Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 ARTIKEL RISET Pijat Laktasi untuk Meningkatkan Pemulihan Fisiologis dan Kesiapan Menyusui pada Ibu Post Sectio Caesarea: Studi Pra-Eksperimental Rina Utami1. Yanti Susan2. Pipit Inda Lestari3. Ummy Khairussyifa4 1,2,3 Fakultas Kesehatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika Kesehatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kapuas Raya Sintang Corespondensi : rinautami46@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Pemulihan pascapersalinan melalui operasi sectio caesarea (SC) umumnya lebih lambat dibandingkan persalinan normal karena nyeri luka operasi, gangguan hormonal, dan stres emosional yang dapat menunda inisiasi menyusu dini. Salah satu intervensi komplementer yang potensial adalah dengan menggunkan pijat laktasi, yang berfungsi menstimulasi hormon oksitosin dan meningkatkan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis . engeluaran lochia dan nyeri luk. serta kesiapan menyusui dini pada ibu post SC di Rumah Sakit Mitra Plumbon tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan strategi pretes-postes satu kelompok dan menggunakan desain pra-eksperimen. Partisipan yang dgunakan dalam penelitian ini sebanyak empat puluh, pemilihan partisipan menggukanan metode accidental sampling. Bidan dan perawat terlatih memberikan intervensi pijat laktasi selama dua hari. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil:berdasarkan hasil penilitian didapatkan adanya peningkatan signifikan pemulihan fisiologis . =0,001. r=0,. dan kesiapan menyusui dini . =0,000. r=0,. Median skor nyeri menurun dari 6,2 menjadi 2,8 dan median kesiapan menyusui meningkat dari 48 menjadi 83. Interval kepercayaan 95% menunjukkan peningkatan bermakna dalam kedua Kesimpulan: Pijat laktasi efektif mempercepat pemulihan fisiologis dan meningkatkan kesiapan menyusui dini pada ibu post SC. Disarankan teknik ini diterapkan sebagai bagian dari SOP asuhan post operasi sectio caesarea Kata kunci : Pijat Laktasi. Ibu Post Sectio Caesarea. Kesiapan Menyusui. Pemulihan Fisiologis ABSTRACT Background: Postpartum recovery through cesarean section (CS) is generally slower than vaginal delivery due to surgical wound pain, hormonal disturbances, and emotional stress, which can delay early breastfeeding initiation. One potential complementary intervention is lactation massage, which stimulates oxytocin and promotes relaxation. Objective: This study aimed to analyze the effect of lactation massage on physiological recovery . ochia discharge and wound pai. and early breastfeeding readiness in post-CS mothers at Mitra Plumbon Hospital in 2025. Methods: This study used a single-group pretest-posttest strategy and a pre-experimental design. Forty participants were selected using accidental sampling. Trained midwives and nurses provided the lactation massage intervention for two days. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test, with a significance level of p<0. Results: The study found a significant increase in physiological recovery . =0. r=0. and early breastfeeding readiness . =0. r=0. The median pain score decreased from 6. 2 to 2. 8, and the median breastfeeding readiness increased from 48 to 83. The 95% confidence interval (CI) indicated a significant increase in both variables. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 Conclusion: Lactation massage effectively accelerates physiological recovery and improves early breastfeeding readiness in post-cesarean section mothers. It is recommended that this technique be implemented as part of the standard operating procedure (SOP) for post-cesarean section care. Keywords: Lactation Massage. Post-cesarean Section Mothers. Breastfeeding Readiness. Physiological Recovery mengganggu ikatan emosional antara ibu dan bayi serta mengurangi stimulasi kontraksi PENDAHULUAN Persalinan caesarea (SC) mengalami peningkatan di Menurut World Health Indonesia mencapai 19,8% (Kemenkes RI. Meskipun dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, tindakan SC sering menimbulkan komplikasi fisiologis dan psikologis seperti nyeri luka, keterbatasan mobilisasi, dan Kecemasan pascaoperasi menghambat sekresi hormon oksitosin, yaitu hormon penghasil ASI, yang penting untuk kontraksi rahim (Guyton & Hall, 2. Akibatnya, proses involusi uterus melambat dan ibu mengalami Rahmatika et al. , 2. Kesehatan ditingkatkan secara signifikan melalui praktik pemberian ASI eksklusif, yang telah terbukti menurunkan angka kematian dan morbiditas bayi secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan langkah-langkah yang membantu ibu mempersiapkan diri untuk menyusui, terutama setelah operasi caesar. Menyusui adalah salah satu metode yang nonfarmakologis yaitu terapi komplementer, yang dikenal aman, sederhana, serta dapat meningkatkan kenyamanan ibu (Suryani. Salah satu bentuk terapi komplementer Menurut (Lestari et al. , 2. banyak ibu ketidakcukupan produksi ASI pada hari-hari awal setelah melahirkan, yang berujung pada penghentian menyusui dini atau penggunaan susu formula. Kondisi ini tidak hanya hambatan menyusui. pasca-operasi pascapersalinan (Endelawati et al. , 2023. Organization (WHO, 2. , rata-rata angka SC global mencapai 21%, sementara di perkembangan otaknya, tetapi juga berpotensi yang relevan adalah pijat laktasi. Teknik ini dilakukan dengan memberikan stimulasi pada pelepasan hormon oksitosin, serta membantu proses pengeluaran ASI. Selain itu, pijat laktasi juga memberikan efek relaksasi, mengurangi ketegangan otot. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 dan mempercepat pemulihan kondisi fisik menjadi penting untuk memperkuat bukti ilmiah serta memberikan rekomendasi praktis bagi Sejumlah menunjukkan bahwa pijat laktasi mampu meningkatkan produksi ASI, mempercepat keberhasilan program ASI eksklusif. let-down, (Sartely, 2. Menurut relaksasi (Handayani et al. pijat laktasi telah terbukti dapat menstimulasi refleks let-down, memperlancar meningkatkan rasa nyaman dan. Pijat laktasi bekerja melalui stimulasi saraf parasimpatis yang meningkatkan sekresi hormon oksitosin penyembuhan luka dan mendukung proses menyusui (Astuti et al. , 2. Namun, penelitian mengenai efek pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis dan kesiapan menyusui pada ibu post SC di rumah sakit Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas pijat laktasi sebagai terapi komplementer dalam kesiapan menyusui dini. dipandang sebagai terapi komplementer yang pemulihan fisiologis sekaligus meningkatkan Kajian mengenai peran pijat laktasi pada ibu post SC METODE Instrumen penelitian meliputi lembar observasi pengeluaran lochia, skala Visual Analog Scale (VAS) untuk nyeri luka, dan kuesioner kesiapan menyusui yang telah diuji validitas . =0,. dan reliabilitas (=0,. Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan desain pretespostes satu kelompok. Pada bulan Juni 2025, peneliti dari Rumah Sakit Mitra Plumbon di Kabupaten Cirebon melakukan penelitian di Bangsal Pasca Persalinan. Dengan menggunakan unintentional sampling, peneliti memilih 40 ibu yang melahirkan melalui operasi caesar sebagai populasi penelitian. Ibu yang berada dalam kondisi stabil setelah operasi caesar, tidak mengalami komplikasi, dan informed consent berhak untuk berpartisipasi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Utami dan Rahayu . , bidan dan perawat Dengan demikian, pijat laktasi dapat keberhasilan menyusui pada ibu post SC laktasi selama dua hari berturut-turut, dengan setiap sesi berlangsung selama 20 menit. Untuk menganalisis data. SPSS 26 digunakan bersama dengan Uji Wilcoxon Signed Rank. Uji normalitas data dilakukan dengan ShapiroAe Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 Wilk. Etika penelitian telah disetujui oleh Tabel 1. Karakteristik Responden Ibu Post Komite Etik Rumah Sakit Mitra Plumbon (No. Sectio Caesarea . = . 042/KEPK/RSMP/V/2. Karakteristik Usia Ibu HASIL Karakteristik penelitian ini disajikan untuk memberikan gambaran umum mengenai profil ibu post sectio Paritas Pendidikan Terakhir caesarea yang menjadi subjek penelitian. Informasi ini penting untuk menilai kesesuaian responden dengan kriteria inklusi serta untuk Pekerjaan memahami konteks hasil penelitian terkait efektivitas pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis dan kesiapan menyusui dini. Variabel karakteristik yang diamati meliputi usia ibu, paritas, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pelaksanaan intervensi pascaoperasi, serta riwayat menyusui sebelumnya. Sebanyak 40 ibu post sectio caesarea yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia Jenis Anestesi Waktu Post SC Saat Intervensi Riwayat Menyusui Sebelumnya Kategori < 20 tahun 20Ae35 tahun > 35 tahun Primipara Multipara Pendidikan Pendidikan Pendidikan Tidak Bekerja Spinal General O 24 jam > 24 jam Pernah Belum Mayoritas responden berada pada usia berpartisipasi dalam penelitian ini dianalisis reproduktif sehat . Ae35 tahu. dan berstatus secara deskriptif. Distribusi karakteristik multipara. Sebagian besar ibu menjalani operasi responden disajikan dalam bentuk frekuensi dan sectio caesarea dengan anestesi spinal dan persentase, sebagaimana ditampilkan pada menerima intervensi pijat laktasi dalam 48 jam Tabel gambaran pertama pascaoperasi. Karakteristik ini komprehensif mengenai kondisi demografis menunjukkan bahwa responden berada pada dan klinis responden pada saat penelitian kondisi klinis yang relatif stabil dan representatif untuk mengevaluasi efektivitas pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis dan kesiapan menyusui dini. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 Tabel 2. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Oksitosin kontraksi otot polos uterus serta refleks let- Test Varia Pretest Posttest Medi down pada kelenjar mammae (Guyton & Hall, (MeanA (MeanA Black & Hawks, 2. Penurunan nyeri SD) SD) (IQR peningkatan endorfin yang memberikan efek Nyeri A 2. A 6Ie3 . Ae. analgesi alami. Temuan ini selaras dengan penelitian Handayani et al. dan Nikmah . (VAS) Kesiap A 83. A 48Ie produksi ASI dan kesiapan menyusui setelah . Ae intervensi pijat laktasi. Selain itu. Rohmah & Dewi . menyebutkan bahwa ibu yang mendapat pijat laktasi terstruktur lebih cepat Terdapat perbedaan yang signifikan mencapai involusi uterus dibanding kelompok . <0,. antara nilai sebelum dan sesudah kontrol. Efek psikologis seperti peningkatan sebagaimana relaksasi dan rasa percaya diri ibu juga turut ditunjukkan oleh uji Wilcoxon. Terdapat efek berkontribusi terhadap keberhasilan menyusui sedang-kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh dini. 0,58 Dan diperkuat juga oleh penelitian pemulihan fisiologis dan 0,61 untuk kesiapan (Mahulette et al. , 2. menyatakan bahwa Pijat laktasi, terutama pijat oksitosin, telah terbukti efektif dalam menstimulasi produksi PEMBAHASAN ASI dengan meningkatkan kadar hormon Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa oksitosin yang berperan penting dalam refleks pijat laktasi secara signifikan mempercepat let-down pengeluaran Asi. Hal ini sangat meningkatkan relevan bagi ibu pasca Sectio Caesarea yang kesiapan menyusui dini. Stimulasi pijat pada seringkali mengalami nyeri dan kecemasan, area payudara dan punggung bagian atas yang dapat menghambat refleks let-down dan menimbulkan aktivasi saraf parasimpatis yang menyebabkan penundaan inisiasi menyusui merangsang pelepasan hormon oksitosin dari (Endelawati et al. , 2023. Fibriansari et al. , 2. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. : 2356 Ae 1068 ISSN : Print Online : 2807 - 5617 Kecemasan melahirkan. SIMPULAN Dengan ASI menunjukkan potensi pijat laktasi sebagai (Rahmatika et al. , 2. , sehingga intervensi yang meredakan stres dan meningkatkan pemulihan relaksasi seperti pijat laktasi menjadi krusial. pasca-SC Penelitian telah menunjukkan bahwa prosedur Intervensi ini tidak hanya membantu mengatasi Sectio Caesarea secara signifikan berkorelasi tantangan produksi ASI yang sering dihadapi negatif dengan keberhasilan inisiasi dini oleh kelompok ibu ini tetapi juga berpotensi oleh mempercepat pemulihan fisik dan psikologis penurunan mereka. Oleh karena itu, implementasi pijat kemampuan menyusui, serta suplai ASI yang laktasi secara rutin pada ibu pasca _Sectio tidak memadai (Kusuma et al. , 2. Faktor- Caesarea_ faktor seperti pemberian anestesi selama bagian dari standar asuhan pascapersalinan operasi dapat menghambat kesadaran ibu untuk untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan segera merawat bayinya di jam pertama bayi. kelahiran, meskipun epidural yang membuat ibu sadar dapat diberikan, kondisi luka operasi DAFTAR PUSTAKA