Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee pada Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Muhammad Ifnu Suhada1. Irfan Sudahri Damanik2. Ilham Syahputra Saragih3 1Mahasiswa STIKOM Tunas Bangsa. Pematangsiantar. Sumatera Utara. Indonesia 2,3STIKOM Tunas Bangsa. Pematangsiantar. Sumatera Utara. Indonesia Jln. Sudirman Blok A No. 1-3 Pematangsiantar. Sumatera Utara 1ifnusuhada1@gmail. com, 2irfansudahri@stikomtunasbangsa. 3ilhamsyahputrasaragih@gmail. Abstract Pematangsiantar District Attorney's Office is a government agency that is engaged in the management of law and human rights. Employees are very important resources to determine the success of a work unit. Efforts to improve the quality of performance of a civil servant is a promotion. Position is a position that indicates the level of a person of the State Civil Apparatus. Promotion is an award given for work performance and service of the State Civil Apparatus. Decision Support System (SPK) which can help make it easier to determine an employee can be said to be eligible for promotion. In this study the decision-making calculation method used is Promethee with 5 criteria namely rank. Education. Discipline. Position History. Test Results. The system was built using the PHP programming The test results using the Questionnaire Testing show that the system can function according to the needs of users and the system is declared to have fulfilled the criteria for structural promotion of Employees at Pematangsiantar District Attorney's Office. Keywords: Decision Support System. Promethee. Promotion. Employee. Abstrak Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar merupakan suatu instansi pemerintahan yang bergerak di bidang pengelolaan hukum dan HAM. Pegawai merupakan sumber daya yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan suatu satuan kerja. Upaya meningkatkan kualitas kinerja seorang pegawai negeri yaitu adanya kenaikan jabatan. Jabatan merupakan kedudukan yang menunjukan tingkat seseorang Aparatur Sipil Negara. Kenaikan jabatan adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Aparatur Sipil Negara. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu mempermudah menentukan suatu pegawai dapat dikatakan layak untuk naik jabatan. Dalam penelitian ini metode perhitungan pengambilan keputusan yang digunakan adalah Promethee dengan 5 kriteria yaitu kepangkatan. Pendidikan. Disiplin. Riwayat Jabatan. Hasil tes. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemograman php. Hasil pengujian menggunakan Pengujian Kuisioner menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi sesuai kebutuhan pengguna dan sistem dinyatakan telah memenuhi kriteria kenaikan jabatan struktural Pegawai pada Kantor Kejaksan Negeri Pematangsiantar. Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan. Promethee. Kenaikan Jabatan. Pegawai. PENDAHULUAN Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah suatu situasi dimana sistem final dapat dikembangkan hanya melalui adaptive process pembelajaran dan evolusi. SPK didefinisikan sebagai hasil dari pengembangan proses dimana user SPK. SPK builder dan SPK itu sendiri bisa saling mempengaruhi, dan tercermin pada evolusi sistem itu dan pola-pola yang digunakan. SPK juga dapat diartikan sebagai sistem tambahan, sistem untuk mendukung analisis data secara adhoc dan pemodelan Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee (Muhammad Ifnu Suhad. | 103 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik keputusan, sistem yang berorentasi pada rencana masa depan, digunakan pada interval yang tidak direncanakan. Defenisi yang lain menyatakan SPK adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang dibagi menjadi 2 komponen yaitu : yang pertama adalah sistem bahasa mekanis yang menyediakan komunikasi antara user dan berbagai komponen dalam SPK, yang kedua knowledge system penyimpanan knowledge domain suatu masalah yang ditanamkan dalam SPK. Pegawai merupakan sumber daya yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan suatu satuan kerja. Pegawai yang berkualitas akan memudahkan satuan kerja dalam mencapai tujuannya, baik dalam hal pengabdian maupun Upaya meningkatkan kualitas kinerja seorang pegawai negeri yaitu adanya kenaikan jabatan. Jabatan merupakan kedudukan yang menunjukan tingkat seseorang Aparatur Sipil Negara. Kenaikan jabatan adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Aparatur Sipil Negara, serta sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. Oleh karena itu perlu adanya penilaian dalam menentukan kenaikan jabatan. Dengan banyaknya jumlah pegawai dalam suatu organisasi maka sulit bagi pihak organisasi dalam mengelola kenaikan jabatan sehingga akan menghabiskan banyak waktu. Dalam menentukan kenaikan jabatan sering muncul subyektifitas dari para pihak pengambil keputusan dalam menentukan layak tidaknya kenaikan jabatan bagi pegawai, sehingga hal ini menjadi kendala yang cukup significant dalam rangka menyusun pergantian jabatan dalam suatu organisasi. Untuk menghindari unsur subyektifitas dalam penentuan kenaikan jabatan, maka penulis mencoba mengimplementasian suatu sistem pendukung keputusan yang terdapat dalam Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (PROMETHEE) yang mampu membantu dalam penentuan kenaikan jabatan pegawai. Sistem pendukung keputusan adalah sistem yang interaktif mendukung proses pengambilan keputusan individu maupun kelompok dalam kehidupan masyarakat, organisasi, swasta maupun badan lain . Metode PROMETHEE adalah salah satu metode yang menggunakan prinsip outranking untuk menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria yang ditetapkan . Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengambil judul AuSistem Pendukung Keputusan Menentukan Kenaikan Jabatan Pegawai Pada Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Menggunakan Metode PrometheeAy. Diharapkan penelitian ini dapat membantu pihak kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar dalam menentukan kenaikan jabatan bagi pegawai sehingga dapat meminimalkan terjadinya resiko penilaian secara subjektif. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan metode PROMETHEE. METODOLOGI PENELITIAN Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan suatu pendekatan atau metodelogi untuk mendukung keputusan. SPK menggunakan CBIS (Computer Based Information Syste. yang fleksibel, interaktif dan dapat diadaptasi, yang Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee (Muhammad Ifnu Suhad. | 104 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik dikembangkan untuk mendukung solusi untuk masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur. SPK menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah dan dapat menggabungkan pemikiran pengambil keputusan. Sebagai tambahan. SPK biasanya menggunakan berbagai model dan dibangun oleh suatu proses interaktif dan iterative. Multiple Attribute Decision Making (MADM) AuMultiple Attribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Inti dari MADM adalah menentukan bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perengkingan yang akan menyelesaikan alternatif yang sudah diberikanAy. AuAda beberapa metode MADM diantaranya Simple Additive Weighting Methode (SAW). Weight Product (WP). Elimination and Choice Translating Reality (ELECTRE). PROMETHEE (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation, dan Analytic Hierarchy Process (AHP)Ay. PROMETHEE PROMETHEE merupakan metode pengambilan keputusan multikriteria dikembangkan oleh Brans et al. Ia membandingkan setiap pasangan alternatif untuk setiap kriteria dan nilai alternatif dalam 0 - 1 interval. Nilai f merupakan nilai nyata dari suatu kriteria dan tujuannya berupa prosedur optimasi untuk setiap alternatif yang akan diseleksi a adalah f. merupakan evaluasi dari alternatif yang akan diseleksi tersebut untuk setiap kriteria. Penyampaian Intensitas dari preferensi . alternatif a terhadap alternatif b sedemikian rupa sehingga: =0, berarti tidak ada beda antara a dan b, atau tidak ada preferensi dari a lebih baik dari b. P ( a,b ) = 1, kuat preferensi dari a lebih baik dari b. berarti mutlak preferensi dari a lebih baik dari b. berarti lemah preferensi dari a lebih baik dari b. Dalam metode ini, fungsi preferensi seringkali menghasilkan nilai fungsi yang berbeda antara dua evaluasi, sehingga : P. = P . -f. Dalam PROMETHEE terdapat enam bentuk fungsi preferensi kriteria. Hal ini tentu saja tidak mutlak, tetapi bentuk ini cukup baik untuk beberapa kasus. Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee (Muhammad Ifnu Suhad. | 105 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Diagram alir model penelitian disajikan dalam rancangan Flowchart. Mulai Analisis masalah Mempelajari Tidak Menetapkan Metode Proses Mengumpulkan Data Mengelolah Data Menguji Data Kesimpulan Selesai Gambar 1. Perancangan Penelitian Adobe Dreamweaver CS 6 AuAdobe Dreamweaver merupakan salah satu software yang bisa digunakan untuk membuat sebuah website. Program ini memungkinkan menciptakan sebuah website dari yang sederhana hingga yang paling rumit sekalipun. Adobe Dreamweaver ini mampu berkolaborasi dengan Active Server Pages. PHP. JavaScript. VBScript, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, software ini dapat digunakan untuk melakukan pemrograman berbasis websiteAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah data kuantitatif dengan teknik analisis data yang menggunakan jenis statistik deskriptif . Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan metode PROMETHEE. Data diperoleh langsung dari kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar. Data yang digunakan terdiri dari 6 alternatif dan 5 kriteria. Sebelum data diolah data yang ada diubah terlebih dahulu kedalam bentuk numerik sesuai dengan bobot dan ketentuan yang ada dari setiap kriteria. Berikut adalah data yang telah dikonversi: Tabel 1. Data Penelitian No Alternatif Batara Anita Lasma Kriteria Kepangkatan Pendidikan Disiplin Riwayat Jabatan Hasil Tes Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee (Muhammad Ifnu Suhad. | 106 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik No Alternatif Robby Jainal Suci Kriteria Kepangkatan Pendidikan Disiplin Riwayat Jabatan Hasil Tes Selanjutnya masuk kedalam tahap pengolahan data menggunakan metode promethee. Menentukan kriteria Kriteria yang digunakan terdiri dari Kepangkatan. Pendidikan. Disiplin. Riwayat Jabatan, dan Hasil Tes. Pada penelitian ini kriteria diinisialkan menjadi C1,C2,C3,C4,C5. Menentukan Alternatif Alternatif yang digunakan berjumlah 6 alternatif yaitu Batara. Anita. Lasma. Robby. Jainal. Suci. Alternatif yang digunakan diinisialkan menjadi A1,A2,A3,A4,A5, dan A6. Menentukan Tipe Preferensi Pada penelitian ini tipe prefrensi yang digunakan adalah tipe pertama (Tipe Usua. dengan persamaan sebagai berukut: Dimana : = fungsi selisih kriteria antar alternatif d = selisih nilai kriteria { d = f. - f. } . Menghitung nilai preferensi Setelah menentukan tipe yang digunakan selanjutnya masuk kedalam tahap menghitung nilai prefrensi dengan membandingkan setiap alternatif yang ada. Setelah diperoleh nilai perbandingan dari setiap alternatif, selanjutnya mengubah nilai dari perbandingan alternatif sesuai dengan tipe preferensi yang digunakan. Mencari Nilai Indeks Preferensi Multikriteria Indeks preferensi multi kriteria ditentukan berdasarkan rata-rata bobot dari fungsi preferensi dengan cara menjumlahkan semua nilai preferensi lalu dibagi dengan jumlah kriteria. Berikut adalah nilai indeks preferensi Tabel 2. Indeks Preferensi Multikriteria Alternatif A1 A2 A3 A4 A5 A6 Oc 0 0,4 0 0,4 0 0,8 0,8 0 0,8 0,6 0,6 0 2,8 0,2 0,2 0 0,2 0 0 0,6 0,2 0 0,6 0 0,6 0 1,4 0,4 0,2 0,4 0,4 0 0 1,4 0,8 0,2 0,8 0,6 0,6 0 2,4 0,6 3 1,8 2,2 0 Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee (Muhammad Ifnu Suhad. | 107 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik . Menentukan nilai Leaving Flow. Entering Flow dan Net Flow Setelah menghitung nilai indeks preferensi, selanjutnya masuk kedalam tahap perangkingan Leaving Flow. Entering Flow, dan Net Flow menggunakan persamaan berikut. Leafing Flow Oc Leaving flow, digunakan untuk menentukan urutan prioritas pada proses promethee yang menggunakan urutan parsial. Entering flow Oc Entering flow, digunakan untuk menentukan urutan prioritas pada proses promethee yang menggunakan urutan parsial. Net flow Net flow, digunakan untuk menghasilkan keputusan akhir penentuan ururan dalam menyelesaikan masalah sehingga menghasilkan urutan Berikut merupakan hasil dari perhitungan Leaving Flow. Entering Flow, dan Net Flow. Tabel 3. Nilai Leaving. Entering, dan Net Flow Alternatif Leaving Flow Entering Flow Net Flow 0,16 0,48 -0,32 0,56 0,12 0,44 0,12 -0,48 0,28 0,36 -0,08 0,28 0,44 -0,16 Menentukan Rangking Setiap Alternatif Setelang menghitung nilai leaving, entering, dan net flow maka masuk kedalam tahap perangkingan dari leaving, entering, dan net flow seperti yang terlihat pada tabel 4 berikut. Tabel 4. Perangkingan No Alternatif Net Flow Rangking Suci Anita 0,44 Robby -0,08 Jainal -0,16 Batara -0,32 Lasma -0,48 Analisis Kenaikan Jabatan Pegawai dengan Metode Promethee (Muhammad Ifnu Suhad. | 108 Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 103-110 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa alternatif dengan nama suci dengan nilai tertinggi 0,6 berada pada peringkat pertama, dan anita dengan nilai 0,44 berada pada peringkat kedua, serta robby dengan nilai -0,08 berada pada peringkat ketiga. Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Kenaikan Jabatan Pegawai Pada Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar baik perhitungan secara manual maupun secara komputerisasi menunjukkan hasil yang sama, yaitu alternatif A6 merupakan alternatif terbaik. Berikut adalah hasil yang diperoleh menggunakan komputerisasi dengan aplikasi berbasis web. Tabel 5. Perhitungan Algoritma Menggunakan Komputerisasi Rank Kode A006 A002 A004 A005 A001 A003 Nama Alternatif Leave flow Entering flow Net flow Suci Anita Robby Jainal Batara Lasma Pengujian perhitungan manual yang diimplementasikan kedalam bentuk komputerisasi bertujuan untuk melihat kesesuian hasil yang diperoleh antara perhitungan secara manual maupun secara komputerisasi. Jika hasil yang diperoleh menggunakan komputerisasi sesuai dengan perhitungan manual, maka kedepannya sistem yang dibangun mampu beroperasi di instansi terkait guna membantu proses penentuan kenaikan jabatan pada kantor kejaksaan negeri SIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah: Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Kenaikan Jabatan Pegawai Pada Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar dapat menjadi pertimbangan pengambil keputusan . ecision make. dalam membantu penentuan kenaikan jabatan pegawai. Dengan menggunakan aplikasi yang sudah diimplementasikan ke dalam perhitungan, didapatkan hasil keputusan dimana setiap pegawai akan dilakukan perankingan pada setiap kriteria dan nilai-nilai yang sudah . Metode Promethee merupakan salah satu metode pengambilan keputusan yang mendukung pengambilan keputusan dengan banyak . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil perangkingan dengan nama pegawai Suci yang berhak menerima kenaikan jabatan. DAFTAR PUSTAKA