NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI BENSON DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMULANG Amelia Nurul Hakim1*. Arik Iskandar2. Suryadi3 Program Studi Profesi Ners. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia Program Studi S1 Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia *korespondensi author: amelianurulhakim@wdh. ABSTRAK Hipertensi merupkn kondisi peningktn teknn drh yng menunjukkn teknn sistolik Ou 140 mmHg tu dn teknn distolik Ou 90 mmHg. Prevalensi di Provinsi Banten yang memiliki penyakit hipertensi sebanyak 8,61% dan Kota Tangerang penyakit hipertensi masuk dalam urutan awal sebesar 28,74% (Kemenkes 2. Slh stu terpi non frmkologi untuk mengendlikn teknn drh yitu relkssi benson dn romterpi lvender. Penelitin ini bertujun untuk mengethui pengruh kombinsi relkssi benson dn romterpi lvender terhdp pengendlin teknn drh psien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pamulang. Penelitin ini merupkn penelitin true experiment dengn menggunkn pendektn pretest posttest group design. Pengmbiln smpel menggunkn simple rndom dengan 42 Instrumen penelitin menggunkn SOP relkssi benson. SOP romterpi lvender. SOP pengukurn teknn drh, tensimeter model mnul dn lembr hsil pengukurn teknn drh. anlisis yng digunkn dlh uji Non Prmetrik dengn uji Wilcoxon dn Mnn Whitney. Terdpt penurunn tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi menunjukkan rata-rata 158,57 mmHg menjadi 125,95 mmHg dan tekanan darah diastolik sebelum dilakukan intervensi menunjukkan rata-rata 90,95 mmHg menjadi 77,62 mmHg. Hsil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0,000<0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan ada pengaruh terapi kombinasi relaksasi benson dan aromaterapi lavender terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Kombinsi relkssi benson dn romterpi lvender efektif dlm mengendlikn teknn drh psien hipertensi. Direkomendsikn penerpn kombinsi relkssi benson dn romterpi lvender 1 kli sehri untuk mengendlikn teknn drh psien hipertensi. Kt Kunci : Aromaterapi Lavender. Hipertensi. Relkssi Benson. Teknn Drh. THE EFFECT OF BENSON RELAXATION AND LAVENDER AROMATHERAPY COMBINATION ON BLOOD PRESSURE CONTROL IN HYPERTENSION PATIENTS IN THE WORK AREA OF PAMULANG COMMUNITY HEALTH CENTER ABSTRACT Hypertension is a condition of increased blood pressure that shows systolic pressure Ou 140 mmHg or and diastolic pressure Ou 90 mmHg. The prevalence in Banten Province which has hypertension is 8. 61% and Tangerang City hypertension is in the first place at 28. 74% (Ministry of Health 2. One of the nonpharmacological therapies to control blood pressure is Benson relaxation and lavender aromatherapy. This study aims to determine the effect of a combination of Benson relaxation and lavender aromatherapy on blood pressure control in hypertensive patients in the Pamulang Health Center Work Area. This study is a true experiment study using a pretest posttest group design approach. Sampling using simple random with 42 respondents. The research instrument used Benson relaxation SOP, lavender aromatherapy SOP. NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. blood pressure measurement SOP, manual model tensiometer and blood pressure measurement result The analysis used was Non Parametric test with Wilcoxon and Mann Whitney test. There was a decrease in systolic blood pressure before therapy showed an average of 158. 57 mmHg to 125. 95 mmHg and diastolic blood pressure before intervention showed an average of 90. 95 mmHg to 77. 62 mmHg. The results of the Wilcoxon test obtained a p-value of 0. 000 <0. 05, meaning that there was a significant difference in blood pressure before and after the intervention. Based on the test results, it can be concluded that there is an effect of combination therapy of Benson relaxation and lavender aromatherapy on blood pressure in hypertensive patients. The combination of Benson relaxation and lavender aromatherapy is effective in controlling blood pressure in hypertensive patients. It is recommended to apply a combination of Benson relaxation and lavender aromatherapy once a day to control blood pressure in hypertensive Keywords: Lavender Aromatherapy. Hypertension. Benson Relaxation. Blood Pressure PENDAHULUAN Hipertensi menjadi salah satu penyebab masalah pada kesehatan yang cukup berbahaya, karena hipertensi merupakan faktor resiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler seperti gagal jantung, stroke, penyakit jantung iskemik, serangan jantung menjadi dua penyebab kematian utama di dunia (World Health Organization. Hipertensi ialah keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas batas normal (Susanti. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global, regional, nasional dan local. Hal ini menunjukan bahwa hipertensi menjadi faktor resiko penyakit yang cukup berbahaya bagi kesehatan Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronik dengan prevalensi yang Data dari WHO, penyakit hipertensi menyerang 22% penduduk dunia, di Asia Tenggara sendiri memiliki angka kejadian hipertensi mencapai 36%. Tahun 2025 mendatang, diprediksi orang dewasa di seluruh dunia akan mengalami hipertensi sebanyak 29% (Kemenkes 2. Berdasarkan data hasil Kementrian Kesehatan tahun 2018 angka kejadian hipertensi pada lansia di Indonesia untuk umur 55- 64 tahun sebesar 45,9%, umur 65-74 tahun sebesar 57,6% dan 63,8% untuk umur di atas 75 tahun (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data profil Kesehatan Dasar Banten tahun 2019. Prevalensi di Provinsi Banten yang memiliki penyakit hipertensi sebanyak 8,61% (Kemenkes 2. Sebaliknya di Kota Tangerang penyakit hipertensi masuk dalam urutan awal sebesar 28,74%. Kabupaten Tangerang 23,6% (Riskesdas Banten, 2. Data menunjukan angka kejadian hipertensi di Provinsi Banten masih tinggi pada daerah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar orang dewasa seperti lansia mengalami hipertensi (Kemenkes 2. Psien hipertensi mengeluhkn dny peningktn teknn drh yng ditndi dengn skit kepl, gelish, pusing, dn jntung berdebr-debr. Hl ini terjdi kibt ketidkmmpun psien hipertensi untuk memperthnkn kontrol yng memdi ts tingkt teknn drh merek. Hsil wwncr dengn beberp psien hipertensi mengtkn merek sudh mengethui tentng terpi relkssi benson dn romterpi NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. lvender mengendlikn teknn drh dri petugs puskesms, tetpi belum melksnknny dengn bik, hl ini disebbkn kurngny informsi yng didpt mengeni prosedur terpi relkssi benson dn romterpi lvender (Mailani. Slh stu terpi non frmkologi yng digunkn untuk psien hipertensi dlh terpi relkssi Benson. Menurut (Benson 2. menjelskn bhw relkssi benson dlh relkssi yng melibtkn teknik pernpsn dlm yng efektif dn kt-kt tu ungkpn yng diykini oleh seseorng dpt mengurngi bebn tu meningktkn kesehtn. Terpi non frmkologi linny yng dpt mengendlikn teknn drh dlh rom terpi lvender. METODE Penelitin ini menggunkn prdigm penelitin pendektn kuntittif dengn jenis penelitin true experiment. True eksperimen, yitu desin yng berush mengungkpkn hubungn sebb kibt dengn melibtkn kelompok pembnding selin kelompok intervensi (Nursalam 2. Penelitin ini bertujun untuk mengnlisis pengruh kombinsi relkssi benson dn romterpi lvender terhdp pengendlin teknn drh psien hipertensi di Wilyh Kerj Puskesms Pamulang. Desin penelitin yng digunkn dlh true experiment dengn rncngn Pretest Posttest Control Group Design, yitu desin penelitin yng menggunkn du kelompok subjek dn melkukn pengukurn sebelum dn sesudh memberikn perlkun kepd subjek. Perbedn hsil pengukurn pd kedu kelompok dinggp sebgi efek perlkun. Pengmtn dlm desin ini dilkukn du kli, yitu sebelum dn sesudh intervensi pd kedu kelompok. Pengmtn yng dilkukn sebelum intervensi disebut pre-test, dn pengmtn setelh intervensi disebut post-test. HASIL Analisis Univariat Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Karakteristik Responden Usia 40 Ae 50 tahun >50 tahun Total Frekuensi . Persentase (%) 9,5% 90,5% Sumber: Data Primer 2025 Berdasarkan tabel 1 distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia yang terdiri dari 42 responden menunjukan sebagian besar responden berusia >50 tahun sebanyak 38 responden . ,5%). NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. Perubahan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah diberikan Terapi Relaksasi Benson dan Aromaterapi Lavender Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tekanan Darah Sebelum Intervensi Tekanan Darah Sistolik Diastolik Mean 158,57 90,95 Std. 12,212 2,971 Min-Max 140 - 189 66 - 95 Sumber: Data Primer 2025 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan hasil bahwa tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi menunjukkan rat-rata 158,57 mmHg dan tekanan darah diastolik sebelum dilakukan intervensi menunjukkan rata-rata 90,95 mmHg. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tekanan Darah Sesudah Intervensi Tekanan Darah Sistolik Diastolik Mean 125,95 77,62 Std. 16,829 5,763 Min-Max 120 Ae 159 60 - 89 Sumber: Data Primer 2025 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan hasil bahwa tekanan darah sistolik sesudah siberikan terapi yaitu menunjukkan rata-rata 125,95 mmHg dan tekanan darah diastolik sesudah dilakukan intervensi menunjukkan rata-rata 77,62 mmHg. Analisis Bivariat Uji Normalitas Tabel 4. Uji Normalitas Data Shapiro-Wilk Statistic Nilai Pretest Sistole Kelompok Intervensi Nilai Pretest Diastole Kelompok Intervensi Nilai Posttest Sistole Kelompok Intervensi Nilai Posttest Diastole Kelompok Intervensi Shapiro-Wilk Sig. Sumber: Data Primer, 2025 Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu untuk mengetahui apakah data berdistirbusi normal atau tidak. Penelitian ini menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk karena jumlah sampel 42 responden yaitu n<50 dan berdasarkan tabel menunjukkan bahwa hasil data dalam penelitian ini tidak NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. berdistribusi normal, sehingga pada penelotian ini menggunakan uji wilcoxon. Uji Wilcoxon Tabel 5. Analisis Perbedaan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah diberikan Terapi Relaksasi Benson dan Aromaterapi Lavender Tekanan darah sistolik sebelum dan Tekanan sebelum dan Negative Rank Mean Rank 21,50 20,50 Sum of Ranks 903,000 820,000 P-Value 0,000 Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan hasil uji statostik diperoleh nilai p-value 0,000<0,05, maka dapat diismpulkan bahwa Ha diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan ada pengaruh terapi kombinasi relaksasi benson dan aromaterapi lavender terhadap tekanan darah pasien hipertensi. PEMBAHASAN Hasil penelitian dibahas dengan sistematis dan mendalam. Dilarang mencantumkan kembali hasil uji statistik di bagian ini. Cukup interpretasinya saja. Kemudian bahas dengan membandingkan pada penelitian sebelumnya. Ungkapkan apa persamaan atau perbedaannya secara ilmiah. Opini ilmiah peneliti perlu dijelaskan pula dalam memandang hasil penelitiannya. Selain itu, sangat direkomendasikan, author membahas keterkaitan hasil penelitian dengan praktik/peran perawat profesional. KESIMPULAN Gambaran Karaktersitik Responden Berdasarkan Usia Berdasarkan tabel 1 menunjukan sebagian besar responden berusia >50 tahun sebanyak 38 responden . ,5%). Hasil penelitian ini memiliki kesesuaian dengan hasil penelitian Aristoteles . di Emergency Center Unit Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang dengan hasil sebagian besar responden berusia 50-60 tahun . %) (Hasan 2. Berbeda dengan penelitian (Widjaya et al 2. di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus. Kabupaten Tangerang Hasil penelitian yang didapatkan dari 115 responden yaitu rata-rata usia pada rentang usia 18-40 tahun . ,7%). NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. Sejalan dengan penelitian (Amelia. , & Kurniawati 2. menyebutkan bahwa mayoritas lanjut usia yang menderita hipertensi yaitu pada usia 50 Ae 74 tahun sejumlah 46 responden atau 92%, semakin bertambahnya umur semakin beresiko mengalami hipertensi dan pada rentang usia 55 - 64 tahun mengalami risiko hipertensi 2,18 kali dari sebelumnya, usia 65 Ae 69 beresiko 2,45 x dan meningkat menjadi 2,97 pada usia > 70 tahun. Hal tersebut terjadi karena semakin lanjut usia arteri besar akan mengalami penurunan bahkan kehilangan kelenturan, terjadi kekakuan dan perubahan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (Akbar. Nur. & Humaerah 2. Perubahan fisiologis yang berhubungan dengan penuaan menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik, rata-rata peningkatan tekanan arteri, peningkatan tekanan nadi dan penurunan kemampuan untuk merespon perubahan hemodinamik yang tiba-tiba. Proses penuaan dikaitkan dengan perubahan pada sistem vaskular, jantung, dan sistem otonom (Zhu et al 2. Peningkatan tekanan darah terkait dengan proses penuaan kemungkinan besar terkait dengan perubahan arteri. Penuaan menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah dan pengerasan dinding pembuluh darah melalui proses yang dikenal sebagai Aterosklerosis menyebabkan perubahan struktural termasuk peningkatan kalsifikasi vaskuler yang menyebabkan gelombang tekanan yang sebelumnya direfleksikan selama propagasi gelombang tekanan darah. Gelombang tekanan datang kembali dari akar aorta selama sistol dan berkontribusi pada peningkatan tekanan darah sistolik. Tekanan darah diastolik cenderung meningkat hingga usia sekitar 50 tahun dan peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan resistensi arteriol. Kekakuan arteri besar yang terjadi berkontribusi pada tekanan nadi yang lebih luas termasuk penurunan tekanan darah diastolik (Zhu et al 2. Peningkatan resistensi arteriol bersama dengan kekakuan arteri besar menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam tekanan darah sistolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata. Penurunan kemampuan untuk merespon dengan tepat terhadap perubahan hemodinamik yang tiba-tiba berakar pada banyak faktor patofisiologis termasuk perubahan struktur dan fungsi jantung dan penurunan regulasi otonom tekanan darah. Hipertrofi ventrikel kiri dan penurunan komplians ventrikel kiri berkorelasi dengan penurunan kinerja jantung dan kemampuan untuk meningkatkan tekanan darah sistolik sebagai respons terhadap stres. Sistem otonom memainkan peran kunci dalam pemeliharaan tekanan darah melalui respon fisiologis untuk berdiri, penipisan volume, dan peningkatan curah jantung selama stres. Dengan penurunan regulasi otonom tekanan darah, ada dampak signifikan pada adaptasi Salah satu contoh termasuk tingginya prevalensi hipotensi ortostatik di antar populasi lanjut usia (Zhu et al 2. NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. Terkait struktur dan fungsi vascular, pada individu muda, sistem arteri perifer lebih kaku dibandingkan dengan sistem arteri sentral. Seiring waktu, kondisi ini berbalik. individu yang lebih tua memiliki kekakuan arteri sentral yang lebih besar dibandingkan dengan arteri perifer. Pembalikan dan peningkatan kekakuan arteri sentral yang lebih besar ini multifaktorial dalam etiologi. Perubahan komponen struktural, peningkatan spesies oksigen reaktif, perubahan inflamasi, dan disfungsi endotel adalah beberapa penyebab yang menyebabkan perubahan struktur dan fungsi arteri yang terlihat pada penuaan (Xu et al, 2. Peningkatan degradasi elastin dan deposisi kolagen adalah dua perubahan karakteristik yang terlihat dengan penuaan. Rasio kolagen terhadap elastin meningkat seiring bertambahnya usia yang menyebabkan peningkatan kekakuan arteri. Perubahan ini juga dapat terjadi pada sel otot polos ventrikel. Di dinding ventrikel, penurunan elastis menyebabkan peningkatan tekanan pengisian diastolik karena dinding jantung menjadi kurang Penyebab pasti dari perubahan struktural ini tidak diketahui, dan ada banyak hipotesis mengapa perubahan ini terjadi pada populasi yang lebih tua termasuk kelelahan organ dan berbagai jalur sinyal yang mengarah pada penghancuran elastin dan peningkatan deposisi kolagen. Studi terbaru menunjukkan bahwa Ang II bersama dengan aktivasi TGF-B1 dan matriks metalloproteinase adalah beberapa molekul pensinyalan yang mungkin terlibat (Xu et al 2. Menurut peneliti bertambahnya usia sejalan dengan proses penuaan yang terjadi menambah terjadinya peningkatan tekanan darah pada seorang individu, penurunan sistem kardiovaskuler menyebabkan seorang lanjut usia rentan mengalami peningkatan tekanan darah. Hasil penelitian ini dapat dimungkinkan karena memang pada usia tersebut memang tubuh sudah mengalami penurunan fungsi organ-organ tubuh akibat proses penuaan, sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda sehingga menjadi alasan mengapa orang yang masuk usia lanju. rentan terserang berbagai penyakit, dan berkunjung ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk memeriksakan penyakitnya. Pasien yang mulai memasuki usia lansia dianjurkan untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan sering mengkonsultasikan kondisi kesehatannya dengan tenaga kesehatan. Pengaruh Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Sebelum dan Sesudah dilakukan Terapi Kombinasi Relaksasi Benson dan Aromaterapi Lavender Berdasarkan tabel 2 menunjukkan hasil uji statostik diperoleh nilai p-value 0,000<0,05, maka dapat diismpulkan bahwa Ha diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan ada pengaruh terapi kombinasi relaksasi benson dan aromaterapi lavender terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian oleh (Darmawan et al 2. tentang Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. dilakukan menggunakan rancangan pre experimental design one-group pretestposttest dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang menunjukkan bahwa rentang tekanan darah sistolik pasien hipertensi sebelum diberikan relaksasi benson adalah 120- 139 mmHg dan rentang tekanan darah diastoliknya adalah sebesar 80 - 89 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah sistolik pasien hipertensi sesudah diberikan relaksasi benson adalah sebesar 149. 93 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastoliknya adalah sebesar 89,33 mmHg. Penurunan tekanan darah sistolik berada pada rentang 0. 56 - 1. 93 mmHg dan diastolik berada pada rentang 5. 16 Ae 0. 94 mmHg. Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah secara abnormal secara terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah. Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi persisten dengan tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolic di atas 90 mmHg (Yanuarti 2. Penyebab terjadinya peningkatan hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor risiko yang dapat dikendalikan dan faktor yang tidak dapat dikenalikan. Faktor risiko hipertensi yang dapat dikendalikan yaitu asupan tinggi natrium, asupan rendah kalium, rendah kalsium, rendah magnesium, obesitas, alkohol, perilaku merokok, dan resistensi insulin. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan mencakup faktor genetik, riwayat keluarga, usia, dan ras. Sebagai pengobatan alternatif Kombinasi terapi relaksasi benson dan aromaterapi lavender memeliki kesamaan dalam mekanisme kerjanya di lihat dari cara kerja teknik relaksasi benson ini yaitu berfokus pada kata ataupun kalimat tertentu yang diucapkan berulang kali dengan ritme teratur yang disertai dengan sikap pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa sambil menarik nafas dalam. Sedangkan Aromaterapi lavender yang bekerja dengan mempengaruhi fisik dan juga Manfaat pemberian aromaterapi lavender juga dapat menurunkan kecemasan, tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, stress, serta meningkatkan produksi hormon melatonin dan serotonin Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa rata-rata tekanan darah penderita hipertensi pada hasil penelitian ini, baik pada kelompok intervensi berada diatas ambang batas normal atau termasuk dalam dalam kategori Peningkatan tekanan darah pada responden dapat dipengaruhi oleh berbagai Jika dilihat karakteristik dapat kita ketahui bahwa rata-rata usia responden adalah >45 tahun dengan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan relatif sama (Sers 2. Terapi relaksasi Benson merupakan terapi non-farmakologi yang diyakini pasien dapat mengurangi tekanan yang dirasakan atau meningkatkan kesejahteraan (Darmawan et al 2. Relaksasi Benson atau relaksasi religius adalah pengembangan dari respon relaksasi yang dikembangkan oleh Benson, yang dimana relaksasi ini merupakan gabungan antara relaksasi dengan keyakinan agama yang Relaksasi Benson adalah pengembangan dari metode respons relaksasi pernapasan yang menggabungkan faktor keyakinan pasien, yang dapat menciptakan NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH Vol. No. April 2025. Hal. lingkungan internal yang dapat membantu pasien mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Terapi relaksasi Benson lebih mudah dilakukan bahkan dalam keadaan apapun dan tidak memiliki efek samping, padahal kita tahu bahwa pemberian obatobatan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan pengguna (Sers 2. Dalam melakukan teknik relaksasi Benson dilakukan dengan sangat mudah dan dapat dilakukan dengan cara dibimbing atau dilakukan sendiri. Teknik ini menggunakan frase ritual yang berulang- ulang untuk memfokuskan dan mengalihkan perhatian. Relaksasi ini merupakan kombinasi dari relaksasi dan keyakinan (Yanuarti 2. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi adalah Penerapan Aromaterapy Lavender. Lavender adalah salah satu minyak aromaterapi yang banyak digunakan saat ini, baik secara inhalasi . ataupun dengan teknik pijatan. Lavender mengandung linalool yang memiliki efek menenangkan atau relaksasi (Yanuarti 2. Aromaterapi lavender merupakan salah satu terapi non farmakologi yang akan meningkatkan gelombanggelombang alfa didalam otak dan gelombang inilah yang membantu untuk merasa rileks (Sers 2. Menurut pendapat peneliti Berdasarkan uraian hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa relaksasi Benson dan aromaterapi lavender terbuktif efektif terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Sebelum pemberian relaksasi Benson dan aromaterapi lavender, rata-rata tekanan darah responden relatif tinggi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah usia, jenis kelamin ataupun faktor gaya hidup dimana pada hasil penelitian rata-rata usia responden berada pada usia risiko tinggi terhadap terjadinya hipertensi. Tekanan darah tinggi terbanyak disebabkan oleh faktor penyempitan pembuluh darah yang dapat diakibatkan oleh penumpukan lipid, glukosa darah dan aktifitas hormonal seperti epinefrin dan norepinefrin. Benson relaksasi bekerja pada sistem hormonal dengan cara menurunkan aktifitas epinefrin dan norepinefrin yang dapat dipicu oleh adanya stress yang berlebihan. REFERENSI