ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH STRUKTUR MODAL. TOTAL ASSET TURNOVER, DAN FIRM SIZE TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA DI BURSA EFEK INDONESIA Willy Hermawan Email: willyhermawan651@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara struktur modal, total asset turnover, dan firm size terhadap profitabilitas. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun 2016 dan tidak mengalami suspensi selama periode penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut maka diperoleh sembilan belas perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel dari 22 perusahaan. Bentuk penelitian ini adalah penelitian asosiatif, pengolahan data menggunakan program Statistical Product and Services Solution (SPSS) versi 23. Hasil R2 dalam penelitian ini adalah sebesar 0,592 atau 59,2 persen. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, total asset turnover mempunyai pengaruh positif terhadap profitabilitas, dan firm size tidak memiliki berpengaruh terhadap profitabilitas. KATA KUNCI: profitabilitas, struktur modal, total asset turnover, firm size PENDAHULUAN Perusahaan melakukan kegiatan bisnis pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai, salah satu tujuan yang ingin dicapai perusahaan adalah menghasilkan laba yang tinggi, karena laba merupakan salah satu tolak ukur untuk menilai perusahaan. Perusahaan akan dikatakan baik apabila dapat menghasilkan laba usaha yang tinggi, karena dengan tingginya laba usaha mengindikasikan bahwa kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan lancar, karena dibiayai dengan baik. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aset maupun modal kerja. Profitabilitas diperoleh dari pendapatan terkait penjualan yang dikurangi dengan biaya-biaya operasional seperti biaya produksi dan sebagainya. Ada banyak sekali faktor yang dapat memengaruhi tingkat profitabilitas dan harus dipertimbangkan, antara lain yaitu struktur modal. TATO, dan firm size. Struktur modal merupakan perbandingan pendanaan jangka panjang perusahaan, yang ditunjukkan oleh perbandingan utang jangka panjang terhadap modal sendiri. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Struktur modal dalam perusahaan dapat diperoleh dari laba ditahan dan ekuitas yang dimiliki, serta berupa utang yaitu utang jangka panjang dan utang jangka pendek. Dalam memenuhi kebutuhan dana dalam perusahaan khususnya yang berasal dari utang harus digunakan dengan seefektif mungkin, dan saat dipergunakan memiliki nilai dorong dalam memperkuat struktur modal keuangan perusahaan, dimana perusahaan mampu memanfaatkan dana tersebut dengan efektif, agar profit yang dihasilkan menjadi semakin besar. Total asset turnover (TATO) merupakan rasio yang menunjukkan perputaran total aset yang diukur dari volume penjualan, atau seberapa jauh kemampuan semua aset menciptakan penjualan. TATO juga menunjukkan sampai seberapa jauh aset sudah digunakan dalam kegiatan perusahaan atau menunjukkan berapa kali aset berputar dalam periode tertentu. Jika selama beberapa periode produksi cenderung menunjukkan suatu kecenderungan yang positif atau meningkat maka hal tersebut menggambarkan bahwa penggunaan aset semakin efektif. Semakin tinggi perputaran aset dalam perusahaan menandakan bahwa semakin efisien dan efektif pengelolaan aset dalam Firm size atau ukuran perusahaan merupakan cerminan besar kecilnya perusahaan dari total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin tinggi total aset yang dimiliki oleh perusahaan mengindikasikan bahwa perusahaan termasuk berskala besar. Perusahaan yang mempunyai ukuran besar cenderung dapat meningkatkan kapasitas produksi maka perusahaan memiliki peluang yang tinggi untuk mendapatkan profit karena perusahaan mampu mengolah sumber daya yang ada lebih banyak, dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki ukuran kecil. KAJIAN TEORITIS Laba merupakan tujuan setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya, perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan laba yang diinginkan agar perusahaan dapat menjamin kemakmuran pemiliknya, karyawan dan pemegang saham, serta dapat melakukan investasi baru. Menurut Harjito dan Martono . 8: . , tujuan perusahaan untuk memperoleh laba maksimal dimaksudkan agar perusahaan dapat hidup terus. Didirikannya perusahaan tidak dibatasi untuk waktu tertentu, tetapi diharapkan hidup terus menerus tanpa batas waktu. Profitabilitas ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba melalui aktivitas yang Profitabilitas memiliki peranan penting di dalam kegiatan usaha perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup, dengan harapan perusahaan dapat memiliki prospek yang baik. Perusahaan yang memiliki prospek baik, maka akan meningkatkan profitabilitas sehingga perusahaan akan selalu dalam keadaan yang Profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan pada suatu periode tertentu. Manfaat dari profitabilitas tidak hanya sebatas untuk pihak internal seperti para pemilik usaha atau manajemen perusahaan saja tetapi juga memiliki manfaat bagi pihak luar perusahaan atau pihak eksternal terutama bagi pihak-pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan tersebut. Manfaat yang timbul dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bagi pihak eksternal atau para investor yaitu, menambah daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modal atau dananya guna memperluas usahanya, sebaliknya apabila tingkat profitabilitas yang dihasilkan perusahaan rendah akan menyebabkan para investor menarik modal ataupun Manfaat bagi pihak internal atau manajemen perusahaan itu sendiri yaitu digunakan sebagai bahan untuk evaluasi dalam pengelolaan perusahaan tersebut. Menurut pendapat Hanafi . 6: . AuProfitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Ay Menurut Kasmir . 8: . AyRasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Ay Rasio profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan sumber yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri yang berupa penjualan produk, aset, dan modal. Hery . 9: . menyatakan bahwa AyRasio profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu rasio tingkat pengembalian atas investasi dan rasio kinerja operasi. Ay Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ada di laporan keuangan, terutama laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Rasio profitabilitas terbagi menjadi dua jenis, yaitu rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi. Profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan yaitu margin laba kotor . ross profit margi. dan margin laba bersih . et profit margi. Sedangkan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi yaitu digunakan untuk menilai kompensasi finansial atas penggunaan aset atau ekuitas terhadap laba bersih. Tingkat pengembalian atas aset . eturn on total asset. dan tingkat pengembalian atas ekuitas . eturn on equit. Profitabilitas dapat diukur menggunakan Return on Asset (ROA). ROA adalah salah satu jenis rasio profitabilitas yang dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari aset yang digunakan. ROA akan mengevaluasi kemampuan perusahaan berdasarkan pendapatan laba masa lalu sehingga dapat digunakan pada periode selanjutnya. Menurut Hery . 5: . AuReturn on asset merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap Rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Ay Semakin tinggi hasil pengembalian aset berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap Rupiah dana yang tertanam dalam total aset, sebaliknya semakin rendah hasil pengembalian aset berarti semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap Rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Sedangkan menurut Syamsuddin . 0: . AuReturn on asset merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aset yang tersedia di dalam perusahaan. Ay Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aset perusahaan. ROA yang tinggi menunjukkan laba bersih yang diperoleh dari total aset juga besar, sehingga dana internal yang diperoleh perusahaan dapat tercukupi karena dana tersebut disimpan sebagai laba ditahan. Semakin besar ROA, berarti semakin efisien penggunaan aset perusahaan maka dengan jumlah aset yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar. Struktur modal merupakan salah satu faktor yang penting bagi perusahaan karena keputusan yang diambil akan memengaruhi posisi finansial perusahaan. Menurut Fahmi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 . 5: . AuStruktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang dan modal sendiri yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan. Ay Oleh karena itu, struktur modal merupakan masalah penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal mempunyai efek terhadap finansial perusahaan sedangkan menurut Hery . 5: . rasio struktur modal merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai utang. Rasio struktur modal merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar beban yang harus ditanggung perusahaan dalam rangka pemenuhan aset. Pengelolaan struktur modal dapat memberikan manfaat positif bagi perusahaan apabila tepat guna, dimana jika perusahaan menggunakan utang untuk menambah modal perusahaan dalam membiayai kegiatan operasional, dan dikelola dengan baik maka hasil yang diperoleh akan lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang membiayai kegiatan operasional dengan modal sendiri. Dalam studi terdahulu beberapa peneliti mengemukakan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap profitabilitas, hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astuti . , yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap profitabilitas, dan penelitian yang dilakukan oleh Ayani, dan Rahayu . juga menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap H1: Struktur modal berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Total asset turnover (TATO) digunakan untuk mengukur efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola aset-asetnya (Satrio, 2. Perusahaan yang efektif dalam mengelola asetnya tentunya memiliki kinerja yang baik, hal ini didukung dengan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang digunakan. Menurut Kasmir . 8: . AuTATO merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran seluruh aset yang dimiliki perusahaan, dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aset. Ay Sedangkan pengertian TATO menurut Fahmi . 5: . AuTATO disebut juga dengan perputaran total aset. Sedangkan menurut Sudana . 5: . menyatakan bahwa AuTATO mengukur efektivitas penggunaan seluruh asetnya dalam menghasilkan penjualan bagi perusahaan. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan semakin efektif pengelolaan asetnya yang dilakukan oleh ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 manajemen perusahaan. Ay Rasio ini melihat sejauh mana keseluruhan aset yang dimiliki oleh perusahaan terjadi perputaran secara efektif. Ay Semakin besar rasio TATO dalam perusahaan maka akan semakin baik, karena perusahaan tersebut dianggap dapat mengelola asetnya dengan efektif, sehingga penjualan yang dihasilkan akan meningkat, diikuti peningkatan dari profitabilitas perusahaan, sehingga TATO dapat berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hal tersebut telah dibuktikan oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wanny . bahwa TATO berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Penelitian yang dilakukan Husnah dan Setiadi . juga menyatakan bahwa TATO berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Rasio TATO yang tinggi pada perusahaan akan mendukung kegiatan efektivitas perusahaan untuk menghasilkan penjualan, semakin besar aset yang dimiliki perusahaan maka semakin besar kemungkinan perusahaan memperoleh H2: Total Asset Turnover berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Firm size . kuran perusahaa. merupakan cerminan dari total aset yang dimiliki suatu perusahan, semakin besar ukuran perusahaan tersebut, menunjukkan bahwa aset yang dimiliki perusahaan juga semakin besar. Perusahaan yang mempunyai ukuran yang besar tentu dapat dikatakan memperoleh profit yang tinggi karena mampu mengolah sumber daya yang ada pada perusahaan dengan efektif. Jogianto . 3: . AuUkuran perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan dapat diukur dengan total aset atau besar harta perusahaan. Ay Aset perusahaan yang besar akan membuat perusahaan lebih stabil dibandingkan perusahaan kecil, karena memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kondisi pasar. Menurut Hery . 7: . AuUkuran perusahaan adalah suatu skala untuk mengklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara, antara lain dengan total aset, total penjualan, nilai pasar saham, dan sebagainya. Au Perusahaan yang besar juga cenderung akan mudah memperoleh kepercayaan dari para investor karena jaminan yang diberikan lebih besar sehingga dianggap lebih aman dan dianggap memiliki tingkat pengembalian yang lebih cepat dibandingkan perusahaan yang berukuran lebih kecil. Ukuran perusahaan dianggap sebagai salah satu indikator yang menggambarkan tingkat risiko bagi investor yang akan melakukan investasi di perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan perusahaan dengan ukuran besar dapat ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menghasilkan produk biaya rendah, dimana tingkat biaya rendah merupakan salah satu unsur untuk mencapai laba, sehingga profitabilitas perusahaan mengalami peningkatan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Barus & Leliani . , yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas, dan penelitian yang dilakukan oleh Ambarwati, dkk. juga menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Ukuran perusahaan atau firm size dianggap mampu memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan, karena semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka semakin besar pula aset perusahaan yang dikelola untuk menciptakan penjualan, sehingga kesempatan untuk meningkatkan profitabilitas pada perusahaan besar lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Satrio . 2: . AuFirm size dikalkulasi dengan penggunaan logaritma natural total aset LN (Total Ase. Ay Logaritma natural digunakan bertujuan untuk meminimalisir data dengan fluktuasi yang berlebihan. Penggunaan logaritma natural juga bertujuan menyederhanakan jumlah aset yang kemungkinan mencapai nominal triliunan rupiah tanpa merubah proporsi sebenarnya. H3: Firm size berpengaruh positif terhadap profitabilitas. METODOLOGI PENELITIAN Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu berupa data-data laporan keuangan perusahaan Subsektor Pertambangan Batu Bara, yang diperoleh melalui website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu w. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Subsektor Pertambangan Batu Bara sebanyak 22 perusahaan. Diperoleh sampel berjumlah sembilan belas perusahaan dengan teknik penarikan sampel yaitu purposive sampling yaitu dengan kriteria: perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun 2016 dan perusahaan yang tidak mengalami suspensi selama periode penelitian. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang diukur dengan return on asset. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah struktur modal, total asset turnover, dan firm size. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 autokorelas. , analisis koefisien determinasi, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis yaitu uji f dan uji t. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif menyajikan berbagai informasi data seperti jumlah data atau sampel yang diteliti (N), nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata . , dan simpangan baku . tandard deviatio. Hasil dari analisis statistik deskriptif dapat dilihat di Tabel 1 berikut ini: TABEL 1 ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation -2,1140 34,0556 2,035576 4,6780080 TATO ,0017 1,8682 ,742206 ,5045960 27,1796 32,2592 29,563537 1,2172721 Profit -,5790 ,4556 ,064993 ,1426364 Valid N . Sumber: Data Olahan 2022 Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa jumlah data penelitian (N) yang digunakan sebanyak 95 dari 19 perusahaan dengan periode penelitian lima tahun yaitu dari tahun 2016 sampai tahun 2020. Struktur modal memiliki nilai minimum sebesar 2,1140 dan nilai maksimum sebesar 34,0556. Nilai mean struktur modal adalah 2,035576 dan standar deviasinya adalah 4,6780080. TATO memiliki nilai minimum sebesar 0,0017 dan nilai maksimum sebesar 1,8682. Nilai mean TATO adalah 0,742206 dan standar deviasinya adalah 0,5045960. Firm size memiliki nilai minimum sebesar 27,1796 dan nilai maksimum sebesar 32,2592. Nilai mean firm size adalah 29,563537 dan standar deviasinya adalah 1,2172721. Profitabilitas yang diukur menggunakan ROA memiliki nilai minimum sebesar -0,5790 dan nilai maksimum sebesar 0,4556. Nilai mean profitabilitas adalah 0,064993 dan standar deviasinya adalah 0,1426364. Uji Asumsi Klasik Pada uji normalitas diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa residual penelitian tidak berdistribusi normal. Untuk mengatasi residual yang tidak berdistribusi normal, peneliti melakukan eliminasi outlier dengan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 metode uji z score, yaitu dengan cara mengeliminasi data yang menyebabkan masalah Data yang dieliminasi berjumlah sembilan, sehingga data pada penelitian ini yang berjumlah 95 data setelah dieliminasi tersisa sebanyak 86 data. Setelah dilakukan pengujian ulang dengan data yang tersisa sebanyak 86 data, maka diperoleh hasil nilai signifikansi Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,077. Hasil menunjukkan bahwa residual penelitian berdistribusi normal, karena signifikansinya lebih dari 0,05. Pada uji multikolinearitas semua variabel independen lolos uji multikolinearitas karena setiap variabel independen memiliki nilai tolerance yang lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang kurang dari 10,00. Pada uji heteroskedastisitas semua variabel independen dinyatakan lolos heteroskedastisitas, karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari tingkat kepercayaan yang digunakan yaitu 0,05. Pada uji autokorelasi diketahui nilai du yang diperoleh sebesar 1,7221. dan nilai 4-du sebesar 2,2779. Pengambilan keputusan bebas uji autokorelasi berdasarkan pada ketentuan yang ditetapkan, hasilnya yaitu 1,7221< 1,729 < 2,2779, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah Uji Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi TABEL 2 ANALISIS KOEFISIEN DETERMINASI Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson ,779a ,606 ,592 ,0739727 1,729 Predictors: (Constan. FZ. TATO. Dependent Variable: Profit Sumber : Data Olahan 2022 Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa hasil uji koefisien korelasi menunjukkan nilai R sebesar 0,779. berada pada rentang 0,60 Ae 0,799. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel struktur modal. TATO, dan firm size terhadap profitabilitas mempunyai tingkat hubungan antar variabel yang kuat. Nilai koefisien determinasi yaitu nilai adjusted R square adalah sebesar 0,592. yang menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini yaitu struktur modal. TATO, dan firm size mampu menjelaskan profitabilitas sebesar 0,592 atau 59,20 persen. Sedangkan sisanya 0,408 atau 40,80 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam model penelitian ini. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 3 dapat dirumuskan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -0,288 Ae 0,007X1 0,178X2 0,008X3 e Berdasarkan model persamaan regresi di atas, nilai konstanta . adalah sebesar 0,288. Nilai tersebut artinya bahwa jika struktur modal (X. TATO (X. , dan firm size (X. diasumsikan sama dengan nol maka profitabilitas (Y) akan bernilai negatif sebesar 0,288. TABEL 3 ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Std. Error Coefficients Model Beta 1 (Constan. -,288 ,200 -,007 ,006 -,093 TATO ,178 ,008 Collinearity Statistics Sig. -1,437 ,154 -1,302 ,197 ,935 1,070 ,017 ,755 10,622 ,000 ,951 1,051 ,007 ,083 ,237 ,978 1,022 1,192 Tolerance VIF Dependent Variable: Profit Sumber: Data Olahan 2022 Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 3 dapat dirumuskan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -0,288 Ae 0,007X1 0,178X2 0,008X3 e Berdasarkan model persamaan regresi di atas, nilai konstanta . adalah sebesar -0,288. Nilai tersebut artinya bahwa jika struktur modal (X. TATO (X. , dan firm size (X. diasumsikan sama dengan nol maka profitabilitas (Y) akan bernilai negatif sebesar 0,288. Nilai koefisien regresi variabel struktur modal . bernilai negatif sebesar 0,007. artinya terjadi hubungan negatif antara struktur modal dengan profitabilitas (Y), hal ini berarti apabila struktur modal mengalami peningkatan sebesar satu satuan maka profitabilitas akan menurun sebesar 0,007. Nilai koefisien regresi variabel TATO . bernilai positif sebesar 0,178. Ini menunjukkan bahwa variabel TATO memiliki keterkaitan searah terhadap profitabilitas ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 (Y). Hal ini berarti apabila TATO mengalami peningkatan sebesar satu satuan maka profitabilitas akan meningkat sebesar 0,178. Nilai koefisien regresi variabel firm size . bernilai positif sebesar 0,008. Ini menunjukkan bahwa variabel firm size memiliki keterkaitan searah terhadap profitabilitas (Y). hal ini berarti apabila firm size mengalami peningkatan sebesar satu satuan maka profitabilitas akan meningkat sebesar 0,008. Pengujian Hipotesis Uji F Uji F dilakukan untuk mengetahui model dalam penelitian ini apakah layak atau tidak untuk untuk diuji. Dasar pengambilan keputusan dalam uji F yaitu jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan Fhitung lebih besar dari Ftabel. Hasil dari uji F dapat dilihat pada Tabel 4 berikut: TABEL 4 UJI F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression ,691 ,230 Residual ,449 ,005 Total 1,139 42,066 Sig. ,000b Dependent Variable: Profit Predictors: (Constan. FZ. TATO. Sumber: Data Olahan 2022 Berdasarkan output uji F pada Tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi uji F yaitu sebesar 0,000. yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditentukan sebesar 0,05. Fhitung bernilai sebesar 42,066 sedangkan Ftabel bernilai sebesar 2,716. berarti Fhitung lebih besar dari Ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini layak untuk diuji. Uji t dan Pengaruh Uji t digunakan untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidak antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Hasil dari uji t dapat dilihat pada Tabel 3. Dalam penelitian terdapat tiga hipotesis yaitu sebagai berikut: Pengaruh Struktur Modal terhadap Profitabilitas Berdasarkan Tabel 3 nilai signifikansi struktur modal adalah sebesar 0,197>0,05 dan memiliki thitung bernilai negatif sebesar 1,302 dengan ttabel sebesar 1,664 maka thitung ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 lebih kecil dari ttabel atau 1,302<1,664 maka variabel struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yaitu struktur modal berpengaruh positif terhadap profitabilitas ditolak. Hasil tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Astuti . Serta Ayani, dan Rahayu . yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Dimana kondisi yang seharusnya terjadi yaitu semakin tinggi nilai struktur modal maka akan semakin tinggi juga nilai profitabilitas perusahaan. Hal ini dikarenakan nilai struktur modal yang tinggi menandakan bahwa perusahaan selain menggunakan modal dari dalam, perusahaan juga menggunakan modal dari luar yang berupa utang untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan, sehingga memungkinkan perusahaan untuk memperoleh profit yang lebih tinggi karena modal yang digunakan untuk membiayai operasional lebih besar. Perusahaan dapat menambah kapasitas produksi untuk meningkatkan penjualan sehingga profit yang dihasilkan akan jauh lebih besar dibandingkan perusahaan yang hanya menggunakan satu sumber modal. Namun yang terjadi apabila nilai struktur modal meningkat maka profitabilitas akan menurun, kecenderungan data menunjukkan bahwa nilai struktur modal yang tinggi dapat menyebabkan penurunan terhadap profitabilitas. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut tidak mampu mengelola utang yang digunakan secara efektif sehingga berdampak merugikan terhadap profitabilitas. Dapat disimpulkan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas karena kecenderungan data yang diperoleh menunjukkan ketidakpastian, dimana nilai tersebut tidak dapat dijadikan acuan untuk mengukur profitabilitas. Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Profitabilitas Berdasarkan Tabel 3 nilai signifikansi TATO adalah sebesar 0,000<0,05 dan memiliki thitung sebesar 10,622 dengan ttabel sebesar 1,664 maka thitung lebih besar dari ttabel atau 10,622>1,664 Maka variabel TATO memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yaitu TATO berpengaruh positif terhadap profitabilitas dapat diterima. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wanny . yang menyatakan bahwa TATO berpengaruh positif terhadap profitabilitas, serta penelitian yang dilakukan Husnah dan Setiadi . yang juga menyatakan bahwa TATO berpengaruh positif terhadap profitabilitas. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Dimana memang terdapat kesesuaian dimana semakin tinggi nilai TATO maka semakin tinggi pula nilai profitabilitas dan sebaliknya apabila nilai TATO menurun maka profitabilitas juga akan mengalami penurunan. Perusahaan yang memiliki kinerja yang baik merupakan perusahaan yang dapat menggunakan asetnya secara efektif untuk dapat menghasilkan penjualan bersih yang tinggi. Apabila perusahaan dapat melakukan perputaran aset dengan cepat dan tepat, maka dapat mendorong peningkatan penjualan, sehingga mampu menghasilkan laba yang tinggi. Semakin besar aset yang dapat dikelola oleh perusahaan maka semakin besar kemungkinan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas. Pengaruh Firm Size terhadap Profitabilitas Berdasarkan Tabel 3 nilai signifikansi firm size adalah sebesar 0,237>0,05 dan memiliki thitung sebesar 1,192 dengan ttabel sebesar 1,664 maka thitung lebih kecil dari ttabel atau 1,192<1,664 maka variabel firm size tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yaitu firm size berpengaruh positif terhadap profitabilitas ditolak. Hasil tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ambarwati, dkk. dan Rahayu . , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap Profitabilitas. Dimana kondisi yang seharusnya terjadi yaitu ketika firm size meningkat maka profitabilitas juga akan ikut meningkat. Hal ini dikarenakan firm size merupakan suatu bentuk pengukuran aset yang dimiliki perusahaan dimana jika nilai firm size tinggi berarti bahwa aset yang dimiliki oleh perusahaan juga besar, dimana aset yang besar ini dapat dengan mudah menghasilkan profit karena kapasitas produksi yang besar dan dapat menekan biaya operasional, sehingga profit yang diperoleh juga akan besar. Namun yang terjadi justru semakin tinggi atau semakin rendah nilai firm size hal Berdasarkan kecenderungan data ditemukan bahwa terdapat ketidakpastian antara variabel firm size terhadap profitabilitas sehingga variabel firm size tidak memiliki pengaruh yang pasti terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berukuran besar tidak selalu dapat menghasilkan laba yang lebih besar, hal ini dapat terjadi karena perusahaan yang memiliki total aset yang tinggi, tidak menggunakan asetnya secara maksimal untuk memperoleh profit, sehingga menyebabkan biaya operasional menjadi tinggi, dikarenakan banyaknya aset yang harus dikelola oleh perusahaan. Semakin besar ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 biaya yang harus ditanggung perusahaan maka profit yang diperoleh pun akan semakin Setelah dilakukan pengujian maka diketahui bahwa, perusahaan yang memiliki nilai firm size yang tinggi khususnya di bagian aset tidak berpengaruh terhadap profitabilitas yang akan diperoleh oleh perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa jika perusahaan tidak dapat mengelola aset yang dimiliki dengan baik, perusahaan besar sekalipun tidak menjamin akan mendapatkan tingkat profitabilitas yang tinggi, dapat disimpulkan bahwa firm size tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas karena kecenderungan data yang diperoleh menunjukkan ketidakpastian, dimana nilai tersebut tidak dapat dijadikan acuan untuk mengukur profitabilitas. PENUTUP Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengambil kesimpulan bahwa, total asset turnover memiliki pengaruh terhadap profitabilitas, struktur modal dan firm size tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Saran untuk investor yang berencana menginvestasikan dananya pada perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batu Bara disarankan untuk lebih memperhatikan kemampuan perusahaan dalam pengelolaan aset dan utang, karena menunjukkan kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan profit. Saran untuk peneliti berikutnya untuk memperluas sampel baik dengan menggunakan cara menambah tahun pengamatan sehingga akan memberikan kemungkinan memperoleh kondisi yang sebenarnya, serta mengumpulkan literatur-literatur lain sebagai referensi pendukung. DAFTAR PUSTAKA