Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar PENGAPLIKASIAN TATA KELOLA KEUANGAN DI LINGKUNGAN SATUAN PENDIDIKAN Nova Auliyatul Faizah UIN Sunan Ampel Surabaya novaaulia0000@gmail. Yuni Setya Ningsih UIN Sunan Ampel Surabaya yunisetyan@gmail. Mokhamad Imam Mudin Cahyo Pratama UIN Sunan Ampel Surabaya cahyomudin205@gmail. Shofi Nur Addina UIN Sunan Ampel Surabaya shofinuraddina100@gmail. Naufal Daffa UIN Sunan Ampel Surabaya arthurcamelot39@gmail. Abstract: Dalam lingkungan pendidikan penting sekali memperhatikan tentang tata kelola keuangan, karna dengan memperhatikan tata kelola keuangan bisa mengatur jalannya pendidikan yang ada. Dalam hal ini maka diperlukan pengaplikasian tata kelola keuangan yang baik dan benar untuk kemudian bisa diterapkan di satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Sistem pengumpulan data dengan mengumpulkan berbagai bahan bacaan, yang bersumber dari jurnal-jurnal, buku referensi, bahan ajar ataupun dokumen terpercaya. Hasil dari pengaplikasian tata kelola keuangan pada lingkungan pendidikan khususnya pada metode pengaplikasian tata kelola keuangan di lingkungan satuan pendidikan dengan mengadakan rapat bersama seluruh civitas pemangku kepentingan lembaga pendidikan dan menjadikan RKAS sebagai pedoman dalam mengambil keputusan serta prospek di masa mendatang. Keywords: pengelolaan, sekolah, pengaplikasian, tata kelola Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 57 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis PENDAHULUAN Tata kelola keuangan di lingkungan satuan pendidikan sangatlah penting untuk diperhatikan secara lebih rinci dan terstruktur. Seperti halnya manajemen keuangan pendidikan di sekolah yang perlu diatur sebagaimana mestinya. Manajemen keuangan pendidikan atau disebut juga dengan pembiayaan pendidikan adalah sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan keuangan, pemanfaatan keuangan hingga pertanggung jawaban keuangan dengan harapan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. 1 Dari penjelasan singkat ini dapat diketahui bahwa seluruh program kegiatan yang direncanakan akan selalu berkaitan dengan perlunya pembiayaan atau anggaran dana yang digunakan dalam implementasi program dan tercapainya sasaran Pada umumnya pengelolaan keuangan di setiap satuan pendidikan pastinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tentunya didasarkan pada kebijakan yang ditetapkan dan diterapkan oleh masing-masing satuan pendidikan. Karena perbedaan kebijakan yang diterapkan disetiap sekolah, tentunya permasalahan yang dialamipun juga akan berbeda. Dalam hal ini maka diperlukan pengaplikasian tata kelola keuangan yang baik dan benar untuk kemudian bisa diterapkan di satuan pendidikan. Maka dari itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola keuangan, yaitu mulai dari pemahaman akan manajemen keuangan secara umum, prinsip tata kelola keuangan, dan tentunya metode pengaplikasian tata kelola keuangan yang nantinya bisa diterapkan di satuan pendidikan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Teknik pengumpulan data adalah dengan mengumpulkan berbagai bahan bacaan, yang bersumber dari jurnal-jurnal, buku referensi, bahan ajar ataupun dokumen terpercaya. Tapi dalam kajian ini, penulis hanya membatasi pada jurnal-jurnal hasil penelitian dan buku referensi. Berdasarkan hasil kajian yang didapatkan, melakukan literasi secara menyeluruh serta mencatat poin-poin penting dalam buku catatan yang telah penulis siapkan. Kemudian menginterpretasikan argumen penulis yang dikembangkan berdasarkan teori penguat yang sesuai dengan argumentasi MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN 1 M. Masruri. Hapzi Ali, dan Kemas Imron Rosadi. AuPENGELOLAAN KEUANGAN DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS PONDOK PESANTREN SELAMA PANDEMI COVID-19Ay 2, no. Juni 2. : 652. Halaman 58 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Manajemen keuangan adalah suatu proses melakukan kegiatan mengatur keuangan yang mana dengan menggerakkan tenaga orang lain yang Adapun pengertian manajemen keuangan pendidikan yaitu rangkaian aktivitas mengatur keuangan pendidikan yang dimulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan, dan pertanggung 2 Dapat disimpulkan bahwasannya manajemen keuangan pendidikan yaitu suatu kegiatan pengelolaan keuangan yang ada ada di lingkungan pendidikan yang meliputi perencanaan anggaran, pengorganisasia, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan, dan pertanggung jawaban yang mana kegiatan tersebut diperlukan sumber daya manusia yang berkompeten untuk Manajemen keuangan pendidikan memiliki tugas untuk menentukan keuangan pada lembaga pendidikan, cara mendapatkan dana untuk insfrastruktur dalam lembaga pendidikan, dan berguna untuk membiayai kebutuhan dalam lembaga pendidikan. Berikut tujuan dan fungsi dari diadakannya manajemen keuangan pendidikan. Tujuan dari diadakannya manajemen keuangan yaitu untuk memperoleh dan mencari peluang sumbersumber pendanann bagi lembaga pendidikan, agar bisa menggunakan dana tersebut secara efektif dan tidak melanggar aturan dan bertujuan untuk membuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Adapun tujuan manajemen keuangan pendidikan menurut Kadarman yaitu sebagai berikut3: Berguna untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan pada lembaga pendidikan Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan pada lembaga Meminimalkan penyalahgunaan anggaran pada lembaga pendidikan. Berikut fungsi dari diadakannya manajemen keuangan pendidikan menurut Bafadal yaitu berfungsi sebagai perencanaan anggaran tahunan, pengadaan anggaran, pendistribusian anggaran, pelaksanaan anggaran, pembukuan keuangan, dan pengawasan serta pertanggung jawaban keuangan. Fungsi dari manajemen keuangan pendidikan memiliki makna yang lebih luas yaitu menyediakan informasi kuantitatif yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi setiap pemangku kepentingan yang mana sesuai dengan perannya masing-masing, yakni sebagai berikut:4 Kepala sekolah data keuangan sekolah nantinya akan dijadikan sebagai landasan untuk menyusun rencana sekolah, mengevaluasi kemajuan serta melakukan upaya korektif yang diperlukan 2 Syaifullah MS. AuMANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKANAy. Scolae: Journal of Pedagogy. Volume 4. Number 1, 2021. Hal 12 3 Ibid. Hal 12 4 Nur Komariah. AuKONSEP MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKANAy. Jurnal Al-Afkar Vol. VI. No. April 2018. Hal 70-71 Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 59 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis Guru dan karyawan data keuangan sekolah digunakan sebagai acuan untuk mengetahui kemampuan sekolah dalam memberikan imbal jasa, manfaat pension, dan peluang kerja Kreditur sebagai salah satu dasar pertimbangan bagi kreditur untuk mengetahui apakah pinjaman beserta bunganya nanti dapat dibayarkan manakala sudah jatuh tempo Orang tua siswa berfungsi untuk mengetahui kelangsungan hidup sekolah, terutama perjanjian jangka panjang sekolah serta tingkat ketergantungan Pemerintah berfungsi untuk mengatur aktivitas sekolah dan menetapkan anggaran untuk tahun berikutnya Masyarakat berfungsi untuk membantu masyarakat dalam menyediakan informasi terkait pengelolaan keuangan sekolah serta rangkaian aktivitas PRINSIP TATA KELOLA KEUANGAN DI SATUAN PENDIDIKAN Sebagaimana yang dituangkan dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa ada 4 prinsip pengelolaan dana pendidikan yaitu meliputi prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Transparansi Prinsip transparansi, artinya menekankan adanya keterbukaan dalam manajemen keuangan pendidikan, baik dari segi sumber keuangan pendidikan, jumlahnya, rincian kegunaannya, maupun pertanggung Secara keseluruhan harus jelas dan sesuai dengan kenyataannya dan pelaksanaannya. Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua stakeholders pendidikan dan orang tua peserta didik misalnya rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS), dimana dokumendokumen ini dipajang pada papan pengumuman sekolah. Dalam hal ini jelas bahwa informasi terkait transparansi keuangan seharusnya dapat diketahui oleh seluruh pihak yang bersangkutan. Dengan adanya transparansi keuangan pendidikan di sekolah melalui pelaporan yang jelas akan mendorong peningkatan kepercayaan bagi orang tua, masyarakat, dan pemerintah yang ikut berpartisipasi dan memberikan bantuan dana ataupun dorongan dalam penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Akuntabilitas Akuntabilitas dalam manajemen keuangan berarti kesesuaian penggunaan 5 AuUndang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Ay t. Undang Ruslan Wahyudin. MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN (PENDEKATAN PRINSIP EFISIENSI. EFEKTIVITAS. TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS) (DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA, Halaman 60 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Pertanggungjawaban dapat dilakukan secara transparan kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Ada tiga pilar utama syarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu adanya transportasi yang mendukung, adanya standar kerja yang ditentukan oleh pihak sekolah serta adanya partisipasi yang besar antara komponen serta warga sekolah untuk menciptakan pelayanan yang memuaskan yang bisa dipertanggung jawabkan. Dengan adanya akuntabilitas dalam manajemen keuangan, maka informasi pengalokasian dana yang digunakan pun akan jelas dipakai untuk apa saja, dan jelas berapa dana yang dikeluarkan. Begitu pula pertanggungjawaban dalam pelaporan, maka akan jelas adanya pemasukan atau pengeluaran yang terjadi dalam manajemen keuangan di lembaga pendidikan. Efektifitas Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas jika kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan sekolah serta kualitas hasilnya sesuai apa yang dari awal telah dirumuskan untuk dicapai. Hal ini sesuai dengan penjelasan yang dikemukan oleh Untung bahwa manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes nya sesuai dengan rencana yang telah Dalam hal ini jelas bahwa efektivitas manajemen keuangan akan terlihat dalam pencapaian tujuan kegiatan yang direncanakan sebelumnya, yakni termasuk dalam pengimplementasian program kegiatan di lembaga pendidikan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Efisiensi Efisiensi merupakan perbandingan antara daya dan hasil suatu kegiatan yang direncanakan. Daya yang dimaksud tersebut meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya yang dikeluarkan untuk memaksimalkan sebuah kegiatan yang Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Kegiatan dapat dikatakan efisian jika terjadi kesinambungan antara waktu, tenaga, dan biaya yang telah tersedia dan terpakai dalam upaya keberhasilan sebuah kegiatan yang telah direncankan. Maka dari itu efisiensi sebagai prinsip manajemen keuangan sangatlah penting untuk diterapkan dengan tujuan agar pelaksanaan suatu kegiatan mampu mencapai sasaran dengan tepat dan akurat. Suyati. AuTATA KELOLA KEUANGAN SEKOLAHAy 10, no. 1 (Juni 2. : 67Ae68, https://doi. org/10. 24042/alidarah. 8 Undang Ruslan Wahyudin. MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN (PENDEKATAN PRINSIP EFISIENSI. EFEKTIVITAS. TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS) (DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA, :13. 9 Nur Komariah. AuKONSEP MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKANAy 6, no. : 79Ae80. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 61 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis METODE PENGAPLIKASIAN TATA KELOLA KEUANGAN DI SATUAN PENDIDIKAN Dalam lingkungan satuan pendidikan dibutuhkan metode pengaplikasian keuangan untuk menjaga efektifitas dan efisiensi keuangan. Sebagaimana undang-undang sistem pendidikan nasional pasal 48 yang mengamanatkan pengelolaan dana pendidikan. 10Dengan merujuk pasal 48 maka kepala sekolah mengadakan rapat dengan unsur anggota dewan guru, komite sekolah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta dari pihak yayasan apabila swasta. Hasil dari rapat tersebut akan dibentuk proposal kebutuhan atau lebih dikenal dengan RKAS (Rencana Anggaran Kegiatan Sekola. yang berisi rencana anggaran biaya untuk kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan. RKAS (Rencana Anggaran Kegiatan Sekola. ini berasal dari dana pendapatan asli sekolah (PAS), bantuan negara, daerah, alokasi khusus baik berupa hibah maupun bos. Dan dana yang diterima oleh seluruh sekolah setiap tahunnya adalah dana BOS yang bersumber dari APBN dan PAS. Jumlah PAS setiap sekolah berbeda-beda, tergantung kepada kreativitas sekolah dalam menggali sumber pendapatan sekolah. Penyusunan RKAS ini berasal dari Rencana kerja tahunan sekolah (RKS/RKT) setiap tahunnya, dimana RKS/RKT berasal dari evaluasi diri sekolah (EDS) dan rencana jangka menengah sekolah (RJMS) yang disusun berdasarkan visi dan misi sekolah. 12RKAS (Rencana Anggaran Sekola. menjadi hal yang esensial untuk pengelolaan keuangan di satuan pendidikan, selain menjadi dokumen formal namun RKAS berfungsi sebagai pedoman sekolah untuk melakukan tindakan lanjutan atau perencanaan dimasa mendatang. Sebagai metode pengaplikasian tata kelola keuangan disatuan pendidikan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekola. tidak lain adalah sebuah sistem informasi yang dibuat untuk menangani masalah manajemen keuangan sekolah mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. 13Rencana kegiatan dan Anggaran sekolah diharuskan melalui analisis agar penerapan tata kelola keuangan dapat berlangsung dengan baik dan sesuai harapan, berikut komposisi analisis dan kriteria yang ada:14 10 Undang-undang sistem pendidikan nasional pasal 48, hal 15. Jamaluddin Iskandar, "IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN," Jurnal Idaarah. Makassar, 03 . : 117. 12 Sri Rahayu, etc ," Praktik Sistem Pengendalian Internal Pengelolaan Keuangan Sekolah," Jurnal Akuntansi. Ekonomi dan Manajemen Bisnis. Makassar, 06 . : 86-87 13 Aplikasi Rencana Kegiatan & Anggaran Sekolah (Jakarta: Kementerian Pendidikan, 2. , 4. 14 Sitti Roswati Sujuti, " Meningkatkan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Pemula Dalam Penyusunan Rencana Kerja Sekolah Melalui Pembinaan Berkelanjutan," Jurnal Inovasi Riset Akademik. Pangkajene Dan Kepulauan, 02 . : 109. Halaman 62 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Rencana kerja jangka menengah . Rencana kerja satu tahun dengan sistematika sesuai pedoman Sosialisasi oleh pemimpin sekolah Isi keseluruhan Rencana Kerja Anggaran sekolah (RKAS) berdasarkan aspek SNP Perencanaan kegiatan bidang kesiswaan Perencanaan kegiatan bidang kurikulum dan pembelajaran Perencanaan kegiatan bidang pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Pengelolaan kegiatan bidang sarana dan prasarana pendidikan Pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan Perencanaan penciptaan suasana, iklim dan lingkungan pembelajaran yang Perencanaan melibatkan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan Lembaga yang relevan Perencanaan pengawasan Perencanaan evaluasi diri Perencanaan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Perencanaan kegiatan persiapan bahan yang diperlukan untuk akreditasi sekolah oleh BAN (Badan Akreditasi Nasiona. Dengan memenuhi analisis dan capaian kriteria diatas proses pengaplikasian tata kelola keuangan di satuan pendidikan diharapkan dapat berjalan dengan maksimum KESIMPULAN Manajemen keuangan pendidikan sebagai alat untuk mengelola segala hal yang berkaitan dengan pendanaan ataupun pembiayaan dalam lingkungan Pada proses pelaksanaannya mengacu pada empat prinsip utama, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi. Adapun metode pengaplikasian tata kelola keuangan di lingkungan satuan pendidikan dengan mengadakan rapat bersama seluruh civitas pemangku kepentingan lembaga pendidikan dan menjadikan RKAS sebagai pedoman dalam mengambil keputusan serta prospek di masa mendatang. RKAS tersebut harus memiliki komposisi analisis dan kriteria yang telah ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA