Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar MANIFESTASI KODE ETIK GURU PAI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ahmad Dimas Ramadhan UIN Sunan Ampel Surabaya ahmaddimas542@gmail. Himatul Maulidiah UIN Sunan Ampel Surabaya himatulmaulydia@gmail. Nova Auliyatul Faizah UIN Sunan Ampel Surabaya novaaulia0000@gmail. Yeni Endiana UIN Sunan Ampel Surabaya yeniendiana1@gmail. Nur Fitriatin UIN Sunan Ampel Surabaya nurfitriatin@gmail. Abstract: Dalam melaksanakan tugas profesi guru Pendidikan Agama Islam menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan kode etik guru, sebagai pedoman sikap dan perilaku yang memiliki kemampuan menerapkan nilai serta etika dalam pekerjaan guru PAI sebagai Maka guru harus mampu mengemban tugasnya agar tidak melenceng dari ajaran Islam. Penelitian ini berfokus pada bagaimana manifestasi kode etik guru PAI khususnya dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan library research. Sistem pengumpulan data melalui data lapangan dari proses telaah jurnal, buku, laporan penelitian, dll. Hasil manifestasi kode etik guru PAI khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yakni : Guru hendaknya mengajar dengan niat mengharapkan ridha Allah, . Guru hendaknya mencintai muridnya seperti ia mencintai dirinya sendiri, . Guru hendaknya mengadakan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar, . Guru hendaknya menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang mudah, . Guru hendaknya mengadakan evaluasi Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 89 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis terhadap kegiatan belajar mengajar, . Guru hendaknya bersikap adil terhadap semua muridnya. Keywords: Kode etik guru PAI, pembelajaran PAI. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, guru memegang peranan besar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan bermartabat. Menurut undang-undang republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen . asal 1 ayat . menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. 1 Maka seorang guru harus memiliki kepribadian baik dan berkualitas agar peserta didik dapat terdidik menjadi penerus masa depan yang berkualitas juga. Namun kenyataannya, saat ini kualitas guru masih belum memenuhi harapan dan terbilang rendah. Salah satu yang menjadi penyebab kualitas pendidikan di Indonesia rendah adalah rendahnya kualitas guru. Hasil dari UKG atau uji kompetensi guru dari tahun 2012-2015, sekitar 81% guru di Indonesia nilainya bahkan tidak mencapai nilai minimum. Bahkan saat ini juga banyak kasus terkait guru yang bertindak asusila. Seperti pada penelitian Laila Alda Suhaila, menganalisis beberapa kasus yang terjadi dalam belakangan 2 tahun ini yaitu kasus tindakan kekerasan yang terjadi pada guru kepada murid di tahun 2018 tepatnya di daerah Nias. Sumatera Utara. Dimana seorang guru sekolah dasar melakukan tindak asusila pelecehan seksual kepada siswanya sendiri yang dilakukan masih dalam lingkungan dan suasana belajar mengajar. Dari permasalahan di atas, jelas bahwa kualitas guru masih sangat Berita terkait kasus asusila, setiap harinya sering terdengar di stasiun televisi atau di lingkungan sekitar. Guru tidak hanya dituntut untuk cerdas dalam berilmu tetapi juga harus cerdas dalam berakhlak. Dari fakta-fakta yang telah dipaparkan bahwa dari hasil UKG nilai guru yang tidak mencapai minimum dan banyaknya kasus-kasus asusila, menunjukkan bahwa guru mengesampingkan dan tidak mempedulikan kode etik guru. Utamanya guru PAI tentu harus mengikuti etika, baik yang diatur oleh undang-undang maupun pendidikan Islam. Adapaun kode etik guru di tengah-tengah para 1 Shilphy A. Octavia. Etika Profesi Guru (Sleman: Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA, 2. Hal: 12 2 Laila Alda Suhaila. AuPelanggaran Moral dan Etika Profesi Guru Berdampak dalam Lingkungan PendidikanAy 38, no. Hal: 62 Halaman 90 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar muridnya, salah satunya yaitu guru hendaknya mengajar dengan niat mengharapkan ridho Allah, menyebarkan ilmu, menegakkan kebenaran. Dalam pendidikan Islam, peranan guru sangat dijunjung tinggi. Islam sangat menghargai dan menghormati orang yang berilmu pengetahuan dan berprofesi sebagai pendidik. Maka sudah semestinya seorang guru berkewajiban untuk mengajarkan dan mengamalkan ilmunya. Tentunya guru harus mengajar sesuai dengan kode etik agar tidak terjadi hal yang Dalam artikel ini penulis ingin menelaah manifestasi atau perwujudan kode etik guru PAI khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. METODE PENELITIAN Metode penelitian pada karya tulis ilmiah ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan library research. Pendekatan library research ini salah satu pendekatan yang dilakukan oleh penulis melalui pencarian sumber-sumber kepustakaan literatur dan menganalisis topik relevan yang digabungkan. Sistem pengumpulan data pada pendekatan library research yaitu melalui data yang ada di lapangan dari proses telaah jurnal, buku, skripsi, dan lain-lain, mengenai Kode Etik Profesi Guru PAI agar mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk tujuan penelitian. Penulis lebih memprioritaskan referensi dari jurnal-jurnal penelitian yang kemudian di analisis, digolongkan, memisahkan data yang tidak dibutuhkan kemudian mengorganisasikan data sedemikian rupa agar memperoleh kesimpulan akhir dan diverifikasi. Setelah proses pengumpulan data telah sesuai langkah terakhir yaitu menginterpretasikan data ke dalam karya tulis ilmiah ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Kode Etik Guru Secara Umum Kode etik guru dapat diartikan sebagai norma-norma yang mengatur hubungan kemanusiaan . antar guru dengan lembaga pendidikan . , guru dengan sesama guru, guru dengan peserta didik, dan guru dengan lingkungannya. Sebagai sebuah jabatan pekerjaan, profesi guru memerlukan kode etik khusus untuk mengatur hubungan-hubungan tersebut. 4 Seorang guru harus bisa menjalankan kode etik yang sudah diberlakukan karena seorang guru harus dituntut untuk menjadi orang yang profsional. Guru merupakan suri tauladan yang dijadikan contoh untuk para peserta didik, sehingga seorang guru 3 Anjelina and Mohamad Faisal Aulia. AuKode Etik dan Integritas Guru PAI dalam Perspektif Islam,Ay Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education 2, no. 2 (July 21, 2. : Hal: 237. 4 Ahmad Hanif Fahruddin and Eva Nur Tita Sari. AuImplementasi Kode Etik Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan,Ay Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam 13, no. 2 (August 15, 2. Hal: 151. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 91 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis memiliki tanggung jawab yang besar. Dengan demikian guru harus mampu mengemban tugasnya dengan baik agar tidak melenceng dari ajaran Islam. Sebuah profesi haruslah memiliki kode etik karena dengan adanya kode etik semua akan memiliki rambu-rambu atau batasan dalam menjalankan suatu pekerjaan agar terhindar dari perilaku atau perbuatan yang menyimpang dari norma hukum yang berlaku. Kode etik guru sangat penting untuk ditegakkan karena guru memiliki peranan penting dalam mendidik peserta didik agar memiliki kecerdasan intelektual yang baik serta membentuk moral dan etika agar memiliki kepribadian yang baik. Sesuai dengan peraturan perundangundangan No. 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian. Pasal 28 menyatakan bahwa Aupegawai negeri sipil mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku perbuatan di dalam dan di luar kedinasan. Bahwasannya dengan adanya kode etik ini. Pegawai Negeri Sipil sebagai Aparatur Negara. Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat, mempunyai pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, kunci keberhasilan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa adalah memiliki kode etik yang baik. Kode etik guru dijadikan pedoman untuk bersikap dan berperilaku bagi seluruh guru dan pastinya sudah disepakati secara Menurut Imam Al-Ghozali dalam kitabnya IhyaA ulumuddin dijelaskan bahwa kode etik dan tugas guru sebagai berikut : Kasih sayang kepada peserta didik dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Meneladani Rosulullah sehingga jangan menuntut upah, imbalan atau penghargaan. Hendaknya tidak memberikan predikat atau martabat kepada peserta didik sebelum ia pantas dan kompeten untuk menyandangnya, serta jangan memberi ilmu yang al-ilm al-khafy . sebelum tuntas ilmu yang al-ilm al-jali . Hendaknya mencegah peserta didik dari akhlak yang buruk. Guru yang memegang bidang studi tertentu sebaiknya tidak meremehkan bidang studi lain. Menyajikan pelajaran sesuai dengan taraf kemampuan peserta didik. Dalam menghadapi peserta didik yang kurang mampu sebaiknya diberi ilmu-ilmu yang global dan tidak perlu menyajikan detailnya. Guru hendaknya mengamalkan ilmunya, dan jangan sampai ucapannya bertentangan dengan perbuatannya. 5 Ibid. Hal: 152 6 Damanhuri. AuETIKA GURU DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI,Ay As-Salam Vol. No. : 33Ae35. Halaman 92 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Kode Etik Guru PAI Dalam melaksanakan tugas profesinya Guru Pendidikan Agama Islam menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Pendidikan Agama Islam, sebagai pedoman sikap dan perilaku yang memiliki kemampuan menerapkan nilai-nilai dan etika dalam pekerjaan/jabatan guru PAI sebagai pendidik dan pengajar. Sesuai dengan kode etik guru pendidikan agama Islam setidaknya mesti memiliki tiga tugas yang harus dijalankan dalam menjadi guru. Adapun ketiga tugas tersebut yakni pertama, menjadi guru pendidikan Agama Islam haruslah memiliki tugas untuk syiar kebaikan yang disebut dengan menyampaikan kebenaran ke seluruh bumi Allah swt dengan didasarkan atas adannya aktualisasi sikap yang baik, kepribadian yang baik tanpa harus melihat siapa dan darimana asal dan usulnya. Selan itu, kedua, setiap guru harus memiliki sifat dan sikap pengajar dalam memberikan pembelajaran terhadap peserta didiknya. Sedangkan tugas yang ketiga adalah tugas guru yakni haruslah menjadi pendidik, artinya selain di samping memberikan informasi pelajaran atau materi pendidikan kepada peserta didiknya, sudah sepantasnya guru memiliki tugas untuk memberikan pendidikan kepada peserta didik, termasuk memperhatikan akhlak siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam arti lain bahwa guru harus memiliki jiwa membimbing dan membina siswa-siswinya dari segi etikanya. Seperti dalam penelitian Dadan Nurlhaq. Miftahul Fikri, dan Shopiah Syafaatunnisa menyimpulkan bahwa etika guru menurut Imam Nawawi menyumbangkan gagasan terpenting bagi guru PAI saat ini. Seorang guru PAI harus memiliki personifikasi keislaman yang baik yang diwujudkan dalam bentuk pribadi guru yang etis. Adapun pribadi etis berkenaan dengan profesi ialah sikap peduli terhadap peserta didik. Sedangkan yang berkenaan dengan tantangan pendidikan modern ialah niat yang ikhlas dalam mengajar. Dengan konsep yang digagasnya ini, diharapkan guru PAI akan meningkatkan kualitas, memperoleh keberkahan ilmu, dan dapat menjalankan perannya secara totalitas. Selaras dengan penelitian Ahmad Junaedy Abu Huraerah bahwa relevansi etika guru menurut Abu Isa al-Tirmidzi dalam kitab Sunannya terhadap profesionalitas guru pendidikan agama Islam, yaitu: Pertama: bahwa di antara etika guru profesional seperti yang ditekankan oleh Abu Isa al-Tirmidzi dalam Sunan-nya adalah keikhlasan. Riwayat Imam al-Tirmidzi ini menegaskan bahwa seorang guru profesional dalam mengajar senantiasa berniat untuk mencapai keridaan Allah Swt. 7 Dadan Nurulhaq. Miftahul Fikri, and Shopiah Syafaatunnisa. AuEtika guru PAI menurut Imam Nawawi . nalisis ilmu pendidikan Isla. ,Ay Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal 4, no. 2 (November 21, 2. : Hal: 142. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 93 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis menyebarkan ilmu, menghidupkan agama Islam, menegakkan kebenaran serta menghancurkan kebatilan. Undang-undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab i Pasal 7 dalam prinsip profesionalitas menyatakan profesi guru dilaksanakan berdasarkan prinsip memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak Pasal 20 butir dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika. Riwayat Abu Isa al-Tirmidzi sangat relevansi terhadap Undang-undang tentang Guru dan Dosan Pasal 7 dan Pasal 20 yakni, kedua-duanya sama-sama menghendaki seorang guru dalam mengajar berlandaskan pada nilainilai agama. Kedua: Guru profesional yang ditegaskan oleh Imam alTirmidzi dalam riwayatnya adalah harus memiliki sifat tawAdhuAo . endah hat. dan tidak menyombongkan diri. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Istilah PAI (Pendidikan Agama Isla. sering dikaitkan dengan PI (Pendidikan Isla. , namun diantara keduanya memiliki perbedaan yaitu PI lebih menekankan pada sistem atau aturan berdasarkan agama Islam, sedangkan PAI lebih menekankan pada proses pembelajarannya. 9 PAI adalah upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik yang berguna untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam dan juga berguna untuk menghormati penganut agama lain agar tercipta kerukunan dan kedamaian sehingga terwujudnya kesatuan persatuan bangsa. Jadi pembelajaran PAI sendiri adalah proses interaksi yang terjadi antara murid dan guru yang berfungsi untuk membina dan mengasuh secara terencana yang mana untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam dan juga berguna untuk menghormati penganut agama lain agar tercipta kerukunan dan kedamaian melalui ajaran-ajaran dasar yang terdapat dalam Al-QurAoan dan Hadist. 10 PAI sendiri memiliki ruang lingkup yang luas yaitu membahas tentang materi yang bersifat normatif (Al-QurAoa. , membahas tentang kepercayaan atau keyakinan terhadap Tuhan (Aqida. ,membahas tentang tatacara norma kehidupan manusia (Syariah/Fiqi. , membahas 8 Ahmad Junaedy Abu Huraerah. AuEtika Guru dalam Perspektif al-Timidzi (Studi Atas Kitab Sunan al-Tirmidzi Karya Abu Isa Muhammad Bin Isa al-Tirmidz. ,Ay Journal of Islamic Education Policy 1, no. 2 (May 9, 2. , accessed December 16, 2022, http://journal. id/index. php/jiep/article/view/431. Hal: 141-142 9 M Saekan Muchith. AuGURU PAI YANG PROFESIONALAy 4, no. Hal: 209. 10 Jasuri. AuPEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI,Ay Jurnal Madaniyah Vol. 5 No. 1 (January 2. Hal: 17-18. Halaman 94 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar tentang sifat atau perilaku terhadap sesama manusia . , dan juga membahas tentang realitas masa lalu . ejarah/tarik. Maka pemaknaan dalam pembelajaran PAI sendiri berguna untuk membimbing menjadi muslim yang tangguh dan mampu merealisasikan ajaran pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi insan kamil. Untuk itu penanaman pembelajaran PAI sangat penting sekali dalam membentuk dan mendasari pemahaman tentang agama Islam. dengan penanaman pembelajaran PAI sejak dini diharapakn memapu membentuk pribadi yang kokoh, kuat dan mandiri untuk berpedoman pada agama Islam. Adapun fungsi dan tujuan dari pembelajaran PAI. Fungsinya yaitu untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah yang mana telah ditanamkan sejak dini sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagian di dunia dan di akhirat kelak. Sedangkan tujuan dari pembelajaran PAI yaitu untuk membentuk pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah dan juga senantiasa meningkatkan keimanannya melalui pemupukan pengetahuan dan pengalaman tentang agama Islam sehingga nantinya menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga nantinya tercipta kebahagiaan didunia dan diakhirat. Manifestasi Kode Etik Guru PAI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sebelum masuk ke dalam pembahasan bagaimana manifestasi kode etik guru PAI khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, menurut KBBI maksud dari manifestasi yakni perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat. 13 Dalam pembahasan diatas telah disinggung apa saja kode etik guru menurut Al-Ghazali dan kode etik guru PAI menurut Imam Nawawi serta Abu Isa al-Tirmidzi, selaras dengan pendapat Al-Kanani . 733 H) dalam Ramayulis mengemukakan persyaratan seorang guru atas tiga macam yaitu . yang berkenaan dengan dirinya sendiri, . yang berkenaan dengan pelajaran, . yang berkenaan dengan muridnya. 14 Pembahasan terkait kode etik guru PAI adalah persyaratan ke tiga, maksud dari persyaratan tersebut yakni kode etik guru di tengah-tengah para muridnya, antara 11 Muchith. AuGURU PAI YANG PROFESIONAL. Ay Hal: 220. 12 AuPEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI. Ay Hal: 19-20. AuKamus Besar Bahasa Indonesia Https://Kbbi. Web. Id/, n. Octavia. Etika Profesi Guru. Hal: 121-122. 14 A. Octavia. Etika Profesi Guru. Hal: 121-122 (KBBI),Ay https://kbbi. id/manifestasi. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 95 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis Guru hendaknya mengajar dengan niat mengharapkan ridha Allah Mengharap ridha Allah berarti niat keikhlasan dalam mengajar dan tidak meminta balasan apapun. Sudah menjadi tugas guru dalam menyebarkan ilmu, menghidupkan syaraAo, menegakkan kebenaran, dan melenyapkan kebatilan serta memelihara kemaslahatan umat. Terutama dalam pembelajaran PAI, dimana telah menjadi fokus tujuan dalam pembentukan akhlak siswa. Maka, guru PAI harus memberi teladan dan contoh yang baik, karena mata pelajaran pendidikan agama Islam menjadi tonggak utama agar siswa mendapat pembekalan ilmu dan akhlak mulia. Misalnya pada pembelajaran PAI bab sholat, maka guru terlebih dahulu memberikan teladan untuk mengajak siswa sholat bersama di masjid Contoh yang lain tentang bab menghafal surat pendek, maka guru mengawali dengan membaca surat tersebut agar siswa yang lain dapat menirukan. Dari contoh yang telah disebutkan terlihat bahwa guru dalam membimbing siswa jika tidak didasari niat ikhlas maka guru tidak akan melakukannya dan menghiraukan kode etik untuk menegakkan kebenaran. Sebagaimana penelitian Ahmad Hanif Fahruddin dan Eva Nur Tita Sari bahwa guru harus menjadi teladan, yakni memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya. Seperti berpakaian yang benar dan berkata dengan sopan. Tidak hanya terkait dengan fisiknya saja, karena tidak memberikan teori saja tapi juga mempraktekkan langsung apa yang dibicarakan, seperti halnya menghafal surat-surat pendek yang sebelumnya diberikan contoh terlebih dahulu, agar bisa didik bisa membaca dengan baik dan Guru hendaknya mencintai muridnya seperti ia mencintai dirinya Artinya, seorang guru hendaknya menganggap bahwa muridnya itu adalah merupakan bagian dari dirinya sendiri. Karena bagi siswa, guru adalah orang tua dalam kegiatan belajar di sekolah. Oleh karena itu guru harus memiliki sifat penyayang kepada siswanya. Contohnya pada saat pembelajaran berlangsung, dikala siswa tidak memahami materi, guru harus berusaha mengulang kembali materi dengan penuh kesabaran dan tanpa emosi. Agar siswa dapat memahami kembali materi yang diajarkan secara perlahan. Sebagaimana menurut penelitian Akhmad Zacky AR bahwa, untuk menumbuhkan situasi interaksi yang baik antara guru dan siswa, seorang guru perlu menciptakan suasana belajar yang harmonis yang penuh dengan keakraban dan kekeluargaan. Dengan 15 Fahruddin and Sari. AuImplementasi Kode Etik Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan. Ay Hal: 166 Halaman 96 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar demikian, siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh dan akan mengamalkan materi yang sudah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru hendaknya memotivasi siswa untuk menuntut ilmu seluas aAE I eEaIA aa AEaO EA a a a AEaa eE eaE aaI Aa a eOA AuMenuntut ilmu itu wajib atas setiap MuslimAy (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu Aoanhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-JaamiAoish Shaghiir no. Ketika telah turun perintah Allah, yang mewajibkan suatu hal, yang harus dilakukan umat Islam adalah samiAona wa athaAona (Kami dengar dan kami taa. Siswa sangat membutuhkan dorongan dari orang terdekat utamanya orang tua dan guru. Guru harus senantiasa mengingatkan dan memotivasi siswa untuk giat belajar dan menimba Seperti dalam firman Allah surah Al-Mujadalah ayat 11 bahwa orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya mengalahkan kaum mukmin lainnya. Contoh dalam pembelajaran PAI, guru menggunakan metode ceramah untuk selalu mengingatkan siswanya tentang keutamaan dalam menuntut ilmu. Dalam hal ini selaras dengan penelitian Ervhan Saleh Pratama bahwa hak murid dalam Al-QurAoan surah Al-Kahfi ayat 65-70 yakni Murid berhak mendapat pelajaran dan penjelasan dari gurunya, murid berhak untuk bertanya dengan adab dan sopan santun setelah dipersilahkan bertanya oleh gurunya jika terdapat suatu kekeliruan atau ketidak jelasan dalam memahami ilmu. Murid berhak mendapatkan motivasi dari gurunya untuk dapat lebih giat belajar. Guru hendaknya menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang Guru harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dimengerti tujuannya agar siswa dapat memahami pelajaran. Banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan guru PAI, seperti metode ceramah, metode karyawisata, metode kisah, metode Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam metode yang cocok digunakan yakni metode kisah. Dengan guru menceritakan kisah-kisah nabi, suasana belajar akan lebih 16 Akhmad Zacky Ar. AuKODE ETIK GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PENDIDIK. REAKTUALISASI DAN PENGEMBANGAN KODE ETIK GURU DI MADRASAH ALIYAH DARUL AMIN PAMEKASAN,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studie. 4, no. 2 (November 2, 2. Hal: 287 17 Ervan Saleh Pratama. AuHubungan Guru dan Murid dalam Pendidikan Agama Islam Menurut Kajian Q. Al-Kahfi Ayat 65-70,Ay Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam 2, no. 2 (November 10. Hal: 343 Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 97 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis mendengarkan cerita yang pesannya lebih mudah ditangkap dan diimplementasikan oleh siswa. Seperti dalam penelitian Abdul Rahman untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar terlebih dahulu seorang guru hendaknya mengarahkan perhatian peserta didik dengan cara bercerita tentang hal yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas dan hendaknya seorang guru menggunakan berbagai macam metode agar peserta didik tidak jenuh dalam Guru hendaknya mengadakan evaluasi terhadap kegiatan belajar Hal ini dimaksudkan agar guru selalu memperhatikan tingkat pemahaman siswanya dan pertambahan keilmuan yang Fungsi dari evaluasi yakni untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa pada proses belajar mengajar yang telah Jadi evaluasi tidak hanya terfokus pada tiap semester atau kenaikan kelas saja, tetapi terus dilakukan juga pada setiap proses pembelajaran untuk mengetahui hasil dan kemampuan belajar siswa. Contohnya biasanya dalam pembelajaran PAI siswa diajarkan untuk menghafal surah-surah pendek, maka sebelum siswa tersebut melanjutkan hafalannya, guru harus murojaAoah kembali hafalan siswa yang sudah disetorkan sebelumnya. Hal tersebut untuk menguji dan mengevaluasi siswa apakah masih ingat dengan hafalannya atau tidak. Selaras dengan penelitian yang dilakukan Akhmad Zacky AR di MA Darul Amin, bahwa para guru biasanya mengadakan evaluasi pada setiap selesai satu pokok bahasan dan guru mengadakan tanya jawab kepada siswa jika akan memulai pembelajaran. hal tersebut dimaksudkan agar siswa selalu siap pada saat pembelajaran Guru hendaknya bersikap adil terhadap semua muridnya. Adil berarti harus mampu menempatkan sesuatu sesuai dengan Guru harus berpegang teguh pada kebenaran dan bertindak atas dasar kepatutan. Tetapi adil pada setiap siswa juga bukan perkara yang mudah. Maka keadilan guru itu akan tampak pada kesabarannya. Rasulullah bersabda AuBertakwalah kepada Allah dan bersikap adillah terhadap anak-anakmuAy (HR. Bukhar. 18 Abdul Rahman. AuIMPLEMENTASI KODE ETIK GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 6 POLEWALIAy (UIN Alauddin Makassar, 2. Hal: 47 19 Ar. AuKODE ETIK GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PENDIDIK. REAKTUALISASI DAN PENGEMBANGAN KODE ETIK GURU DI MADRASAH ALIYAH DARUL AMIN PAMEKASAN. Ay Hal: 287. Halaman 98 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Contohnya di dalam kelas, guru memiliki anak didik cerdas yang cepat belajar namun tidak sedikit pula ada anak didik yang terlambat Ada yang baik perangainya dan ada yang buruk Dalam hal ini Rasulullah memberikan contoh bagaimana metode untuk menegur dan memuji para sahabat secara wajar dan proporsional. Bahwa apabila guru memuji secara berlebihan maka akan berpotensi membuat peserta didik menjadi tinggi hati. Begitu pula sebaliknya menegur secara berlebihan juga berpotensi membuat peserta didik semakin berani dan melakukan hal-hal tercela lainnya. Maka di sinilah guru harus bersikap adil dalam mengatasi persoalan anak didik yang beragam. Sebagaimana penelitian Ahmad Hanif Fahruddin dan Eva Nur Tita Sari bahwa Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 sukodadi memberlakukan sama terhadap semua peserta didiknya. Tidak pernah membedakan apa golongan yang mereka anut, memberikan kefahaman yang sesuai dengan paham mereka, dan jika melakukan kesalahan akan diberi sanksi sesuai dengan apa yang Jadi, baik dalam segi ekonomi maupun golongan semua siswa tidak ada yang diunggulkan dan tidak ada yang direndahkan. KESIMPULAN Manifestasi kode etik guru PAI dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dibedakan menjadi 6 kategori, namun sebelumnya menurut KBBI maksud dari manifestasi yakni perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat. Berikut 6 Manifestasi kode etik guru PAI dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu . Guru hendaknya mengajar dengan niat mengharapkan ridha Allah. Guru hendaknya mencintai muridnya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Guru hendaknya mengadakan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar. Guru hendaknya menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang mudah. Guru hendaknya mengadakan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar. Guru hendaknya bersikap adil terhadap semua muridnya. DAFTAR PUSTAKA