Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 Hubungan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Keterampilan Menyikat Gigi pada Ibu PKK Tahun 2024 Ni Wayan Arini1. I Nyoman Wirata2. Ni Nyoman Dewi Supariani3 Ni Luh Putu Tia Maha Lestari4 1,2,3 Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar Koresponden : arinijkg@gmail. Abstract Oral health is an integral part of overall health that can affect a person's quality of life. One of the causes of neglected dental and oral health problems is a lack of knowledge about oral hygiene. Research was to determine the level of knowledge of dental and oral health maintenance and teeth brushing skills among PKK mothers in Banjar Saih. Peguyangan Kaja Village. North Denpasar District Data collection method was by giving a questionnaire with 20 questions. Frequency of knowledge of dental and oral health maintenance PKK mothers was mostly with sufficient criteria, 24 people . %). Frequency of tooth brushing skills was mostly with very good criteria as many as 15 people . %). Average knowledge score was 72. 93 with sufficient criteria and average tooth brushing skill score was 70. 97 with good criteria. Average knowledge of dental and oral health maintenance based on education level is 81. 6 with good criteria for Diploma i education. Spearman test results with a Sig value . -taile. The conclusion is that there is a relationship between the level of dental and oral health maintenance knowledge and tooth brushing skills. Keywords: Knowledge. Tooth Brushing Skills. PKK Mothers DOI: 10. 33992/jkg. v%vi%i. Pendahuluan Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan menjadi perhatian penting dalam pembangunan kesehatan penduduk Indonesia maupun negara-negara berkembang lainnya. Kesehatan gigi dan mulut sering kali tidak diprioritaskan bagi masyarakat dimana gigi dan mulut merupakan pintu gerbang masuknya kuman dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Masalah gigi berlubang masih banyak dikeluhkan baik oleh anak-anak maupun dewasa dan tidak bisa dibiarkan hingga parah karena akan mempengaruhi kualitas hidup dimana mereka akan mengalami rasa sakit, ketidaknyamanan, cacat, infeksi akut dan kronis, gangguan makan dan tidur serta memiliki resiko tinggi dirawat di rumah sakit. Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena jika gigi dan gusi rusak dan tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan rasa sakit, sulit mengunyah, dan mempengaruhi masalah kesehatan lainnya. Masalah pada mulut dan gigi juga sangat penting bagi perkembangan kesehatan, terutama pada anak usia sekolah dasar. Usia sekolah dasar masa yang tepat untuk meletakan landasan kokoh manusia yang berkualitas, karena kesehatan merupakan faktor penting untuk mengetahui kualitas sumber daya manusia 1 Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk jika terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain di tubuh. Kesehatan mulut yang dimaksud adalah daerah rongga mulut, termasuk gigi dan struktur serta jaringan pendukungnya terbebas dari rasa sakit serta berfungsi secara optimal. Gangguan pada kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari diantaranya menurunnya kesehatan secara umum, menurunkan tingkat kepercayaan diri, dan menganggu kehadiran di sekolah atau tempat Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya makanan dan minuman tetapi fungsi mulut lebih dari itu dan tidak banyak orang menyadari besarnya peranan mulut bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Kesehatan gigi dan mulut sangat berperan dalam menunjang kesehatan seseorang 3 Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut adalah indikator utama kesehatan secara keseluruhan, kesejahteraan, dan kualitas hidup. Kesehatan gigi dan mulut merupakan keadaan rongga mulut, termasuk gigi geligi dan struktur jaringan pendukungnya terbebas dari rasa sakit dan penyakit seperti kanker mulut dan tenggorokan, infeksi luka mulut, penyakit periodontal . , kerusakan gigi, kehilangan gigi, serta penyakit dan gangguan lain yang membatasi kapasitas individu dalam menggigit, mengunyah, tersenyum, dan berbicara 4. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan Salah satu penyebab seorang mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulutnya adalah faktor pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut yang kurang. Masalah kesahatan gigi dan mulut seperti karies, gingivitis, radang dan stomatitis. Upaya Kesehatan gigi ditinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat, dan penanganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatan5 Pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki . ata, hidung, telinga, dan sebagianny. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu usaha dalam mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi melalui pendekatan pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi yang disampaikan diharapkan mampu mengubah perilaku kesehatan gigi individu atau masyarakat dari perilaku yang tidak sehat ke arah perilaku sehat6. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilaku kesehatan dalam meningkatkan kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut, sebaliknya pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan timbulnya sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Kriteria umum yang mempengaruhi sikap menjaga kesehatan gigi seseorang atau komunitas adalah pengetahuan, dan pengaruh dari orang-orang Tingkat pengetahuan merupakan salah satu hal penting yang menyebabkan tingginya kejadian masalah kesehatan gigi dan mulut 7 Keterampilan merupakan kemampuan mendasar yang terus dikembangkan hingga menjadi terlatih, sedangkan keterampilan menyikat gigi adalah kemampuan untuk mengerjakan atau melaksanakan tindakan menyikat gigi yang dilakukan dengan latihan agar mendapatkan pembersihann gigi yang baik8 Keterampilan dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu keterampilan, terdiri dari beberapa keterampilan dan derajat penguasaan dicapai oleh seseorang menggambarkan tingkat keterampilannya9 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini menjadi salah satu wadah organisasi dimasyarakat perkotaan ataupun perdesaan yang mampu menggerakan partisipasi masyarakat dalam pembagunan, juga berperan dalam kegiatan pertumbuhan suatu daerah. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan yang tumbuh dari bawah dengan perempuan sebagai penggerak dalam membina, membangun dan membentuk keluarga untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai kelompok berunit terkecil dalam masyarakat PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarg. menjadi hal tujuan yang utama, dikarenakan keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang akan berpengaruh besar terhadap kinerja pembangunan dalam mendukung programBerdasarkan hasil penelitian Puspa Dewi . , diketahui bahwa pengamatan terhadap perilaku menyikat gigi pada 35 orang ibu PKK di Banjar Adat Kayusugih Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan diketahui bahwa yang memiliki perilaku menyikat gigi dengan kriteria baik berjumlah 2 orang . ,8%), kriteria cukup berjumlah tujuh orang . %), dan kriteria perlu bimbingan berjumlah 26 orang . ,2%) dan tidak ada yang memiliki perilaku menyikat gigi dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian pada ibu PKK Banjar Adat Kayusugih Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan sebagian besar memiliki perilaku menyikat gigi dengan kriteria perlu bimbingan. Hal ini mungkin disebabkan karena ibu PKK Banjar Adat Kayusugih Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dari tenaga kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut 11 Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan uji Spearman , untuk mengetahui hubungan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan keterampilan menyikat Penelitian ini dilaksanakan di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara Tahun 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu PKK yang ada di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar sebanyak 46 orang. Penelitian ini tidak menggunakan sampel tetapi menggunakan total populasi. Data pengetahuan dikumpulkan dengan kuisioner tentang pemeliharaan kesehatan gigi sebanyak 20 soal dan melakukan observasi tentang keterampilan menyikat gigi dengan menggunakan check list sebanyak 16 pernyataan selama 5 menit setiap ibu-ibu PKK. Hasil Penelitian Peguyangan merupakan wilayah Denpasar Utara. Kota Denpasar. Bali. Kondisi geografis kelurahan yang terdiri dari kawasan perairan dan sebagian wilayahnya berada di kawasan ekowisata seperti subak sembung adalah kawasan sawah yang bisa dijadikan tempat jalan-jalan dan jogging oleh masyarakat setempat. Terdapat beberapa bagian jalan beton terdapat bale bengong, pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati sawah untuk turut menikmati keindahan kondisi geografis yang ada. Banjar Saih merupakan salah satu banjar yang terletak di Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 11 banjar yang mewilayahi Puskesmas i Denpasar Utara dan terdapat 46 orang Ibu PKK. Karakteristik subyek penelitian Berdasarkan hasil pengumpulan data dapat disajikan karakteristik subyek penelitian sebagai berikut : Karakteristik Ibu PKK di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara berdasarkan tingkat pendidikan Gambar 1 Karakteristik Ibu PKK Tahun 2024 Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan 13% 9% SMP SMA Diploma i Diploma IV Gambar 2 menunjukkan bahwa dari 46 responden yang diteliti pada Ibu PKK, berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak adalah SMA . %). Karakteristik Ibu PKK di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara berdasarkan pekerjaan Gambar 2 Karakteristik Ibu PKK Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Gambar 6% 22% 3 Karakteristik Ibu PKK Tahun 2024 Berdasarkan Pekerjaan Petani Pedagang Guru PNS Gambar 3 menunjukkan bahwa dari 46 responden yang diteliti pada Ibu PKK berdasarkan pekerjaan paling banyak adalah pedagang . %). Hasil pengamatan terhadap subjek penelitian Penelitian ini berdasarkan pada data hasil dari jawaban kuesioner yang telah diberikan pada Ibu PKK di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara sebanyak 46 Mengetahui frekuensi Ibu PKK yang memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kriteria baik, cukup dan kurang di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar tahun 2024, terlihat pada tabel 1 Tabel 1 Distribusi Frekuensi Ibu PKK di Banjar Saih Tahun 2024 yang Memiliki Pengetahuan Tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kriteria Baik. Cukup, dan Kurang Kriteria (%) Baik Cukup Kurang Jumlah Tabel 1 menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan tertinggi pada kriteria cukup yaitu 24 orang . %) dan terendah pada kriteria kurang yaitu 5 orang . %). Mengetahui frekuensi Ibu PKK yang memiliki keterampilan menyikat gigi dengan kriteria sangat baik, baik, cukup, dan perlu bimbingan di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar tahun 2024, terlihat pada tabel 2. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Ibu PKK di Banjar Saih Tahun 2024 yang Memiliki Keterampilan Menyikat Gigi dengan Kriteria Baik. Cukup. Kurang, dan Perlu Bimbingan Kriteria (%) Sangat Baik Baik Cukup Perlu bimbingan Jumlah Tabel 2 menunjukkan bahwa responden memiliki keterampilan menyikat gigi tertinggi pada kriteria sangat baik yaitu 15 orang . %) dan terendah pada kriteria perlu bimbingan yaitu 7 orang . %). Rata-rata tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada Ibu PKK tahun 2024 yaitu 72,93 dengan kriteria baik. Rata-rata keterampilan menyikat gigi pada Ibu PKK tahun 2024 yaitu 70,97 dengan kriteria Mengetahui rata-rata Ibu PKK yang memiliki pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan pendidikan di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar tahun 2024, terlihat pada tabel 3. Tabel 3 Distribusi Rata-rata Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu PKK di Banjar Saih Tahun 2024 berdasarkan pendidikan Pendidikan Terakhir Responden Kriteria Rata-rata Pengetahuan SMP Cukup SMA 76,25 Baik Diploma i Baik Diploma IV Baik Jumlah 70,77 Baik Kurang Tabel 3 menunjukkan bahwa responden dengan pendidikan Diploma i rata-rata tingkat pengetahuan tertinggi yaitu 81,6 . riteria bai. dan pendidikan SD terendah yaitu 50 . riteria Mengetahui frekuensi keterampilan menyikat gigi berdasarkan pengetahuan di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar tahun 2024, terlihat pada tabel 4. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyikat Gigi pada Ibu PKK di Banjar Saih Tahun 2024 berdasarkan pengetahuan Kriteria Keterampilan Kriteria Pengetahuan Sangat baik Total Baik Cukup Perlu Baik Cukup Kurang Jumlah 21,7 7 Tabel 4 menunjukkan bahwa frekuensi keterampilan menyikat gigi dengan kriteria sangat baik berdasarkan pengetahuan dengan kriteria baik yang paling banyak 10 orang . ,8%). Tabel 5 Uji Spearmen Pengatahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Keterampilan Menyikat Gigi pada Ibu PKK di Banjar Saih Tahun 2024 Variabel Sig Uji Spearman Tingkat Pengetahuan Tingkat Ketrampilan Menyikat gigi Hasil uji Spearman diketahuai nilai signifikasi atau Sig. sebesar 0,001. Nilai Sig. 0,001< lebih kecil dari 0,05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara variable pengetahuan dengan keterampilan menyikat gigi. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu PKK yang memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut paling banyak dengan kriteria cukup yaitu 24 orang . %). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Fatmawati . mendapatkan hasil bahwa pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada Ibu PKK adalah dengan kriteria cukup yaitu sebanyak 16 responden . ,5%) 12. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Yuniarly . tentang tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada Ibu PKK mendapatkan hasil bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut terbanyak kriteria cukup sebanyak 31 responden . ,7 %)13. Menurut Fitriani . menyatakan bahwa sumber informasi adalah proses pemberitahuan yang dapat membuat seseorang mengetahui informasi dengan mendengar atau melihat secara langsung maupun tidak langsung dan semakin banyak informasi yang didapat akan semakin memperluas pengetahuan seseorang14. Frekuensi Ibu PKK yang memiliki keterampilan menyikat gigi paling banyak dengan kriteria sangat baik yaitu 15 orang . %). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Suharja. S . menunjukkan bahwa frekuensi keterampilan menyikat gigi pada Ibu PKK pada Dusun Sumberan yang paling banyak dengan kriteria sangat baik sebanyak 20 responden . ,3%). Menurut Iverson . mengatakan keterampilan membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang dapat lebih membantu menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dengan lebih cepat. Semakin tinggi pengetahuan seseorang akan meningkatkan keterampilannya, adanya lingkungan dan fasilitas yang mendukung akan meningkatkan keterampilan, kebiasaan sehari-hari dan budaya setempat akan mempengaruhi keterampilan seseorang15. Rata-rata keterampilan menyikat gigi pada ibu PKK di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja yaitu sebesar 70,97 dengan kriteria baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hardiyanti dengan hasil yaitu rata-rata keterampilan menyikat gigi dengan kriteria baik yaitu sebesar 73,4316. Menurut Arleta . menyatakan bahwa keterampilan dapat menunjukkan pada aksi khusus yang ditampilkan atau pada sifat dimana keterampilan itu dilaksanakan. Banyak kegiatan dianggap sebagai suatu keterampilan, terdiri dari beberapa keterampilan dan derajat penguasaan dicapai oleh seseorang menggambarkan tingkat keterampilannya9. Rata-rata pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan tingkat pendidikan pada ibu PKK di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja yang paling tinggi dengan pendidikan tinggi Diploma i sebanyak 3 orang yaitu rata-rata sebesar 81,6 dengan kriteria baik. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Meliyanti . berdasarkan pendidikan paling tinggi yaitu sebanyak 18 orang dengan kriteria baik rata-rata 87,7817. Pernyataan ini didukung oleh pendapat Ariani . Makin tinggi pendidikan seseorang maka makin mudah orang tersebut menerima informasi. Dengan pendidikan yang tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi baik dari orang lain maupun media massa18. Frekuensi keterampilan menyikat gigi pada Ibu PKK di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja berdasarkan pengetahuan pada data tabel silang menunjukkan bahwa frekuensi keterampilan menyikat gigi dengan kriteria sangat baik berdasarkan pengetahuan dengan kriteria baik yang paling banyak 10 orang . %). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik maka keterampilanya juga sangat baik. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arianti . bahwa frekuensi keterampilan menyikat gigi berdasarkan pengetahuan paling banyak dengan kriteria cukup yaitu . ,34%) 19. Menurut Notoatmodjo . menyatakan bahwa pengetahuan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka pengetahuan yang dimilikinya semakin baik20. Hasil uji Spearman terhadap pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan keterampilan menyikat gigi didapatkan hasil Signifikasi hubungan kedua variable: diketahuai nilai signifikasi atau Sig. sebesar 0,001. Nilai Sig. 0,001< lebih kecil dari 0,05, maka artinya ada hubungan yang signifikana ntara variable pengetahuan dengan keterampilan menyikat gigi. Kesimpulannya ada hubungan yang sangat kuat dan searah antara variable tingkat pengetahuan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut pada ibu PKK di Banjar Saih Desa Penguyangan Kaja Simpulan Simpulan dari penelitian ini tentang pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan keterampilan menyikat gigi dapat disimpulkan ada hubungan yang sangat kuat dan searah antara variable tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu PKK di Banjar Saih Desa Penguyangan Kaja. Daftar Pustaka