Volume 12 No 1 Tahun 2023 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Arikel Penelitian UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizom. DAN EKSTRAK KENCUR (Kaempferia Galanga L. ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO THE EFFECTIVENESS TEST OF THE COMBINATION OF RED GINGER EXTRACT (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizom. AND KENCUR EXTRACT (Kaempferia Galanga L. ) THE GROWTH OF Staphylococcus aureus BACTERIA IN VITRO Amelya Latifah Pohan,a Ramadhan Bestari,b Dewi Pangestuti,b Farah Dibab Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No. Medan, 20219. Indonesia Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No. Medan, 20219. Indonesia Histori Artikel Diterima: 4 Mei 2023 Revisi: 31 Mei 2023 Terbit: 1 Juni 2023 Kata Kunci Combined Extract. Combination of Red Ginger and Kencur. Red Ginger. Kencur. Staphylococcus ABSTRAK Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang menyebabkan berbagai macam penyakit klinis di dunia. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan Infeksi seperti infeksi kulit, infeksi luka, infeksi nosocomial dan sindrom syok toksik. Jahe merah dan rimpang kencur merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sebagai Kencur (Kaempferia galanga L. ) memiliki seyawa aktif yang terkandung didalamnya antara lain saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var rubrum rhizom. dan ekstrak kencur (Kaempferia galanga L. ) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Desain Penelitian ini Menggunakan desain Postest Only Control Group Desain, yang dimulai pada bulan Mei 2022 hingga Februari 2023. Adapun populasi dan sampel dari penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus yang hasilnya akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA. Ekstrak kombinasi jahe merah (Zingiber officinale var rubru. dan ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L. ) memiliki efek antibiotik terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada Ekstrak Kombinasi Jahe Merah 100% Kencur 0%. Kencur 100% Jahe merah 0%. Jahe Merah 75% Kencur 25%. Jahe merah 50% Kencur 50% dan Jahe merah 25% dan Kencur 75%. ABSTRACT Staphylococcus aureus is a gram-positive bacterium that causes various clinical diseases in the world. Staphylococcus aureus can cause infections such as skin infections, wound infections, nosocomial infections and toxic shock syndrome. Red ginger and kencur rhizomes are plants that have antimicrobial activity. Kencur (Kaempferia galanga L. ) has active compounds contained therein including saponins, flavonoids, polyphenols and essential oils. This study aims to determine the effectiveness of the combination of red ginger extract (Zingiber officinale var rubrum rhizom. and kencur extract (Kaempferia galanga L. ) on the growth of Staphylococcus aureus bacteria in vitro. This research design uses the Posttest Only Control Group design, which starts in May 2022 until February 2023. The population and sample of this study are Staphylococcus aureus bacteria whose results will be analyzed using the ANOVA test. The combination extract of red ginger (Zingiber officinale var rubru. and extract of Kencur (Kaempferia galanga L. ) has an antibiotic effect on the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the combination extract of Red Ginger 100% Kencur 0%. Kencur 100% Red Ginger 0%. Red Ginger 75% Kencur 25%. Red Ginger 50% Kencur 50% and Red Ginger 25% and Kencur Amelya Latifah Pohan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 12 No. 1 Tahun 2023 Korespondensi Tel. 0897-9100-332 Email: amelya55pohan@gma Amelya Latifah Pohan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 12 No. 1 Tahun 2023 Diperlukan kombinasi antimikroba dari PENDAHULUAN Rimpang Kencur (Kaempferia bahan-bahan alami untuk menghambat atau galanga L. ) merupakan salah satu tanaman membunuh bakteri dengan efek samping herbal dan dikenal luas di masyarakat yang lebih sedikit. sebagai obat antara lain batuk, mual, bengkak, bisul , diare dan anti toksin seperti keracunan tempe bongkrek dan jamur. Selain itu, juga dikenal dalam minuman dan Pemakaian kencur baik pada golongan industri ataupun rumah tangga bukan cuma digunakan jadi obat tetapi dapat juga sebagai santapan, minuman yang kaya Salah menyebabkan infeksi pada manusia adalah genus Staphylococcus, dari genus ini bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif berbentuk bulat berdiameter 0,7-1,2 m, berkelompok seperti buah anggur dan tidak akan khasiat untuk kesehatan. 1 Minuman teratur, anaerob, tidak membentuk spora, beras kencur berkhasiat untuk meningkatkan dan tidak bergerak. Staphylococcus aureus stamina, menghilangkan masuk angin dan Komponen yang terkandung Staphylococcus aureus tumbuh dengan pesat didalamnya antara lain saponin, flavonoid, pada suhu 37 derajat C dan PH optimal 7,4. polifenol dan minyak atsir. Media pertumbuhan Staphylococcus aureus Jahe merah dan rimpang kencur biasanya mengandung asam amino dan merupakan tanaman yang memiliki aktivitas vitamin-vitamin seperti thereonin, asam Di masyarakat campuran Jahe nikotinat, dan biotin. serta kencur kerap dijadikan minuman Suatu hangat, ataupun yang lebih diketahui dengan aktivitas antibiotic dalam kategori kuat bila Kombinasi memiliki kemampuan zona menghambat antimikroba umumnya digunakan untuk bakteri >10 mm. 10 Terbentuknya zona infeksi yang disebabkan oleh beberapa baik aerobik Kombinasi antimikroba adalah kombinasi dari dua antimikroba yang saling mempengaruhi kerja dari masing-masing bakteri yang digunakan secara bersamaan. Interaksi dari kombinasi antimikroba dapat bersifat sinergis, aditif, atau antagonis. antibakteri pada rimpang. Terhambatnya pertumbuhan bakteri disebabkan oleh bahan Perbedaan diameter zona hambat pada mikroorganisme uji disebabkan oleh mekanisme kerja Amelya Latifah Pohan Antibiotik Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 12 No. 1 Tahun 2023 bakterisida, yaitu efek membunuh langsung. Laboratorium Kimia Organik Bahan Alam atau efek bakteriostatik, yaitu efek yang FMIPA Universitas Sumatera Utara pada menghambat pertumbuhan bakteri. bulan Januari - Februari 2023. Pengukuran Namun penelitian tentang kombinasi dilakukan dengan menggunakan Jangka jahe dan kencur masih sangat sedikit Sorong dalam satuan Milimeter. Hasil ukur dilakukan oleh sebab itu pada penelitian ini dari aktivitas antibiotik kombinasi ekstrak peneliti mengambil kombinasi dari ekstrak Jahe Merah dan ekstrak Kencur terhadap kombinasi jahe merah serta kencur guna Staphylococcus aureus dapat dilihat pada apakah campuran dari kedua tumbuhan ini benar mempengaruhi dalam menghambat perkembangan bakteri atau Tabel 1. Hasil Pengukuran Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Pengulangan Diameter Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus atuan m. K1 K2 K3 K4 K5 K KPengulangan 1 10,5 8,8 9,3 9,0 9,8 38,2 0 Pengulangan 2 11,4 11,4 9,3 10,7 9,1 37,1 0 Pengulangan 3 11,2 9,0 10,1 9,9 10,1 37,5 0 Pengulangan 4 11,0 9,5 10,8 10,8 8,3 38,7 0 METODE Metode penelitian ini adalah metode Eksperimental dengan postest only control grup desain. Penentuan kelompok konsentrasi sesuai dengan jurnal dengan judul Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etil Asetat Rimpang Jahe Merah dan Lengkuas Merah dan juga jurnal dengan judul Uji Zona Hambat Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativu. dan Buah Mengkudu (Morinda Bakteri Escherichia coli. equation yang terdapat pada menu Insert > Symbols > Equation. Nomenklatur rumus Laboratorium Merah dan Kencur menunjukkan zona Pada kombinasi ekstrak Jahe Merah 100% dan ekstrak Kencur 0% dengan pengulangan kedua diperoleh zona bening tertinggi dari kelompok perlakuan yaitu 11,4 Pada kombinasi ekstrak Kencur 100% diperoleh zona bening tertinggi yaitu sekitar 11,4 mm. Pada kombinasi ekstrak Jahe Merah 75% dan Kencur 25% pengulangan keempat diperoleh zona bening tertinggi yaitu sekitar 10,8 mm. Pada kombinasi HASIL Penelitian pemberian berbagai kombinasi ekstrak Jahe dan Jahe Merah 0% pengulangan kedua Rumus ditulis menggunakan fitur Pada tabel 1. didapatkan hasil bahwa ekstrak Jahe Merah 50% dan Kencur 50% Mikrobiologi pengulangan keempat diperoleh zona bening tertinggi yaitu sekitar 10,8 mm. Pada Amelya Latifah Pohan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 12 No. 1 Tahun 2023 kombinasi ekstrak Jahe Merah 25% dan yang dihasilkan dari kombinasi ekstrak Jahe Kencur 75% pengulangan ketiga diperoleh merah 100% dan ekstrak Kencur 0%, ekstrak zona bening tertinggi yaitu sekitar 10,1 mm. Kencur 100% dan ekstrak Jahe Merah 0%. Pada kelompok kontrol positif yaitu kombinasi ekstrak Jahe Merah 75% dan Ciprofloxacin pada pengulangan keempat ekstrak Kencur 25%, kombinasi ekstrak Jahe diperoleh zona bening tertinggi 38,7 mm Merah 50% dengan ekstrak Kencur 50%, sedangkan pada kelompok Negatif yaitu dan kombinasi ekstrak Jahe Merah 25% Aquadest tidak ditemukan zona bening. dengan ekstrak Kencur 75% serta kelompok Tabel 2. Hasil Analisis Uji Normalitas Shapiro Wilk dan One Way Analysis of Variant (ANOVA) kontrol positif (Ciprofloxaci. dan kontrol Pengulangan Uji Normalitas Tabel. 3 Hasil Analisis Rata-Rata dan Standar ANOVA 0,000 positif (Aquades. Deviasi 0,721 . >0,. , pada kombinasi ekstrak 71 0 0 Kencur 100% dan ekstrak Jahe Merah 0% Rata-rata Pada hasil analisis diperoleh nilai normalitas untuk kombinasi ekstrak Jahe Merah 100% dan ekstrak Kencur 0% adalah adalah 0,166 . >0,. , pada kombinasi ekstrak Jahe Merah 75% dan ekstrak Kencur 25% adalah 0,276 . >0,. , pada kombinasi ekstrak Jahe Merah 50% dan ekstrak Kencur 50% adalah 0,402 . >0,. , pada kombinasi ekstrak Jahe merah 25% dan ekstrak Kencur 75% adalah 0,719 . >0,. , dan pada Ciprofloxacin adalah 0,830 . >0,. dengan begitu berarti data diatas terdistribusi normal Dari hasil Uji One Way ANOVA p=0,000 . <0,. membuktikan bahwa tiap perlakuan yang diujikan memiliki perbedaan zona hambat Pada hasil analisis diperoleh nilai ratarata Ciprofloxacin adalah 37,87 sedangkan standar deviasi diperoleh 0,71 Pada aquadest diperoleh rata-rata 0 dan standar deviasi 0. Pada kombinasi ekstrak Jahe Merah 100% dan Kencur 0% diperoleh rata-rata 11,02 mm sedangkan standar deviasi diperoleh 0,38 mm. Pada kombinasi ekstrak Kencur 100% dan Jahe Merah 0% diperoleh rata-rata 9,76 mm sedangkan standar deviasinya dalah 1,18 mm. kombinasi ekstrak Jahe 75% dan Kencur 25% diperoleh rata-rata 9,87 mm dan standar Amelya Latifah Pohan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 12 No. 1 Tahun 2023 deviasi 0,72 mm. Pada kombinasi ekstrak Jahe Merah 50% dan Kencur 50% diperoleh Positif rata-rata 10,10 mm dan standar deviasi 0,83 diperoleh hasil 0,000 . <0,. yang mm, sedangkan pada kombinasi ekstrak Jahe berarti ada perbedaan daya hambat. Pada Merah 25% dan Kencur 75% diperoleh rata- Kombinasi ekstrak Jahe Merah 25% dan rata 9,32 mm dan standar deviasi 0,80 mm. Kencur ekstrak 75% jika dibandingkan Tabel 4. Perbandingan Antar Ekstrak dengan Kontrol Positif dan Kontrol Kombinasi. Kontrol positif dan Kontrol Negatif Negatif maka diperoleh hasil 0,000 Kontrol Kontrol Negatif <0,. yang berarti ada perbedaan daya Pada Ciprofloxacin dibandingkan dengan Kontrol Negatif dan Kombinasi Ekstrak maka diperoleh hasil 0,000 <0,. Pada Ciprofloxacin terhadap Kontrol Negatif kombinasi ekstrak Jahe Merah 100% dan dan Kombinasi Ekstrak. ekstrak Kencur 0% jika dibandingkan Aquadest dengan Kontrol Positif dan Kontrol Negatif Kontrol Positif dan Kombinasi Ekstrak maka diperolehhasil 0,000 . <0,. yang maka diperoleh hasil 0,000 . <0,. yang berarti ada perbedaan daya hambat. Pada berarti ada perbedaan daya hambat dari Kombinasi ekstrak Kencur 100% dan Aquadest terhadap Kontrol Positif dan ekstrak Jahe Merah 0% jika dibandingkan Kombinasi Ekstrak. dengan Kontrol Positif dan Kontrol Negatif maka diperoleh hasil 0,000 . <0,. yang berarti ada perbedaan daya hambat. Pada Kombinasi ekstrak Jahe Merah 75% dan ekstrak Kencur 25% jika Senyawa Pereaksi Metabolit Flavonoid FeCL3 H2SO4 Mg HCl Alkaloid Kontrol Negatif maka diperoleh hasil Terpenoid 0,000 . <0,. yang berarti ada perbedaan Steroid Jahe Merah 50% dan ekstrak Kencur 50% Tabel 5. Hasil Pengujian Fitokimia Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum dibandingkan dengan Kontrol Positif dan daya hambat. Pada Kombinasi ekstrak Dan pada Tanin Saponin Amelya Latifah Pohan Hasil Skrining Bouchardart Maeyer Salkowsky Liebermann Bourchard Salkowsky Liebermann Bourchard FeCL3 Aquadest Alkohol 96% HCl 2N Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 12 No. 1 Tahun 2023 Dari hasil pengujian Fitokimia Jahe hasil rata-rata zona bening 9,76 mm dengan Merah, didapatkan jika Jahe Merah memiliki respon hambat Kandungan Alkaloid. Kombinasi Jahe Merah 75% dan Kencur Triterpenoid. Steroid dan Tanin yang dapat 25% dengan hasil rata-rata zona bening 9,87 menyebabkan terhambatnya pertumbuhan mm dengan respon hambat sedang. Pada dari bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak Kombinasi Jahe Merah 50% dan Flavonoid. Tabel 6 Hasil Pengujian Fitokimia Kencur (Kaempferia galanga L. Senyawa Metabolit Flavonoid Pereaksi FeCL3 H2SO4 Mg HCl Bouchardart Maeyer Salkowsky Liebermann Bourchard Salkowsky Liebermann Bourchard FeCL3 Aquadest Alkohol 96% HCl 2N Alkaloid Terpenoid Steroid Tanin Saponin Dari Kencur. Hasil Pengujian Didapatkan Memiliki Kandungan Jika Hasil Skrining Menyebabkan Pertumbuhan Dari Ekstrak Kencur 50% dengan hasil rata-rata zona bening 10,1 mm dengan respon hambat kuat. Pada Ekstrak Kombinasi Jahe Merah 25% dan Kencur 75% dengan hasil rata-rata zona bening 9,32 mm dengan respon hambat Sedangkan pada kontrol positif yaitu antibiotik Ciprofloxacin didapatkan hasil rata-rata zona bening yaitu 37,82 mm sedangkan pada kontrol negatif yaitu Aquadest tidak terdapat zona bening atau 0 Fitokimia Kencur Flavonoid. Terhambatnya Bakteri Staphylococcus Aureus. Berdasarkan dari penelitian Pada penelitian yang telah dilakukan kombinasi ekstrak Jahe Merah dan Kencur fitokimia ekstrak jahe Merah dan Kencur tidak terdapat kandungan saponin. Dimana saponin memiliki efek antibakteri yaitu DISKUSI