Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 Surakarta melalui Pendekatan Service Learning Tri Santoso1. Hari Kusmanto2. Meydika Triyan Kusuma3. Nindy Muji Utami4. Duwi Saputro5 1,3-6Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Program Studi di Luar Kampus Utama. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan jurnalistik siswa melalui pelatihan penulisan berita yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara etis dan efektif. Sasaran kegiatan ini adalah siswa MTsN 1 Surakarta yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan service learning yang mengintegrasikan pembelajaran aktif, partisipatif, dan reflektif dalam konteks pelayanan edukatif berbasis teknologi. Program dirancang dalam tiga tahapan utama, yakni persiapan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan pemetaan kebutuhan peserta dan koordinasi intensif dengan pihak madrasah. Tahap pelaksanaan mencakup pemberian materi jurnalistik dasar, praktik menulis berita menggunakan bantuan teknologi AI, yakni ChatGPT, serta diskusi mendalam mengenai etika dan batasan penggunaan AI dalam produksi informasi. Evaluasi dilaksanakan secara formatif selama proses berlangsung dan sumatif di akhir kegiatan, menggunakan rubrik penilaian komprehensif yang mencakup unsur 5W 1H, koherensi isi, keakuratan informasi, struktur piramida terbalik, serta efektivitas penggunaan bahasa jurnalistik. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan . < 0,. , yang mengindikasikan bahwa pelatihan berdampak positif terhadap kemampuan siswa dalam menulis berita secara sistematis dan bertanggung jawab. Selain penguatan aspek teknis, kegiatan ini juga berhasil membentuk kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab sosial siswa dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran jurnalistik dapat memperkuat kompetensi literasi digital generasi muda secara transformatif. Submit: 21 Oktober 2025 Revisi: 20 Desember 2025 Diterima: 24 Desember 2025 Publikasi: 30 Desember 2025 Periode Terbit: Desember 2025 Kata Kunci: etika jurnalistik digital, jurnalistik multimodal, kecerdasan buatan, literasi digital, pendekatan service learning Correspondent Author: Penulis 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: ts675@ums. Pendahuluan Menulis adalah satu kemampuan yang perlu untuk dikuasai setiap siswa supaya dapat sukses dalam menempuh studi. Menulis bagi siswa sebagai sarana untuk Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA. 216 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. informasi (Chalish & Masitowarni, 2013. Sari et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa kemampuan menulis keterampilan yang penting untuk dikuasai sebagai sarana dalam menyampaikan ide, gagasan, pesan, dan informasi kepada Menulis merupakan suatu proses informasi, dan menuliskan informasi kepada pembaca. Lebih lanjut, menulis merupakan proses yang kompleks dalam memperoleh, mengelola, dan mengevaluasi informasi (Zhou & Hiver, 2022. Navarro et , 2. Dengan demikian, agar siswa menulis dengan baik, maka siswa juga harus membaca dan menafsirkan ide penulis secara objektif dan menyampaikan secara tertulis (Dewi et al. , 2. Berdasarkan dilakukan di MTsN 1 Surakarta pada tanggal 26 April 2025. Permasalahan yang dihadapi siswa MTsN 1 Surakarta menghadapi berbagai kendala dalam pengemasan berita di media sosial berbasis jurnalistik multimodal. Penguasaan mereka terhadap literasi digital dan prinsip dasar jurnalistik masih terbatas (Yuliana et al. Banyak siswa belum memahami 5W 1H, objektivitas, dan etika media, sehingga narasi yang mereka hasilkan cenderung bersifat subjektif, dangkal, bahkan terkesan menyalin informasi dari sumber lain tanpa proses analisis. Di sisi lain, kemampuan mereka dalam mengolah modalitas yang beragam, seperti teks, suara, gambar, dan video juga masih belum optimal. Siswa seringkali kesulitan menggabungkan unsur Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 verbal dan visual secara sinkron, sehingga hasil konten menjadi kurang komunikatif atau tidak menarik secara estetika maupun Permasalahan ini diperparah oleh minimnya keterampilan dalam menyusun struktur narasi yang runtut dan logis. Siswa kerap tidak mampu membedakan antara informasi utama dan pendukung, serta gagal menyusun alur narasi yang efektif. Dalam proses produksi, kerja kolaboratif dan pemikiran kritis yang seharusnya menjadi dasar jurnalistik justru belum Banyak siswa bekerja secara individual dan belum mampu menyaring informasi secara kritis, termasuk dalam membedakan fakta dan opini atau menangkal informasi hoaks. Padahal, keterampilan tersebut sangat penting dalam era digital yang dipenuhi banjir informasi, termasuk disinformasi yang tersebar cepat di berbagai platform media sosial (Astutik et al. , 2. Ekstrakurikuler mengintegrasikan deep learning dan AI memperkuat kualitas dan efisiensi produksi AI dan deep learning, dapat membantu siswa memahami bagaimana data besar dan algoritma digunakan untuk disinformasi, serta menghasilkan konten berita yang lebih objektif dan terpercaya (Opdahl et al. , 2. Dalam praktiknya. AI telah digunakan untuk mengotomatisasi proses analisis data dari media sosial, sehingga siswa dapat belajar mengekstrak isu-isu masyarakat, pasar tenaga kerja, dan dinamika generasi secara langsung dari 217 Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 data (Alaql et al. , 2. Selain itu, pemahaman tentang machine learning dan deep learning juga membekali siswa dengan keterampilan teknis yang relevan di era digital, seperti membangun model analitik dan memahami tantangan interaksi manusia-mesin (Sharma & Chaudhary. Akan tetapi, adopsi AI di bidang jurnalistik masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan dana dan akses ekstrakurikuler untuk juga membahas aspek etika dan kritis penggunaan AI . eLima-Santos & Ceron, 2. Dengan berbasis AI dan deep learning tidak hanya meningkatkan literasi digital siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk berkontribusi dalam ekosistem media yang semakin canggih dan bertanggung jawab. Teknologi ekstrakurikuler jurnalistik akan efektif jika didukung oleh desain pembelajaran yang Studi menunjukkan bahwa kolaborasi antara siswa dan AI perlu dirancang secara holistik, menggabungkan pembelajaran lintas disiplin, pemecahan masalah otentik, serta penilaian berbasis proses dan kolaborasi untuk membangun kapasitas dan pengetahuan siswa secara optimal (Kim et al. , 2. Dalam pembelajaran jurnalistik, penting untuk tidak hanya menekankan aspek teknis AI, tetapi juga literasi data, dan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari (Deuze & Beckett, e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Desain pembelajaran yang efektif harus memberikan ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan refleksi kritis terhadap dampak AI dalam dunia jurnalistik (Long et , 2. Pendekatan berbasis proyek dan pembelajaran aktif terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep AI sekaligus membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial dan etika yang relevan (Williams et al. , 2. Dengan ekstrakurikuler jurnalistik harus dirancang secara berkelanjutan dan adaptif agar mampu memberdayakan siswa sebagai pembelajar dan kreator di era digital. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan keterampilan literasi digital dan jurnalistik melalui pemanfaatan teknologi AI secara etis, kritis, dan Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita yang informatif, terstruktur, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik, terhadap tantangan dan tanggung jawab dalam produksi informasi digital. Melalui pendekatan service learning, program ini bertujuan membangun pengalaman belajar yang reflektif, kolaboratif, dan kontekstual, sehingga siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai kreator konten yang Metode Pelaksanaan Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah service learning, yakni suatu Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA. 218 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. mengintegrasikan kegiatan pengabdian meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dalam konteks ini, siswa dilibatkan secara aktif dalam proses belajar yang bersifat partisipatif, reflektif, dan aplikatif. Service learning bukan hanya menekankan pada transfer pengetahuan dari pendidik ke peserta didik, tetapi juga menekankan pada keterlibatan sosial dan penguatan nilai-nilai kewargaan. Kegiatan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan keterampilan menulis berita dengan dukungan AI, serta mendorong komunikasi massa secara praktis. Proses pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap refleksievaluatif. Pada tahap pertama, yaitu tahap persiapan, dilakukan proses koordinasi dan konsultasi dengan pihak sekolah, dalam hal ini kepala madrasah MTsN 1 Surakarta dan Koordinasi ini mencakup penentuan jadwal pelaksanaan, pemetaan kebutuhan teknis seperti ruang pelatihan, akses internet, identifikasi kesiapan peserta didik. Tahap pelaksanaan, berisi kegiatan inti berupa pelatihan menulis berita berbantuan AI. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi mengenai struktur penulisan berita yang baik, meliputi pengenalan unsur Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 5W 1H, piramida terbalik, dan prinsip objektivitas dalam jurnalistik. Siswa juga dikenalkan dengan etika dalam penulisan berita serta pentingnya verifikasi data. Setelah mendapatkan materi, siswa diberi memanfaatkan teknologi AI, baik untuk membantu mengembangkan paragraf, memperkaya diksi, maupun menyunting tata bahasa. Guru pendamping atau fasilitator memberikan umpan balik langsung selama proses tersebut untuk membimbing siswa memahami kapan dan bagaimana menggunakan bantuan AI secara etis dan efektif. Tahap ketiga adalah refleksi dan evaluasi yang dilakukan setelah siswa menyelesaikan penulisan berita mereka. Refleksi kelompok dan penyampaian pengalaman pribadi siswa dalam menggunakan AI untuk mendukung penulisan jurnalistik. Evaluasi dilakukan oleh tim pengabdi dengan menilai hasil karya siswa berdasarkan beberapa indikator, seperti kelengkapan unsur berita, koherensi isi, keakuratan informasi, struktur penyajian, serta kualitas bahasa. Penilaian ini bersifat formatif dan sumatif, bertujuan tidak hanya untuk mengetahui hasil akhir, tetapi juga membangun agar siswa dapat terus meningkatkan kompetensinya di bidang literasi digital dan jurnalistik. Evaluasi juga pengalaman mereka dalam konteks pembelajaran dan pelayanan. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 42 siswa MTsN 219 Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 1 Surakarta yang tergabung ekstrakurikuler jurnalistik. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Hasil dan pembahasan kegiatan ini difokuskan pada hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Hasil dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap refleksi serta evaluasi. Masing-masing tahapan tersebut dipaparkan di bawah ini. Tahap Persiapan Tahap awal kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di MTsN 1 Surakarta, dengan fokus utama pada penguatan literasi digital dan jurnalistik melalui pelatihan berbasis teknologi AI. Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi intensif antara tim pelaksana dan pihak sekolah, khususnya dengan Kepala Madrasah ekstrakurikuler jurnalistik, guna menyusun perencanaan yang selaras dengan kalender akademik dan ketersediaan waktu siswa. Proses koordinasi ini mencakup pemetaan kebutuhan teknis, seperti identifikasi ruang pelatihan yang layak, ketersediaan akses internet yang stabil, serta kesiapan proyektor, dan konektivitas pendukung Di samping aspek logistik, tim juga melakukan identifikasi terhadap kesiapan peserta dari segi keterampilan awal dan motivasi dalam mengikuti pelatihan jurnalistik digital. Sebagai bagian dari tahapan persiapan, tim pengabdian menyusun perangkat pembelajaran berupa modul pelatihan e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. jurnalistik dasar yang mencakup topiktopik seperti pengantar jurnalistik, teknik penulisan berita, serta prinsip-prinsip etika Materi kontekstual dengan mempertimbangkan tingkat pendidikan dan kebutuhan peserta didik madrasah, serta dilengkapi dengan panduan teknis penggunaan aplikasi AI untuk mendukung proses produksi konten jurnalistik, termasuk fitur penulisan judul, peringkasan teks, dan pencarian data yang Selain itu, dokumen administratif seperti jadwal kegiatan, daftar peserta, dan format evaluasi awal . turut dipersiapkan guna menjamin pelaksanaan pelatihan yang efektif, terukur, dan sesuai dengan tujuan program, yakni membekali siswa dengan kompetensi jurnalistik kontemporer berbasis teknologi digital. Dengan perencanaan yang terstruktur dan kolaborasi yang kuat antara tim pengabdian dan pihak madrasah, tahap persiapan ini menjadi fondasi strategis bagi keberhasilan implementasi pelatihan di tahap selanjutnya, serta memperkuat kemitraan institusional dalam mendukung peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan menengah. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dalam kegiatan ini menempati posisi sentral sebagai fondasi utama penguatan keterampilan menulis siswa melalui integrasi pendekatan pemanfaatan teknologi berbasis AI. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif yang dirancang secara berjenjang, dimulai dari penguatan konsep dasar penulisan berita hingga penerapan Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA. 220 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. teknik penulisan dengan dukungan teknologi digital. Pada tahap awal, peserta dibekali dengan pemahaman konseptual mengenai prinsip-prinsip dasar jurnalistik yang mencakup struktur penulisan berita berbasis unsur 5W 1H . hat, who, when, where, why, dan ho. , model piramida terbalik sebagai kerangka logis penempatan objektivitas, netralitas, dan akurasi sebagai pilar etika jurnalistik. Materi disampaikan secara dialogis dan kontekstual, disertai telaah terhadap contoh berita aktual, baik dari media konvensional maupun platform digital, untuk menunjukkan dinamika gaya penulisan dan kecenderungan narasi yang berkembang dalam ekosistem media Aspek etika menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan ini, mengingat tantangan era disinformasi yang kian Peserta diajak untuk memahami penghindaran bias dalam penyajian fakta, serta kesadaran terhadap dampak sosial dari produksi informasi. Diskusi mengenai batas antara penyuntingan berbasis AI dan manipulasi informasi juga menjadi bagian dari pembentukan kesadaran kritis siswa terhadap dimensi moral dalam praktik menulis berita. Setelah memperoleh bekal teoretis dan konseptual, siswa diarahkan untuk melakukan praktik menulis secara mandiri dengan bantuan teknologi AI. Dalam proses ini, mereka menggunakan AI ChatGPT untuk mengembangkan paragraf, memperkaya pilihan diksi, menyunting pemeriksaan ejaan serta tata bahasa. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Aktivitas ini bertujuan memperkuat kompetensi teknis sekaligus membuka ruang eksploratif dalam penciptaan konten jurnalistik yang komunikatif dan sesuai kaidah kebahasaan. Penerapan pembelajaran ditangani secara terarah dan dikontrol melalui pendampingan aktif dari guru yang berperan sebagai fasilitator. Guru tidak hanya mengamati hasil akhir, tetapi juga mengintervensi proses berpikir siswa melalui umpan balik formatif dan scaffolding yang disesuaikan dengan kebutuhan individual. Dalam sesi-sesi ini, siswa didorong untuk merefleksikan proses kreatif mereka, menjelaskan alasan penggunaan fitur tertentu dalam AI, dan mengevaluasi efektivitas alat bantu tersebut dalam mendukung atau bahkan membatasi ekspresi pribadi mereka sebagai Proses terbentuknya kesadaran metakognitif, di mana siswa tidak sekadar menulis untuk menyelesaikan tugas, tetapi memahami hakikat produksi teks, interaksi manusiamesin, dan implikasi penggunaannya dalam konteks sosial-budaya yang lebih luas. Selanjutnya, siswa diminta untuk membandingkan teks yang ditulis secara manual dengan teks hasil kolaborasi bersama AI. Analisis perbandingan ini bertujuan untuk menstimulasi refleksi kritis atas peran teknologi dalam praktik literasi dan memunculkan diskursus mengenai keaslian karya, kreativitas individu, serta batas etis dalam penggunaan bantuan mesin. Kegiatan ini diperkaya dengan forum diskusi antar siswa yang difasilitasi oleh guru, menciptakan ruang dialog intersubjektif mengenai pengalaman, 221 Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 tantangan, dan strategi adaptasi terhadap kehadiran AI dalam dunia kepenulisan. Seluruh rangkaian tahap pelaksanaan ini bertumpu pada prinsip bahwa literasi abad ke-21 tidak hanya mencakup kemampuan menulis dalam pengertian teknis, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk memproduksi teks secara bertanggung jawab dalam konteks digital yang terus Dengan demikian, tahap pelaksanaan pembelajaran yang transformatif dan literasi konvensional dengan keterampilan digital, serta menanamkan nilai-nilai etis yang esensial dalam praktik jurnalistik di era AI. Proses ini tidak hanya menghasilkan produk teks berita yang layak secara struktural, tetapi juga membentuk generasi penulis muda yang peka terhadap konteks, kritis terhadap teknologi, dan bertanggung jawab secara sosial. Tahap Refleksi dan Evaluasi Evaluasi jurnalistik siswa dilaksanakan secara formatif dan sumatif sebagai pendekatan terpadu dalam menilai proses dan hasil Evaluasi formatif dilakukan selama proses pelatihan berlangsung, terutama pada saat siswa menyusun berita secara bertahap. Dalam tahap ini, tim pengabdi memberikan umpan balik langsung terhadap kerangka berita, pilihan diksi, struktur penyajian, serta keakuratan fakta yang digunakan. Intervensi dilakukan melalui dialog interaktif dan sesi e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. melakukan perbaikan secara real-time sebelum produk akhir diserahkan. Evaluasi formatif ini bertujuan untuk membimbing proses belajar, meningkatkan kesadaran linguistik, dan mengembangkan kepekaan jurnalistik siswa secara progresif. Proses ini juga memungkinkan terjadinya scaffolding pedagogis yang mendorong kemandirian berpikir dan penulisan yang reflektif. Evaluasi sumatif dalam kegiatan ini dilaksanakan pada tahap akhir sebagai bentuk penilaian komprehensif terhadap produk jurnalistik digital yang telah dihasilkan oleh siswa. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik terstruktur yang mencakup lima indikator utama, yaitu kelengkapan unsur berita, koherensi dan alur isi, validitas informasi, struktur penyajian, serta kualitas penggunaan Kelengkapan unsur berita dinilai berdasarkan kehadiran enam elemen dasar jurnalistik . W1H) yang menjadi fondasi Koherensi dan alur isi mencerminkan keterpaduan logika antarbagian teks serta kemampuan siswa menyusun informasi secara runtut dan sistematis. Validitas informasi menekankan ketepatan fakta yang disampaikan dan penggunaan sumber yang kredibel, yang menjadi indikator penting dalam membentuk sikap kritis terhadap arus informasi digital. Struktur penyajian dianalisis dari penerapan pola piramida terbalik, kejelasan lead, dan kesesuaian format penyusunan berita Adapun penggunaan bahasa dievaluasi dari segi ketepatan diksi, struktur kalimat, serta kesesuaian gaya bahasa dengan karakter jurnalistik dan audiens digital yang disasar. Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA. 222 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Penilaian dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri dari dosen dan praktisi media, dengan mengacu pada skala kualitatif yang mengelompokkan hasil karya ke dalam kategori sangat baik, baik, cukup, dan perlu Hasil evaluasi ini tidak hanya menggambarkan pencapaian akhir siswa, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengukur keberhasilan program dalam meningkatkan literasi digital, kompetensi teknologi dalam produksi informasi. Evaluasi memperkuat dimensi reflektif dalam pendekatan service learning, di mana pengalaman belajar diproses secara mendalam untuk membentuk kesadaran kritis, tanggung jawab sosial, dan keterampilan komunikasi berbasis digital. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa karya berita, tetapi juga menempatkan proses pembelajaran sebagai fondasi penguatan karakter dan kompetensi siswa dalam menghadapi tantangan ekosistem informasi modern (Adhantoro et al. , 2. Berikut ini dipaparkan hasil pretest dan posttest yang dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam penulisan berita berbasis Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi unsurunsur dasar berita serta menyusun informasi secara runtut dan akurat. Setelah menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari segi struktur penulisan, kelengkapan isi, maupun penggunaan bahasa yang lebih efektif dan sesuai dengan Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 kaidah jurnalistik. Berikut ini dipaparkan Tabel Paired Samples Statistics di atas menunjukkan hasil statistik deskriptif dari dua pengukuran, yaitu pretest dan posttest, yang dilakukan terhadap 42 responden. Rata-rata skor pretest sebesar 68,4524 dengan standar deviasi sebesar 7,02679, rata-rata meningkat menjadi 81,1905 dengan standar deviasi yang lebih kecil, yaitu 3,79498. Perbedaan ini menunjukkan adanya peningkatan skor setelah perlakuan atau intervensi dilakukan. Selain itu, nilai Standard Error Mean untuk pretest adalah 1,08426 dan untuk posttest adalah 0,58558. Nilai ini menunjukkan tingkat ketelitian dari estimasi rata-rata yang diperoleh. Semakin kecil nilai standard error, semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap nilai ratarata tersebut. Nilai standard error yang lebih kecil pada posttest menunjukkan bahwa skor peserta setelah intervensi cenderung lebih konsisten dibandingkan Dengan melihat perbedaan rata-rata antara pretest dan posttest yang cukup signifikan, serta penurunan standar deviasi dan standard error, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup berarti dalam hasil tes setelah dilakukan Hal ini memberikan indikasi bahwa intervensi atau program yang terhadap peningkatan hasil belajar atau 223 Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 performa peserta. Untuk memastikan signifikansi perbedaan ini, perlu dilihat hasil uji t dari paired sample t-test. Tabel Paired Samples Correlations menunjukkan hubungan antara skor pretest dan posttest pada 42 responden. Nilai korelasi (Pearson correlatio. yang diperoleh adalah 0,368 dengan signifikansi sebesar 0,016. Korelasi sebesar 0,368 termasuk dalam kategori korelasi rendah hingga sedang, yang berarti terdapat hubungan positif antara hasil pretest dan Artinya, peserta yang memiliki skor pretest tinggi cenderung juga memiliki e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. skor posttest yang tinggi, meskipun hubungan ini tidak terlalu kuat. Nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,016 yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antara skor pretest dan posttest tersebut bersifat signifikan secara Dengan kata lain, ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa hubungan yang ditemukan bukan terjadi secara kebetulan. Hal ini memperkuat temuan sebelumnya memberikan pengaruh terhadap hasil tes, meskipun faktor lain juga mungkin turut berperan dalam peningkatan skor tersebut. Tabel 1. Paired Samples Test Tabel Paired Samples Test menyajikan hasil uji paired sample t-test antara skor pretest dan posttest untuk 42 peserta. Hasil ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rata-rata selisih skor antara pretest dan posttest adalah -12,73810. Tanda negatif menunjukkan bahwa nilai posttest secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pretest. Standar deviasi dari selisih skor adalah 6,64449, yang menggambarkan seberapa besar variasi atau penyimpangan dari rata-rata selisih tersebut. Sementara itu, standard error mean sebesar 1,02527 menunjukkan ketepatan dari estimasi ratarata perbedaan. Nilai error yang relatif kecil ini menunjukkan bahwa rata-rata selisih tersebut cukup representatif untuk menggambarkan populasi yang lebih luas. Rentang confidence interval . %) terhadap perbedaan skor berkisar antara 14,80866 sampai -10,66753. Karena seluruh interval ini berada di bawah nol . , maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara skor pretest dan posttest adalah signifikan. Interval ini memberikan keyakinan 95%, rata-rata peningkatan skor setelah perlakuan berada di antara 10,66 Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA. 224 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. hingga 14,81 poin lebih tinggi dari skor Nilai t yang diperoleh adalah -12,424 dengan derajat kebebasan . Nilai t yang sangat besar dalam nilai absolut menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata antara dua kondisi . retest dan posttes. Ini menunjukkan bahwa peningkatan skor setelah perlakuan bukanlah hasil kebetulan. Nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000 (< 0,. menunjukkan bahwa perbedaan antara skor pretest dan posttest adalah signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan atau intervensi yang diberikan dalam penelitian ini memberikan dampak yang nyata dan positif terhadap peningkatan hasil belajar atau performa peserta. Hasil pengabdian kepada masyarakat tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam penulisan berita terbukti efektif. Hal ini sejalan dengan berbagai studi yang penggunaan AI dalam penulisan berita telah terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas di ruang redaksi, dengan sekitar 73% organisasi berita telah mengadopsi otomatisasi penulisan berita dan 68% memanfaatkan AI untuk analisis data (Sonni et al. , 2. AI membantu mempercepat proses editing, mengolah data besar, dan menyajikan konten yang dipersonalisasi sesuai preferensi audiens (Banafi, 2. Studi eksperimental menunjukkan bahwa berita yang ditulis AI tidak berbeda secara signifikan dalam hal kredibilitas dan kepercayaan dibandingkan tulisan manusia, terutama untuk teks yang Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 (Lermann Henestrosa et al. , 2. Dalam konteks perguruan tinggi dan pendidikan jurnalisme, perkembangan AI menuntut penyesuaian kurikulum agar calon jurnalis tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap penggunaan teknologi (Utomo et al. , 2. Pembelajaran perlu diarahkan pada penguatan literasi algoritmik, pemahaman bias data, serta kemampuan evaluasi terhadap konten yang dihasilkan oleh sistem AI (Adhantoro et al. , 2. Dengan pendekatan ini, jurnalis diharapkan mampu memposisikan AI sebagai alat bantu yang memperkaya proses editorial, bukan sebagai substitusi penilaian profesional dan tanggung jawab etis manusia. Oleh karena itu, integrasi AI dalam pendidikan dan praktik jurnalisme harus dikawal dengan menggabungkan aspek teknologi, etika, dan nilai-nilai profesional untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media (Prayitno et al. , 2. Akan tetapi, ada kekhawatiran bahwa AI dapat mengurangi nuansa dan konteks dalam berita, serta menimbulkan tantangan etis seperti transparansi algoritma, privasi data, dan akuntabilitas konten (Cools & Diakopoulos, 2. Selain itu, peran jurnalis mulai bergeser ke arah kolaborasi dengan AI, menuntut literasi digital dan pemahaman etika baru (Tyyez-Lypez et al. Meskipun AI dapat membebaskan jurnalis dari tugas rutin sehingga mereka bisa fokus pada pelaporan yang lebih mendalam, ketergantungan pada teknologi 225 Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 SurakartaA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 independensi editorial dan kualitas jurnalisme (Peya-Fernyndez et al. , 2. Untuk memaksimalkan manfaat AI, penting bagi organisasi media untuk menerapkan pelatihan, pengawasan etis, dan regulasi yang kuat guna menjaga integritas jurnalistik di era digital. Simpulan Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan di MTsN 1 Surakarta menunjukkan bahwa pelatihan jurnalistik berbasis teknologi AI mampu memberikan kontribusi signifikan dalam keterampilan jurnalistik siswa. Melalui tahapan yang sistematis yakni persiapan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, transformatif, dan kontekstual. Pada tahap persiapan, keterlibatan aktif antara tim pengabdi dan pihak madrasah dalam pelatihan menjadi fondasi strategis untuk memastikan relevansi dan efektivitas Tahap pelaksanaan menempatkan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran yang tidak hanya dilatih untuk menguasai teknik menulis berita, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis terhadap penggunaan teknologi dalam produksi informasi serta memaknai aspek etis dan sosial dari praktik jurnalistik di era digital. Tahap menunjukkan bahwa model pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi siswa secara terukur, sebagaimana ditunjukkan melalui evaluasi formatif yang bersifat e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. mendampingi proses, dan evaluasi sumatif yang mengevaluasi hasil akhir berdasarkan rubrik jurnalistik. Peningkatan signifikan dari nilai pretest ke posttest yang didukung oleh hasil uji statistik . aired sample t-test, p < 0,. mengindikasikan efektivitas program dalam membentuk kemampuan menulis berita yang lebih sistematis, informatif, dan sesuai kaidah jurnalistik. Evaluasi ini juga memperlihatkan dimensi reflektif dari pendekatan service learning, di mana siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mengalami transformasi dalam kesadaran digital, tanggung jawab sosial, dan kepekaan etis terhadap penggunaan teknologi. Dengan pengabdian ini berhasil membuktikan bahwa integrasi antara literasi digital, pedagogi partisipatif, dan pemanfaatan AI dalam pendidikan menengah dapat memperkuat kompetensi abad ke-21 siswa. Rekomendasi perluasan program ke sekolah lain, teknologi, serta pengembangan modul lanjutan yang mengintegrasikan praktik jurnalistik dengan pembelajaran lintas disiplin berbasis data dan AI. Daftar Pustaka