70 Arfiah Dkk. Analisis Tindak TuturA ANALISIS TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI KARYA ANGGA DWIMAS SASONGKO Arfiah Ayudian Mawarti. Houtman. Surismiati. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyag Palembang arfiaayudian1@gmail. houtman03@gmail. surismiati43@gmail. Diterima: 29 Agustus 2024 Disetujui: 16 Januari 2025 Diterbitkan: 20 Januari 2025 Abstrak Tindak tutur imperatif memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai aspek komunikasi, baik dalam interaksi sehari-hari maupun dalam media seperti film. Penggunaan tindak tutur ini membawa berbagai fungsi yang esensial untuk mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan tindakan orang lainPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan fungsi tindak tutur imperatif dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko serta mengetahui relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Teori yang digunakan adalah teori Searle dan Kunjana Rahardi. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang rilis pada Januari 2020. Dengan menggunakan pendekatan metodologis yang berupa deskriptif kualitatif dan pendekatan teoritis dengan kajian pragmatik berupa tindak tutur imperatif. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap mulai dari menonton, mentranskrip, menganalisis, mengklasifikasi, mengidentifikasi, hingga memberikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 data tuturan imperatif dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Semua 24 data tersebut dikumpulkan menjadi lima fungsi tindak tutur imperatif, yaitu: . permintaan, . suruhan, . ajakan, . pemberian izin . Kemudian data tersebut diklasifikasikan dalam empat kategori yaitu: . Sangat baik, . baik, . cukup, . sangat Kata kunci: tindak tutur, film, fungsi tindak tutur imperatif Abstract Imperative speech acts play a very important role in various aspects of communication, both in everyday interactions and in media such as films. The use of this speech act carries various essential functions to regulate, control, and direct the actions of others. This study aims to determine and describe the function of imperative speech acts This study aims to determine and describe the function of imperative speech acts in the film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini by Angga Dwimas Sasongko and to determine its relevance in learning Indonesian in high school. The theory used is Searle and Kunjana Rahardi's theory. The data source in this study is the film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini which was released in January 2020. By using a methodological approach in the form of qualitative descriptive and a theoretical approach with pragmatic studies in the form of imperative speech acts. Research was carried out in several stages starting from watching, transcribing, analyzing, classifying, identifying, to providing Based on the results of the study, 24 imperative speech data were found in the film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. All 24 data were collected into five imperative speech act functions, namely: . requests, . orders, . invitations, . granting permission . Then the data is classified into four categories, namely: . Very good, . good, . sufficient, . very lacking. Keywords: speech act, film, imperative speech act function APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UM Palembang DOI: https://doi. org/10. 32502/jbs. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 70Ae80 Pendahuluan Kehidupan sebagian besar dibentuk oleh kemampuan mereka dalam berkomunikasi. Manusia dapat bertukar ide, membangun hubungan antara hubungan orang lain, dan bekerja sama dalam berbagai konteks melalui Penggunaan bahasa memiliki peran penting dalam komunikasi. Bahasa yang dipergunakan saat komunikasi bisa dicermati sebagai tuturan, terutama saat dipergunakan secara verbal. Tuturan ialah sebuah kalimat dalam bentuk nyata yang berasal dari bahasa yang terjadi saat seseorang berbicara atau memberikan pesan secara verbal. Pada setiap tuturan, terdapat unsur tindak tutur yang mencerminkan niat atau tujuan pembicara. Gagasan tentang tindak tutur yang menyatakan bahwa memanfaatkan bahasa memerlukan tindakan pertama kali dikemukakan oleh Searle. Tindak tutur yaitu tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi adalah tiga kategori di mana Searle membagi tindak tutur. Penelitian ini berfokus pada tindak tutur imperatif, yang bertujuan untuk memberikan perintah, instruksi, atau permintaan kepada mitra tutur. Tindak tutur imperatif yang dilakukan untuk menyampaikan perintah, arahan, atau permintaan kepada orang lain dikenal sebagai tindak tutur imperatif. Menurut (Rahardi, 2005:134-. Fungsi tindak tutur imperatif dibedakan menjadi lima macam, yaitu . fungsi tuturan imperatif suruhan, . fungsi tuturan imperatif ajakan, . fungsi tuturan imperatif permohonan, . fungsi tuturan imperatif persilaan atau pemberian izin, dan . fungsi tuturan imperatif larangan. Penggunaan tindak tutur imperatif dalam berkomunikasi dapat membantu seseorang memberikan intruksi, perintah, atau permintaan dengan jelas dan tegas. Penggunaan tindak tutur imperatif bisa ditemukan dalam film. Film adalah membentuk suatu cerita atau dapat disebut juga disebut movie atau video (Supriatini & Surismiati, 2. Film merupakan alat komunikasi massa yang penting untuk membahas realitas yang muncul dalam kehidupan sehari-hari (Endre, 2021:. Proses pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang relevan agar dapat memenuhi tujuan pembelajaran dianggap pembelajaran yang baik (Pramesti, 2021:. Film yang dipilih sebagai sumber data berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko. Film ini juga mengandung nilai-nilai yang bisa dipelajari dalam kehidupan. Kajian Pustaka Subbidang mempelajari penggunaan bahasa dalam Pragmatik meneliti bagaimana konteks, tujuan komunikasi, dan faktor-faktor lain mempengaruhi pola berbicara. (Bawamenewi, 2020:. Kajian penggunaan bahasa dikenal dengan istilah pragmatik. Menurut (Aulia Rahmah Zamzami, 2021:. dalam (Prayitno, 2. Pragmatik mengkaji struktur bahasa sebagai alat komunikasi, dengan penutur dan mitra tutur di dalamnya, termasuk juga unsur di luar tindak tutur yang disebut sebagai konteks atau tanda bahasa. Pragmatik merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji bahasa dari segi cara penggunaannya dalam komunikasi, menurut (Bambang et al. , 2021:3. Gagasan tentang tindak tutur, yang meneliti bagaimana bahasa digunakan untuk menciptakan tindakan, pertama kali dikemukakan oleh John Searle. Tindak tutur dijelaskan oleh (Hasnita, 2021:. sebagai sesuatu yang diucapkan disertai mengucapkan kata-kata yang diucapkan dan menunjukkan reaksi yang diperlukan untuk makna yang diungkapkan. Tindak tutur menurut (Picha, 2020:. adalah suatu yang diucapkan ketika bertindak sejalan dengan pernyataan itu. Definisi lainnya menurut (Nawir et , 2018:. , tindak tutur dapat didefinisikan sebagai studi bahasa yang berfokus pada makna suatu ujaran dengan tujuan berbeda berdasarkan pesan yang dimaksudkan penutur. Berdasarkan definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa tindak tutur diartikan sebagai perkataan atau ujaran Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Arfiah Dkk. Analisis Tindak TuturA berkomunikasi dengan maksud untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain agar mereka mengambil tindakan yang disampaikan penutur. Menurut Searle dalam (Wijana dan Rohmadi 2009:. , ada tiga kategori tindakan pragmatik yang dapat dilakukan penutur yang terdiri dari tindak lokusi, tindak ilokusi, dan tindak perlokusi. Searle membagi ilokusi langsung kesamaan struktural dan komunikatif. Ilokusi langsung berdasarkan persamaan diklasifikasikan menjadi tiga macam menurut Searle. Tindak tutur deklaratif, yaitu tuturan yang mengandung kalimat pernyataan, memiliki fungsi untuk menyampaikan informasi dan . Tindak tutur interogatif yaitu tindak yang menuturkan kalimat pertanyaan yang berfungsi untuk . Tindak tutur imperatif menurut (Thamimi & Wiranty, 2019:. Imperatif merupakan kalimat kehendak penutur. Sedangkan (Sulhan, 2019:. mengarahkan atau menuntut mitra tutur melakukan tindakan yang diinginkan penutur. dan fungsi komunikatif. Bentuk kalimat yang digunakan dalam komunikasi di situlah letak Tindak tutur yang memaksa mitra tutur untuk melakukan tindakan yang telah dinyatakan sebelumnya disebut tindak tutur imperatif. Perintah dan permintaan merupakan contoh tindak tutur imperatif menurut Searle. Rahardi Menurut (Rahardi, 2005:. dalam Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia, ia menjelaskan bahwa tuturan imperatif mengandung keinginan si penutur. Tuturan (Rahardi, 2005:. dapat diklasifikasikan menjadi lima macam, yaitu tuturan imperatif permintaan, tuturan imperatif ajakan, tuturan imperatif pemberian izin atau pemberian izin, dan tuturan imperatif . Jhon Searle Tujuan dari tindak tutur imperatif adalah untuk menyampaikan suatu pernyataan secara langsung kepada pendengarnya. Searle menjelaskan dalam (Dian Safitri & Mulyani, 2021:. bahwa tindak tutur imperatif merupakan salah satu jenis tindak ilokusi langsung yang didasarkan pada kesamaan struktur Menurut (Rahardi, 2005:. dalam bukunya yang berjudul Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia, menjelaskan bahwa tuturan imperatif mengandung maksud memerintah atau meminta agar mitra turur melakukan sesuatu sesuai keinginan si penutur. Tuturan imperatif menurut (Rahardi, 2005:. dapat diklasifikasikan menjadi lima macam, yaitu tuturan imperatif permintaan, tuturan imperatif ajakan, imperatif pemberian izin, tuturan imperatif . Tuturan imperatif permintaan atau permohonan adalah tuturan yang digunakan untuk meminta atau mengajukan permohonan kepda Fungsi Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 70Ae80 ungkapan penanda kesantunan kata AutolongAy dan AumohonAy. Tuturan merupakan tuturan yang digunakan untuk memberikan perintah atau suruhan kepada orang lain agar diinginkan pembicara. Secara struktural imperatif yang bermakna suruhan dapat ditandai oleh kesantunan, ayo, biar, coba, harap, hendaklah, hendaknya, mohon, silahkan, dan tolong. Tuturan imperif ajakan adalah tuturan yang digunakan untuk tindakan atau aktivitas. Biasanya menggunakan penanda dengan kata ayo . , mari . , harap dan hendaklah. Sedangkan ciri penanda dari tuturan. Tuturan imperatif pemberian izin merupakan tuturan yang digunakan untuk memberikan persetujuan atau izin kepada pendengar untuk melakukann suatu tindakan. Fungsi imperatif pemberian izin lazimnya, kesantunan dipersilakan. Fungsi imperatif larangan biasanya berarti maksud imperatif dari larangan tuturan imperatif. Film merupakan alat komunikasi massa yang penting untuk mendiskusikan realitas yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diungkapkan (Endre, 2021:. Menurut (Tuti Hidayah. Rochmat Tri Sudrajat, 2020:. , film adalah karya sastra yang berdurasi singkat dan efektif menyampaikan maknanya kepada penontonnya. Film dimaksudkan untuk menyampaikan informasi, baik secara eksplisit maupun implisit, melalui representasi maksud, pikiran, dan perasaan (Widyawati, n. Sementara itu, karena film memungkinkan penontonnya melihat langsung tuturan antara penutur dan mitra tuturnya, maka dianggap afektif untuk mengamati penggunaan bahasa (Nurhalisa et al. Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan riset deskriptif kualitatif dan pendekatan teoritis dengan kajian pragmatik berupa tindak tutur imperatif. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap mulai dari menonton, mentranskrip, menganalisis, mengklasifikasi, mengidentifikasi, hingga memberikan kesimpulan. Sumber data primer penelitian ini adalah kata-kata atau dialog yang mengandung tuturan imperatif dalam film yang berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang berdurasi 2 jam 1 menit yang dirilis pada awal Januari 2020. Hasil dan Pembahasan Analisis Tindak Tutur Imperatif dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko Bedasarkan hasil penelitian, fungsi tindak tutur imperatif yang ditemukan dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Ahri Ini karya Angga Dwimas Sasongko, terdapat 24 data tuturan keseluruhan yang diklasifikasikan ke dalam lima fungsi tindak tutur imperatif yaitu: tindak tutur imperatif permintaan terdapat 10 data, tindak tutur imperatif suruhan terdapat 5 data, tindak tutur imperatif ajakan terdapat 7 data, tidak terdapat data tindak tutur imperatif pemberian izin, tindak tutur imperatif larangan terdapat 2 data. Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini . Fungsi Imperatif Permintaan Fungsi tuturan imperatif permintaan digunakan untuk Dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini terdapat 10 tuturan. Angkasa: dah, tolong jaga . Ae Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Arfiah Dkk. Analisis Tindak TuturA yang ditandai dengan adanya penanda kata AutolongAy, tuturan digunakan untuk meminta atau mengajukan permohonan kepada pendengar seperti yang dilakukan Angkasa yang meminta tolong Awan untuk menjaga rumah karena Awan tidak bisa ikut acara makan malam keluarga dan harus segera mengerjakan maket yang disuruh pak Anton. Narendra: seharusnya, kamu membantu Awan Latihan. Ra. Bagus jika kalian berdua bisa ikut kompetisi. Kasihan jika adiknya sampai ketinggalan. 58 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan Auseharusnya, kamu membantu Awan Latihan. RaAy. "seharusnya" menunjukkan suatu tuturan ini tidak langsung, ia tetap merupakan tuturan imperatif permintaan karena mengarahkan Aurora untuk melakukan tindakan yang disuruh ayahnya yaitu membantu Awan. Pak Rifai: tropika adalah desain yang diminta client kita. Bikinanmu terlalu modern. Awan. Bukan yang mereka . 53 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan ditandai dengan tuturan Autropika adalah desain yang diminta client Bikinanmu terlalu modern. Awan. Bukan yang mereka mintaAy. tuturan ini imperatif permintaan karena mengarahkan Awan memperbaiki desain sesuai permintaan client. Awan: pak, tolong pak kasih saya kesempatan sekali lagi saja. Belajar dan bekerja di bawah bapak itu adalah Impian saya dari dulu. Tolong pak kasih saya kesempatan lagi. Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan yang ditandai dengan kata AutolongAy kesantunan yang memiliki makna dilakukan Awan kepada pak Anton memohon agar pak Anton memberikan kesempatan sekali lagi untuk belajar dan bekerja bersama pak Anton. Narendra: Ang! Kenapa Awan bisa naik MRT dan menyebrang jalan sendiri? Ayah minta kamu untuk jemput awan di kantor Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan ditandai dengan tuturan AuAyah minta kamu untuk jemput awan di kantor kan?Ay, tuturan tersebut merupakan pernyataan yang menegaskan permintaan yang diberikan oleh Ayah kepada Angkasa. Penggunaan "minta" menunjukkan bahwa ini adalah permintaan atau instruksi secara langsung mengandung kata-kata penanda kesantunan imperatif seperti "harap" atau "tolong", namun dari konteks dan cara tuturan disampaikan, dapat disimpulkan tuturan tersebut adalah imperatif permintaan yang menegaskan suatu instruksi atau permintaan untuk bertindak. Narendra: saya ga peduli Awan maunya apa, dengar Ang, saya minta jemput Awan di kantor Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 70Ae80 artinya harus jemput di kantor. 04 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan ditandai dengan tuturan Ausaya minta jemput Awan di kantor artinya harus jemput di kantorAy, pernyataan yang menegaskan permintaan yang diberikan oleh Ayah Angkasa. Penggunaan "minta" menunjukkan bahwa ini adalah permintaan yang diharapkan untuk dilaksanakan. Narendra: Lala, tolong cari nomor pak Rafif Ghani, ya! . 58 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permohonan yang ditandai dengan kata AutolongAy kesantunan yang memiliki makna . Pak Rifai: pak Anton minta kamu mengerjakan proyek Rafif Associates. 52 Ae Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan ditandai dengan tuturan Aupak Anton minta kamu mengerjakan proyek Rafif AssociatesAy, tuturan tersebut merupakan pernyataan yang menegaskan permintaan. Kata "minta" adanya permintaan. Meskipun kalimat ini diawali dengan menyebutkan orang lain (Pak Anto. sebagai subjek yang meminta, substansinya tetap mengarahkan pendengar untuk melakukan sesuatu. Aurora: kalau kalian mau berantem, mending kalian pulang saja, berantemnya di rumah. Bisa kan tidak ribut di sini, pameran ini tuh penting buat Narendra: nak dengerin dulu, maksud ayah tadi. Aurora: pulang saja, sekarang, kumohon! . 15 Ae 01. Tuturan tersebut secara pragmatik menganduk fungsi imperatif permohonan yang digunakan untuk meminta atau mengajukan permohonan kepada pendengar seperti yang dilakukan Aurora kepada Narendra dan Awan. dengan penggunaan kata AukumohonAy Aurora meminta . Angkasa: Awan yang minta pulang sama teman-temannya dan dijemput di stasiun yah. 00 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif permintaan tetapi diungkapkan dengan wujud non imperatif, ditandai dengan tuturan AuAwan yang minta pulang sama teman-temannya dan dijemput di stasiun yah. Ay, pernyataan yang menegaskan permintaan yang diberikan oleh Awan kepada Angkasa. Fungsi Imperatif Suruhan Fungsi suruhan dalam sebuah tuturan mempunyai arti memberikan maksud dan tujuan diungkapkan penutur. Dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini terdapat 5 data tuturan. Angkasa: Ayah menjemput kamu di kantor, bukan di sini. 34 Ae Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif suruhan yang nonimperatif, ditandai dengan AuAyah menjemput kamu di kantor, bukan di sini. Ay, tuturan Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Arfiah Dkk. Analisis Tindak TuturA langsung oleh ayah yang disampaikan oleh Angkasa kepada Awan. Kata "suruh" instruksi atau perintah dari ayah yang harus dilaksanakan oleh Angkasa. Ini merupakan tuturan imperatif suruhan di mana ada seseorang yang memberikan perintah kepada orang lain . Ajeng: Awan. Warga: Ayo tolongin dia! . 37 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif suruhan agar mitra tutur menyikapi tuturan yang disampaikan oleh penutur untuk melakukan sesuatu. nonimperatif, ditandai dengan tuturan AuAyo tolongin diaAy. kata AutolongAy dalam konteks ini, lebih digunakan untuk mempertegas kebutuhan akan tindakan segera. Kata "ayo" memperkuat kesan mendesak, membuat permintaan ini lebih mirip dengan suruhan. Coach: Ra, jadi nomor satu aja tidak cukup. Kamu harus jadi yang terbaik di antara sekolah-sekolah lain. Minggu depan harus 1. 28 detik. Sanggup? . Ae Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif suruhan agar mitra tutur menyikapi tuturan yang disampaikan oleh penutur untuk melakukan sesuatu. nonimperatif, ditandai dengan tuturan AuKamu harus jadi yang terbaik di antara sekolahsekolah lainAy. penggunaan kata AuharusAy keharusan dengan tegas dengan tujuan agar pendengar berusaha menjadi yang terbaik. Angkasa: . yah menelpo. halo, yah? Bukannya jam 9 yah? Oh oke. Lika: sa. IAom okay, just go! . ku baik saja, pergilah!). 30 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif suruhan agar mitra tutur menyikapi tuturan yang disampaikan oleh penutur ditandai dengan partikel -lah dari kata AupergilahAy yang menunjukkan suruhan. Narendra: Ajeng, anak-anak! (Narendra: Ajeng, tolong panggil anak-anak!). Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif suruhan agar mitra tutur menyikapi tuturan yang disampaikan oleh penutur AutolongAy di mana intruksi atau suruhan diberikan . Fungsi Imperatif Ajakan Fungsi imperatif ajakan adalah pernyataan penututr agar mitra tutur ikut melakukan sesuatu yang sedang atau dilakukan penutur. Terdapat 7 data tuturan imperatif ajakan Dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Narendra: Angkasa. Aurora. sudah belum sayang? Ajeng: Ayo, mas hati-hati. 50 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan untuk melakukan suatu tindakan tertentu bersama-sama dengan pembicara atau orang lain. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 70Ae80 Tuturan adanya penanda kesantunan kata "Ayo". Kata AuayoAy merupakan kata ajakan yang digunakan untuk mendorong melakukan sesuatu seperti yang dituturkan oleh Ajeng kepada Narendra karena mereka akan pergi dan untuk melakukan tindakan spesifik yaitu pergi dengan hati-hati dengan tujuan mengarahkan pendengar untuk melakukan suatu tindakan . Angkasa: Sudah telat, dijemput di tempat lain, dan bohong Awan: Bukan mas yang Ayo, cepat jalan nanti ayah bawel. 45 Ae Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan untuk meminta, mengajak, seseorang melakukan suatu tindakan Tuturan kesantunan kata "Ayo", yang disampaikan Awan kepada Angkasa mendorong Angkasa untuk segera pulang karena Awan takut "nanti ayah cerewet" yang merupakan alasan mengapa tindakan tersebut perlu segera . Narendra: ajak saja lika kesini Ang!, . Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan namun Penggunaan kata "ajak saja" merupakan bentuk ajakan atau permintaan yang Ini menunjukkan bahwa pembicara meminta pendengar untuk melakukan suatu tindakan, yaitu mengajak Lika datang. Lalu tuturan "Ayah mau buat masakan enak" memberikan alasan tambahan . Ajeng: ibu tuh udah tidak sabar melihat karya-karyamu, hanya disimpan di bengkel, bisa dilihat sama banyak orang, ayo makan! . 32 Ae 00. Tuturan disampaikan oleh Ajeng kepada Aurora. Tuturan mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan yang bertujuan untuk meminta mengajak atau melakukan suatu tindakan tertentu yang ditandai dengan kata AuayoAy. Kata "Ayo" merupakan kata ajakan yang digunakan untuk mendorong melakukan sesuatu. Seperti yang dituturkan oleh Ajeng Aurora "Ayo" makan berarti Ajeng mengajak Aurora untuk makan bersama. Angkasa: Aurora, ikut yuk? Ra, kan kamu lagi suka mendengar Kunto Aji. Ayo? . 56 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan yang mengajak atau mendorong seseorang melakukan suatu adanya penanda kesantunan kata "ikut yuk" yang diucapkan oleh Angkasa untuk mengajak Aurora untuk ikut pergi ke . Kale: Mengajak malem, mau ikut? Awan: tante ginting gitarisnya ARAH? Kamu ini siapanya band ARAH sih? Kale: 42 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan yang Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Arfiah Dkk. Analisis Tindak TuturA mengajak atau mendorong seseorang melakukan suatu tindakan tertentu. tuturan "mau ajakan tidak langsung yang mengundang Awan untuk ikut makan malam. Tuturan Autante mencariku mengajak makan malam" merupakan informasi bahwa ada ajakan dari pihak ketiga . untuk makan Ini konteks mengapa ajakan itu Lalu tuturan "mau ajakan tidak langsung yang mengundang Awan untuk ikut makan malam. Angkasa: Wan, ayo pulang. udah ketahuan sama ayah. 39 Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi tuturan imperatif ajakan yang mengajak atau mendorong seseorang melakukan suatu kesantunan kata "Ayo". Kata "Ayo ajakan yang digunakan dalam tuturan tersebut. Kata "Ayo pulang"merupakan ajakan yang digunakan untuk mendorong melakukan sesuatu seperti yang Angkasa kepada Awan untuk mengajak Laku tuturan "udah memberikan alasan mengapa tindakan tersebut harus segera . Fungsi Imperatif Larangan Tuturan imperatif larangan untuk melarang seseorang untuk melakukan terdapat 2 tuturan dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Narendra: jangan pernah lepasin adik-adikmu, mereka tanggung jawabmu, mas. 16 Ae 00. Tuturan tersbeut secara pragmatik mengandung fungsi kesantunan "jangan". Kata "jangan" merupakan ungkapan "mereka tanggung jawab kamu mas" memberikan alasan mengapa tindakan tersebut tidak boleh . Aurora: ayah, jangan marah sama mas Angakasa . Ae 00. Tuturan tersebut secara pragmatik mengandung fungsi kesantunan "jangan". yang dituturkan oleh Aurora Narendra melarang ayahnya memarahi Angkasa. Simpulan Fungsi tindak tutur imperatif yang ditemukan dalam film Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti dan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko, terdapat 24 data tuturan yang diklasifikasikan ke dalam lima fungsi tindak tutur imperatif yaitu: tindak tutur imperatif permintaan terdapat 10 data, tindak tutur imperatif suruhan terdapat 5 data, tindak tutur imperatif ajakan terdapat 7 data, tidak terdapat data tindak tutur imperatif pemberian izin, tindak tutur imperatif larangan terdapat 2 data. Fungsi tindak tutur imperatif paling banyak ditemukan dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga Dwimas Sasongko adalah tuturan imperatif permintaan sebanyak 10 data dari jumlah keseluruhan 24 data. Hal tersebut menunjukkan bahwa tokoh dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga Dwimas Sasongko bisa membuat disampaikan, atau menciptakan interaksi yang intens antara karakter. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 70Ae80 Daftar Pustaka