Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 125 - 134 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/wk967c88 PENGARUH TOTAL ASSET TURN OVER (TATO) DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA PT UNILEVER TBK PERIODE 2012-2024 Zahrotun Nabilah a*. Iman Lubis b a Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Program Studi Manajemen, zahrobilah27@gmail. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten b Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Program Studi Manajemen, dosen1479@unpam. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten Korespondensi ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Total Asset Turn Over (TATO) and Sales Growth on Return on Assets (ROA) at PT Unilever Tbk during the 2012Ae2024 period. ROA is used as an indicator of profitability. TATO reflects asset utilization efficiency, while sales growth indicates the companyAos revenue performance over time. The research method employed is a quantitative approach using secondary data from the companyAos annual financial reports. Data analysis was conducted using multiple linear regression, t-test. F-test, and the coefficient of determination (RA). The results show that TATO has no significant effect on ROA, while sales growth has a significant effect on ROA. Simultaneously, both TATO and sales growth influence ROA. These findings suggest that sales growth plays a crucial role in improving profitability, while asset efficiency alone is not sufficient without adequate sales performance. Keywords: Total Asset Turn Over. Sales Growth. Return On Asset. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT Unilever Tbk selama periode 2012Ae2024. ROA digunakan sebagai indikator profitabilitas perusahaan. TATO mencerminkan efisiensi penggunaan aset, sedangkan pertumbuhan penjualan menggambarkan kinerja pendapatan dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (RA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TATO tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sementara pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara simultan. TATO dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap ROA. Hal ini menegaskan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan, sementara efisiensi aset tanpa didukung pertumbuhan penjualan belum mampu memperkuat ROA. Kata Kunci: Total Asset Turn Over. Pertumbuhan Penjualan. Return On Asset. PENDAHULUAN Kinerja keuangan menjadi aspek fundamental dalam menilai keberhasilan dan daya saing suatu perusahaan dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis. Profitabilitas merupakan ukuran penting dalam menilai kinerja keuangan perusahaan. Salah satu indikator utama profitabilitas adalah Return on Asset (ROA), yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari seluruh aset yang dimiliki. ROA tidak hanya mencerminkan efisiensi pengelolaan aset, tetapi juga memberikan gambaran kepada investor dan manajemen tentang efektivitas operasional secara keseluruhan. Semakin tinggi ROA, maka semakin Naskah Masuk 19 Agustus, 2025. Revisi 20 Agustus, 2025. Diterima 28 Agustus, 2025. Tersedia 11 September, 2025 Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae134 optimal penggunaan aset perusahaan dalam menghasilkan laba, dan hal ini tentu menjadi cerminan manajemen yang baik serta proses bisnis yang efektif. PT. Unilever Tbk sebagai salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia menunjukkan kinerja yang fluktuatif pada periode 2012Ae2024. Total aset perusahaan meningkat hingga 2018, namun laba bersih menurun drastis terutama pada 2021Ae2024 akibat faktor eksternal, termasuk perubahan perilaku konsumen, persaingan ketat, serta aksi boikot terhadap produk Unilever. Selama periode 2012 hingga 2024. Unilever menunjukkan tren yang menarik dalam total aset dan laba. Dari sisi laba, pada 2024 Unilever mencatatkan penurunan laba bersih hingga 29,84% menjadi Rp3,36 triliun dengan EBITDA menyusut 26,83%. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh beban investasi yang meningkat untuk transformasi bisnis, serta tekanan biaya produksi yang menyebabkan margin laba kotor menurun dari 49,7% menjadi 47,6%. Salah satu indikator yang sangat penting dalam menganalisis efisiensi perusahaan adalah Total Asset Turn Over (TATO). Rasio ini mengukur seberapa sering seluruh aset perusahaan digunakan dalam proses menghasilkan penjualan selama satu periode. Dengan kata lain. TATO mencerminkan efisiensi pemanfaatan aset dalam menciptakan pendapatan operasional. Apabila nilai TATO tinggi, maka hal ini menunjukkan bahwa aset yang dimiliki oleh perusahaan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang aktivitas penjualan. Sebaliknya. TATO yang rendah mengindikasikan bahwa perusahaan belum mampu mengoptimalkan seluruh sumber daya asetnya dalam proses produksi maupun distribusi, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan ROA. Efisiensi penggunaan aset saja tidak cukup untuk menghasilkan kinerja keuangan yang unggul apabila tidak diimbangi dengan peningkatan penjualan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pertumbuhan penjualan menjadi variabel penting lain yang perlu diperhatikan. Rasio ini memberikan gambaran apakah strategi pemasaran dan pengembangan produk yang diterapkan perusahaan mampu menghasilkan peningkatan permintaan pasar. Penjualan yang meningkat secara konsisten akan berdampak langsung pada naiknya laba, yang pada akhirnya turut memperkuat ROA. Pada tahun 2012, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat sebesar 16,3%, diikuti dengan angka yang masih positif pada tahun-tahun berikutnya, meskipun mengalami penurunan yang signifikan dari tahun 2015. Menurut Direktur Utama Unilever Indonesia. Benjie Yap, penurunan kinerja penjualan terutama pada tahun 2024 disebabkan oleh pertumbuhan harga dasar . nderlying price growt. yang negatif sebesar 3,6% dan penurunan volume penjualan sebesar 5,2%. Hal ini menyebabkan penjualan domestik Unilever turun 8,71% secara tahunan menjadi Rp34,14 triliun. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk aksi boikot yang diluncurkan oleh konsumen sebagai respons terhadap isu-isu sosial dan lingkungan yang melibatkan merek-merek Unilever. Aksi boikot yang dihadapi PT Unilever mencerminkan ketidakpuasan yang berkembang di kalangan konsumen terkait praktik bisnis perusahaan, dan dampak ini sangat signifikan terhadap kinerja Ini menunjukkan bahwa meskipun Unilever berusaha untuk merespons tantangan yang ada, termasuk beradaptasi dengan tren pasar dan memperbaiki strategi pemasaran, dampak dari boikot dan ketidakpuasan konsumen tetap memberikan tekanan yang besar pada performa penjualan. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Pratiwi et al, 2. tentang Analisis Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turn Over terhadap Return on Assets pada PT Unilever Indonesia Tbk, yang menyatakan bahwa secara parsial dan simultan Total Asset Turn Over berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Penelitian (Sari dan Aulia, 2. mengenai pengaruh total asset turn over, debt to asset ratio dan sales growth terhadap return on asset pada Pt Ultrajaya milk, yang menyatakan bahwa sales growth berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Berdasarkan uraian diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh total asset turn over dan pertumbuhan penjualan terhadap return on asset pada pt unilever tbk periode 2012-2024 TINJAUAN PUSTAKA 1 Manajemen Manajemen adalah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengelola sumber daya, baik sumber daya manusia, maupun sumber daya yang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Sugiyono, 2018: . Pengertian manajemen menurut Hasibuan . menyatakan bahwa AuManajemen adalah JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 125 - 134 Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae 134 ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Ay Fungsi manajemen menurut Hery . adalah proses mengkordinir kegiatan kerjaan secara efektif dan efisien dengan cara merencanakan . strategi tujuan, pengorganisasian . struktur organisasi, kepemimpinan . mengerahkan dan memotivasi pihak yang terlibat, pengendalian . memantau jalannya kegiatan. 2 Manajemen Keuangan Menurut Astuti . manajemen keuangan adalah salah satu bidang yang fokus pada penggunaan modal, uang pinjaman, dan dana bisnis lainnya secara efisien dan efektif serta proses pengambilan keputusan yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan dan penambahan nilai suatu entitas. Manajemen keuangan mencakup segala aktivitas yang berkaitan dengan penganggaran, perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan keuangan. Mulai dari perencanaan keuangan jangka pendek hingga jangka panjang, pengambilan keputusan investasi, serta pengelolaan risiko keuangan. Keuangan merupakan hal yang penting bagi kemampuan organisasi untuk mengelola modal kerja, model bisnis baru, mengurangi gangguan ekonomi, dan meningkatkan efisiensi. Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari sumber daya keuangan yang tersedia. Manajemen keuangan yang baik dapat membantu perusahaan untuk: Memastikan kelancaran operasional bisnis. Memastikan penggunaan dana secara optimal. Memfasilitasi pengambilan keputusan terkait investasi. Membantu perusahaan mencapai kesuksesan. 3 Analisis Laporan Keuangan Menurut Kasmir . analisis laporan keuangan adalah analisis yang disusun berdasarkan data yang relevan, serta dilakukan dengan prosedur akuntansi dan penilaian yang benar, akan terlihat kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Analisis laporan keuangan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu perusahaan dengan membandingkan berbagai pos dalam laporan keuangannya. Sederhananya, analisis ini seperti melakukan "pemeriksaan kesehatan" pada perusahaan, untuk mengetahui seberapa sehat dan kuat kondisi keuangannya. Tujuan dan manfaat dari analisis laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu, untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan apa saja yang dimiliki perusahaan, serta untuk melakukan penilaian kinerja manajemen. Selain itu, analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko keuangan, mengevaluasi strategi bisnis, dan membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing dan industri. 4 Rasio Aktivitas Menurut Kasmir . rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Rasio aktivitas merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengukur efisiensi suatu perusahaan dalam memanfaatkan asetnya. Dengan menghitung berbagai rasio aktivitas, seperti perputaran persediaan, perputaran piutang, dan perputaran aset total, perusahaan dapat menilai seberapa efektif aset-asetnya digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Rasio aktivitas mencakup berbagai jenis rasio yang mengukur aspek yang berbeda dari efisiensi perusahaan. Dalam penelitian ini rasio aktivitas yang digunakan untuk mengetahui seberapa efisien perusahaan dalam mengelola asetnya adalah total asset turn over (TATO). 5 Total Asset Turn Over (TATO) Kasmir . mengemukakan bahwa total asset turn over merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Prastya & Agustin . mengemukakan bahwa total asset turn over merupakan suatu rasio antara penjualan bersih terhadap total aktiva yang digunakan oleh operasional dalam perusahaan disebut juga prputaran total aset . otal asset turnove. Sedangkan Fahmi . mengemukakan bahwa total asset turnover disebut juga dengan perputaran total aset. Perputaran total aset Pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Return On Asset (ROA) Pada PT Unilever Tbk Periode 2012-2024 (Zahrotun Nabila. Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae134 merupakan sebuah rasio yang melihat sejauh mana keseluruhan aset yang didapat ataupun yang dimiliki oleh perusahaan yang terjadi pada perputaran secara efektif. Rumus total asset turn over (TATO) adalah sebagai berikut: 6 Pertumbuhan Penjualan Menurut Kasmir . pertumbuhan penjualan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah perekonomian dan sektor usahanya. Pertumbuhan penjualan merupakan salah satu rasio untuk mengetahui peningkatan penjualan perusahaan serta mengukur seberapa cepat perusahaan meningkatkan penjualannya dalam periode tertentu. Rumus pertumbuhan penjualan atau sales growth menurut Kasmir . sebagai berikut : Dengan menggunakan pengukuran pertumbuhan penjualan ini, perusahaan dapat menentukan apakah pertumbuhan penjualan meningkat atau malah menurun, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan dana untuk peningkatan penjualan dimasa yang akan datang jika pertumbuhan penjualan menurun. 7 Rasio Profitabilitas Menurut Kasmir . Aurasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Ay profitabilitas merupakan keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Semakin tinggi profitabilitas maka semakin besar keuntungan perusahaan. Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan melalui perbandingan antara berbagai jenis laporan keuangan, khususnya laporan keuangan neraca dan laporan keuangan laporan laba rugi. Pada penelitian ini rasio profitabilitas yang digunakan hanya tertuju pada satu rasio, yakni return on asset. 8 Return On Asset (ROA) Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset (Hery, 2018:. on asset (ROA) ini merupakan sebuah rasio yang memperlihatkan perbandingan laba bersih yang dihasilkan dalam perusahaan dengan modal yang telah diinvestasikan pada sebuah aset. Semakin tinggi return on asset (ROA) maka semakin tinggi pula laba bersih yang diperoleh dari setiap rupiah yang tertanam dalam total asset. Begitupun sebaliknya, semakin rendah total asset turn over (TATO) maka semakin rendah pula laba bersih yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Maka secara sistematis dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan PT Unilever Tbk periode 2012Ae2024 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). penulis menerapkan purposive sampling sebagai cara untuk mengumpulkan data, di mana purposive sampling merupakan teknik pemilihan sampel dengan menggunakan kriteria tertentu. Menurut Sugiyono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 125 - 134 Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae 134 Variabel dependen adalah ROA, sedangkan variabel independen adalah TATO dan Pertumbuhan Penjualan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (RA) menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Statistik Deskriptif Menurut Ghozali . , statistik deskriptif merupakan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum sehingga akan mempermudah dalam melakukan pengamatan. Metode ini biasanya digunakan untuk mengetahui karakteristik sampel yang digunakan dan menggambarkan variabel-variabel dalam penelitian. Tabel 1. Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation TATO SALES GROWTH ROA Valid N . Sumber : Diolah Oleh Peneliti, 2024 Berdasarkan tabel 1 diperoleh jumlah data pengamatan n = 13. Pada Tabel di atas juga memperlihatkan bahwa nilai terendah . , nilai tertinggi . , nilai rata-rata . dan deviasi standar dari variabel total asset turn over dan return on asset berdasarkan informasi pada tabel di atas menunjukkan nilai rata-rata di variabel tersebut terletak pada nilai positif. Sedangkan nilai terendah atau minimum dari variabel sales growth berada pada angka negative lalu pada nilai maximum, nilai rata-rata dan deviasi standar berada pada angka positif. 2 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear variable terikat dan variable bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distibusi data normal atau mendekati normal. Uji Statistik yang digunakan dalam uji normalitas adalah Uji Kolmogorov-Smirnov, secara multivarians pengujian normalitas data dilakukan terhadap nilai residualnya. Data yang berdistribusi normal ditunjukkan dengan nilai signifikansi diatas atau >0,05 dan data yang tidak berdistribusi normal jika nilai <0,05. Data hasil uji kolmogrov-smirnov test pada pengujian ini adalah sebagai berikut : Tabel 2. Uji Statistik Kolmogorov-Smirnov test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardi zed Residual Pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Return On Asset (ROA) Pada PT Unilever Tbk Periode 2012-2024 (Zahrotun Nabila. Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae134 Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Positive Negative Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : Diolah oleh peneliti,2024 Berdasarkan tabel di atas, hasil pengujian dengan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,470 yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini terdistribusi secara normal. Uji Multikoliniearitas Uji multikolinearitas adalah analisis yang dilakukan untuk mendeteksi adanya hubungan linier yang kuat antara dua atau lebih variabel independen dalam model regresi. Multikolinearitas terjadi ketika satu variabel independen dapat diprediksi secara signifikan dari variabel independen lainnya. Suatu model regresi yang bebas multikolonieritas adalah yang mempunyai nilai VIF < 0,10. Jika nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas. Pengindentifikasian adanya multikoloniearitas ini dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 3. Uji multikoliniearitas Coefficientsa Standardiz Unstandardized Coefficient Collinearity Coefficients Statistics Toleran Model Std. Error (Constan. TATO SALES Beta Sig. VIF GROWTH Dependent Variable: ROA Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Pada tabel di atas diperoleh nilai tolerance variabel independen TATO dan Sales Growth sebesar 0,677 dimana kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF (Variance Inflation Facto. untuk variabel independen TATO dan Sales Growth yaitu sebesar 1,478 dimana nilai tersebut kurang dari 10. Dari JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 125 - 134 Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae 134 penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas atau hubungan yang terjadi antar variabel independen satu dengan yang lainnya. 3 Uji Heteroskedastisitas Gambar 1. Scatterplot Regression Standardized Predicted Value Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada Gambar 1, terlihat bahwa titik-titik pada grafik Scatterplot tersebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Maka hal ini dapat disimpulkan bahwa model regresi layak dipakai. 4 Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara kesalahan gangguan pada periode t dan kesalahan pada periode t-1 . dalam sebuah model regresi. Apabila terdapat korelasi, maka disebut adanya masalah autokorelasi. Pengujian autokorelasi dalam studi ini menerapkan uji autokorelasi run test. Tabel 4. Run Test Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Median Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Return On Asset (ROA) Pada PT Unilever Tbk Periode 2012-2024 (Zahrotun Nabila. Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae134 hasil uji runs test diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 1,000 > 0,05 karena nilainya lebih besar dari taraf nilai signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi problem atau tidak adanya gejala autokorelasi dalam model regresi. 3 Uji Regresi Linier Berganda Tabel 5. Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. TATO SALES GROWTH Dependent Variable: ROA Coefficients Sig. Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Berdasarkan hasil tabel 5 diatas, diperoleh nilai B Constant sebesar 73,236, nilai TATO sebesar (-18,. dan nilai sales growth sebesar 0,731. Sehingga dapat dibentuk dalam persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 73,236 (-18,. 0,731 e 4 Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi yang nilainya mendekati satu menunjukkan bahwa variabel-variabel independen menyediakan informasi yang diperlukan untuk meramalkan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi adalah nilai yang menunjukkan seberapa baik persamaan regresi cocok dengan data. Berikut adalah hasil pengujian untuk nilai koefisien determinasi: Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. SALES GROWTH. TATO Dependent Variable: ROA Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Hasil perhitungan analisis model koefisien determinasi (R. pada tabel 4. 10 dapat diartikan bahwa angka R Square sebesar 0,563 atau sama dengan 56,3%, hal tersebut dapat diartikan bahwa sebesar 56,3% pengaruh Return On Asset dapat dijelaskan oleh variabel Total Asset Turn Over dan Sales Growth, sedangkan sisanya sebesar 43,7% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor penyebab lainnya yang tidak terdapat dalam penelitian Interpretasi Nilai Koefisien Determinasi sumber (Sugiyono, 2019:. dimana interval korelasinya diantara rentang 0,51 Ae 0,99 menunjukkan adanya tingkat pengaruh yang kuat atau berpengaruh cukup JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 125 - 134 Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae 134 5 Uji Hipotesis 1 Uji Parsial (Uji . Uji t dilaksanakan dengan membandingkan nilai probabilitas terhadap nilai tingkat signifikansi. Apabila nilai Sig. < 0,05 maka Ha diterima, sedangkan jika nilai Sig. > 0,05 maka Ha ditolak. Diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti . = 13, taraf signifikan () = 0,05 dan derajat bebas . egree of freedo. df = n-k = 13-3 = 10. Dengan menggunakan tabel distribusi t dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai t tabel sebesar 2,22814. Tabel 7. Uji t Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. TATO SALES GROWTH Dependent Variable: ROA Coefficients Beta Sig. Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Variabel TATO diatas menunjukkan angka negatif dengan angka signifikan 0,236 > 0,05 maka Ho1 diterima Ha1 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh TATO terhadap ROA (Y). sedangkan variabel Sales Growth diatas diperoleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05 maka Ho2 ditolak Ha2 Artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Sales Growth terhadap Return On Asset (Y). 2 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji statistik F bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila Fhitung > Ftabel dan nilai signifikannya lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat secara Berikut hasil pengujian uji F adalah sebagai berikut : Tabel 8. Uji f ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: ROA Predictors: (Constan. SALES GROWTH. TATO Sumber : Diolah oleh peneliti, 2024 Dapat diketahui Fhitung . > Ftabel . secara sistematik diperoleh nilai signifikan sebesar 0, 016 < taraf signifikansi . , dengan demikian Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Maka disimpulkan secara simultan TATO (X. dan Sales Growth (X. berpengaruh signifikan terhadap ROA. TATO (X. dan Sales Growth (X. bisa di uji secara bersamaan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, penulis memperoleh kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yang menunjukkan bahwa Total Asset Turnover (TATO) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return on Assets (ROA), pertumbuhan penjualan berpengaruh secara positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap Return on Assets (ROA) serta Total Asset Turnover (TATO) dan pertumbuhan Pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Return On Asset (ROA) Pada PT Unilever Tbk Periode 2012-2024 (Zahrotun Nabila. Zahrotun Nabilah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 125 Ae134 penjualan berpengaruh secara simultan terhadap Return on Assets (ROA) pada PT. Unilever Tbk periode DAFTAR PUSTAKA