Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Pengaruh Sosial Media TikTok terhadap Impulsive Buying di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Angkatan 2023 E E Ransa1. S Fernandio2. S Anggana3. V B Christina4 Program Studi Sistem Informasi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta E-mail: ransaaim@gmail. com 1, stefhen33@gmail. com2, steve. anggana@gmail. vaniabella412@gmail. Abstrak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial TikTok terhadap perilaku pembelian impulsif di kalangan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta angkatan Pembelian impulsif merupakan pembelian yang dilakukan tanpa rencana terlebih dahulu oleh konsumen, pembelian ini banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti promosi, diskon, dan sebagainya. TikTok memanfaatkan fitur livestreaming dan TikTok Shop yang termasuk fitur interactive serta memungkinkan konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui survei online dengan Google Form, melibatkan 96 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Analisis data menggunakan bantuan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi serta mengaitkan pola dan tren perilaku pembelian impulsif. Kata kunci: TikTok. TikTokShop. Impulsive Buying. Mahasiswa Abstract. The study aims to analyze the influence of TikTok social media on impulse buying behavior among Atma Jaya Yogyakarta University students in the 2023 batch. Impulse purchases are purchases made without prior planning by consumers. These purchases are influenced by external factors such as promotions, discounts, and so on. TikTok utilizes livestreaming and TikTok Shop features, which include interactive features and allow consumers to make purchasing decisions. This study uses quantitative data collected through an online survey with Google Form, involving 96 respondents selected using probability sampling techniques. Data analysis used descriptive statistics to identify and relate patterns and trends in impulse buying Keywords: TikTok. TikTokShop. Impulsive Buying. Students Pendahuluan Saat berbelanja, tidak semua orang memiliki rencana yang jelas mengenai barang yang akan dibeli. Selain faktor keinginan pribadi, keputusan pembelian sering kali dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti dorongan spontan, ingatan terhadap suatu produk, ketertarikan pada pandangan pertama, atau adanya promo dan diskon. Perilaku ini dikenal sebagai pembelian impulsif . mpulse buyin. , yaitu pembelian yang dilakukan tanpa perencanaan sebelumnya. Menurut Kurnia dan Jauhari, pembelian impulsif berkaitan dengan perilaku hedonis, yang muncul akibat perbandingan antara niat pembelian alternatif dan hasil aktual pembelian. Beberapa faktor yang memengaruhi perilaku ini antara lain karakteristik konsumen, toko, produk, serta rangsangan situasional. TikTok, platform media sosial asal Tiongkok yang dirilis pada September 2016, telah berkembang menjadi lebih dari sekadar sarana hiburan. Dengan berbagai fitur interaktif seperti filter, efek suara, livestreaming, dan TikTok Shop, platform ini juga menjadi alat pemasaran digital yang efektif. TikTok Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 memiliki tampilan menarik dan akses yang mudah, memungkinkan penggunanya untuk berkreasi sekaligus memfasilitasi promosi produk secara luas . , . , . Menurut Kurnia dan Jauhari, perilaku pembelian impulsif sering kali dipicu oleh dorongan eksternal, salah satunya melalui platform digital. TikTok, dengan kontennya yang menarik dan interaktif, memberikan peluang bagi brand untuk mempromosikan produk dan memengaruhi keputusan pembelian Faktor-faktor seperti livestreaming, promosi penjualan, dan peran influencer media sosial turut berkontribusi dalam meningkatkan perilaku pembelian impulsif . , . Livestreaming memungkinkan interaksi langsung antara penjual dan audiens secara real-time, di mana calon pembeli dapat mengetahui detail produk, membaca ulasan, serta menerima penawaran eksklusif. Promosi penjualan seperti diskon, bundling, dan promo terbatas juga dapat meningkatkan daya tarik pembelian. Selain itu, influencer media sosial, dengan jumlah pengikut yang besar, memiliki kekuatan untuk mendorong pengikutnya membeli suatu produk . , . TikTok Shop semakin populer sebagai sarana belanja online, khususnya di kalangan Generasi Z. Fitur-fitur seperti livestreaming, diskon, keranjang kuning, dan flash sale dimanfaatkan oleh penjual untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong keputusan pembelian yang cepat. Strategi ini terbukti efektif dalam menimbulkan perilaku pembelian impulsif, terutama di kalangan Generasi Z di Banda Aceh, yang aktif menggunakan media sosial dan cenderung mengikuti tren populer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fitur TikTok terhadap perilaku pembelian impulsif pada pengguna TikTok Shop di kalangan Gen Z . , . , . Penelitian Dwitya dan Hartono . juga menemukan bahwa perceived enjoyment atau kesenangan saat menonton TikTok Live dapat memperkuat dorongan untuk melakukan pembelian impulsif. Kebiasaan membeli barang tanpa pertimbangan rasional juga dipicu oleh strategi diskon besar dan paparan promosi TikTok Shop. , . Menurut Putri et al. , gaya hidup hedonis semakin terlihat di kalangan mahasiswa, terutama dalam kebiasaan mereka menghabiskan waktu dan uang yang diberikan oleh orang tua. Mahasiswa cenderung mencari kesenangan dengan membeli barang-barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan serta berusaha menjadi pusat perhatian dalam lingkungan sosial mereka. Sebagai generasi penerus bangsa, remaja juga semakin terpengaruh oleh gaya hidup konsumtif, yang dapat mendorong perilaku pembelian impulsif . Tujuan penelitian ini untuk meneliti hal-hal yang memengaruhinya implusive buying pada platform TiktokShop yang di teliti melalui Review Brand. Sales Promosi. Kepuasan Pelanggan. Harapan pada brand, dan online implusive buying. Adapaun kerangka konseptual pada Gambar 1 dan adapun hipotesis berdasarkan literatur: Gambar 1. Model Penelitian H1: Ulasan merek berdampak positif pada online implusive buying di platform TikTok. H2: Promosi penjualan berdampak positif pada online implusive buying di platform TikTok. H3: Kepuasan pelanggan berdampak positif pada online implusive buying di platform TikTok. H4: Ulasan merek berdampak positif pada ekspektasi merek di platform TikTok. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 H5: Promosi penjualan berdampak positif pada ekspektasi merek di platform TikTok. H6: Kepuasan pelanggan berdampak positif pada ekspektasi merek di platform TikTok. H7: Ekspektasi merek berdampak negatif pada online implusive buying di platform TikTok. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif untuk menganalisis pengaruh dari media sosial Tiktok terhadap perilaku impulsive buying. Fokus utama dari penelitian ini ialah mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang merupakan bagian dari generasi digital dengan tingkat interaksi terhadap media sosial yang tinggi. Sumber Data Sumber data penelitian ini diperoleh melalui survey online menggunakan Google Form dan, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan teknik kuantitatif. Dengan menerapkan teknik analisis statistik deskriptif, analisis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mengevaluasi pengaruh media sosial Tiktok terhadap perilaku impulsive buying di kalangan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kuesioner Pengisian kuesioner dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Tiktok terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pertanyaan menggunakan skala Likert dengan empat pilihan. AuSangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setujuAy. Struktur Kuesioner Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku implusive buying di kalangan mahasiswa. Kuisioner ini dibuat untuk mengetahui apakah mahasiswa cenderung melakukan implusive buying. Tabel 1. Pertanyaan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian di TikTok Shop Variabel Items Online Saat saya berbelanja di TikTokShop saya membeli tanpa berpikir panjang Saat saya mau membeli barang di TikTokShop, saya sering berpikir untuk membeli dulu dan memikirkannya nanti Saya sering membeli barang di TikTok Shop tanpa di rencanakan sebelumnya Saya sulit untuk menahan rasa tidak membeli saat berbelanja di TikTokShop Review Ulasan pembelian di TikTok Shop dapat dipercaya. Brand Saya dapat menghabiskan waktu berjam-jam di halaman TikTok Shop untuk menonton ulasan video tentang produk yang saya cari. Saya lebih memperhatikan ulasan positif dalam setiap keputusan pembelian. Saya sering menonton review produk sebelum membelinya Saya membeli barang berdasarkan ulasan dan rating pada TikTokShop saya tertarik dengan promosi cashback yang disediakan di TikTok Shop. Sales Saya mendapatkan informasi tentang produk diskon dari konten yang disajikan. Promosi Saya cenderung membeli lebih banyak barang saat ada diskon Jika promosi produk tersebut menarik, saya juga akan tertarik membelinya Saya membeli barang di TikTok Shop karena diskon harga yang menarik. Harapan Saya sering meniru apa yang dibeli orang lain dari TikTok Shop. pada brand Saya ingin memiliki apa yang digunakan orang lain dalam konten di TikTok Shop. Terkadang hanya melihat orang lain menggunakan barang dari TikTokShop saja sudah membuat saya ingin membelinya. Terkadang saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap apa yang digunakan orang di TikTok Shop. Saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap barang-barang yang dijual di TikTokShop Saya tertarik membeli barang saat orang lain mengenakan barang tersebut Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Variabel Kepuasan Pelanggan Items Seberapa puas Anda dengan konten di TikTok Shop? Seberapa puas Anda dengan kualitas produk di TikTok Shop? Seberapa puas Anda dengan promosi di TikTok Shop? Seberapa puas Anda dengan konten di TikTok Shop? Penelitian mengenai perilaku pembelian impulsif secara daring telah banyak dilakukan dalam konteks platform media sosial. Salah satunya adalah penelitian oleh Febriandika et al. yang meneliti perilaku online impulsive buying pengguna TikTok Shop di Indonesia. Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kecenderungan konsumen melakukan pembelian secara impulsif. Indikator-indikator ini ditampilkan dalam Tabel 1 berikut, dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan instrumen kuesioner pada penelitian Pengumpulan Data Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Berdasarkan jumlah mahasiswa angkatan 2023 Universitas Atma Jaya Yogyakarta 139, diperoleh ukuran sampel sebanyak 96 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, di mana setiap mahasiswa dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form dalam jangka waktu tertentu. Kuesioner ini dirancang untuk menggali informasi terkait perilaku pembelian impulsif mahasiswa dalam menggunakan TikTok Shop. Pengolahan dan Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan analisis data berbasis statistik deskriptif. Data yang diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan metode statistik deskriptif untuk melihat pola, tren, dan hubungan antar variabel dalam penelitian. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak statistik, di mana hasilnya disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram untuk memberikan visualisasi yang lebih jelas mengenai temuan penelitian. Hasil Hasil yang di dapati dari 108 responden telah dikumpulkan dan diolah menggunakan aplikasi SPSS dari data yang dimiliki dapat diketahui bahwa mayoritas umur responden yaitu ada di umur 22 tahun dan di dominasi oleh pria. Uang saku yang dimiliki responden dari hasil kuesioner adalah Rp 1. 000 Ae Rp 000 dan kebanyakan dari Fakultas Teknologi Industri. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 3. Umur Responden Gambar 3 menunjukkan distribusi usia responden. Usia 22 tahun merupakan yang paling dominan . %), diikuti oleh usia 21 tahun . %), 20 tahun . %), 19 tahun . %), dan yang paling sedikit adalah usia 18 tahun . %). Gambar 4. Jenis Kelamin Gambar 4 menampilkan distribusi jenis kelamin responden. Responden pria sedikit lebih banyak . %) dibandingkan dengan responden perempuan . %). Gambar 5. Uang Saku Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 5 menggambarkan uang saku bulanan para responden. Sebagian besar responden . %) memiliki uang saku bulanan antara Rp 1. 000 Ae Rp 2. Selanjutnya, 23% memiliki uang saku antara Rp 2. 000 Ae Rp 3. 000, 15% antara Rp 500. 000 Ae Rp 1. 000, 9% lebih dari Rp 000, dan sisanya 8% memiliki uang saku di bawah Rp 500. Gambar 6. Fakultas Gambar 6 memperlihatkan asal fakultas dari para responden. Fakultas Teknologi Industri merupakan yang paling banyak mewakili responden . %), diikuti oleh Fakultas Bisnis dan Ekonomika . %). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik . %). Fakultas Hukum . %). Fakultas Teknik . %), dan Fakultas Teknobiologi . %). IB_1 IB_2 IB_3 IB_4 RB_1 RB_2 RB_3 RB_4 RB_5 SP_1 SP_2 SP_3 SP_4 SP_5 HB_1 HB_2 HB_3 HB_4 HB_5 HB_6 KP_1 KP_2 KP_3 KP_4 Valid N . Tabel 2. Measurement model Minimum Maximum Mean Std. Deviation Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Tabel 2 menyajikan gambaran statistik deskriptif untuk setiap indikator variabel yang diteliti. Rata-rata skor pada variabel Impulsive Buying (IB) berada dalam rentang 2,83 hingga 3,10, dengan simpangan baku yang relatif tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pembelian impulsif di kalangan responden berada pada kategori sedang, dengan tingkat variasi jawaban yang cukup besar. Sementara itu, variabel Review Brand (RB) dan Sales Promotion (SP) memiliki rata-rata skor yang cukup tinggi, masing-masing berada pada kisaran 3,50Ae4,49 dan 3,72Ae4,13. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap efektivitas promosi penjualan dan ulasan merek. Untuk variabel Harapan pada Brand (HB), nilai rata-rata berada pada tingkat sedang yaitu antara 2,89 hingga 3,60, sedangkan variabel Kepuasan Pelanggan (KP) mencatat rata-rata tertinggi, yaitu antara 3,79 hingga 4,06, dengan simpangan baku yang rendah. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan cenderung tinggi dan relatif konsisten antar responden. Secara keseluruhan, hasil deskriptif ini memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan ke tahap analisis berikutnya, yaitu pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Tabel 3 menunjukkan statistik deskriptif untuk berbagai variabel yang dimiliki yang implusive buying, review brand, sales promosi, harapan pada brand, dan kepuasan pelanggan dari 108 responden. Tabel 4 menunjukkan hasil uji validitas pada setiap variabel yang di uji. Tabel 5 menunjukkan reliabilitas yang menunjukkan konsistensi dari setiap variabel. Tabel 6 menunjukkan hasil uji korelasi dari hipotesis yang menunjukkan hubungan antar variabel. Tabel 3. Uji Validitas Indikator Validitas IB_1 Valid Implusive IB_2 Valid Buying IB_3 >0. Valid IB4 Valid RB_1 Valid RB_2 Valid Review Brand RB_3 >0. Valid RB_4 Valid RB_5 Valid SP_1 Valid SP_2 Valid Sales Promosi SP_3 >0. Valid SP_4 Valid SP_5 Valid HB_1 Valid HB_2 Valid Harapan Pada HB_3 >0. Valid Brand HB_4 Valid HB_5 Valid HB_6 Valid KP_1 Valid KP_2 Valid Kepuasaan KP_3 >0. Valid Pelanggan KP_4 Valid Note: IB = Implusive Buying. RB = Review Brand. SP = Sales Promosi. HB = Harapan pada Brand. KP = Kepuasaan Pelanggan Variabel Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r-hitung dengan r-tabel pada tingkat signifikansi 5% (N = 108, r-tabel = 0,. Berdasarkan hasil yang disajikan pada Tabel 3, seluruh indikator pada masing-masing variabel memiliki nilai r-hitung yang lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian, seluruh Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 butir pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam proses pengumpulan data penelitian ini. Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabels CronbachAos Alpha Number of Item Total Note: IB = Implusive Buying. RB = Review Brand. SP = Sales Promosi. HB = Harapan pada Brand. KP = Kepuasaan Pelanggan Pengujian reliabilitas dilakukan dengan mengacu pada nilai CronbachAos Alpha untuk menilai konsistensi internal instrumen. Berdasarkan Tabel 4, seluruh variabel menunjukkan nilai CronbachAos Alpha di atas 0,7, yang mengindikasikan bahwa instrumen yang digunakan reliabel. Variabel Harapan pada Brand memiliki nilai tertinggi sebesar 0,921, sedangkan nilai terendah terdapat pada Review Brand, yaitu 0,705, namun masih berada dalam kategori dapat diterima. Secara keseluruhan, nilai CronbachAos Alpha total sebesar 0,940 menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat keandalan yang sangat Tabel 5. Uji Korelasi Hipotesis Hipotesis Path Value Hasil BR -> IB Berkorelasi SP-> IB Berkorelasi KP>IB Berkorelasi RB>HB Berkorelasi SP>HB Berkorelasi KP>HB Berkorelasi HB>IB Berkorelasi Note: IB = Implusive Buying. RB = Review Brand. SP = Sales Promosi. HB = Harapan pada Brand. KP = Kepuasaan Pelanggan Berdasarkan hasil uji korelasi yang ditampilkan pada Tabel 5, seluruh hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antar variabel. Korelasi tertinggi ditemukan pada hubungan antara Harapan pada Brand (HB) dan Impulsive Buying (IB) dengan nilai 0,754 (H. , yang menunjukkan bahwa HB merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pembelian Selain itu, variabel Kepuasan Pelanggan (KP) juga menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan IB sebesar 0,597 (H. dan dengan HB sebesar 0,580 (H. Sementara itu, hubungan Review Brand (RB) terhadap IB (H. dan Sales Promotion (SP) terhadap IB (H. masing-masing memiliki nilai korelasi sebesar 0,528 dan 0,524, mengindikasikan adanya pengaruh yang cukup berarti terhadap perilaku pembelian impulsif. Di sisi lain, hubungan antara RB terhadap HB . dan SP terhadap HB . juga menunjukkan korelasi yang signifikan, sehingga mendukung hipotesis H4 dan H5. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan dalam model penelitian dapat diterima. Pembahasan Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa perilaku pembelian impulsif di TikTok Shop dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu ulasan merek . rand revie. , promosi penjualan . ales promotio. , kepuasan pelanggan, harapan pada merek, dan indikator dari pembelian impulsif daring . nline impulse buyin. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Temuan ini diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data terhadap 108 responden mahasiswa aktif Universitas Atma Jaya Yogyakarta Angkatan 2023. Pertama, ulasan merek memiliki pengaruh positif terhadap pembelian impulsif (H. maupun harapan terhadap merek (H. Responden menunjukkan kecenderungan mempercayai ulasan dan review produk yang ditampilkan dalam konten TikTok, terutama yang disajikan dalam bentuk video dan testimonial yang meyakinkan. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Febriandika, dkk. menyebutkan bahwa review yang menarik mendorong keinginan untuk memiliki suatu produk secara Bahkan, sebagian besar responden menyatakan mereka membeli barang berdasarkan rating dan ulasan yang ditampilkan di TikTok Shop . Kedua, promosi penjualan juga terbukti berkorelasi positif dengan pembelian impulsif (H. dan harapan pada merek (H. Bentuk promosi seperti diskon, cashback, dan bundling menjadi pemicu utama responden untuk segera membeli barang tanpa pertimbangan panjang. Diskon mendadak seperti flash sale dan keranjang kuning sangat efektif dalam membangkitkan keinginan belanja mendadak di kalangan mahasiswa. Ketiga, kepuasan pelanggan terbukti memiliki pengaruh positif baik terhadap pembelian impulsif (H. maupun terhadap harapan pada merek (H. Hal ini menunjukkan bahwa apabila mahasiswa merasa puas terhadap produk maupun pengalaman berbelanja di TikTok Shop . aik dari segi kualitas barang, pengiriman, maupun layana. , mereka akan lebih cenderung melakukan pembelian ulang atau bahkan pembelian mendadak atas produk sejenis. Selanjutnya, hipotesis H7 menunjukkan bahwa harapan pada merek memiliki korelasi negatif terhadap perilaku pembelian impulsif. Artinya, semakin tinggi ekspektasi terhadap suatu merek, justru dapat menurunkan niat untuk membeli secara impulsif. Hal ini bisa dijelaskan karena tingginya harapan memunculkan kehati-hatian dan pertimbangan rasional sebelum membeli, sehingga individu tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Temuan ini juga selaras dengan kesimpulan penelitian lain yang menyatakan bahwa ekspektasi merek yang tinggi dapat memediasi dan menekan impulsive buying, terutama pada konsumen yang lebih kritis terhadap informasi produk . Selain itu, data demografis menunjukkan mayoritas responden berada pada usia 20 tahun dan sebagian besar memiliki uang saku bulanan antara Rp1. 000 hingga Rp2. Fakta ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki daya beli yang cukup untuk memungkinkan terjadinya pembelian impulsif, terutama ketika mereka terpapar konten yang persuasif dan promosi yang Secara umum, hasil ini memperkuat argumen bahwa TikTok Shop sebagai platform e-commerce berbasis media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk perilaku konsumtif, khususnya impulsive buying. Kekuatan TikTok terletak pada fitur live streaming, interaksi real-time, visualisasi produk yang menarik, serta kemudahan akses dan transaksi yang cepat. Fitur-fitur ini mendorong pengguna, khususnya mahasiswa yang termasuk generasi digital, untuk melakukan pembelian tanpa pertimbangan matang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh media sosial TikTok terhadap impulsive buying sangat signifikan, baik melalui penguatan citra merek, strategi promosi yang agresif, maupun tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Namun, ekspektasi terhadap merek juga perlu diperhatikan sebagai faktor pengendali yang dapat menahan perilaku impulsif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi para pelaku usaha maupun akademisi dalam memahami dinamika perilaku konsumen di era Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa ulasan, promosi penjualan, dan kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif daring di TikTok Shop. Ulasan produk dalam bentuk video dan testimoni membangkitkan minat beli spontan. Promosi seperti cashback dan diskon mampu memicu tindakan pembelian tanpa pertimbangan panjang. Kepuasan terhadap layanan dan produk juga meningkatkan kemungkinan terjadinya impulsive buying. Sebaliknya, harapan terhadap merek memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku pembelian impulsif, menunjukkan bahwa konsumen dengan ekspektasi tinggi cenderung lebih hati-hati dalam mengambil keputusan pembelian. Temuan ini memperkuat bahwa meskipun TikTok Shop efektif Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 memicu pembelian spontan di kalangan mahasiswa, faktor rasional seperti ekspektasi tetap menjadi pengendali penting. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi pemasaran berbasis konten yang menarik, namun tetap memperhatikan ekspektasi dan kepuasan konsumen untuk membangun loyalitas jangka panjang. Referensi