Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sosialisasi Budaya Organisasi dan Kewajiban Belajar. Peningkatan Kompetensi dan Motivasi serta Pelatihan Manajemen Keuangan dan Literasi Keuangan Syariah kepada Siswa dan Siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor Muhammad Rizal Saragih1. Rusdi2. Dinar Ambarita3. Prima Sadewa4. Mawardi Nurullah5. Julian Muhammad Hasan6. Liana Dwi Septiningrum7. Eka Rima Prasetya8. Moh. Yuddy Yudawirawan9. Dewi Ulfah Arini10. Sujarwo11. Fiqih Afriadi12. Fery Citra Febriyanto13 Universitas Pamulang. Indonesia dosen01465@unpam. id1, rusdi. msi@gmail. com2, dosen01393@unpam. dosen01466@unpam. id4, dosen01618@unpam. id5, dosen01845@unpam. id6, dosen 02046@unpam. id7, ekarima@unpam. id8, dosen 01481@unpam. id9, dosen 01628@unpam. id10, dosen01865@unpam. id11, dosen01886@unpam. dosen02035@unpam. Submitted: 12th March 2025 | Edited: 13th June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Saragih. Rusdi. Ambarita. Sadewa. Nurullah. Hasan. Septiningrum. Prasetya. Yudawirawan. Arini. Sujarwo, . Afriadi. Febriyanto. Sosialisasi Budaya Organisasi dan Kewajiban Belajar. Peningkatan Kompetensi dan Motivasi serta Pelatihan Manajemen Keuangan dan Literasi Keuangan Syariah kepada Siswa dan Siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. ABSTRACT Community service plays a vital role in bridging the gap between academic knowledge and real-world application, particularly in fostering awareness of organizational culture, lifelong learning, and financial literacy among young generations. The urgency of this activity stems from the growing need to equip students with not only academic competence but also practical skills that enhance their personal development and readiness for future professional environments. This community service program aimed to promote organizational culture, instill a sense of continuous learning, enhance student competence and motivation, and provide training in financial management and Islamic financial literacy to the students of the Al-Mutakabbir Foundation in Bogor Regency. The program was conducted through seminars and interactive discussions, targeting a total of 50 student participants. Through engaging and participatory methods, students were introduced to key concepts and best practices in financial planning, savings, investment from an Islamic perspective, and the importance of upholding organizational values. The results demonstrated a high level of comprehension and active application of the materials discussed, as reflected in post-activity evaluations and participant feedback. The implications of this success are significant, as it indicates an increased capacity among students to manage their finances responsibly and align their behavior with positive organizational and cultural values, ultimately supporting their holistic growth and contribution to society. Keywords: Organizational Culture. Learning Obligations. Competence. Motivation. Financial Management. Islamic Financial Literacy Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PENDAHULUAN Pendidikan karakter dan kompetensi keuangan merupakan aspek penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan mandiri (Nurhafidzah & Busyro, 2024. Rahmawati, et al. , 2. Di Indonesia, khususnya di Bogor, tantangan dalam membangun budaya organisasi yang positif di kalangan siswa masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Selain itu, rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan pelajar menunjukkan kebutuhan mendesak untuk intervensi edukatif yang tepat sasaran (Zikri, et , 2. Analisis situasi menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, tingkat literasi keuangan syariah masih tergolong rendah. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2023 mencatat bahwa literasi keuangan syariah mencapai 39,11%, meningkat signifikan dari 9,14% pada tahun 2019 . Namun, angka ini masih jauh dari harapan, mengingat potensi pasar yang besar. Selain itu, budaya organisasi di lingkungan sekolah sering kali belum mendukung pengembangan karakter siswa secara optimal. Siswa sering kali menghadapi tantangan dalam membangun motivasi belajar, meningkatkan kompetensi diri, dan memahami pentingnya manajemen keuangan yang baik (Sakum, et al. , 2024. Angraini, et al. , 2. Hal ini menunjukkan adanya gap antara kondisi ideal dan realitas yang ada di lapangan. Urgensi dari kegiatan ini sangat jelas. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital, siswa perlu dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang keuangan syariah untuk menghindari praktik-praktik finansial yang tidak sesuai dengan prinsip Islam (Muliza, et al. , 2024. Hidayah, et al. , 2. Selain itu, penguatan budaya organisasi yang positif di sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan motivasi belajar siswa (Gunawan, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Melinawati dan Daryatni . menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah dapat meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak dan sesuai dengan prinsip syariah. Dalam konteks ini, teori penguatan budaya organisasi menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung dalam membentuk perilaku positif Lingkungan yang kondusif dapat memperkuat nilai-nilai yang diajarkan, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Literasi keuangan syariah memainkan peran krusial dalam membekali individu, khususnya siswa, dengan kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi secara bijak dan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Peningkatan literasi ini tidak hanya mencakup pemahaman tentang produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga penerapan nilainilai Islam dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Sebagai contoh, penelitian oleh Budiono et al. menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah dapat meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak dan sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, teori penguatan budaya organisasi menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung dalam membentuk perilaku positif siswa. Lingkungan yang kondusif dapat memperkuat nilai-nilai yang diajarkan, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian oleh Zikri et al. juga mendukung hal ini, dengan menunjukkan bahwa intervensi edukatif seperti pelatihan dan sosialisasi dapat meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan siswa. Selain itu, studi oleh Irawan . mengungkapkan bahwa edukasi literasi keuangan syariah dapat membentuk generasi muda yang cerdas dan mandiri dalam mengelola keuangan. Hal serupa juga ditemukan dalam penelitian oleh Mulyani dan Sari . , yang menunjukkan bahwa pendampingan peningkatan literasi keuangan syariah bagi generasi Z dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Lebih lanjut, penelitian oleh Dewi . menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan syariah untuk guru dan murid SMA dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, integrasi antara literasi keuangan syariah dan budaya organisasi yang mendukung dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan motivasi mereka, serta mengelola keuangan pribadi secara bijak dan sesuai dengan prinsip syariah. Hasil penelitian terkait menunjukkan bahwa intervensi edukatif seperti pelatihan dan sosialisasi dapat meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan siswa. Misalnya, penelitian oleh Zikri et al. menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang keuangan syariah setelah mengikuti program edukasi. Selain itu, program literasi keuangan syariah yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Riau juga berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah. Namun, masih terdapat gap dalam penelitian yang ada. Sebagian besar penelitian fokus pada peningkatan literasi keuangan syariah tanpa memperhatikan aspek budaya Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. organisasi dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan sosialisasi budaya organisasi, kewajiban belajar, peningkatan kompetensi, motivasi, serta pelatihan manajemen keuangan dan literasi keuangan syariah dalam satu kesatuan program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang holistik kepada siswa mengenai pentingnya budaya organisasi yang positif, kewajiban belajar, serta pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Melalui pendekatan yang integratif, diharapkan siswa dapat mengembangkan karakter yang kuat, motivasi belajar yang tinggi, dan kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi keuangan syariah, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kompetensi siswa secara Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi model bagi program pengabdian kepada masyarakat lainnya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan AlMutakabbir Kabupaten Bogor dengan tema "Sosialisasi Budaya Organisasi dan Kewajiban Belajar. Peningkatan Kompetensi dan Motivasi serta Pelatihan Manajemen Keuangan dan Literasi Keuangan Syariah kepada Siswa dan Siswi Yayasan AlMutakabbir Kabupaten Bogor". Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa atau santri dari Yayasan Al-Mutakabbir, yang merupakan peserta utama dalam program ini. Pelaksana kegiatan adalah 13 dosen dari Universitas Pamulang yang berkompeten dalam bidang terkait, yang bertanggung jawab untuk menyampaikan materi dan membimbing peserta selama kegiatan berlangsung. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah seminar dan diskusi. Seminar dilakukan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai budaya organisasi, kewajiban belajar, serta konsep-konsep penting dalam manajemen keuangan dan literasi keuangan syariah. Dalam seminar ini, para peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh para dosen Universitas Pamulang, yang mengulas pentingnya pengelolaan keuangan yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip syariah serta pentingnya budaya organisasi yang mendukung pengembangan pribadi dan motivasi belajar. Selain itu, peserta diberikan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi, sehingga mereka dapat memperdalam pemahaman mengenai topik yang dibahas. Selain seminar, kegiatan juga melibatkan diskusi interaktif, yang memungkinkan peserta untuk lebih aktif berpartisipasi dan berbagi pengalaman mengenai bagaimana mereka mengelola keuangan dan belajar dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi siswa dalam menerapkan budaya organisasi dan kewajiban belajar serta dalam mengelola keuangan pribadi. Melalui metode ini, diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan seharihari. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi evaluasi untuk menilai sejauh mana peserta memahami dan dapat mengimplementasikan materi yang telah disampaikan. PEMBAHASAN Peserta Kegiatan Peserta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjumlah 50 orang, yang terdiri dari siswa dan siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor. Sebagian besar peserta adalah wanita, dengan persentase mencapai 58%, sementara pria sebanyak Rata-rata usia peserta adalah 10 tahun, dan mayoritas dari mereka merupakan siswa sekolah dasar (SD). Dengan komposisi usia yang masih relatif muda, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka, baik dalam aspek budaya organisasi, kewajiban belajar, maupun manajemen keuangan dan literasi keuangan syariah. Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi, motivasi, serta kemampuan mereka dalam mengelola keuangan sejak dini, sesuai dengan nilai-nilai yang relevan dalam kehidupan mereka sebagai generasi masa depan. Sosialisasi Budaya Organisasi Kepada Para Siswa Dan Siswa Yayasan AlMutakabbir Kabupaten Bogor Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, seluruh peserta yang merupakan siswa dan siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor memahami betul pentingnya budaya organisasi, khususnya dalam konteks pengelolaan keuangan pribadi yang bertanggung jawab. Mereka menjadi lebih sadar bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pribadi, tetapi juga pada Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. perkembangan organisasi secara keseluruhan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai instrumen keuangan syariah, seperti konsep investasi, tabungan, dan pengelolaan uang yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan pemahaman tersebut, para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan prinsipprinsip yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam konteks organisasi yang mereka jalani. Sosialisasi Kewjiban Belajar Kepada Para Siswa Dan Siswa Yayasan AlMutakabbir Kabupaten Bogor Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, seluruh peserta yang merupakan siswa dan siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor menjadi lebih menyadari pentingnya kewajiban belajar sebagai bagian integral dari perkembangan diri mereka. Mereka memahami bahwa belajar bukan hanya sekadar untuk memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga sebagai langkah untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa Pemahaman ini mendorong mereka untuk lebih menghargai proses belajar dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Peningkatan Kompetensi Belajar Para Siswa Dan Siswa yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, seluruh peserta yang merupakan siswa dan siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor mengalami peningkatan kompetensi, terutama dalam beberapa aspek penting seperti kemampuan membaca Al-Quran, berhitung, dan lebih tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran di yayasan tersebut. Kegiatan pengabdian ini memfokuskan pada penguatan budaya belajar yang tidak hanya mencakup pengetahuan akademis, tetapi juga pembinaan karakter yang melibatkan kebiasaan membaca Al-Quran sebagai bagian dari pembelajaran agama, serta pengembangan keterampilan berhitung yang mendasar. Penelitian oleh Duflo . menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan pembelajaran berbasis karakter dan penguatan disiplin memiliki dampak positif terhadap motivasi dan kinerja akademik Selain itu, keberhasilan dalam mengembangkan keterampilan berhitung dan meningkatkan kedisiplinan dapat memberikan dampak langsung pada performa siswa dalam konteks pendidikan formal, sebagaimana disarankan oleh penelitian yang Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dilakukan oleh Anggraini dan Wulandari . , yang menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dasar dalam pendidikan dasar untuk mendukung kesuksesan jangka panjang siswa. Peningkatan kompetensi ini juga dapat dilihat dari keberhasilan siswa dalam lebih menghargai waktu dan mengikuti pembelajaran dengan lebih baik, yang menunjukkan adanya perubahan dalam pola pikir mereka terhadap pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi. Hal ini sesuai dengan teori self-regulation yang dikemukakan oleh Zimmerman . , yang menyatakan bahwa pembelajaran yang efektif sangat dipengaruhi oleh kemampuan siswa untuk mengatur diri sendiri dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal manajemen waktu dan fokus dalam belajar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini telah berhasil memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Yayasan Al-Mutakabbir, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter siswa. Peningkatan Motivasi Belajar Para Siswa Dan Siswa yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, seluruh peserta yang merupakan siswa dan siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor mengalami peningkatan motivasi belajar yang signifikan. Kegiatan ini, yang difokuskan pada sosialisasi budaya organisasi, kewajiban belajar, dan pelatihan manajemen keuangan serta literasi keuangan syariah, telah berhasil mendorong siswa untuk lebih menghargai proses belajar dan melihat pentingnya pendidikan dalam kehidupan mereka. Penelitian yang dilakukan oleh Deci dan Ryan . dalam teori motivasi diri . elf-determination theor. menunjukkan bahwa motivasi intrinsik yang diperoleh dari pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dapat meningkatkan keterlibatan dan semangat siswa dalam proses belajar. Melalui pengenalan terhadap topik-topik baru yang aplikatif seperti pengelolaan keuangan dan budaya organisasi, para peserta merasakan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari mereka, yang selanjutnya meningkatkan motivasi mereka untuk terus belajar. Selain itu, kegiatan diskusi interaktif yang dilaksanakan selama pengabdian juga memberi ruang bagi siswa untuk berbagi pengalaman dan perspektif mereka, sehingga mereka merasa lebih terlibat dan termotivasi. Hasil penelitian oleh Stipek . menunjukkan bahwa ketika siswa merasa dihargai dan diberikan kesempatan untuk Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. berbicara serta mendiskusikan topik yang relevan, mereka cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk belajar. Dengan adanya kesempatan ini, siswa Yayasan AlMutakabbir menjadi lebih termotivasi untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan mencapai tujuan pendidikan mereka dengan lebih giat. Peningkatan motivasi belajar ini menunjukkan dampak positif dari kegiatan pengabdian ini, yang tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat sikap positif terhadap pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Motivasi yang tinggi ini diharapkan dapat terus berlanjut, memotivasi siswa untuk berprestasi lebih baik di sekolah, serta mengimplementasikan pembelajaran yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan Manajemen Keuangan Para Siswa Dan Siswa Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, seluruh peserta yang merupakan siswa dan siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor dapat memahami dan menerapkan hasil dari pelatihan tentang manajemen keuangan yang telah Melalui seminar dan diskusi interaktif, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya pengelolaan keuangan pribadi yang efektif, mulai dari pengaturan anggaran, tabungan, hingga penghindaran utang yang tidak produktif. Mereka juga diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar dalam literasi keuangan syariah, seperti prinsip-prinsip halal dalam pengelolaan uang dan cara-cara investasi yang sesuai dengan syariat Islam. Dengan pemahaman ini, para peserta tidak hanya dapat mengelola keuangan mereka dengan bijak, tetapi juga dapat membuat keputusan finansial yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. Penerapan materi yang diperoleh dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kebiasaan finansial mereka, memberikan dasar yang kuat untuk masa depan mereka, serta membentuk pola pikir yang lebih matang dalam menghadapi tantangan keuangan di kehidupan sehari-hari. Pelatihan Literasi Keuangan Syariah Para Siswa Dan Siswa Yayasan AlMutakabbir Kabupaten Bogor Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, seluruh peserta yang merupakan para siswa dan siswa yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor dapat memahami dan menerapkan hasil dari pelatihan tentang literasi keuangan syariah. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Sosialisasi Budaya Organisasi dan Kewajiban Belajar. Peningkatan Kompetensi dan Motivasi serta Pelatihan Manajemen Keuangan dan Literasi Keuangan Syariah kepada Siswa dan Siswi Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor" menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya budaya organisasi, kewajiban belajar, serta pengelolaan keuangan yang baik. Melalui kegiatan seminar dan diskusi, para siswa tidak hanya memperdalam pengetahuan mereka tentang prinsipprinsip organisasi yang mendukung pengembangan diri, tetapi juga belajar bagaimana mengelola keuangan secara lebih bijaksana sesuai dengan prinsip syariah, yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan motivasi belajar peserta. Para siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya pendidikan dan pengembangan diri, serta lebih termotivasi untuk belajar dengan lebih disiplin dan berkomitmen. Peningkatan kompetensi, terutama dalam membaca Al-Quran, berhitung, dan ketepatan waktu dalam mengikuti pembelajaran, menunjukkan dampak positif dari kegiatan ini dalam membentuk kebiasaan belajar yang baik dan disiplin. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan motivasi siswa di Yayasan Al-Mutakabbir Kabupaten Bogor. DAFTAR PUSTAKA