Journal for Quality in Women's Health Vol. 5 No. 1 March 2022 | pp. 82 - 89 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: https://doi. org/10. 30994/jqwh. Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap pelaksanaan Antenatal Care terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Erma Retnaningtyas*. Dewi Wahyuni D4 Kebidanan. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan. Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia * Corresponding author: Erma Retnaningtyas . retno26@gmail. Received: Februari 26 2022. Accepted: Maret 22 2022. Published: Maret 29 2022 ABSTRAK Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik. Pendekatan yang dilakukan Cross Sectional Study dengan populasi yaitu semua ibu hamil di desa Jampirogo pada bulan Maret 2020 sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Nonprobability Sampling dengan pendekatan accidental sampling didapat sampel sebanyak 34 orang ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Uji chi-square serta Kolmogorov Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 18 orang responden . ,9%) mempunyai pengetahuan baik tentang Antenatal Care Terpadu dan sebanyak 27 orang responden . ,4%) melakukan Antenatal Care Terpadu. Hasil uji Chi-square didapatkan Avalue=0,000,uji Kolmogorov smirnov Avalue = 0,001 dan = 0,05 maka Avalue< sehingga H1 diterima. Ada hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap pelaksanaan Antenatal Care Terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Diharapkan ibu hamil memahami informasi yang diberikan bidan untuk melakukan Antenatal Care Terpadu dan secara aktif bertanya bila ada informasi yang kurang dapat dipahami. Untuk bidan disarankan mengadakan kelas ibu hamil secara rutin. Kata kunci: antenatal care terpadu, ibu hamil, pengetahuan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Dalam usaha menangani permasalahan kesehatan ibu dan anak, departemen kesehatan mengeluarkan kebijakan intervensi strategis dalam Ausafe motherhoodAo yang terdiri dari empat pilar yaitu Keluarga Berencana. Persalinan Bersih dan Aman. Pelayanan Obstetri Esensial, dan Pelayanan Antenatal ( Sarwono Prawirohardjo, 2. Pelayanan antenatal terpadu merupakan pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Pelayanan antenatal terpadu dapat dikatakan bermutu dan berkualitas apabila sudah memenuhi standar operasional yang dikenal dengan 10 T dan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten seperti bidan, dokter dan perawat yang sudah terlatih, sesuai dengan ketentuan. Pelayanan antenatal terpadu harus dilakukan secara bermutu dan berkualitas pada pelayanan kesehatan ( Kemenkes RI, 2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care terpadu Tingginya angka kematian ibu di Indonesia terkait dengan banyak faktor, diantaranya kualitas perilaku ibu hamil yang tidak memanfaatkan ANC (Antenatal Car. pada pelayanan kesehatan. Disamping faktor geografis maupun ekonomi, peengetahuan ibu yang minim berkaitan dengan kehamilannya menjadi masalah tersendiri bagi para tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang menjadi kurang sempurna. Rendahnya kunjungan pada ANC dapat meningkatkan komplikasi maternal dan neonatal serta kematian ibu dan anak karena adanya kehamilan beresiko tinggi yang tidak segera ditangani (Wulandari. Data World Health Organization (WHO) mengenai status kesehatan nasional pada capaian target Sustainable Development Goals (SDG. menyatakan secara global sekitar 830 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dengan tingkat AKI sebanyak 216 per 100. 000 kelahiran hidup (WHO, 2017: . Sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah kehamilan, persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio AKI masih dirasa cukup tinggi sebagaimana ditargetkan menjadi 70 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2030 (WHO, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Jampirogo pada bulan 30 desember 2019, cakupan ANC terpadu mencapai 68% yaitu 36 orang masih belum mencapai target cakupan ANC terpadu tahunan yaitu 53 orang. Walau hasil tersebut termasuk meningkat dari tahun 2019 yang hanya mencapai 60% dari target per desember Dari hasil wawancara terhadap 10 ibu hamil mencatat bahwa 6 orang . %) diantara 10 ibu hamil belum melakukan Antenatal Care Terpadu karena kurang memahami tentang pentingnya program Antenatal Care Terpadu. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai kehamilanya dapat memicu cakupan Antenatal Care terpadu menjadi kurang optimal. Sebagian besar ibu tidak mengetahui kondisi kehamilanya secara menyeluruh karena terlalu pasif untuk menanyakan kondisinya pada petugas kesehatan, hal ini dapat berdampak pada ibu yang jarang atau tidak pernah memeriksakan kehamilanya tidak memenuhi cakupan nutrisi selama kehamilan yang mengakibatkan anemia dalam kehamilan, pada saat persalinan mengalami perdarahan dan menyebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Resiko komplikasi juga lebih tinggi terjadi karena terlambatnya deteksi sedini mungkin selama kehamilan. Besarnya faktor penyulit dan komplikasi yang terjadi menjadi perhatian khusus bagi setiap tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini adanya komplikasi preeklamsi, hipertensi dan KPD yang mengganggu proses berjalanya kehamilan secara normal. Sejak awal kehamilan, diharapkan ibu sudah mempersiapkan kehamilanya dengan matang serta rutin melakukan memeriksakan kehamilanya. Pemeriksaan kehamilan / Antenatal Care sejak dini dapat membantu memonitor kondisi kesehatan ibu dan janin secara bertahap, sehingga deteksi penyulit mulai dari hamil hingga bersalin menjadi lebih mudah dan cepat penyulit dapat segera diatasi. Upaya yang dilaksanakan untuk menurunkan AKI antara lain dengan dilaksanakannya Jaminan Persalinan (Jampersa. yang saat ini telah diintegrasikan kedalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bidang kesehatan. Upaya lainnya adalah mengintegrasikan indikator kesehatan ibu dan anak dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Upaya lain yang komprehensif untuk memperbaiki status kesehatan ibu dan anak adalah dengan dilaksanakannya conditional cash transfer dengan sasaran keluarga miskin dan rentan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) (Kementrian PPN, 2. Berdasarkan data diatas, dan melihat fenomena yang ada di masyarakat, maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care Terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap pelaksanaan Antenatal Care Terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Journal for Quality in Women's Health Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care terpadu Kabupaten Mojokerto. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care terpadu, mengidentifikasi pelaksanaan Antenatal Care terpadu, dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap pelaksanaan Antenatal Care terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. METODE Desain pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan metode potong lintang (Cross Sectional Stud. Desain penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan ibu hamil pelaksanaan Antenatal Care Terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di desa Jampirogo sebanyak 39 orang di bulan Maret Penelitian ini dilakukan di Polindes Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto pada bulan Maret sampai April 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Nonprobability Sampling dengan pendekatan accidental sampling. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebagian ibu hamil di desa Jampirogo yang datang dan sudah melakukan kunjungan kedua atau lebih, sebanyak n akseptor. Teknik ini dilakukan tanpa kesengajaan peneliti mencari sampel, namun tidak berarti dipilih random. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil. Variabel terikat pada penelitian ini adalah pelaksanaan Antenatal Care (ANC) terpadu. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa bivariate. Untuk mengetahui kemaknaan dilakukan analisa bivariat dengan uji Chi Square dan kolmogorov Dengan tingkat kemaknaan Ho ditolak jika . < pvalue maka H1 diterima artinya terdapat hubungan antara variabel bebas . dengan variabel terikat . dan sebaliknya. Piranti yang digunakan untuk menganalisa uji hipotesa dan untuk menguji validasi serta reliabilitas menggunakan komputer dengan program SPSS for HASIL Data Umum Responden Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto tahun 2020 Variabel Umur < 20 tahun 20 Ae 35 tahun > 35 tahun Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan IRT Swasta Wiraswasta PNS Anak Ke Pertama Kedua Ketiga / Lebih ANC Ke 2 kali / lebih Journal for Quality in Women's Health Frekuensi Persentase (%) Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care terpadu Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden berusia 20 - 35 tahun yaitu 27 orang . ,4%). Karakteristisk responden berdasarkan pendidikan diketahui bahwa setengahnya berpendidikan SMA yaitu 17 orang . %). Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diketahui bahwa sebagian besar responden adalah swasta yaitu 21 orang . ,8%). Karakteristik responden berdasarkan anak ke- dapat diketahui sebagian besar responden sedang hamil anak ke-2 yaitu 24 orang . ,6%) dan responden seluruhnya yaitu 34 orang . %) sudah melakukan ANC ke 2 kali / lebih. Data Khusus Tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan variabel di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto tahun 2020 Variabel Frekuensi Persentase (%) Pengetahuan Baik Cukup Kurang Pelaksanaan ANC Terpadu Dilakukan Tidak Dilakukan Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik tentang ANC Terpadu yaitu 18 orang . ,9%), dan hampir seluruh responden melakukan pemeriksaan ANC Terpadu yaitu 27 orang . ,4%). Tabel 3. Tabulasi silang pengetahuan dan pelaksanaan anc terpadu Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Tahun 2020 Pengetahuan Ibu Hamil Pelaksanaan ANC Terpadu Total Dilakukan Tidak Dilakukan Baik Cukup Kurang Total Uji Chi square (Asymp. Sig. =0,. Kolmogorov smirnov (Asymp. Sig. =0,. , = 0,05 Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa seluruh responden yang mempunyai pengetahuan baik melakukan pemeriksaan ANC Terpadu yaitu 18 orang . %),hampir seluruh responden yang mempunyai pengetahuan cukup melakukan pemeriksaan ANC Terpadu yaitu 8 dari 9 orang . ,9%), dan hampir seluruh responden yang mempunyai pengetahuan kurang tidak melakukan pemeriksaan ANC Terpadu yaitu 6 dari 7 orang . ,7%). Hasil uji statistik Chi square didapatkan A value (Asymp. Si. = 0,000, sedangkan uji Kolmogorov Smirnov A value (Asymp. Sig. ) = 0,001 dan = 0,05 maka A value < sehingga H1 diterima artinya ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan pelaksanaan ANC Terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Tahun 2020. PEMBAHASAN Pengetahuan Tentang Antenatal Care Terpadu Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan baik tentang Antenatal Care terpadu sebanyak 18 orang . ,9%). Pengetahuan dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman. Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden berusia 20-35 tahun Journal for Quality in Women's Health Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care terpadu yaitu 27 orang . ,4 Karakteristisk responden berdasarkan pendidikan diketahui bahwa setengah dari responden berpendidikan SMA yaitu 17 orang . %). Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diketahui bahwa sebagian besar responden adalah swasta yaitu 21 orang . ,8%). Karakteristik responden berdasarkan anak ke- dapat diketahui sebagian besar responden sedang hamil anak ke-2 yaitu 24 orang . ,6%). Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah umur dimana semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja (Wawan & Dewi, 2. Faktor pendidikan, dimana pendidikan mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah orang tersebut untuk menerima informasi, semakin banyak informasi yang masuk, semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan, media massa/informasi, informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengetahuan jangka pendek . mmediate impac. , sehingga menghasilkan perubahan dan peningkatan pengetahuan (Fitriani, 2. Faktor pekerjaan, bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Lingkungan seseorang yang bekerja berbeda dengan orang yang tidak bekerja. Lingkungan merupakan seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok (Wawan & Dewi, 2. Pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain. Pengalaman ini merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran suatu pengetahuan. Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu (Fitriani, 2. Responden dengan pengetahuan baik disebabkan karena lebih aktif mencari informasi dan memiliki intelegensia yang lebih tinggi daripada responden dengan pengetahuan cukup dan kurang sehingga mampu mengingat dengan baik informasi yang pernah diterimanya. Responden dengan pengetahuan kurang disebabkan karena informasi yang kurang tepat tentang Antenatal Care terpadu, sehingga masih banyak kesalahan dalam Seseorang yang bekerja akan mempunyai lingkungan yang lebih beragam dibandingkan dengan yang tidak bekerja, karena dalam lingkungan orang bekerja akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain yang tidak satu lingkungan dalam kehidupan seharihari sehingga akan lebih mudah bertukar informasi yang akan membuat pengetahuannya baik karena tidak semua orang mengetahui tentang Antenatal Care Terpadu apalagi jika di dalam lingkungan tersebut tidak ada tenaga kesehatan. Pelaksanaan Antenatal Care Terpadu Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden melakukan Antenatal Care Terpadu yaitu 27 orang . ,4%). Hasil tersebut berkaitan dengan informasi yang di dapat selama kehamilan. Banyak hal yang mempengaruhinya, seperti tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan lain-lain. Pelaksanaan antenatal care terpadu secara langsung dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan, umur dan pengalaman. Menurut (Nursalam, 2. semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Faktor lainnya adalah pengalaman dengan pengalaman yang baik maka pengetahuan yang dimiliki akan dapat di aplikasikan dengan baik. Pendidikan tinggi seseorang akan mendapatkan informasi baik dari orang lain maupun media massa. Semakin banyak informasi yang masuk, semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi dapat diperoleh pada pendidikan non formal (Fitriani, 2. Pengetahuan ini dapat diperoleh dari informasi atau pengalaman pada kehamilan Semua ibu sudah pernah mendapatkan informasi tentang ANC Terpadu dari tenaga kesehatan pada saat melakukan ANC. Ibu yang berpendidikan menengah cenderung Journal for Quality in Women's Health Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care terpadu mengikuti saran bidan, karena pendidikan menengah artinya ibu sudah mengenyam pendidikan yang lebih lama, kemampuan berpikir lebih terasah dibandingkan ibu dengan pendidikan dasar, sehingga lebih mudah memahami masalah kesehatan termasuk kehamilan. Pendidikan dasar menyebabkan ibu kurang memiliki kemampuan untuk menganalisis informasi yang benar, sehingga seringkali menerima semua informasi tetapi tidak dapat memilih mana informasi yang benar. Sebagian kecil responden yang tidak melakukan Antenatal Care terpadu sebanyak 7 orang . ,6%). Dari 7 orang tersebut didapat beberapa alasan tidak melakukan Antenatal Care terpadu. Sebanyak 4 orang menyatakan memang kurang paham dengan pentingnya Antenatal Care terpadu. Dua orang menyatakan tidak ada yang mengantar ke puskesmas karena suami bekerja dan satu orang karena belum ada waktu untuk berangkat. Hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Antenatal Care Terpadu Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa seluruh responden yang mempunyai pengetahuan baik, melakukan ANC terpadu yaitu 18 orang . %), hampir seluruh responden yang mempunyai pengetahuan cukup, melakukan ANC terpadu yaitu 8 dari 9 orang . ,9%), dan sebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan kurang, tidak malakukan ANC terpadu yaitu 6 dari 7 orang . ,7%). Hasil uji statistik Chi square didapatkan A value = 0,000 sedangkan uji Kolmogorov smirnov A value = 0,001 dan = 0,05 maka A value < sehingga H1 diterima artinya ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan Antenatal Care terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Tahun 2020. Semakin baik pengetahuan tentang antenatal care maka seseorang akan cenderung melaksanakan Antenatal Care terpadu. Hal ini terjadi karena pengetahuan merupakan salah satu aspek psikis yang dapat menjadi motivasi atau faktor pendorong seseorang melakukan suatu perilaku atau aktifitas. Pengetahuan seseorang sangat mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan. Sebagian besar ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik cenderung melaksanakan Antenatal Care terpadu. Meskipun demikian, pengetahuan yang baik tidaklah cukup apabila manusia itu sendiri tidak termotivasi atau dengan kata lain dengan pengetahuan baik tentang Antenatal Care terpadu akan mendorong seseorang untuk melaksanakan Antenatal Care Adanya hubungan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki dan dipahami akan mempengaruhi dalam perilaku seseorang. KESIMPULAN DAN SARAN Pengetahuan ibu tentang Antenatal Care terpadu sebagian besar baik, pelaksanaan Antenatal Care terpadu hampir seluruhnya dilakukan, dan ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan Antenatal Care terpadu di Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto dibuktikan dengan hasil Uji Chi square pvalue = 0,000 dan Kolmogorov Smirnov p value = 0,001 atau < . , sehingga H1 diterima. Ibu hamil disarankan untuk memahami informasi yang diberikan bidan untuk melakukan antenatal care terpadu dan secara aktif bertanya bila ada informasi yang kurang dapat dipahami. Bagi bidan disarankan untuk senantiasa menginformasikan tentang program Antenatal Care terpadu dan meningkatkan kualitas pelayanan serta meningkatkan pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidan juga disarankan untuk mengadakan program kelas ibu hamil secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil tentang kehamilannya serta program Antenatal Care Dalam forum kelas ibu hamil ini ibu hamil dapat berbagi informasi dan pengalaman dengan ibu hamil yang lain. Bagi peneliti disarankan melakukan pengembangan penelitian tidak hanya di lingkup internal, tetapi juga menganalisis faktor lain guna mensukseskan program Antenatal Care terpadu. Journal for Quality in Women's Health Analisis Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pelaksanaan Antenatal Care terpadu DAFTAR PUSTAKA