ISSN 1979-2794 e-ISSN: 2655-6634 ANALISIS PANDANGAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REKONSTRUKSI KONSEP DAN PRAKTIKNYA Ahmad Munarun1 Email: 2203016065@student. Nita Yuli Astuti2 Email: nitayuli@walisongo. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Abstrak. Pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya. Dalam konteks pendidikan agama Islam, integrasi nilai-nilai multikultural yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis menjadi upaya strategis untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan menghargai perbedaan. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam implementasi nilainilai multikultural dalam kurikulum pendidikan agama Islam, di mana pendekatan yang digunakan belum sepenuhnya mampu menanamkan pemahaman mendalam tentang keberagaman dan inklusivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Islam yang mendukung pendidikan multikultural serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara efektif dalam kurikulum sekolah formal. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber primer dan sekunder untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip Islam yang relevan, seperti keadilan, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Analisis tematik digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis tema sentral dalam data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam memiliki landasan kuat dalam mendukung pendidikan multikultural, terutama dalam membangun harmoni sosial dan pemahaman lintas budaya. Namun, implementasi dalam kurikulum masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan pemahaman pendidik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru, pengembangan materi ajar yang kontekstual, serta kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan agama Islam. Studi ini menegaskan urgensi pendekatan holistik dalam pendidikan agama Islam guna menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan damai di era globalisasi. Kata kunci: Pendidikan multikultural. Pendidikan agama Islam. Keberagaman. Toleransi. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. Abstract Multicultural education is important in building an inclusive and harmonious society amidst ethnic, religious, and cultural diversity. In the context of Islamic religious education, integrating multicultural values based on the Qur'an and Hadith is a strategic effort to shape the character of students who are tolerant and respect differences. However, there are still gaps in the implementation of multicultural values in the Islamic religious education curriculum, where the approach used has not been fully able to instill a deep understanding of diversity and inclusivity. This study aims to examine the philosophical foundations of Islam that support multicultural education and how these values can be effectively applied in the formal school curriculum. Using a qualitative approach based on literature studies, this study analyzes primary and secondary sources to identify relevant Islamic principles, such as justice, tolerance, and social This study used thematic analysis to identify and analyze central themes in the collected The results of the study indicate that Islamic teachings have a strong foundation in supporting multicultural education, especially in building social harmony and cross-cultural understanding. However, implementation of the curriculum still faces various challenges, including limited resources and educators' Therefore, it is necessary to strengthen the capacity of teachers, and develop contextual teaching materials, and educational policies that support the integration of multicultural values in Islamic religious education. This study emphasizes the urgency of a holistic approach to Islamic religious education to create a more tolerant and peaceful society in the era of globalization. Keywords: Multicultural education. Islamic religious education. PENDAHULUAN Pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam memfasilitasi pemahaman dan penerimaan terhadap keragaman sosial yang ada di masyarakat. Konteks globalisasi menjadikan pendidikan multikultural berfungsi untuk mengajarkan toleransi serta untuk membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Isu yang muncul di sini berkaitan dengan ketidakmerataan akses dan penerapan pendidikan multikultural di berbagai tingkat pendidikan, yang sering kali dipengaruhi oleh kondisi geografis, sosial, dan ekonomi Hal ini menciptakan tantangan dalam penanaman nilai-nilai keberagaman dan toleransi di kalangan siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan potensi konflik sosial jika tidak ditangani dengan baik. 1 Tantangan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan multikultural mencakup faktor yang menyebabkan kesenjangan dalam Muhammad H Anwar. AuKetimpangan Aksesibilitas Pendidikan Dalam Perpsektif Pendidikan Multikultural,Ay Foundasia . 1Ae15, https://doi. org/10. 21831/foundasia. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 implementasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum pendidikan agama Islam dan dampak dari kesenjangan implementasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian semacam ini akan membantu merumuskan pendekatan yang lebih efektif dan inklusif, sehingga pendidikan multikultural dapat diterapkan secara merata dan berdampak positif terhadap masyarakat di era globalisasi ini. Lebih lanjut, pendidikan multikultural juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Rudianto mencatat bahwa pendekatan pendidikan ini menghargai dan mengakui keragaman budaya, yang pada gilirannya membantu siswa mengembangkan karakter yang inklusif dan toleran. 2 Jalwis dan Habibi menambahkan bahwa pendidikan multikultural mengajarkan nilai-nilai heterogenitas secara komprehensif, yang penting untuk menciptakan stabilitas dan integrasi nasional. 3 Dalam konteks ini, pendidikan multikultural tidak hanya berfokus pada pengajaran teori, tetapi juga pada praktik langsung yang memungkinkan siswa mengalami keragaman secara nyata. 4 Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pendidikan multikultural menjadi semakin relevan. Camelia dan Suryandari menggarisbawahi bahwa pendidikan multikultural harus berlandaskan nilainilai demokrasi dan pluralisme budaya, yang sangat penting dalam masyarakat yang 5 Selain itu, pendidikan multikultural juga berperan dalam mengatasi ketimpangan akses pendidikan, yang sering kali menjadi sumber diskriminasi dan ketidakadilan sosial. Dengan demikian, pendidikan multikultural dapat membantu merancang kebijakan yang lebih inklusif dan adil dalam konteks pendidikan. Rudianto Rudianto. AuImplementasi Pendidikan Multikural Dalam Membentuk Karakter Siswa,Ay Jurnal Multidisiplin Indonesia 2, no. : 1360Ae66, https://doi. org/10. 58344/jmi. Jalwis Jalwis and Nicolas Habibi. AuKonstruk Pendidikan Multikultural (Studi Urgensi Integrasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Kurikulum Pendidika. ,Ay Tarbawi Jurnal Ilmu Pendidikan 15, 2 . : 233Ae47, https://doi. org/10. 32939/tarbawi. Defan Zamathoriq. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik,Ay Jurnal Ilmiah Mandala Education . , https://doi. org/10. 36312/jime. Allyvia Camelia and Nikmah Suryandari. AuPendidikan Multikultural: Sebuah Perspektif Global,Ay EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, https://doi. org/10. 31004/edukatif. Anwar. AuKetimpangan Aksesibilitas Pendidikan Dalam Perpsektif Pendidikan Multikultural. Ay Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. Pendidikan multikultural dalam perspektif pendidikan agama Islam memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun kesadaran dan pemahaman siswa terhadap keberagaman yang ada di masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam (PAI) tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan nilai-nilai agama, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai multikultural yang dapat membantu siswa berinteraksi dengan baik dalam masyarakat yang plural. Bahri menekankan bahwa pendidikan agama Islam harus dilakukan dengan pendekatan deduktif yang dimulai dari studi ayat-ayat yang relevan, kemudian dikembangkan menjadi norma-norma agama yang mencakup aspek hukum dan 7 Dengan cara ini, siswa dapat memahami pentingnya nilai-nilai multikultural dalam konteks ajaran Islam. Dalam konteks Indonesia, pentingnya model pendidikan Islam yang multikultural semakin mendesak. Ulfa juga menekankan perlunya pemikiran ulang mengenai model pendidikan Islam multikultural yang dapat memperkuat hubungan antara Muslim dan non-Muslim. 8 Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Indonesia yang beragam. Pendidikan multikultural dalam Islam tidak hanya mengajarkan toleransi, tetapi juga mendorong siswa untuk saling menghargai dan memahami perbedaan yang ada di antara mereka. Moussa menyoroti bahwa prinsip-prinsip multikulturalisme sudah tertanam dalam ajaran Islam dan didukung oleh teks-teks suci Al-Qur'an contohnya ayat dari Al-Qur'an dapat dijadikan sebagai landasan untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan hubungan antar budaya yang harmonis. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah Surah Al-Hujurat . Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan suku dan bangsa di antara manusia adalah bagian dari rencana Tuhan, dan tujuannya adalah agar manusia Syamsul Bahri. AuThe Role of Islamic Education in Realizing Social Interaction Based on Multiculturalism Among Students of Different Religions in Elementary Schools,Ay International Journal of Islamic Education Research and Multiculturalism (Ijier. 1, no. : 1Ae17, https://doi. org/10. 47006/ijierm. Ulfa Ulfa et al. AuMulticultural Islamic Education in Indonesia: The Urgency Value of Model and Method,Ay Addin 16, no. : 131, https://doi. org/10. 21043/addin. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 saling mengenal. 9 Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam dapat berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan nilai-nilai multikultural yang mendukung kerukunan antarumat beragama. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam kurikulum pendidikan, siswa dapat belajar untuk hidup berdampingan dengan damai dalam masyarakat yang beragam. Mustafida menambahkan bahwa pendidikan agama Islam yang multikultural dapat membantu menciptakan keselarasan dan hubungan sosial yang harmonis di antara siswa. Penelitian yang dilakukan di Sekolah Dasar Taman Harapan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap Dengan pendekatan yang tepat, pendidikan agama Islam dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun masyarakat yang inklusif dan toleran. Akhirnya. Harto dan boul dalam penelitianya menekankan bahwa pengembangan pendidikan agama Islam berbasis multikultural harus menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. 11 Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam kurikulum, pendidikan agama Islam dapat membantu siswa memahami pentingnya keberagaman dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih toleran dan damai. Pendidikan multikultural telah banyak diteliti sebagai pendekatan untuk meningkatkan toleransi dan kerja sama di masyarakat yang beragam. Dalam perspektif pendidikan agama Islam, berbagai penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai multikultural berbasis Al-Qur'an dan Hadis untuk menciptakan siswa yang toleran dan inklusif. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam penelitian terkait Nahla M Moussa. AuPromoting Multicultural Education in the Middle East: Perception and Practice,Ay International Journal of Learning Teaching and Educational Research 22, no. 303Ae20, https://doi. org/10. 26803/ijlter. Fita Mustafida. AuIntegrasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI),Ay Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 4, no. : 173Ae85, https://doi. org/10. 35316/jpii. Hamza RAoboul. AuAlternative Theorizing of Multicultural Education: An Islamic Perspective on Interculturality and Social Justice,Ay Journal for Multicultural Education 15, no. : 213Ae24, https://doi. org/10. 1108/jme-07-2020-0073. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. implementasi praktis pendidikan agama Islam yang benar-benar terintegrasi dengan nilainilai multikultural dalam konteks pengajaran umum, khususnya di Indonesi. Penelitian oleh Djamaluddin menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam dapat berhasil menerapkan nilai-nilai multikultural secara sistematis dan efektif di Universitas Islam Malang,12 keberhasilan tersebut belum tentu dapat diterapkan secara luas dalam konteks pendidikan umum di Indonesia, di mana integrasi semacam ini masih minim. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam mengembangkan kurikulum yang inklusif dan mencakup pendekatan multikultural di seluruh sistem pendidikan nasional. Selanjutnya. Huda menyoroti pentingnya media pembelajaran dalam pendidikan agama Islam yang inklusif dan aksesibel bagi semua siswa. 13 Di tingkat kurikulum, penelitian Qomaruzzaman membahas bahwa meskipun buku teks pendidikan agama Islam menunjukkan orientasi inklusif, implikasi praktis dari buku tersebut dalam konteks pengajaran di sekolah masih dipertanyakan. 14 Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada landasan teoritis, implementasi materi yang sesuai dan inklusif dalam pengajaran tetap menjadi masalah yang perlu diatasi. Artikel ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji bagaimana landasan filosofis Islam dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan agama untuk mendukung keberagaman secara holistic, membahas konsep-konsep utama dari filsafat Islam yang mendasari pendidikan multikultural, dengan didukung oleh referensi yang relevan . Penelitian ini bertujuan untuk menggali materi ajar pendidikan agama Islam berbasis multikultural yang lebih aplikatif berdasar conroh dan relevan dengan konteks yang ada. Urgensinya terletak pada pentingnya menciptakan generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai Islam tetapi juga mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang pluralistik, guna mengurangi konflik sosial dan mendukung integrasi nasional. Burhan Djamaluddin et al. AuDeradicalization Through Multicultural Islamic Religious Education at The Islamic University,Ay Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 3 (November 2, 2. 646Ae63, https://doi. org/10. 31538/nzh. Mualimul Huda. AuIslamic Education Learning Management Based on Religious Moderation Values,Ay Mindset Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2022, 62Ae75, https://doi. org/10. 58561/mindset. Bambang Qomaruzzaman. AuReligious Inclusivity in Islamic Education Course Book of the 2013 Curriculum,Ay MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN 22, no. 2 (December 30, 2. : 195, https://doi. org/10. 29300/madania. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka . ibrary researc. dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Menurut Creswell . , pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena berdasarkan perspektif partisipan dan konteks Dalam studi pustaka ini, data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antarbagian dalam penelitian. 15Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya yang relevan, data tersebut lalu diambil kesimpulan pada konsep konsep tertemtu yang menjadi sub tema pada pembahasan kali ini. Peneliti memanfaatkan dua jenis data, yaitu data primer dari buku utama yaitu Al QurAoan terkait pendidikan Islam dan multikultural, serta data sekunder dari referensi tambahan yang relevan berupa buku pendukung dan artikel ilmiah sejenis yang menjadi contoh kasus dan Teknik dokumentasi dan analisis pada setiap buku dan artikel ilmiah yang dikutip digunakan untuk mengidentifikasi serta menganalisis dokumen terkait topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antarbagian dalam penelitian. Langkah-langkah studi pustaka meliputi persiapan alat https://scholar. https://sinta. id/, dan https://quran. id/, penyusunan kajian literatur, pengaturan jadwal jadwal penelitian, dan pencatatan materi penelitian yang akan diolah menjadi isi dalam artikel ini. Validitas data menjadi fokus utama dalam penelitian kualitatif untuk memastikan kesesuaian informasi dengan realitas lapangan, menjadi penting bagi peneliti untuk selalu memverifikasi dokumen yang ada atau yang dikutip sebagai referensi merupakan dokumen yang diambil dari sumber terpercaya dan seluruh contoh kasus divalidasi oleh peneliti secara objektif pada media yang ada seperti mesin pencari google dan penglaman peneliti. John W Creswell. AuResearch Design: Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif. Dan Mixed,Ay Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. sehingga pada penelitian ini kami menjunjung tinggi pentingnya validitas dari data yang kami paparkan. Analisis tematik digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis tema sentral dalam data yang telah dikumpulkan. Dalam pendekatan ini, pengkodean data dan mencari pola yang berulang di antara tema-tema yang muncul. Dengan cara ini, peneliti dapat mengungkapkan bagaimana integralitas nilai-nilai multikultural dalam pendidikan Islam terwujud dalam konteks pengajaran dan pembelajaran yang sesungguhnya. Analisis tematik juga memberikan fleksibilitas untuk mengeksplorasi nuansa dan konteks yang lebih dalam mengenai tema-tema yang terkait dengan pendidikan multikultural. HASIL DAN PEMBAHAS Landasan filosofis Islam menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk mendukung pendidikan multikultural, dengan menekankan rasa hormat terhadap keberagaman dan pentingnya pemahaman di antara berbagai kelompok budaya dan agama. Hal ini khususnya terlihat dalam ajaran Al-Qur'an, yang menganjurkan pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman manusia sebagai rancangan ilahi. Pembahasan berikut ini menguraikan konsep-konsep utama dari filsafat Islam yang mendasari pendidikan multikultural, yang didukung oleh referensi yang relevan. Konsep Keberagaman dalam Al-Qur'an Konsep keberagaman dalam Al-Qur'an merupakan tema yang sangat penting dan relevan dalam konteks masyarakat yang multikultural. Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan nilai-nilai universal yang dapat diterima oleh semua umat manusia, tetapi juga memberikan panduan tentang bagaimana seharusnya umat Islam berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Dalam hal ini, pemahaman tentang keberagaman dalam Al-Qur'an dapat dilihat dari berbagai ayat yang menekankan pentingnya toleransi, saling menghormati, dan kerjasama antarumat beragama. Secara eksplisit mengakui keberagaman manusia sebagai manifestasi kehendak Tuhan. Dalam Surah Al-Hujurat . , disebutkan: Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 aAOaOacNa EIaca aIac aaECeIEaI IacI aEas OacaIO aO aaEeIEaI aaOU OacCaaOaEa Ea aaO o aI a eEaIaEaI aIa EENA UAaCOEaI oaI EENa aEaOIU aaOA "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Ayat ini menggarisbawahi gagasan bahwa keberagaman bukan sekadar konstruksi sosial, tetapi merupakan aspek mendasar dari keberadaan manusia yang dimaksudkan untuk saling mengenal dan memahami. Penekanan pada saling mengenal mendorong gagasan bahwa pendidikan multikultural sangat penting untuk menumbuhkan rasa hormat dan kerja sama di antara berbagai kelompok. Pada ayat di atas sering dijadikan rujukan dalam memahami konsep keberagaman, yang menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari berbagai suku dan bangsa agar mereka saling mengenal satu sama lain. 16 Ayat ini menegaskan bahwa keberagaman adalah bagian dari takdir Ilahi dan merupakan suatu hal yang harus dihargai. Dalam konteks ini. Triono dan Setiani menekankan pentingnya penanaman toleransi antarumat beragama di lingkungan pendidikan, seperti pesantren, untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat yang beragam. 17 Toleransi ini menjadi landasan bagi interaksi yang positif dan konstruktif antara individu dari latar belakang yang berbeda. Lebih jauh. Mabrur dan Abas menjelaskan bahwa hermeneutika sebagai metodologi dalam menafsirkan Al-Qur'an dapat membantu memahami keragaman makna yang terkandung Sofia A Z Nisa. AuKonsep Toleransi Dalam Keberagaman: Analisis Atas Penafsiran Q 49: 13 Dalam Al-QurAoan Dan Tafsir Kemenag Versi Website,Ay Contemporary Quran 1, no. : 40, https://doi. org/10. 14421/cq. Andit Triono and Desinta Setiani. AuPenanaman Toleransi Antarumat Beragama Di Pesantren Mahasiswa,Ay Al-Tarbiyah Jurnal Pendidikan (The Educational Journa. 30, no. : 80, https://doi. org/10. 24235/ath. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. dalam teks suci tersebut. 18 Dengan pendekatan hermeneutik, kita dapat menggali lebih dalam makna ayat-ayat yang berkaitan dengan keberagaman dan toleransi, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis dan relevan dengan konteks sosial yang terus Dalam konteks pendidikan. Wibowo dan Hidayat menekankan bahwa Al-Qur'an dan Hadits dapat dijadikan pedoman dalam pendidikan karakter yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. 19 Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam kurikulum pendidikan, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang menghargai perbedaan dan mampu berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang Akhirnya, penting untuk memahami bahwa keberagaman dalam Al-Qur'an bukan hanya sekadar konsep teoritis, tetapi harus diterapkan dalam praktik sehari-hari. Halili menekankan bahwa pembelajaran Al-Qur'an harus dilakukan dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual, sehingga nilai-nilai keberagaman dapat diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. 20 Dengan demikian. Al-Qur'an dapat berfungsi sebagai sumber inspirasi dan pedoman dalam membangun masyarakat yang inklusif dan toleran. Secara keseluruhan, konsep keberagaman dalam Al-Qur'an memberikan landasan yang kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis dan saling menghormati. Melalui pemahaman yang mendalam tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan toleransi dan kerjasama antarumat beragama, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman dan menghargai perbedaan. Suprapto pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, dengan penekanan pada penguasaan Hajjin Mabrur and Saehu Abas. AuHermeneutik Sebagai Tawaran Metodologis Dalam Menafsirkan Al-Quran Yang Diperdebatkan,Ay Setyaki Jurnal Studi Keagamaan Islam 1, no. 78Ae89, https://doi. org/10. 59966/setyaki. None Y R Wibowo and Nur Hidayat. AuAL-QURAoAN &Amp. HADITS SEBAGAI PEDOMAN PENDIDIKAN KARAKTER,Ay Bidayah Studi Ilmu-Ilmu Keislaman, 2022, 113Ae32, https://doi. org/10. 47498/bidayah. Heri R Halili. AuKajian Metode Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Usia Dewasa Dengan Pendekatan Konsep Andragogi,Ay Imtiyaz Jurnal Ilmu Keislaman 5, no. : 98Ae108, https://doi. org/10. 46773/imtiyaz. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 ilmu umum bersamaan dengan ilmu agama. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa tidak hanya memahami agama mereka dengan baik, tetapi juga menghargai keyakinan orang lain. 21 Dengan cara ini, keberagaman yang diajarkan melalui Al-Qur'an dan Hadits bisa langsung diterapkan dalam interaksi sehari-hari, sehingga menciptakan masyarakat yang harmonis. Penelitian lain. Arfa dan Lasaiba menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis multi etnik harus diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan untuk memperkuat keragaman budaya, bahasa, dan agama di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendidikan yang baik harus mencakup perbedaan ini dalam langkah-langkah nyata, sehingga generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya religius, tetapi juga inklusif dan kooperatif. Prinsip Keadilan dan Kesetaraan Ajaran Al-Qur'an Prinsip keadilan dan kesetaraan dalam ajaran Al-Qur'an merupakan tema sentral yang sangat penting untuk dipahami dalam konteks pendidikan dan kehidupan sosial. AlQur'an menekankan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan sebagai landasan moral yang harus diterapkan dalam interaksi antar individu, baik dalam konteks keluarga, masyarakat, maupun negara. Pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip ini dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis. Islam menganjurkan keadilan dan kesetaraan, yang merupakan dasar pendidikan multikultural. Al-Qur'an menekankan pentingnya memperlakukan semua individu dengan adil, terlepas dari latar belakang mereka. Dalam Surah An-Nisa . , disebutkan: Suprapto Suprapto. AuIntegrasi Moderasi Beragama Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam,Ay EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 18, no. (December 29, 2. : 355Ae68, https://doi. org/10. 32729/edukasi. Arman Man Arfa and Mohammad Amin Lasaiba. AuParadigma Pendidikan Di Indonesia Berbasis Multi Etnik (Telaah Entitas. Strategi. Model Dan Evaluasi Pembelajaran,Ay JENDELA PENGETAHUAN 16, no. 1 (April 4, 2. : 1Ae12, https://doi. org/10. 30598/jp16iss1pp1-12. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. A aNa EaE aN aOEaO aEO aIaEaI aOa EeOaEaaO aI OaeEaCeaaOIa o a eI OacEaIA a AOaOacNa EaO aI IaIaO EaOIaO CaOacIaOIa aeECaA AaIaOUc aO aaCaOU aaEENa aOEO aNaIao aaEa acaaO EeNao aIe a aEaO o aOaIe aEeOo aO aO aI EENa Ea aIA AaIa aIaEaOIa aaOUA "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang selalu menegakkan keadilan, menjadi saksi dengan adil, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum Prinsip keadilan ini mencakup semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan multikultural, yang berakar pada nilai-nilai Islam, mendorong akses yang adil terhadap pengetahuan dan sumber daya bagi semua siswa, terlepas dari latar belakang budaya atau agama mereka. Ayat diatas sering dijadikan rujukan dalam memahami prinsip yang menyatakan bahwa umat Islam harus bersaksi dengan adil, meskipun itu merugikan diri mereka sendiri atau keluarga mereka. 23 Ayat ini menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang siapa pun, dan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berbuat adil dalam setiap keadaan. Dalam konteks pendidikan, prinsip ini dapat diterapkan dengan mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan dan memperlakukan semua orang dengan adil, terlepas dari latar belakang mereka. Lebih lanjut. Handriawan menekankan bahwa Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai multikultural yang sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan. 24 Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam harus mampu menanamkan pemahaman bahwa setiap individu, terlepas dari suku, ras, atau agama, memiliki hak yang sama untuk dihormati dan diperlakukan dengan adil. Dengan mengajarkan nilai-nilai ini, pendidikan dapat berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang lebih baik dan lebih toleran. Saiwanto Saiwanto et al. AuKurikulum Pendidikan Islam,Ay Jurnal Sosial Dan Sains 2, no. : 1039Ae50, https://doi. org/10. 59188/jurnalsosains. Dony Handriawan. AuWawasan Al-QurAoan Tentang Pendidikan Multikultural Menuju Wasaiyyatul Islam,Ay El-Hikmah Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam 12, no. : 65Ae 90, https://doi. org/10. 20414/elhikmah. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, penting untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan. Saiwanto. mencatat bahwa kurikulum pendidikan Islam harus mencerminkan nilai-nilai ini agar dapat membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. 25 Dengan demikian, pendidikan agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai pengajaran tentang ajaran agama, tetapi juga sebagai alat untuk membentuk karakter dan sikap siswa terhadap keberagaman. Selain itu, pendidikan agama Islam juga harus mampu mengatasi isu-isu sosial yang berkaitan dengan ketidakadilan dan diskriminasi. Muhayati menekankan bahwa integrasi materi pendidikan agama Islam dengan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan dapat menjadi solusi untuk menangkal radikalisme dan diskriminasi. 26 Dengan mengajarkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan, pendidikan dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis. Dalam konteks ini, penting juga untuk melibatkan semua pihak dalam proses Husin menekankan bahwa keberhasilan pendidikan agama Islam dalam menegakkan prinsip keadilan dan kesetaraan sangat bergantung pada kerjasama antara guru, orang tua, dan masyarakat. 27 Dengan melibatkan semua pihak, pendidikan dapat menjadi lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada siswa. Akhirnya, penting untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap kurikulum pendidikan agama Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Zulaikhah mencatat bahwa pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam harus terus diperbarui agar dapat mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. 28 Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat berfungsi sebagai alat untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Saiwanto et al. AuKurikulum Pendidikan Islam. Ay Siti Muhayati. AuIntegrasi Materi Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Menangkal Radikalisme,Ay Syntax Idea 3, no. : 1477Ae93, https://doi. org/10. 46799/syntax-idea. Husin Husin. AuPrinsif Dasar Metodologi Pengajaran Pendidikan Agama Islam,Ay 2018, https://doi. org/10. 31219/osf. io/6jqgc. Siti Zulaikhah. AuPenguatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam Di SMPN 3 Bandar Lampung,Ay Al-Tadzkiyyah Jurnal Pendidikan Islam 10, no. : 83Ae93, https://doi. org/10. 24042/atjpi. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. Secara keseluruhan, prinsip keadilan dan kesetaraan dalam ajaran Al-Qur'an memberikan landasan yang kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis. Melalui pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang menghargai perbedaan dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Peningkatan Toleransi dan Rasa Hormat Peningkatan toleransi dan rasa hormat dalam ajaran Al-Qur'an merupakan aspek fundamental yang dapat membantu membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Al-Qur'an, sebagai kitab suci umat Islam, mengandung banyak ayat yang menekankan pentingnya toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan. Dalam konteks ini, pemahaman yang mendalam tentang ajaran-ajaran tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Islam mendorong toleransi dan rasa hormat terhadap orang lain, yang merupakan komponen penting dari pendidikan Al-Qur'an menyerukan hidup berdampingan secara damai dan saling pengertian di antara berbagai agama. Dalam Surah Al-Kafirun . , disebutkan: n aAO aOIA a aAEaEaI aOIaEaI aOEA "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku. Ayat ini menggambarkan pentingnya menghargai keyakinan dan praktik yang berbeda, serta menganjurkan pendekatan pendidikan yang mendorong dialog dan pemahaman di antara kelompok yang beragam. Pendekatan semacam itu sangat penting dalam pendidikan multikultural, di mana siswa belajar menghargai dan menghormati perbedaan daripada melihatnya sebagai hambatan. Dalam konteks pendidikan, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dan rasa hormat dalam kurikulum. Mawarni dan Ashadi menunjukkan bahwa pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Al-Qur'an dapat membantu siswa mengembangkan sikap toleran dan menghargai perbedaan. 29 Dengan mengajarkan nilai-nilai ini secara sistematis, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya berpengetahuan. Siti Sitibadiah. AuToleransi Dalam Pemberdayaan Hak Perempuan Perspektif Tafsir Al QurAoAn,Ay Jurnal Bimas Islam 15, no. : 154Ae77, https://doi. org/10. 37302/jbi. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 tetapi juga memiliki sikap positif terhadap orang lain. Khawash menambahkan bahwa penafsiran ayat-ayat toleransi dalam Al-Qur'an, seperti yang terdapat dalam Tafsir AlAzhar dan Al-Misbah, dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam masyarakat Indonesia. 30 Dengan memahami konteks dan makna dari ayat-ayat tersebut, umat Islam dapat lebih mudah mengimplementasikan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya rasa hormat terhadap perbedaan juga tercermin dalam ajaran AlQur'an yang menekankan pentingnya dialog dan komunikasi antarumat beragama. Firman dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 8 menyatakan bahwa Allah memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik dan adil kepada orang-orang yang tidak memerangi mereka karena agama. 31 Ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan keyakinan, umat Islam tetap diharapkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam harus mampu mengajarkan siswa tentang pentingnya menghargai perbedaan dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Romadlan menekankan bahwa penafsiran yang tepat tentang toleransi dapat membantu mengatasi pandangan ekstremis yang sering muncul dalam 32 Dengan mengajarkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati, pendidikan agama Islam dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis. Saran peneliti menjadi penting untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap kurikulum pendidikan agama Islam agar tetap relevan dengan perkembangan Rohimah menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengedepankan nilai-nilai Faliech S Khawash. AuPenafsiran Ayat-Ayat Toleransi Dalam Tafsir Al-Azhar Dan AlMisbah Serta Implementasinya Terhadap Masyarakat Indonesia,Ay Al-Fahmu Jurnal Ilmu Al-Qur an Dan Tafsir 3, no. : 1Ae15, https://doi. org/10. 58363/alfahmu. Firmansyah Firman. AuMembangun Kehidupan Beragam : Kajian Tahlili Qs. AL Hujurat Ayat 13,Ay Jurnal Al-Mubarak Jurnal Kajian Al-Qur an Dan Tafsir 8, no. : 47Ae60, https://doi. org/10. 47435/al-mubarak. Said Romadlan. Ibnu Hamad, and Effendi Gazali. AuPerspektif Hermeneutika Ricoeur Menyusuri Agenda Toleransi Di Organisasi Islam Nahdlatul Ulama,Ay Bricolage Jurnal Magister Ilmu Komunikasi 6, no. : 187, https://doi. org/10. 30813/bricolage. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. toleransi dan rasa hormat harus terus diperbarui agar dapat mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. 33 Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat berfungsi sebagai alat untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Secara keseluruhan, peningkatan toleransi dan rasa hormat dalam ajaran Al-Qur'an memberikan landasan yang kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis. Melalui pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang menghargai perbedaan dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih toleran dan inklusif. Peranan Pengetahuan Peran pengetahuan dalam memupuk pemahaman terhadap ajaran Al-Qur'an sangatlah krusial, terutama dalam konteks pendidikan dan pengembangan karakter Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai pedoman yang mengandung nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Dalam hal ini, pengetahuan yang diperoleh dari Al-Qur'an dapat berkontribusi pada pengembangan karakter dan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan. Dalam Memupuk Pemahaman Islam menempatkan nilai tinggi pada pengetahuan dan pendidikan. Nabi Muhammad SAW menekankan pengejaran pengetahuan sebagai sarana untuk memahami dunia dan Di dalam Al QurAoan surat Al-Alaq . oaACe ae a aI aacEa EaO aEaCA Dalam konteks ini. Surah Al-Alaq memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana pengetahuan dapat mempengaruhi kehidupan individu dan masyarakat. Ayat pertama dari Surah Al-Alaq, "Iqra' bismi rabbika alladzii khalaq" (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptaka. , menekankan pentingnya membaca dan belajar sebagai langkah awal dalam memperoleh pengetahuan. Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah aspek fundamental dalam Islam, dan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk mencari ilmu. Dengan demikian, pendidikan yang berbasis pada ajaran Al- Firman. AuMembangun Kehidupan Beragam : Kajian Tahlili Qs. AL Hujurat Ayat 13. Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Qur'an dapat membantu membentuk karakter dan pemahaman yang lebih baik tentang Pada temuan lain yaitu di Hadits dari Rasulullah SAW yang terkenal menyatakan: "Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. " Pencarian ilmu ini tidak terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga mencakup pemahaman konteks budaya, sosial, dan sejarah berbagai komunitas. Pendidikan multikultural sejalan dengan prinsip Islam ini dengan mendorong siswa untuk mengeksplorasi dan menghargai kekayaan budaya dan perspektif yang berbeda. Salah satu aspek penting dari pengetahuan dalam Al-Qur'an adalah bagaimana mengajarkan nilai-nilai moral dan etika. Nur'Aini menekankan bahwa kecerdasan emosional, intelektual, spiritual, dan moral sangat relevan dengan pendidikan agama Islam yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an. 34 Pengetahuan yang diperoleh dari Al-Qur'an membantu individu untuk mengembangkan kesadaran diri dan kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk. Dalam konteks ini. Al-Qur'an memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana seharusnya seseorang berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami ajaran Al-Qur'an, individu dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan menerapkannya dalam interaksi sosial Hal ini penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling Pendidikan yang berbasis pada pengetahuan Al-Qur'an juga dapat meningkatkan kesadaran beragama di kalangan generasi muda. Oktonika mencatat bahwa kesadaran beragama sangat penting dalam pengembangan moral remaja, terutama di era modern yang penuh dengan tantangan. 35 Dengan memahami ajaran Al-Qur'an, remaja dapat mengembangkan sikap yang positif terhadap nilai-nilai agama dan moral, yang pada NurAoaini NurAoaini. AuKecerdasan Emosional. Intelektual. Spiritual. Moral Dan Sosial Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-QurAoAn,Ay Jurnal Educatio Fkip Unma 9, 4 . : 1783Ae90, https://doi. org/10. 31949/educatio. Edisa Oktonika. AuKontribusi Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengembangkan Kesadaran Beragama Pada Remaja Di Abad 21,Ay Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora 5, no. : 159, https://doi. org/10. 36722/sh. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. gilirannya akan mempengaruhi perilaku mereka dalam masyarakat. Selain itu. Rosyidah dan Wantini menyoroti pentingnya evaluasi pendidikan dalam konteks Al-Qur'an. Mereka menjelaskan bahwa pengumpulan dan analisis data dalam pendidikan dapat membantu mengukur sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dari Al-Qur'an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan evaluasi yang tepat, pendidik dapat mengetahui efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Pentingnya pengetahuan dalam konteks Al-Qur'an juga tercermin dalam upaya untuk mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan. El-Feyza mencatat bahwa platform digital seperti "Syarihub. id" telah menjadi sarana penting dalam menyediakan akses mudah terhadap sumber-sumber pengetahuan Al-Qur'an. 37 Dengan memanfaatkan teknologi, generasi muda dapat lebih mudah mengakses informasi dan belajar tentang ajaran Al-Qur'an, yang dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Islam. Akhirnya, pengetahuan yang diperoleh dari Al-Qur'an harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Miskahuddin menekankan bahwa pendidikan yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an harus melibatkan semua komponen, termasuk keluarga, sekolah, dan 38 Dengan melibatkan semua pihak, pendidikan dapat menjadi lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an kepada generasi muda. Peran pengetahuan dalam memupuk pemahaman terhadap ajaran Al-Qur'an sangatlah penting. Melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Al-Qur'an, individu dapat mengembangkan karakter yang baik, meningkatkan kesadaran beragama, dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Oleh karena itu, penting untuk terus mengintegrasikan ajaran AlQur'an dalam kurikulum pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Komunitas dan Tanggung Jawab Aisyatur Rosyidah and Wantini. AuTipologi Manusia Dalam Evaluasi Pendidikan: Perspektif Al-QurAoan Surat Fatir Ayat 32,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 6, no. : 1Ae17, https://doi. org/10. 25299/al-thariqah. Muhafizah el-Feyza. AuMembaca Tren Edukasi Al-QurAoan Pada Masyarakat Millenials (Studi Analisis Pada Platform AuSYARIHUB. ID),Ay Taujih Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 57Ae 68, https://doi. org/10. 53649/taujih. Miskahuddin Miskahuddin. AuFilosofi Pembinaan Anak Shalih Dalam Konsep Al-QurAoAn,Ay Jurnal Ilmiah Al-Mu Ashirah 19, no. : 84, https://doi. org/10. 22373/jim. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Dalam ajaran Al-Qur'an, komunitas dan tanggung jawab sosial merupakan dua aspek yang saling terkait dan sangat penting untuk dipahami dalam konteks kehidupan Al-Qur'an menekankan pentingnya solidaritas sosial, kerjasama, dan tanggung jawab individu terhadap komunitas. Prinsip-prinsip ini tidak hanya menjadi pedoman bagi umat Islam, tetapi juga memberikan arahan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Islam menekankan pentingnya komunitas dan tanggung jawab kolektif, yang tercermin dalam konsep Ummah . Al-Qur'an mendorong orang beriman untuk bekerja sama demi kebaikan bersama, seperti yang terlihat dalam Surah Al-Ma'idah . aAOaOacNa EaOIa IaIaO Ea aaEacO a aOaa EENa aOEa EacNa eEaaIa OaEa EeNaOa OaaE eECaaEOo aa OaEao IacOIa EeaOA acOEaIA a AeEaaIa OaO aI aaEU IacI acacNaI aOaaOaIU o Oa aEaEeaI aO o aOEa Oa aIaIacEaI aaI aI CaO sI a eIA AaCaOA ca AaECeo OaEa aaOaIaO aEaO eEae aI OaeEaOaIa oOA ca A a eEaa aI a eI aOo OaOaIaO aEaO Eeaac OA a Aa aI eEIaA a AEE aN oaI EENa aaO a eEaCaA "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, tetapi janganlah kamu tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Prinsip kerja sama ini dapat diterapkan pada pendidikan multikultural, di mana siswa didorong untuk bekerja sama dan terlibat satu sama lain untuk meningkatkan keharmonisan dan pemahaman sosial. Dengan menumbuhkan rasa kebersamaan, pendidikan multikultural dapat membantu menjembatani kesenjangan dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Ayat yang sering dijadikan rujukan dalam memahami tanggung jawab yang menekankan pentingnya saling membantu dalam kebaikan dan takwa. 39 Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam Muhibban. AuPemberdayaan Ekonomi Berlandaskan Maslahah Dalam Hukum Islam,Ay Jurnal Kajian Islam Modern 10, no. : 34Ae45, https://doi. org/10. 56406/jkim. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. membangun masyarakat yang lebih baik. Murtadlo menekankan bahwa pemahaman tentang tanggung jawab sosial ini harus diinternalisasi dalam pendidikan agar generasi muda dapat memahami pentingnya peran mereka dalam komunitas. 40 Dengan demikian, pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Al-Qur'an dapat membantu membentuk karakter individu yang peduli terhadap lingkungan sosialnya. Lebih lanjut, prinsip keadilan dalam Al-Qur'an juga berperan penting dalam membangun komunitas yang Dalam Surah An-Nisa ayat 135. Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersaksi dengan adil, bahkan jika itu merugikan diri sendiri atau kerabat. Ini menunjukkan bahwa keadilan adalah nilai yang harus diutamakan dalam setiap interaksi sosial. Dalam konteks ini. Hidayatullah dan Saputra menekankan bahwa pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai keadilan dapat membantu menciptakan individu yang tidak hanya memahami hak dan kewajiban mereka, tetapi juga berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam Tanggung jawab sosial juga dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk amal dan kepedulian terhadap sesama. Hasanah menjelaskan bahwa konsep wakaf dalam Islam adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang dapat memberdayakan masyarakat (Hasanah, 2. Dengan mengelola wakaf secara efektif, umat Islam dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dalam Islam tidak hanya terbatas pada individu, tetapi juga mencakup upaya kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan Dalam konteks pendidikan, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai komunitas dan tanggung jawab sosial dalam kurikulum. Ahmad menekankan bahwa pendidikan yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an harus mencakup aspek-aspek sosial dan moral yang dapat membentuk karakter siswa. 41 Dengan mengajarkan nilai-nilai ini, siswa Ghulam Murtadlo. AuMendalami Living QurAoan: Analisis Pendidikan Dalam Memahami Dan Menghidupkan Al-QurAoAn,Ay Pandu . 112Ae18, https://doi. org/10. 59966/pandu. Hasbullah Ahmad. AuIntegrasi Al-QurAoan Dan Ilmu Sosial (Kontekstualitas Al-QurAoan Dalam Kehidupan Bermasyaraka. ,Ay Ulumul Qur an Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur an Dan Tafsir 1, no. : 1Ae15, https://doi. org/10. 58404/uq. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sosial mereka. Pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Al-Qur'an juga dapat membantu membangun kesadaran akan pentingnya kerjasama dalam komunitas. Nur'Aini mencatat bahwa kecerdasan sosial yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an mencakup kemampuan untuk berempati, berkolaborasi, dan berkontribusi pada kebaikan bersama. 42 Dengan memahami nilai-nilai ini, individu dapat lebih mudah berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain, yang pada gilirannya akan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat. Penting untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap pendekatan pendidikan yang digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai komunitas dan tanggung jawab sosial. Purwanto menekankan bahwa pendekatan yang inovatif dan relevan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pendidikan dapat memenuhi tuntutan zaman dan kebutuhan 43 Dengan demikian, pendidikan yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an dapat berfungsi sebagai alat untuk membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan Secara keseluruhan, komunitas dan tanggung jawab dalam ajaran Al-Qur'an memberikan landasan yang kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis. Melalui pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial mereka, serta berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih baik. SIMPULAN Landasan filosofis Islam yang universal sangat mendukung pendidikan multikultural, sebagaimana tercermin dalam ajaran Al-Qur'an. Dengan menekankan rasa hormat terhadap keberagaman, keadilan, toleransi, pencarian ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab masyarakat, prinsip-prinsip Islam menyediakan kerangka kerja yang NurAoaini. AuKecerdasan Emosional. Intelektual. Spiritual. Moral Dan Sosial Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-QurAoAn. Ay Endy Purwanto. AuAjaran Etis Tujuan Hukum,Ay Syntax Idea 6, no. : 1464Ae75, https://doi. org/10. 46799/syntax-idea. Ahmad Munarun. Nita Yuli Astuti. Analisis Pandangan Multikultural DalamA. komprehensif untuk membina pemahaman dan kerja sama di antara kelompok-kelompok budaya dan agama yang beragam. Penyelarasan antara ajaran Islam dan pendidikan multikultural ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam praktik pendidikan untuk mempromosikan masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif. Meskipun pembahasan ini mencakup berbagai aspek dan pendekatan yang memastikan keberhasilan pendidikan multikultural yang berlandaskan nilai-nilai Islam, penulisan ini memiliki limitasi. Pertama, penelitian ini masih tergantung pada studi literatur dan dokumentasi yang mungkin tidak sepenuhnya mencakup semua konteks lokal dan variasi dalam implementasi pendidikan tersebut di seluruh Indonesia. Kedua, studi ini kurang memberikan contoh empiris yang mendalam tentang penerapan kurikulum multikultural di kelas dan metodologi pengajaran yang dapat diobservasi langsung. Untuk itu, penelitian ke depan disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih komprehensif, termasuk observasi dan wawancara dengan guru dan murid di berbagai institusi pendidikan, sehingga dapat memberikan gambaran nyata mengenai praktik pendidikan multikultural dalam konteks Islam dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan nilai-nilai tersebut secara lebih efektif dan menyeluruh. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Daftar Pustaka