Available online at JKTM Website : http://journal. id/index. php/jktm/index JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol. 8 No. PENDAHULUAN Potensi merupakan kemampuan dasar yang dimiliki oleh manusia dan alam untuk dikembangkan agar mencapai nilai dari potensi itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia semakin Khususnya dari sector perikanan yang menyediakan hasil alam untuk kebutuhan manusia itu sendiri. Wilayah yang berupa air, didalamnya terdapat kekayaan alam yang melimpah. Untuk hal itu dibutuhkan alat-alat yang memadai untuk memanfaatkan sumber alam tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) potensi diartikan mempunyai berbagai kemungkinan atau harapan untuk dikembangkan lebih lanjut, baik itu berupa kekuatan, daya, ataupun kesanggupan yang diperoleh masyarakat secara langsung ataupun melalui proses yang panjang Pemanfaatan sumber alam di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia salah satunya ikan yang mana, sebagai satu sumber protein hewani. Pemanfaatan adalah suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan suatu yang Istilah pemanfaatan berasal dasar manfaat yang berarti faedah, yang mendapat imbuhan pe-an yang berarti proses atau perbuatan memanfaatkan (Poerwadarminto . ikan mengandung asam lemak tak jenuh . mega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q. Selain itu, kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi dibandingkan sumber protein hewani. negara kita memiliki keanekaragaman jenis ikan baik itu di air tawar maupun air asin. Ikan mengandung komposisi gizi yang ideal bagi kebutuhan tubuh manusia dan ikan juga mengandung 18% protein yang terdiri dari asam-asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Akan dikarenakan ikan dapat cepat membusuk. Dari sini kita dapat melakukan penanganan dengan melakukan pengawetan selain mencegah kerusakan pada ikan, daya simpan ikan tersebut akan semakin lama. Berbagai cara pengawetan yang telah ada saat ini yang mana bertujuan mengurangi kadar air pada ikan, sehingga bakteri (Mikrob. tidak dapat hidup dan berkembang pada ikan. Salah satu upaya dalam proses pengawetan adalah dengan Prinsip pengeringan kepada ikan adalah terjadinya penguapan air ke udara karena perbedaan kandungan uap air antara udara dengan bahan yang Dalam hal ini, kandungan uap air udara lebih sedikit atau udara mempunyai kelembapan relatif yang rendah sehingga terjadi penguapan. Pada umumnya masyarakat baik itu melakukan pengeringan masih dengan tradisional yang mana masih tergantung oleh sumber energi panas matahari. Pengeringan dengan metode ini biasanya dilakukan dengan meletakan produk di atas jaring atau tikar dari anyaman kemudian diletakan dibawah trik sinar matahari. Metode ini ada kemungkinan dapat mengkabitkan timbulnya bakteri lain akibat serangga seperti lalat. Produk juga akan dengan mudah terpapar oleh debu dan proses pengeringan dapat terkendala oleh perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat peneliti ingin pengering ikan, yang mana akan pengeringan terhadap ikan itu sendiri. LANDASAN TEORI 1 Pengeringan Pengeringan berarti menghilangkan kadar air ke tingkat yang dapat mikroorganisme (Janjai dan Bala, 2. Penghapusan air termasuk: penguapan air dari permukaan ikan dan transfer air dari lapisan internal ke permukaan. Laju fluks panas tergantung pada kelembaban udara, suhu pengeringan, kecepatan udara, massa, dan koefisien perpindahan panas dalam interaksi dengan kelembaban. 6 Tren Teknologi Pengolahan Ikandan distribusi suhu di dalam otot ikan (Gavrila et al. dan retensi waktu. Di negara berkembang, pengeringan dengan sinar matahari adalah cara pengawetan yang paling nyaman produk ikan, terutama di tempat-tempat dengan tingkat radiasi matahari yang tinggi. Namun, itu menyajikan masalah utama dalam hal kemungkinan infestasi oleh serangga (Inmaculate et al. , 2. Selain itu, sulit untuk mengontrol proses pengeringan di udara terbuka, dan itu membutuhkan lahan yang luas. Pengeringan matahari, di sisi lain, meminimalkan atau meniadakan matahari terbuka. Prosesnya terdiri dari struktur tertutup yang menjebak panas di dalam pengering dan memanfaatkannya secara efektif. Berkat suhu pengering yang tinggi, dibandingkan udara terbuka, pengeringan, serangan serangga dan pembusukan mikroba dapat dikurangi secara signifikan. Berbagai jenis pengering surya telah dirancang di negara tropis dan subtropis (Bala dan Debnath, 2. Pengeringan menghemat energi dan waktu, menempati area yang lebih kecil, dan meningkatkan (VijayaVenkataRaman et al. , 2. Ada dua kategori pengering surya: . pengering surya konveksi alami . engering pasi. pengering surya konveksi . engering menggunakan kipas angin. Pengering pompa panas telah tersedia sejak tahun 1970-an. Ini beroperasi lebih efisien pada suhu yang lebih rendah daripada pengering konvensional, yang baik untuk bahan peka panas (Hawlader et al. , 2. Mereka tidak tergantung pada kondisi cuaca dan ramah lingkungan ramah (Perera dan Rahman, 1. Pengeringan beku adalah menghilangkan air dengan sublimasi kristal es dari bahan beku (Ciurzynska dan Lenart, 2. Ini adalah metode pengeringan terbaik tetapi juga yang paling mahal, baik dari segi peralatan dan biaya Biasanya tidak digunakan pada ikan karena alasan praktis dan ekonomis, tetapi ada beberapa referensi dalam literatur untuk penggunaannya pada tuna (Rahman et al. , 2. Makarel Atlantik, makarel kuda (Sarkardei dan Howell, 2. , dan ikan cod (Eikevik dkk. Dehidrasi osmotik digunakan sebagai pengobatan tambahan dalam proses seperti: pengasinan dan pengasapan. Ini mengurangi kehilangan warna, pencoklatan enzimatik, mengurangi biaya energi, dan meningkatkan umur simpan karena terhadap garam dan/atau gula yang digunakan dalam larutan osmotik (Alakali et al. , 2. Kekosongan pulsa diterapkan ke sistem osmotik untuk mengurangi waktu pemrosesan dan dengan demikian meningkatkan laju perpindahan massa (Chiralt et al. , 1. Proses Pengeringan Suatu proses perpindahan panas yang terjadi karena perbedaan temperature yang mana panas yang dihasilkan di alirkan untuk meningkatkan suhu terhadap suatu bahan, yang mengakibatkan terjadinya proses penguapan kadar air terhadap Parameter Pengujian Alat Kadar air bahan ycOycoOeycOycc ycOyco y100% m = ycoycayccycayc ycaycnyc ycaycaycycnyc ycaycaycycaEa (%) ycOyco = yaAyceycycayc ycaycnyc ycaycaEaycaycu . ycOycc = yaAyceycycayc ycoyceycycnycuyci ycaycaEaycaycu . Laju pengeringan ycOyca = ycoycuOeyco1 ycNycy y100% Dimana : ycoycu = ycAycaycycyca ycaycnyc yccycaycoycayco ycaycaEaycaycu . yco1 = ycAycaycycyca ycaycaEaycaycu ycyycycuyccycyco yccycaycoycayco ycoyceycycnycuyci . ciycyca ycNycy = ycOycaycoycyc ycyyceycuyciyceycycnycuyciycaycu . Efesiensi pengeringan = ycEycy ycEycyycayca Alat pengering merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk mengerikan suatu bahan dengan tujuan mengurangi kadar air yang terkandung dalam bahan Yang mana alat pengering ini menggunakan pengapian dengan kompor LPG yang diletakan disebuah ruang kompor alat pengering. Panas yang dihasilkan dialirkan ke ruangan alat pengering tersebut. y100% Diagram alir di bawah ini : p = yayceyceycycnyceycuycycn ycyyceycuyciyceycycnycuyciycaycu (%) ycEycy = yaycaycoycuyc ycyyceycuyciyceycycnycuyciycaycu . ycEycyycayca = yaycaycoycuyc ycyyceycoycaycaycoycaycycaycu ycaycycnycoyceyc ycaycaycyc ycaycaycyca . METODELOGI Gambar 2. Diagram Alir Pengujian. 1 Deskripsi Kerja Alat Alat pengering merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk mengerikan suatu bahan dengan tujuan mengurangi kadar air yang terkandung dalam bahan Yang mana alat pengering ini menggunakan pengapian dengan kompor LPG yang diletakan disebuah ruang kompor alat pengering. Panas yang dihasilkan dialirkan ke ruangan alat pengering tersebut. PEMBAHASAN 1 Data Hasil Percobaan Gambar 1. Alur Penelitian. Tabel 1 Pengujian alat pengering ikan teri dengan variasi waktu 1-3 jam. Massa Ikan . Waktu . Konsumsi Bahan Bakar . Sebelum . Sesu . ra Mge = 0,1 kg Jadi kalor total pembakaran gas elpiji yang digunakan untuk pengeringan ikan teri selama 1 jam dengan konsumsi bahan bakar 0,1 kg adalah: Qge = Mge . QLHV = 0,1 kg/jam . 24592,5 kJ/kg Pengujian alat pengering ikan dengan bahan ikan teri dengan waktu pengeringan 1-3 jam. Data hasil pengujian dapat diketahui pada table grafik. = 24592,5 kj/jam 3 Kadar Air Ikan Teri Untuk menghitung kadar air selama pengeringan digunakan rumus sebagai Data hasil pengujian variasi waktu selama 1-3 jam dapat dilihat melalui gambar sebagai berikut: Ka = ycoycaOe ycoyco ycoyca ycu 100% Dimana: = massa ikan basah = massa ikan kering Pada waktu 1 jam kadar air pada konsumsi bahan bakar 0,1 Ka = 793Oe 664 ycu 100% = 16 % Pada waktu 2 jam kadar air pada konsumsi bahan bakar 0,1 Grafik 1. Pengaruh Konsumsi Bahan Bakar Terhadap Massa Ikan Teri Selama 1-3 Jam. Pengelolahan Pengujian Data Ka = Hasil Berikut ini adalah Langkah-langkah perhitungan dengan memanfaatkan data hasil percobaan pada alat pengering ikan: Energi bahan bakar gas 0,1-0,1-0,1 menciptakan pembakaran selama 1-3 jam adalah Qge = Mge . QLHV Bahan bakar gas elpiji yang digunakan untuk pembakaran selama 1 jam adalah: Mge = Massa gas elpiji yang 664Oe 607 ycu 100% = 8% Pada waktu 3 jam kadar air pada konsumsi bahan bakar 0,1 607Oe 579 ycu 100% Ka = = 4% Grafik 2. Kadar Air Pengeringan Selama 1-3 Jam. Laju Pengering Untuk menghitung laju pengeringan dari waktu pengeringan dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Wa Grafik 3. Laju Pengeringan Selama 1-3 Jam. yco0Oe yco1 ycNycy 5 Efisiensi Pengering Di mana: = massa air dalam bahan . yco0 yco1 dalam kering . ycNycy . Laju pengeringan selama 1 jam untuk konsumsi bahan bakar 0,1 kg. 793Oe 664 yciycycayco 60 ycoyceycuycnyc 129 yciycycayco 60 ycoyceycuycnyc Laju Pengeringan selama 2 jam untuk konsumsi bahan bakar 0,1 kg 664Oe 607 yciycycayco 120 ycoyceycuycnyc 57 yciycycayco 120 ycoyceycuycnyc = 0,4 gram/menit Laju Pengeringan selama 3 jam untuk konsumsi bahan bakar 0,1 kg 607Oe 579 yciycycayco 180 ycoyceycuycnyc 28 yciycycayco 180 ycoyceycuycnyc = 0,15 gram/menit = ycNyco ycNycayca ycu100% Di mana: p = Efisiensi pengeringan (%) ycNyco = Total massa ikan yang menguap . ycNycayca = Total pemakain BB Gas Lpg . Untuk pengeringan selama 1-3 jam dengan Total konsumsi bahan bakar 0,3 = 2,15 gram/menit Persamaan efisiensi pengeringan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 793Oe579 yciycycayco ycu100% 0,3 ycoyci 214 yciycycayco ycu100% 0,3 ycoyci 0,214 ycoyci ycu100% 0,3 ycoyci = 71 % 6 Pembahasan Berdasarkan penelitian dan analisa laju pengering yang telah dilakukan pada alat pengering ini yang mana hasil yang di dapatkan bervariasi antara 2,15 gram/menit sampai pada 0,15 gram/menit. Dengan lama pengeringan dari 1-3 jam dan variasi konsumsi bahan bakar sekitar 0,1 kg. Laju pengeringan semakin lama semakin Kadar air berkurang sekitar 4% 16% dengan pengurangan terendah yang terjadi pada variasi saat pengujian selama 1 jam pertama. Semakin lama waktu pengeringan maka kadar air pada ikan akan perhitungan kadar air pada ikan semakin Efisiensi total dari keseluruhan lamanya pengeringan dan berkurangnya kadar air dari ikan dengan variasi konsumsi bahan bakar 0,3kg selama 3 jam didapatkan 71% efisiensi pengeringan. KESIMPULAN Penelitian ini untuk mengetahui efisiensi alat pengering untuk ikan berukuran kecil (Ter. sebagai alternatif untuk mengeringkan ikan ketika cuaca sedang tidak menentu. Variasi waktu pengujian dari 1-3 jam dengan sumber panasnya dari pembakaran gas lpg. Data hasil pengujian serta analisa didapatkan kesimpulan: Laju pengeringan dengan konsumsi bahan bakar gas yang terpakai yang mana masing-masing 0,1 kg dengan variasi waktu 1-3 jam didapatkan lamanya pengeringnya sebesar 2,15 gram/menit (Pengujian tahap gram/menit (Pengujian tahap . , 0,15 gram/menit (Pengujian tahap Pengurangan kadar air pada ikan yang tertinggi terjadi pertama sekitar 16%. Efisiensi pengeringan selama 3 jam dengan variasi konsumsi 0,3 kg bahan bakar gas lpg pengeringan maka kadar air pada ikan semakin menurun. DAFTAR PUSTAKA