NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. Halaman 69-78 TRIAGE SEBAGAI ISTRUMEN PENANGANAN KORBAN DALAM SETTING BENCANA : REVIEW ARTIKEL Bayu Budi Laksono1 Departemen Keperawatan Medikal Bedah Dan Gawat Darurat. Fakultas Ilmu Kesehatan. ITSK RS. Soepraoen Malang *Correspondence: Bayu Budi Laksono Email: bayubudi@itsk-soepraoen. ABSTRAK Pendahuluan: Bencana merupakan peristiwa yang berlangsung secara tiba-tiba serta membawa kerusakan besar atau kehilangan. Triage merupakan elemen penting dari perawatan medis modern seperti yang diperlukan untuk menetapkan sumber daya yang relatif langka untuk kebutuhan medis terbatas/ mendesak. Tugas tersebut menjadi penting di mana ada ketidak seimbangan waktu atau lokasi antara kebutuhan medis pasien dan sumber daya yang tersedia. Metode: Penulisan makalah ini menggunakan metode study literature. Artikel berasal dari data base publikasi pada PUBMED dan pencarian manual pada Google Scholar dalam waktu 10 tahun terakhir pada 2 halaman pertama. Kriteria inklusi adalah artikel lengkap yang membaha SALT dan atau START Triage. Artikel dengan kesamaan judul dan Abstrack dieksklusikan dari review ini. 8 jurnal dipilih untuk dianalisa lebih lanjut. Analisa menggunakan pendekatan PICOT untuk memperoleh hasil dan membandingkan hasil antar Hasil: Beberapa jenis triage tampak memiliki potensi yang menjanjikan. Modified SALT . SALT) mampu menurunkan 22% tingkat kelsalahan dari perawat saat ,elakukan triage. (Modified SALT /mSALT ) dengan rata-rata lama triage 4 dan 5 detik lebih pendek per Triase SALT tampaknya sedikit lebih akurat, lebih konsisten, dan memiliki tingkat kesalahan triase di bawah dan di atas yang lebih rendah dibandingkan START. Tampaknya baik sistem triase SALT maupun START tidak lebih unggul dari yang lain. Sistem triase START lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan sistem triase SALT, sistem triase SALT lebih akurat dan konsisten. Akurasi merupakan faktor paling penting untuk dipertimbangkan saat menentukan triase mana sistem yang akan digunakan, namun kemungkinan adanya faktor lain yang harus dipertimbangkan, seperti: biaya penerapan, kegunaan, waktu untuk melakukan triase pada satu pasien, dan jumlah populasi pasien yang berbeda dan kondisi yang dapat digunakan. Kesimpulan: Tidak tampak superioritas satu macam triage dalam penggunaannya di Hampir seluruh literatur menyatakan bahwa mayoritas triage mampu berperan secara tepat dan akurat , namun perlu pengembangan untuk menyertakan karakteristik local untuk menghasilkan skala triage yang lebih relevan. Kata Kunci: Bencana. Triage. START. SALT ABSTRACT Background: Disasters are events that occur suddenly and cause major damage or loss. Triage is an essential element of modern medical care as it is necessary to assign relatively scarce resources to limited/urgent medical needs. This task becomes important where there is an imbalance in time or location between the patient's medical needs and available NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 69 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. Halaman 69-78 Method: literature study method was applied in this study. Articles from publication database on PUBMED and manual searches on Google Scholar within the last 10 years on the first 2 pages. Inclusion criteria were complete articles discussing Triage. Articles with the same title and abstract are excluded from this review. 8 journals were selected for further The analysis uses the PICOT approach to obtain results and compare results between literature. Result: Several types of triage appear to have promising potential. Modified SALT . SALT) is able to reduce 22% of error rates from nurses when carrying out triage. (Modified SALT /mSALT ) with an average triage time of 4 and 5 seconds shorter per patient. SALT triage appears to be slightly more accurate, more consistent, and has lower under- and over-triage error rates than START. It appears that neither the SALT nor START triage system is superior to the other. The START triage system is simpler and faster than the SALT triage system, the SALT triage system is more accurate and consistent. Accuracy is the most important factor to consider when deciding which triage system to use, but there may be other factors to consider, such as: cost of implementation, usability, time to triage a single patient, and the number of different patient populations and conditions that can occur. Conclusion: There is no significant superiority among triage type use in the field. Almost all literature states that the majority of triages are able to act appropriately and accurately, but need development to include local characteristics to produce a more relevant triage scale. Keywords: Disaster. Triage. START. SALT PENDAHULUAN Bencana merupakan peristiwa yang berlangsung secara tiba-tiba serta membawa kerusakan besar atau kehilangan. Kejadian ini umumnya berkaitan erat dengan kejadian Namun pada akhir akhir ini sering kali dikaitkan dengan peristiwa akibat campur tangan manusia yang mengakibatkan perubahan pola hidup yang luar biasa dan kerusakan yang besar (Songer. Thomas . Pada tahun 2011, 332 kejadian bencana telah dilaporkan. Jumlah ini kurang dari frekuensi bencana tahunan rata-rata diamati pada tahun 2001-2010 yaitu sejumlah 384 Namun, dampak kemanusiaan dan ekonomi dari bencana pada tahun 2011 sangat Bencana alam menewaskan total 30 773 orang dan menyebabkan korban 000 di seluruh dunia. Kerusakan ekonomi dari bencana alam adalah yang tertinggi yang pernah tercatat, dengan perkiraan US $ 366. Selama satu dekade terakhir. Cina. Amerika Serikat. Filipina. India dan Indonesia merupakan 5 negara utama yang paling sering dilanda bencana alam (Guha-Sapir. Debby. Vos,Femke. Regina. Ponserre. Sylvain. , 2. Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional (Depkes 2. Bencana alam telah menjadi suatu yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Data BNPB mencatat sebanyak 87 kejadian terjadi di Indonesia selama Februari 2013. Jumlah ini relatif menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 120 kejadian. Dua kejadian yang mendominasi yaitu bencana putting beliung dan banjir. Pada bulan februari 2013 tercatat, jumlah kejadian puting beliung mencapai 35 kejadian atau sekitar 40% dari total seluruh kejadian bencana alam, sedangkan banjir terjadi sebanyak 33 kali atausekitar 38% (BNPB, 2. Triage merupakan elemen penting dari perawatan medis modern seperti yang diperlukan untuk menetapkan sumber daya yang relatif langka untuk kebutuhan medis terbatas/ mendesak. Triage pertama kali diperkenalkan dalam konteks militer sebagai sistem NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 70 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. pemilahan korban untuk perawatan medis di lapangan. Dalam beberapa dekade terakhir, konsep triase telah diadopsi dan diimplementasikan dalam manajemen medis bencana dan gawat darurat. Dalam konteks manajemen medis dalam situasi korban massal, tujuan triase tidak hanya untuk memberikan pasien yang tepat ke tempat yang tepat untuk pengobatan yang optimal, tetapi juga untuk Aumelakukan kebaikan terbesar untuk jumlah terbesarAy dengan sumber daya yang berharga medis di adegan yang tidak boleh dialihkan ke mengobati kondisi irrecoverable (Department of Health, 2. Tujuan utama triage adalah untuk memastikan bahwa pasien menerima tingkat dan kualitas pelayanan sesuai dengan kebutuhan klinis . eadilan klini. dan bahwa sumber daya departemen digunakan secara efisien untuk mencapai tujuan. Keadilan klinis, termasuk efisiensi klinis, bertujuan untuk memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang tepat untuk kebutuhan dan secara tepat waktu. Sistem triase memfasilitasi inisiasi penilaian lebih lanjut dan pengobatan, kenyamanan dan kepastian, dokumentasi pasien dan kebutuhan mereka, komunikasi dengan pasien dan keluarga mengenai sifat dasar dari masalah dan proses perawatan, inisiasi prosedur pengendalian infeksi dan edukasi tentang pencegahan penyakit serta Tidak semua pasien memerlukan tingkat yang sama perawatan dan sumber daya (Tracy Edwards, 2. Melihat fenomena di atas, keadaan bencana hampir selalu menyebabkan jatuhnya Jumlah korban umumnya tidak seimbang dengan jumlah penolong dan terjadi pada satu waktu. Penanganan korban dalam situasi ini dituntut untuk dilakukan dengan tepat dan Dengan keterbatasan jumlah sumber daya dan tuntutan penanganan yang akurat, diperlukan suatu metode untuk mengklasifikasikan pasien sesuai dengan tingkat keparahan yang diderita. Tindakan ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi penanganan korban dan memberikan keadilan dalam penatalaksanaan bencana. Salah satu metode pengklasifikasian (Triag. yang dapat digunakan secara efektif dalam lingkup penanggulangan bencana adalah START triage. Dalam makalah ini, penulis akan mencoba memaparkan efektifitas penggunaan metode START triage dalam lingkup penanggulangan bencana dengan menggunakan informasi dari sumber relevan terkait. METODE Penulisan makalah ini menggunakan metode study literature. Artikel berasal dari data base publikasi pada PUBMED dan pencarian manual pada Google Scholar dalam waktu 10 tahun terakhir pada 2 halaman pertama. Kriteria inklusi adalah artikel lengkap yang membahas Triage. Artikel dengan kesamaan judul dan Abstrack dieksklusikan dari review ini. 8 jurnal dipilih untuk dianalisa lebih lanjut. Analisa menggunakan pendekatan PICOT untuk memperoleh hasil dan membandingkan hasil antar literatur dan sumber relevan lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Bencana merupakan sebuah peristiwa alam atau buatan manusia yang tiba-tiba atau secara signifikan mengganggu fungsi masyarakat yang normal & penyebab peningkatan perhatian untuk keselamatan, harta benda, dan kehidupan warga (Ernie Husted, 2. Bencana baik bencanan alam maupun bencana akibat perbuatan manusia selalu menimbulkan kerugian. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, sebanyak 87 kejadian terjadi di Indonesia selama Februari 2013. Fenomena ini telah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat. Tercatat sebanyak 59 orang korban meninggal atau hilang serta lebih dari 44. 000 jiwa pengungsi dilaporkan selama febuari 2013. Kerusakan tempat tinggal, sarana dan prasarana penunjang mengakibatkan kelumpuhan aktifitas masyarakat. Lebih dari 9000 tempat tinggal mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan. Di sisi lain kerusakan tempat peribadatan dan sarana pelayanan kesehatan menyebabkan akses pelayanan kesehatan masyarakat terhambat (BNPB, 2. NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 71 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. Halaman 69-78 Salah satu fase dalam penaggulangan bencana adalah fase respon. Pada fase ini Upaya ini dilakukan untuk memperkecil kerusakan akibat bencana. Bentuk kegiatan yang dilakukan seperti triage korban bencana, perawatan kesehatan, pencarian dan penyelamatan korban, sistem rujukan korban, pembangunan rumah sakit lapangan, pendistribusian logistik . bat-obatan, sembako, air bersih dan pakaia. , pengadaan tempat tinggal sementara . dan evakuasi korban serta manajemen informasi dan komunikasi antara berbagai pihak. Prinsip dari tahap ini adalah menyelamatkan hidup dan memenuhi kebutuhan dasar dari korban sampai tercipta kondisi yang lebih stabil. Triage adalah tes kesehatan dan pemilahan . dari sejumlah pasien untuk menentukan prioritas kebutuhan untuk pengobatan dan transportasi. Sortasi ini biasanya berakibat pada pasien ditempatkan ke salah satu dari empat kategori prioritas umum . erah, kuning , hijau dan hita. (Manitoba Health, 2. Tabel 1. Tabel hasil sistesis artikel ilmiah Penulis Populasi (P) Intervensi (I) Pembanding (C) Hasil (O) (Mehralian et al. , 2. sebagai triage Penilaian Triage dengan menggunakan SALT Triage Pengkategorian terbagi atas dua tahap. Pada tahap dikategorikan menjadi 3 Pada fase kedua sesuai dengan kasus pasien . masing perawat melakukan pengkajian baik dengan SALT Triage dan mSALT Metode deskriptif Kelompok SALT Triage mSALT triage. Modified SALT . SALT) mampu menurunkan 22% dari total kesalahan triase perawat Pada perawat kedua, metode ini (Modified SALT /mSALT kesalahan total dengan ratarata lama triage 4 dan 5 detik lebih pendek per pasien pada perawat pertama dan kedua penggunaan SALT triage . (Purwadi. Breaden. McCloud, & Pranata. Artikel diterbitkan dari hingga 2020 di Medline. CINAHL. Web Science. Scopus. PubMed. ProQuest, dan Literature. Systematic Review keakuratan sistem triase SALT dan START dalam kondisi bencana dan MCI Systematic Review sistem triage START dan SALT dalam tingkat akurasi, undertriage dan over-triage, serta waktu yang diperlukan untuk menerapkan sistem triage ini dalam konteks MCI dan Sistem triase START lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan SALT, inkonsistensi dalam tingkat akurasi sistem triase START ketajaman korban. SALT tampaknya sedikit lebih akurat dan konsisten serta memiliki kurang dan lebih yang lebih STARTMeskipun NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 72 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. (Heffernan et al. , 2. 115 pasien di trauma center Wisconsin yang berusia Observasiaonal Study Dengan melibatkan dua orang penilai medis darurat tingkat lanjut teknisi (AEMT) yang secara langsung mengamati triase gawat darurat awal pasien Setiap kategori triase meliputi SALT. JumpSTART. Triage Sieve. CareFlight. (Bazyar. Farrokhi. Salari. Safarpour, & Khankeh. Systematic Review membandingkan akurasi, sensitifitas dan spesifisitas START, mSTART. SALT. Smart. Care Flight. ASAV. MPTT. Sieve and ESI triage START, mSTART. SALT. Smart. Care Flight. ASAV. MPTT. Sieve and ESI triage (Bhalla. Frey. Rider. Nord. Hegerhorst. Artikel dalam bahasa inggris antara yang diakses (Medlib. WOS. PubMed. Chochran Library. Science Direst Google Scoola. total 13 artikel dai 89 artikel Studi retrospective chart efficacy dalam memprediksi hasil akhir ( Outcom. dengan triage yang tepat Membandingkan sensitivitas dan START SALT triage. baik sistem triase SALT maupun START tidak lebih unggul dari yang lain. keempat sistem triase korban massal yang paling popular (SALT. JumpSTART. Triage Sieve, dan CareFlight. menunjukkan performa yang hamper sama dalam seting Gawat Darurat pada popupali anak anak disbandingkan Tidak satu pun menunjukkan hasil akurat dan masing-masing Membedakan pasien dalam dikategorikan sebagai AuminimalAy dan AutertundaAy dapat meningkatkan akurasi triase korban massal Keakuratan kemampuan memprioritaskan orang yang terluka dan kinerja Setiap umumnya menggunakan local konteks, memilih salah satu system triage atau membuat model baru. Perlu adanya pengembangan system indeks triage baru dan menganalisis factor yang mempengaruhi Hal menyiapkan sumber daya Life mencegah pemborosan waktu dan sumber daya serta membahayakan nyawa. Baik algoritma SALT maupun START secara cukup sensitive Tingkat/level triage khususnya pada pasien yang memerlukan intervensi segera. Baik START dan SALT memiliki NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 73 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. (Cheng et , 2. 90 orang Pre Interventional study , yang didahului dengan 3 hari pelatihan dalam dua lokasi dengan disaster scenario. (Bazyar. Farrokhi, & Khankeh. Artikel antara tahun 1990 dan 2018 Inggris Persia dicari beberapa kata Triage. Disaster. Mass Casualty Incidents. Medlib. Scopus. Web Science. PubMed. Cochrane Library. Science Direct. Google Scholar Irandoc. Magiran. Iranmedex, dan database Review artikel sistem triase yang digunakan dalam bencana di seluruh dunia. Membandingkan kecepatan dan penilaian antar kelompok (AuNo AlgorithmAyAeNA). CareFlight (CF). Simple Triage Rapid Treatment (START), JumpSTART (JSTART). Pediatric Triage Tape (PTT). Sort. Assess. Life-saving Treatment/Trans port (SALT), dan Sacco Triage Method (STM). Membandingka lebih dari 20 START, Homebush triage Standard. Sieve. CareFlight. STM. Military. CESIRA Protocol. MASS. Revers. CBRN Triage. Burn Triage. META Triage. Mass Gathering Triage. SwiFT Triage. MPTT. TEWS Triage. Medical Triage. SALT, mSTART ASAV. Jump START and PTT for children dan dua secondary triage SAVE and Sort ESI dan CRAMS. spesifitas yang tinggi dalam memprediksi kematian pada Studi tantangan paling umum yang melekat pada MCI sistem triase: akurasi dan keandalan antar penilai membaik tampak ,namun kecepatan melambat. Tidak ada algoritma triase dalam penelitian kami yang unggul dalam ketiga tindakan ini. Dibutuhkan MCI drills dengan skala lebih besar dan disertai dengan pengumpulan data real time Vital sign saat MCI Belum ada sistem triase yang khususnya dalam hal hasil klinis pasien, peningkatan manajemen lokasi kejadian, atau alokasi sumber daya dibandingkan dengan sistem Disarankan agar berbagai negara seperti Iran merancang model triase untuk keadaan berdasarkan kondisi, sumber daya, dan kekuatan bantuan di negara asal mereka NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 74 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 (Celik et al. SID kata Auynd dan OrAy 104 responden orang berasal Dan 45 dari sekolah negeri mengikuti dua sesi pelatihan. DOI https://doi. org/10. 54832/nij. prospektif, yang melibatkan wilayah Akron. Ohio (AS) selama mereka Pre and post deskripsi singkat dan OSCE korban massal diberikan segera Peserta secara hamil, segera. Setelah dua kali ceramah dan demonstrasi singkat, personel sekolah dapat melakukannya deskripsi triase dengan akurasi keseluruhan serupa dengan Sebagian besar mampu memasang tourniquet dengan Perlu adanya integrasi simulasi dengan ketelitian tinggi dan bencana tiruan, mengeksplorasi pengetahuan tentang perawatan medis. Triage merupakan komponen penting yang pertama dilakuakan dalam usaha penanganan bencana. Melalui system ini, perawat akan menklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat kondisi kegawatan klinisnya. Melalui tindakan ini, alokasi sumberdaya terbatas . enolong dan ala. diharapkan dapat disalurkan/ digunakan secara maksimal. Triage merupakan komponen penting baik pada fase kesiap siagaan (Preparednes. dan fase tanggap bencana . Pembekalan pengetahuan dan pelatihan triage yang tepat dapat dilakukan selama proses kesiap siagaan bencana. Tindakan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan triage dalam fase tanggap darurat yang sebenarnya. Salah satu penggunaan system triage yang efektif dalam seting bencana adalah penggunaan START triage. Beberapa jenis triage tampak memiliki potensi yang menjanjikan. Modified SALT . SALT) mampu menurunkan 22% tingkat kelsalahan dari perawat saat ,elakukan triage. (Modified SALT /mSALT ) juga menunjukkan mampu menurunkan tingkat kesaahan sampai dengan 29% pada subjek kedua dengan rata-rata lama triage 4 dan 5 detik lebih pendek per Peningkatan akurasi keseluruhan sebagai hasil modifikasi Metode triase SALT dan dapat menjadi indikator yang baik efektivitas koreksi pada struktur keduanya metode triase. Akurasi yang lebih tinggi dari SALT dalam kategori merah dapat dikaitkan dengan jumlah pasien yang sedikit (Mehralian et al. , 2. Dalam sumber lain disebutkan sistem triase SALT tampaknya sedikit lebih akurat, lebih konsisten, dan memiliki tingkat kesalahan triase di bawah dan di atas yang lebih rendah dibandingkan START. Tampaknya baik sistem triase SALT maupun START tidak lebih unggul dari yang lain. Sistem triase START lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan sistem triase SALT, sistem triase SALT lebih akurat dan konsisten (Purwadi. Breaden. McCloud, & Pranata, 2. Sebuah studi lain yang membandingkan sistem triase berdasarkan akurasi dan menemukan kesamaannya. Akurasi merupakan faktor paling penting untuk dipertimbangkan saat menentukan triase mana sistem yang akan digunakan, anmun kemungkinan adanya faktor lain yang harus dipertimbangkan, seperti: biaya penerapan, kegunaan, waktu untuk melakukan triase pada satu pasien, dan jumlah populasi pasien yang berbeda dan kondisi yang dapat digunakan. Namun, mengingat kesamaan akurasi, penggunaan sistem triase NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 75 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. SALT terbukti dapat digunakan dengan baik karena dirancang untuk digunakan pada semua bahaya . ermasuk bahan kimia dan radiolog. dan untuk korban dewasa dan anak-anak (Heffernan et al. , 2. Dalam literatur lain disebutkan bahwa triase yang berlebihan (Over triag. akan mengarah pada penyediaan layanan lebih dari apa yang dibutuhkan untuk pasien, yang mana gilirannya dapat menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya. sisi lain, undertriage, dapat mengakibatkan penyediaan layanan kesehatan yang lebih sedikit dari yang dibutuhkan, yang dapat membahayakan nyawa orang tersebut. Meskipun menurut penelitian sebelumnya, 50% over triage dan 5% undertriage dapat diterima, tentu saja itu lebih baik untuk mengurangi over-triage dan terutama under-triage yang mungkin terjadi (Bazyar. Farrokhi. Salari. Safarpour, & Khankeh, 2. Hal bertolak belakang disampaikan oleh Bhalla. Frey. Rider. Nord, & Hegerhorst ( 2. yang menyebutkan bahwa Algoritma START dan SALT tercatat memiliki sensitivitas yang buruk untuk mengidentifikasi dengan tepat tingkat keparahan cedera pada pasien dan kebutuhan intervensi selanjutnya. Ketidakakuratan terbesar kelemahan sistem triase berada pada kategori AumerahAy atau sakit kritis. Pasien dengan luka paling parah yang menerima perawatan dalam 12 jam setelah kedatangan sering kali tidak diprioritaskan dengan tepat sebagian besar tidak diprioritaskan. Sistem SALT cenderung tidak melakukan overtriage, tetapi keduanya sering kali melakukan undertriage. Prediksi positif dan negatif nilai kematian baik untuk START dan SALT. Sebuah penelitian telah dilakuakan oleh Sacco dkk untuk mengembangkan formulasi matematika yang tepat dari sumber daya triase terbatas, dilambangkan metode triase Sacco (STM), untuk mengembangkan aplikasi EBP pada trauma tumpul dan untuk membandingkan STM dengan START triage. Penelitian ini menghasilkan bukti bahwa dalam simulasi matematika. RPM (STARt triag. adalah prediktor yang lebih akurat dari angka pasien selamat dari trauma tumpul dibandingkan Trauma Severity Score dan Revised Trauma Score, yang diukur dengan kalibrasi dan statistik diskriminasi (Sacco et all, 2. David C. melalukan penelitian untuk mengetahui kefektifitasan START triage system dibandingkan dengan SALT (Short. Asses. Life saving intervention. Treat and Transpor. triage system dengan menggunakan Virtual reality System pada siswa para Mealui Virtual reality system, peneliti dapat melakukan eksperimen mengenai sistem triase korban massal dengan meniru insiden korban massal, korban yang sama, untuk sejumlah besar penyelamat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu sistem virtual reality, dan menggunakannya untuk menilai kemampuan siswa paramedis terlatih untuk simulasi triase korban menggunakan dua sistem triase (START dan SALT). Peneliti membuat sebuah scenario kecelakaan bus di jalan bebas hambatan dengan 25 kasus. Melalui virtual reality system, para siswa paramedic ( sejumlah 22 oran. melakukan tindakan triage dengan menggunakan SALT system. Setelah 3 bulan, proses pengambilan data diulang dengan menggunakan START triage system. Hasil dari kedua subset data ini kemudian dibandingkan secara statistic dengan menggunakan paired t-test. Dari hasil diatas diketahui bahwa penggunaan START (SMART) triage lebih baik dibandingkan dengan SALT triage. START triage mampu memberikan akurasi lebih baik dibandingkan dengan SALT triage baik di sesi pertama maupun di sesi ke dua. Akurasi penggunaan START triage mampu mencapai angka 93 % dengan p value 0. Angka kejadia over triage . engklasifikasikan pasien lebih tinggi dari seharusny. dan under triage( mengklasifikasikan pasien lebih rendah dari seharusny. juga terbukti lebih rendah pada penggunaan START triage. Di sisi lain, effisiensi waktu terbukti lebih baik pada penggunaan START triage. Hal ini ditunjukkan dengan rata rata waktu START triage dilakukan selama 11 min 59 detik, jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan SALT triage dalam 2 sesi. NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 76 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. SIMPULAN Berdasarkan studi literatur tampak bahawa triage merupakan komponen krusial dalam penenganan pasien pada keadaan bencana. Melalui system ini, perawat akan menklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat kondisi kegawatan klinisnya. Melalui tindakan ini, alokasi sumberdaya terbatas . enolong dan ala. diharapkan dapat disalurkan/ digunakan secara maksimal. Tidak tampak superioritas satu macam triage dalam penggunaannya di lapangan. Hampir seluruh literatur menyatakan bahwa mayoritas triage mampu berperan secara tepat dan akurat , namun perlu pengembangan untuk menyertakan karakteristik local untuk menghasilkan skala triage yang lebih relevan. DAFTAR RUJUKAN Bazyar. Farrokhi. , & Khankeh. Triage systems in mass casualty incidents and disasters: A review study with a worldwide approach. Open Access Macedonian Journal Medical Sciences, 7. , 482Ae494. https://doi. org/10. 3889/oamjms. Bazyar. Farrokhi. Salari. Safarpour. , & Khankeh. Accuracy of Triage Systems in Disasters andMass Casualty Incidents. a Systematic Review. Archives Academic Emergency Medicine, 10. , 1Ae12. https://doi. org/10. 22037/aaem. Bhalla. Frey. Rider. Nord. , & Hegerhorst. Evaluation of Simple Triage Algorithm and Rapid Treatment and Sort. Assess. Lifesaving. Interventions. Treatment, and Transportation mass casualty triage methods for sensitivity, specificity, and predictive values. American Journal of Emergency Medicine, 33. , 1687Ae1691. https://doi. org/10. 1016/j. BNPB. Info bencana. Badan nasional penanggulangan bencana : Indonesia Celik. Mencl. Debacker. Kurland. Wilber. , & Frey. Triage Performance of School Personnel Using the SALT System. Prehospital Disaster Medicine, 34. , 401Ae406. https://doi. org/10. 1017/S1049023X1900462X CHEMM. START Adult Triage Algorithm. http://chemm. gov/startadult. Cheng. Staats. Kaji. DAoArcy. Niknam. , & Donofrio-Odmann. Comparison of prehospital professional accuracy, speed, and interrater reliability of six pediatric triage algorithms. JACEP Open, 3. , 1Ae10. https://doi. org/10. 1002/emp2. David C. Conea. John Serab and Lisa Kurlandc. Comparison of the SALT and Smart triage systems using a virtual reality simulator with paramedic students. European Journal of Emergency Medicine 2011. Vol 00 No 00 Department of Health. Policy Directive : Mass Casualty Triage Pack - SMART Triage Pack. Department of Health North Sydney Depkes. Petunjuk teknis penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Depkes RI: Jakarta Guha-Sapir. Debby . Vos,Femke. Regina. Ponserre. Sylvain. , . Annual Disaster Statistical Review 2011 The numbers and trends. WHO collaborating Centre for Research on the Epidemiology of Disasters - CRED Heffernan. Lerner. McKee. Browne. Colella. Liu. , & Schwartz. Comparing the Accuracy of Mass Casualty Triage Systems in a Pediatric Population. Prehospital Emergency Care, 23. , 304Ae308. https://doi. org/10. 1080/10903127. Husted. Ernie . Principles of Triage During A Mass Casualty Incident. EMS training : Utah NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 77 NURSING INFORMATION JOURNAL Volume: 3. Nomor : 2, 2024 Review Article e-ISSN 2809-0152 Halaman 69-78 DOI https://doi. org/10. 54832/nij. Mace. and Mayer. TRIAGE, the Practice Environment Manitoba Health. Triage. General EMERGENCY TREATMENT GUIDELINES G4 Mehralian. Pazokian. Shahrestanaki. Salari. Saberinia. , & Soltani. Development and validation of SALT Triage method to facilitate the identification and classification of patients in Mass Casualty Incidents Mass Casualty Incident (MCI) Triage Modification. J Inj Violence Res, 15. , 137Ae146. Retrieved from http://w. Purwadi. Breaden. McCloud. , & Pranata. The SALT and START Triage Systems for Classifying Patient Acuity Level: A Systematic Review. Nurse Media Journal Nursing, 11. , 413Ae427. https://doi. org/10. 14710/nmjn. Sacco WJ. Navin DM. Fiedler KE. Waddell RK 2nd. Long WB. Buckman RF Jr. Precise formulation and evidence-based application of resource-constrained Acad Emerg Med. 2005 Aug. :759-70. Sarwidi. Penanggulangan bencana gunung merapi berdasarkan system penanggulanan bencana nasional. Yogyakarta. DPPM & MTA UII Songer. Thomas . Disaster Epidemiology - Introduction. University of Pitsburg Tracy Edwards. How Rapid Assessment At Triage Can Improve Care Outcomes. EMERGENCY NURSE. October 2011 | Volume 19 | Number 6 Wisner. Adams. , ed. Environmental health in emergencies and disasters: A practical guide. Geneva: World Health Organitation. NURSING INFORMATION JOURNAL | VOL. Maret 2024 | 78