JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 KONTRIBUSI IISMA TERHADAP PENGEMBANGAN KETERLAMPILAN KEWIRAUSAHaN MAHASISWA INDONESIA Nelly Kiwi Hartono Manajemen Tata Hidangan. Politeknik Pariwisata Batam nellykh123@gmail. ABSTRACT This research explores the contribution of the IISMA program in enhancing entrepreneurial skills among Indonesian students. The study aims to investigate how the program promotes entrepreneurial mindsets, innovation, and leadership in a global business environment. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that IISMA significantly influences the development of creativity, risk-taking, and practical innovation skills among Additionally, the program strengthens students' adaptability, collaboration, and leadership capabilities, preparing them to face future global economic challenges. In conclusion, the IISMA program plays a vital role in equipping Indonesian students with the necessary skills to thrive in a competitive global business Keywords: entrepreneurial skills, global entrepreneurship, innovation. IISMA program, leadership PENDAHULUAN Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) merupakan salah satu inisiatif unggulan dari Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Indonesia yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di universitas terkemuka di luar negeri. IISMA dirancang sebagai program pertukaran yang tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan non-akademis yang relevan untuk menghadapi tantangan global, salah satunya adalah keterampilan kewirausahaan. Dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini, keterlampilan kewirausahaan menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama Keterlampilan ini mencakup kemampuan berpikir kreatif, inovatif, serta memiliki ketahanan dalam menghadapi tantangan. Melalui program IISMA, mahasiswa memiliki peluang untuk mempelajari praktik keriwarusahaan di lingkungan global, membangun jejaring internasional, dan memahami dinamika pasar global yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi program IISMA terhadap pengembangan keterlampilan kewirausahaan mahasiswa Indonesia. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana program IISMA mendorong pola piker kewirausahaan, pengembangan inovasi, serta membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa dalam bidang bisnis. Dengan mengeksplorasi pengalaman langsung peserta, penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai dampak IISMA terhadap kesiapan mahasiswa Indonesia dalam menghadapi ekonomidan bisnis masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualiratif untuk mengeksplorasi kontribusi program IISMA terhadap pola piker kewirausahaan mahasiswa Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan peserta program, observasi langsung selama kegiatan, dan analisis dokumen terkait. Teknik analisis data melibatkan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola serta hubungan yang relevan. Refleksi pengalaman peneliti juga digunakan untuk memperkuat validitas temuan, sehinggahasil yang diperoleh lebih aplikatif dalam menjawab permasalahan yang diangkat. PEMBAHASAN Program IISMA (Indonesia International Student Mobility Award. adalah inisiatif beasiswa pertukaran pelajar yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia, yang sedang berada di semester 5 atau 7, untuk mengeksplorasi pengalaman belajar di luar negeri selama satu semester. Dalam kesempatan kali ini, saya berkesempatan untuk mengikuti program ini di Curtin University, yang terletak di Perth. Australia. Curtin University dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka di Australia, dengan reputasi kuat dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian. Di sini, saya mengikuti program kewirausahaan selama 6 minggu, yang memberikan saya kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek kewirausahaan di tingkat Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik saya tentang dunia bisnis. JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 mengembangkan keterampilan praktis dalam menghadapi tantangan bisnis di lingkungan Selain itu, saya juga mendapatkan wawasan mengenai sistem pendidikan di Australia, yang sangat mendukung perkembangan keterampilan inovasi dan kepemimpinan mahasiswa di bidang Bagian 1: Pengaruh Pengalaman Internasional terhadap Pola Pikir Kewirausahaan Program IISMA-E memberikan wawasan tentang pentingnya pola pikir kewirausahaan dalam menghadapi tantangan global. Dengan berada di lingkungan kewirausahaan yang berbeda, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana bisnis berkembang di negara maju seperti Australia. Proses ini membuka pandangan baru, mendorong mahasiswa untuk Pengalaman internasional ini juga mengasah keberanian mengambil risiko, yang merupakan kunci utama dalam kewirausahaan. Contohnya, melalui sesi diskusi dan kunjungan industri, saya belajar bagaimana bisnis di Australia fokus pada keberlanjutan dan inovasi. Konsep seperti lean entrepreneurship dan design thinking menjadi solusi untuk mengembangkan ide bisnis yang efektif dan fleksibel. Melalui kunjungan ke Spacecubed, saya melihat bagaimana kolaborasi antar wirausahawan dan pemanfaatan teknologi dapat menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan produktif. Gambar 1. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Bagian 5: Implementasi Pembelajaran dalam Proyek Inovasi Pengalaman yang diperoleh melalui program IISMA-E mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam berbagai proyek inovatif yang mencakup beragam aspek kewirausahaan. Melalui kesempatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan ide- E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 ide kewirausahaan mereka dalam konteks yang lebih nyata dan aplikatif. Baik melalui simulasi bisnis, tugas akademik, maupun inisiatif pribadi, peserta IISMA-E diberikan berbagai kesempatan untuk menguji dan mengembangkan keterampilan mereka dengan cara yang lebih praktis. Salah pembelajaran adalah melalui tugas yang diberikan dalam bentuk desain model bisnis. Mahasiswa seringkali diminta untuk merancang sebuah model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar tertentu atau mengembangkan solusi kreatif terhadap tantangan yang ada dalam industri. Ini memberi mereka ruang untuk menerapkan pendekatan yang telah dipelajari di kelas dan mengadaptasinya dalam merespons kondisi dunia nyata. Tugas ini sering kali melibatkan analisis mendalam mengenai berbagai faktor, seperti perilaku konsumen, analisis pesaing, serta potensi risiko yang ada, yang semuanya memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana membangun bisnis yang Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek berbasis inovasi yang bersifat kolaboratif, baik itu dalam kelompok kecil atau bersama mentor dari industri Proyek-proyek ini sering kali berfokus pada pengembangan produk atau layanan baru yang dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat atau Dalam konteks ini, mahasiswa dapat mengasah keterampilan mereka dalam bekerja dalam tim, mengelola proyek, serta menggunakan kreativitas mereka untuk menciptakan solusi yang praktis dan Mereka juga belajar untuk menerima umpan balik, beradaptasi dengan perubahan, dan melakukan iterasi terhadap ide-ide mereka hingga menemukan solusi yang paling efektif. Di samping tugas akademik, beberapa mahasiswa juga memanfaatkan peluang ini untuk mengeksplorasi inisiatif pribadi mereka, seperti memulai usaha atau proyek sosial yang dapat mengimplementasikan ide-ide inovatif yang mereka pelajari selama program. Mereka tidak hanya belajar tentang teori kewirausahaan, tetapi juga menghadapi tantangan nyata dalam menjalankan proyek tersebut, mulai dari perencanaan, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya yang terbatas. Ini pengalaman langsung dalam mengelola bisnis atau inisiatif, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah yang kompleks. Implementasi pembelajaran dalam proyek inovasi ini juga tidak hanya membantu mahasiswa mengasah keterampilan teknis, tetapi juga melatih mereka dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang tidak pasti. Mereka diajarkan untuk melihat peluang di balik JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 setiap tantangan, dan menerapkan solusi yang kreatif untuk memecahkannya. Ini adalah keterampilan penting yang akan mereka bawa dalam karier kewirausahaan mereka, baik saat mengembangkan usaha pribadi maupun ketika bekerja dalam berbagai bidang industri. Secara pembelajaran dalam proyek inovasi yang diberikan selama program IISMA-E memberikan kesempatan pengetahuan mereka menjadi aksi nyata. Hal ini sangat berharga dalam membangun kepercayaan diri mereka sebagai wirausahawan, karena mereka memiliki kesempatan untuk mengasah ide-ide mereka dalam situasi dunia nyata dan belajar untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah(Nurfitriana. Ping and Asih, 2. Bagian 3: Pentingnya Jaringan Internasional dalam Pengembangan Keriwausahaan Salah satu manfaat terbesar yang diperoleh mahasiswa melaluiprogram IISMA-E adalah kesempatan untuk membangun jaringan internasional yang dangat berharga(Kristiana and Benito, 2. Melalui interaksi dengan pengusaha lokal, adademisi dan rekan-rekan internasional, mahasiswa dapat memperluas koneksi mereka dan mendapatkan wawasan tentangtren bisnis global. Jaringan ini tidak hanya terbatas pada hubungan pribadi, tetapi juga membuka peluang kerjasama dan kemitraan yang dapat mendukung pengembangan usaha di masa Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai kolaborasi dengan rekan dari berbagai Negara, yang memperkaya pengalaman mereka dalam menjalankan bisnis secara E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 peserta dengan keterampilan non-teknis yang sangat penting bagi perkembangan seorang wirausahawan. Keterampilan ini mencakup berbagai aspek, seperti kepemimpinan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan berbeda, kreativitas dalam menyelesaikan masalah, serta keterampilan untuk mengambil keputusan yang tepat meskipun berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Mahasiswa yang mengikuti program ini diberi kesempatan untuk mengasah keterampilan interpersonal dan manajerial melalui berbagai pengalaman langsung yang mereka alami di luar Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan berbagai budaya dan sistem yang berbeda, yang memperluas cara pandang mereka terhadap dunia bisnis global. Proses adaptasi terhadap lingkungan baru yang mungkin sangat berbeda dengan Indonesia, menjadi tantangan yang membentuk ketangguhan mental dan emosi mereka, yang sangat penting dalam dunia kewirausahaan yang seringkali penuh dengan perubahan dan dinamika yang cepat. Selain itu, melalui tantangan yang mereka mengembangkan kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi terhadap berbagai masalah yang ada, serta mengelola risiko dengan bijaksana. Keterampilan ini tidak hanya penting untuk menjalankan usaha mereka, tetapi juga menjadi bekal untuk mengambil keputusan strategis yang dapat mempengaruhi kesuksesan jangka Melalui pengalaman ini, peserta program IISMA-E tidak hanya siap menghadapi tantangan pasar domestik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memimpin tim yang beragam dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing individu. Keterampilan-keterampilan yang diperoleh selama program ini memungkinkan mereka untuk menjadi pemimpin yang lebih efektif, fleksibel, dan inovatif dalam dunia kewirausahaan yang semakin kompleks dan berorientasi global. Bagian 5: Implementasi pembelajaran dalam proyek inovasi Gambar 2. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Bagian 4: Keterlampilan yang dikembangkan selama program Program IISMA-E tidak hanya fokus pada pengajaran keterampilan teknis yang berkaitan langsung dengan dunia bisnis, tetapi juga memperkaya Pengalaman yang diperoleh melalui program IISMA-E mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam berbagai proyek inovatif yang mencakup beragam aspek kewirausahaan. Melalui kesempatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan ideide kewirausahaan mereka dalam konteks yang lebih nyata dan aplikatif. Baik melalui simulasi bisnis, tugas akademik, maupun inisiatif pribadi, peserta IISMA-E diberikan berbagai kesempatan untuk menguji dan JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 mengembangkan keterampilan mereka dengan cara yang lebih praktis. Salah pembelajaran adalah melalui tugas yang diberikan dalam bentuk desain model bisnis. Mahasiswa seringkali diminta untuk merancang sebuah model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar tertentu atau mengembangkan solusi kreatif terhadap tantangan yang ada dalam industri. Ini memberi mereka ruang untuk menerapkan pendekatan yang telah dipelajari di kelas dan mengadaptasinya dalam merespons kondisi dunia nyata. Tugas ini sering kali melibatkan analisis mendalam mengenai berbagai faktor, seperti perilaku konsumen, analisis pesaing, serta potensi risiko yang ada, yang semuanya memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana membangun bisnis yang Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek berbasis inovasi yang bersifat kolaboratif, baik itu dalam kelompok kecil atau bersama mentor dari industri Proyek-proyek ini sering kali berfokus pada pengembangan produk atau layanan baru yang dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat atau Dalam konteks ini, mahasiswa dapat mengasah keterampilan mereka dalam bekerja dalam tim, mengelola proyek, serta menggunakan kreativitas mereka untuk menciptakan solusi yang praktis dan Mereka juga belajar untuk menerima umpan balik, beradaptasi dengan perubahan, dan melakukan iterasi terhadap ide-ide mereka hingga menemukan solusi yang paling efektif. Di samping tugas akademik, beberapa mahasiswa juga memanfaatkan peluang ini untuk mengeksplorasi inisiatif pribadi mereka, seperti memulai usaha atau proyek sosial yang dapat mengimplementasikan ide-ide inovatif yang mereka pelajari selama program. Mereka tidak hanya belajar tentang teori kewirausahaan, tetapi juga menghadapi tantangan nyata dalam menjalankan proyek tersebut, mulai dari perencanaan, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya yang terbatas. Ini pengalaman langsung dalam mengelola bisnis atau inisiatif, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah yang kompleks. Implementasi pembelajaran dalam proyek inovasi ini juga tidak hanya membantu mahasiswa mengasah keterampilan teknis, tetapi juga melatih mereka dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang tidak pasti. Mereka diajarkan untuk melihat peluang di balik setiap tantangan, dan menerapkan solusi yang kreatif untuk memecahkannya. Ini adalah keterampilan penting yang akan mereka bawa dalam karier E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 kewirausahaan mereka, baik saat mengembangkan usaha pribadi maupun ketika bekerja dalam berbagai bidang industri(Salam. Urai. Yanti Rezeki, no dat. Secara pembelajaran dalam proyek inovasi yang diberikan selama program IISMA-E memberikan kesempatan pengetahuan mereka menjadi aksi nyata. Hal ini sangat berharga dalam membangun kepercayaan diri mereka sebagai wirausahawan, karena mereka memiliki kesempatan untuk mengasah ide-ide mereka dalam situasi dunia nyata dan belajar untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus Gambar 3. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Bagian 6: tantangan dan hambatan dalam pengembangan kewirausahaan Tentu saja, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka selama program IISMA-E. salah satu tantangan terbesar adalah perbedaan budaya bisnis antara Indonesia dan Australia. Perbedaan ini bisa sangat membingungkan dan membatasi pemahaman mahasiswa mengenai praktik kewirausahaan yang berlaku di negara Misalnya, dalam beberapa budaya bisnis, pendekatan formal dan hierarkis lebih dihargai, sementara di tempat lain, gaya komunikasi yang lebih informal dan kolaboratif lebih umum. Mahasiswa mungkin merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan gaya komunikasi, cara bernegosiasi, dan harapan dalam dunia bisnis yang berbeda, yang dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan klien atau mitra bisnis potensial. Selain itu, mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan ide bisnis mereka dengan pasar lokal atau internasional. Setiap pasar memiliki kebutuhan, preferensi, dan tantangan yang berbeda, yang memerlukan penyesuaian produk atau layanan agar lebihsesuai dengan keinginan konsumen di Negara tersebut (Globalisasi and Internasional. Faktor-faktor seperti perilaku konsumen, daya beli, serta peraturan pemerintah yang mengatur industri tertentu bisa sangat bervariasi antar negara. JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 Hal ini sering kali mengharuskan mahasiswa untuk meninjau kembali dan merancang ulang strategi bisnis mereka agar dapat diterima dengan baik oleh pasar yang baru, yang tentu saja bisa menjadi tantangan besar bagi mereka yang baru memulai perjalanan Selain tantangan eksternal, hambatan internal seperti rasa tidak percaya diri dan kekhawatiran akan kegagalan juga sering menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam mengembangkan usaha mereka. Dalam dunia kewirausahaan, risiko dan ketidakpastian adalah hal yang tidak terhindarkan. Namun, banyak mahasiswa merasa cemas atau takut akan kemungkinan gagal, yang bisa menghambat mereka untuk mengambil keputusan penting atau berinovasi. Hambatan mental ini sering kali muncul ketika mahasiswa merasa belum memiliki pengalaman yang cukup atau merasa kesulitan untuk mengatasi masalah yang muncul dalam pengelolaan usaha. Namun, tantangan-tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang Selama mengikuti program IISMA-E, mahasiswa belajar untuk menghadapi hambatanhambatan tersebut dengan sikap yang lebih resilien dan adaptif. Mereka mulai memahami bahwa kewirausahaan yang dapat memberi pelajaran penting tentang bagaimana cara memperbaiki kesalahan dan bangkit kembali. Selain itu, mahasiswa juga belajar untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan problem-solving untuk menemukan solusi yang lebih tepat dan efektif dalam menghadapi tantangan yang Dengan belajar untuk mengatasi kesulitankesulitan ini(Hartati and Riniati, 2. , mereka mengasah kemampuan untuk berpikir kritis dan fleksibel, serta memperkuat ketangguhan mental yang sangat penting bagi seorang wirausahawan. Secara keseluruhan, meskipun tantangan dan hambatan dalam pengembangan kewirausahaan pasti ada, pengalaman internasional yang diperoleh selama program IISMA-E memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji ide bisnis mereka dalam berbagai konteks yang berbeda (Industri, no dat. Hal ini memungkinkan mereka untuk belajar tidak hanya dari kesuksesan, tetapi juga dari kegagalan yang mereka alami, menjadikan mereka lebih siap dan percaya diri untuk menghadapi dunia bisnis global yang penuh ketidakpastian dan peluang. Bagian 7: Dampak jangka panjang program IISMA-E terhadap Karier Mahasiswa Secara keseluruhan, program IISMA-E memberikan dampak yang signifikan terhadap karier kewirausahaan mahasiswa Indonesia. Melalui pengalaman internasional yang mereka peroleh selama program ini, para peserta dapat memperluas E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 wawasan mereka mengenai dunia bisnis global yang semakin berkembang. Pengalaman ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tren dan dinamika pasar internasional, tetapi juga membantu mereka mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam dunia bisnis yang lebih luas. Selain itu, melalui interaksi dengan berbagai profesional, akademisi, dan pelaku usaha dari berbagai negara, peserta memperoleh kesempatan untuk memperkuat jejaring profesional mereka, yang sangat penting dalam membangun hubungan bisnis jangka panjang (Dawya and Okvitawanli, 2. Lebih dari sekadar pengalaman belajar, program ini juga mengajarkan mereka untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide bisnis. Kemampuan untuk berpikir secara kritis dan adaptif sangat dibutuhkan dalam menghadapi perubahan cepat di dunia kewirausahaan. Banyak peserta yang merasa lebih percaya diri dalam menjalankan bisnis mereka setelah mengikuti IISMA-E, karena mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia nyata. Beberapa dari mereka bahkan melanjutkan karier kewirausahaannya dengan memanfaatkan peluang yang mereka temui selama program dan siap untuk menghadapi tantangan yang ada, baik di pasar Indonesia maupun pasar Dengan modal tersebut, mereka lebih siap untuk bersaing di kancah global, membawa solusi-solusi baru yang dapat memajukan industri di tanah air maupun di luar negeri(Nadia et al. , 2. Gambar 4. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Bagian 8: Pengalaman Ilmu yang di dapatkan IISMA-E Materi pembelajaran utama Pengenalan Entrepreneurship JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 Kami mempelajari konsep dasar bagaimana mengenali peluang bisnis dari skala makro . ren industry globa. hingga mikro . ebutuhan mengembangkan peluang tersebut (Feodora Putri Humaira and Nur Arief Rahmatsyah Putranto, 2. Entrepreneurial Mindset Fokus pada Theory of planned behavior yang mencakup sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku yang mempengaruhi aksi Kami kewirausahaan, motivasi, dan ego dalam pengambilan keputusan. Design Entrepreneurship Design Thinking: berpusat pada manusia untuk menciptakan solusi inovatif lean Entrepreneurship: strategi pengembangan minimum Viable Product (MVP) serta evaluasi melalui kerangka Aupivot, persevere, or perish. Ay Kami juga mempelajari Business Model Canvas untuk memvisualisasikan model bisnis yang efektif. Model Bisnis Berkelanjutan tentang strategi bisnis yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, penggunaan teknologi canggih, dan adaptasi terharap tantangan global. Sesi bersama narasumber ahli Ritz Finance Pemaparan pendanaan yang aman bagi bisnis, seperti perdanaan bank, investor formal, dan non-formal. Buzz From The Bees Cerita inspiratif tentang ketahanan bisnis di tengah tantangan, kesuksesan jangka panjang. Rohan Wallace (IP Attorne. pemahaman mendalam tentang tantangan hukum bisnis dan pentingnya menjaga trade secrets bisnis(Sudirman and Disemadi. E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 Anna Lee Diskusi inovasi komersialisasi tanaman khas Aboriginal seperti Wolly Bush dan Peppermint yang menekankan keseimbangan antara tradisi, inovasi, dan keberlanjutan. Gambar 5. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Aktivitas praktik lapangan Kunjungan ke spacecubed Tempat kolaborasi bisnis inovatif kewirausahaan berbasis komunitas dan teknologi. Gambar 6. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Sustainable Innovative Food Technology Company Wawasan tentang inovasi di bidang produksi pangan berkelajutan, alternatif dan pengemasan ramah JURNAL MENATA VOL. NO. MEI 2025 Gambar 7. IISMA-E Awardee Curtin University (Nelly Kiwi Hartono. Tur Ikonik Perth Mengunjungi The Blue House. Optus Stadium. Matagarup Bridge, dan Cottesloe Beach, memperkaya sejarah, dan arsitektur Australia. Penerapan Entrepreneurship Pembelajaran Crirical Entrepreneurship menekan evaluasi etis dan holistic dalam Diskusi ini mencakup: - Keseimbangan antara profit dan tanggung jawab sosial - Pentingnya berpikir kritis untuk mengevaluasi bukti, memahami berbagai perspektif, dan beradaptasi E-ISSN 2829-5994 P-ISSN 2829-6087 belajar mengenai pentingnya kolaborasi lintas budaya dan pengembangan hubungan internasional yang berbasis pada rasa saling menghargai dan kerja tim. Aktivitas ini juga membantu memperkaya perspektif saya tentang bagaimana membangun kerjasama yang efektif, meskipun berada dalam konteks budaya dan latar belakang yang berbeda (Wicaksono. Rinda and Indrastana, 2. Secara keseluruhan, program IISMA-E 2024 telah memberikan kontribusi yang besar dalam memperluas wawasan saya mengenai kewirausahaan dan kepemimpinan, serta memberikan pengalaman berharga dalam membangun jaringan internasional dan beradaptasi dengan lingkungan global yang Saya merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan yang ada di dunia bisnis, serta lebih percaya diri dalam mengambil langkah-langkah strategis di masa depan. Pengalaman ini bukan hanya meningkatkan kemampuan profesional saya, tetapi juga memberikan landasan yang kuat untuk perkembangan pribadi dan karier di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA