Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Iman Syahputri Laia Mahasiswa Propgram Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya . utrilaia1233@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat kausal artinya meneliti hubungan sebab akibat antar dua variabel atau lebih. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang di Kantor Camat Tekukdalam Kabupaten Nias Selatan. Teknik pengumpan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik angket dan teknik Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana. Dalam penelitian ini ada beberapa poin yang menjadi saran di Kantor Camat Telukdalam yaitu agar pegawai bekerja dengan baik, maka pegawai harus menyukai pekerjaan sehingga tidak ada rasa kebosanan terhadap pekerjaan yang diberikan atasan dan untuk meningkatkan hasil kerja pegawai, maka pegawai harus bekerja sesuai dengan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kata Kunci: Kepuasan Kerja. Kinerja Pegawai Abstract This research aims to determine the effect of job satisfaction on the performance of employees at the Telukdalam Subdistrict Office. South Nias Regency. The type of research used in this research is quantitative research which is causal, meaning it examines the causal relationship between two or more variables. The sample in this study consisted of 32 people at the Tekukdalam Subdistrict Office. South Nias Regency. The data collection techniques used in this research are questionnaire techniques and documentation techniques. The analytical method used in this research is simple linear regression analysis. In this research, there are several points that are suggestions at the Telukdalam District Head Office, namely that in order for employees to work well, employees must like their work so that there is no feeling of boredom with the work given by their superiors and to improve employee work results, employees must work in accordance with work procedures. have been determined by the organization. Keywords: Job Satisfaction. Employee Performance Pendahuluan Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi memanfaatkan pegawai sehingga pegawai tercapainya suatu tujuan organisasi. Keberhasilan suatu perusahaan sangat Organisasi harus mempunyai pilihan untuk mengawasi SDM karena aset manusia yang dimiliki para eksekutif https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X mampu menyelesaikan pekerjaan yang telah ditentukan oleh suatu organisasi sangat diperlukan demi tercapainya suatu tujuan organisasi. Kapasitas SDM tercermin dari hasil kerja yang luar biasa, khususnya eksekusi ideal yang disampaikan oleh Dalam organisasi, komunikasi membantu pegawai memahami apa yang dikatakan atasan dan rekan kerja mereka. Cara berperilaku setiap pekerja dalam suatu asosiasi harus menciptakan korespondensi yang baik Korespondensi tingkat keramahan kerja dalam organisasi, jika korespondensi itu menarik dan korespondensi yang baik dapat mendorong pemahaman umum di tempat kerja, maka korespondensi tidak boleh diabaikan. Kemudian, kemampuan komunikasi yang baik antar perwakilan dapat diperoleh derajat pelaksanaan suatu perkumpulan semakin meningkat. Tujuan komunikasi dalam suatu organisasi antara pemimpin, karyawan, dan rekan kerja adalah untuk mengurangi kesalahpahaman melakukan pekerjaannya. Untuk membatasi kesalahan asumsi diperlukan korespondensi yang baik dalam setiap koneksi dalam suatu asosiasi sehingga dapat menghantarkan atau menyatukan dan menyinkronkan semua perspektif untuk kepentingan semua orang dalam suatu asosiasi. Asosiasi dalam suatu asosiasi mencakup penyampaian data, pedoman tugas, dan korespondensi antara setidaknya dua individu. Dalam organisasi mempunyai rencana untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. akibatnya, organisasi harus menerapkan berbagai strategi untuk mencapai tujuan Setiap asosiasi diharapkan mempunyai pilihan untuk membuat dan menggarap asosiasi tersebut dengan menjalankan jalur berbeda dalam proyek untuk lebih mengembangkan pelaksanaan yang representatif. Ada banyak elemen yang terlibat dalam upaya pelaksanaan otoritatif, salah satu variabel penting yang harus menjadi fokus sebuah asosiasi dalam mencapai tujuannya adalah faktor aset Pada umumnya, para perintis dalam suatu asosiasi sangat mengharapkan eksekusi yang baik dari para wakilnya dalam menyelesaikan pekerjaan yang ditunjuk oleh asosiasi. Sikap dan perasaan senang seorang pegawai ketika melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dikenal dengan kepuasan kerja. Sejumlah keseimbangan pekerjaannya dan ketidakseimbangan yang diberikan pada suatu pekerjaan tercermin dalam kepuasan kerja. Keseimbangan tersebut dapat diberikan oleh organisasi dalam bentuk prestasi kerja. Pada dasarnya, para pekerja termotivasi untuk melakukan aktivitasnya karena mereka percaya bahwa hal ini akan membawa situasi yang lebih baik dan benar-benar memuaskan dibandingkan situasi yang sedang berlangsung. Untuk meningkatkan kinerja pegawai, suatu organisasi perlu memastikan bahwa setiap karyawan merasa puas dalam Karyawan yang merasa puas dalam bekerja, maka mereka akan berusaha kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaannya agar hasil kerja dapat meningkat dengan baik. Asosiasi yang mempunyai pekerja dengan tingkat umumnya akan lebih berguna dan lebih https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Pegawai akan menikmati dan termotivasi untuk bekerja pada tingkat kinerja yang tinggi jika mereka senang dengan Kepuasan kerja yang baik dapat ditunjukkan oleh karyawan yang meningkatkan kinerjanya dalam organisasi. Kinerja pegawai yang baik dapat memberikan keuntungan bagi masingmasing asosiasi. Kinerja pekerja dapat meningkat bila didukung oleh asosiasi, sehingga menciptakan kondisi kerja yang Kemajuan otoritatif bergantung pada eksekusi perwakilan atau pada akhirnya eksekusi pekerja akan menambah eksekusi hierarkis. Meskipun pelaksanaan pekerja selanjutnya dapat mencapai atau melampaui prinsip atau target yang telah ditetapkan sebelumnya, maka pada saat itu pameran yang diwakilinya dapat dikatakan bagus. Kualitas, kuantitas, pelaksanaan tugas, tanggung jawab, efektivitas, dan komitmen kerja merupakan faktor-faktor yang dapat digunakan untuk menentukan apakah seorang karyawan berkinerja baik atau Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan penulis pada Kantor Camat Telukdalam bahwa kinerja pegawai Beberapa pegawai kurang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pegawai bekerja kurang baik dikarenakan pekerjaan yang membosankan, misalnya pekerjaan yang diberikan padanya sama setiap hari maka pegawai tersebut merasa bosan terhadap pekerjaannya. Sehingga hal ini keefektifan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, misalnya pegawai yang kurang efektif dalam bekerja sehingga pegawai tidak menghasilkan hasil pekerjaan yang sesuai dengan yang Serta kurangnya kerjasama pegawai dalam menyelesaikan menyelesaikan pekerjaan sehingga pekerjaan tidak selesai tepat waktu, misalnya pegawai diberikan pekerjaan namun harus selesai jangka waktu satu hari, karena tidak adanya kerjasama antara rekan kerja sehingga pekerjaan tersebut tidak terselesaikan berdasarkan waktu yang telah ditentukan. https://jurnal. id/index. php/JIM Batasan Masalah Mengingat permasalahan pembuktian yang dapat dikenali di atas, maka ahli membatasi permasalahan tersebut, untuk itu karena keterbatasan penulis esai dalam hal waktu, maka pemeriksaan ini dibatasi sehubungan dengan masalah yang ada. AuPengaruh Kepuasaan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias SelatanAy. Rumusan Masalah Berdasarkan landasan permasalahan, bukti-bukti yang dapat dikenali mengenai permasalahan tersebut, dan definisi permasalahan yang tergambar di atas, eksplorasi ini adalah: AuAdakah Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan?Ay Konsep Kepuasan Kerja (X) Keadaan emosional seseorang yang menikmati dan menghargai pekerjaannya disebut dengan kepuasan kerja. Menurut Herzbeg dalam Busro . Au kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif yang merupakan hasil dari suatu evaluasi atas hasil yang diperoleh dengan hasil yang diharapkanAy. Selanjutnya, menurut Duha . Aukepuasan kerja adalah sikap positif individu dalam hal Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X yang berhubungan dengan pekerjaanya, karena keadaan menyenangkan tersebut, individu memiliki cara pandang positif terhadap melalui pemikiran, perasaan, pendapat, perilaku yang ada di dalam dirinyaAy. Faktor-Faktor Mempengaruhi Kepuasan Kerja (X) Menurut Winardi Duha 6:253-. faktor-faktor mempengaruhi kepuasan kerja yaitu: Pekerjaan itu sendiri. Masyarakat mempunyai persepsi bahwa posisi mereka saat ini adalah tempat yang ideal memaksimalkan potensi mereka. Pembayaran. Variabel ini sangat penting karena sebagian besar orang bekerja demi keinginan mendapatkan imbalan. Supervisi. Bagaimana seorang atasan orang-orang Kesempatan untuk promosi harapan. Pintu-pintu kemajuan yang diharapkan tercipta dan dapat diwujudkan melalui berbagai kemajuan dan tempat yang memacu manusia untuk terus berfungsi secara baik. Ciri-ciri atau sifat para rekan kerja. Kehadiran iklim yang menawan di tempat kerja, didukung oleh rekan-rekan yang memiliki kualitas rekan kerja yang baik dan ramah serta membantu orang dalam mencapai kepuasan posisi. Faktor-Faktor Mempengaruhi Kinerja Pegawai (Y) Menurut Adamy . faktorfaktor yang mempengaruhi pegawai ada tiga, yaitu : Kemampuan Pegawai pekeraanya dengan akurat akan lebih dan memberikan hasil kerja yang lebih baik pada organisasi. Kepribadian. seseorang yang memiliki karakter yang baik tentunya hasil kerjanya juga akan lebih baik dan menghasilkan kerja yang optimal. Kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang lebih baik dan efektif bisa mempengaruhi kinerja para mmpengaruhi anggotanya dengan lebih Bugaya Organisasi. Kebiasaan yang diberlakukan pemimpian seperti kedisiplinan dalam bekerja dan saling memotivasi satu sama lain. Ketelitian. Pegawai memiliki ketelitian dalam bekerja bisa pekerjaanya dengan sangat teliti tanpa melakukan kesalahan, sehingga kinerja seseorang tersebut efektif dan efesien. Kepribadian. seseorang yang memiliki karakter yang baik tentunya https://jurnal. id/index. php/JIM Konsep Kinerja Pegawai (Y) Pekerjaan yang menunjukkan bahwa pegawai berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi tanggung jawabnya disebut kinerja pegawai. Menurut Adamy . Aukinerja pegawai adalah seberapa banyak pegawai memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain termasuk kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran tempat kerja dan sikap komperatifAy. Selanjutnya, menurut Mangkunegara dalam Busro . 8:88-. Aukinerja pegawai adalah hasil kerja atau produktivitas kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan oleh organisasiAy. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X hasil kerjanya juga akan lebih baik dan menghasilkan kerja yang optimal. Kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang lebih baik dan efektif bisa mempengaruhi kinerja para mmpengaruhi anggotanya dengan lebih Lingkungan kerja. harus bisa menata lingkunag kerja dengan sebaik ungkin supaya pegawai bisa bekerja dengan baik. Menurut Afandi . 8:86-. faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja adalah: Kemampuan Pegawai pekeraanya dengan akurat akan lebih dan memberikan hasil kerja yang lebih baik pada organisasi. Pengetahuan. Seseorang yang memiliki pengetahuan tentunya ia akan bekerja sesuai apa yang diharapkan oleh organisasi tersebut. Pengetahuan tentang pekerjaan sehingga dapat menghasilkan kerja yang optimal. Kepribadian. seseorang yang memiliki karakter yang baik tentunya hasil kerjanya juga akan lebih baik dan menghasilkan kerja yang optimal. Kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang lebih baik dan efektif bisa mempengaruhi kinerja para mmpengaruhi anggotanya dengan lebih Bugaya Organisasi. Kebiasaan yang diberlakukan pemimpian seperti kedisiplinan dalam bekerja dan saling Lingkungan kerja. harus bisa menata lingkunag kerja dengan sebaik ungkin supaya pegawai bisa bekerja dengan baik. Disiplin kerja. seseorang yang patuh akan peraturan dalam bekerja. Indikator Kepuasan Kerja (X) Menurut Agustini . 9:64-. indikator kepuasan kerja yaitu, sebagai Pekerjaan. Mengenai ciri-ciri pekerjaan, khususnya ketertarikan, kesulitan, atau kebosanan. Supervisi. Apakah kualitas dan jenis dewan, kursus dan sikap yang didapat dari supervisor. Rekan sekerja. Sebuah bagian mengukur apakah mitra dapat bebas berkoordinasi, apakah mereka biasanya memiliki keahlian yang konsisten, kerja sama, dan pendekatan yang stabil dalam bertindak di antara rekan satu Selanjutnya, menurut Setyadi . mengukur kepuasan kerja pegawai yaitu, sebagai berikut: Pekerjaan itu sendiri, yang juga dikenal sebagai Aubekerja sendiriAy, merupakan sumber kepuasan utama bagi karyawan karena menawarkan hal-hal menarik, pembelajaran yang membuka pintu, peluang untuk mengakui tanggung jawab, dan peluang kemajuan. Gaji atau Upah, disebut juga gaji atau upah, merupakan salah satu lapisan kepuasan kerja. Pengawasan. Kapasitas seorang atasan untuk menawarkan bantuan khusus dan memberikan arahan kepada bawahannya disebut https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X Rekan kerja. Penyebab paling jelas dari pemenuhan pekerjaan adalah rekan kerja yang perlu bekerja sama. berkinerja baik. Selanjutnya, menurut sarumaha . indikator kepuasan kerja yaitu: Indikator Kinerja Pegawai (Y) Menurut Busro . 8:99-. indikator a. Pencapaian hasil kerja, hasil kerja atau prestasi, mengandung makna bahwa kinerja pegawai yaitu: setiap wakil telah mencapai hasil kerja Sifat hasil pekerjaan. Sifat pekerjaan atau mempunyai prestasi atas pekerjaan yang disampaikan oleh perwakilan yang diselesaikan atau diberikan. Jumlah pekerjaan. Tujuan yang dicapai karyawan mengungkapkan jumlah b. Pengakuan, mengandung arti bahwa prestasi kerja masing-masing perwakilan pekerjaan yang mereka hasilkan. memerlukan apresiasi dan pengakuan Efektivitas dalam menyelesaikan usaha. dari inisiatif. Kapasitas Tanggungjawab, mengandung makna menyelesaikan kewajibannya. bahwa setiap perwakilan bekerja dengan Perwakilan penuh tanggung jawab mengenai pekerjaan yang ditunjuk. pekerjaannya tanpa bergantung pada Pekerjaan itu sendiri, artinya setiap orang lain. pegawai akan melaksanakan tugasnya Presisi. Perwakilan sesuai dengan uraian tugasnya. Pengembangan, artinya setiap pegawai melakukan kesalahan. perlu dikembangkan atau diperluas agar Selanjutnya, menurut Duha . dapat mencapai prestasi lebih dalam indikator kinerja pegawai yaitu: Kelembagaan, hal ini bertujuan untuk menentukan kedekatan fisik dan Koordinasi: Koordinasi menunjukkan kapasitas individu untuk berkolaborasi dengan rekan kerja dan menjalin hubungan dengan orang lain. Keandalan: Tujuan dari bagian ini adalah untuk menentukan apakah pelamar cocok untuk pekerjaan. Harapan: Harapan adalah situasi atau membutuhkan waktu dan upaya untuk Kontribusi: Selain kerja serius dan dedikasi, kemampuan seseorang dalam merupakan salah satu hal yang dapat Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat kausal, artinya melihat hubungan sebab akibat paling sedikit antara dua faktor. https://jurnal. id/index. php/JIM Uji Instrumen Uji Validitas Data. Uji Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan isntrumen tersebut. Uji Reliabilitas. Tujuan dari uji reliabilitas adalah untuk memastikan apakah suatu alat ukur dapat diandalkan dan tetap menjaga konsistensinya meskipun telah dilakukan pengukuran Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X berulang kali. Pengujian jarak jauh seharusnya dapat dilakukan dengan cara rest-testing, equivqlent, dan perpaduan keduanya dan didalamnya kualitas instrumen yang tidak tergoyahkan dapat dicoba dengan membedah konsistensi hal-hal yang ada pada instrumen dengan prosedur tertentu. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Uji normalitas merupakan sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data, apakah sebaran data berdistribusi normal ataukah tidak. Uji Heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah model relaps mengalami perubahan dan residu untuk seluruh persepsi pada model relaps. Untuk heteroskedastisitas atau tidak, dapat diselesaikan dengan memperhatikan plot pencar dimana titik pusat menggambarkan nilai yang diantisipasi, menggambarkan nilai kuadrat yang Jika memberikan contoh spesifik, hal ini Untuk heteroskedastisitas ini digunakan alat SPSS 21. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Menurut (Suliyanto, 2008:. Auuji t digunakan untuk menguji apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tergantung atau tidakAy. Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi ( R. digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat Metode Analisis Data https://jurnal. id/index. php/JIM Strategi logis yang akan digunakan untuk menguji spekulasi yang digunakan dalam ulasan ini adalah pengujian relaps langsung secara langsung. Relaps langsung langsung digunakan untuk membedah hubungan sebab akibat antara satu variabel kepuasan kerja dengan satu variabel kinerja Model yang digunakan untuk melakukan analisis regresi sederhana yaitu sebagai berikut Suliyanto . Y = a bX e Keterangan : Y = Nilai yang diramalkan a = Konstanta/intrcept b = Koefisisen regresi/slope X = Variabel bebas e = Nilai Residu . Temuan Penelitian dan Pembahasan Uji validitas dan uji reliabilitas Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kepuasan Kerja (X) Pada perhitungan uji validitas pada item total statistic, maka koefisien hubungan yang diperoleh rhitung untuk benda artikulasi nomor 1 sampai 9 adalah Berdasarkan hasil pengujian di Kantor Camat Fanayama terhadap 15 responden diperoleh rtabel sebesar 0,514 dengan derajat besar 0,05 dan pada pengujian di Kantor Camat Telukdalam terhadap 32 responden diperoleh rtabel sebesar 0,349 dengan derajat kritis 0,05. Dengan demikian cenderung beralasan bahwa hal-hal yang dinyatakan nomor 1 sampai dengan 9 dinyatakan substansial dengan alasan bahwa rhitung > rtabel. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,937 > 0,60 dan pada penelitian nilai Cronbach Alpha sebesar 0,918 > 0,60. Karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butirbutir instrumen penelitian tersebut reliabel. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X Pada perhitungan uji validitas pada item total statistic, maka koefisien hubungan r yang ditentukan untuk hal artikulasi nomor 1 sampai 15 adalah positif. Nilai rtabel sebesar 0,514 dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh dari uji coba di Kantor Camat Fanayama dengan jumlah responden 15 orang, dan rtabel sebesar 0,349 dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh dari penelitian di Kantor Camat Telukdalam dengan jumlah responden 32 Oleh karena itu, dapat beralasan bahwa hal-hal yang diumumkan pada angka 1 sd 15 diucapkan substansial dengan alasan rhitung > rtabel. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,978 > 0,60 dan pada penelitian nilai Cronbach Alpha sebesar 0,861 > 0,60, karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butirbutir instrumen penelitian tersebut reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. Berdasarkan pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi terdistribusi normal karena nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,916 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas. Berdasarkan gambar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi memenuhi asumsi tradisional karena data mengelilingi garis diagonal dan bergerak ke arah tersebut sehingga menunjukkan pola sebaran normal. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Sig. (Constan. 1 Kepuasan Kerja (X) Sumber: Hasil Olahan Peneliti . Dengan Alat Bantu Perangkat Lunak SPSS 21. 0 For Windows. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil pengolana data, dapat dijelaskan bahwa secara parsial variabel kepuasan kerja (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y), diperoleh thitung bernilai 5,471 sedangkan ttabel bernilai pada a = 0,005 dengan tingkat peluang n-k . = 31 adalah 1,696 dan nilai besarnya 000 < 0,05. Karena nilai thitung . > ttabel . maka pilihan H0 ditolak dan Ha diakui, maka dapat beralasan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Telukdalam Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Sumber: Hasil Olahan Peneliti . Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja (X) Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Hasil olahan peneliti 2023, dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21. 0 For Windows. https://jurnal. id/index. php/JIM Dari hasil pengolahan data koefisien determinasi sebesar 0,499 . ,9%) sehingga 49,9% . inerja Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X dan dapat dijelaskan sisanya 50,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Persamaan Regresi Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegaw Berdasarkan pengujian diperoleh persamaan regresi pengaruh variabel kepuasan kerja terhadap variabel kinerja persamaan regresi di bawah ini: Y = 31,971 0,819X Keterangan: = kinerja pegawai = 31,971 = 0,819 = kepuasan kerja Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana di atas, dapat dijelaskan koefisien regresi variabel kepuasan kerja memiliki tanda positif. Hal ini peningkatan variabel kepuasan kerja (X) dapat pegawai (Y). Interprestasi dari persamaan di atas, memberikan pemahaman bahwa . 31,971 merupakan nilai kinerja pegawai (Y). Saat ini kepuasan kerja (X) bernilai nol, maka koefisien . sebesar 0,819, maka dengan adanya nilai variabel kepuasan kerja (X) akan meningkatkan nilai kinerja pegawai (Y) sebesar 0,819 atau 81,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja sangat baik dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Camat Telukdalam. Penutup Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di https://jurnal. id/index. php/JIM Kantor Camat Telukdalam. Berdasarkan model persamaan regresi linear sederhana diperoleh nilai Y = 31,971 0,819X, hal ini didukung beberapa hasil nilai pengujian sebagai berikut: Ada pengaruh kepuasan kerja secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai karena nilai thitung . > ttabel . Nilai koefisien determinasi sebesar 0,499 menjelaskan kinerja pegawai sebesar 49,9% 50,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini Saran Dalam penelitian ini ada beberapa poin yang menjadi saran di Kantor Camat Telukdalam yaitu: Agar pegawai bekerja dengan baik, pekerjaan sehingga tidak ada rasa kebosanan terhadap pekerjaan yang diberikan atasan. Untuk pegawai dalam bekerja, maka pegawai sebaiknya bekerja untuk lebih baik sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Untuk diharapkan agar pegawai bekerjasama sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan lebih baik dan cepat. Untuk pegawai, maka pegawai harus bekerja sesuai dengan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh organisasi. Daftar Pustaka