EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENGARUH PENGGUNAAN METODE MNEMONIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL- QURAo AN PADA MATA PELAJARAN AL QURAoAN DAN HADITS PESERTA DIDIK KELAS Vi DI MTS AS SYIFA JATI AGUNG RUDY IRAWAN1. RUSWANTO2 rudyirawan@radenintan. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh penggunaan metode mnemonik dalam meningkatkan kemampuan menghafal al- qurAo an pada mata pelajaran al qurAoan dan hadits peserta didik kelas Vi di Mts As Syifa Jati Agung. Penelitian ini melibatkan 38 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 19 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi dan diuji coba kepada siswa kelas IX sebelum diberikan kepada responden kelas Vi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai posttest siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics versi 23 dengan uji-t untuk sampel independen menunjukkan nilai Signifikansi < 0,05 . %) pada equal variances assumed, yang menandakan bahwa data penelitian tersebut homogen. Nilai 0,000 < 0,05 menegaskan bahwa hipotesis nihil (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Metode Mnemonic memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan menghafal Al-Qur'an pada pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits peserta didik kelas Vi di MTS Assyifa Jati Agung. Metode Mnemonic terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam membantu siswa menghafal ayat-ayat AlQur'an. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan agama Islam, menawarkan pendekatan baru yang dapat diintegrasikan untuk meningkatkan keterampilan menghafal Al-Qur'an di kalangan peserta didik. Kata Kunci: Pengaruh. Metode Mnemonic. Al-QurAoan. Menghafal ABSTRACT This study aims to determine the effect of using mnemonic methods in improving the ability to memorize the Qur'an in the subject of the Qur'an and Hadith of class Vi students at Mts As Syifa Jati Agung. This study involved 38 students who were divided into two groups: the experimental class and the control class, each consisting of 19 students. The sampling technique used was Purposive Sampling. The test instrument used in this study has been validated and tested on class IX students before being given to class Vi respondents. The results showed a significant increase in the posttest scores of students in the experimental class compared to the control class. Data analysis using IBM SPSS Statistics version 23 with a t-test for independent samples showed a Significance value <0. %) at equal variances assumed, which indicates that the research data is homogeneous. A value of 0. 000 <0. 05 confirms that the null hypothesis (H. is rejected and the alternative hypothesis (H. is accepted. Thus, this study concludes that the use of the Mnemonic Method has a significant influence on improving the ability to memorize the Qur'an in learning the Qur'an and Hadith of class Vi students at MTS Assyifa Jati Agung. The Mnemonic Method is proven to be more effective than conventional methods in helping students memorize the verses of the Qur'an. This finding provides an important contribution in the field of Islamic religious education, offering a new approach that can be integrated to improve the skills of memorizing the Qur'an among students. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Keywords: Influence. Mnemonic Method. Al-Qur'an. Memorizing PENDAHULUAN Dalam kehidupan manusia membutuhkan pendidikan. Pendidikan memegang peranan yang paling penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan (Abdullah, 2. Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa pemerintah merumuskan dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 tentang sistem pendidikan nasional yang menjelaskan bahwa : AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa Udan negara. Pendidikan dipandang sebagai proses belajar yang ditujukan untuk membangun manusia dengan pengetahuan dan keterampilan (Mohammad, 2. Dapat dilihat dari maknanya, pendidikan tidaklah semata-mata menyekolahkan anak untuk memperoleh wawasan baru ataupun menimba ilmu pengetahuan, akan tetapi pendidikan mempunyai makna yang lebih luas. Seorang anak akan tumbuh berkembang dengan baik manakala ia memperoleh pendidikan yang komprehensif, agar ia kelak menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama. Menjadi orang yang berpendidikan merupakan sebuah kebanggaan, baik kebanggaan untuk diri sendiri, orang tua ataupun bangsa. Pendidikan dilakukan pada masa kanak-kanak, karena pada masa tersebut merupakan masa paling subur, paling panjang, dan paling dominan untuk membentuk karakter, menanamkan norma-norma yang mapan dan arahan jiwa dan sepak terjang pada anak tersebut. Saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin meningkat, hal ini dapat terlihat pada keinginan masyarakat dalam memilih serta menentukan sekolah yang tepat bagi anaknya. Kecenderungan orangtua dalam menentukan sekolah bagi anaknya bukan tidak memiliki alasan yang kuat, akan tetapi didasari akan keinginan orangtua agar anaknya nanti memiliki hekal yang cukup dalam menjalani kehidupannya kelak. Oleh karena itu orangtua disini berfungsi sebagai pengarah, pelaksana dan pemberi kebijaksanaan terhadap pendidikan yang akan ditempuh oleh anaknya. Pendidikan sebagai proses perubahan perilaku, secara alamiah berjalan spontan. Namun apabila kita menghendaki pendidikan yang terarah, harus melalui perencanaan, perancangan, pemrograman, atau berdasarkan kurikulum atau program yang telah dirumuskan lebih dulu (Qodir, 2. Dalam Kurikulum pendidikan agama Islam masih terkesan kurang memadai untuk mengembangkan keterampilan siswa. Kurikulum pendidikan agama Islam di Indonesia masih yang bersifat tekstual, sehingga kurang mengajarkan siswa untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dan saat ini pendidikan abad ke 21 teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang telah mengubah cara belajar dan pembelajaran. Guru dan pelajar saat ini menghadapi tantangan profesional, tekhnologi informasi, yang semakin berkembang dengan cepat. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari proses dan dari segi hasil. Dari segi proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruh atau setidak-tidaknya sebagian besar . %) peserta didik secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam pembelajaran, disamping menunjukan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar dan rasa Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 percaya pada diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatan berhasil apabila terjadi perubahan yang positif dari peserta didik seluruhnya atau sebagian besar . %) (Mulyasa, 2. Pembahasan tentang pendidikan erat kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar, di mana keberhasilan ditentukan oleh pengaturan proses belajar mengajar serta materi pelajaran itu sendiri, yang saling bergantung satu sama lain. Peserta didik dapat belajar dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan, dan dalam kondisi yang mendorong semangat belajar. Proses belajar mengajar merupakan serangkaian kegiatan di mana guru membangun organisasi proses belajar mengajar yang efektif (Arif, 2. Syah menyatakan bahwa pendidikan adalah aspek utama dalam pengembangan diri manusia dan menjadi jembatan untuk meningkatkan pengetahuan. Pendidikan juga menjadi faktor penting dalam perkembangan peradaban manusia di tanah air. Pendidikan yang berkualitas menghasilkan individu yang kompeten, begitu pula sebaliknya. Pembelajaran mencakup kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Pendidikan melibatkan guru, sementara pembelajaran berfokus pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai tujuan utamanya. Rendahnya kompetensi belajar matematika sering disebabkan oleh kurangnya partisipasi aktif siswa dalam kelas (Anggriyani and Nurlina, 2. Suatu proses belajar mengajar yang efektif dan bermakna akan berlangsung apabila dapat memberikan keberhasilan bagi siswa maupun guru itu sendiri. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam disekolah selama ini para guru lebih metode verbelastik, yaitu ceramah dan tanya jawab. Hal ini tidak berarti bahwa metode ceramah tidak baik, melainkan pada suatu saat siswa akan menjadi bosan bila guru berbicara terus sedangkan para siswa duduk diam mendengarkan. Selain itu kadang ada pokok bahasan yang memang kurang tepat untuk disampaikan melalui metode ceramah dan lebih efektif melalui metode lain. Metode pembelajaran bertujuan supaya pengajaran dapat disampaikan sesuai dengan kondisi lingkungan, kondisi peserta didik, kemampuan pendidik dan peserta didik. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat bervariasi. Metode pembelajaran sangat penting digunakan karena metode pembelajaran membuat pendidik mampu menerapkan metode secara spesifik. Metode pembelajaran mempunyai peran yang lebih baik, karena mampu membuat peserta didik memiliki berbagai pandangan, pemikiran, maupun usulan peserta didik ditampung dan dievaluasi untuk memperoleh jawaban terbaik, kreatif dan inovatif. Dengan demikian peserta didik menjadi aktif dan termotivasi dalam proses belajar mengajar, dan tentunya metode pembelajaran dilakukan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran (Santosa, 2. Saat ini, banyak sekali konsep-konsep dan pendekatan yang terus bermunculan dan diterapkan dalam metode dalam berbagai bidang mata pelajaran pembelajaran Diantaranya metode ceramah, driil, tanya jawab, inquiry. Discovery, belajar tuntas, problem solving, project basic learning. Diskusi, dan lain sebagainya (Lindawati dkk, 2. Dalam pembelajaran pendidikan agama, terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh yaitu. pembelajaran Pendidikan Agama Islam, metode pembelajaran agama dan hasil pendidikan Dalam wawancara Guru Al-Quran dan Hadits MTs As Syifa. Beliau mengatakan bahwa masih banyak peserta didik yang mengalami berbagai permasalahan dalam belajar, salah satunya permasalahan yang sekarang dialami peserta didik yaitu rendahnya tingkat kemampuan menghafal Al QurAoan dan rendahnya tingkat kemampuan menghafal siswa di sekolah karena terdapat beberapa faktor, kurang bervariasinya guru dalam menerapkan strategi pembelajaran adalah salah satu faktor kurangnya kemampuan mengingat / menghafal Al -QurAoan siswa serta dalam wawancara tersebut Guru mata pelajaran menyebutkan bahwa lingkungan sekitar juga mampu mempengaruhi peserta didik terutama dalam hal pendidikan dan rendahnya rasa percaya diri peserta didik. Peserta didik memiliki hak untuk dibantu oleh guru mata pelajaran Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 agar dapat terselesaikan permasalahan tersebut guna meningkatkan hasil belajar peserta didik yang maksimal disekolah. Hal ini wawancara serta observasi yang dilakukan di sekolah, disampaikan guru mata pelajaran al qurAoan dan hadits guna membantu peserta didik di sekolah agar meningkatnya kemampuan menghafal Al QurAoan siswa. Mengingat begitu pentingnya menumbuhkan tingkat kemampuan menghafal belajar siswa, perlu diupayakan suatu pembelajaran yang inovatif. Dari begitu banyak metode pembelajaran inovatif, salah satunya yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menghafal siswa adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan metode mnemonik. Metode mnemonik ini merupakan solusi kreatif yang merupakan alat pengait dalam meningkatkan kemampuan mengingat . sebuah informasi yang terdapat memori seseorang. Dalam menghafal tentunya tidak cukup seseorang hanya mengingat dengan proses menggunakan otak kiri karena hanya berfungsi menganalitis/akademis diantara bagian-bagiannya mengaitkan logika, kata-kata, angka, matematis, berpikir urutan, rutinitas/pengulangan detail dan terorganisasi yang berada di belahan fungsi otak kiri. Sedangkan perbandingan dengan otak kanan yaitu melalui dengan banyak ragam yang terdiri dengan sesuatu kreatif diantanya: Irama, musik, gamba, imajinasi, konseptual, berpikir acak, intuisi dan global/menyeluruh. Tentunya jika mengingat sesuatu hanya mengandalkan informasi otak kiri saja dalam menghafal maka akan lebih mudah hilang karena dapat memberikan kebosanan tersendiri bagi setiap diri seseorang. Sehingga dalam sistem Metode Mnemonik memberikan makna kepada para peserta dididk MTS As Syifa untuk lebih mudah dalam membantu mengingat hafalan, dan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Cara yang dimaksud yaitu dengan menggunakan metode mnemonic, yang memiliki beberapa tahapan yaitu menyiapkan materi, mengembangkan hubungan, memperluas gambaran sensorik dan mengingat kembali informasi. Pada tahap pertama mempersiapkan materi yang akan diajarkan, seperti menggaris bawahi, membuat daftar dan merefleksikan materi pelajaran. Pada kedua, mengembangkan hubungan -hubungan siswa berusaha mulai memahami materi dan menghubungkan konsep dalam materi tersebut dengan menggunakan kata kunci, kata ganti, dan kata hubung. Pada tahap ketiga memperluas gambaran sensorik siswa menggunakan teknik asosiasi . idculous association. dan melebih-lebihkan . (Miftahul, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan Quasi Eksperimen. Penelitian eksperimen adalah suatu cara yang digunakan untuk menghubungkan sebab-akibat antara faktor yang mempengaruhi yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi atau menyisihkan suatu faktor pengganggu dalam penelitian tersebut. Pada desain menggunakan Nonequivalent Control Group Design yakni terdapat 2 kelompok yang digunakan untuk penelitian yaitu 1 kelompok untuk ekperimen dan 1 untuk kelompok kontrol (Sugiyono, 2. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiapat obyek subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan nya. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas Vi MTs As Syifa Jati Agung tahun ajaran 2022/2023 pada semester ganjil yang berjumlah 38 siswa. Tabel 1. Populasi Peserta didik kelas Vi MTs As Syifa Jati Agung No. Kelas Jumlah Vi A Vi B Jumlah Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dalam referensi lain disebutkan bahwa sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh Maka dari itu Sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar mewakili . Teknik pengambilan sampel kelas menggunakan teknik purposive sampling yaitu suatu metode penarikan sample probabilitas yang dilakukan dengan kriteria tertentu. Adapun cara sampel yang digunakan peneliti adalah Purpossive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan penelitian. Sampel pada penelitian ini diambil 1 kelas eksperimen yaitu kelas Vi yang akan diajarkan dengan menggunakan metode mnemonic. Sampel Pada penelitian ini ada dua kelas yaitu Vi A dan Vi B. Satu kelas sebagai sampel model pembelajaran dengan pendekatan Metode Mnemonic, satu kelas sebagai sempel pembelajaran konvensional . elas kontro. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan uji prasyarat pada masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol yang akan diukur yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelas eksperimen pada penelitian ini adalah kelas Vi dengan jumlah siswa 19 yang terdiri dari laki laki 14 dan perempuan 5. Berikut adalah daftar nilai pretest dan postest siswa siswi kelas eksperimen. Tabel 2. Kriteria Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Kriteria Pretest Postest Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata Rata 63,68 86,63 Modus 67,00 88,00 Median 75,00 95,00 Jumlah Pada hasil penelitian pretest nilai tertinggi di kelas eksperimen yaitu 80, nilai terendah yaitu 50, nilai rata-rata yaitu 63,68, modus yaitu 86,63, median yaitu 75,00, dan jumlah nilai Pada postetst nilai tertinggi yaitu 95, nilai terendah yaitu 60, nilain rata-rata yaitu 86,63, nilai modus yaitu 67,00, median yaitu 75,00, dan jumlah nilai 1665. Kelas Kontrol pada penelitian ini adalah kelas Vi A dengan jumlah siswa 19 yang terdiri dari laki laki 9 dan perempuan 11. Berikut adalah daftar nilai pretest dan postest siswa siswi kelas kontrol. Tabel 3. Kriteria Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Kriteria Pretest Postest Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata Rata 62,63 79,74 Modus 65,00 80,00 Median 55,00 79,00 Jumlah Pada hasil penelitian pretest nilai tertinggi pada kelas kontrol yaitu 75, nilai terendah yaitu 40, nilai rata-rata yaitu 62,63, modus yaitu 65,00, median yaitu 55,00, dan jumlah nilai Pada postetst nilai tertinggi yaitu 85, nilai terendah yaitu 75, nilai rata-rata yaitu 79,74, nilai modus yaitu 80,00, median yaitu 79,00, dan jumlah nilai 1515. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol dan Eksperimen Tests of Normality Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 KolmogorovSmirnova Statistic df Sig. 158 19 . Shapiro-Wilk Statistic df Sig. 926 19 . Kelas Hasil Belajar Pretest Metode Kontrol Mnemonic Pretest 164 19 . 838 19 . Eksperimen This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Sumber : SPSS Statistic 23 Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk diperoleh nilai signifikan pretest kelas kontrol sebesar nilai Sig. 0,200 > 0. 05 dan pretest eksperimen sebesar nilai Sig. 194 > 0. 05 dengan demikian data pretest berdistribusi normal. Pada hasil uji homogenitas data hasil penelitian post test menggunakan SPSS Versi 23 dapat dilihat pada tabel based on mean memperoleh nilai Sig. > 0,05 . %) atau 0,647 > 0,05 maka instrumen penelitian ini dapat dikatakan memiliki data penelitian bersifat homogen denga kata lain, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam varians antar kelompok data yang diuji, dengan ini salah satu syarat uji-t telah terpenuhi. Dalam penelitian ini pengujian data menggunakan uji-t dengan SPSS Versi 23 diperoleh nilai sig. < 0,05 . %) yaitu pada pada rabel Equal Vsriances Assumed karena data penelitian tersebut homogen. Pada Equal Vsriances Assumed diperoleh 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan kemampuan peserta didik. Group Statistics Std. Error Kelas Mean Std. Deviation Mean Hasil Posttest Kontrol Belajar Posttest Eksperimen Metode Mnemonic Dari keterangan diatas dapat dilihat perbedaan rata-rata nilai pretest kelas kontrol dan pretest kelas eksperimen yaitu untuk kelas pretest kontrol 76,89 dan pretest kelas eksperimen 82,36. Dari data hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan Metode Mnemonic terhadap kemampuan menghafal AL-QurAoan peserta didik pada mata pelajaran Al- QurAoan dan Hadits di kelas Vi MTs Assyifa Jati Agung. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui rata-rata pretest dari kelas Kontrol adalah 76, 89 dari jumlah responden 19 siswa. Rata-rata pretest dari kelas eksperimen adalah 82,36 dari jumlah reesponden 19 siswa, disini belum terlihat perbedaan antara masing-masing kelas sebelum diadakannya perlakuan. Selanjutnya setelah di beri perlakuan memperoleh rata-rata nilai posttest yaitu pada kelas kontrol adalah 79, 47 dari jumlah responden 19 siswa dan ratarata nilai posttest kelas eksperimen adalah 89, 84 dari jumlah responden 19 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa menggunakan Metode Mnemonik lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. Analisis dengan IBM SPSS Statistics versi 23 menggunakan uji-t untuk sampel independen menunjukkan nilai Sig. < 0,05 . %) pada equal variances assumed, menandakan bahwa data Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Dengan nilai 0,000 < 0,05, hipotesis nihil (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Kesimpulannya, terdapat pengaruh signifikan penggunaan Metode Mnemonik terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa kelas Vi di MTS As Syifa Jati Agung. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode Mnemonic terhadap kemampuan menghafal Al-Qur'an pada mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits bagi peserta didik kelas Vi di MTS Assyifa Jati Agung. Penggunaan Metode Mnemonic terbukti memberikan pengaruh dibandingkan dengan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an. Hal ini tercermin dari hasil posttest peserta didik kelas eksperimen yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Metode Mnemonic yang memanfaatkan kata kunci, visualisasi, dan pengelompokkan informasi membantu peserta didik dalam mengingat dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dengan lebih mudah dan efisien. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui rata-rata pretest dari kelas Kontrol adalah 76, 89 dari jumlah responden 19 siswa. Rata-rata pretest dari kelas eksperimen adalah 82,36 dari jumlah reesponden 19 siswa, disini belum terlihat perbedaan antara masing-masing kelas sebelum diadakannya perlakuan. Selanjutnya setelah di beri perlakuan memperoleh rata-rata nilai posttest yaitu pada kelas kontrol adalah 79, 47 dari jumlah responden 19 siswa dan ratarata nilai posttest kelas eksperimen adalah 89, 84 dari jumlah responden 19 siswa. Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics versi 23 dengan uji-t untuk sampel independen mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest di kedua kelompok. Nilai Signifikansi < 0,05 . %) pada equal variances assumed menunjukkan homogenitas data penelitian, dan nilai 0,000 < 0,05 mengonfirmasi bahwa hipotesis nihil (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta didik yang belajar menggunakan Metode Mnemonic menunjukkan peningkatan kemampuan menghafal yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metode konvensional. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Metode Mnemonic memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan menghafal Al-Qur'an pada pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits di kelas Vi MTS Assyifa Jati Agung. Metode ini dapat dijadikan sebagai strategi yang efektif dalam pembelajaran agama Islam, membantu peserta didik mencapai hasil belajar yang lebih baik, dan mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan keagamaan dan akademik. DAFTAR PUSTAKA