Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 PENERAPAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA MATERI KELILING DAN LUAS SEGITIGA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 LONGKIP KOTA MADYA SUBULUSSALAM SEMSTER I TAHUN 2018/2019 Yenny Mawaddah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulussalam. Rumusan penelitian ini adalah apakah pendekatan penemuan tebimbing dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematika materi keliling dan luas egiaempatdan segitiga siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulussalam Tahun 2018/ 2019?Ay Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulussalam dengan jumlah 22 orang siswa yang teridentifikasi mengalami hambatan belajar. dan hasil belajar Disamping siswa, pembelajaran matematika yang terkendala dalam proses belejar mengajar di kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulussalam dengan indikasi rendahnya penalaran matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui penerapan metode siklus spiral diperoleh hasil data penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa persiklus. pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: pada siklus pertama diperoleh skor aktivitas guru dengan nilai rata-rata . Aktivitas siswa dengan nilai rata-rata . , dan hasil belajar siswa mencapai nilai ratarata . Sedangkan pada pelaksanaan siklus II diperoleh skor aktivitas guru dengan nilai rata-rata . Aktivitas siswa dengan nilai rata-rata . , sedangkan hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata . Maka rata-rata yang diperole siswa sudah diatas KKM yang tela ditetapkan sekolah. Penerapan pendekatan penemuan terbibimbing dengan fokus dan terarah dapat memecahkan masalah pembelajaran matematik pada materi luas segitiga sangatlah relevan penerapannya di kelas VI Sekolah Dasar. Kata Kunci: Hasil Belajar Terbimbing Penjaskes. Pendekatan Penemuan Yenny Mawaddah: Hasil Belajar Penjaskes. Pendekatan Penemuan Terbimbing PENDAHULUAN Menurut ketentuan umum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional. Pasal 3 menyebutkan bahwa AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta Peradaban Bangsa Indonesia yang bermartabat Bangsa, berkembangnya Potensi Peserta didik agar menjadi Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat. Berilmu, cakap, kreatif, dan menjadi Warga Negara yang Demokrasi serta bertanggung jawab. Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan Matematika memiliki batasan tertentu yang hendaknya dapat dikuasai oleh segenap warga Nagara Indonesia. Lebih lanjut pembelajaran matematika dapat memberi bekal kepada siswa untuk menerapkan matematis \dalam berbagai keperluan manusia. Akan tetapai persepsi negatif siswa terhadap matematika tidak dapat dipungkiri begitu saja. Umumnya pelajaran matematika di sekolah sudah menjadi momok bagi Sifat Abstrak dari objek Matematika menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika. Akibatnya prestasi belajar matematika siswa secara umum belum Hal itu juga terjadi pada pembelaajaran matematik di kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam khususnya. Kegiatan pembelajaran dalam membelajarkan Matematika oleh Guru kepada Siswanya dalam proses belajar mengajar di kelas, pada umumnya guru masih menggunakan penjelasan dengan tujuan menstranfer ilmu yang dimilikinya kepada siswanya melalui metode ceramah, menyalin buku paket kebuku siswa, menjelaskan cara menyelesaikan soal atas jawaban materi dan mengerjakan tugas latihan. Proses pembelajaran ini dapat dikatakan komunikasi satu arah yang mana pembelajar atau guru merupakan narasumber sebagai gudang ilmu yang hanya mengejar ketercapaian target kurikulum. Pola pembelajaran semacam ini dapat disimpulkan bahwa: Guru mengajar dan Siswa belajar. Guru pemain dan siswa penonton. Jadi hasil produk pembelajaran ini adalah akan memproduksi siswa sebagai robot penerima sesuatu transferan secara instant. Padahal tujuan pembelajaran matematika adalah sebagaimana dikatakan Soedjadi . 8: . bahwa tujuan pembelajaran matematika di setiap Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 jenjang pendidikan digolongkan menjadi . tujuan yang bersifat formal, yaitu tujuan yang menekankan pada penataan nalar siswa serta pembentukan pribadinya. tujuan yang bersifat material, yaitu tujuan yang menekankan pada penerapan matematika baik dalam matematika itu sendiri maupun di luar matematika. Maka pemebelajar matematika hendaknya dapat membekali Generasi yang akan datang terbentuk oleh kegiatan yang bisa mengembangkan potensi diri berupa kongnitif, efektif, dan psikomotorik sehingga memiliki berbagai kompetesi sebagai bekal SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam merupakan dimana sekolah tempat peneliti bertugas. Kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam merupakan siswa yang mengalami indikasi masalah pembelajaran matematika dan hasil belajar matematikan siswa sangat rendah dan peneliti merupakan walikelas VII pada tahun ajaran 2018/2019 ini. Dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam yang peneliti rasakan bahwa kemampuan penalaran siswa dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pelajaran matematika siswa sangat lambat. Untuk mempelajari kasus apa penyebab adanya indikasi dan hambatan sehingga siswa mengalami masalah dalam pelajaran matematika. Melalui observasi peneliti melihat adanya rendahnya kemampuan penalaran matematika siswa dengan perolehan hasil belajar cukup. Dengan hasil observasi kondisi ini maka dapat disimpulkan bahwa: Minat belajar matematika siswa masih rendah. Perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika yang dibelajarkan dikelas masih kurang. Rasa keinginan siswa dalam memahami, mempelajari, dan menemukan kosep materi dari pelajaran matematika itu belum Siswa merasa enggan bekerja sama denga teman sebangkunya, sekelompoknya dan sekelasnya dalam memecahkan masalah yang Pembelajaran awal matematika siswa kelas VII ini dilaksanakan pada tanggal 14 september 2018, dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar Matematika siswa hanya memperoleh 60,45 dengan tingkat ketuntasan hanya 40,19 % . dari 25 sisw. Perlu kita sadari skor ketuntasan belajar siswa 40,19% sangat rendah dalam artikata lebih setengah siswa dari jumlah 22 orang siswa belum tuntas belajar, bila Yenny Mawaddah: Hasil Belajar Penjaskes. Pendekatan Penemuan Terbimbing dibandingkan dengan persentase ketuntasan minimal yang merupakan target pencapaian sebesar 85% secara klasikal (Suhardjono 2006:. Berdasarkan pemamaparan kondisi diatas peneliti sebagai guru bidang studi matematika SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam merasa prihatin terhadap kondisi ini. Dalam rangka perbaikan pembelajaran matematika pada siswa kelas VII ini, peneliti mempelajari indikasi diatas dengan seksama untuk dapat menetapkan solusi yang tepat untuk menimalisir hambatan belajar, kurang minat dan perhatian siswa, tidak dapat bekerja sama dan sulit memahami materi, sehingga memunculkan perubahan baru terhadap penalaran matematika siswa dengan baik. Memperhatikan respon siswa begitu sulitnya mereka berhadapan dengan rumus-rumus matematika dan memperhatikan jadwal pembelajaran matematika semesteri I tahun 2018/2019 dikelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam, maka ditetapkan meteri keliling dan luas segiempat dan segitiga. Selaian kesulitan siswa memahami rumus dari matematika tersebut siswa juga tidak mampu bekerja sama baik secara berkelompok maupun teman sebangku, maka dalam penelitian ini peneliti menetapkan penerapan pendekatan penemuann terbimbing sebagai solusi strategi pembelajaran. Diharapkan setelah penerapan pendekatan penemuan terbimbing pada pembelajaran matematika, siswa mampu menumbuhkan sikap matematis dalam kehidupan sehari-hari (Mathematic of everinday Experienc. KAJIAN TEORETIS Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Factor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua jenis yaitu bersumber dari dalam diri manusia yang belajar dan bersumber dari luar diri manusia yang belajar. sutrisno : 2008 ). Faktor Aefaktor yang bersumber dari dalam diri manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua yakni: faktor biologis dan faktor Yang dapat diklasifikasikan sebagai faktor biologis antara lain Usia, kematangan dan kesehatan, sedangkan yang dapat dikategorikan sebagai factor spikologis adalah kelelahan. Susana hati, motivikasi, minat dan kebiasaan belajar. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 . Faktor-faktor yang besumber dari luar diri manusia yang belajar dapat diklasifikasikan menajdi dua, yaitu faktor manusia . dan faktor non manusia seperti alam, benda, hewan dan lingkungan fisik. Pengertian Pendekatan pembelajaran Secara teknis, pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai jalan atau cara berpikir guru sebagai pembelajar untuk dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa sebagai pembelajar mengalami prilaku yang diharapkan sebagai hasil hasil dari peristiwa belajar tersebut. Lebih jauh lagi, pendekatan pembelajaran diartikan sebagai konsep yang mencakup asumsi dasar tentang siswa, tentang proses belajar dan tentang suasana yang menciptakan terjadinya peristiwa belajar ( Winaputra, 1994 : 123 ). Pembelajaran pada hakekatnya adalah kegiatan guru dalam mempelajari siswa, ini berarti bahwa proses pembelajaran adalah membuat atau menjadikan siswa dalam kondisi belajar Siswa dalam kondisi belajar dapat diamati dan dicermati melalui indicator aktifitas yang dilakukan. Yaitu perhatian fokus, antusias, bertanya, menjawab, berkomentar, prestasi, diskusi,mencoba atau menemukan. (Suhirman 2011:. Pembelajaran yang hakiki . ebenar-benarny. akan terwujud dalam kelas, karena dengan suasana nyaman dan menenangkan potensi siswa akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Pembelajaran dapat diartikan pula sebagai proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi siswa secara optimal melalui aktifitas terarah dan terencana. Sehingga selama dan sesudah pembelajaran siswa memiliki berbagai kopetensi . emampuan dan keterampila. sebagai bekal hidup untuk bisa mandiri. Potensi siswa sendiri, berupa fisik dan psykis adalah anugrah dari Tuhan yang harus disyukuri dengan memanfaatkannya untuk hal positif, jika tidak adzab sangat pedih akan Dengan demikian kegiatan belajar dan pembelajaran adalah Wujud dari syukur nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk guru dan Pendekatan Penemuan Terbimbing Menurut Suryosubroto . , metode adalah cara, yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Metode pembelajaran merupakan proses atau prosedur yang digunakan oleh guru atau instruktur untuk mencapai tujuan atau kompetensi (Pribadi. Yenny Mawaddah: Hasil Belajar Penjaskes. Pendekatan Penemuan Terbimbing 2009:. Terkait dengan metode pembelajaran, menurut Setiawan . , metode mengajar adalah cara mengajar secara umum yang dapat ditetapkan pada semua mata pelajaran. Sedangkan menurut Surakhmad dalam Suryosubroto . , metode pengajaran adalah cara-cara pelaksanaan daripada proses pengajaran, atau soal bagaimana teknisnya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada murid-murid disekolah. Dari uraian di atas disimpulkan bahwa, metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan suatu materi kepada siswa di kelasnya untuk mencapai tujuan dari pembelajaran Pemilihan metode pembelajaran perlu didasarkan pada kesesuaian dengan tugas dan tujuan pembelajaran yang akan ditempuh oleh siswa. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Langkah-langkah pembelajaran matematika menggunakan metode penemuan terbimbing Menurut Setiawan . , urutan langkah-langkah didalam pembelajaran matematika dengan pendekatan penemuan terbimbing adalah sebagai berikut : Guru merumuskan masalah yang akan dihadapkan kepada siswa, dengan data secukupnya. Perumusan harus jelas, dalam arti tidak menimbulkan salah tafsir, sehingga arah yang ditempuh siswa tidak . Dari data yang diberikan, siswa menyusun, memproses, mengorganisasikan dan menganalisis data tersebut. Dalam hal ini bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang tepat. Misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan atau LKS. Kuranglah tepat bila guru memberi infofrmasi sebanyakbanyaknya sekaliigus. Siswa menyusun konjektur . dari hasil analisis yang . Bila perlu konjektur di atas diperiksa oleh guru. Ini perlu dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa. Bila telah diperoleh kepastian kebenaran konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan juga kepada siswa untuk menyusunnya. Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Konsep Keliling dan Luas Segiempat Dan Segitiga Menurunkan Rumus Keliling dan Luas Segiempat Perhatikan kembali tentang jenis dan sifat segiempat yang telah kalian pelajari. Terdapat berbagai bentuk bangun datar segiempat yang masing-masing terdiri dari empat sisi, empat titik sudut, dan suatu daerah yang dibatasi oleh empat sisi tersebut. Jumlah dari keempat sisi tersebut dinamakan dengan keliling dan daerah yang dibatasi oleh keempat sisi tersebut dinamakan dengan luas. Dengan demikian, keliling suatu bangun datar adalah jumlah panjang sisi-sisi yang membatasi bangun tersebut. Sedangkan luas bangun datar adalah suatu daerah yang dibatasi panjang sisi-sisi pada bangun tersebut. Luas Daerah Segitiga Secara Konsep Secara konsep, luas daerah segitiga adalah banyaknya persegi satuan yang menutupi segitiga tersebut. Tetapi bila kita menggunakan definisi tersebut secara langsung, maka tentu tidak mudah, banyak kesulitan. karena itu, cara untuk menentukan luas daerah suatu segitiga dapat menggunakan bantuan luas daerah persegi panjang atau persegi. ini prosesnya : luas ABEF = luas segitiga AFC luas segitiga ADC luas segitiga BDC luas segitiga BEC karena luas segitiga AFC = luas segitiga ADC Yenny Mawaddah: Hasil Belajar Penjaskes. Pendekatan Penemuan Terbimbing dan luas segitiga BDC = luas segitiga BEC, maka luas ABEF = . x luas segitiga ADC) . x luas segitiga BDC) luas ABEF = 2 x . uas segitiga ADC luas segitiga BDC) luas ABEF = 2 x luas segitiga ABC jadi, luas segitiga ABC = 1/2 x luas ABEF karena, luas ABEF = AB x BE, dan karena BE = CD, maka luas segitiga ABC = 1/2 x AB x CD tampak dari gambar, bahwa AB adalah panjang alas dari segitiga ABC, dan CD adalah tinggi dari segitiga ABC, sehingga, luas segitiga ABC = 1/2 x alas x tinggi METODE PENELITIAN Setting Penelitian Pendekatan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif AuMenurut (Sudjana & Ibrahim. pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang memandang bahwa kenyataan sebagai suatu berubah/openended. Dengan pendekatan kualitatif dapat digunakan dengan cara penyelidikan yang dirancang untuk memperolek imformasi tentang sttus gejala pada saat penelitian dilakukan. Jenis penelitian ini adalah Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan kelas (PTK Lokasi dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam. Penelitian ini dilaksanakan bulan September samapai dengan November 2018. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam tahun ajaran 2018/2019, yang berjumlah 22 orang siswa, dengan rincian 11 siswa lakilaki dan 11 orang siswa perempuan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tekiniktes dan tekinik observasi: . Obsrevasi. Angket. Tekinik penilaian hasil belajar Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Prosedur Penelitian/Rancangan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu dimulai dari tahap perencanaan . encana tindaka. , imflementasi . elaksanaan tindaka. , observasi dan refleksi yang diikuti dengan perencanaan ulang. Secara garis besar siklus I dan siklus II dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Perencanaan I Refleksi Observasi Siklus I Tindakan Perencanaan II (Perbaikan Perencanaan I Refleksi Observasi Siklus II Tindakan LAPORAN Gambar 3. 1 Model Siklus PTK Kemmis dan Mc. Taggar HASIL PENELITIAN SIKLUS I Adapun keberhasilan dan kegagalan yang terjadi pada siklus pertama adalah sebagai berikut. Hasil tes pada siklus pertama mencapai rata-rata 66,13. Berdasarkan data hasil belajar diperoleh bahwa ketuntasan belajar secara klasikal belum tuntas, karena hanya 15 orang siswa atau . ,18%) mengalami ketuntasan. Pelaksanaan tindakan yang direncanakan oleh guru . melalui penerapan pendekatan penemuan terbimbing menurut pengamat masih kurang memadai. Hal ini diperoleh dari hasil Yenny Mawaddah: Hasil Belajar Penjaskes. Pendekatan Penemuan Terbimbing observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran hanya mencapai 3,54 termasuk katagori cukup. Ada beberapa siswa yang belum terbiasa dengan kondisi belajar melalui penerapan pendekatan penemuan terbimbing. Hal ini diperoleh dari hasil observasi terhadap aktivitas siswa yang dalam pembelajaran yang mencapai 3,75 termasuk kategori cukup. Masih banyak siswa yang nilainya rendah atau belum tuntas, disebabkan siswa belum terbiasa dengan pendekatan penemuan terbimbing, siswa masih sulit memahami materi yang disampaikan guru, dan siswa masih bingung dalam membuat kesimpulan. SIKLUS II Berdasarkanpada hasil pengamatan dan analisis data diperoleh guru dan pengamatan selama pertemuan pada siklus II, telah terlihat adanya pengaruh selam kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun pengaruh tindakan yang diberikan guru/peneliti dapat ditinjau dari keberhasilan dan kelemahannya, baik dari pihak siswa maupun dari pihak guru sendiri. Adapun keberhasilan ddan kelemahan yang terjadi pad siklus kedua ini adalah sebagai berikut: Pelaksanaan siklus II ini terlihat lebih dari baik daripada siklus I, kegiatan dalam pelaksanaan pembelajaran sudah didominasi oleh siswa, dimana guru sebagai fasillisator, narasumber, dan penyuluh dalam kelompok. Hasil tes pada siklus kedua mencapai rata- rata 75,22. Berdasarkan dari hasil belajar diperoleh bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 22 orang siswa dan hanya 2 orang siswa yang belum tuntas. Aktivitas guru sudah mencapai 4,36 pada katagori baik, terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya. Aktivitas siswa dalam pembelajran siklus II mengalami peningkatan dngan rata- rata 4. 25 disebut sebagian besar katagori baik. Upaya yang harus dilakukan diantaranya adalah dengan cara mengoptimalkan langkah- langkah melaui penerapan pendekatan penemuan terbimbing dengan maksimal dan memberi motivasi kepada siswa agar lebih giat dalam belajar. Berdasarkan hasil pada siklus II, maka tindakan dalam siklus dua ini dapat dikatan sudah cukup maksimal dan sudah memenuhi ketercapaian indikator kinerja dalam penelitian ini dan dapat dicukupkan sampai disini. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 PEMBAHASAN Berdasarkan pengolahan data yang terkumpul menurut teknik pengolahan kuantitatif hasil pelakasanaan penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam pada awal pembelajarn pra siklus yang bahwa: kemampuan penlaran matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa dengan memperoleh hasil belajar sangat rendah yaitu sebesar 60. Dilakukan tindakan perbaikan denga upaya semaksimal mungkin penerapan pendekatan penemuan terbimbing pada tindakan siklus I terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa menjadi 68,18 dari sebelumnya pada pra siklus yaitu sebesar 62,50. Pada tindakan pra siklus ketuntasan belajar matematika tentang menentukan keliling dan luas segitiga siswa hanya 15 orang . 18%) sedangkan 7 orang siswa . ,82%) lainnya belum mencapai ketuntasan belajar. Pada tindakan siklus I, nilai hasil belajar matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa adalah 68,18. Hal ini menunjukkan kemampuan penalaran siswa terhadap materi masih tergolong rendah. Nilai nrata- rata kelas masih sudah mencukupi batas nilai KKM 70 yang telah ditetapkan oleh sekolah, namun belum mencapai target pencapaian indikator kinerja penelitian yang diharapkan. Upaya peningkatan hasil belajar matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa terjadi pada tindakan siklus II, dengan hasil penigkatan terlihat jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 20 orang siswa . ,90%) sedangkan 2 orang . ,10%) yang lainnya belum mencapai ketuntasan belajar. Rata- rata hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 75, 22 sudah diatas nilai KKM 70 yang telah ditetapkan oleh sekolah SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam semester I tahun2108/2019 dan sudah memenuhi target pencapaian indikator penelitian yang maksimal. Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika tentang menentukan keliling dan luas segitiga. pada siklus I yaitu diperoleh skor rata- rata 3,75 nilai ini termasuk dalam katagori cukup dan pada siklus II 75 termasuk dalam katagori baik Sedangkan unutk aktivitas guru selam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu diperoleh skor 3. nilai ini termasuk dalam katagori cukup dan pada siklus II yaitu 4. termasuk katagori baik. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh siswa pada siklus kedua menunjukkan bahwa guru telah berhasil melaksanakan pembelajaran Yenny Mawaddah: Hasil Belajar Penjaskes. Pendekatan Penemuan Terbimbing matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga melalui pendekatan penemuan terbimbing mampu menarik perhatian siswa yang berdampak dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematika Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam semester I Tahun 2018/2019. Penerapan pendekatan penemuan terbimbing, siswa antusias mengerjakan soal- soal keliling dan luas segiempat dan segitiga dengan benar sesuai dengan tugas diberikan oleh guru bersama teman KESIMPULAN Berdasarkan hasil data penelitian yang pelaksanaannya di kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam dapat disimpulkan bahwa, dari kondisi awal kemampuan penalaran matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam semester I Tahun ajaran 2018/2019 sangat rendah dengan hasil belajar dibawah standar KKM 70 keputusan Dewan guru dan kepala sekolah SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam. Maka dilakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan pokus melalui penerapan pendekatan npenemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siwsa mulai nampak. Dilihat dari peningkatan aktivitas siswa, aktivitas guru dan hasil belajar matematika tentang materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa kelasa VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam adalah sebagai berikut: pada siklus I skor aktivitas siswa dari 3,75 menjadi 4. 75 pada siklus II. Skor aktivitas: guru siklus I dari 3,54 meningkat menjadi 4,64 pada siklus II dan Hasil belajar matematika materi keliling dan luas segi empat dan segitiga siswa kelas VII SMP Negeri 2 Longkip Kota Madya Subulusalam mulai dari pra siklus sampai siklus II adalah. Pra Siklus sebesar 62,50 dalan katagori kurang dan hanya ketuntasan belajar siswa sebesar 40. Selanjutnya dilakukan tindakan perbaikan siklus I hasil belajar matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa meningkat menjadi 66,13 dengan ketuntasan belajar menjadi 68. Dalam tahap ini ketuntasa belajar namapt peningkatanya dari 9 orang siswa pra siklus meningkat menjadi 15 orang siswa tuntas. Pada lanjutan siklus perbaikan pembelajaran Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga terjadi peningkatan dengan maksimal. Perolehan hasil belajar matematika siswa semula siklus 66. 13 meningkat menjadi 75,22 dengan ketuntasa maksimal pula sebesar 90. 90 %. Perolehan ini baik hasil belajar matematika siswa maupun ketuntasan belajar siswa telah memenuhi kriteria pencapaian target indikator kinerja hasil belajar matematika materi keliling dan luas segiempat dan segitiga siswa dinyatakan berhasil. SARAN Agar memiliki nilai guna yang optimal dan terukur, semua hasil penelitian ini harus hendaknya dapat segera disoialisasikan dan ditindak Terutama yang berhubungan dengan pemanfaatan pendekatan penemuan terbimbing. Guru-guru Sekolah menengah pertama harus menggiatkan pelaksanaan penelitian tindakan semacam ini, sehingga nantinya akan diperoleh berbagai model dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas suatu sekolah dalam era globalisassi dan kemajuan teknologi yang merupakan tantangan dalam kehidupan siswa yang lagi terjadi . Bagi penulis merupakan momentum dalam menemukan solusi dalam pengembangan pembelajaran di kelas untuk menuju pendidikan yang bermutu, berkarater, konstektual dan berkelanjutan serta terukur. DAFTAR PUSTAKA