Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus PERAN COMMUNITY DEVELOPMENT WORKER DALAM PERLINDUNGAN BAGI ANAK-ANAK KORBAN BENCANA ALAM Arinda Putri Wulandari1. Marwah Dwita Aprilia2. Fanesha Khofiffah3. Sahadi Humaedi4. Rudi S. Darwis5. Nurliana Cipta Apsari6. Santoso Tri Raharjo7. Sri Sulastri8 1,2,3Program Studi Kesejahteraan Sosial. FISIP. Universitas Padjadjaran 4,5,6,7Pusat Studi CSR. Kewirausahaan Sosial, dan Pemberdayaan Masyarakat. Universitas Padjadjaran 8Departemen Kesejahteraan Sosial. FISIP. Universitas Padjadjaran *Corresponding author Email: arinda21001@mail. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan peran pekerja sosial sebagai community development workers dalam menangani anak-anak korban bencana alam. Pembahasan artikel ini diperoleh melalui studi literatur yang bersumber dari jurnal dan artikel di internet melalui google scholar untuk dijadikan rujukan sebagai dasar teori mengenai konsep community development workers, mengeksplorasi perlindungan sosial bagi anakanak korban bencana dan menjabarkan peranan pekerja sosial dalam menangani masalah anak-anak korban Indonesia dengan posisinya yang rawan terhadap bencana alam menunjukkan pentingnya melakukan penanganan terhadap korban bencana terkhusus bagi kelompok-kelompok rentan seperti anak-anak. Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa peranan CD Workers dalam penanganan masalah ini adalah sebagai facilitative roles, educational roles, representational roles dan technical roles. Peranan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi anak sehingga dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami. Dengan adanya peranan tersebut dapat memastikan segala kebutuhan yang diperlukan dan mengembalikan keberfungsian secara sosial bagi anak. Kata-kata kunci: Peran CD Workers. Perlindungan Sosial. Bencana Alam. ABSTRACT This article aims to identify and describe the role of social workers as community development workers in dealing with child victims of natural disasters. The discussion of this article was obtained through a study of literature sourced from journals and articles on the internet through Google Scholar to be used as a reference as a theoretical basis regarding the concept of community development worker, exploration of social protection for child victims of disasters and describing the role of social workers in dealing with children's problems. disaster victims. Indonesia, which is prone to natural disasters, shows the importance of handling disaster victims, especially for vulnerable groups such as children. The results of the analysis conducted by the author show that the CD Worker's role in handling this problem is a facilitative role, an educational role, a representational role and a technical role. This role aims to provide services as a form of social protection for children so that they can help solve the problems they are With this role, it can ensure all the needs needed and restore social functioning for children. Keywords: The Role of CD Workers. Social Protection. Natural Disasters. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Berdasarkan definisi yang diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana merupakan suatu peristiwa yang memberikan ancaman dan gangguan kehidupan bermasyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan juga faktor manusia yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan gangguan psikologis. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 bencana dibagi menjadi 3 yaitu bencana alam, bencana non alam dan juga bencana sosial. Bencana alam merupakan bencana yang disebabkan oleh faktor alam, contoh dari bencana alam yaitu tsunami, gunung meletus, gempa bumi, angin topan dan kekeringan. Sedangkan bencana non alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa non alam seperti gagal teknologi. Selain itu, bencana sosial adalah bencana yang disebabkan oleh manusia seperti misalnya konflik sosial masyarakat (Rahmat et al. , 2. Indonesia yang merupakan negara yang terletak di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik dan berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia membuat Indonesia menjadi negara yang rawan akan bencana alam seperti erupsi gunung berapi, gempa bumi, hingga tsunami. Berdasarkan laporan yang diberikan oleh BNPB sepanjang tahun 2022 Indonesia 522 bencana alam dengan banjir sebagai bencana yang paling sering terjadi yaitu 1. 520 kejadian disusul dengan bencana cuaca ekstrim sebanyak 1. Pada urutan ketiga bencana yang juga sering terjadi yaitu tanah longsor yaitu sebanyak 634 kejadian. Selanjutnya ada kebakaran hutan dan lahan yang menduduki urutan keempat dengan 252 Bencana lainnya yaitu gempa bumi sebanyak 28 kejadian, gelombang panas/abrasi sebanyak 26 kejadian, kekeringan sebanyak 4 kejadian dan juga letusan gunung berapi sebanyak 1 Selain itu, dari bencana-bencana yang terjadi telah memakan korban sebanyak 851 orang meninggal dunia, 726 luka-luka dan juga 46 orang hilang. Tidak hanya korban jiwa, bencana alam juga dapat memberikan dampak negatif lainnya bagi kehidupan masyarakat sehingga penanganan terhadap bencana harus sesegera mungkin dilakukan. Namun, penanganan pasca bencana bukan satu soalan yang mudah dilakukan, diperlukan kolaborasi antar berbagai pihak untuk bekerja sama menangani permasalahan (Rahmat et al. , 2. Community Development Workers penanggulangan bencana pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pasca Community Development workers dalam tahap pra bencana berkontribusi pada upaya meminimalisir resiko bencana dengan melakukan kegiatan pemetaan kapasitas masyarakat, mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terjadinya bencana serta melakukan penanggulangan bencana ke berbagai Kemudian pada tahap tanggap darurat, community development worker membantu korban bencana khususnya anak-anak dalam pemulihan fisik serta psikososial dasar yang terguncang akibat adanya bencana yang terjadi. Pada tahap pasca bencana, community development worker berupaya untuk memulihkan kondisi psikologis korban bencana yakni pemulihan kondisi sosial, mengatasi trauma serta pengembangan kemandirian korban bencana. Masyarakat bersama membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan dengan beberapa masyarakat kelompok siaga bencana untuk menjalankan sistem pencegahan dan mitigasi, kedaruratan dan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus Community mekanisme dan sistem pengurangan risiko bencana yang digerakkan dan di evaluasi oleh masyarakat itu sendiri . ommunitybased risk reductio. Pada saat terjadi bencana alam tentu ada beberapa kelompok yang menjadi prioritas utama pemulihan salah satunya adalah anakanak dikarenakan pada dasarnya anakanak belum mampu mengungkapkan mengekspresikan apa yang mereka memahami emosi diri masih sangat rendah sehingga membutuhkan perhatian khusus dari para community worker bencana. Dalam perlindungan terhadap korban bencana sangat penting khususnya bagi anak-anak untuk menjamin kesejahteraan dan proses pengalaman yang traumatis. Perlindungan sosial merupakan konsep luas yang akan selalu berkembang sesuai perkembangan Menurut United Nations Children's Fund (UNICEF, 2. , perlindungan sosial merupakan serangkaian kebijakan publik yang bersifat privat dengan tujuan untuk menghilangkan krisis perekonomian dan sosial terhadap kerugian dan kemiskinan yang terjadi. Di indonesia, baik pemerintah pusat maupun daerah akan bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan dan penanggulangan bencana terkhusus bagi anak-anak karena termasuk kepada kelompok yang rentan dan sudah diatur dalam undang-undang. Kelompok rentan merupakan kumpulan kelompok individu yang memiliki potensi lebih rentan ketika menghadapi situasi bencana. Di dalam pasal 55 ayat 2 Undang-Undang No 24 tahun 2007 menyatakan bahwa kelompok rentan ini terdiri dari bayi, balita, anakanak, ibu yang sedang mengandung atau menyusui, penyandang cacat . dan orang lanjut usia. Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia berupaya membantu anak-anak korban bencana, maka ada beberapa hal yang perlu menjadi prinsip utama dalam Konvensi Hak Anak (KHA) sebagai Pertama, kelangsungan hidup dan perkembangan pada anak sehingga perlu memperhatikan dampak dari bencana yang terjadi terhadap perkembangan fisik, psikologis, emosional, sosial dan spiritual Kedua, non-diskriminasi pada anak karena pada situasi bencana dapat memperluas berbagai perbedaan yang ada dan memungkinkan individu semakin termarjinalkan bagi mereka yang memiliki risiko diskriminasi sebelumnya termasuk pada anak disabilitas, anak berhadapan dengan hukum dan lain-lainnya. Ketiga, partisipasi anak bahwa setiap anak diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam hal apapun sampai keadaan kembali pulih sehingga perlu kepercayaan yang dipegang oleh sang Terakhir, kepentingan terbaik bagi anak dalam melakukan setiap tindakan yang berkaitan dengan mereka sehingga rancangan, pemantauan dan kesesuaian program/perlindungan intervensi kemanusiaan yang tepat untuk Dengan demikian, dalam bentuk upaya perlindungan anak-anak korban bencana CD workers memiliki perannya Sehingga artikel ini bertujuan untuk menggambarkan apa saja peran CD workers bagi anak-anak korban bencana METODE Dalam pembuatan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian berupa studi kepustakaan (Library Researc. melalui berbagai pengkajian kepustakaan dengan tujuan untuk memperkuatkan hasil analisis penulis yang didukung Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus berdasarkan berbagai sumber-sumber yang memiliki pendalaman teori. Menurut (Marisya. , & Sukma. , 2. studi penelitian yang dilakukan melalui bukubuku, artikel, jurnal, website atau sumbersumber permasalahan yang diteliti sehingga mendapatkan wawasan dan pendasaran teori untuk digunakan sebagai informasi dalam menganalisis serta menjadi referensi pembahasan di dalam penulisan. Penulis melakukan pencarian bahan bacaan seperti jurnal yang berkaitan dengan peran pekerja sosial dalam perlindungan bagi anak-anak korban bencana alam di internet dengan menggunakan database google scholar dan website resmi Layanan EJournal Universitas Padjadjaran dengan rentang waktu publikasi yang memakai kata kunci peran pekerja sosial, perlindungan sosial dan Community Development Worker. HASIL PEMBAHASAN Akibat letak geografisnya yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik, bencana alam menjadi kejadian yang rawan sekali terjadi di Indonesia sebab ketika salah satu lempeng bergerak, akan menyebabkan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Berbagai bencana alam lainnya datang bergantian setiap tahunnya seperti tanah longsor, banjir, angin topan dan kekeringan begitu juga dengan dampak negatif yang ditimbulkan dari bencana alam itu sendiri. Bukan hanya korban jiwa, bencana alam menimbulkan banyak dampak negatif lainnya bagi kehidupan masyarakat seperti kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, serta gangguan fungsi psikologis para korban bencana (Utomo et al. , 2. Namun, fokus dampak negatif dalam artikel ini yaitu pada korban bencana alam khususnya anak-anak. Korban bencana alam tidak hanya menghadapi satu situasi melainkan situasi yang sangat kompleks baik secara fisik, psikis dan sosial (Rusmiyati. , & Hikmawati. Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan pasca bencana alam membuat hal ini menjadi penting untuk segera ditangani. Jika penanganan bencana ini cepat dilakukan maka akan semakin mengurangi dan memperbaiki dampak negatif yang terjadi. Namun, aktivitas penanganan bencana bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Diperlukan kerja sama dan partisipasi dari banyak pihak dalam menangani permasalahan pasca bencana alam. Konsep Perlindungan Sosial Menurut International Labour Organization (ILO) mengatakan bahwa, perlindungan dengan tujuan untuk memastikan keamanan dan akses yang mudah terhadap layanan sosial bagi kelompok-kelompok prioritas seperti kelompok rentan dan melindungi serta memberdayakan masyarakatnya pada setiap siklus kehidupan. Asian Development Bank (ADB) perlindungan sosial ini sebagai kumpulankumpulan kebijakan yang disusun untuk mengurangi kemiskinan dan kerentanan melalui proses perbaikan kapasitas masyarakat dalam melindungi dirinya sendiri dari bencana ataupun pendapatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlindungan sosial merupakan kebijakan yang mencakup jaminanjaminan terhadap kelompok rentan untuk kesejahteraannya dengan memastikan kebutuhannya dapat terpenuhi. Di Indonesia, sesuai dengan UndangUndang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kepada kelompok rentan seperti anak, ibu hamil dan menyusui serta lansia. Hal ini memberikan perlindungan sosial kepada para korban bencana dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, hal ini Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus diperkuat lagi pada Undang-Undang No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehingga pihak pemerintah mempunyai kewajiban dalam hal menyediakan perlindungan khusus terhadap anak, termasuk anak korban Perlindungan bagi korban bencana alam tidak selalu berkaitan dengan penyembuhan secara fisiknya saja, tetapi kedudukannya tidak kalah pentingnya untuk menyembuhkannya. Perlindungan sosial bagi anak ini dapat berupa pendampingan psikososial dari awal menjalani proses pengobatan hingga anak tersebut pulih. Pada umumnya, anak-anak lebih rentan mengalami trauma yang berkepanjangan sehingga dukungan yang diberikan secara psikososial pada anak ini bukanlah hal yang mudah karena memerlukan pendekatan dan teknikteknik khusus yang sesuai dan dipahami oleh anak. Oleh karena itu, penanganan trauma . raumatic healin. perlu dilakukan dan mendapatkan perhatian lebih. Kementerian Sosial memberikan bantuan bagi korban bencana agar korban dapat memenuhi kebutuhan hidupnya melalui pemulihan psikologis dan memberikan akses terhadap sumber dan potensi kesejahteraan sosial. Bantuan yang diberikan Kementerian Sosial terbagi menjadi dua tahap yaitu masa tanggap pemenuhan kebutuhan dasar dan bagi anak disediakan sekolah darurat agar tidak mengalami ketertinggalan dalam proses pembelajaran, sedangkan pada masa pasca bencana bantuan berupa jaminan hidup, santunan atau bahkan bahan bangunan Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial dengan penggunaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Konsep Community Development Workers Pengembangan Community Development sejarah panjang dalam literatur dan praktik pekerjaan sosial. Menurut Johnson merupakan spesialisasi atau setting praktek pekerjaan sosial yang bersifat makro . acro practic. Menurut Edi Suharto dan Dwi Yuliani, community development adalah suatu pendekatan masyarakat melalui pemberian kekuasaan pada kelompok-kelompok masyarakat semoga bisa membuat, memakai dan mengontrol sumber-sumber yang ada di Community Development Workers merupakan pekerja sosial di bidang pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik jika di dalam model pengembangan masyarakat memiliki pelaku perubahan. Community workers Community Development Workers memiliki peran enabler-katalis yakni mengembangkan kapasitas masyarakat agar dapat menghadapi masalah dengan Peran CD workers dalam Perlindungan bagi Anak-anak Korban Bencana Alam Peran community development workers atau disingkat CD workers dikategorikan kedalam empat peranan yaitu facilitative roles, educational roles, representational role, dan technical roles (Fadiyah, 2. Peran CD workers sebagai fasilitator difokuskan untuk meningkatkan dan membangkitkan semangat atau pemberian dorongan kepada kelompok/masyarakat. Adapun peran CD workers dalam facilitation roles yaitu sebagai skill and resources . ampu memanfaatkan sumber daya dan keahlian Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus dalam masyaraka. , group facilitation . emberian berdasarkan topik yang sesuai dengan kebutuhan masyaraka. , social animation . enumbuhkan kesadaran masyaraka. , mediation . erperan sebagai mediator untuk memperluas kerja sama dengan menguntungkan pihak yang terliba. , support . ampu memberikan dukunga. , consensus . embangun konsensus untuk kerja sam. , dan organising. Selanjutnya pada educational roles. CD workers berperan aktif memberikan masukan keterampilan dan pengalaman bagi kelompok/ masyarakat. Adapun peran CD workers dalam educational roles adalah consciousness raising . embantu individu tentang suatu alternati. , informing . emberikan informasi terkait progra. , confronting . engkonfrontasi perbedaan pandanga. , dan training . encari dan menganalisis tenaga ahli yang diperluka. Kemudian peran CD workers sebagai representational atau utusan/wakil yaitu melakukan interaksi dengan badan-badan Adapun peran CD workers dalam representational yaitu recources . empertimbangkan sumber-sumber dari lua. , advocacy . embela kepentingan kelompok/masyaraka. , . emperkenalkan hasil produks. , public relations, networking . engembangkan relasi dengan berbagai piha. , sharing knowledge and experience. Selanjutnya pada peran yang terakhir yaitu technical. CD penganalisisan data dengan komputer. Adapun peran CD workers dalam peran . engumpulkan, . ampu presentation . ampu mengekspresikan pikiran, tindakan secara langsung dan tulisa. , management . engelola program kegiatan yang dibua. , dan financial control. Sehingga dalam bentuk perlindungan terhadap anak-anak korban bencana alam. CD workers sebagai fasilitator berperan memberi dorongan, semangat dan motivasi kepada anak-anak korban bencana alam untuk menggunakan potensi dan sumber daya yang dimiliki agar dapat Sedangkan anak-anak meningkatkan kualitas dan kemandirian anak-anak Community Development melakukan proses pemulihan trauma terhadap anak-anak korban bencana dengan mendirikan pusat-pusat pelayanan berupa AuResilience Development ProjectsAy pada saat terjadinya bencana. Therapy support juga digunakan oleh CD worker sebagai salah satu perannya dalam memberikan perlindungan terhadap anakanak korban bencana. Therapy support dapat dilakukan oleh CD worker yakni berupa pemberian dukungan dengan melibatkan potensi pendukung, anak-anak bisa saling menguatkan dengan teman sebayanya dengan hal-hal kecil seperti permainan edukasi dan menciptakan kondisi yang positif atau mendukung. KESIMPULAN Anak-anak menjadi kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan khusus akibat bencana alam. Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan bencana alam membuat CD worker memiliki perlindungan anak-anak. Adapun peran yang dimiliki CD workers dalam perlindungan terhadap anak-anak korban bencana alam yaitu fasilitator, edukator, representational, dan technical. Dalam berusaha memberikan dukungan dan pemulihan sisi psikologis anak-anak Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 211 - 217 Available Online at jurnal. id/focus DAFTAR PUSTAKA