan jelas dan tersembunyi di balik deretan kios pedagang sementara yang telah beralih fungsi dari pasar. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Rhisa Aidilla Suprapto. Yusril Akhmad Hudhanto Gambar 5. Lapangan Sorogenen Sumber: Dokumentasi, 2023 Di sebelah barat lapangan terdapat area parkir pengunjung yang menyediakan ruang parkir yang memadai, meskipun keberadaannya seringkali tertutupi oleh kios pedagang. Selain itu, fasilitas penunjang seperti mushola, toilet, pos pengamanan, lampu taman, dan tempat sampah tersedia untuk kenyamanan pengunjung. Identifikasi Elemen Ruang Terbuka Hijau di Pekalongan Berdasarkan pada proses identifikasi lapangan, maka diketahui kondisi aksesisibilitas, sirkulasi, penanda dan fasilitas dari kelima ruang terbuka tersebut, seperti yang ditunjukkan pada table Tabel 1 Identifikasi elemen ruang terbuka hijau pada 5 taman kota di Kota Pekalongan Lokasi Taman Monumen Aksesibilitas Terhubung dengan moda antar kota dan Sirkulasi jalur pedestriain memiliki level lebih tinggi dibanding ruang terbuka hijau Lapangan Jetayu Terhubung dengan moda antar kota Taman Balai Kota Pekalongan Tidak dengan moda Alun-Alun Nusantara Terhubung dengan moda antar kota Sirkulasi dalam site sangat jelas karena dibuat material yang Sirkulasi dalam site sangat jelas material. yang berbeda dengan material Sirkulasi pada bagian Utara tidak berfungsi karena dipakai untuk berjualan SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Penanda tulisan AuMonumen Djoeang 45Ay. Ikonik patung pahlawan yang berada di tengahtengah site ditandai dengan tipografi AuB A T I KAy. di bagian timur site terdapat pendopo dengan tulisan AuLapangan MataramAy Tulisan AuPekalongan World City of BatikAy, ikonik pada bangunan gardu pandang di sebelah Timur Fasilitas ruang parkir pengunjung tidak ada sehingga menggunakan bahu jalan mushola, toilet, lampu taman dan tempat sampah ruang parkir pengunjung tidak ada sehingga menggunakan bahu jalan area pedagang informal lampu taman dan tempat ruang parkir pengunjung di sebelah utara area pedagang informal toilet, alat olahraga, lampu taman dan tempat ruang parkir pengunjung tidak ada toilet, pos pengamanan lampu taman dan tempat sampah Konektivitas Ruang Terbuka Hijau Aktif Pada Taman Kota Pekalongan Lapangan Sorogenen Terhubung dengan moda antar kota Sirkulasi dalam site kurang jelas dan rumit karena site tersebut dialih fungsikan menjadi tempat jual beli tulisan AuTaman SorogenenAy tetapi letaknya tidak langsung terlihat/ karena terhalang ruang parkir pengunjung di sebelah barat kios pedagang . ementara alih fungsi pasa. , mushola, toilet, pos pengamanan,lampu taman dan tempat sampah Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dapat diketahui bahwa konektivitas ruang terbuks hijau aktif pada taman Kota Pekalongan belum semuanya tercapai. Hal ini disebabkan adanya temuan pada Taman Balai Kota Pekalongan yang tidak terhubung langsung dengan moda transportasi umum, sehingga menjadi keterbatasan bagi publik untuk dapat mengakses langsung ruang terbuka tersebut. Selain itu temuan lain terkait kualitas sirkulasi di dalam Kawasan ruang terbuka juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi stakeholder setempat terkait kesesuaian penggunaan fungsi ruang, kemudahan dan kejelasan jalur sirkulasi di dalam ruang Sehingga penggunaan ruang terbuka hijau aktif dapat dimanfaatkan Masyarakat secara optimal. KESIMPULAN Pengamatan pada ruang terbuka publik, dalam konteks ini yaitu taman kota juga bermanfaat untuk mengukur Tingkat keberlanjutan Kawasan perkotaan, secara lebih rinci yaitu pengaruh jaringan hijau perkotaan terhadap keberlanjutan di Kota Pekalongan yang menunjukkan bahwa ruang hijau di Kota Pekalongan juga berperan sebagai ruang sosial dan ruang ekonomi. Perlunya memperhatikan keterhubungan antara ruang terbuka hijau dengan transportasi publik merupakan hal yang mendesak untuk diperhatikan. Hal ini mungkin dapat membantu kota untuk memperbaiki lingkungan, dan membantu kota mencapai tujuan 11 pada prinsip Pembangunan berkelanjutan yaitu dengan membangun kota berkelanjutan dan bermanfaat bagi komunitas setempat. DAFTAR PUSTAKA Arumsari. , & Krismayani. Analisis Aksesibilitas Gedung Perpustakaan Universitas Brawijaya oleh Mahasiswa Difabel. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 7. , 201Ae2010. https://ejournal3. id/index. php/jip/article/view/22933 Belakang. Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Di Taman. De Chiara. , & Joseph. Time_Saver_Building_Types_Small. Pdf. Retrieved from https://archive. org/details/TimeSaverStandardsForBuildingTypes/mode/2up?view=the Indonesia. , & 16 T. Regulasi Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021. Regulasi Pemerintah Republik Indonesia, 223, 1Ae9. Nur Aini. , & Aris Himawanto. Analisis Aksesibilitas Desain Bangunan Pada Gedung Museum Keris Surakarta. Vitruvian: Jurnal Arsitektur. Bangunan dan Lingkungan, 7. , 151Ae160. Propiona. Implementasi Aksesibilitas Fasilitas Publik Bagi Penyandang Disabilitas. Jurnal Analisis Sosiologi, 10, 1Ae18. https://doi. org/10. 20961/jas. Rahmawati. Penerapan Konsep Desain Universal Pada Desain Interior Perpustakaan Umum Di Cilacap. Jurnal Vastukara Jurnal Desain Interior Budaya dan Lingkungan Terbangun, 3. , 173Ae191. https://doi. org/10. 59997/vastukara. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARY 2024 Rhisa Aidilla Suprapto. Yusril Akhmad Hudhanto Sabanta. Fasilitas dan Aksesibilitas pada Gedung Perpustakaan Widya Puraya Universitas Diponegoro. Imaji, . , 131Ae140. Studi. Perpustakaan. , & Adab. DISABILITAS. Jurnal Psikologi, 15. , 75Ae96. Valentine. Ardana. , & Thamrin. Kajian Implementasi Universal Design Pada Interior Perpustakaan Umum di Balai Pemuda Kota Surabaya. Dimensi Interior, 15. , 16Ae25. https://doi. org/10. 9744/interior. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016. Perihal Penyandang Disabilitas. UCAPAN TERIMAKASIH